Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme?

Jujur, sebenarnya untuk beberapa saat ini saya sudah sudah kehabisan ide untuk menulis, namun sebuah surat cinta telah menggugah saya untuk mengenang kembali semua tema revolusi dan konteks kekirian yang selama ini terpendam dan belum kunjung mendapat jawaban pasti. Saya coba coba membuka kembali postingan Mas Agorsiloku di sini dan di sini. Setidaknya argumen saya tidak salah pada saat itu. Sebelumnya,haraf di catat baik baik. Untuk selanjutnya saya akan lebih banyak menyuguhkan opini atau gosip, ketimbang fakta. Dan saya mohon bantuan anda semua untuk meluruskan atau membeberkan fakta.

Sebelum anda melanjutkan membaca tulisan tulisan di bawah ini, pastikan bahwa anda mampu membaca dengan menggunakan otak dan mampu menanggapi dengan subjektif objektif, bukan membaca dengan hati yang akhirnya jadi emosi. Terima Kasih atas perhatiannya.

Yahudi

Dari sini, saya kembali terkenang sebuah papaparan dari seorang teman, yang kadang bagi saya sendiri tidak masuk akal. Dia pernah bilang bahwasanya “Pemilihan (kampanye) Presiden Amerika itu sebagian besar di biaya’i oleh Yahudi!, jangan haraf yang tidak direstui Yahudi bisa menang, dan selama ini presiden yang beragama Katolik juga ga pernah menang kecuali Presiden …..(Lupa, beneran lupa. Ada yang bisa bantu?)”.

Lantas apa hubungannya? Amerika adalah negara yang punya pengaruh besar dalam kancah politik dunia, mereka itu senang menjajah negara negara lain secara politik dan ideologi. Kalau ditarik lagi ke awal paragraf, maka bisa disimpulkan bahwasanya Amerika melakukan semuanya atas kebijakan pemimpin negaranya, dan pemimpin negaranya adalah presiden, presiden Amerika adalah Yahudi atau yang di dukung penuh oleh Yahudi. Maka, selama ini Amerika melakukannya karena aktor intelektual yang bukan lain bukan tidak adalah Yahudi!

Bang Arif* menuangkan perasaanya kepada Israel (Yahudi), si Haris juga agak nyangkut. Namun saya tetap tidak bisa menghilangkan generalisasi saya bahwasanya semua Yahudi itu adalah jahat, tidak pernah suka terhadap umat Islam, dan selalu berusaha menghancurkan Islam, dengan cara halus maupun kasar. Termasuk dengan mendompleng Amerika untuk menghancurkan Islam!. Islam! Bukan negara Islam, kalau negara Islam, bisa jadi terlalu spesifik dan kecil cakupannya, namun kalau Islamnya yang hancur semua negara Islam akan ikut hancur.

Dalam sebuah buku berjudul Dajjal, yang dikarang oleh…..(lupa lagi). Dengan penjelasan yang berputar putar dan cukup membingungkan saya, ada sedikit tentang Yahudi yang bisa saya ambil, itupun kalau saya tidak salah ingat, kalaupun ingatan saya tepat, semoga persepsi saya tidak salah.

Bahwasanya Yahudi itu selalu ada di belakang Amerika, terlihat dari lambang yang ada di duit dollarnya Amrik, si penulis menggambarkan dan menjelaskan dengan cukup spesifik. Hubungannya dengan Dajjal? Lagi lagi saya lupa (karena bukunya punya teman saya, dan sampai sekarang ga sempat lagi minjam untuk menelaah kembali). Namun yang saya ingin ambil adalah penegasan hubungan Yahudi dengan The Fuckin Bastard Amerika, maksud saya sebagian besar oknum Amerika.

Albert Einstein, keturunan Yahudi dari Jerman yang kabur ke Amrik untuk menghindari Holocaust. Bisa jadi ia memilih Amerika karena disana sudah menanti teman temannya yang bisa menjamin keselamatannya. Bisakah anda bayangkan bagaimana berkuasanya Yahudi di Amrik, dan bagaimana lihainya mereka mengatur strategi penghancuran Islam dengan cara halus maupun kasar kalau terdapat Einstein Enstein lain di sana?

Konon, Turki dan Iran membantu Jerman dalam Perang Dunia II, kenapa? Karena Nazi memusuhi Yahudi! Dan Iran serta Turki sangat membenci Yahudi. Mungkin salah satu bentuk kebencian terhadap Yahudi lainnya adalah penyangkalan Presiden Iran terhadap Holocaust. Anehnya. Jerman sendiri tidak menyangkal Holocaust, apa Yahudi sudah melebarkan sayapnya sampai ke petinggi petinggi negara Uni Eropa?

Komunisme

Seperti yang pernah saya paparkan dalam komentar saya yang ga karuan di blognya Mas Agor

…….Saat Indonesia belum sampai pada 1945, Amerika getol sekali untuk memerdekakan Indonesia agar menjadi blok barat alias mendukung Amerika, tapi setelah merdeka Presiden saat itu (Sukarno), justru berpihak pada non blok, juga banyak menjalin kerjasama dengan Rusia dan China (baca*komunis*). kemudian Amerika mendukung Suharto untyuk mengkudeta Sukarno, termasuk menyusupkan aktor intelektual yang dapat memperburuk citra komunis di Indonesia. Sementara urusan Renville itu, katanya saat Belanda ga mau menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia, maka Amerika yang sok jadi fasilitator untuk perbincangann soal itu, mungkin mereka sudah tau bahwa alam Irian itu kaya, sehingga dengan menggabungkan Irian pada Indonesia, maka mereka akan mudah untuk mengeksplorasi kekayaan alamnya, dan sudah terbukti sukses seperti apa yang selama ini telah dilakukan Freeport……….

Konon (lagi lagi konon, maklum, ga bisa menyuguhkan fakta sejarah), China amatlah ditakuti oleh Amerika, karena negaranya yang luas, karena penduduknya yang besar, dan yang paling utama adalah karena ideologi negaranya sebagai negara Komunis.

Vietnam diperangi karena idelogi negaranya adalah komunis. Kalau Indonesia ikut ikutan jadi komunis, ada kemungkinan se-Asia Tenggara akan menjadi negara merah, bahkan tidak menutup kemungkinan seluruh negara negara di Asia akan menjadi negara merah. Apalagi dengan kekuasaan Uni Sovyet yang wilayahnya luas sangat mendukung untuk mengkomuniskan Asia.

Maka Amerika pun bertindak, komunisme di China sudah tidak tertahankan, tetapi mereka masih punya Indonesia dan Vietnam sebagai next target. Di Vietnam mereka gagal total, sampai sekarang Vietnam tetap komunis, sialnya lagi Vietnam sudah semakin maju daripada Indonesia, makanya mending jadi negara komunis aja.

Namun di Indonesia mereka berhasil, nama komunis hancur total, reputasinya buruk, penganutnya dibantai, bahkan yang bukan komunispun kena disikat. Coupe d’Etat pun jadi alasan penghancuran dan pemberantasan komunisme dan pengikutnya di Indonesia.

Terlalu panjang dan omong kosong kalau saya tuangkan semua argumen saya. Jadi kesimpulannya adalah Amerika menyusupkan aktor intelektual ke Indonesia untuk menghancurkan reputasi komunis di Indonesia, memberi dukungan penuh pada pihak pihak anti komunis untuk menghancurkan komunis baik secara langsung maupun tidak langsung, menghancurkan komunis dari dalam maupun luar.

Sedikit renungan basi “si Jenderal itu sekolahnya cuma sampai setingkat sd, tapi mampu mengomando pasukan untuk menumpas pasukan komunis, dengan strategi perang yang luar biasa, dengan strategi perang yang tidak mungkin terfikirkan oleh Jenderal Jenderal Indonesia saat itu, apa benar semua itu kemampuan dan prestasi si Jenderal? Ataukah atas bantuan fikiran dari aktor intelektual yang disusupkan Amerika?”

Uni Sovyet mungkin terlalu luas wilayahnya, rakyatnya juga terlalu banyak. Sehingga sulit mempertahankan wilayahnya. Dengan wilayahnya yang luas, bukan mustahil aktor aktor intelektual Amrik menyusup, mengompori dan membantu revolusi kemerdekaan di beberapa wilayah. Maka terciptalah negara negara baru pecahan Uni Sovyet.

Komunisme menurut saya lebih baik daripada kapitalisme yang dianut Amerika yang tidak tertutup kemungkinan merupakan bagian dari rencananya Yahudi. Setau saya, ciri cri negara komunis salah satunya adalah dipimpin dengan otoritas penuh dari negara (tangan besi), dan kayanya itu efektif buat negara macam Indonesia ini. Pemimpin yang diperlukan di Indonesia ini bukan sekedar pemimpin yang tegas, tapi keras. Sehingga anak buahnya pada ga berani korupsi.

Sedikit renungan basi lagi “tokoh tokoh yang disebut komunis itu beragama Islam, Tan Malaka dan Haji Misbach contohnya”

Dalam Komunisme agama adalah candu, tapi saya ingin tanya. Apa PKI pernah bilang dan berkoar koar bahwasanya Tuhan itu tidak ada? Apa PKI dan orang orang yang komunis dan berhaluan kiri di Indonesia pernah mendoktrinkan bahwasanya manusia hidup tidak karena kekuasaan dan kehendak Tuhan? Setau saya dan sependek pengetahuan saya, yang mereka tekankan adalah konsep negaranya, bukan konsep ketuhanan nya. “Agama adalah candu” itu kalau tidak salah adalah kata katanya Karl Marx, bukan kata katanya DN Aidit.

“Ideologi komunisme di musuhi Amerika dengan ideologi kapitalismenya, Amerika di setir oleh aktor intelektual dibalik layar. Sekarang, ideologi mana yang harus saya benci?

Sebagian orang mungkin akan bertanya tanya, mana spirit Muslim yang katanya cinta damai? Kenapa justru begitu bernafsu ingin membantai Yahudi? Kenapa menebar kebencian kepada Yahudi? Katanya cinta damai?

Saya ingin menjawab dengan opini saya sendiri, tanpa bermaksud menyalahkan atau menjelek jelekkan pihak manapun. Bahwasanya Muslim itu seperti lebah yang salah satu filosofinya adalah “Musuh JANGAN DICARI, ketemu JANGAN LARI”, dalam hal ini saya tidak mencari musuh, ataupun pembenaran untuk membantai Yahudi, namun Yahudi lah yang duluan ingin memnghancurkan Islam, Yahudi yang menebar permusuhan. Wajar kalau saya perlu untuk menyerang balik, bukan menyerang DULUAN. Kalau memang argumen saya salah, semoga yang Maha Benar mengampuni saya atas kesalahan saya

*We miss you Bang Arif, kapan abang fight back to blog?

Tribute to Emond, semoga rekan rekan Mapala Justitia yang saat ini sedang menepuh latpan dapat menyelesaikan perjalanan dan kembali dengan selamat.

Pesan sponsor

Komentarku disini akhirnya ditanggapi tapi ga pakai avatar

Udah deh, ga usah di mulai lagi, sudah basi

cuma mau menegur mengingatkan

About these ads

81 Responses to “Mana Yang Lebih Layak Untuk Dibenci? Komunisme Atau Kapitalisme?”


  1. 1 fertobhades 4 April 2007 at 21:05

    Ada peringatan supaya jangan membaca dengan HATI, tapi koq tulisannya tendensius ?

    Soal presiden USA, yang beragama Katolik dan “tidak didukung oleh Yahudi” adalah John F. Kennedy. Tapi, presiden 1 USA George Washington dan penerusnya (Thomas Jefferson dan Benjamin Franklin) apakah mereka didukung oleh Yahudi juga ?

    Tolong bedakan Sosialisme Awal, Sosialisme, Sosialisme ala Marx, Komunisme, Marxisme, Komunis Internasional, Partai Komunis, Sosialis Demokrat, dan New Left. terminologi itu punya banyak kemiripan tetapi BERBEDA

    *seperti kata manusiasuper : generalisasi itu menyakitkan* :-)
    *peace*

  2. 2 Fourtynine 4 April 2007 at 21:14

    @Fertobhades
    Anu mas, yang ini memang pakai sedikit emosi, dikit aja lo, ga banyak banyak

    Akhirnya, saya udah puyeng mengingatnya. Maksih infonya ya.

    Memang ga menggeneralisasikan, cuma mau sedikit marah ama kapitalis, jadinya ya dukung yang anti kapitalis

    Peace!

  3. 3 hamlennon 4 April 2007 at 21:47

    Wuih panjang juga postinganmu bung, saya jadi bingung harus bahas dari mana? Yahudi, Komunis, Kapitalis, nonblok, Freeport, ato Karl Marx. Padahal lagi ujian neh, oke deh bahas sebisanya nanti ta sambung lagi.

    Saya dari sini, pernah juga maen ke tempat anda waktu itu seminar Walhi tentang lingkungan hidup. Mau tau bagaimana kami di ajar, yup kami disiapkan jadi kapitalis2 masa depan. Kenapa sebab? Mata kuliah tentang ekonomi dan ilmu manajemen terlampau banyak untuk ukuran anak teknik. Jadi sebagai contoh selagi kami mengutak atik rumus bahan peledak (salah satu pekerjaan utama di pertambangan), kami juga harus menghitung bahan mana yang paling efesien dari segi ekonomi.

    Tapi jujur aja deh, menambang itu identik dengan uang banyak, alias keluar uang banyak untuk produksi lalu dapat uang “lebih” banyak dari hasil penjualan produk. Dan masih banyak lagi ilmu yang menjadikan kami kapitalis, mulai dari hukum pertambangan (biar bisa cari celah hukum buat buka tambang, N kalau ada masalah dengan warga setempat bisa diselesaikan lewat hukum) Community Development (Cara ngerayu warga setempat dengan pembangunan fasilitas2 umum) dan masih banyak ilmu2 kapitalis yang lain. Ga heran klo alumni kami menguasai pulau2 kaya bahan tambang seperti Papua(Freeport), Kalimantan(Berau Coal, Adaro, dll) Sumatera dan sebagainya.

    Saya tidak menyesal kuliah disini tapi saya menyesal kenapa negara kaya ini tidak pernah bisa maju dari “kekayaannya”!!! Kita butuh bahan tambang untuk melanjutkan peradaban, semua teknologi sekarang memerlukan bahan2 ini. Setelah kami hitung seharusnya dengan keuntungan Freeport kita bisa sekolah gratis seluruh indoneia, tapi kemana larinya semua uang itu, jelas ke amrik.

    Pemerintahan ini payah, sogok dikit, manut. Ingat jaman Presiden Soekarno, beliau menolak amrik masuk ke Papua, lebih baik mati daripada menurut kepada amerika ujarnya. Tapi beliau sadar kita kaya dan butuh bahan tambang tersebut untuk memakmurkan bangsa. Tapi dari mana semua teknologi dan tenaga ahli, ya tenaga ahli hrs didatangkan darimana? Apapun itu, tiba2 saja Dephankam melalui sebuah yayasan membentuk suatu Akademi Pendidikan Mineral Di Jogjakarta yang bernama APN, sekarang UPN “Veteran”. Yup investasi yang bagus untuk anak bangsa, tapi belum sempat kita nikmati.

    Soekarno akhirnya lengser digantikan Soeharto. Dan masuklah Amerika dengan Freeport McMoran, gunung emas itupun sekarang jadi danau dalam tempo 30 tahun. Dan apa yang kita dapat sekarang kawan?

  4. 4 hamlennon 4 April 2007 at 21:55

    Wah ko rusak gitu ya Commentnya, tolong di perbaiki mas Faris, saya mo nulis. “saya dari teknik pertambang” trus dikasih link ke http://www.pertambangan-upn.com. Ko jadi rusak gitu ya, sory lo ini.

  5. 5 Kang Kombor 4 April 2007 at 22:24

    Tentu yang layak adalah sistem Demokrasi Pancasila karena menggabungkan sampahnya komunisme dan sampahnya kapitalisme. Kelebihan komunisme adalah kekurangan yang dimiliki oleh kapitalisme. Kelebihan yang dimiliki oleh kapitalisme adalah kekurangan yang dimiliki oleh komunisme. Makanya, Demokrasi Panacasila menggabungkan kelebihan kapitalisme dan kelebihan komunisme dan membuang kekurangan kapitalisme dan komunisme. So, yang didapat malah sampah kapitalisme dan sampah komunisme.

  6. 6 agorsiloku 4 April 2007 at 22:56

    Wah sulit… sulit… pertanyaannya mana yang lebih dibenci?. Kalau pertanyaannya apa yang lebih tepat untuk bangsa ini mungkin agor bisa punya pendapat. Tapi, ngomong-ngomong komunisme itu sudah berada pada posisi ideologi, apakah kapitalisme juga?. Gagasan/ide –>idealisme –>aliran/paham –>ideologi.

    Nah pada tataran mana Mas 49 mendiskusikan?. salam, Agor

    Kayanya pada tataran sebagai konsep negara Mas, masalah pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk juga agar orang orang bisa melihat, bahwa jangan selalu mencap bahwa komunis itu kafir atau atheis

  7. 7 dalamhati 4 April 2007 at 23:44

    ada yang lebih cocok daripada komunis atau kapitalis untuk bangsa kita.. tapi apa mungkin kita bisa menggali itu jika kita telah terdidik secara kapitalis berada ditengah-tengah masyarakat kapitalis juga.

  8. 8 deKing 5 April 2007 at 04:37

    Sebenarnya kepala sedang pusing dgn tugas yg banyak, tetapi tulisan 49 cukup menggelitik. Sayang otak benar2 sedang semakin tumpul sehingga tdk bisa kasih komentar…
    Yang patut dibenci adalah ORANG-ORANG yang mengaku penganut ideologi PANCASILA tetapi watak, mental dan perilaku seperti binatang…
    *Pusing Mode ON*
    Sorry komentar ngaco :D

  9. 9 Evy 5 April 2007 at 06:37

    waduuh beraat bahasannya.., setahuku US itu katanya sih asasnya demokrasi, kliatannya buat penduduknya sih cukup fun, tapi ya ga fun buat negara lain, merasa adidaya dan mau jd polisi dunia. Kalau masalah Yahudi sbnrnya ga cuman US yg mereka kuasai, hampir seluruh dunia termasuk Germany, sejak PD 2 jelas udah dikebiri sama sekali ga independet, US punya base disana, nyerang iraq pun pesawatnya berangkat dr Jerman… Indonesia…hmmm ya gitu deh… ngapain repot2 di adu domba aja udah ancur sendiri. sekarang ini yg menggonjang ganjingkan dunia jelas minyak, seperti jaman dulu rempah2. Jadi disitu ada minyak maka datanglah kapitalis.

    Ttg komunis, kalau denger cerita teman dari Azarbaizan dulu di bawah rusia jaman komunis, walaah stress berat, apa2 di jatah, rumah seragam bentuknya seperti di berlin timur juga, ga boleh ada mesjid tau gereja, pengajian harus diem2 ga boleh sampe ketahuan. Cina raksasa besar yang jadi sumber perdagangan US, hampir sluruh barang US buatan china, jadi murah labornya

    Tentang kita, klo kata org US, Indonesia demokrasi korupsi-nya, kenapa ga bersatu dan menjadi kuat jangan mau di adu domba dan terus berjuang, demokrasi pancasila aja deeh… dg planing yg jelas dan mudah di terapkan untuk seluruh bangsa…

  10. 10 Ahmad Dzikir 5 April 2007 at 07:35

    dua duanya sama sama porno deh.

  11. 11 Aleks 5 April 2007 at 10:22

    Numpang nimbrung…

    Kalo nggak salah selama masa kepresidenan di Amrik, cuma ada 2 presiden yang Katolik, Abraham Lincoln ama J.F.Kennedy. Itupun nggak sampai selesai masa pemerintahannya karena udah kadung dibunuh duluan.

    Mungkinkah ini adalah sebuah konspirasi?

    Cheers!

  12. 12 joerig 5 April 2007 at 11:45

    aku ikutan comment ya…

    Tentang judul … Kalo dilihat dari segi ideologi… kapitalisme ngga termasuk kedalam ideologi politik, tetapi lebih ke “way of life” …beda dg komunisme yg memang sudah menjadi ideologi politik yg cukup revolusioner pada waktu kelahirannya, sama seperti sosialisme dan fasisme..

    Tentang yahudi… Seperti yg ditulis oleh Pak Arif, tidak semua orang yahudi itu memusuhi non-yahudi, tapi penganut zion-lah yg harus dijadikan musuh diwaspadai oleh semua orang non-yahudi, termasuk nasrani dan muslim.. zion memakai acuan kitab Talmud sebagai tuntunannya, dimana isi kitab tsb sangat “tidak meng-enak-kan” kaum diluar yahudi..

    Tentang holocaust… Iran dan Turki tidak pernah membantu Nazi dalam praktek “pembersihannya” … karena itu sama aja dg bunuh diri… rasisme yg diterapkan Nazi : berusaha membersihkan wilayah kekuasaan Nazi dari ras di luar ras arya, sedangkan Turki atau Iran jelas-jelas bukan ras arya, di PD II, turki menjadi negara netral yg mempertahan negaranya dari sekutu dan axis (jerman & italy), sedangkan Iran lagi sibuk melindungi negara dari peperangan yg terjadi di sekitarnya –juga antara sekutu vs axis–

    Tentang komunisme … saya setuju dg mas farid bahwa :

    “Setau saya, ciri cri negara komunis salah satunya adalah dipimpin dengan otoritas penuh dari negara (tangan besi), dan kayanya itu efektif buat negara macam Indonesia ini. Pemimpin yang diperlukan di Indonesia ini bukan sekedar pemimpin yang tegas, tapi keras. Sehingga anak buahnya pada ga berani korupsi.”

    mengapa komunis di Indonesia tidak berhasil, ngga seperti di Cina atau Vietnam ??? … kalo menurut pendapat saya –sok tahu banget yah .. hehehe– komunisme di Indonesia gagal karena ketika mulai diperkenalkan di Indonesia, kaum komunis memberikan pemahaman kpd “mangsanya” ttg kenegaraan, ekonomi dan agama… dan agama itulah yg mengakibatkan kegagalan komunis di Indonesia, karena di Indonesia mayoritasnya memakai paham “opo jare kyai !”, sedangkan di Cina dan Vietnam, kaum komunis hanya mendoktrinkan ttg kenegaraan dan ekonomi baru, dari dulu sampe skrg mayoritas orang di kedua negara itu beragama kok…

    Tentang Amerika … amerika itu “yahudi banget” ngga ? jelas tidak, orang amerika itu orang yg mempunyai nasionalisme tinggi dengan pola hidup kapitalis… kalo pemerintah amerika “yahudi banget” ngga ? … kalo yg ini kayanya sih iya … atau mungkin lebih halus kalo disebut pemerintah demokrasi yg berazaskan zion …

    Mana yg harus ditakuti …. kalo menurut saya sih …. ZION

    tapi ini cuma dari sudut pandang saya aja … mohon petunjuk dari rekan-rekan semua … :)

  13. 13 mbah keman 5 April 2007 at 12:06

    Simbah di tuduh komunis karena membenci koruptor tabrani, Koruptor adalah kapitalis, kalau untuk memilih dua paham ini yang lebih mendekatkan sifat dasar manusia adalah kapitalis, terbukti kapitalis adalah paham yang mampu bertahan lama, sedangkan komunis haya bertahan di beberapa negara asia sekarang

    Komunis, menorehkan banyak luka dalam sejarah dunia, menggunakan alat demokarasi dan kemakmuran untuk mencapai sebuah kekuasaan, tapi disaat keuasaaan tecapai jangan harap ada demokrasi di dalamnya, haram hukumnya untuk komunis.

    kapitalis. menurtu simbah lebih terbuka memberikan peluang untuk siapa saja untuk menjadi penguasa dan mengusai kapital asal mampu. dan lebih masuk akal,

  14. 14 Adi Susilo 5 April 2007 at 12:48

    Dalam tulisan di atas, terdapat beberapa bagian yang dengan terang dapat di tangkap bahwasannya penulis cenderung pro komunis hanya berdasarkan intuisinya saja. Hal ini terlihat dari cara menjelaskan, cenderung memberatkan kapitalis dan terlalu mengangkat komunis hanya dengan alasan yang biasa.
    Kalau disuruh memilih, saya tidak akan memilih keduanya. Karena jelas-jelas keduanya merugikan. Kenapa kita tidak menggunakan sesuatu yang kita miliki saja, yang lahir dari kebiasaan atau adat. Toh itu akan lebih tepat kalau diterapkan.
    Contohnya : Bagaimana masyarakat suku “Jawa” mengatur segala tentang kehidupan masyarakat maupuh pemerintahan pada jaman dahulu.

  15. 15 Fourtynine 5 April 2007 at 16:15

    @Hamlennon
    Sudah saya edit. Terima kasih banyak atas informasi dan paparan anda. Semoga ini bisa menjadi pertimbangan negara ini dalam bersikap. Moga moga bisa mencari solusi terbaik buat negara ini,apapun itu bentuk konsep negaranya.
    Masalah komentar yang salah link,Nda papa Mas, saya juga sering salah tulis dalam memberikan komentar.

    @Kang Kombor
    Kalau begitu seharusnya pemerintah belajar mengambil yang baiknya dari konsep negara apa saja, kapitalis, komunis, sosialis, ataupun apa saja untuk kemaslahatan negara yang berisi manusia majemuk seperti Indonesia ini.

    @Mas Agor
    Moga moga jawaban saya yang ngeyel itu cukup….

    @dalamhati
    Jadi yang cocok apa dong? kayanya kalau kita semua mau berubah, ga ada yang ga mungkin. Betul?

    @DeKing

    Yang patut dibenci adalah ORANG-ORANG yang mengaku penganut ideologi PANCASILA tetapi watak, mental dan perilaku seperti binatang…

    Setuju!

    @Evy
    Nda berat Bu, wong saya ini ga banyak tau masalah negara, penjabaran ibu malah benar benar mencerahkan dan memberikan info yang bermanfaat. Kalau gitu kita perbaiki konsep yang sudah ada aja yach? sama kaya usulnya Kang Kombor. mengambil yang baik, bukan sampahnya.

    @Alex
    Bisa jadi Lex,siapa tau memang ada konspirasi.

    @Joerig
    Waduh, bingung……paparanya luar biasa, gimana ya? Pokoknya benci zion deh.

    @Mbah Keman

    Kapitalis. menurut simbah lebih terbuka memberikan peluang untuk siapa saja untuk menjadi penguasa dan mengusai kapital asal mampu. dan lebih masuk akal

    Jadi lebih ndukung Kapitalis Mbah?

    @Adi Susilo
    Memang kalau dibilang mana yang lebih banyak tau, sebagai orang Indonesia saya lebih banyak tau kapitalis, karena diajarkan lebih banyak di sekolah. Sedangkan komunis cuma diajarkan di sejarah, itupun cuma yang buruknya saja. Kayanya usul anda agak mirip dengan Bu Evy dan Kang Kombor, memanfaatkan apa yang dimiliki Indonesia, dan mengambil yang baiknya. Betul?

  16. 16 peyek 6 April 2007 at 01:00

    topiknya memang agak berat bagi saya yang ndak paham tentang kenegaraan dan paham-pahaman, layak untuk dibenci apa tidak toh keduanya adalah akibat pertentangan yang berbeda, maksudnya komunisme lahir sebagai reaksi dari kapitalis, keduanya mengerucut ke kekuasaan, nah kekuasaan yang bagaimana yang layak untuk dibenci, tentu kita bisa menganalisanya sendiri dengan gamblang, ma’af ini analisa saya pribadi, CMIIW! boleh diedit kan?.

  17. 17 dalamhati 6 April 2007 at 13:10

    kalo menurut saya, sosialis atau kapitalis adalah hasil rekayasa para negarawan/ekonom. tentu selama kita masih ngikut dan mempelajari salah satu model sistem ekonomi kenegaraan, kita akan selalu berada dibawah mereka, kita akan selalu harus belajar dari mereka, karena mereka sebagai pionir telah terlanjur menjadi kiblat bagi sistem pembelajaran. untuk indonesia, yang cocok adalah sistem yang membuat indonesia ini menjadi mandiri, maju, bermartabat, punya nilai tawar yang tinggi,dan tentu saja aman. sistem itu belum bernama karena belum ditemukan(ataukah karena belum coba digali?) tapi pasti akan terbentuk jika kita memiliki ekonom/negarawan yang super,dan tentu saja jika dengan dukungan penuh rakyatnya. selama kita menjadi pengikut salah satu model sistem ekonomi, kita akan selalu berada dibelakang sang pionir, kalo kita dikatakan masih berkembang, mereka dikatakan maju,kalo kita dikatakan sudah maju, tentu mereka sudah lebih maju lagi

  18. 18 agorsiloku 6 April 2007 at 17:47

    Walah… ternyata berpikir komunis itu lebih susah dari kapitalis. Sy nggak punya pengetahuan sedikitpun tentang ini. Yang tahu,kebanyakan negara-negara komunis lebih miskin dari kapitalis. Tapi, kapitalis seperti Amerika lebih makmur rakyatnya dan keamanan sosialnya jauh lebih baik dari negara lain (secara umum). Rusia juga sudah bubar. Tapi, kenapa China malah bertambah perkasa dan berjaya?. Padahal penduduknya menyemut….

  19. 19 049/APSM I/IMPAS-B 6 April 2007 at 19:33

    @Peyek
    apanya yang diedit? Judulnya?

    @Dalam Hati
    Bikin deh konsep negara baru.

    @Agorsiloku
    Nah itu dia yang jadi kebingungan saya. ko China dengan komunismenya masih bisa tetap maju?

  20. 20 Kampret Nyasar 7 April 2007 at 02:37

    Pancasila dijalani dengan konsekuen, itu udah lebih baik dari semua isme-isme yang merajai diluaran sana.. moga2 deh bis abertambah orang yang eling di negeri :)

  21. 21 Thamrin 9 April 2007 at 12:24

    Kok nggak ada penjelasan mengenai kapitalisme-nya. Kenapa kalau bicara komunisme dan kapitalisme selalu mengacu pada China dan Amerika Serikat?

  22. 22 dnial 10 April 2007 at 01:24

    Sebenernya nanggung itu nggak enak. Kalo komunis ya komunis, kalo kapitalis ya kapitalis.

    Keunggulan kapitalis adalah kebebasan. Tapi kebebasan mutlak akan menjadi Hutan rimba dan survival of the fittest, kacau itu nanti orang bunuh2an.
    Maka seharusnya kapitalis diarahkan seperti arahan US atau EU sekarang. Diatur regulasi yang mendorong tumbuhnya usaha, dan di sisi lain melindungi mereka-mereka yang baru mulai agar memiliki kesempatan yang sama dengan yang sudah mapan. Kalau di Indonesia regulasinya cenderung menguntungkan yang kaya jadi sistemnya merugikan orang yang baru masuk ke bisnis dan cenderung yang kaya makin kaya, kacau itu.

    Kalau komunisme, keunggulannya adalah pemerataan. Tapi aku nggak terlalu setuju, walau banyak baiknya dan melindungi rakyat kecil. Masalahnya jelek buat ekonomi, soalnya apa-apa negara. Lama-lama ya jeblok juga, contoh Uni Sovyet. Dan akhirnya memancing rakyat untuk kerja asal2an, toh kerja keras atau nggak ditanggung negara.

    Sekian, kayaknya saya nyasar deh, nggak biasa mikir ginian.

  23. 23 nita 10 April 2007 at 17:19

    ikutan comment ya…

    menurut buku yang ku baca ideologi di dunia itu ada 3 : kapitalisme, sosialisme(termasuk komunisme) dan yang belum disebut di comment sebelumnya Islam.
    ideologi adalah ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta, manusia dan hidup. Ide dasar inilah yang nantinya akan menjadi landasan seluruh pemikiran yang dapat melahirkan seluruh pemecahan problematika kehidupan.
    sosialisme termasuk komunis menyakini bahwa apa yang ada sebelum kehidupan adalah materi, asal dari sgala sesuatu adalah materi makanya penganut ideologi ini mengingkari penciptaan. Agama dianggap sebagai candu yang menghambat pekerjaan.
    kapitalisme memandang bahwa manusia telah memisahkan agama dengan kehidupan, mau tidak mau harus membuat aturan sendiri tentang kehidupan. Dan demokrasi yang dianut sebenarnya berasal dari pandangan bahwa manusia berhak membuat peraturan sendiri.
    islam menerangkan bahwa di balik alam semesta, manusia dan hidup ada Pencipta sekaligus Pengatur segalanya. Islam memandang bahwa Alloh SWT telah menentukan bagi manusia aturan hidup untuk dilaksanakan dalam kehidupan.

    Ups!!!maaf ya….. kalo panjang(hee… bukan sekedar comment tapi da jadi postingan)
    sebenarnya bahasannya belum selesai, bagaimana pandangan masing-masing ideologi diatas tentang tolakukur bagi perbuatan manusia didalam kehidupan, pandangan tentang masyarakat dan metode tertentu dalam melaksanakan aturannya.

    Benci yang mana? Ku pikir ini sangat tergantung pada jawaban pertanyaan mendasar untuk setiap manusia terlepas apakah jawaban itu benar atau salah (1)Apa yang ada sebelum kehidupan (2)Apa yang ada setelah kehidupan (3)Dan apa hubungan setelah dan sesudah kehidupan?
    Bagi penganut komunisme jelas sangat benci terhadap islam maupun kapitalis yang menyakini bahwa ada pencipta. Begitu juga kapitalis akan sangat membenci islam yang menyakini pencipta juga pengatur kehidupan. Ya begitulah satu ideologi pasti akan berusaha menghancurkan ideologi yang lain. Sebagai manusia ku pikir kita telah diberi kebebasan untuk memilih. Dan ku pikir yang cocok untuk manusia adalah ideologi yang memuaskan akal dan sesuai dengan fitroh manusia. Dan dari sejarah hanya islam yang bisa bertahan sampai 13 abad. Kalau sekarang memang benar banyak penganut islam tapi apakah sudah berideologi islam jangan-jangan muslim tapi berasaskan kapitalis, komunis atau pancasila.

  24. 24 Fourtynine 11 April 2007 at 13:12

    Pancasila dijalani dengan konsekuen, itu udah lebih baik dari semua isme-isme yang merajai diluaran sana.. moga2 deh bisa bertambah orang yang eling di negeri

    Ya, semoga

    Kok nggak ada penjelasan mengenai kapitalisme-nya. Kenapa kalau bicara komunisme dan kapitalisme selalu mengacu pada China dan Amerika Serikat?

    Kapitalis kan udah jelas mas. Yang kaya yang berkuasa. Kenapa selalu Amerika dan China? Karena negara Besar. seandainya Indonesia adalah komunis, dan besar, maka Indonesia yang selalu dihubungkan dengan komunis

    @Dnial

    kayaknya saya nyasar deh, nggak biasa mikir ginian.

    Nda papa Mas, komennya bagus ko

  25. 25 Fourtynine 11 April 2007 at 13:14

    @Nita
    silakan Mba….komentar sepanjang apapun dipeerbolehkan disini. He he

  26. 26 klikharry 11 April 2007 at 17:40

    saya jawab yang ditanya oleh judul aja deh?
    mana yang paling dibenci?
    kapitalisme!!!

  27. 27 Arya Nst 17 April 2007 at 02:39

    Sama, saya juga belum baca isinya. Habis, kecil-kecil tulisannya, hehe… Tapi menjawab judul, saya sepenuh hati menjawab, “KAPITALISME!”

  28. 28 Fourtynine 17 April 2007 at 17:12

    @Klikharry dan Arya
    Sip lah!!!

  29. 29 ada aja deh 20 April 2007 at 04:59

    Aku benci yang mempermasalahkan keduanya, kalo aku sih enjoy aja. Yang penting menjalankannya sesuai dengan isme yang benernya, jangan nanggung/asal2an. Buktinya ada negara dengan paham kapitalis yang sukses dan negara komunis yang sukses.

  30. 30 Fourtynine 20 April 2007 at 14:05

    @Ada
    Gimana kalau kita jadi komunis yang seutuhnya aja?? Setuju?

  31. 31 KiGe 21 April 2007 at 01:54

    mas…

    judulnya diganti aja mas…
    fuck america n zionis…
    (saya masih senyum lo mas.. gak lagi emosi..)

    klo saya mendengar kata komunisme, jadi inget soekarno dan lek harto…
    duh ribet.. tapi pendapat saya ni tentang pandangan indonesia sama yang namanya PKI.. (yang kurang elmu soal ginian)…
    ehm…

    yang jadi masalah…
    itu lo mas…
    lek harto kok bisa2nya melakukan holocaust besar2an sama yang namanya komunis di indonesia… klo di sorot dari bawah kolor jugak keliatan nyolok salahnya.. tapi kok selama ini gak ada yang sadar… malah dielu-elukan sebagai bapak pembangunan…

    waktu di sd,saya di ajarin klo paham komunis itu salah..
    saya protes… kok bisa pak guru… opo ne seng wrong…
    lah malah di jabarin sejarah G30S…

    lah.. saya bingung lagi..
    trus nanyak gini… pak… suharto kemana kok gak ikutan nyemplung sumor.. kan jendral jugak..
    ya gak bakalan mulus kudetanya klo masih ada sisa…

    trus pak guru gak bisa jawab..
    mungkin klpun bisa jawab…
    mungkin seperti ini…
    (wess la ndok… nanti kamu bisa di sangka komunis… klo cuma bocah ingusan kayak kamu.. bisa kapan aja di bantai… wong cuma karna dituduh (dibaca : belum terbukti dengan jelas) nyemplungin jendral2 kesumor aja.. 500.000 orang dibantai ndookk…. toh mentri pendidikan yang ngangkat lek harto juga, ya ora opo2 nek dipuji2 dikit…”)

    duh… jadi mengenang masa kecil mas..

    soal lek harto bekerjasama dengan amrik dan CIA… wah gak perlu heran donk.. wonk di tahun 1959 udah dapet kasus penyelundupan dan hampir dibawa pak Ahmad Yani yang masih kolonel waktu itu ke pengadilan militer..
    apa lagi klo di iming2in jabatan presiden.. wah… bisa nagih lek harto… mulus banged jalannya… wonk di jaga amrik… anak kesayangan amrik tuh…

    mungkin waktu soekarno nanda tanganin supersemar (gak tau deh dibawah ancaman, apa dibawah kolong).. soeharto jingkrak2.. trus ngomong gini..

    “it’s show time!!”

    langsung deh terjun kejalanan…
    “hajar semua komunisss!!!…
    ntar bayaran gw bagi rata ame lu2 pade…
    lu mau jabatan ape.. gw beri..
    asal ngikut gw aje..
    jangan takut rugi deh..
    gw dibayarin amrik neh..”

    haih..
    lek..

    gak nanggung2 loh..
    500 rebu ampe 2jutaan tuh..
    hebat…
    pembantaian besar2an…

    sukses lek harto dengan bantai membantainya..
    dan suasana politik pun berganti..
    soekarno tenggelam..
    lek harto pun membawa angin segar dengan kata2 demokrasi pancasila… wah… enak tuh kayaknya…
    dan nyatanya.. yang gak bisa njalanin malah yang ngomong…

    komunis kemana yah…
    ya di teken ampe ke perut bumi indonesia tercinta..
    biar gak keluar lagi…
    dan kapitalis mulai di ajarkan ke seluruh penjuru indonesia…
    hmmm…
    sukses deh rencana amrik…
    mulai deh ngobok2 indonesia…
    wonk soekarno dah gak bisa apa2…
    komunisme jugak gak keliatan…

    pas tujuhbelasannya orde baru..
    banyak yang terak…
    merdeka…!!!
    (“lah.. itu tadi yang tereak siapa…”)

    merdeka…!!!
    amerika merdeka ngutak-ngatik indonesia..
    tinggal pencet tombol remote yang ini..
    lek harto begini…
    pencet tombol yang itu..
    lek harto begitu…
    enaknya…

    nah trus ada yang ngasih comment klo komunisme itu gak berpegangan pada agama…
    wew… gak mas… itu pelajaran sd-nya lek harto…
    yah… mas kok segitu aja nerimanya..
    Tan Malaka dan Haji Misbach islam mas…
    punya agama tooh…

    soal yahudi VS islam ya mas…
    wah.. elmu saya betul2 pas2an neh..
    takut salah ngomong diriku..
    (gimana yah ngomentarinya)..

    nurut saya ya..
    setelah berhasil menyuguhkan guyonan tentang cawan emasnya ke umat nasrani.. yahudi patut kecewa… diperang salib islam masih bisa bertahan… walaupun digempur habis2an… masih tetep kokoh berdiri…

    dan memasuki perang dunia ke 2…
    walaupun masih kocar-kacir dikejer2 mas hitler…
    masih bisa ngatur strategi biar bisa ngebentuk negara2 baru pendukung yahudi (maksud saya tidak secara langsung) untuk tetap menumpas yang namanya islam termasuk genosida terhadap komunis di indonesia…
    dan hasilnya…
    islam masih kuat…

    nah..
    sekarang di jaman serba canggih dan teknologi mulai berkembang..
    dari yang sekecil atom ampe’ yang gede 10 kali lipat matahari…
    islam mulai di jatuhkan dengan menjadikannya sebagai simbol TERORIS..

    malahan udah mulai diedarin tuh..
    liat aja klo di film2 holywood or some movie from ame…
    Terorisnya identik dengan Islam semua…
    yang begituan jangan di tontonin buat anak2 ya mas…
    ntar kayak mas yang ngomong klo komunis tuh benci islam…
    gitu juga anak2 kita klo ditontonin film yang begituan…
    bisa pindah agama…
    haih….!!!
    subahanallah….

  32. 32 Fourtynine 21 April 2007 at 18:21

    Untuk Komunis, pengrusakan nama Komunis di Indonesia, serta serba serbi Orba dan Orla, bisa di simak lebih jauh di Bukunya Lambert Giebels. saya lupa judulnya.

    Memang benar pernah terjadi pembantaian besar besaran di Indonesia. Katanya membantai Komunis, padahal yang ga komunis juga banyak.

    Lek Harto memang banyak di dukung CIA, nanti saya posting lagi mengenai bantuan Amerika dalam memerdekakan Indonesia. Cari referensi dulu.

    Yahudi kan selalu membenci umat lain, makanya dia selalu meneror, termasuk bikin film yang isinya Islam itu terrorist

    Oya, I Like your point of view! Thanks a lot!

  33. 33 Fourtynine 21 April 2007 at 18:32

    Udah Baca Ini belum?

  34. 34 KiGe 21 April 2007 at 22:10

    waduh mas…

    terharu saya… makasih mas…

  35. 35 KiGe 21 April 2007 at 22:13

    di tunggu postingnya mas..

  36. 36 Fourtynine 22 April 2007 at 23:29

    @KiGe
    Sabar ya, sementara baca ini dulu dech

  37. 37 ברתולומאוס 24 April 2007 at 20:37

    Pantes kok banyak presiden US ikutan freemason….

    Harusnya di pendidikan sekolah itu para murid dibebaskan untuk memilih ideologi apa yang ingin dimakandipelajari.. bukannya disuapi terus ama bualan-bualan pancasila… sebagai garis kiri keras saya juga marah kalau saya disamakan dengan komunis…. Ah, tapi nasi sudah jadi bubur.. harus mencoba dari 0 lagi untuk menyadarkan bahwa komunisme tidaklah sebegitu jahatnya…

    BTW, salam kenal!!

  38. 38 Fourtynine 24 April 2007 at 20:44

    Salam kenal juga, sayang….konteks kekirian memang sudah dibuat sedemikian hingga menjadi hal yang buruk bagi masyarakat Indonesia.

  39. 39 irfan 30 April 2007 at 20:47

    Komunis itu biasanya tidak baik karena itu sangat melarang agama dan Tuhan. Lebih baik kita memilih kapitalisme sebab kapitalisme sangat membantu dalam pembangunan di Indonesia yang sekarang negara yang tidak akan maju-maju

  40. 40 Fourtynine 1 May 2007 at 10:18

    kapitalisme sangat membantu dalam pembangunan di Indonesia

    Ga salah? Bukannya kapitalisme malah memiskinkan Indonesia? Yang kaya mah pejabat dan pengusaha busuk!

  41. 41 Tan malaka 2 May 2007 at 15:55

    Tengkyu mas babay anu situ nulis apa garang pina maanduh-anduh banar pokoknya bujur jar paman mais jua, mun baras larang hanyar kita mencuntan. yeuk

  42. 42 Fourtynine 3 May 2007 at 16:32

    @Tana Malaka alias Emond
    Banyak situ jua nang menginsipirasinya, lakasi nah minjam buku nang semalam. Nyaman nulis masalah politik pulang.

  43. 43 papernas 3 June 2007 at 09:06

    cek saja situsnya ….

  44. 44 Fourtynine 4 June 2007 at 16:53

    @Papernas
    Situs yang di cek situs apa ya?

  45. 45 Abdul Wahab 1 July 2007 at 03:17

    dua-duanya gombal

  46. 46 Neo Forty-Nine 1 July 2007 at 14:11

    Ya ya ya

  47. 47 Xaliber von Reginhild 1 July 2007 at 17:47

    Hmm… menarik..
    Btw, sebelumnya, salam kenal dulu :)
    Terima kasih sudah sempat mampir ke blog saya.

    Apa PKI pernah bilang dan berkoar koar bahwasanya Tuhan itu tidak ada? Apa PKI dan orang orang yang komunis dan berhaluan kiri di Indonesia pernah mendoktrinkan bahwasanya manusia hidup tidak karena kekuasaan dan kehendak Tuhan?

    Hmm… jadi ingat dulu saya pernah dengar soal cerita tentang propaganda PKI. PKI waktu itu datang ke sekumpulan anak-anak (TK atau SD saya lupa). Lalu ada dialog, kira-kira begini bunyinya (saya agak-agak lupa, jadi kata-katanya ngga 100% sama):
    PKI: Anak-anak, sekarang coba minta sama Tuhan, coba berdoa sama Tuhan minta kue.
    Anak: Iya. *lalu berdoa minta kue*
    PKI: Nah, sekarang coba minta sama saya, minta kue.
    Anak: Minta kue, pak. *lalu dapat kue dari PKI*
    PKI: Nah, sekarang mana yang ada, Tuhan apa PKI?
    Apa itu fiktif?

    Pemimpin yang diperlukan di Indonesia ini bukan sekedar pemimpin yang tegas, tapi keras. Sehingga anak buahnya pada ga berani korupsi.

    Setuju, mas…
    Indonesia itu hanya bisa nurut sama yang keras-keras, ngga bisa dihalusin. Sama seperti untuk integrasi juga. Kalau ngga ada paksaan ngga bisa.

  48. 48 Xaliber von Reginhild 1 July 2007 at 17:50

    *waduh, maaf, ada ralat. Dialognya agak berantakan. Jadi saya tulis ulang*

    PKI: Anak-anak, sekarang coba minta sama Tuhan, coba berdoa sama Tuhan minta kue.
    Anak: Iya. *lalu berdoa minta kue*
    PKI: Nah, sekarang coba minta sama saya, minta kue.
    Anak: Minta kue, pak. *lalu dapat kue dari PKI*
    PKI: Nah, sekarang mana yang ada, Tuhan apa PKI?

    *sama rupanya saya udah sempet kenalan. Hehe, maaf lupa pak*

  49. 49 Neo Forty-Nine 1 July 2007 at 22:57

    @Xaliber von Reginhild : Wow! Thanks atas infonya. kebetulan saya belum tau yang begituan. sekali lagi terima kasih banyak. Saya akan coba pelajari tentang PKI lebih banyak. Mudah mudahan bisa.

  50. 50 Tim Marx-Dostoevsky 3 July 2007 at 13:09

    Uji pengetahuan anda tentang Marx, dengan menjawab pertanyaan yang tercantum di http://meontology.blogdrive.com , dan jawaban terbaik akan mendapatkan hadiah menarik…..

  51. 51 Irvany Ikhsan 15 July 2007 at 14:56

    FreePort & FeeMason, apa hubungannya?

  52. 52 Neo Forty-Nine 2 August 2007 at 16:05

    ????

  53. 53 Marini Z 10 August 2007 at 16:57

    Gile lu pada
    pake ngebandingin segala…

    dua paham itu nya jelek. itu aja.

    yang bener gini :
    denger (sori baca) ya …

    secara global manusia itu sudah ditentukan nasibnya.
    ada A, B, C dan D (gw gak tahu ada berapa).

    nah sekarang tinggal lu pada…
    tinggal gunakan nalar lu pake otak dan akal lu.
    pake juga perasaan lu.
    untuk milih nasib lu ke mana, ke A, B, C atau D tadi…

    tapi gw kasih tau lu pada ya nih sekarang..

    Tuhan lu yang absolut yang bikin tadi A, B, C, dan D
    itu udah ngasih jalan bahwa ada jalan yang lu bakal selamat
    di akherat. loh kok cuman diakherat doank? lu baca nih lagi.

    gw tulis selamat di akherat karena itu doank yang absolut.
    karena kalo lu hidup didunia sebaik-baik orang milih jalan probabilty pasti ada jalan terjal, kepeleset, ada kurang puas, ada sengsara. nah tinggal lu di tetap dijalan yang mana.

    mau kapitalis kek komunis kek semua udah ada jalannya dan
    ada resikonya buat hidup didunia tapi di akherat noway karena emang udah ketauan liciknya!!.

    nah lu pada sabar gak nerima uji nyali uji mental dari Tuhan lu.
    ya kalo tuhan lu tuhan materi, tuhan duit ya pas lah buat gaya
    kapital. kalo tuhan lu kemewahan hidup serba ada dan tersedia dan disediakan dan bunuh kreatifitas lu ya buat lu gaya komunis lah.
    tapi swear dua paham itu cuman materi doank. kosong.
    kalo ada kepuasan cuman sebentar karena lu akan cari lagi yang lain bahkan yang melanggar norma kemanusianpun.

    nah itu tadi ada jalan A, B, C dan D dan jalan yang dijanjikan Tuhan lu yang absolut..

    jangan dulu mikir negatif paham2 lain…
    lu akan bahagia dengan ilmu.
    dan gak bakal sengsara kayak gw. swear deh.
    tapi bathin gw puas banget dan kerinduan akherat yang lebih dalam.

    pilih mana ???

  54. 54 Luki 10 August 2007 at 17:07

    Iya ya…

    hidup ini sebenarnya simple aja..

    banyak paham. banyak aliran tapi kata kuncinya
    cuma ilmu yang bersumber dari Tuhan yang absolut.

    ilmu itu yang bisa menjelaskan paham2…

  55. 55 Neo Forty-Nine 10 August 2007 at 19:25

    @Marini Z
    *sabar sabar. lagi diuji*
    Pilih mana? pilih apa ya… pilih “F” bisa ga? :D

    @Luki
    Ilmu dari tuhan itu ilmu apa ya?

  56. 56 Nusa 13 August 2007 at 13:12

    Khusus di Indonesia dua-duanya menimbulkan masalah. Komunisme menimbulkan ketakutan, kapitalisme menimbulkan kesengsaraan dan kesenjangan. Soeharto “meluncurkan demokrasi Pancasila” itupun setelah melakukan penelikungan terhadap ajaran Pancasila 1 Juni yang di ciptakan BK. Karena sekarang Soeharto masih hidup dan BK sudah wafat. keduanya mempunyai pola pikir yang bertolak belakang. BK : Memberikan toleransi pada KOMUNISME dan menolak mentah-mentah kapitalusme, Soeharto : memberikan toleransi pada kapitalisme dan menolak mentah-mentah komunisme, maka kalau kita mau ngadu ya setelah dua-duanya mati.!!!!!!!!!

  57. 57 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:39

    @Nusa :D
    Jadi gampang saja…anda benci keduanya…he he he…

  58. 58 rahmat 28 August 2007 at 23:00

    Semua isme ada positip dan ada negatipnya. Namun yang pasti setiap isme pun mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Dia punya nilai-nilai yng diyakini dapat mencapai kepada tarap “pemakmuran” rakyat (pengikutnya). Di negara Kapitalis pun ada komonisme, di komunispun ada kapitalis. Di negara Panca Sila inipun ada kapitalis atau kominisnya. Yang susah adalah kalau udah disangkut pautkan dengan Wahyu. Kalau Israel memang bangsa yang dipilih Tuhan. Ibrahim sampai hari ini belum memperoleh tanah Kanaan yang dijanjikan oleh Tuhan untuk diberikan kepadanya dan keturunannya. Maksud saya kita harus membedakan antara bernegara dengan Firman yang belum tergenapi dan pasti tergenapi.
    Obyektipitas diperlukan guna melakukan analisa suatu masalah, dan emosi harus dibuang jauh. Komunis atau Kapitalis dan Sosialis , No tapi Panca Sila ,Yes. . Di negara Panca Sila inipun banyak Kapitalis3 dan komunis3 nya apalagi sok-sialis-nya.

  59. 59 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. 12 November 2007 at 12:11

    Komunis dan Kapitalis sama-sama jangan dibenci, karena dua-duanya makhluk Allah, dan dua-duanya serakah, dan hal itu adalah sifat manusia.
    1. Komunis mengerahkan buruh, tani dan nelayan dan menganjurkan pemerataan artinya penganjur zakat.
    2. Kapitalis mengerahkan modal harta dan pelit kepada buruh, tani dan nelayan.
    3. Dua-dua cita-cita itu bila didamaikan tidak ada perselisihan perebutan kekayaan.
    4. Kaum agama terutama pemuka-agama Islam tidak dapat mengeterapkan cita-cita keduannya yang sesuai dengan cita-cita nabi suci tanpa kekerasan tetapi pakailah perdamaian hudaibiyah zamani.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 mashei.

  60. 60 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. 14 November 2007 at 09:35

    Untuk menjawab hal-hal tersebut diatas, telah terbit buku panduan:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 buah lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya otodidak penelitian kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    penerbit:
    GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  61. 61 Syaukani 25 February 2008 at 19:11

    Baik kapitalisme ataupun sosialisme,
    Dua-duanya mengusung ide yang rusak..
    Ide2 itu muncul dari kesombongan dan ke-sok tau-an manusia..

    Capitalism S@#ker..
    Sosialism F@3ker..

  62. 62 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi 7 July 2008 at 21:06

    Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 62-21-8573388

  63. 63 Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich. 7 July 2008 at 21:49

    Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.
    ——————————————————————————————————–
    Gratis… gratis… gratissss :D
    Silahkan berkunjung rame-rame, murah dan meriah di:

    Bacaan gratis := http://haniifa.wordpress.com

    “@mas Eka main-Catur bari Sila, dengan lawan-tunggal @mba Ika”
    Penonton := Gratis… tis !!
    Kecuali sambil sbb:
    “Minum Pepsi Cola gratis, setelah minum bayar dunk… “

    Tersedia ditoko-toko dan kios-kios terdekat :
    _____________________________________________
    Jl. Carisendiri -C, Bandung-Jakarta-Sumatra
    (Bus Trans Sumatra… :D )
    Telp. 062-00-007
    Fax. 061-00-007
    Email. “GUNDUL-GUNDUL PACUL” Susuganan kayak Celengan :D

    Cepat-cepat, siapa Cepat baca buku si Cepot siap Copot :D
    (Apa nyang dipandu wong… pasang iklan dikoran aja bokek…)
    —————————————————————-

    PratPretProt,Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich.

  64. 64 Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich. 7 July 2008 at 21:49

    Hei… 8) “GUN” and “JIL”…. eh salah… “JIL”-”GUNDUL”

    Punten nyah, Kang Cepot Gorbachev hitut tadi…

    Perepeetttttt, PROT’s… duh aya bukuran geuning !!! :D

  65. 65 Cepot Gorbachev, Pembau Pepsi Tinggal 3 milli liter Masa-sich. 7 July 2008 at 21:51

    Cepot nyelepot: “Reng… Gareng… na kamana si JIL teh ?!”
    Gareng garing: “si JIL teh… anu Jelema Ilmuna Lieur tea ?!”
    Cepot nyengir: “Heu…ehn, ari Garong…eh.. Gareng”
    Gareng gerung: “Kapan ku maneh dihitutan… jadi ayeuna keur di UGD”
    Cepot lieur: “Naon ari UGD… ”
    Gareng bageur: “UGD… teh Uganda… oyon :P
    Cepot nyimpul: “Paingan mas@Ganda mirip kang@Idi-Amin

    Nyambung ka carita “SI CEPOT NYEMPOT”…. :D

  66. 66 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. 23 December 2008 at 01:27

    Buku “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE

    Tersedia ditoko-toko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

  67. 67 Orang Bijak 5 January 2012 at 16:45

    Gua benci sama negara Komunis
    TAPI,Gua kagum sama China!
    Kayaknya negara komunis yg berhasil cuma China! Negara yg slama ini dibilang miskin coba liat! Sekarang China peringkat 2 negara terkaya didunia setelah USA sekarang!Salut sama RRC,Berenang-renang kehulu,berakit-rakit kemudian..Peribahasa yg pas utk China!

  68. 68 rinto ermanda 30 March 2012 at 21:15

    anda bertanya pada diri sendiri,atau ingin tahu apa pendapatku?kalau menurutku,komunis punya sisi positif,sepertinya tidak akan ada perusahaan asing atas nama atau menjadi hak milik negaranya,seperti yg terjadi sekarang,freeport?konon boleh tidak harus tunduk pada aturan hukum Indonesia?sepertinya tidak bisa terjadi jika negara ini komunis.mungkin juga ini alasan bungkarno membiarkan PKI eksis.untuk merdeka dari segala bentuk penjarahan.maksud sebenarnya dari penjajahan?gold,glory,gospel?dan emas itu disini

  69. 69 rinto ermanda 30 March 2012 at 21:51

    kenapa pertanyaannya bukan ideologi mana yg harus saya suka?semua ideologi tentang tata negara mungkin telah dipelajari oleh bungkarno,kekurangan komunis,sudah dilengkapi dg sila keTuhanan yg maha esa.juga pasal di UUD,berbau sosialis yg berbunyi:bumi dan air dan kekayaan yg terkandung didalamnya dikuasai oleh negara.kenapa tidak berjalan?kapitalis,pemilik modal usaha bisa menekuk nekuk hukum dg modalnya?dan langkah pejabat yg tidak doyan akan suap?lalu yg terjadi budaya korup dikalangan pejabat pemerintah.

  70. 70 rinto ermanda 30 March 2012 at 22:38

    kenapa pertanyaannya bukan ideologi mana yg harus saya suka?semua ideologi tentang tata negara mungkin telah dipelajari oleh bungkarno,kekurangan komunis,sudah dilengkapi dg sila keTuhanan yg maha esa.juga pasal di UUD,berbau sosialis yg berbunyi:bumi dan air dan kekayaan yg terkandung didalamnya dikuasai oleh negara.kenapa tidak berjalan?kapitalis,pemilik modal usaha bisa menekuk nekuk hukum dg modalnya?dan langkah pejabat yg tidak doyan akan suap?lalu yg terjadi budaya korup dikalangan pejabat pemerintah

  71. 71 rinto ermanda 30 March 2012 at 22:41

    kenapa pertanyaannya bukan ideologi mana yg harus saya suka?semua ideologi tentang tata negara mungkin telah dipelajari oleh bungkarno,kekurangan komunis,sudah dilengkapi dg sila keTuhanan yg maha esa.juga pasal di UUD,berbau sosialis yg berbunyi:bumi dan air dan kekayaan yg terkandung didalamnya dikuasai oleh negara.kenapa tidak berjalan?kapitalis,pemilik modal usaha bisa menekuk nekuk hukum dg modalnya?dan langkah pejabat yg tidak doyan akan suap?lalu yg terjadi budaya korup dikalangan pejabat pemerintah?

  72. 72 danniz 5 April 2013 at 15:35

    kapitalis itu tujuan hanyalah menghisap dan merampas SDA kita .. liat saja SDA kita di hisap habis2an oleh amerika , tapi apa untungnya buat negara tercinta kita . ya mungkin hanyalah lingkungan kita yg semakin hancur .. kalo negara kita menganut negara komunis ya ga seperti ini .

  73. 73 janoer p mukti 22 August 2013 at 04:28

    perspektif sy sih dilihat dri keberhasilan dri negara itu sndiri.buktinya negara penganut kapitalis dunia collapse kok.sedangkan china(negara komunis) kita lihat???menjadi bangsa yg besar.menjadi bangsa yg tdak tunduk dri negara barat.ini yg harus kt pelajari dri negeri china,bgmna menjalankan roda ekonomi yg berasaskan ideologi komunis.

    hubungannya dgn indonesia sih pda jaman 65 sbenernya sngat krusial dmna indonesia pda jaman sukarno yg getol anti barat berbalik pro modal asing di tangan harto. (maaf sekiranya pngetahuan / prspektif sejarah dri sya.klo ada kslahan mohon di koreksi)


  1. 1 Generalisasi,Benarkah Sebuah Pola Pikir yang Salah? « dalamhati.wordpress.com Trackback on 5 April 2007 at 15:47
  2. 2 Communism and Other Stories « f e r t o b Trackback on 7 April 2007 at 22:11
  3. 3 Pilih Mana Kapitalis atau Komunis? « Sains-Inreligion Trackback on 18 April 2007 at 22:43
  4. 4 Otak, Akal dan Hati « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 25 April 2007 at 20:05
  5. 5 Pendidikan Memang Harus Mahal Dan Merepotkan « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 6 May 2007 at 14:27
  6. 6 Ketika Manusia Menjadi Budak « Generasi Hitam Trackback on 4 June 2007 at 18:24
  7. 7 Bercinta Dengan Saudara Sendiri « Parking Area Trackback on 2 July 2007 at 20:54
  8. 8 Menggugat Pancasila « Parking Area Trackback on 11 July 2007 at 03:34
Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 166 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Twitter

  • Yak, sukseS ga tidur, ntar siang d jamin teler kepanasan d lapangan 2 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: