Gossip Jalanan

Februari 14, 2007

Pernahkah lo denger mafia judi? Katanya banyak uang suap Polisi. Tentara jadi pengawal pribadi

 

Apa lo tau Mafia narkoba? Keluar masuk jadi bandar dipenjara. Terhukum mati, tapi bisa ditunda

 

Siapa yang tau mafia selangkangan? Tempatnya lendir lendir berceceran. Uang jutaan, bisa dapet perawan

 

Ada yang tau mafia peradilan? Tangan kanan hukum di kiri pidana. Dikasih uang, habis perkara

 

Apa benar ada mafia pemilu? Entah gaptek apa manipulasi data. Jual beli suara rakyat

 

Mau tau gak mafia di Senayan. Kerjaanya tukang buat peraturan. Bikin UUD, Ujung Ujungnya Duit

 

Kacau Balau, Kacau Balau Negaraku ini

 

Pernah denger ga teriakan ALLAHHUAKBAR? Pake peci tapi kelakuan Barbar. Ngerusakin bar, orang ditampar tampar

SLANK, album P.L.U.R

:::::::::

Lyric lagu diatas benar benar merepresentasikan keadaan yang terjadi di sebuah negara bernama Indonesia, negara yang kaya akan sumber daya alam macam minyak, intan, emas dan lain sebagainya, namun di keruk oleh oknum oknum yang memperkaya diri sendiri dan merusak lingkungan, negara yang merupakan salah satu paru paru dunia namun hutannya digunduli oleh para pelaku illegal logging.

Negara dengan peluang agrobisnis yang besar namun ironisnya harus mengimpor beras dan gula dari negara lain. Negara dengan penduduk yang banyak, luas negara yang teramat sangat, memiliki pulau pulau yang masuk lima besar pulau terbesar dunia, memiliki situs keajaiban dunia, dan berbagai tempat wisata, namun ekonominya tak kunjung bangkit. Kembali kepada lyric di atas, mari kita simak bait demi baitnya.

Bait pertama. “Pernahkah lo denger mafia judi? Katanya banyak uang suap polisi. Tentara jadi pengawal pribadi”. Memang banyak terjadi, banyak para penjudi lapak dan penjudi kelas teri yang ditangkap, banyak penjudi dengan kelas perputaran uang ratusan ribu ditangkap dan dianggap sebagai bandar besar, tapi pernahkah kita mendengar berita tentang penangkapan bandar besar judi yang omsetnya mencapai milyaran rupiah? Tidak, karena mereka punya backing, koneksi, dan seperti itu diatas. Suap Polisi dan jadikan tentara sebagai pengawal pribadi.

Bait kedua. “Apa lo tau mafia narkoba? Keluar masuk jadi bandar dipenjara. Terhukum mati, tapi bisa ditunda”. Ga usah dibahas terlau jauh kayanya semua orang juga tau dan sudah sering nonton berita, pemakai dan penjual narkoba di sikat polisi, tapi toh tetap saja peredaran narkoba sangat parah. Tetap saja ada yang terjirat narkoba. Apa yang terjadi????? Mengenai hukuman mati, coba saja anda simak lagi tentang WNA yang eksekusi matinya tertunda (ditunda?).

Bait ketiga. “Siapa yang tau mafia selangkangan. Tempatnya lendir lendir berceceran, uang jutaan, bisa dapet perawan”. Bisnis selangkangan memang salah satu bisnis yang menjanjikan di Indonesia, mulai dari kelas 25.000 rupiah kebawah, sampai yang jutaan. Bisnis ini juga sudah menyebar dari kota sampai ke desa desa.

Bait keempat. “Ada yang tau mafia peradilan? Tangan kanan hukum di kiri pidana, dikasih uang, habis perkara”. Kalau yang ini mah, sudah amat lazim, jangankan di peradilan, dijalanan saja, para oknum berseragam dengan senang hati melepaskan anda dari jiratan hukum kalau ada “fulus”nya.

Bait kelima. “Apa benar ada mafia pemilu? Entah gaptek apa manipulasi data, jual beli suara rakyat”. Kalo yang ini saya ga berani terlalu banyak beri keterangan. Hanya saja, kalau memang tak ada mafia pemilu dan manipulasi data, apa Indonesia akan mengalami semua bencana seperti sekarang ini? Kecelakaan tol saat presiden hendak melintas, lumpur lapindo, busung lapar, tenggelamnya KM Senopati, 30 Hari Mencari Adam Air, demam berdarah hingga flu burung. Sampai yang terakhir ini dan masih basah, banjir Jakarta.

Bait keenam. “Mau tau gak mafia di senayan. Kerjanya tukang buat peraturan. Bikin uud, ujung ujungnya duit”. Contoh kongkritnya? PP 37.

Bait terakhir. “Pernahkah denger ga teriakan ALLAHHUAKBAR? Pake peci tapi kelakuan barbar. Ngerusakin bar, orang ditampar tampar”. Kalau yang ini adalah perbuatan dari oknum dan ormas Islam yang malah membikin malu umat Islam Indonesia, dan memperkuat citra negara Indonesia sebagai sarang teroris. (baca juga: Mengapa Saya Anti FPI)

“Kacau Balau, Kacau Balau Negaraku ini”

18 Responses to “Gossip Jalanan”

  1. antobilang Says:

    yang terakhir itu mafia agama?

  2. Fortynine Says:

    Bisa jadi, bisa juga para manusia manusia muslimin yang bisanya cuma angguk angguk dan oke oke doang. Bertindak atas nama agama, tapi sebenarnya cuma nurut sama pimpinan yang belum tentu seratus persen bener

  3. Arif Kurniawan Says:

    Andai ada nama oknum selain FPI, tulisannya pasti jadi lebih keren. hehehe.

  4. Fortynine Says:

    Maaf bang Arif, saya me link tulisan anda tanpa Izin anda dulu. tapi ada juga selain FPI, macam AMBH di mantan kampus saya, tapi yang ini cuma sebatas menginterupsi acara orang aja

  5. Social Disobedience « Generasi Biru Says:

    [...] yang bisa menegakan keadilan dan kebenaran? Punya, meski sebagian besar oknumnya banyak yang jadi mafia dan doyan pungli. Apakah masyarakat tidak mampu membantu aparat menjaga keamanan dan menegakkan [...]

  6. Mr. Geddoe Says:

    Bravo. Bravo. Bravo XD

  7. Reshuffle 2007: Seandainya saya SBY « w a d e h e l Says:

    [...] saya berikan daftar mafia di [...]

  8. Dee Says:

    Tahukah kamu mafia pendidikan…
    Berjuta uang dibelanjakan…
    Hanya untuk menghasilkan bajingan jalanan…

  9. Fortynine Says:

    @Mr Geddoe: Bravo! Bravo apa yach? Bravo!!!!! Bantai semua mafia Indonesia!

    @Dee: Tul! dan hanya menghasilkan koruptor dunia pendidikan

  10. Ga Usah Sok Baik dan Sok Bijak « Parking Area Says:

    [...] tukang isap darah rakyat kecil, dengan perut buncitnya yang membuatnya makin mirip dengan kumpulan koruptor yang sering rapat di Senayan, plus tatapan matanya yang bengis campur culas, seculas polisi polisi yang sering menilang [...]

  11. Menggugat Pancasila « Parking Area Says:

    [...] Para Koruptor”. Permusyawaratan Perwakilan? Semuanya itu sudah mati! Dimanipulasi oleh para mafia pemilu. Ga usah lagi dipertahankan menjadi bagian dari [...]

  12. Serdadu Bunuh Rakyat Kecil = Demokrasi Bunuh Komunis « Generasi Biru Says:

    [...] sebelum bisa dimakan. Meski memang tak sedikit pula yang merelakan diri dan kehormatannya dengan menjadi tentara bayaran. Yang jelas, mereka tidak, atau setidaknya belum sebusuk polisi polisi keparat seperti yang [...]

  13. Menulis Skripsi dan Menulis Blog. Next Chapter « Generasi Biru Says:

    [...] Ataukah Pe… Serdadu Bunuh Rakyat… di Keparat Itu bernama Aparat… Serdadu Bunuh Rakyat… di Gossip Jalanan Yang Menghambat Kema… di Tom and Jerry = Jew’s Pr… Filosofi Tempat Park… di Dosen [...]

  14. nurdian Says:

    wah…slank benar2 menyuarakan suarra rakyat..kalau kita lihat banyak banget bencana yang terjadi di masyrkat tentunya ini adlah salah satu tamparan dari Tuhan bt kita akibat dari mafia2 yang gak tahu diri…..

  15. pai Says:

    yang terakhir itu FPI agaknya ya? huehue

  16. ressay Says:

    DPR (Dewan Paling Reaksioner)

  17. Nurul Says:

    yang terakhir tuh buat FPI tapi cocok juga buat dewi persik yak.. on her recent banned to perform in Tangerang:
    “ah saya tidak takut sama manusia, saya cuma takut sama Tuhan *makanya saya goyang gergaji ama mulai belajar ‘nip-slip*

  18. Mr. Fortynine Says:

    @pai: Jangan langsung sebut nama Pak..  :P

    @ressay: Tul!

    @Nurul: DP? Ah… kerjannya cuma nyari sensasi doang kok

Leave a Reply