Sebuah percakapan di daerah sekitar tempat ibadah kampus, ada dua orang manusia seangkatan saat sama sama disiksa dalam neraka dunia bernama kuliah. Si A merupakan manusia yang dicap bejat dan nakal sementara yang satu lagi si B, yaaaa katakanlah anggota organisasi keagamaan yang lumayan meresahkan sering melakukan dakwah di kampus dan sekitarnya
Si B: Assalamualaikum ya akhii, apa kabar antum?
Si A: Ya baik baik saja….
Si B: Bagaimana hubungan antum dengan pacar antum?
Si A: Yah, begitulah, baik baik saja
Si B: Kapan menikahnya?
Si A: Saya?
Si B: Iya, antum
Si A: Saya sama siapa?
Si B: Ya antum dengan pacar antum
Si A: *Membatin* akh, kukira bagi kalian pacaran itu halom haram, bahkan sampai diucapkanpun haram
Si A: Oh, kalau itu belum ada rencana sich, kan saya dan pacar saya masih kuliah
Si B: Menikah kan tidak perlu menunggu selesai kuliah dulu?
Si A: Iya sich, tapi saya memang belum kepikiran sampai situ, pacar saya sekarang juga belum kepikiran, kami mau menyelesaikan kuliah dulu
Si B: Ya akhii, pacaran itu haram, bikin dosa sebaiknya cepat cepat menikah
Si A: Ya saya tau kok, gini gini juga saya lulus kuliah agama
Si B: Lantas kenapa tidak segera menikah?
Si A: Ya belum yakin aja, lagian nanti bini saya mau dikasih makan apa? Kan kami sama sama belum kerja. Belum lagi kalau punya anak. Lalu juga acara pernikahan yang mahal dan merepotkan itu.
Si B: Pernikahan kan tidak harus selalu mahal dan merepotkan, cukup ijab qabul dan terpenuhi syarat syarat syahnya.
Si A: Iya itukan kata dan fikiran kamu, tapi masyarakat taunya pernikahan harus dirayakan dengan pesta mahal dan merepotkan, meski alasannya adalah publikasi
Si B: Pernikahan itu ibadah ya akhii
Si A: Iya saya tau kok, tapi rasanya saya memang belum siap, terutama secara materi
Si B: Nanti lama kelamaan pacaran antum bisa terjebak zina
Si A: Ah, ga juga, saya bisa menjaga hubungan saya dengan baik. Kalaupun berhubungan sexual juga saya sudah terlatih untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam. Sehingga mencegah kemungkinan hamil
Si B: Menjaga bagaimana maksud antum?
Si A: Ya menjaga supaya ga kebablasan
Si B: Tapi banyak mudharatnya ya akhii, banyak bikin dosa
Si A: Saya juga ngerti dosa, sorga dan neraka. Tapi kita punya urusan masing dan dosa masing. Emang kalau saya masuk neraka situ mau nemenin?
Si B: Jelas saya tidak mau masuk neraka, tapi sebagai sesama muslim kita juga harus saling mengingatkan. Ingatlah………….“jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Si A: Iya saya juga jaga diri kok, saya bukan maling, apalagi sampai korupsi uang rakyat, bukan tukang perkosa, bukan tukang palak, kalau mabuk juga ga pernah malak, bunuh orang atau bikin rusuh, dan tidak pernah mengganggu keamanan dan ketertiban dengan misalnya teriak teriak tegakkan syariat Islam.
Si B: Apa maksud akhii dengan “teriak teriak tegakkan syariat Islam”?
Si A: Ya saya sebagai warga negara yang baik tidak berlaku seperti itu, mengingkari keberagaman agama, adat dan budaya, sampai sampai berdemo hingga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan berkendara para pengguna jalan.
Si B: Tapi syariat Islam adalah wajib ya akhii
Si A: Emangnya saya ga tau? Tapi apa Nabi pernah memaksakan kaum Yahudi keparat dan Nasrani itu untuk jadi Islam?
Si B: Memang tidak pernah ya akhii
Si A: Lantas? Apa antum tidak tau kalau yang suka memaksakan kehendak itu adalah kaum Yahudi dan Nasrani itu, kalau kalian kalian yang Islam juga suka memaksakan kehendak, apa bedanya kalian dengan mereka? Atau kalian memang suka dikatakan sama dengan mereka?
Si B: Tentu tidak, kita umat Islam adalah rahmatan lil alamin
Si A: Kalau masih suka memaksakan kehendak dan menggangu orang lain apa kalian masih rahmatan lilalamin?
Si B: Kami tidak pernah memaksakan kehendak…
Si A: Iya saya tidak bilang kamu dan organisasi kampus tempat kamu bernaung, yang saya katakan mereka yang suka demo teriak teriak syariat tegakkan syariat Islam itu.
Si B: Kami juga selalu aktif dan bergabung bersama sama sudara saudara kami itu dalam usaha dan perjuangan tegakkan syariat Islam
Si A: Kalau gitu kalian juga suka memaksakan kehendak?
Si B: Tidak ya akhii…
Si A: Oh ya? Bagaimana dengan paksaan organisasi kalian waktu mentoring dulu? Saat saya mau menjenguk keluarga saya mereka tidak memperbolehkan saya dengan alasan mentoring adalah wajib. Tuhan saja memberi dispensasi buat beribadah, kalian malah tidak. Apa kalian sudah merasa lebih hebat dari pada tuhan?
Si B: Astagfirullah, istigfar ya akhhii. Sadarlah, antum sudah tersesat terlalu jauh
Si A: Ya terserah saya mau tersesat atau bid’ah. Tapi yang jelas saya bisa membedakan diri dengan kaum yang suka memaksakan kehendak. Sekali lagi saya katakan ibadah dan amalan saya itu urusan saya dengan Pencipta saya. Sedangkan kebenaran yang lainnya itu selalu absurd, apalagi kalau hanya kebenaran versi manusia, kelompok dan golongan.
Si B: Nampaknya kita sudah berdebat terlalu jauh keluar dari topik
Si A: Ya situ juga yang mulai duluan…..
Si B: Pokoknya™ kamilah yang paling benar tegakkan syariat Islam!
Si A: Ayo! Gini aja deh, gimana kalau kita lakukan dengan cara sama rata sama rasa
Si B: Maksud antum?
Si A: Iya kamu tau syahadat kan? Tau sholat lima waktu kan? Tau puasa, zakat, dan Haji kan? Apa ada beda antara syahadatnya orang Arab dengan orang India sampai orang Belanda dan orang Cina? Makanya kalau kita mau tegakkan syariat Islam harus semuanya sama, cara ibadah sama, baju sama, jumlah harta juga sama. Cuma bentuk tubuh dan wajah yang tidak sama
Si B: Sama rata sama rasa itukan komunisme ya akhii, komunisme itu kafir
Si A: Itu kata siapa ya? Kata orang orang ORBA? Kata orang orang beragama?
Si B: Yang jelas komunisme adalah haram, bahaya laten, kafir!
Si A: Kaya pelajaran PMP dan PSPB aja, kita ini mau ngomongin agama, ngomongin Islam, ngomongin sejarah. Apa mau ngomongin ideologi negara?
Si B: Kita sudah terlalu jauh melenceng
Si A: Udah saya Antobilang yang duluan siapa? Mau balik lagi ke topik pernikahan tadi? Yang jelas saya belum siap, kalau saya menikah tanpa kerja apa bukannya saya menyengsarakan orang tua dan keluarga saya? Orang tua saya masih harus menanggung saya, masa saya tambah dengan tanggungan baru yaitu istri saya? Lalu cucu pertama, kedua ketiga dan seterusnya? Apa bukannya saya malah jadi anak yang merepotkan? Kalau tidak mau dikatakan menjurus kepada durhaka?
Si B: Sudah hampir adzan ya akhii, mari kita sholat terlebih dahulu
Si A: Ayo…..tapi diskusi kita gimana nich? Apa mau dilanjutkan nanti setelah sholat? Biar saya tunggu
Si B: Kami tidak diperkenankan berdebat dengan orang jahil…..apalagi dengan orang yang tidak berilmu…..
Si A: Ilmu itu apa sebenarnya? Apa kamu tau apa itu ilmu?
Si B: Sudahlah, kami tidak suka berdebat dengan orang jahil…*sambil ngelonyor pergi*
Waduh ini beneran nih dialognya.
yeah, sebagian benar, sebagian ngarang dan sebagian hasil modifikasi
file>>> save as>>> bikinan farid
bacanya entar aja ah…panjang bener…
eh,ko mirip postingan baru saya??
KELIMAXX!!
(Udah lama nih ga beli PERTAMAX dan sodaranya)
Apa si A itu masih bisa disadarkan? Kok kayaknya udah parah gitu…
diskusi panjang nan melelahkan
Ya akhi, Pokoknya™ pacaran itu harom!
Apa inti perdebatan? Tanyakan nurani *halah!*
Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira « Parking Area | kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/06/16/syariat-itu-tidak-segampang-yang-elu-kira | IP: 72.232.131.9
[…] Si A: Ilmu itu apa sebenarnya? Apa kamu tau apa itu ilmu? Si B: Sudahlah, kami tidak suka berdebat dengan orang jahil…*sambil ngelonyor […]
Jun 16, 1:38 PM — [ Ubah | Hapus | Tak disetujui | Setuju | SPAM ] — Akhi, Hentikan Perdebatan dengan Orang Jahil!
lucu yaa,,
sepertinya “untukmu agamamu, untukku agamaku” jadi berlaku bagi sesama muslim juga…
kan bisa di rubah jadi:
“untukmu pahammu, untukku pahamku”
*kabooor lagi*
@Chika
………….
@Mansup
Wah nda tau ya, kalau duluan saya ya jelas hak saya dong
@p4ndu_Falen45
*uhuk uhuk*
@klikharry
*nyapu keringat karena lelah*
@Destiutami
*Nyari nyari hati nurani buat ditanyain*
@isez
Gimana kalau untuk mahzabmu, untukku jangan kau paksakan mahzabmu?
@Danalingga
*nangkap dana supaya jangan kabor*
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Di dalam agama Islam, tidak mengenal istilah pacaran. Baik dalam alasan apapun, karena didalam hukum Syariah Islam sangat jelas hukumnya. Bahwa dua orang berlawanan jenis kelamin yang bukan muhrimnya dilarang saling berjumpa. Dan barang siapa yang melanggar peraturanya terdapat ganjaran yang setimpal dari mahkamah Syariah yaitu dihukum RAJAM sampai mati.
Allhamdulillahirabbil allamin ya allah …
Sebuah kemuliaan bagi mereka yang menghukum hamba Allah yang telah melakukan perbuatan zina. Dan surga merupakan ganjaran yang setimpal bagi mereka yang menghukum umat manusia yang melakukan perbuatan zina.
Insya Allah meridhoi perjuangan sohib ana dari FPI, Hisbuthir Indonesia, Majelis Mujahidin Indonesia dan ormas islam yang terkait dalam memasukan Syariat Islam menjadi dasar nergara Indonesia yang Islami sehingga tidak ada tempat bagi mereka selain mengikuti ajaran dan syariat islam sebagaimana mestinya
Amin ya Rabbal allamin
Alangkah indahnya Indonesia dalam Syariat Islam. Kita tidak berada dalam dosa akibat melihat wanita yang bukan muhrim menebarkan auratnya. Dan setiap muslimah tidak akan keluar dari rumahnya tanpa ditemani oleh muhrimnya. Karena bila sampai mereka melanggar, Alhamdulillah hukum cambuk akan membuat para wanita tersebut menjadi jera.
Marilah kita bersama sama memperjuangkan syariat islam agar tidak ada satupun tempat bagi umat manapun untuk melakukan perbuatan zina dan dosa.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
Walah, panjang benar.
Hmmm…Save as™. Baca kemudian.
Mampoesss!!!
Faaarriiidddd….. Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc tanggapannya manteb tuuhh…
Tanyai Rid, hukum poligami apa, hukum merokok apa, hukum penceramah terima amplop apa, hukum tokoh agama disowani pejabat korup apa…
Walah, ternyata emang harom. Bertobatlah nak.
ehm… mari kita saling menghancurkan… yuuuk… ga usah ada kasih sayang dan saling menghormati antar sesama pemeluk agama apalagi manusia yg namanya perempuan… ga usah dikasih kesempatan keluar rumah jd dokter atau pengusaha… berani2 bekerja nyupir sendiri ke kantor, cambuuk saja…kecuali bapake mau nemenin terus… mengawal masuk ke ruang operasi klo perlu dokternay harus operasi…
Assalamualaikum,
Kalo saya mah, mending cari kerjaan yang mantabs bin halal dulu. Urusan nikah itu, bagi saya, tidak harus terburu-buru. Saya setuju ama Mas Fourtynine kalau menikah (baik event sebelum, saat, dan sesudah upacara) tuh enggak bisa kesusu, despite the reason that menikah itu ibadah. Iya, emang betul nikah itu ibadah. Tapi, bila hati dan materi belum siap, apakah ‘ibadah pernikahan’ itu akan berjalan sesuai aturan?
Bukannya saya pesimis, tapi menikah di jaman sekarang ini tidak lagi cukup bermodalkan iman. Iman memang faktor utama, namun harap diingat bahwa kita tidak akan bisa menjaga perut anak-anak kita tetap kenyang hanya dengan modal cinta.
Kalau masalah Syariat Islam dalam Demokrasi Pancasila…well…saya belum berani untuk berkomentar.
Peace & Cheers 2 all
Wassalam
kalian termasuk orang2 yang zalim kalo pernikahan kalian justru merepotkan orang2 di sekitar kalian!
hohohohohohohohohohohoho…
@Ahmadsarwat
Pa, gimana dengan yang <strike>kafir</strike> non-muslim? apa kita harus paksa juga mereka jadi sama dengan kita? kalau kita main paksa, bukankah kita akan sama dengan kaum Yahudi dan nasrani yang suka memaksakan kehendak??? Ini indonesia yang isinya banyak tuhan pa, bukan cuma satu tuhan
@Mansup
Judi kalau menang hukumnya apa??
Halom…….
@Danalingga
bailah saya akan segera bertobat@Bu Evy
Ampun ampun, itu bukan ide saya, saya kan ga sauka maksakan kehendak
@Nanas
*Mangut mangut
sambil elus elus jenggot*@Joe
maksih. makasih atas ceramahnya ya akhii
dan yang ini
apa bener si B ngomong gini,Mas Farid?
iya Bu Evy! Jangan sampai ada insinyur wanita yang cerdas dan cakep
seperti si chiwberkeliaran di pelabuhan buat nginspeksi kapal!jangan samapai ada dosen yang menarikseperti si chiwmengajar di kelas yang kebanyakan penduduknya laki – laki, kecuali suaminya ikutan ngajar.*capek bayangin*
@chiw imudz
Hanya dari ekspresi wajah, bukan lewat kata kata. lagian……..
Saya udah putus dengan pacar sayaUps…sorry to hear That…
ko jadi ajang curhat gini si…
Sorry om Farid…Sorry…nyampah bentar…
ga lagi deh…
..mungkin bisa gampang kalau hati si empunya membuatnya menjadi mudah – insyallah Alloh memudahkan mereka yang bersungguh-sungguh.
Seneng baca postingan ini,meski panjang jadi peringatan buat kita
Salam hangat dari afrika barat…
Terima kasih banyak atas kunjungannya
Ya mudah mudahan saja jadi mudah………apanya yang mudah ya????
@chiw imudz
Ga perlu bilang sorry neng, ga papa kok
yee…jenggot doang yang dielus. Yang lain dong
Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira…
Bener tuh! manjangin jenggot aje kudu pake arabian oil. Lepek..lepek deh
*sambil makan “teng-teng”..*
emangnya.. sebegitu susyahnya ya…. udah…
bakar aja..
Dengar, dengar… Barangsiapa yang menjumpai janda-janda tua yang berpeluh mencari nafkah buat keluarga besarnya (tanpa ditemani muhrim tentunya), harap DICAMBUK! Sebab menurut fatwa-fatwa yang saya dengar, dengan mencambuk janda-janda yang sedang mencari sesuap nasi itu, kita akan masuk surga. Jandanya? Ah, neraka, tentu saja. Berani-beraninya…
Tidak adil? Ah, jangan mendewakan akal…
@30
Lantas ngelus apa????
@31
Busyeeet
@32
weisss, apanya yang dibakar????????
@33
baiklah ya akhii……kami tidak akan mendewakan akal
lho lho?! ko jadi ngomongin wanita yg menebarkan aurat si? ndak ada contoh lain pak? (ah banyak juga ko orang bersorban putih-putih dengan celana kain menggantung + berjenggot ngelirik cewe2 pake baju ketat….) eh eh…mangnya klo udah mati bawa-bawa gelar “ustadz” sama “haji” yah?
ane setuju pacaran itu haram ram ram dan seram! lebih baik tanpa komitmen tapi hubungan badaniah jalan terus asal nggak bayar wa ha ha ha ehem. tapi ingat air bisa kemana mana asal botolnya tetap kembali!
@37
Teman tapi meseum maksudnya?
Kok seru sekali ya …. saya jadi kangen mbaca postingannya wadehel, sayang dia sudah ‘mati’.
komen saya di atas untuk Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc
**nunggu dibales sm orang yg bersangkutan
@Paijo
hoho……mirip wadehel ya???
@Gessh
*Ikutan nungguin…………..*
bagus bagus….
kebetulan baru baca postingnya mansup.
komen utk utk no. 13.
emangnya Islam harus gelimangan darah terus ya pak ustadz ?
diskusi yang muantap…. mudahkanlah…. Allah memberikan kemudahan dan tidak ingin menyukarkan hambaNya….
@Agorsiloku: Terima kasih mas………..Semoga selalu menjadi mudah. Memang Allah selalu memberi kemudahan, jangan kita yang menjadikannya sulit.
*Ngawur lagi ngomongnya, jadi malu sama Mas Agor*
He..he..he…saya lebih suka dengan cara pandang yang berbeda, bukan sekedar hitam dan putih.
Eits, masalah nikah nih?! oalah saya
jugamasih belum mampu utk. ngempaninnya tuh, kira-kira mau dikasih makan apa ya?!Dan disana, Tuhan, kayaknya tersenyum saja melihat mereka yang mau men-syariat islam-kan negara…..
“Kenapa Tuhan tersenyum?” kata seseorang.
“Karena ternyata ada yang membela Tuhan dengan begitu lucunya,” jawab lainnya.
He he he he
Sugeng : Nah, itulah Mas, kenapa nikah sulit????
Mrtajib : Wah, politik membela Tuhan ya Kang?
gak jelas siapa si A dan siapa si B. seperti dongeng atau drama saja. apa yang ingin dicapai dari postingan di atas? mengajak mengenal agama? atau saling nasihat-menasihati? atau hanya ungkapan kekesalan saja? ck..ck..ck.
Mampoesss…! Tuh dengerin!
gak jelas siapa yang anda kritik dan siapa yang anda maksud. seperti komen OOT saja. apa yang ingin dicapai dari komen anda? mengajak mengenal agama? atau saling nasihat-menasihati? atau hanya sekedar komen daripada ga komen saja? ck..ck..ck….
Bukti bahwa anda ga membaca dengan baik, apa membacanya loncat loncat??
Ini kisah nyata kok…
Anggap saja semuanya, sekalian mengajak anda, dan mungkin siapa saja yang ga mau make anugrah Yang Maha Benar yaitu OTAK.
Gimana? Clear?
@Geddoe : Iya iya, saya dengerin, dah saya baca sampai habis tuh………
baca juga deh artikel keren nih : http://embun-hibban.blogspot.com/2007/07/membunuhku.html, dapet link dari cewek Aceh yang aneh
Makasih mas Passya….
baca artikel diatas jadi inget “masa-muda” dulu.
mau ‘ngeyel-ngeyelan’ sampe botak juga ga selese2, qiqiqi.
pas ketemu lagi saling menyesal…(sambil ketawa bareng sampe nangis) *halah .. curhat*
@Mocha

Endingnya dari cerita anda kayanya bagus tuh
Woihhh …
Bagus nich topiknya …
Sampai ada yg mengeluarin Nama Geng, pangkat Tuhan dan Ilmunya.
Woihh… Keren …
Tapi sayangnya aq cuman takut sama Boss-nya Jagad Raya.
hihihihi
orang yang pemahamannya parsial, kok ngomongin Syariat Islam…..
jadi deh gitu kayak yang bikin cerita diatas….
ADA YANG NGOMONG KLAU JENGGOT PANJANG TU BISA MASUK SURGA YA AKHI??????
ABIS GINI HARI RAYA KORBAN LOOO….. HARAP HATI-HATI MA ORANG YG BERJENGGOTAN NTAR DI SEBELIH LU…. TAPI GA’ PA2 KQ KAN KATANYA PAK USTAD EMBEKNYA MASUK SURGA.HE HE HE