Agama, Islam, dan Kesamaannya Dengan Komunisme

1. Background

Latar belakang penulisan saya kali ini adalah sebagai sarana menumpahkan semua ide yang selama ini bersemayam di dalam otak dan hati saya. Sekaligus juga saya tujukan untuk menanggapi postingannya Death Berry.

Kenafa tidak fokus pada satu tujuan? Jelas supaya hemat postingan. Meski konsekuensi yang bakalan ditanggung adalah isi postingan yang akan memanjang, bakalan membosankan buat pembaca, ataupun membuat pembaca melakukan fast ineffective reading, untuk kemudian berkomentar out of topic maupun langsung menghujat dan mengkafirkan, dan yang paling parah…. tidak berminat sama sekali untuk membaca.

Maka dari itu, buat anda yang merasa belum siap mental, belum siap fisik, ataupun sudah siap fisik dan mental namun sudah mau muntah karena bosan, maka tidak usyah memaksakan diri untuk membaca lanjutan dari tulisan saya yang tidak bermutu ini.

2. Problem Limitation

Rangkaian huruf huruf yang saya rangkaikan mudah mudahan akan membentuk kata kata, frasa, dan kalimat kalimat yang akan menjelaskan beberapa pandangan saya tentang Islam dan Komunisme. Yang perlu anda ingat adalah saya akan berbicara Islam sebatas pengetahuan saya. Maka kalau anda anda sekalian menilai saya bodoh dalam beragama, khususnya Islam. Maka saya katakan : Ya saya memang bodoh, saya ga hafal Al Qur’an dan Hadist apalagi sampai riwayat riwayat dan nasehat lain, kemampuan saya dalam membaca juga menulis huruf arab sangatlah buruk. Maka hal itu saya rasa sudah cukup buat mengatakan saya sebagai makhluk bodoh dalam agamanya. Jika hal hal tadi yang dijadikan patokan dan standarisasinya.

Silakan, silakan siapa saja dari anda berfikir dan seperti itu. Hanya saja anda semua tidak berhak melarang saya untuk menuliskan apa yang saya ketahui dan yang saya fahami. Maka yang anda bisa lakukan adalah memberikan masukan, tambahan, usul, saran, ataupun pertanyaan dan pembahasan, atau mungkin hujatan dan pengkafiran.

Namun lagi, anda sekalian tidak berhak marah kalau semua usul dan saran anda tidak saya kabulkan atau tanggapi, begitu juga jika jawaban saya tidak memuaskan. Ataupun jika saya mampu berargumen yang kesannya mampu mengalahkan argumen anda ataupun membuat saya terlihat lebih ganteng dari yang lain maupun memberikan kesan bahwasanya saya lebih intelek daripada anda.

Di judul, saya cantumkan agama, sementara yang saya bahas adalah Islam dan komunisme, ga ada agamanya. Nah, untuk yang satu ini saya klaim bahwasanya kata “Agama” digunakan sebagai judul agar kiranya menjadi pelengkap. Bahwasanya agama itu bermacam macam, dan salah satu diantaranya adalah Islam, dimana Islam itu yang akan saya telaah.

“Apa sich Islam? Apa sich Komunisme? Lalu apa sich kesamaannya antara Islam dan Komunisme?”. Maka izinkanlah saya membahasnya. Semua bahasan saya sekali lagi saya katakan hanya sebatas kemampuan diri saya sendiri. Bahkan mungkin semungkin mungkinnya tidak akan mencantumkan ayat ayat ataupun kutipan fatwa ulama ulama manapun.

3. Definition of Key Terms

Islam. Yang saya maksud disini, atau mungkin dititik beratkan adalah unsur utama dalam Islam itu sendiri yaitu lima rukun Islamnya. Adapun lima rukun Islam yaitu: Syahadat, Sholat wajib 5 waktu. Puasa, Zakat, dan yang terakhir berhaji ke Mekkah bagi yang mampu.

Komunisme. Yang saya maksud di sini bukanlah komunisme seperti yang selama ini digadang gadangkan sebagai ajaran sesat, atheis maupun ajaran ajaran yang merupakan bahaya laten. Maupun ajarannnya Karl Marx, Lenin, ataupun faham Sosialis dan kekiri kirian lainnya. Namun yang saya maksudkan adalah Komunisme secara bahasa. Asal kata dari komunisme kalau saya tidak salah kaprah adalah:

Communal: Shared or done by all members of a community. Involving the sharing of work and property.

Community: The condition of having certain attitudes and interests in common. Joint ownership or liability.

Sementara arti kata “Communism“ dalam kamus sendiri adalah:

A movement based on the joint ownership of all property.

4. Islam and Communism

Dimulai dari rukun Islam yang pertama: Syahadat, pernahkah anda dengar bunyi syahadat yang beda antara umat Islam? Saya rasa tidak. Syahadat ya begitulah bunyinya yang harus diucapkan, bukan diganti dengan yang lain. Bahkan saya yakin, para pejabat pejabat korup yang tukang embat dan sunat duit negara itu, kalau kebetulan kolom agama di KTP nya Islam. Kalau disuruh syahadat mereka pasti dengan lancar mengucapkannya, dan bunyinya juga pasti ga ada bedanya dengan seorang hitam legam tinggi besar dari Afrika, maupun muslim berambut blonde dari Eropa.

Kesamaannya dengan komunisme? Saya rasa, dari kata kata dan kalimat tentang definisi komunisme dan dan komunitas diatas semuanya sudah bisa tertangkap. Namun biarlah saya tambahkan dan paparkan lagi. Shared or done by all members of a communiy. Lho? Mutilasi kata kata dan kalimat? Engga. Ujung kalimat maupun seluruh kalimat itu masih bisa disandingkan secara penuh.

“Dimiliki bersama atau dilakukan bersama oleh seluruh komunitas.” Apa yang dimiliki? Islam itu sendiri. Islam beserta seluruh ilmu ilmu yang terkandung di dalamnya, dan hanya dengan syahadat (harusnya) seluruh muslim bisa belajar tentang ajaran Islam tanpa harus takut takut, dan tidak bakalan sampai dipersulit. Apa yang dilakukan bersama oleh seluruh komunitas? Ya jelas syahadatnya itu sendiri. Kalau mau dianggap komunitasnya orang Islam alias muslim ya harus syahadat.

Meski kenyataannya banyak yang menganggap syahadat saja tidak cukup untuk bergabung dalam komunitas eksklusif mereka, misalnya dengan mewajibkan seluruh membernya berjenggot dan berbaju ala padang pasir. Yang jelas hal ini hanya dilakukan oleh sebagian oknum. Semoga mereka bisa menyadari kembali bahwasanya semua umat Islam itu bersaudara. Kenafa harus menolak saudaranya saat ingin berkomentar dan sedikit berdebat di blog milik beberapa orang yang nguknya Muslim sejati memasuki rumah miliknya hanya karena dia memiliki sedikit perbedaan sudut pandang dengan anda?

Sama memang harus sama. Tapi bukan juga berarti harus total sama, ada beberapa hal yang tentu tidak akan sama dan tidak akan pernah sama seperti misalnya usia, kecerdasan dan wajah. Nah kalau yang ini, mungkin ini yang sering disebut sebagai perbedaan sebagai rahmat.

Rukun Islam kedua: Sholat. The condition of having certain attitudes and interests in common. Harus diakui bahwasanya masih banyak umat Islam yang malas sholat. Makanya yang mau itu hanya yang tertarik, merasa perlu, terpaka, atau memang benar benar membutuhkan.

Masalahnya sekarang adalah perbedaan bacaan dan gerakan, ataupun jumah rakaat maupun dalam hal penentuan hari raya, dimana masalah masalah seperti ini sering menjadi jurang pemisah. Dan yang lebih edan lagi, kadang kadang yang saling berbeda itu ngotot bahwasanya masing masing adalah yang paling benar. Hingga sering terjadi bentrokan, sayangnya karena doktrin yang demikian maka hati pun tertutup alias fanatik. Saat kebenaran dan fakta meyakinkan datang, fanatisme mendorong dirinya untuk menolak sodoran dari saudaranya.

Maka bagusnya begini saja, karena sholat bahkan ibadah itu adalah urusan masing masing antara manusia dengan tuhan, maka seperti halnya kata almarhum Wadehel, mari kita sepakat untuk tidak sepakat. Yang mau sholat subuh pakai Qunut silakan, yang engga juga silakan. Tapi nanti kalau sudah bertemu interests in common selanjutnya, maka ga usyah melebarkan perbedaan pun juga menebarkan kebencian. Karena masih banyak persamaan yang bisa di pelihara ketimbang menumbuhkan dan membesarkan perbedaan.

Rukun Islam ketiga: Puasa. Shared or done by all members of a community. Syarat dan ketentuan bagi yang diwajibkan berpuasa kan sama, trus waktu berbuka puasa juga tidak berbeda diseluruh dunia. Yaitu berbuka saat….? saya yaklin anda sudah tau kapan waktunya berbuka puasa. Soal perbedaan yang ada masalah waktu berbuka puasa, seperti misalnya perbedaan GMT yang membuat Muslim di Papua buka puasa lebih dahulu ketimbang saudara saudaranya di Jakarta, itulah perbedaan yang merupakan rahmat. Dimana dengan mengetahui dan mempelajari perbedaan tadi akan didapatkan satu persamaan yaitu… sama sama mengetahui bahwasanya banyak ilmu pengetahuan yang tersimpan dalam ajaran Islam, termasuk pelajaran mengenai matahari, bumi, dan bulan.

Rukun Islam keempat: Zakat. Joint ownership or liability. Involving the sharing of work and property. Sama kan? Berbagi, berbagi pada saudara saudara yang membutuhkan, berbagi tanggung jawab untuk membantu fakir miskin dan anak yatim. Bahu membahu mendata yang membutuhkan, mengumpulkan zakat, kemudian membagikannya pada yang tidak mampu.

Maaf OOT bentar. Ada yang bisa bantu saya ga? Begini… Kalau tidak salah saya pernah mendengar kisah dimana seorang sahabat Nabi/Khalifah yang berhasil memimpin rakyat di suatu daerah yang asalnya merupakan daerah penerima zakat berbalik menjadi daerah yang tidak lagi layak dizakati karena rakyatnya sudah pada makmur semua. Bener begitu ya ceritanya? Kalau benar, yang bisa saya tangkap dari kisah itu adalah kedermawanan dan berbagi tanggung jawab dapat meringankan beban, serta akan menguatkan umat. Bukan seperti sekarang dimana umat Islam sudah tidak begitu mau untuk saling berbagi, bahkan sudah berubah jadi kapitalis!

Rukun Islam kelima: Haji (bagi yang mampu). Shared or done by all members of a community. Ada sangkalan tentang persamaan ini? Dimana semua calon haji melakukan kegiatan yang sama, berpakaian sama, menjalani rute yang sama. Kalau saat naik Haji seluruh umat Islam di dunia bisa damai, kenafa saat udah pulang Haji dan diluar Haji umat Islam ga bisa damai? Sehingga menjadi umat yang tertinggal. Padahal sudah dilatih dan ditunjukkan persamaan dan cara menanggulangi perbedaan dan kesenjangan.

A movement based on the joint ownership of all property. Inilah ciri khas umat Islam dalam perang, saat mereka menyerahkan semua harta benda bahkan jiwa dan raganya untuk berperang di jalan Allah Subhanahu wata’ala. Sekarang ga ada perang, tapi yang ada adalah kehidupan damai. Ini bukan usaha mencari sekutu ataupun rekan sealiran maupun bekingan. Harusnya sich, rekan rekan jutawan muslim itu sadar kalau saudaranya masih banyak yang kelaparan dan kekurangan, dan kalau mereka itu memang pernah syahadat. Mereka bisa merasakan penderitaan saudara seimannnya.

Apakah berarti umat Islam adalah umat yang cengeng dan selalu meminta? Tidak! Semua orang pasti berusaha dan berdoa, meskipun usaha kadang kadang menghasilkan jalan yang berbeda, namun apa salahnya menyisihkan perbedaan (perbedaan apapun itu, baik mahzab, ataupun status sosial) untuk saling bantu, bersatu padu membuktikan bahwasanya umat Islam adalah umat yang kuat dan terpilih.

Ayo buktikan! Dan mari buktikan itu dengan semangat komunisme! Maksud saya semangat persamaan dan kesetaraan serta saling berbagi dan menolong. Dan kenapa juga semangat sama rata dan sama rasa komunisme selalu ditentang? Padahal dengan belajar semangat sama rata sama rasa akan menghasilkan kepedulian sosial untuk berbagi dan saling menguatkan serta bantu membantu buat umat. Namun masih ada saja yang benar benar paranoid dengan komunisme, sehingga mengharamkannya seharam haram haramnya, padahal kita masih bisa mengambil yang baik serta berfaedah, kemudian membuang jauh jauh yang buruk.

Kalau sampai tulisan sok mirip skripsi dan sok intelek ini juga ga bisa dimengerti orang, entah bagaimana saya harus menjabarkan pandangan saya. Mungkin saya bakalan berhenti menuliskan yang model begini? Ga tau juga ya.. kata kata memang selalu bersayap. Kalimat kalimat memang sering bermakna ganda.

Sekalian konfrensi pers buat DEBE. Semoga semua ini bisa menjawab pertanyaan anda. Saya bukan anti agama, saya juga ga berusaha memaksa orang lain untuk menjadi baik ataupun beragama sama dengan agama yang tertulis di kolom KTP saya sekarang. Maksud dari tulisan saya di sini adalah kecenderungan umat manusia yang menyalahgunakan agama, dan itu hanya sekedar penggambaran versi sudut pandang saya, syukur syukur kalau bisa membawa perbaikan. Sedangkan yang di sini, itu juga menurut saya adalah fenomena yang terjadi pada masyarakat sekarang yang ngakunya beragama tapi kelakuan tidak agamis, sampai sampai merasa dirinya lebih hebat dan lebih mahakuasa daripada tuhan, meski untuk tujuan itu dia mengatasnamakan dan memanfaatkan nama tuhan.

Kalau sekiranya tanggapan ini tidak sesuai dengan yang anda maksudkan, maka saya meminta maaf, karena memang saya hanya sebegitulah saya mampu memahami semua postingan anda. Jikalau ternyata makna yang ingin anda sampaikan berbeda? Tentu hal itu biasa terjadi…. sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya. Hidup Komunisme!

About these ads

89 Responses to “Agama, Islam, dan Kesamaannya Dengan Komunisme”


  1. 1 Neo Forty-Nine 22 July 2007 at 22:46

    1

  2. 2 cK 22 July 2007 at 22:55

    Pokoknya Pertamax!!!!

  3. 3 Neo Forty-Nine 22 July 2007 at 22:57

    maksa ni anak…….

  4. 4 cK 22 July 2007 at 23:02

    iya donk bang :P

  5. 5 danalingga 22 July 2007 at 23:39

    wuih komunisme ternyata cantik juga. :mrgreen:

  6. 6 deKing 23 July 2007 at 06:00

    Pembahasan sangat menarik…

    Asal kata dari komunisme kalau saya tidak salah kaprah adalah..

    Communal: Shared or done by all members of a community. Involving the sharing of work and property.

    Community: The condition of having certain attitudes and interests in common. Joint ownership or liability.

    Berdasarkan asal muasal komunisme tsb secara singkatnya komunisme mungkin bisa dikatakan sama rata sama rasa ya
    Saya tertarik dengan kalimat yang ditulis dengan huruf miring di setiap rukun Islam
    Iya ya ternyata kalau ditelaah secara pelan2 memang banyak di antara rukun Islam tsb yg berprinsip sama rasa sama rata.
    Kita lihat hal yg sepele saja…(yg berat sudah dibahas Farid)
    *) Masalah shaf di masjid, semua jamaah berhak untuk mendapatkan shaf paling depan jika memang shaf depan masih kosong.
    *) Masalah aturan besar zakat (dalam hal ini zakat fitrah ya). Semua wajib zakat harus membayar zakat fitrah sama2 2,5 kg bahan makanan pokok.
    Mantep Rid…ternyata setelah punya pacar (lagi) tulisanmu tambah mantep saja hehehe

  7. 7 sikabayan 23 July 2007 at 10:55

    euh… jadi ingat kakeknyah kabayan… pernah berpesan… bodoh kamu kalau cari calon istri yang sehati, sehobi apah sepikiran katanyah…. ngga akan saling mengingatkan kalo sama2 jalan ke arah jurang gituh katanyah teh…

  8. 8 magdalena haiti 23 July 2007 at 11:19

    S I N G W A R A S N G A L A H

    WHAT IS COMUNIST
    sebagai :
    =ORGANISASI….banyak yg bubar, termasuk di rusia .
    =IDEOLOGI……..ajaran keras, anti tuhan, internas.ism.
    =METHODA……..radikal,banyak diikuti organisasi
    ……………………spt hamas, alkaidah, terorist, dll

  9. 9 Luna Moonfang 23 July 2007 at 11:51

    Asal kata dari komunisme kalau saya tidak salah kaprah adalah..

    Communal: Shared or done by all members of a community. Involving the sharing of work and property.

    Community: The condition of having certain attitudes and interests in common. Joint ownership or liability.

    Sementara arti kata “Communism“ dalam kamus sendiri adalah:

    A movement based on the joint ownership of all property.

    komunisme dan communis mempunyai arti yg sangat-sangat berbeda … quote yg diatas adalah ttg communis bukan komunisme/Communism …

    jadi hati-hati dalam mengartikan komunisme/Communism, karena komunisme/Communism adalah ideologi, bukan hanya sekedar way of life …

    communis dan communism hanya berbeda satu huruf, tapi arti & makna-nya mempunyai perbedaan yg lebih besar daripada sekedar satu huruf.

  10. 10 Luna Moonfang 23 July 2007 at 11:55

    nambahin dikit … untuk lebih jelasnya bisa diselami dari postingan2 saya ttg ideologi yg di joerig.wp dan di pokoke.cm …

    saya bukan anti-komunis … maka dari itu saya ingin komunis -dan ideologi2 lainnya- tidak dipelajari dan dimengerti dengan cara yg kurang tepat.

  11. 11 Rizma 23 July 2007 at 12:56

    Ma ga terlalu ngerti bagian komunisnya,, jadi ga bisa kasi komen apa apa buat yang itu,,

    Tapi kalo masalah ke-sok ekslusif-an orang muslim sendiri itu emang udah jadi masalah yang entah kenapa kayanya udah lengket banget ya,, masalahnya kita juga kadang kadang berperan lho buat ngebikin ke-sok eksklusif-an itu jadi tambah parah,,
    Misalnya ada kumpulan anak rohis (apa nama singkatannya ituh? ga inget Ma)di kampus itu,, kadang kadang emang mereka yang menarik diri buat gaul sama sesamanya, kadang kadang juga yang lain memilih buat ga ngedeketin mereka kan,,
    Tapi,, kadang kadang juga udah nyoba buat ngedeketin juga berakhir tragis,, :cry:
    (Ma nih ngomong sendiri,, kena batunya sendiri,,)

    Maap ya Farid,, jadi ngoceh ga jelas,,

  12. 12 Mihael "D.B." Ellinsworth 23 July 2007 at 14:28

    Komunis sih, secara teori cukup menarik. Hanya saja sering disalah-kaprahkan….Dan digunakan untuk hal yang kurang baik.

  13. 13 chielicious 23 July 2007 at 15:56

    hi3.. buntut2nya nyindir .. *siyul2 sambil kabur*

  14. 14 nona grace 23 July 2007 at 16:12

    *nglirik*
    panjang amat….ntar ah selesaiin bacanya…
    nyang penting komen dulu….*siyul2*

  15. 15 p4ndu_Falen45 23 July 2007 at 16:44

    [study mode="on"]
    Mohon bimbingannya ya…

  16. 16 Count of Madness 23 July 2007 at 17:05

    hehehe… cuma mo komen aja… KOMMUNIZMA VEDYOT!!!

  17. 17 Neo Forty-Nine 23 July 2007 at 22:51

    @Danalingga & Deking: :D jangan terlalu memuji saya begitu. jadi malu nich….

    @Luna Moonfang: Dengan kata lain. dua itu beda asal katanya juga? Makasih Teteh. saya akan pelajari lagi lebih jauh….. :D

    @Rizma: Kalau kasus itu… kayanya seperti yang saya tuangkan di sini :D

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth:

    Komunis sih, secara teori cukup menarik. Hanya saja sering disalah-kaprahkan….Dan digunakan untuk hal yang kurang baik.

    Dan di image kan tidak baik. :D

    @chielicious&nona grace: :D

    @p4ndu_Falen45: Meskipun saya lulusan FKIP. Tapi saya merasa saya bukanlah guru yang baik kok. :D

    @Count of Madness: :D

  18. 18 Neo Forty-Nine 23 July 2007 at 22:53

    @sikabayan
    Anti persamaan? :D

    @magdalena haiti
    Makasih…. saya tau kok. tapi saya lebih suka persamaan ketimbang kapitalis busuk yang suka nyedot duit rakyat dan sudah terbukti menyengsarakan Indonesia. Tuhan? kita kembali kepada kepercayaan masing masing… :D

  19. 19 antobilang 23 July 2007 at 23:20

    kamu komunis ya Rid? kafir kamu! :mrgreen:

  20. 20 Neo Forty-Nine 23 July 2007 at 23:25

    :D

    Kalau saya komunis. kalau saya kafir. apa kamu mau nemenin saya masuk neraka???? hah? hah? hah? :D :mrgreen: :lol:

  21. 21 sikabayan 24 July 2007 at 03:04

    euheuheu… klo persamaan jenis iyah atuh… :D

  22. 22 Majalah " Dewa Dewi " 24 July 2007 at 06:31

    Yang jelas gw nggak komunis, lhoh.

  23. 23 chiw imudz 24 July 2007 at 11:55

    wah, banyak banget yang aku gag tau ttg komunisme dan baru kali ini aku baca…

    bahasannya menarik,Yang…

    *eh, bener ga sih, kalo komunisme itu gag mengenal Tuhan <– ini katanya pelajaran SMP dulu Loh*

  24. 24 chiw imudz 24 July 2007 at 12:04

    #deKing

    Mantep Rid…ternyata setelah punya pacar (lagi) tulisanmu tambah mantep saja hehehe

    tau aja!

  25. 25 Kopral Geddoe 24 July 2007 at 15:49

    *eh, bener ga sih, kalo komunisme itu gag mengenal Tuhan <– ini katanya pelajaran SMP dulu Loh*

    Propaganda :?

  26. 26 sikabayan 24 July 2007 at 16:44

    euh… pastilah atuh semua manusia mengenal tuhan…

  27. 27 Neo Forty-Nine 24 July 2007 at 23:00

    @Sikabayan : :D

    @Makalah Dewa Dewi : :lol:

    @Siwi :
    makasih Sayang…

    @Geddoe
    propaganda ORDE BARU! :D

    @Sikabayan :D Saya… saya ga berani menaggapi lenih jauh… itu urusan hati..

  28. 28 wedulgembez 26 July 2007 at 14:38

    KOMUNIS = membagi perekonomian secara merata, tidak ada hak milik, semua milik bersama, semua berhak merasakan, pelarangan terhadap agama karena manusia akan sudah diatur.

    Islam = membagi perekonomian secara merata pada taraf hidup dasar. Hak hidup dasar dijamin, adanya Zakat , hak milik diakui sesuai kerja keras, pencuri yang memang gak punya apa2 (gak bisa makan) tidak harus potong tangan. Orang kaya mencuri (Korupsi) dipotong aja tangannya. Pemerintahan Tuhan. Al-Qur an sebgai petunjuk pemerintahan.

    kesamaan= sama-sama mengatur perekonomian secara merata
    bedanya = dari segi tujuan dan jalan yang berbeda

    maaf ini cuma pemikiran gw, yang lain pasti lebih tahu….sori kalo salah

  29. 29 Kopral Geddoe 26 July 2007 at 14:45

    Orde baru lagi, orde baru lagi… :D

  30. 30 wedulgembez 26 July 2007 at 15:11

    orde katrok

  31. 31 Suluh 27 July 2007 at 11:51

    wah komunisme dalam pemahamanku gak sesederhana ini kayaknya, terutama dalam pemahaman marx bukan dalam pikiran lenin…

  32. 32 Luna Moonfang 27 July 2007 at 12:41

    @suluh,

    sepakat!…

  33. 33 Neo Forty-Nine 29 July 2007 at 23:40

    @wedulgembez
    Saya hargai pendapat brilian anda :D

    @Kopral Geddoe&wedulgembez :lol:

    @Suluh&Luna Moonfang :D
    perbedaan cara pandang dan sudut analisa
    *sok intelek*

  34. 34 abumaulid 2 August 2007 at 21:11

    kenapa blog saya dibawa-bawa di sini sih?

  35. 35 Neo Forty-Nine 2 August 2007 at 22:21

    @Abumaulid
    Mana?
    apa anda ga mau bersosialisasi? :D

  36. 36 abumaulid 3 August 2007 at 11:12

    @ NeoForty-Nine
    Ini kalimatnya, pada kata ‘berjenggot’ menuju ke blog saya:

    “Meski kenyataannya banyak yang menganggap syahadat saja tidak cukup untuk bergabung dalam komunitas eksklusif mereka, misalnya dengan mewajibkan seluruh membernya berjenggot dan berbaju ala padang pasir. Yang jelas hal ini hanya dilakukan oleh sebagian oknum. Semoga mereka bisa menyadari kembali bahwasanya semua umat Islam itu bersaudara. Kenafa harus menolak saudaranya saat ingin berkomentar dan sedikit berdebat di blog milik beberapa orang yang nguknya Muslim sejati memasuki rumah miliknya hanya karena dia memiliki sedikit perbedaan sudut pandang dengan anda?”

    Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai tulisan antum tersebut. Apa maksud antum mengatakan ‘komunitas eksklusif mereka’? Apakah antum beranggapan bahwa mempelajari, mengamalkan dengan sungguh-sungguh (meski kebanyakan manusia pada menolak), dan mencintai sunnah Nabi itu sesuatu yang eksklusif bagi umat Islam? Apakah antum anggap bahwa seseorang yang memelihara jenggot atau berpakaian muslim karena menaati perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu adalah oknum (Islam)? Kita tahu bahwa kata ‘oknum’ itu mempunyai sisi makna buruk. Mungkin antum ada penjelasan secara detail dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih serta perkataan para ulama ahlus sunnah wal jamaah? Ini yang saya tunggu.

    Kalimat terakhir, saya jawab bahwa adapun debat maka jelas tidak ada manfaatnya bagi kita, kecuali jika dalam debat itu kita membekalinya dengan dalil dan berniat untuk menuju satu titik kebenaran, dan ketika sudah tahu bahwa lawan debat kita ternyata memiliki dalil yang kokoh, kuat, dan argumen yang jelas maka semuanya berhenti pada dalil itu dan membuang semua slogan ‘menurut aku’, organisasi, yayasan, dan kelompoknya.

    Bukannya saya tidak mau bersosialisasi, tetapi apa yang tercantum pada kalimat di atas itu sungguh tidak mengenakkan dan pertanyaan saya kemukakan.

  37. 37 julfan 3 August 2007 at 12:41

    ayo kenali agama masing-masing dengan baik.

  38. 38 Neo Forty-Nine 3 August 2007 at 23:29

    @ abumaulid

    Ini kalimatnya, pada kata ‘berjenggot’ menuju ke blog saya:

    Lho? ente kan Abu Maulid bukan Antosalafy? :D

    Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai tulisan antum tersebut. Apa maksud antum mengatakan ‘komunitas eksklusif mereka’?

    Komunitas yang ga ma menerima orang orang yang ga sama dalam penampilan dan referensi

    Apakah antum beranggapan bahwa mempelajari, mengamalkan dengan sungguh-sungguh (meski kebanyakan manusia pada menolak), dan mencintai sunnah Nabi itu sesuatu yang eksklusif bagi umat Islam?

    Apakah antum anggap bahwa seseorang yang memelihara jenggot atau berpakaian muslim karena menaati perintah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam itu adalah oknum (Islam)? Kita tahu bahwa kata ‘oknum’ itu mempunyai sisi makna buruk. Mungkin antum ada penjelasan secara detail dengan dalil dari Alquran dan hadits shahih serta perkataan para ulama ahlus sunnah wal jamaah? Ini yang saya tunggu.

    Saya ga bilang ngikutin sunnah itu salah, namun kayanya jawaban untuk ini detailnya ada di sini

    @ julfan :D
    Agamanya apa ajaran dan ilmu yang terkandung dalam agamanya?

  39. 39 sora9n 4 August 2007 at 01:08

    Walah, jadi inget pemikiran Tan Malaka… ^^

    *baca lagi lebih teliti, komen panjangnya belakangan*

  40. 40 sora9n 4 August 2007 at 03:38

    *udah selesai baca*

    IMO, kalau berpatokan pada pengertian ini:

    Communal: Shared or done by all members of a community. Involving the sharing of work and property.

    Community: The condition of having certain attitudes and interests in common. Joint ownership or liability.

    Sementara arti kata “Communism“ dalam kamus sendiri adalah:

    A movement based on the joint ownership of all property.

    Maka pada dasarnya semua agama itu memiliki prinsip communism. Umat Kristen juga melakukan kebaktian bersama, memakai gereja bersama-sama, etc., etc. Demikian juga agama lain seperti Buddha, kan memakai properti agama secara bersama (e.g. wihara) dan melakukan kegiatan ibadah (serta sosial) secara bersama.

    Jadi, (IMHO) sebetulnya masalah joint ownership ini juga dimiliki oleh umat lain; karena mereka semua saling berbagi kegiatan dan properti dalam semangat yang sama. IMHO loh. ^^

    Maaf OOT bentar. Ada yang bisa bantu saya ga? Begini… Kalau tidak salah saya pernah mendengar kisah dimana seorang sahabat Nabi/Khalifah yang berhasil memimpin rakyat di suatu daerah yang asalnya merupakan daerah penerima zakat berbalik menjadi daerah yang tidak lagi layak dizakati karena rakyatnya sudah pada makmur semua.

    Itu… kalau nggak salah khalifah Umar bin Abdul Aziz. Coba aja cek di wikipedia; saya juga nggak begitu ingat detailnya, sih. :?

    :::::

    @ deKing

    Mantep Rid…ternyata setelah punya pacar (lagi) tulisanmu tambah mantep saja hehehe

    Setuju… :mrgreen:

  41. 41 Neo Forty-Nine 4 August 2007 at 10:11

    @ sora9n
    Anda teliti sekali. Terima kasih banyak Sora…….

    Kayanya semua agama memang harus sharing dan sama rata ya? tapi kok agama benci ama komunis ya? :D

    IMO & IMHO = artinya? (sumpah aku beneran ga tau artinya)

    Itu… kalau nggak salah khalifah Umar bin Abdul Aziz. Coba aja cek di wikipedia; saya juga nggak begitu ingat detailnya, sih. :?

    Makasih…. btar saya check lagi….. :lol:

  42. 42 munggur 4 August 2007 at 16:27

    hmm komunitas = komune. beda dengan komunisme.

    saya baru kali ini mendapati pemikiran paralel antara Islam = Komunisme.

    justru yang sering saya dengar, ada salah kaprah bahwa katholik (roma) = komunisme. karena ada kata ‘komuni’ yang berasal dari ‘komune’.

    namun, semua agama atau kepercayaan pastilah memiliki ciri ‘komunitas’.

    menarik untuk dikaji. meski baiknya ya dihayati saja.

    komunisme = anti-agama?? sebenarnya tidak begitu. kelihatan seperti itu karena ada terlalu banyak kegiatan/aktivitas agama yang tidak efisien dan menghamburkan uang+tenaga. intinya, membuat komunitas tidak produktif. makanya, sepertinya agama dihilangkan.

    tapi itu masih mending daripada ‘satu agama menghilangkan agama yang lain’. itu lebih parah.

    masak, tuhan yang satu membunuh tuhan lainnya lewat para umat2nya. aneh, kan?

  43. 43 Adhi 5 August 2007 at 09:00

    Sangat diperlukan penekanan dalam persamaan Islam dan komunisme bahwa persamaan tersebut hanya dipandang secara bahasa. Sedangkan Islam tidak mencakup bahasa saja. Sehingga tanpa memandang pengertian komunisme, dimana pengertian komunisme merupakan ciptaan manusia yang tentunya tidak sesempurna Islam yang merupakan ciptaan Allah SWT, Islam TIDAK sama dengan komunisme.

  44. 44 sora9n 6 August 2007 at 00:05

    @ Neo Forty-Nine

    Ah, itu singkatan… ^^

    IMO = In My Opinion
    IMHO = In My Humble Opinion

    Soalnya lebih singkat daripada kalau pakai “menurut saya… dst” :)

  45. 45 Neo Forty-Nine 6 August 2007 at 17:14

    @Munggur

    masak, tuhan yang satu membunuh tuhan lainnya lewat para umat2nya. aneh, kan?

    Coba liat ini deh

    @Adhi

    Sangat diperlukan penekanan dalam persamaan Islam dan komunisme bahwa persamaan tersebut hanya dipandang secara bahasa.

    Seklian buat yang merasa tersinggung, saya tekankan bahwasanya pembahasan ada pada sudut bahasa yaitu:
    Yang saya maksud di sini bukanlah komunisme seperti yang selama ini digadang gadangkan sebagai ajaran sesat, atheis maupun ajaran ajaran yang merupakan bahaya laten. Maupun ajarannnya Karl Marx, Lenin, ataupun faham Sosialis dan kekiri kirian lainnya. Namun yang saya maksudkan adalah Komunisme secara bahasa. Asal kata dari komunisme kalau saya tidak salah kaprah adalah…… dan seterusnya. Ok? Thanks. Peace!!!

    @Sora9n
    Thank you Sora, menjadi tambahan pengetahuan buat saya yang kurung ilmu ini. :D

  46. 46 abzay 7 August 2007 at 21:27

    syahadat adl syarat mutlak seseorg utk msk agama islam (dan seluruh agama). syahadat adl persaksian terhadap Tuhan, bukan di mulut yg dilafalkan, krn saya yakin klo mau jujur qt semua–yg lahir dari keluarga islam dan sampai skrg jg masih islam–tidak pernah niat bersyahadat masuk agama islam. persaksian inilah yg membuat qt merasa punya Tuhan, jadi klo hanya dimulut saja semua manusia bisa melafalkannya, tapi tdk semua manusia merasa punya Tuhan walaupun sudah bersyahadat. shalat adl dzikir dan dzikir yg sesungguhnya menurut al-Q, bukan hanya lima waktu, tp dalam keadaan berdiri, duduk, maupun telentang (Qiyaman, wa Qu’udan, Wa ala Junubihim) alias 24 jam. puasa adl menahan segala sesuatu yg bertentangan dg konsep Rahmatan lil alamin, bukannya menahan haus dan lapar, krn banyak org yg sehari tidak bisa makan tdk dianggap sbg org yg berpuasa, intinya menahan dari perbuatan yg dapat merugikan dirinya dan org lain.zakat adl utk pembersihan diri dari haq orang lain yg masih terdapat pd diri qt.Haji adl suatu perintah agar qt berhijrah dari kegelapan menuju cahaya,yaitu dari manusia plus embel-2 kebinatangan menjadi manusia sempurna. kain ihram melambangkan kebersihan(dari sgl haq org lain yg ada pd qt dan dari sgl dosa).dan inilah yg dimaksud dg JIHAD FI SABILILLAH. bukan hanya tekstual nya saja.Agama adl rangkaian praktek yg harus diikuti,bukan teori yg hanya utk gontok-2an. yg lebih parah lgi bukan islam nya yg ditransfer ke diri qt tapi malah budaya arab nya yg di besar-2kan, seperti cara berpakaian dengan gamis atao rok panjang dan celana diatas mata kaki(padahal yg mengenakan pakaian seperti itu bukan hanya nabi saja tapi Abu Jahal,abu sufyan dan Abu-2 yg lain yg memusuhi Nabi Saw), berjenggot yg tidak rapi(katanya haram mencukur jenggot),dan jidad gosong menandakan ahli ibadah. jadi sebetulnya ini sunnah siapa…?
    Sunnah Nabi kah…? ato Sunnah Abu Jahal…?
    Di dalam al-Qur’an disebutkan ” ‘Afal Tadhakkarun” (apa kalian telah berdzikir?), ‘Afala Ta’qilun”apa kalian telah menggunakan akal dalam mencari kebenaran?) dan ‘Afala Tas’uruun” (apa kalian telah merasakan kebenaran itu?).
    Agama Islam adalah agama RASA. apabila mengikuti Islam pasti akan merasakan kedamaian, ketentraman, penderitaan sesama.

    RASA ADALAH SEGALANYA

  47. 47 hadikusyanto 7 August 2007 at 22:04

    Tuhan baik koq. Tuhan akan mengampuni orang islam yang mau bertobat dengan sungguh-sungguh

  48. 48 hadikusyanto 7 August 2007 at 22:06

    Tuhan mau kita semua bertobat dan tidak menghakimi sesama

  49. 49 Neo Forty-Nine 7 August 2007 at 22:26

    @Hadikusyanto & Abzay
    Salah tempat komen kayanya :D
    Baca lagi baik baik artikelnya…. :lol:

  50. 50 Ojo ngelu 9 August 2007 at 14:24

    Fyuh, Otak Anda patut dikoreksi.

  51. 51 Neo Forty-Nine 9 August 2007 at 16:04

    @Ojo ngelu
    Fyuh. Keyboard anda patut dikoreksi…
    Pasti maksudnya nulis “Anda memang tampan”. Gitu kan? :D

  52. 52 jusron 10 August 2007 at 18:26

    maksudnya anda mengatakan bahwa muslim sama dengan komunisme itu apa ?
    di komunisme tidak mengenal apa yang namanya ALLOH atau sesembahan
    di Islam yang jelas hanya ALLOH sebagai tuhannya, sedangkan orang-orang yang hanya sebagai pulang dari RUMAH ALLOH itu ya tergantung dari personnya….
    jangan sembarangan menyamakan agama donk
    daripada pusing kenalin nih….
    gue ….. jusron

  53. 53 Neo Forty-Nine 10 August 2007 at 19:36

    @jusron
    Salaman…
    ya ya salam kenal diterima. Jadi tolong dibaca lagi baik baik tulisann kenalan anada ini yaks :D

  54. 54 B Ali 25 August 2007 at 01:44

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

    Sedangkan, tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi Al-Qur’an betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung Al-Qur’an itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

    Saat ini, banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?

  55. 55 hatinurani21 26 August 2007 at 17:16

    Di Forum Religiositas Agama, saya menemukan artikel yang menarik sekali. Ini situsnya: http://hatinurani21.wordpress.com/

    MENGAPA KEBUDAYAAN JAWA MENGALAMI KEMUNDURAN YANG SIGNIFIKAN?

    Pengantar

    Manusia Jawa adalah mayoritas di Indonesia. Nasib bangsa Indonesia sangat tergantung kepada kemampuan penalaran, skill, dan manajemen manusia Jawa (MJ). Sayang sekali s/d saat ini, MJ mengalami krisis kebudayaan; hal ini disebabkan Kebudayaan Jawa (KJ) dibiarkan merana, tidak terawat, dan tidak dikembangkan oleh pihak2 yang berkompeten (TERUTAMA OLEH POLITISI). Bahkan KJ terkesan dibiarkan mati merana digerilya oleh kebudayaan asing (terutama dari timur tengah/Arab). Mochtar Lubis dalam bukunya: Manusia Indonesia Baru, juga mengkritisi watak2 negatip manusia Jawa seperti munafik, feodal, malas, tidak suka bertanggung jawab, suka gengsi dan prestis, dan tidak suka bisnis (lebih aman jadi pegawai).
    Kemunduran kebudayaan Jawa tidak lepas dari dosa regim Orde Baru. Strategi regim Soeharto untuk melepaskan diri dari tuannya (USA dkk.) dan tekanan kaum reformis melalui politisasi agama Islam menjadikan Indonesia mengarah ke ideologi Timur Tengah (Arab). Indonesia saat ini (2007) adalah kembali menjadi ajang pertempuran antara: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. (mohon dibaca artikel yang lain dulu, sebaiknya sesuai no. urut)

    Boleh diibaratkan bahwa manusia Jawa terusmenerus mengalami penjajahan, misalnya penjajahan oleh:
    – Bs. Belanda selama 300 tahunan
    – Bs. Jepang selama hampir 3 tahunan
    – Regim Soeharto/ORBA selama hampir 32 tahun (Londo Ireng).
    – Negara Adidaya/perusahaan multi nasioanal selama ORBA s/d saat ini.
    – Sekarang dan dimasa dekat, bila tidak hati2, diramalkan bahwa Indonesia akan menjadi negara boneka Timur Tengah/Arab Saudi (melalui kendaraan utama politisasi agama).

    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah terpaan berbagai krisis yang tak pernah selesai dialami oleh bangsa Indonesia. Politisasi uang dan agama mengakibatkan percepatan krisis kebudayaan Jawa, seperti analisa dibawah ini.
    Gerilya Kebudayaan
    Negara2 TIMTENG/ARAB harus berjuang sekuat tenaga dengan cara apapun untuk mendapat devisa selain dari kekayaan minyak (petro dollar), hal ini mengingat tambang minyak di Timur Tengah (TIMTENG/Arab) adalah terbatas umurnya; diperkirakan oleh para ahli bahwa umur tambang minyak sekitar 15 tahun lagi, disamping itu, penemuan energi alternatip akan dapat membuat minyak turun harganya. Begitu negara Timur Tengah mendapat angin dari regim Orde Baru, Indonesia lalu bagaikan diterpa badai gurun Sahara yang panas! Pemanfaatan agama (politisasi agama) oleh negara asing (negara2 Arab) untuk mendominasi dan menipiskan kebudayaan setempat (Indonesia) mendapatkan angin bagus, ini berlangsung dengan begitu kuat dan begitu vulgarnya. Gerilya kebudayaan asing lewat politisasi agama begitu gencarnya, terutama lewat media televisi, majalah, buku dan radio. Gerilya kebudayaan melalui TV ini sungguh secara halus-nylamur-tak kentara, orang awam pasti sulit mencernanya! Berikut ini adalah gerilya kebudayaan yang sedang berlangsung:
    – Dalam sinetron, hal-hal yang berbau mistik, dukun, santet dan yang negatip sering dikonotasikan dengan manusia yang mengenakan pakaian adat Jawa seperti surjan, batik, blangkon kebaya dan keris; kemudian hal-hal yang berkenaan dengan kebaikan dan kesucian dihubungkan dengan pakaian keagamaan dari Timur Tengah/Arab. Kebudayaan yang Jawa dikalahkan oleh yang Timur Tengah.
    – Artis2 film dan sinetron digarap duluan mengingat mereka adalah banyak menjadi idola masyarakat muda (yang nalarnya kurang jalan). Para artis, yang blo’oon politik ini, bagaikan di masukan ke salon rias Timur Tengah/Arab, untuk kemudian ditampilkan di layar televisi, koran, dan majalah demi membentuk mind set (seting pikiran) yang berkiblat ke Arab.
    – Bahasa Jawa beserta ungkapannya yang sangat luas, luhur, dalam, dan fleksibel juga digerilya. Dimulai dengan salam pertemuan yang memakai assalam…dan wassalam…. Dulu kita bangga dengan ungkapan: Tut wuri handayani, menang tanpo ngasorake, gotong royong, dsb.; sekarang kita dibiasakan oleh para gerilyawan kebudayaan dengan istilah2 asing dari Arab, misalnya: amal maruh nahi mungkar, saleh dan soleha, dst. Untuk memperkuat gerilya, dikonotasikan bahwa bhs. Arab itu membuat manusia dekat dengan surga! Sungguh cerdik dan licik.
    – Kebaya, modolan dan surjan diganti dengan jilbab, celana congkrang, dan jenggot ala orang Arab. Nama2 Jawa dengan Ki dan Nyi (misal Ki Hajar …) mulai dihilangkan, nama ke Arab2an dipopulerkan. Dalam wayang kulit, juga dilakukan gerilya kebudayaan: senjata pamungkas raja Pandawa yaitu Puntadewa menjadi disebut Kalimat Syahadat (jimat Kalimo Sodo), padahal wayang kulit berasal dari agama Hindu (banyak dewa-dewinya yang tidak Islami), jadi bukan Islam; bukankah ini sangat memalukan? Gending2 Jawa yang indah, gending2 dolanan anak2 yang bagus semisal: jamuran, cublak2 suweng, soyang2, dst., sedikit demi sedikit digerilya dan digeser dengan musik qasidahan dari Arab. Dibeberapa tempat (Padang, Aceh, Jawa Barat) usaha menetapkan hukum syariah Islam terus digulirkan, dimulai dengan kewajiban berjilbab! Kemudian, mereka lebih dalam lagi mulai mengusik ke bhinekaan Indonesia, dengan berbagai larangan dan usikan bangunan2 ibadah dan sekolah non Islam.
    – Gerilya lewat pendidikan juga gencar, perguruan berbasis Taman Siswa yang nasionalis, pluralis dan menjujung tinggi kebudayaan Jawa secara lambat namun pasti juga digerilya, mereka ini digeser oleh madrasah2/pesantren2. Padahal Taman Siswa adalah asli produk perjuangan dan merupakan kebanggaan manusia Jawa. UU Sisdiknas juga merupakan gerilya yang luar biasa berhasilnya. Sekolah swasta berciri keagamaan non Islam dipaksa menyediakan guru beragama Islam, sehingga ciri mereka lenyap.
    – Demikian pula dengan perbankan, mereka ingin eksklusif dengan bank syariah, dengan menghindari kata bunga/rente/riba; istilah ke Arab2an pun diada-adakan, walau nampak kurang logis! Seperti USA memakai IMF, dan orang Yahudi menguasai finansial, maka manusia Arab ingin mendominasi Indonesia memakai strategi halal-haramnya pinjaman, misalnya lewat bank syariah.
    – Keberhasilan perempuan dalam menduduki jabatan tinggi di pegawai negeri (eselon 1 s/d 3) dikonotasikan/dipotretkan dengan penampilan berjilbab dan naik mobil yang baik. Para pejabat eselon ini lalu memberikan pengarahan untuk arabisasi pakaian dinas di kantor masing2.
    – Di hampir pelosok P. Jawa kita dapat menyaksikan bangunan2 masjid yang megah, dana pembangunan dari Arab luar biasa besarnya. Bahkan organisasi preman bentukan militer di jaman ORBA, yaitu Pemuda Pancasila, pun mendapatkan grojogan dana dari Timur Tengah untuk membangun pesantren2 di Kalimantan, luar biasa!
    – Fatwa MUI pada bulan Agustus 2005 tentang larangan2 yang tidak berdasar nalar dan tidak menjaga keharmonisan masyarakat sungguh menyakitkan manusia Jawa yang suka damai dan harmoni. Bila ulama hanya menjadi sekedar alat politik, maka panglima agama adalah ulama politikus yang mementingkan uang, kekuasaan dan jabatan saja; efek keputusan tidak mereka hiraukan. Sejarah ORBA membuktikan bahwa MUI dan ICMI adalah alat regim ORBA yang sangat canggih. Saat ini, MUI boleh dikata telah menjadi alat negara asing (Arab) untuk menguasai
    – Dimasa lalu, banyak orang cerdas mengatakan bahwa Wali Songo adalah bagaikan MUI sekarang ini, dakwah mereka penuh gerilya kebudayaan dan politik. Manusia Majapahit digerilya, sehingga terdesak ke Bromo (suku Tengger) dan pulau Bali. Mengingat negara baru memerangi KKN, mestinya fatwa MUI adalah tentang KKN (yang relevan), misal pejabat tinggi negara yang PNS yang mempunyai tabungan diatas 3 milyar rupiah diharuskan mengembalikan uang haram itu (sebab hasil KKN), namun karena memang ditujukan untuk membelokan pemberantasan KKN, yang terjadi justru sebaliknya, fatwanya justru yang aneh2 dan merusak keharmonisan kebhinekaan Indonesia!
    – Buku2 yang sulit diterima nalar, dan secara ngawur dan membabi buta ditulis hanya untuk melawan dominasi ilmuwan Barat saat ini membanjiri pasaran di Indonesia. Rupanya ilmuwan Timur Tengah ingin melawan ilmuwan Barat, semua teori Barat yang rasional-empiris dilawan dengan teori Timur Tengah yang berbasis intuisi-agamis (berbasis Al-Quran), misal teori kebutuhan Maslow yang sangat populer dilawankan teori kebutuhan spiritual Nabi Ibrahim, teori EQ ditandingi dengan ESQ, dst. Masyarakat Indonesia harus selalu siap dan waspada dalam memilih buku yang ingin dibacanya.
    – Dengan halus, licik tapi mengena, mass media, terutama TV dan radio, telah digunakan untuk membunuh karakater (character assasination) budaya Jawa dan meninggikan karakter budaya Arab (lewat agama)! Para gerilyawan juga menyelipkan filosofis yang amat sangat cerdik, yaitu: kebudayaan Arab itu bagian dari kebudayaan pribumi, kebudayaan Barat (dan Cina) itu kebudayaan asing; jadi harus ditentang karena tidak sesuai! Padahal kebudayaan Arab adalah sangat asing!
    – Gerilya yang cerdik dan rapi sekali adalah melalui peraturan negara seperti undang-undang, misalnya hukum Syariah yang mulai diterapkan di sementara daerah, U.U. SISDIKNAS, dan rencana UU Anti Pornografi dan Pornoaksi (yang sangat bertentangan dengan Bhineka Tunggal Ika dan sangat menjahati/menjaili kaum wanita dan pekerja seni). Menurut Gus Dur, RUU APP telah melanggar Undang-Undang Dasar 1945 karena tidak memberikan tempat terhadap perbedaan. Padahal, UUD 1945 telah memberi ruang seluas-luasnya bagi keragaman di Indonesia. RUU APP juga mengancam demokrasi bangsa yang mensyaratkan kedaulatan hukum dan perlakuan sama terhadap setiap warga negara di depan hukum. Gus Dur menolak RUU APP dan meminta pemerintah mengoptimalkan penegakan undang-undang lain yang telah mengakomodir pornografi dan pornoaksi. “Telah terjadi formalisasi dan arabisasi saat ini. Kalau sikap Nahdlatul Ulama sangat jelas bahwa untuk menjalankan syariat Islam tidak perlu negara Islam,” ungkapnya. (Kompas, 3 Maret 2006).

    – Puncak gerilya kebudayaan adalah tidak diberikannya tempat untuk kepercayaan asli, misalnya Kejawen, dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan urusan pernikahan/perceraian bagi kaum kepercayaan asli ditiadakan. Kejawen, harta warisan nenek moyang, yang kaya akan nilai: pluralisme, humanisme, harmoni, religius, anti kekerasan dan nasionalisme, ternyata tidak hanya digerilya, melainkan akan dibunuh dan dimatikan secara perlahan! Sungguh sangat disayangkan! Urusan perkawinan dan kematian untuk MJ penganut Kejawen dipersulit sedemikian rupa, urusan ini harus dikembalikan ke agama masing2! Sementara itu aliran setingkat Kejawen yang disebut Kong Hu Chu yang berasal dari RRC justru disyahkan keberadaannya. Sungguh sangat sadis para gerilyawan kebudayaan ini!
    – Gerilya kebudayaan juga telah mempengaruhi perilaku manusia Jawa, orang Jawa yang dahulu dikenal lemah-lembut, andap asor, cerdas, dan harmoni; namun sekarang sudah terbalik: suka kerusuhan dan kekerasan, suka menentang harmoni. Bayangkan saja, kota Solo yang dulu terkenal putri nya yang lemah lembut (putri Solo, lakune koyo macan luwe) digerilya menjadi kota yang suka kekerasan, ulama Arab (Basyir) mendirikan pesantren Ngruki untuk mencuci otak anak2 muda. Akhir2 ini kota Solo kesulitan mendatangkan turis manca negara, karena kota Solo sudah diidentikan dengan kekerasan sektarian. Untuk diketahui, di Pakistan, banyak madrasah disinyalir dijadikan tempat brain washing dan baiat. Banyak intelektual muda kita di universitas2 yang kena baiat (sumpah secara agama Islam, setelah di brain wahing) untuk mendirikan NII (negara Islam Indonesia) dengan cara menghalalkan segala cara. Berapa banyak madrasah/pesantren di Indonesia yang dijadikan tempat2 cuci otak anti pluralisme dan anti harmoni? Banyak! Berapa jam pelajaran dihabiskan untuk belajar agama (ngaji) dan bahasa Arab? Banyak, diperkirakan sampai hampir 50% nya! Tentu saja ini akan sangat mempengaruhi turunnya perilaku dan turunnya kualitas SDM bgs. Indonesia secara keseluruhan! Maraknya kerusuhan dan kekerasan di Indonesia bagaikan berbanding langsung dengan maraknya madrasah dan pesantren2. Berbagai fatwa MUI yang menjungkirbalikan harmoni dan gotong royong manusia Jawa gencar dilancarkan!

    – Sejarah membuktikan bagaimana kerajaan Majapahit, yang luarbiasa jaya, juga terdesak melalui gerilya kebudayaan Arab sehingga manusianya terpojok ke Gn. Bromo (suku Tengger) dan P. Bali (suku Bali). Mereka tetap menjaga kepercayaannya yaitu Hindu. Peranan wali Songo saat itu sebagai alat politis (mirip MUI dan ICMI saat ini) adalah besar sekali! Semenjak saat itu kemunduran kebudayaan Jawa sungguh luar biasa!
    Tanda-tanda Kemunduran Budaya Jawa
    Kemunduran kebudayaan manusia Jawa sangat terasa sekali, karena suku Jawa adalah mayoritas di Indonesia, maka kemundurannya mengakibatkan kemunduran negara Indonesia, sebagai contoh kemunduran adalah:
    – Orang2 hitam dari Afrika (yang budayanya dianggap lebih tertinggal) ternyata dengan mudah mempedayakan masyarakat kita dengan manipulasi penggandaan uang dan jual-beli narkoba.
    – Orang Barat mempedayakan kita dengan kurs nilai mata uang. Dengan $ 1 = k.l Rp. 10000, ini sama saja penjajahan baru. Mereka dapat bahan mentah hasil alam dari Indonesia murah sekali, setelah diproses di L.N menjadi barang hitech, maka harganya jadi selangit. Nilai tambah pemrosesan/produksi barang mentah menjadi barang jadi diambil mereka (disamping membuka lapangan kerja). Indonesia terus dengan mudah dikibulin dan dinina bobokan untuk menjadi negara peng export dan sekaligus pengimport terbesar didunia, sungguh suatu kebodohan yang maha luar biasa.
    – Orang Jepang terus membuat kita tidak pernah bisa bikin mobil sendiri, walau industri Jepang sudah lebih 30 tahun ada di Indonesia. Semestinya bangsa ini mampu mendikte Jepang dan negara lain untuk mendirikan pabrik di Indonesia, misalnya pabrik: Honda di Sumatra, Suzuki di Jawa, Yamaha di Sulawesi, dst. Ternyata kita sekedar menjadi bangsa konsumen dan perakit.
    – Orang Timur Tengah/Arab dengan mudah menggerilya kebudayaan kita seperti cerita diatas; disamping itu, Indonesia adalah termasuk pemasok devisa haji terbesar! Kemudian, dengan hanya Asahari, Abu Bakar Baasyir dan Habib Riziq (FPI), cukup beberapa gelintir manusia saja, Indonesia sudah dapat dibuat kalang kabut oleh negara asing! Sungguh keterlaluan dan memalukan!
    – Kalau dulu banyak mahasiswa Malaysia studi ke Indonesia, sekarang posisinya terbalik: banyak mahasiswa Indonesia belajar ke Malaysia (bahkan ke S’pore, Thailand, Pilipina, dst.). Konyol bukan?
    – Banyak manusia Jawa yang ingin kaya secara instant, misalnya mengikuti berbagai arisan/multi level marketing seperti pohon emas, dst., yang tidak masuk akal!
    – Dalam beragamapun terkesan jauh dari nalar, bijak dan jauh dari cerdas, terkesan hanya ikut2an saja. Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama, dan tidak perlu mengorbankan budaya lokal.
    – Sampai dengan saat ini, Indonesia tidak dapat melepaskan diri dari berbagai krisis (krisis multi dimensi), kemiskinan dan pengangguran justru semakin meningkat, padahal negara tetangga yang sama2 mengalami krisis sudah kembali sehat walafiat! Peran manusia Jawa berserta kebudayaannya, sebagai mayoritas, sangat dominan dalam berbagai krisis yang dialami bangsa ini.

    Penutup

    Beragama tidak harus menjiplak kebudayaan asal agama. Gus Dur mensinyalir telah terjadi arabisasi kebudayaan. Kepentingan negara asing untuk menguasai bumi dan alam Indonesia yang kaya raya dan indah sekali sungguh riil dan kuat sekali, kalau negara modern memakai teknologi tinggi dan jasa keuangan, sedangkan negara lain memakai politisasi agama beserta kebudayaannya. Indonesia saat ini (2007) adalah sedang menjadi ajang pertempuran antara dua ideologi besar dunia: Barat lawan Timur Tengah, antara kaum sekuler dan kaum Islam, antara modernitas dan kekolotan agama. CLASH OF CIVILIZATION antar dua ideologi besar di dunia ini, yang sudah diramalkan oleh sejarahwan kelas dunia – Samuel Hutington dan Francis Fukuyama.

    Tanpa harus menirukan/menjiplak kebudayaan Arab, Indonesia diperkirakan dapat menjadi pusat Islam (center of excellence) yang modern bagi dunia. Seperti pusat agama Kristen modern, yang tidak lagi di Israel, melainkan di Itali dan Amerika. Beragama tanpa nalar disertai menjiplak budaya asal agama tersebut secara membabi buta hanya akan mengakibatkan kemunduran budaya lokal sendiri! Maka bijaksana, kritis, dan cerdik sangat diperlukan dalam beragama.

  56. 56 Neo Forty-Nine 26 August 2007 at 17:25

    Kok komennya kopi paste?

  57. 57 hatinurani21 27 August 2007 at 00:11

    @ Neo Forty-Nine,

    Saya setuju sekali dengan artikel anda bahwa agama Islam bisa disamakan dengan paham komunisme, karena sistim diktaturnya, melarang perbedaan pendapat, mengancam dengan segala cara dan anti-demokrasi. Artikel anda sangat menarik.

  58. 58 aibnu 27 August 2007 at 18:31

    Al Mukminun 110-111:” Tetapi kamu jadikan mereka (mukmin) bahan olok-olokkan, sehingga kamu lupa…waktu kamu mentertawakan mereka….Sesungguhnya mereka itu orang yang menang”.

  59. 59 hatinurani21 2 September 2007 at 14:37

    @ aibnu,

    Kita, orang nusantara, tidak bisa meniru perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi dengan kedok Islam. Lebih-lebih dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi.

    Contoh soal poligami: umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan politik anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak perempuan biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur’an tidak berlaku di Cina. Jadi “wahyu” Tuhan yang di Al-Qur’an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.

    Contoh soal halal-haram makanan: umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur’an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Contoh ke-najis-an binatang anjing: anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur’an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan yang ada di Al-Qur’an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur’an.

    Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
    – Apakah Islam agama universal?
    – Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi, haruskan kita, orang nusantara, meniru perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi dengan kedok Islam?

  60. 60 aibnu 2 September 2007 at 18:20

    Al’Baqarah 204 : “ Dan diantara manusia ada orang yang ucapanya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah isi hatinya , padahal dia adalah penentang yang paling keras “.
    Fushilat 26 : (Ucapan kaum kafir) : “Janganlah kamu mendengarkan dengan sungguh-sungguh akan Al’Quran itu dan buatlah kegaduhan terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkannya”.

  61. 61 sanggardewa 5 September 2007 at 11:09

    salam
    @hatinurani21
    klo ada org islam yg keliru menjalankan perintah agama jgn agamanya yg dipertanyakan kebenarannya donk…
    ketika al-Q membolehkan poligami,itu bukan karena masalah SYAHWAT bro… g ada itu urusan syahwat dalam poligami, coba u baca ayat sebelum dan sesudahnya, itupun klo u masih percaya al-Q.thx

  62. 62 aibnu 27 September 2007 at 20:53

    Qs Al Hijr. 6. Mereka ( kaum kafir) berkata: “Hai orang yang diturunkan Al Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila .

    QS. Ash Shaff 8 : Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci

    Qs Al Anfal 31. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami menhendaki niscaya kami dapat membacakan yang seperti ini, (Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah dongeng- dongengan orang-orang purbakala”.

    3 Ali Imran 119 : Demikianlah kamu, kamu menyukai (menghormati) mereka, padahal mereka tidak menyukai (menghormati) kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah “Matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati.

    .

  63. 63 joyo 1 October 2007 at 00:12

    @aibnu and all
    ayat Ali Imran 119 itu betul sekali. Dalam kasus Darwin (dg teori evolusinya) Vs Harun Yahya (plus Creationist lain), saya melihat Darwin sebagai seorang yang sangat humanist dan penuh pengabdian terhadap kemanusiaan, ia menuliskan teori evolusi berdasarkkan fakta2 dan bukti2 yang ia temukan dalam perjalannya keliling dunia. Dan ia (Darwin) saat ini di hujat, dicaci maki oleh banyak orang yang bahkan belum pernah baca tulisan2 ilmiah Darwin tentang evolusi.

  64. 64 joyo 1 October 2007 at 00:15

    @hatinurani21
    saya idem sama panjenegan :)

  65. 65 AmruL 1 October 2007 at 19:32

    Darwin tukang keliling itu yah…
    Kalo gak salah dia itu penjual dodol ganja…sehingga banyak yg fly..
    Ekekekekekek….

  66. 66 joyo 1 October 2007 at 23:43

    @AmruL
    sampeyan perlu coba ganja nya Mas… Ajiiibbbb…. :)

  67. 67 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. 12 November 2007 at 12:19

    Kesamaan Islam dan Komunis adalah:
    1. Islam menganjurkan zakat.
    2. Komunis membela buruh, tani dan nelayan dan berarti penganjur zakat kepada kapitalis.
    3. Kenapa komusi harus dimusuhi, kerana sifat agama itu arbaban/herhala/menuhankan nabi sesuai Ali Imran (3) ayat 80, dan menuhankan pemuka-agama sesuai At Taubah (9) ayat 31.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  68. 68 Tuhan, Asli atau Palsu? 14 November 2007 at 01:42

    Postingnya sangat menarik.

    Ini saya ketemu sebuah artikel tentang asli atau palsunya Tuhan: http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/6/6/opini.html

  69. 69 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. 16 November 2007 at 18:24

    Membahas soal Agama Islam dan Kesamaan Dengan Komunisme akan jelas persoalannya dengan diterbitkannya buku panduan:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 buah lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis otodidak penelitian terhadap kitab-kitab suci agama-agama oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  70. 70 Ridwan Azari 6 January 2008 at 02:04

    Saat ini, Indonesia mengalami krisis multi-dimensi. Sedangkan sebagian besar dari krisis ini disebabkan oleh agama.
    Agama Islam adalah agama dari rumpun Abrahamik seperti halnya Kristen dan Yahudi. Ketiga agama ini menanamkan kebencian, permusuhan dan kekerasan sepanjang massa.
    Penduduk Indonesia adalah 60% berada di Jawa. Jadi kekuatan ada di Jawa. Kalau orang jawa segera meninggalkan agama rumpun abrahamik dan kembali kepada Kepercayaan asli, maka sebagian besar dari krisis ini akan hilang dan Indonesia akan seketika sembuh dari krisis ini.
    Indonesia adalah negara besar, kaya dengan sumber alam. Indonesia tidak berhak mempunyai nasib yang sepuruk ini.

  71. 71 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi 7 July 2008 at 21:03

    Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta
    Telp. 62-21-8573388

  72. 72 MMM 4 May 2009 at 02:05

    Perbedaan yang mencolok Islam dengan Komunis da Agama Lain adalah Tuhan nya orang Islam itu cuma satu!!!

  73. 73 You Chemploeck 15 January 2010 at 18:56

    Pendapat saya mengenai agama atau ideologi yang dekat dengan Islam. Ini bukan provokasi, pelecehan atau penghinaan. Kalau memang persamaan-persamaan ini salah, silakan dikoreksi.

    1. Yudaisme
    Sama-sama mengharamkan babi, sama-sama membenci Yesus, sama-sama bertuhan yang Esa (Tuhannya kafir kristen tiga bahkan lebih yaitu Allah Bapa, Allah Anak, Allah Putra Maryam, Yesus Kristus, Yesus Putra Maryam, Yesus Orang Nazareth, Bapa yang perkasa dan banyak lagi deh) dan sama-sama mewajibkan sunat (masal maupun individual. Kesamaan-kesamaan itu tidak mampu membuat mereka akur satu sama lain. Bahkan salah satunya merasa mendapat perintah untuk memusnahkan yang lain.

    2. Komunisme
    Sama-sama menghalalkan segala cara untuk menakhlukkan siapa saja yang dianggap lawan, sama-sama suka mengancam lawan, sama-sama menonorduakan perempuan, sama-sama menuntut pembunuhan terhadap anggota keluarganya sendiri jika tidak mengikuti ideologinya dan sama-sama menjatuhkan hukuman mati apabila ada pihak-pihak yang menentangnya. Bedanya, yang satu atas nama Allah swt sedang yang lain atas nama partai. Makanya paling seru adalah konflik islam versus komunis di Uighur (China). Konflik Islam vs Katholik di Filipina, Islam versus Kristen di Poso dan Ambon, Islam versus Budha di Afghanistan, Islam versus Hindu di Kashmir tidak seru karena hanya Islam yang punya fatwa hukuman mati. Sedangkan pihak lainnya tidak ada fatwa itu.

    3. Hindu Kuno
    Ini hanya identik saja karena tidak sama persis. Di jaman dulu kalau seorang pria Hindu meninggal dan jasadnya di bakar, maka si isteri harus meloncat ke dalam api pembakaran sebagai tanda kesetiaan pada suami (sekarang tidak lagi). Dalam islam, isteri itu hanya barang tidak berjiwa. Dia hanya akan masuk surga kalau suaminya ke sana duluan. Isteri tidak punya hak ke surga sendiri karena segala nasibnya ditentukan oleh suami.

  74. 74 FARIS 16 March 2011 at 17:13

    pada zaman khalifah UMAR BIN ABDUL AZIZ bisa di bilang sistem pemerintahannya bercorak sosialis, karena pada zaman itu semua orang menzakatkan hartanya sehingga tercipta suatu kondisi negara yang sangat teramat makmur bahkan badan bentukan pemerintahan khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang mengurus masalah pembagian zakat tidak tahu harus membagi zakat kepada siapa karena tidak ada satu orang pun yang mau menerima zakat. menurut saya inilah tujuan sebenarnya ajaran komunis. karena sosialis adalah satu step menuju komunis, dimana masyarakat sudah sangat mapan. Akan tetapi ada dalam ideologi dalam ajaran komunis yang menyatakan bahwa agama merupakan “candu” bagi berjalannya ideologi ini, karena dalam ajaran komunis semua hal harus realistis maka penganut ideologi komunis cenderung atheis. sedangkan dalam islam tidak semua hal bisa ditafsirkan oleh fikiran manusia dan tidak bisa di pisahkan antara kehidupan dunia dengan akhirat

  75. 75 denmas 30 March 2011 at 09:37

    Ha..ha..ha.. blog bajingan sperti katak dalam tempurung, analisis smua dari buku bukan hasil pengamatan secara langsung n begaul ma orang asing, maka kumpul dolo bbrp bulan ma orang latvia, ukraine, korea, egypt dsb biar tahu apa itu agama dan komunis. Btw selamat jadi komunis dech sob ataupun apapun yang kau yakini itu benar menurutmu sampai ajal menjemputmu agar kau tahu yang benar-benar benar bila telah kau temui penciptamu (eh.. jangan-jangan kau anggap penciptamu ya nyokap ama bokapmu ya?!).

    _____________________

    @denmas: Terimakasih, bangsa komentator doyan ad hominem macam anda bukan sekali mampir ke sini. Jadi, anda dan jenis komentar anda bukan yang pertama. Tak usahlah repot repot untuk melanjutkan, karena yang namanya persepsi itu beda…begitu juga dengan yang namanya penafsiran.

  76. 76 Andri 12 April 2011 at 14:50

    Syariah Islam itu sangat sosial tapi tidak pernah komunis.

    Untuk lebih dapat memahaminya mari pertama kita baca lagi definisi communism yang telah diambil oleh Mr. FortyNine serta definisi yang saya ambil dari World English Dictionary

    Mr. FortyNine
    communism: A movement based on the joint ownership of all property

    World English Dictionary
    communism: advocacy of a classless society in which private ownership has been abolished and the means of production and subsistence belong to the community

    Dari kedua definisi diatas jelas dapat dipahami karakteristik dari dasar komunisme yaitu segala macam kepemilikan materi adalah secara kelompok bukan individu. Jadi semisal anda menanam padi disebuah sawah maka hasilnya adalah milik masyarakat dan harus dibagi merata kesetiap anggotanya, bagian untuk anda adalah jumlah hasil sawah dibagi dengan jumlah orang yang ada. Hal ini juga berlaku untuk materi yang lainnya seperti tanah, bangunan, hasil berdagang, dll. Secara sekilas memang hal ini akan tampak sangat adil karena semua orang dapat bagian yang rata, tidak ada perlakuan istimewa untuk siapapun. Sayang sekali sistem ini memiliki kelemahan yang cukup akut, yaitu orang yang rajin atau yang malas akan dapat bagian yang sama. Tidak lebih tidak kurang.

    Syariah Islam memang menekankan pada semua orang yang mengaku muslim agar peduli pada orang lain dan sosial. Kegiatan-kegiatan ibadah yang terbaik adalah yang dilakukan secara berjamaa’ah. Kepentingan orang banyak harus didulukan. 2,5% harta yang dimiliki harus dizakatkan kepada mereka-mereka yang kekurangan. Tapi Syariah Islam masih mengakui kepemilikan pribadi. Mereka yang rajin dan bekerja keras, selama dilakukan dengan jalan yang benar, berhak menikmati lebih. Hanya di camkan untuk tidak lupa membayar zakat serta banyak-banyak bersedekah. Dalam hal inilah Syariah Islam berbeda komunisme.

    Sebagai tambahan, dalam prakteknya komunisme seideal apapun, tetap saja ada oknum-oknum yang mendapat lebih dari yang lain. Semua itu tinggal bergantung pada seberapa kekuasaan yang dimiliki. Jadi lagi-lagi rakyat kecil yang jadi bulan-bulanan.

  77. 77 Dimas Suharto 22 June 2011 at 12:16

    jangan pernah berkata benar klo kamu sendiri ndag tahu apa itu kebenaran……

    KOMUNIS, SOSIALIS, KAPITALIS, semua adalah IDEOLOGI yang ada d muka bumi , kenapa bisa muncul perbedaan …?
    karena ndag adanya pemersatu antara kita…..

    semua yes…..

  78. 78 huget 6 July 2011 at 19:47

    Islam adalah jalan tengah,,tidak ke kiri dan tidak kekanan!

  79. 79 bintang 23 July 2011 at 04:29

    juara neh postnya…
    klo ngga salah neh hasil munguitin ilmu…

    komunis berarti sosialis yah…
    sosialis belum tentu komunis yah…

    betul ngga kk???

  80. 80 robisuja' asy syafii 26 July 2011 at 00:36

    “Contoh ke-najis-an binatang anjing: anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur’an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan yang ada di Al-Qur’an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.”ini kebodohan dari anda tentang islam …tahu ga kalo buruan hasil dari anjing buruan yang terlatih halal dagingnya …????

  81. 81 ibrahim 11 May 2012 at 20:22

    hati-hati kang jangan sembarangan nulis ,,
    islam dan komunisme itu sudah sangat jauh berbeda …
    Islam = dari allah . hidup untuk beribadah kepada allah . matipun akan kembali kepada allah .
    komunisme = dari materi . hidup untuk dunia . mati akan kembali menjadi materi ..
    dari pemahaman dasar nya aja sudah berbeda , apalagi kesana-sana-sana-sana-sana-sana nya lagi …
    islam = beriman kepada yg ghaib (allah)
    komunisme = teuingg ahh … gelap

  82. 82 gugun ahmad hilal 17 January 2013 at 21:17

    saya berterima kasih kepada penulis yang mereferensikan agama ,islam dan komunisme…..pendapat saya yang meyakini allah swt sebagai tuhan saya dan nabi muhammad saw nabi dan rosul terakhir dan mengimani bahwa kitab suci al quran dan al hadish adalah penuntun hidup saya…dan jikalau saya menjalani nya dengan sepenuh hati dengan penuh rasa dan tanggung jawab bersama keikhlasan dengan penuh kejujuran hati…maka dengan sendirinya saya akan katakan bahwa saya adalah bagian dari pada komunis. Karena apa karena sebaik baiknya manusia atau mahluk tuhan adalah yang berbuat sebesar besarnya berbuat kebaikan kepada mahluk tuhan….dan komunisme ada diantaranya…

  83. 83 burhan R. SALEH 30 April 2013 at 20:23

    tapi lau bagi sya pandangn kamu tentang islam dan komunis udah lmayan, di lihat dri pandngn andA tntng agm sdh mlai meleset, jklau sdh mlai meleset ketahuilah islam yng akn brhdpn dngnmu di hri kelak nnti……….. ok,……slam ateis

  84. 84 www.treaming.net 18 July 2013 at 21:24

    Mon nom est Anastasie.
    J’ai trente-neuf ans !
    je suis actuellement des études de chargée de communication . Si je suis parfois revêche, ce n’est pas pour autant un défaut ?

  85. 85 faith brown 24 July 2013 at 20:30

    Selamat siang semua, saya Mrs iman coklat, pemberi pinjaman pinjaman swasta yang
    memberi hidup waktu peluang pinjaman untuk membayar tagihan Anda pribadi dan utang
    dan untuk memulai bisnis Anda sendiri untuk perusahaan swasta dan perorangan di
      sebesar 2%. Jadi hubungi kami hari ini melalui email, faithbrown001@gmail.com

    DATA PEMINJAM’S S

      1) Nama Lengkap: ……………………………………………….
      2) Negara: …………………………………………………..
       3) Alamat: ………………………………………………….
      4) Negara: ……………………………………………………..
      5) Seks: ……………………………………………………….
      6) Status Pernikahan: ………………………………………….
      7) Pekerjaan: ……………………………………………..
      8) Nomor Telepon: …………………………………………
      9) Saat ini posisi di tempat kerja: …………………
      10) Pendapatan Bulanan: ………………………………………
      11) Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: ……………………………….
      12) Durasi Pinjaman: …………………………………………
      13) Tujuan Pinjaman: ……………………………………..
      14) Agama: ………………………………………………..
      15) Apakah Anda sudah menerapkan sebelum ……………………………

      terima kasih,
    mrs Iman

  86. 86 youtube.com 17 September 2013 at 16:58

    De Novo Lipogenesis (DNL) is responsible for conversion of carbohydrate into fat.

    Next set the timer for the number of minutes that you want.

    Numbers of reasons could be given about why should you lose weight and join
    a weight loss center Miami; you only know how odd it looks to be
    fat, then extra weight makes you feel lethargic, and obesity is the root of many cardiovascular diseases.


  1. 1 Ketika Islam Mengkopi peis Arab « Generasi Biru Trackback on 8 August 2007 at 17:55
  2. 2 B Ali, Mau Anda Apa Sih? « Amd Trackback on 25 August 2007 at 04:25
  3. 3 B Ali, Mau Anda Apa Sih? « A Sort of Homecoming Trackback on 18 February 2010 at 19:54
Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 171 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 171 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 171 other followers

%d bloggers like this: