Bersamaan dengan ditulisnya artikel ini, saya ingin meyampaikan permintaan maaf yang sebesar besarnya kepada Bangaitop karena saya telah mengingkari janji saya untuk berkomentar di artikel beliau yang terbaru. Sekaligus juga kepada Teteh yang jago gambar satu ini. Sungguh, bukannya saya tidak mau berkomentar, namun kenyataan yang terjadi adalah putusnya aliran listrik di Kota Banjarbaru yang mendahului saya sebelum saya sempat berkomentar.
Niat awal saya pada hari Jum’at (11 Mei 2007) ini adalah mengunjungi rekan rekan blogger sekalian, lalu menge”save” artikel artikel yang terlalu panjang, sementara artikel yang pendek atau yang bisa saya pahami dengan cepat sesegera mungkin saya komentari. Namun semuanya buyar!!!!!! Tulisan tulisan dari Chika, Wadehel, Joesatch, Shan-in Lee dan lain lain yang sudah saya save ke harddisk warnet belum sempat saya pindah ke USB saya. Greatnews nya juga belum sempat saya update. Dan kalaupun saya balik lagi kesana, saya yakin semuanya akan hilang tanpa bekas karena kesaktian kekejaman Deep Freeze yang dipasang oleh pengelola warnet tersebut.
Yang harus saya lakukan adalah mengulang semua proses dari awal, dan asal tau saja. Kecepatan koneksi di warnet warnet se-Banjarbaru amatlah cepat. Seandainya saya ingin membuka dashboard saya saja, maka waktu tempuh yang diperlukan adalah 1/4 batang rokok Surya yang dinyalakan tapi ga diisap.
Mau jalan jalan ke blog orang lain, minimal 2-3 menit (kalau lagi beruntung), kalau lagi buntung ya sampai 5 menit. Memang masih ada satu pilihan lain, yaitu warnet yang paling dekat dengan rumah saya yang kecepatannya memang bisa diandalkan, selain itu harddisk setiap komputernya juga besar dan yang terpenting tidak dipasangai Deep Freeze. Hanya saja halangan terbesar saya menuju kesana adalah kecepatan koneksinya yang berbanding lurus dengan kecepatan billingnya. Sehingga secara otomatis ketebalan dompet saya yang memang tidak seberapa tebal ini makin cepat pula tereduksi.
Sebenarnya inti dari kekesalan saya adalah pemadaman aliran listrik yang terus menerus dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara yang membuat aktifitas perbloggingan terganggu, tadi malam bahkan seorang bapak hanya bisa geleng geleng kepala saat proses download beliau yang sudah mencapai 99% harus buyar karena padamnya aliran listrik.
Padahal, Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah. Batubara (dimana sebenarnya benda ini bisa digunakan untuk menjadi sumber energi pembangkit listrik) dan Intan (dijual, lalu dibelikan peralatan canggih dan bahan bakar untuk menghasilkan listrik) adalah contohnya.
Belum lagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Riam Kanan yang seharusnya pada saat musim hujan seperti ini mencapai “peak performance”nya dalam penyediaan listrik. Namun kenyataan yang terjadi adalah, Banjarbaru yang lokasi geografisnya paling dekat dengan Kab. Banjar-lokasi dimana PLTA berada-malah merasakan langsung pemadaman aliran Listrik dalam frekuensi yang cukup sering.
Saat musim hujan, konon katanya pintu air harus dibuka tutup untuk mencegah overload data debit air, sehingga pembuka tutupan ini menghasilkan ketidakstabilan aliran listrik yang imbasnya adalah ajep ajep setiap malam. Kalau musim panas? Jelas, pemakaian listrik harus sering dikurangi. Alasannya adalah berkurangnya debit air yang selama ini berfungsi sebagai penggerak turbin. Lalu? Bagaimana dengan PLTU Asam Asam? Bah!!!!!!, tiap 3-4 bulan sekali mengalami perbaikan, dan hasilnya adalah pemadaman bergilir lagi. Lantas? Apa gunanya Kalimantan Selatan punya 2 Pembangkit Listrik? PLN SUCKS!!!!!!!
Belum lagi mereka mereka itu senang sekali memainkan tombol on off listrik, mati-nyala, mati-nyala, nyala-mati. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini, termasuk korbannya adalah komputer saya yang setiap dinyalakan harus checking file gara gara mati lampu yang membuat semua aplikasinya tersedot secara paksa.
Sebenarnya kalian mau nyediain Listrik™ ga sich? Apa kalian anggap pemadaman Listrik™ itu adalah mainan lampu ajep ajep? Sehingga keadaan kelap kelip menjadi kesukaan kalian? Kalau memang iya, berarti kalian memang suka ajep ajep pakai duit rekening listrik yang kami bayarkan selama ini! Masa sich kerusakan harus sampai jadi rutinitas? Masa juga kalian setiap musim mati lampu kalian amnesia? Katanya pemadaman bergilir, tapi kok hari ini daerah A mati lampu, esoknya derah A mati lampu lagi???????? Terus, apa kalian anggap mati lampu itu sama dengan kebutuhan makan manusia? Sampai sampai mati lampu bisa tiga kali sehari????
Sebagai rakyat yang tukang protes dan mengungkapkan kebobrokan sendiri seperti yang dibilang seseorang di sini. Maka saya ingin protes sekaligus menawarkan beberapa usulan.
Pertama. Mending pelayanan Listrik™ diswastakan saja. sehingga pelanggan bebas memilih penyedia Listrik™ kesukaan mereka masing masing, kalau servisnya ga oke bisa pindah kelain hati dengan mudah.
Kedua. Segera bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, agar kebutuhan Listrik™ di Indonesia bisa terpenuhi.
Ketiga. Bila usulan kedua dan pertama terlalu berat untuk dijalankan, semisal kalian pura pura pura ga mau menerima swastanisasi Penyediaan Listrik™, dengan sok beralasan bahwa swastanisasi adalah Kapitalisme™, atau takut dengan sanksi Amerika kalau harus membangun PLTN. Maka usulan saya yang terakhir ini mungkin bisa kalian terima, bangun PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Manusia). Dijamin, bakalan mengurangi pengangguran, dan meminimalisasi mati lampu!!!!!!!!.
Note: The original concept of PLTM was created by this man (The Administator of Blog).




santai … santai …
nah kalo udah santai … lanjutin lagi ngerakit bomb-nya … hehehehe
*komen-nya nanti aja ya* …
iya tuh…di kantor juga. listrik suka mendadak™ mati
padahal lagi asik-asiknya ceting ama gebetan. PLN sialan!!!! Udah bayar mahal, pelayanannya jongkok. stress euy…akhir-akhir ini malah bisa 2 minggu sekali listrik dimatiin. bayangkan kalo malem-malem mati listrik…tidur di tengah kegerahan malam. ga nahaaan!!! *maklum kulit bule, biasa pake AC khekhekhekhe*Disini juga sering mati listrik, mau gimana lagi misuh2 juga ga didengar ama pihak sono nya!
padahal kalo telat bayar listrik 1 hari aja langsung kena denda, pelayanan no. 2
palagi kalo lagi pembukuan, banyak ngitung2 pake rumus terus belum ke save, huh… tape dech!
wahh,, mati lampu sih kayanya udah biasa di Palembang,, kaya giliran aja,,
inget jaman Ma SD,, kalo mati lampu,, Ma langsung nelpon PLN,, sambil bilang “Pak PLN,, lampu rumah kami mati, nyalain ya,,” masalahnya kita lagi nonton kartuun!! hehehe,, terus kalo blom nyala,, tiap 5 menit nelponin PLN ampe mereka eneg ama Ma,, hehehe,,
Buat penelitia sono…komputernya tenaga minyak tanah
@Jurig: *Pasang Tampang Santai, padahal merencanakan pembuatan bom*
@Chika, Xwoman,Rizma: Ternyata Indonesia sering byar pet Ya?
@Deking: Pakai PLTM aja deh King, he he
Huaaa..!
PLN SIAL!
KalTeng kena imbasnya tahu…. Huaaa… Listrik KalTeng kan dari KalSel… Huaaa…
*nangis*
duh..senasib donk kita..sama2 di kalimantan…ngak siang ngak malam mau malam buta juga tetep MATI™ ngak di rumah nggak di kantor…MATI™ juga…udah berapa tuh komputer kantor yang crash hardiksnya gara-gara PLN mati mendadak….keknya PLN kena serangan jantung deh..makanya sering kolaps gt…atau PLN itu bukan singkatan dari PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA tapi singkatan dari PERUSAHAAN LILIN NEGARA jadi kalo kena angin dikit langsung ma’ blek….MATI™
kalo mang alasan ngak punya dana karena biaya produksi mahal n harus subsidi…hapus aja subsidi biar pelanggan bayar sesuai harga pasar dengan catatan PLN juga harus profesional donk kinerjanya…ntar kalo pelanggan ngeluh bayar mahal…kan pelanggannya bisa benar2 berhemat listrik…GITU AJA KOK REPOT!™
wakakakakaka, saya yang di solo aja juga kadang2 mengalamai. sama sama mas.
Sabar…Sabar Bro…
[sambiL.garuk.garuk.kepaLa.ngegaya.mikir.padahaL.juga.sebeL]
gimana ya kLo Indonesia bikin terobosan untuk pemenuhan energi,
PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga DaLam)
khan kita tau banyak orang beriLmu tinggi & “orang pintar”
huehuehuehueee…
=kabooooor=
sama di Jogja juga tuh! Sialll!!
Btw, BANDUNG rencananya mo bangun PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah),. gak tau deh realisasinya kapan
[CMIIW]
Cerita giliran padam memang – kaya’nya – hanya terjadi di Kalimantan. Sejak orok, sampai saya meninggalkan Kalimantan, kisah itu menjadi menu sehari2. Yang namanya emosi, sudah hilang. Yang tersisa hanya pasrah dengan kesewenang2an. Lagi2, kita jadi diajar untuk menjadi bangsa yang penyabar, walaupun hak2 kita diinjak2 hik hik.
Ternyata kita ga kemana2 ya. Masa dari tahun 1960 hingga abad Millenium ini, kita ga bisa mengatasi masalah listrik? benar2 aneh ya Rid. Apalagi, di Kalsel kan ada waduk untuk pembangkit listrik tenaga air kan? Ya wis, yang sabar ya Rid.
Tempat kami di Kaltim (bukan Kalifornia Timur) adalah sumber energi. Slogan dimana-mana berbunyi “Bangga Membangun Kaltim”.
Yang paling membanggakan, di sumber energi ini listrik padam 2 (DUA) hari sekali.
Setuju, swastakan saja !!!
lho bukannya udah di swastanisasi tuh listrik, saya lihat PLN beli energi ke swasta kan????
Bingung nih jadinya
@Shan-in lee: Jangan nangis Mas, anggap saja sebagai Cobaan (*Sok bijak*)
@Mbarep: Biasa Mas, telat bayar didenda. Telat nyala disuruh makan sabar. Itulah
EndonesiaIndonesia@Ndarulqaz: Kalau gitu kita senasib
@Arezk: Harus manggil Wiro Sableng, Jaka Tingkir, Jaka Tarub dan Jaka Jaka lainnya dong. He he
@Alle: Kalau gitu harus ditanding kekuatannya dengan PLTM.
@Erander: Yah, mau gimana lagi? Sabar sabar (*sambil ngelus ngelus jenggot Nabi*)
@Cakmoki, Kangguru: Kita tunggu aja (Maklum rakyat, bisanya cuma nunggu) gimana jadinya. Mau di full swastakan atau masih jadi tanggungan Bangsa
tBubarkan PLN, halah!
Jangan di Kalimantan Mas, di deket Jakarta saja masih byuaar preeet (kaya bunyi kentut). Di beberapa kampung di Jawa malah masih ada yang belum masuk listrik. Soal sumber energi buanyaak sekali. Ada batubara (seperti di Kalimantan), uranium, air, ombak, angin, uap, dll. bahkan kalau mau juga tenaga kentut (40 juta orang Indonesia dijejerkan dalam ruang generator pembangkit listrik) bisa jadi energi. yang nomor satu jelas Direktur PLN, sebagai pengganti uang korupsi.
“Kedua. Segera bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.”
Kayanya indonesia masih ketar-ketir sama NcingSam…
usulan ini menarik sekali…
PLTM = pembangkit listrik tenaga manusia …
update bos!!!
pasti lagi asik kencan ya???
yah gitu deh nama na juga PLN, di Indonesia lagi!tau nggk kalo mesin-mesin yang baik tuh cuman ditaruh ke gudang, yang udah karatan terus dipakai…sampai hancur…dan nunggu sampai pengadaan barang lagi trus barang2 digudang dijual deh buat kantong pribadi…NERAKA tuh!apa seh yang bisa baik kalo di Indonesia…Bule aja jadi jahat kalo ke Indonesia…sudah klo kayak gitu kitamerdeka aja, apaan Republik kayak gini…bikin mali aja!
save dulu ah…
bacanya dirumah aja….
Aduh kasian PLN… eh forty nine. Kadang, kita baru merasa PLN berharga setelah dia menunjukkan dirinya bahwa kalau saya mati, maka yang lain tidak “hidup”. Mudah-mudahan PLN tidak bangga karenanya.
Ada cara yang tidak nasionalis : jual saja PLN ke Singapura, seperti banyak industri strategis yang dimiliki bangsa ini dijual ke bangsa tetangga, bahkan sampai ke tetangga jauh. Nyalanya akan lebih baik, namanya PLNS (S = Singapore).
Meski berdomisili di Bandung, tetap saja PLN kampret™.
Salam kenal Farid,
Gimana kalo diusulin Petisi buat bikin perjanjian kontrak antara PLN dgn tiap pelanggan, jadi kalo ada poin2 yg dilanggar dalam kontrak tersebut, pihak yg melanggar harus membayar denda.
(kalo bener2 ada perjanjian, jgn2 PLN bangkrut abis dlm waktu 3 bulan gara2 bayar denda)
Halah ngomongin saya ya, baru tahu kalau PLN memble hihihi…abis bayar listriknya pada telat sih, listrik tenaga manusia boleh juga tuh, pada nggenjot untuk muter turbin kali yeee…
bang, kemana aja kau! gak pernah update!!!!
banyakan kecan melulu sih sama adik angkatan!
Udah jaman maju gini listrik di indo masi suka mati2 ya..ampun deh..untungny rumahku jarang ada pemadaman listrik..klo sering2 bisa2 aku harus tahan dengerin ocehan mama-ku huehuehue
@Elpalimbani: Bubar diganti apa Yaa????
@Thamrin: Usulan yang bagus tuh
@Kurt: He he….udah dibaca belum konsep PLTM nya?????
@Anto (yang lagi nyamar): Aku baru pulang camping, bukan kencaaaan!!!!!
@Ebong: Bubarkan Indonesia, bentuk Republik Indonesia Serikat dengan negara negara bagian!
@Klikhary: Udah???
@Agorsiloku: Kaya kartu telekomunikasi aja dikasihin ke asing. He he
@Juri88: Usulan menarik tuh
@Bu Evy yang lagi nyamar: He he, gimana Bu PLTM nya? Usulan yang bagus kan???
@Chie:
Jadi ngiri!
harusnya makasih sama aku,Rid…
udah ngasi ideh…
*komen OOT sepanjang masa*
Halah, ide apaan toh Neng?????????
ohoho…orang ini…sedemikian ngefansnya sama aku…sampek templatenya pun make template yang sama denganku…
ck ck ck…
Chik…liat Chik…
keknya u bener…n orang memujaku berlebihan…
ide ttg kebejatan PLN…
Template apa tema?
*lemparin Siwi pake bom molotov*
iya…templet ma tema bedanya apa seh?
yang jelas…FArid niru siwi!Farid niru Siwi!Farid niru Siwi!
*lapor Chika*
*joget joget*
Kayaknya PLN mematikan lampu pas harga minyak dunia naik. Cobalah diperhatikan mulai sekarang atau tanyalah pada publik yang telah melakukan pengamatan tentang Pemadaman Listrik oleh PLN.
Apabila harga minyak dunia naik, pasti penyakit pemadaman PLN kambuh tetapi apabila harga minyak dunia turun, pemadaman pasti diminimalkan.
Salah satu contohnya:
Pada tanggal 16-17 Agustus, harga minyak dunia ada turun sedikit jadi $69 per barel, selama itu sampai hari senin, hampir tidak terjadi pemadaman karena pasar minyak tutup selama sabtu dan minggu di pasaran. Tetapi begitu hari senin sore/malam tiba-tiba pemadaman terjadi lagi dan pada saat itu juga saya melihat harga minyak dunia naik jadi $73 per barel kalau tidak salah. Pada keesokan harinya PLN memuat alasan mengapa terjadi pemadaman. Alasannya ‘Mesin pembangkit tiba-tiba “BATUK”‘.
Pengamatan ini telah saya lakukan selama lebih kurang hampir 2 tahun dan selalu tepat.
Tidak masuk akal apabila PLN bilang gara-gara mesin pembangkit rusak atau sudah tua tetapi pada hari-hari tertentu seperti bulan puasa, jarang sekali terjadi pemadaman.
Apa mungkin kita bisa bernegosiasi sama mesin pembangkitnya seperti ‘Mas Pembangkit Listrik, tolong jangan rusak/mati dulu ya selama bulan Puasa. Nanti habis bulan Puasa baru rusak/mati ya.’?
Tepatnya, Pembangkit listrik negara sebenarnya masih sanggup menyuplai sebagian besar kebutuhan listrik negara walaupun mungkin ada kebenarannya pembangkit listrik sudah tua dan daya-nya sudah menurun. Tetapi tidak mungkin bisa sampai separah di hari-hari biasa.
Pemadaman sesekali mungkin bisa terjadi tetapi apabila pemadaman terjadi tiap hari pas harga minyak dunia naik (diatas $70 per barel) dan tiba-tiba tidak ada pemadaman lagi pas harga minyak dunia agak turun (di bawah $70 per barel) kan kelihatannya itu seperti di-buat-buat oleh pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan di balik pemadaman ini.
Kalau dibilang kebetulan, sesekali mungkin bisa kebetulan tapi setelah diamati selama hampir 2 tahun, apakah semuanya bisa dibilang kebetulan juga? Ada banyak contoh pemadaman yang terjadi pas harga minyak dunia naik dengan alasan mesin pembangkitnya rusak atau ada pemeliharaan mesin atau alasan lainnya.
kayanya bener nie yang diungkapkan mas Tono, ada korelasi positif antara kenaikan harga minyak dunia dengan byar-pet PLN. ini pemikiran sederhana aja boss, masuk akal kalo PLN byar pet wong harga bahan baku untuk mengolah listriknya naik ex.Solar, dengan anggaran yang ditentukan awal tahun fix trus ada gejolak harga BBM dunia, kuantitas BBM bahan baku listrik jelas harus dikurangi sebagai akibatnya byar pet deh.
Nah itu kalo berpikirnya lurus. Coba bayangkan jika BBM yang dibeli PLN dijual lagi keluar negeri (diseludupkan) dengan harga yang lebih mahal. karena kalo ga salah, pertamina dan PLN itu ada kontrak pengadaan BBM untuk listrik dan biasanya dalam 1 tahun anggaran. misalnya PLN minta BBM ke pertamina yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk listrik tapi yang digunakan hanya sebagiannya saja? sisanya ya ditimbun, Good Time Comes harga BBM dunia naik, Yak its time to jual tuh BBM…? WHO KNOWS????
Yang jelas korbannya ya kita-kita. moga dugaan sy SALAH
Mohon maaf jika tidak berkenan.
semoga kita sebagai muslim semakin cerdas & tepat
=======Warning==============
jika PLN melakukan kesalahan harap dimaklumi
jika rakyat/pelanggan yang melakukan kesalahan
“tiada maaf bagimu”
Unda urang banjar, PLN BUNGUL BANAR, lampu pajah, lapaw haja sudah direkturnya !!!
===============
sebaiknya kita memang harus punya PLTN, soalnya sebuah reaktor nuklir aja bisa menghasilnya listrik setara GIGAWATT (gak 100an megawatt kayak PLTU atau PLTG)
Suber dari kebiadaban PLN ini adalah pemimpin tertinggi negara indonesia yang mamkmur ini, saya hanya mengingatkan wahai pemimpin, dosa mu adalah yang terbesar dari seluruh rakyatmu, sadarlah harta dan tahatamu itu adalah fana
gua setuju PLN emang bangsat, anjjjjrit, sialan masa tiap hari pemadaman listrik pecus ndak pln tuh kalo nga pecus bakar aja sekalian, bayarnya tiap bulan wajib telat bayar ya di denda tapi apa pelayanannya ke pelanggan nooooool… emang pln anjjjjjjjrit