Ospek, dan Latihan Pemantapan

Thanks Xaliber. Artikel anda tentang MOS berhasil memicu saya untuk menulis juga mengenai hal hal yang berbau begituan. Kalau anda menyoroti kemerosotan ataupun kemelencengan (bleh, ngomong ngaco sok intelek) serta hilangnya kemurnian MOS. Maka sebagai mantan siswa sekolah dan mantan mahasiswa saya juga ingin berbagi cerita kepada adik adik sekalian calon mahasiswa terutama. Karena semasa sekolah dahulu, MOS nya saya sudah lupa persisnya, lagian semuanya ga terasa mengganggu karena indahnya masa masa sekolah saya.

Beda dengan OSPEK di kampus dulu, kalau yang ini bakalan tidak terlupakan karena buanyak sekali kenangan menarik yang saya alami di sana. Apakah kampus butut, ndeso bernama FKIP UNLAM akan mengijinkan adanya OSPEK lagi? Entah, yang jelas kalau kembali ditiadakan ataupun dihaluskan dan dilunakkan lagi bakalan banyak mahasiswa(i) pengecut dan bermental tempe basi yang bakalan bersorak kegirangan. Plus senior senior gobloknya yang juga mencak mencak yah, ga bisa ngospek. Padahal mereka tidak ada satupun yang pernah ngospek tapi mau “mendidik” juniornya. Hal ini sama dengan menyuruh orang yang ga bisa dan ga tau sama sekali, atau cuma tau lewat cerita dan dongeng soal membongkar mesin misalnya, namun disuruh menjadi instruktur bongkar mesin. Ya jelas hasilnya kacau.

Sejujurnya, OSPEK (di FKIP UNLAM khususnya) mengalami missing link, karena setelah angkatan 2001 tak ada lagi OSPEK dengan format yang sama. Catat: FORMAT YANG SAMA! Artinya, kalaupun di angkatan angkatan setelah 2001 ada yang merasa diospek? Maka kalian boleh bersyukur, yang kalian alami itu sebenarnya ga seujung kukunya dari yang di alami angkatan 2001 dulu.

Sombong? Insya Allah tidak. Adalah fakta bahwasanya ospek angkatan 2001 adalah yang terakhir sebagai ospek keras! Setelahnya di FKIP (khususnya) tidak pernah lagi saya temukan ospek yang indah seperti itu. Mungkin anak anak FISIP UNLAM juga masih di ospek, dan saya salut kepada para panitianya yang berani terus mengadakan ospek.

Di FKIP? Anak anak cengeng yang nangis dan ribut ga karuan saat dapat nilai D+ itu rupanya cuma bisa sok rapat dan sok ngatur bakalan adanya ospek, hasilnya adalah kegiatan anak anak TK seperti nyanyi bersama dan kumpul kumpul. 2005, adalah tahun dimana saya diundang sebagai panitia. Hasilnya? Kacau. Semua rencana mulai dari menyesuaikan bentuk rambut cowo cowonya sampai memberi hukuman pada yang terlambat semuanya gagal.

Mental bunglon para dosen dosen dan petinggi kampus FKIP UNLAM juga bisanya berpengaruh pada acara, hari ini setuju besok ga setuju. Hal inilah yang sering menjadikan kekacauan yang sudah kacau menjadi tambah kacau. Begitu pula dengan tulisan kacau ini yang jadi semakin kacau, melenceng dari maksud awal dan niat suci ikhlasnya. Sebenarnya apa sich yang mau dituliskan tentang ospek? Bentar saya merenung dulu…………………..

Oke, sebenarnya saya mau sedikit memberikan usul bagaimana membuat acara ospek yang baik plus bagaimana menjadi panitia ospek yang baik. Dari susunan panitianya dulu. yang terpenting adalah pembagian tugas dan otoritas yang jelas. Misalnya bagian yang sering disebut “keamanan” yang biasanya mengurus segala urusan lapangan termasuk pasukan yang pemarah dan eksekutor mahasiswa baru (maba) yang membandel dan melakukan kesalahan. Mereka mereka ini seharusnya tidak diintervensi oleh bagian bagian lain termasuk bahkan seorang koordinator umum/acara ataupun ketua pelaksana. Kalaupun ada perubahan acara dan kesepakatan awal maka semuanya haruslah dirapatkan dan dibicangkan terlebih dahulu. Jangan seperti kejadian yang pernah terjadi saat pasukan keamanan hendak bergerak mencari mahasiswa yang tidak seragam potongan rambutnya, tiba tiba semuanya diambil alih oleh koordinator acara. Itu hanya akan menunjukan kelemahan dan ketidak becusan panitia.

Waktu yang tepat. Menurut saya waktu yang tepat untuk mengumpulkan maba adalah pukul 7 waktu Indonesia tengah. Ga usyah terlalu pagi karena saya ga bisa dan sudah sangat lama sekali ga bangun pagi supaya maba masih punya kesempatan buat ngurus ngurus segala perbekalan yang bakalan mereka persiapkan. Datang jam segitu sudah cukup untuk mendisiplinkan mereka sebagai mahasaiswa yang katanya calon guru.

Hukuman buat yang terlambat? Silakan tentukan dan dicari kesepakatan mau disuruh apa, sebagai Mantan P.A jelas saya memilih hukuman push up atau lari, namun ga usyahlah. Mahasiswa cengeng bermental pengecut sudah cukup down dengan disuruh nyanyi atau merayu pohon/rumput. Jelas juga hukuman ini ga bakalan bikin maba bernasib macam Cliff Muntu. Malahan mendidik melatih mental mereka supaya tidak jadi pengecut dalam menerima hukuman atas kesalahan yang mereka buat sendiri.

Kegiatan yang perlu. Disuruh bawa barang barang aneh macam telur mentah yang di cap RT, kue seharga 500 rupiah dapat 4, atau berbagai instruksi lain supaya mereka bisa berfikir kreatif dan kritis. Untuk dandanan? Bagaimanapun juga bentuknya dan warna warninya, semuanya hanyalah latihan kepercayaan diri agar maba kelak bisa memiliki mental tidak takut keluar mainstreaming! Jangan takut untuk tampil beda!

Jangan lupa kegiatan bersih bersih kampus harus selalu ada. Plus maba disuruh untuk minta tanda tangan DOSEN dan staff T.U./BAAK, jagan hanya minta tanda tangan kakak kakak panitia ganjen yang kepengen top.

Fungsi penyeragaman bentuk rambut? Agar mudah dikenali sebagai maba, plus menanamkan rasa kebersamaan angkatan yang kuat. Sesama maba juga mudah untuk megenali bahwasanya mereka adalah seangkatan. Sebenarnya masih banyak lagi, namun sudah banyak yang dulu pernah saya tuliskan di blog saya yang lama. Gimana Pak Dekan?

Kenafa saya mendukung ospek? Saya sudah merasakan manfaat banyak dari ospek, plus perbedaan signifikan antara mahasiswa produk ospek dengan tidak (khususnya di FKIP). Apakah ospek juga bisa menghasilkan Praja IPDN baru? Saya rasa tidak…. latdas Pecinta Alam yang lebih keras daripada ospek saja tidak makan korban sampai seperti anak anak IPDN. Ya kan Bu? Ya kan Pak? He he he. Peace!!!

Sekalian pamit (lagi) ya. Insya Allah hari Kamis (26 July 2007) saya bakalan ke Kahung Belangian lagi. Kali ini bersama pasukan IMPAS-B dalam rangka Latihan Pemantapan, yang juga merupakan acara pelantikan buat anggota muda menjadi anggota penuh. Salam Lestari.

Masih ingat dengan artikel ini? Kebiasaan Indonesia adalah menghangatkan berita lalu tenggelam dimakan berita lainnya. Semoga kali ini berita ini akan benar benar sampai pada penyelesaian akhir.

Sayang, aku pergi dulu ya. Awas lo, jangan selingkuh…*pletak. Egois buanget sich*

About these ads

45 Responses to “Ospek, dan Latihan Pemantapan”


  1. 1 Luna Moonfang 27 July 2007 at 16:35

    :lol:

    baca belakangan

  2. 2 itikkecil 27 July 2007 at 16:43

    Opspek memang perlu, kalo tujuannya untuk membangun keakraban dengan senior bukannya untuk menyiksa apalagi membunuh….. Jadi inget jaman dulu pas di opspek….

  3. 3 antogirang 27 July 2007 at 16:47

    parahhhh….

  4. 4 cK 27 July 2007 at 16:54

    pokoke™ komen!!

  5. 5 candanya jurig 27 July 2007 at 17:12

    aku sampe skrg masih heran … katanya “dilarang pacaran sesama blogger … eh wordpressian” ????

    super OOT :lol:

  6. 6 candanya jurig 27 July 2007 at 17:14

    ospek asal tidak keterlaluan, hasilnya pasti baik, tujuannya kan baik … tapi kalo anak IPDN mah dikirim mordor aja …

  7. 7 candanya jurig 27 July 2007 at 17:14

    :lol:

    mau hattrick … tapi ngga enak :lol:

  8. 8 irvan132 27 July 2007 at 17:22

    pokonya emang serem ospek pas taon 2004 ke bawah. super keras. untung aja bisa lewat.

    -IT-

  9. 9 erander 27 July 2007 at 17:24

    Camping-nya jangan lama ya .. kasihan Chiw .. banyak yang gangguin. Tapi tenang, sudah saya jaga koq hehe

    Soal OPSPEK, sepanjang itu hanya untuk lucu2an .. saya suka asal jangan dibuat nightmare aja. Malah ga mendidik. Lucu2an itu membuat anak baru menjadi cepat akrab dan menimbulkan solidaritas sesama mereka.

    Soal pendidikan di Mapala, memang lebih keras .. mendekati pendidikan militer karena ada acara survival segala dan belum terdekar kejadian seperti yang di IPDN.

  10. 10 Mrs. Neo Forty-Nine 27 July 2007 at 18:25

    sayang, jangan lama lama…
    banyak yang gangguin aku lho…termasuk Bang Eby ini…lagaknya aja dia ngejagain akuh…

    hmm…tentang OSPEK, kalo di Kampusku disebut PENGADERAN, dan di jurusanku disebut OMBAK ya…ga jauh beda sih, cuma mungkin kami masih lebih keras kalo dibandingin sama kampus – kampus yang saya kenal…

    dari tahun ke tahun, derajat kekerasan dalam pengkaderan ini makin turun. Secara kualitas?ah…semoga tidak.

    Pengkaderan, bagi aku, Yang…adalah kenangan yang sangat………indah dan pastinya ga akan kulupakan. Saat saat tersiksa lahir dan batin, saat saat penuh cacian, makian dan persaudaraan…

    tapi…kalo disuruh ‘dikader’ lagi…gamau ah…

  11. 11 danalingga 27 July 2007 at 18:57

    Ospek? biasa aja tuh :lol:

    Oh iya di kampusku juga format ospek telah berubah drastis tuh, yang ada hanya pengenalan terhadap budaya dan lingkungan kampus. Itu aja.

  12. 12 Mrs. Neo Forty-Nine 27 July 2007 at 19:22

    yang wajib ada dan terjadi pas Pengkaderan di tempatku :

    1. Rambut gundul ato sesuai kreasi, yang penting seragam dalam satu angkatan. Kreasi gundul bisa dijadikan metode membedakan maba jurusan yang satu dengan lainnya…selain bisa nambah penghasilan tukang cukur deket kampus.
    (ini bener2 berkah buat tukang cukur, pendapatan mereka naik berkali lipat saat musim pengkaderan)

    2. Berat badan turun drastis ato sebaliknya, naik drastis (ehm, saya termasuk yang naik saat itu, 1 kg!)

    3. Wabah diare!
    ini wajib, sampek ada pepatah yang bilang : “belum disebut sebagai mahasiswa ITS kalo belum ngalamin diare pas pengkaderan”. Penyebabnya macem macem, bisa stress, bisa kurang istirahat, bisa juga kondisi tubuh yang emang lagi adaptasi sama lingkungan surabaya

    4. Kurang tidur
    mata item kek vampir,mah…pemandangan biasa…

    5. Tiap hari ada kumpul2
    entah di tempat billyard, warung jagung bakar pinggir jalan, lapangan ga kepake…ato dimanaaa…ajah

    ehm, itu masih sedikit lho…tar aja kalo kamu dah pulang, kita cerita cerita lagi, berdua aja, tanpa ada yang gangguin…ya?

  13. 13 Mrs. Neo Forty-Nine 27 July 2007 at 20:13

    oiya…Ospek atawa pengkaderan di Tempatku…kwereeeeen…

    *acungin jempol*

  14. 14 deKing 28 July 2007 at 01:07

    Hidup MABA…
    Lho OOT ya :D

  15. 15 Shelling Ford 28 July 2007 at 02:02

    ospek itu aseek. saatnya buat nglicet ke mahasiswi baru (yang cantiq2 tentunya)

  16. 16 almascatie 28 July 2007 at 06:27

    ospek ga ada untungnya bagi pendidikan :D

  17. 17 manusiasuper 28 July 2007 at 11:11

    Ospek itu ajang buat nyari gebetan..

    *lirik-lirik sama yang jadiannya pas MOS di kahung*

  18. 18 Takodok! 28 July 2007 at 12:36

    Sini, mau tandatangan saya kan? :mrgreen:

  19. 19 Ersis Warmansyah Abbas 28 July 2007 at 15:13

    Tulis teruuuuuuuuuuus

  20. 20 Mrs. Neo Forty-Nine 28 July 2007 at 16:26

    July 28th, 2007 at 2:02 am

    Shelling Ford

    ospek itu aseek. saatnya buat nglicet ke mahasiswi baru (yang cantiq2 tentunya)

    ehehe, dan menikmati saat saat ditolak cewe tersebut ya Joe..?

    *siyul siyul*

  21. 21 aRuL 29 July 2007 at 02:26

    pengkaderan banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman hidup koq…. :)

  22. 22 endee 29 July 2007 at 13:03

    Ospek???…4 tahun yg lalu gw ngerasainnyah.!!!

    jd inget masa2 di kampuz…sperti kata yg nulis..produk kluaran ospek ama yg ngga..!!! itu ajaH..!!!

  23. 23 researchhhh 29 July 2007 at 22:50

    emboh

    bos

  24. 24 Neo Forty-Nine 29 July 2007 at 23:25

    @itikkecil :D pasukan pendukung ospek nich :D

    @antogirang
    Apanya yang parah? hah? hah? :D

    @Chika
    dasar miss komen! :D

    @candanya jurig :D
    :lol:

    ospek asal tidak keterlaluan, hasilnya pasti baik, tujuannya kan baik

    Sip..!
    :D silakan, mau quattrick juga boleh Teh…

    @irvan132
    Bagi saya latdas lebih sangar. namun saya berusaha mengambil sisi baiknya

    @erander
    Saya panitia yang buik kok mas :D dan sekarang sudah pulang dengan selamat :D

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Seleras dan sesangar apapun ospek aku ga takut. lagian banyak sisi baiknya. Ya Sayang…ntar ceritanya berdua aja… :D

    @deKing
    Situkan bukan MABA lagi :D

    @Shelling Ford
    dasar MENCE

    @almascatie
    Memang untungnya buat bangsa kok, bukan buat pendidikan
    *pletak*

    @manusiasuper
    maksudnya si Novi Noor Dianti sama Haris Fadhillah?? :D

    @Takodok!
    Ga mau kalau tandatangannya harus pake push up. kalau hukumannya disuruh nyium panitia cewe sich mau… :D

    @Ersis Warmansyah Abbas :D
    itu encoragement kan Pak… :D

    @aRuL :D tul!

    @endee
    Keluaran yang ga ospek sekarang kira kira gimana yach?? :D

    @researchhhh
    Emboh artinya apa ya??

  25. 25 klikharry 1 August 2007 at 08:02

    ternyata ospek bagus juga ya..
    ha,,,ha,,,
    btw kabarnya di IPDN ospeknya tiap hari loh..

  26. 26 Neo Forty-Nine 1 August 2007 at 12:22

    @klikharry :D

  27. 27 Xaliber 1 August 2007 at 14:33

    Hm… Berhubung saya belum sampai tahap kuliah, jadi belum tahu persisnya bagaimana ospek di kuliah. Tapi

  28. 28 Xaliber 1 August 2007 at 14:40

    Wduh,kyknya kpotong. Lwt HP sih. Lnjtan:

    …Tp

  29. 29 Xaliber 1 August 2007 at 14:44

    Wduh,kyknya kpotong. Lwt HP sih. Lnjtan:

    …Tp landsannya mirip, yaitu utk mngenalkan khdpan di lingkungan sklh/kmps.

    Jd kalau dr situ, mnrt sy shrusnya ospek itu jgn yg kras, kcuali kalo fkultasnya ada hbngannya dgn itu (mslnya fkultas hukum mgkn prlu latih argumen, CMIIW). Kalo tak ada hbngnnya mnrut sy sbaiknya tak usah, atau jgn mlakukan yg ga perlu.

    Sorak sorai di senior yang sekedar numpang lewat, misalnya, mnurut sy jg mengganggu & sbaiknya dihentikan krn tak ada hubungannya.

    Kalau soal IPDN, awalnya kekerasan disitu karena ada ospek bukan? :|
    Tapi kalau ada kampus lain menyamai IPDN mungkin ngga, tapi mungkin berada dibawahnya.

    Maap disingkat2.

  30. 30 endee 2 August 2007 at 12:28

    Yahh kLuaRan yg ga oSpEk di sini mUngKin sAma ama di t4 situ..heheh..ngerti ajah

  31. 31 Neo Forty-Nine 2 August 2007 at 15:00

    @Xaliber
    yang penting ospeknya tepat sasaran da ga keterlaluan. Pasti hasilnya juga bagus.

    Panitia/senior juga harus profesional. Minimal punya pengalaman menjadi peserta ospek biar kerjanya becus dan ga main hukum sembarangan

    @Endee
    HIDUP OSPEK! :lol:

  32. 32 Neo Forty-Nine 2 August 2007 at 15:01

    @ klikharry

    IPDN mah bukan ospek, tapi pembantaian…

  33. 33 purmana 2 August 2007 at 23:33

    Wah, bentar lagi saya ospek jurusan di kampus nih (maklum mahasiswa baru…. :P )

    Ospek,,, ah santai aja lagi. Yang penting jangan jadi orang yang terdepan dan terbelakang pas ospek…

    Maksudnya, pas ospek kita jangan terlalu vokal dan menonjol, emang sih bisa terkenal tapi dijamin capek dijailin senior terus. Terus jg juga terlalu pendiam, gak punya inisiatif dan gak bisa jawab di bawah tekanan senior. Orang kaya gini sih siap2 aja mati dimaharin senior…

    Biasa-biasa aja lah… ada tugas kerjain, ngomong kalo ditanya ato disuruh, dihukum ya… lakuin sebisanya, kalo ingin bicara ucapkan dengan sopan tapi tegas dan lantang… dijamin selamat!!!

  34. 34 Neo Forty-Nine 2 August 2007 at 23:39

    @ purmana :D
    Saya lebih suka jadi pembangkang, bisa jadi terkenal soalnya :lol:

  35. 35 Xaliber von Reginhild 3 August 2007 at 01:06

    Maaf sebelumnya jadi tiga kali postingan. :P
    Kalau komen di HP jadi kacau.

    Neo Forty-Nine:
    Iya sih. Nah, tapi yang seringnya saya lihat panitianya belum profesional, mungkin berhubung masih SMP-SMA (meski saya pernah lihat di lingkungan kampus yang kelihatannya kurang pro juga), jadi masih suka seenaknya. Dan lagi yang saya kecewakan, pengenalan terhadap lingkungannya itu tak ada. :|
    Langsung dikerasin aja.

    Tapi kalau menurut saya mungkin yang paling mengganggu itu sebenarnya senior non-panitia yang suka berlagak. Meski kedudukannya sebagai senior juga, tapi seringnya itu buat saya kesal. :?
    Jadi, setuju dengan ini:

    Plus maba disuruh untuk minta tanda tangan DOSEN dan staff T.U./BAAK, jagan hanya minta tanda tangan kakak kakak panitia ganjen yang kepengen top.

    Jangan melupakan karyawan. :)

  36. 36 Neo Forty-Nine 3 August 2007 at 23:43

    @Xaliber von Reginhild
    Makanya panitianya saya bilang harus profesional.Minimal punya pengalaman menjadi peserta ospek biar kerjanya becus dan ga main hukum sembarangan

    Tapi kalau menurut saya mungkin yang paling mengganggu itu sebenarnya senior non-panitia yang suka berlagak.

    Mau Caper aja mereka :D :lol:

  37. 37 calonorangtenarsedunia 8 August 2007 at 17:37

    link ketempat gua ga sedep bgt kata2nyaa…

  38. 38 Neo Forty-Nine 8 August 2007 at 17:44

    @Calonorangtenarsedunia
    Kan kemaren saya udah ijin buat nyomot nama kamu……….

  39. 39 andalas 9 August 2007 at 20:30

    ospek yah…
    dikampus sayah cuma di ajari demo doang, diajari jadi mahasiswa yang sok kritis, tapi gak mutu!!!

  40. 40 Neo Forty-Nine 9 August 2007 at 22:53

    @ andalas :D
    Dikampus FKIP dulu juga mahasiswanya ga mutu :lol:

  41. 41 harriansyah 27 September 2007 at 11:11

    koment telat gpp ya
    .. setubuh sama ibu itik kecil. ospek perlu untuk membangun kekerabatan , dan orientasinya bukan penyiksaan.

  42. 42 azhar 24 July 2009 at 17:27

    gw lom pernah di ospek nih…. paling berat klo mesti plontosin mahkota gw… haduuuhh….. panas,,

  43. 43 agus 18 August 2009 at 09:04

    salam pertemanan!^_^!

  44. 44 Aditya 30 August 2009 at 06:44

    Saya mo nanya..
    Dari sisi mana anda suka/menyukai ospek.. Pdhal waktu zaman Rasulullah dlu ga ada yg namax ospek,,apakah anda pernah mendengar ketika mereka pengen menuntut ilmu dg rasulullah hrus d’ospek dlu..sungguh bodoh org yg melakukan ospek..karena ospek adalah perbuatan org2 yahudi yg identik dg kekerasan, sdngkn ajaran rasulullah selalu dg lemah lembut..jd wajar klo maba sekarng suka dg yg lemah lembut,,
    sorry kalo tidak sependapat..


  1. 1 Evaluasi dan Resolusi untuk… Revolusi? « Deathlock Trackback on 18 May 2011 at 20:53
Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 170 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 170 other followers

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 170 other followers

%d bloggers like this: