Ada berbagai macam Tuhan yang dipercaya dan disembah sembah, ada berbagai macam agama dan aliran kepercayaan. Tapi ternyata yang sudah plural (banyak jenis sesembahan dan aliran kepercayaan) tadi masih belum cukup, masih belum bisa mengakomodasi keinginan dan kedahsyatan manusia sebagai makhluk makhluk yang selalu ingin yang terbaik dan jadi yang terbaik. Sampai sampai melampaui Ke”MahaKuasa”an Tuhan. Ga percaya? Mari saya berikan daftarnya.
Raja/Emir/Presiden
Sejak jaman dulu titah Baginda Raja/Emir selalu harus dilaksanakan, dituruti dan bagi yang tidak melaksanakan akan dihukum. Wanita mana saja yang ingin diperistri Raja/Emir harus selalu mau, apalagi kalau wanita itu kebetulan cantik, seksi dan montok tapi kebetulan berasal dari kalangan kasta rendahan.
Mau menghadap Raja/Emir/Presiden harus pakai berbagai tetek bengek dan aturan ciptaan manusia. Padahal DIA yang SEBENAR BENARNYA RAJA saja tidak pernah memaksa manusia untuk menyembahNya, dan bagi yang ingin menyembah/menghadap, DIA tidak pernah mempersulit apalagi sampai harus menerapkan pengawalan berlapis, karena tidak disembahpun Dia sudah MahaKuasa duluan, dan Dia bisa mengerti, melihat dan mendengar apa yang disampaikan umatnya tanpa harus pakai segala macam verifikasi, seperti misalnya apakah umatnya membawa sajam, apakah umatnya membawa maksud jahat. Ga!!! Dia ga pernah seperti itu.
Namun Baginda Raja/Emir memang selalu merasa lebih hebat daripada Dia. Sehingga saat rakyat mau menghadap saja, harus dilakukan berbagai macam pemeriksaan dan pengawalan yang mempersulit dan berlete lete.
Bagi yang merasa Islam, anda tentu tau tata cara untuk sholat berjamaah di Mesjid? Nah, sekarang saya tanya, apa Bapak Presiden (yang jika kebetulan beragama Islam) pernah sholat di shaf belakang apalagi paling belakang saat mereka sedang menjabat sebagai presiden? Kalau Ibu Presiden kan jelas tidak mungkin, karena wanita sholatnya di bagian belakang menjadi ma’mum kaum pria.
Tak perduli secepat apa dan sepagi apa anda datang, kalau sedang melaksanakan sholat Idul Fitri atau bahkan sholat wajib 5 waktu berjamaah di mesjid Istiqlal, berikan jalan buat yang mulia pak presiden, beliau harus di depan, karena beliau memang lebih hebat daripada tuhan yang sudah mengatur bahwasanya siapa duluan datang ke rumah ibadah, dialah yang berhak berada di pole position garis depan.
Dia yang MahaKuasa tidak pernah melarang manusia ciptaanNYA beribadah dengan pakaian warna apa saja, memang ada standar yang lebih baik, namun standar “paling tidak”nya kan ada, batasan aurat dalam beribadahpun sudah disepakati. Buat laki laki harus tertutup dari bagian pusar hingga lutut, plus pakaian bagian atas yang menambahkan. Memang, bisa saja kita menghadap tuhan dengan gaya pakaian dan warna apa saja, tapi memang wajar kalau kita berbagus bagus dan berwangi wangi, karena yang dihubungi adalah yang sebenar benarnya MahaKuasa. Untuk ini juga saya tidak yakin Dia yang MahaPemaaf dan MahaMengetahui, Melihat lagi Mendengar mempermasalahkan pakaian dalam beribadah, selama sudah pas standar minimalnya, yaitu menutup aurat, suci dari hadas kecil dan hadas besar.
Mengahadap Raja/Emir/Bapak-Ibu Presiden? Jangan haraf!!, pakaian standar diterapkan tapi tidak ada istilah minimal minimal’an. Pokoknya™ harus pakai ini, harus pakai yang begitu, kalau ga, USIR KELUAR DARI ISTANA! Tidak bakalan rakyat yang datang dengan dandanan baju kaos oblong dan sarung plus sendal jepit dan kopiah diterima masuk Istana Negara. Alasannya tidak mewah sopan atau tidak standar, lho? Sudah menutup aurat masih kurang standar apalagi? Sungguh manusia manusia hebat bukan? Masih kurang hebat apalagi mereka hebatnya dari Dia yang sebenar benarnya MahaHebat yang tidak pernah menolak ibadah dan sujud sembah umatNYA.
Ternyata fenomena ini menurun kepada berbagai kepala daerah, kepala cabang sampai kepala kampus. Ga usah jauh jauh mengambil contoh bagaimana kita harus bersikap dan berdandan saat ingin ketemu Gubernur atau Camat. Mau menghadap dekan saja misalnya, bisa ga ya kita datang menghadap pakai baju kaos, celana panjang dan sendal? Jelas ga bisa kan? Padahal tuhan saja menerima umatnya jika ia beribadah meski dengan dandanan seperti itu, asalkan suci dari hadas kecil besar.
Berlaku juga buat manusia manusia sok hebat yang lain, misalnya dosen atau guru yang melarang siswanya gondrong, apa gondrong dosa? UtusanNya yang sering dapat wahyu langsung dari yang MahaKuasa saja tidak marah dan melarang kepada lelaki gondrong, kok bisa manusia menghakimi manusia lain dengan misalnya tidak meluluskan kuliah seorang mahasiswa hanya karena ia berambut lebih panjang daripada laki laki lainnya dikelas?
Sementara sebenarnya mahasiswa gondrong tadi memang benar benar memiliki kemampuan dan kapasitas otak diatas rata rata. Namun hanya karena alasan bodoh dan konyol mulai dari alasan sok sosial, sok moral dan alasan sok sok lainnya yang mengada ada dan diada adakan, seorang (maha)siswa harus menanggung konsekuensi aneh dan konyol dari manusia manusia yang sudah merasa lebih hebat daripada tuhan.
Paranormal/Juru Klenik/Dan Manusia Manusia Sok Sakti Dan Mistis Lainnya
Ini juga manusia manusia yang lebih hebat daripada tuhan, mereka bisa melihat masa depan dengan prediksi yang kadang kadang ngawur, sok bisa bikin orang jadi makin kaya, manggil jin/setan/iblis/demit/gundurowo/mak-lampir/jelangkung dan rekan rekannya. Bisa pasang susuk supaya terkenal dan dicinta lawan jenis, bisa melindungi orang dari sakit kiriman musuh dan gangguan lain. Sehingga manusia benar benar menyembah dan minta tolong mereka yang konon katanya berilmu dan sakti, bukan lagi menyembah dan minta tolong pada tuhan.
Ulama Busuk Dan Semua Pemimpin Agama Yang Tidak Toleran Dan Anarkis
Biasanya mereka memodifikasi dan memutilasi ayat/hadis dan sumber sumber lain demi kepentingan komersil hingga kepentingan nafsu, bid’ah membid’ahkan, kafir mengkafirkan sampai sampai kepentingan halal menghalalkan pertumpahan darah. Tuhan saja tidak pernah menyuruh umatnya bunuh bunuhan apalagi dengan saudara seagama, tidak pernah memaksa manusia mengakui kebenaran apalagi sampai kafir mengkafirkan saudara yang juga seagama, termasuk tidak pernah menyuruh saling tidak menghormati perbedaan. Ingat, menghormati tidak sama dengan membantu, apalagi membenarkan.
Ada yang mau menambahkan daftar manusia manusiasuper yang lebih hebat dan lebih MahaKuasa daripada Tuhan?
jadi
anarkisme itu benar identik dengan pengrusakan & kebencian?
anarki, tanpa pemerintahan, …
dengan pemerintahan pun kebencian senantiasa bertebaran antara penggerak pemerintahan
maap, kok aku malah komentar OOT ya ^ ^;
Bagoes…
kosongempatsembilan, “layukalifullahu nafsan illa wush’aha laha ma kasabat, wa’alaiha maktasabt”, fikiran juga adalah beban kemampuan, kan engga semua orang dibawa kepada fikiran yang sama, seperti engga semua orang berada pada kekayaan sama, kekuasaan sama, ada kadar-kadar yang hrs dijalani,
jika hendak bercerita-berceritalah, perhatikan agar jangan menimbulkan persepsi fitnahan, yang akhirnya menimbulkan penghujatan,
Misalnya presiden, raja atau apalah namanya sholat di mesjid, disinikan ada kefisikan/ dzhohir ada juga non fisik/ batin, tindakannya sendiri bentuk dzhohir, sedangkan ukurannya ada pada nilai batin, lha ya wajar-wajar saja fisik-fisik merajakan fisik lainnya, seperti mengibukan ibu, membapakkan bapak, meng abangkan abang dll…yo..peace..
memang sih semua orang sederajat….
tapi masa mau ngadep presiden pake sendal n pakean compang camping? presiden nya aja pasti rapi… moso tamunya dekil???
kalo masalah sholat ya biar di depan wae lah, walopun ga wajib, tapi ya biar gimannaaaa getooh… hehehe
penampilan rapi itu kan indah. berpenampilan positip itu penting, mendatangkan doa bagi yang bersangkutan… ok?
komen rada OOT :
joerig berarti termasuk dong ….
… tapi yg bisa manggil joerig bukan manusia yg lebih hebat dari Tuhan, tapi manusia yg terjerat keisengan joerig … hehehehehe
komen ngga OOT :
kadang menghormati seseorang seringkali dianggap “menuhankan” orang tersebut …
@Kikie
di tulisan diatas apa ada anarki anarkinya ya?
@Geddoe
Thank You
@Zal
Peace juga!
*Mikir sampai pusing, unsur mana yang mengandung fitnah*
@savikovic
*Tiba tiba saya teringat ceramah mantan dosen saya yang juga menuhankan kerapian*
@Jurig
Yang bisa manggil jurig versi wordpress mah ya artikel dahsyat macam saya ini. Ho ho ho
Gimana dengan menghormati yang berlebihan?? karena menurut saya menghormati bukan berarti menuruti secara membabi buta
Kalau duit gmn ya?
Waw!goedh……goedh…goedh…
btw,nyindir saya amat ya?kekeke
Jujur aja…setelah kuliah hampir 2 taon dijurusan saya saat ini (dan 1 tahun di jurusan sebelumnya), saya make sepatu baru beberapa minggu yang lalu…karena kesadaran pribadi sih…kalo make kaos oblong warna item, sampe sekarang masih…nyaman aja sih.
Di kampus saya, ada peraturan untuk tidak memakai kaos oblong dan sandal / sepatu sandal di tempat2 tertentu. Nah, saat itu ada mahasiswa pertukaran asal korea (cmiiw) yang mau masuk ke Gedung Rektorat tapi dihadang sama sekyuriti, dikarenakan Mas Korea tersebut memakai celana pendek. Nah, si Mas juga ngotot mau masuk karena disitu kan tidak ada peraturan dilarang pake celana pendek…
nah Lho…bingung Mr.sekyuriti njelasinnya…lha wong kulturnya emang beda kok…
Menurut saya pribadi, otak emang lebih penting daripada penampilan. Biarlah pake kaos oblong asal otak encer…
Tapi penampilan bisa menjadi sangat penting ketika ternyata gara – gara penampilan yang asal,kita dikasih nilai E (tentu saja ini berlaku untuk orang – orang tertentu di tempat2 tertentu juga). Ya nggak salah yang ngasih nilai juga sih…wong yang ngasih nilai kan punya *kuasa* sendiri dalam ngasih nilai mahasiswanya, betul?
btw, nomor utnuk manggil gendruwo,maklampir, dkk brapa sih?mas farid punya ga?saya ada perlu bantuan…buat nyetop semburan Lumpur Lapindo@Deking
Wah nda tau tuh Mas. He he he
@Chiw Imudz
Ga tau tuh cara manggil yang begituan
Tapi kalau masalah kerapian, saya mah benci kerapian, apalagi kerapian yang terlalu dipaksakan dan diada adakan, seperti sugesti bahwasanya rambut pendek adalah rapi, emangnya gondrong ga bisa rapi??????
Emang sich punya kuasa sendiri untuk ngasih nilai, tapi kalau ngasih nilainya semena mena gimana????
Iya. Ulama memberi maklumat azab lebih dahsyat daripada tuhan-Nya.
Ulama lebih ganas dan beringas daripada Tuhan-Nya.
Jadi pendukung Tuhan-Nya jauh lebih hebat daripada Tuhan itu sendiri.
@Death Berry
Luar biasa
Kan judulnya Yang Lebih Hebat dan MahaKuasa Daripada Tuhan?
iya tho?
Ya ya ya……..
Numpang OOT
waw…Lagi OL neh…
saya juga biz OL sama Antobilang&Shan-in??????????????
Mana? Kok ga ada di YM?
masa?masa? profesor_mars@yahoo.com masa ga ada?harusnya ada donk…
hehe5005x…pormosi-pormosi…Iya iya, udah masuk kan Neng…..
sabar ya…….saya lagi posting, ntara aja buka YM nya
errr…buat sebagian orang, uang adalah tuhan. sepertinya begitu…
Ya, bahkan mereka sampai sampai diperbudak harta
Ampun mas….kemarin saya baca bid’ah bid’ah an gitu…koq saya pusing ya bacanya….mana yang bener mana yang salah….ah males ah…pusing…nanti salah filih aliran….di bid’ah bid’ah kan…
He he. makanya jadi makhluk tuhan yang baik dan alim aja. biar hidup tenang……
Huahahahahahaha… .
Keren, keren. Tumben, tulisannya Islami? Wah, boleh nih kalo dimasukkan ke majalah Asy-Syari’ah atau salafy.or.id, Huahahahaha…
Gedubrak-gedubrak Fyuuuhhh …. Huahahahaha … kagak … hahaha … bisa … hahaha … berhenti ketawa. Hahaha….
Benar. Kemarin saja Zidane main bola harus pakai batik.
@Fauzan.sa
Wah Islami ya? saya padahal ga niatan nulis ini agar berbau agama tuh
@Debe
He he he. itulah manusia manusia yang lebih hebat dan mahakuasa daripada tuhan
hihihihi.. jadi kena deh…
tapi kayaknya diatas tuh masih kurang banyak deh. kalau kajian membahas tentang kalimat tauhid itu laaillahaillallah.. dst.. disitu ketika kita membahas makna ilah ternyata sangat luas maknanya..
semisal yang ditaati, yang ditakuti dst. Bukan hanya definisi selama ini di terjemahan2 Al Quran yang berarti sesembahan.
so bisa jadi dosen antum yang galak adalah ilah antum? bisa jadi mobil mewah mercy antum adalah ilah antum juga?
disinilah tauhid keimanan kita akan betul2 diuji
syukron katsiir
http://www.tonitegarsahidi.cjb.net
Saya ga pernah takut sama dosen saya, biar galaknya bagaimanapun juga. dan saya sudah buktikan itu.
Saya bukan orang tajir yang sanggup beli begituan
Mari kita uji…..
Gue suka gaya loe