Mari kita lihat keterangannya lebih dahulu. Candu di tulisan ini saya asumsikan sebagai barang barang sejenis narkoba. Misalnya Shabu, ganja dan lain sebagainya. Barang barang ini membuat orang orang yang sudah kecanduan akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya, dan selalu ingin memakainya, tidak bisa meninggalkannya.
Sedangkan agama adalah suatu ajaran yang diajarkan manusia kepada manusia lainnya secara turun temurun. Bahkan kadang kadang agama di bumbui dengan kisah kisah mistique, kisah heroik dan perang serta kisah kisah tentang moral adat ataupun etika.
Orang yang kecanduan fikirannya tertutup. Mereka yang sudah kecanduan ganja, susah untuk bisa kecanduan yang lainnya, sama seperti orang yang sudah kecanduan agama (aliran agama), susah untuk pindah ke candu yang lain. Kalau sudah kecanduan, apapun akan dilakukan, ga perduli harus menjual barang pribadi, ga pediuli harus korupsi, pokoknya harus bisa mendapatkan barangnya.
Kalau sudah kecanduan agama, pokoknya apapun harus dilakukan untuk mempertahankan keyakinan, tidak perlu introspeksi diri atau berfikir, ga perduli keyakinan belum tentu benar. Ga peduli kalau harus menebar kebencian, kata kata hujatan dan mengkafirkan orang lain atau fitnah, dengan alasan dakwah atau mengajarkan kebaikan dan membukakan mata batin. Kalau sudah kecanduan agama, mati konyol pun mau, disuruh nyeruduk pohon dengan kepala sendiripun pasti mau, namanya juga sudah kecanduan.
Orang yang menjual candu menggunakan cara apa saja untuk menyebarkan barang dagangannya, termasuk memberi barang gratis atau murah buat calon korbannya, para pedagang agama menyebarkan agamanya dengan cara yang sama,mulai dari cara kekerasan sampai dengan cara menawarkan kebaikan, sambil disisipi atau disusupi doktrin tentang agama dagangannya.
Orang jualan candu melakukan apa saja untuk meruntuhkan saingannya, sepeti misalnya kuat kuatan nyari bekingan aparat, lalu mencarikan korban untuk ditangkap oleh aparat, sehingga saingan berkurang. Sampai dengan cara politik hukum rimba, yaitu mengupah orang lain untuk membunuh dan menghancurkan saingan. Orang yang jualan agama menebarkan kebencian dan mengungkapkan kesalahan dari agama lain yang menjadi saingan, serta meruntuhkan saingan dari agama lain dengan cara cara yang tak kalah anarkis dengan pedagang candu.
Kecanduan narkoba biasanya membuat orang apatis, ga perduli lingkungan sekitar, cuek. Kalau sudah kecanduan agama, orang lain itu nothing! POKOKNYA SAYA YANG PALING BENAR! Peduli setan dan peduli iblis dengan orang lain. Pokoknya cuek.
Pertama kali dikasih bandar barang bagus, setelah itu dikasih barang oplosan, tapi tetap ditengak juga, karena sudah terlanjur kecanduan. Ga bisa membedakan mana shabu murni mana shabu campur gula, sikat terus! Yang penting nyandu! Pertama kali dikasih guru agama tentang ajaran yang hampir benar atau masih benar, ditelan mentah mentah tanpa dicerna atau dibahas, atau difikirkan lebih lanjut. Kemudian guru agama menyusupkan candunya, menyusupkan doktrinnya, masih aja ditelan, bahkan diwariskan turun temurun, ga peduli itu tidak logis lagi, ga pernah lagi diperiksa keaslian ayat dan dalilnya. Pokoknya beragama nyandu!
Orang yang kecanduan bergaulnya dengan pecandu, kalau mau gabung harus jadi pemakai narkoba juga. Orang yang beragama bergaulnya dengan orang yang beragama sama, yang mau gabung harus beragama sama. Orang yang kecanduan narkoba dan agama sama sama bisa gila. Sekarang, apa bedanya agama dengan candu?????
Om … mending gak usah ngurusin cimeng deh ..ntar di tangkep polisi …apalagi ngurusin agama ..bikin pusing. Merokok aja …damai. Heaven for Everyone.
@Bayu
Peace Man!!!!
Inilah gambaran orang-orang yang menuhankan dirinya. Menganggap kata-katanya lebih berharga dari kata-kata Allah. Gambaran orang yang ingin mengatakan bahwa kata-kataku pantas disejajarkan dengan firman Allah. Ya Allah ampunilah saudara-saudaraku yang masih memiliki cahaya iman, dan bimbing saudara-saudaraku yang lemah dan terpesona oleh sekecil manfaat ciptaanmu berupa akal lantas melupakanMu dan menyombongkan dirinya dihadapanMu untuk kembali kepadaMu dan mengagungkan Engkau ya Allah.
@Al Bakry
Ga baca dan meresapi maknaya baik baik ya mas?
Yang salah bukan agamanya tapi orang yang memanfaatkan agama melalui kelompoknya, kenapa yang dibidik agama??
Karena agama adalah komoditas menarik buat sebagian calo surga
Karena agama gagal mendidik mereka…
*freethought mode*
Mungkin marena agamanya kurang pendidikan juga Ged………..
ini cuma mungkin lho, bukannya pasti
*lanjutkan mikir*
Mang dia kecanduan ma agama yang mana? mang agamanya mengajarkan kekolotan seperti itu ya?
Ya iyalah….
woi…woi…woi…samudera belahan mana yang diceritain…ada Para Rasul yg selalu nyeritain (karena kecanduan..) Allah….ada rabiah yg kecanduan Allah….ada Rumi, ada al halajj, ada Sekh Siti Jenar…yang ini disebelah mana…ya…??? (celingak celinguk….)
Bukan samudara mana mana. Cuma gejala Sosial kok……….
eh iya..yah…salah posting donk…(..tertunduk lesu…balik kanan..jalan menunduk…)
Tunduk menghamba kepada Allah adalah pilihan bukan keterpaksaan
Berpegang erat pada tali agama adalah untuk kebaikan diri
Carilah berjuta juta hikmah yang terdapat dalam ajaran agama, niscahya akan terasa indahnya hidup
Keindahan yang hakiki – bukan fatamorgana
Yang tersimpan dalam naluri setiap manusia
so jangan pernah ragukan kasih sayang Allah dalam indahnya tarikan nafas kita, dalam indahnya tatapan mata kita dan dalam indahnya seluruh ciptaannya.
ngomong apa sih..nih orang kagak jelas.
susah deh kalau agama sudah menyebabkan ke-tidak-damai-an,
makanya saya lebih baik suka dengan orang yg tidak beragama asalkan dia selalu berbuat baik daripada beragama tetapi sering menyakiti orang lain.
salam kenal
i love siska
mas dulu syair yang bunyinya kurang lebih begini : Dimalam hari raya, ada bulan di atas kuburan dan terusannya tolong dilengkapin
Salut sama Fourtynine dan Neo Forty-Nine…
Tulisan anda benar2 menunjukkan kedewasaan berpikir yang mungkin sangat jarang dimiliki oleh orang2 yang mengaku paling taat beragama sekalipun…
Agama adalah candu menurut:
1. Ali Imran (3) ayat 80: Mengarbabankan/memberhalakan/menuhankan nabi.
2. At Taubah (9) ayat 31: Mengarbabankan/memberhalakan/menuhankan pemuka agama selain Allah.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
1. Agama yang benar adalah menyampaikan Risalah Tuhan / Allah sesuai Al Maidah (5) ayat 67, Al An Aam (6) ayat 124,125, Al Araaf (7) ayat 62,68,79,93,144, Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40, Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28.
2. Agama tidak benar adalah menyampaikan Risalah Nabi / Rasul sesuai Ali Imran (3) ayat 80, At Taubah (9) ayat 31. Arbaban / memberhalakan / menuhankan Nabi dan Rasul.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Untuk menjelaskan secara gamlang RISALAH TUHAN / ALLAH, telah kami terbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
berikut 4 buah lampiran acuan:
“SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
“SOEGANA GANDAKOESOEMA”
dengan penerbit:
GOD-A CENTRE”
dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
“DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA”
DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.
Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.
Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:
“BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
Penulis: Soegana Gandakoesoema
Tersedia ditoko buku K A L A M
Jl. Raya Uatn Kayu 68-H, Jakarta 13120
Telp. 62-21-8573388
GAMBRREETTTT…..
mas Joe dkk…..apa nda tertarik,….?, Kulihat sejak satu tahun lalu beliau selalu thread comment di blue area, itu tandanya kalian “dinilai” beliau sebagai komunitas yg banyak “sepemikiran” setidaknya berbakat jadi murid2 sao lim sie……py ki