Aku Pensiun jadi Muslim
Agustus 13, 2007
Aku. Aku tak perlu sebutkan namaku. Nanti ada yang tersinggung. Yang jelas aku hanya ingin berbagi kisah. Aku adalah anak Muslim, lahir dari orangtua yang keduanya Muslim. Meskipun bukan Muslim macam Ustadz ataupun anak anak pesantren namun aku mendapatkan bekal pengetahuan agama yang lumayan. Sejak kecil aku sudah dimasukkan TK Al Qur’an. Juga dipanggilkan guru agama setiap malam untuk menceritakan riwayat dan sejarah Islam.
Sejak kecil hingga kini aku bersekolah selalu di sekolah negeri. Namun karena aku tinggal di kota yang cukup metropolis dan memiliki masyarakat dari unsur unsur yang berbeda. Maka sejak kecil aku sudah punya teman teman yang kebetulan tempat ibadahnya berbeda dengan tempat ibadahku. Ada Kristen, ada Hindu, dan Buddha. Aku tak pernah pilih pilih teman, karena bagiku mendapatkan 1 teman jauh lebih sukar daripada mendapatkan 1000 musuh.
Aku sekarang selangkah lagi menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah. Namun sejak saat ini aku juga merasa gamang dengan keislamanku yang sekarang. Aku adalah anak yang lumayan nakal karena aku suka mabuk dan main judi. Orang tuaku sudah tak terhitung lagi dalam menegurku. Kakekku yang dituakan di kampungnya juga pernah turun tangan. Namun bagiku aku sudah tak peduli. Aku ingin hidup bebas, maka akupun sering tak ada di rumah. Aku juga bekerja membantu temanku yang tukang bangunan untuk mendapatkan uang karena aku sebisa mungkin tidak mau minta uang lagi dengan orang tuaku.
Kelulusanku pun tiba. Aku lulus, meski bukan yang terbaik ataupun yang terjelek di sekolahku. Aku pun akhirnya kuliah. Aku sudah menyiapkan semuanya. Hasil menang judi dan hasil kerja kerasku selama menjadi tukang bangunan sedikit demi sedikit kukumpulkan untuk biaya masuk kuliah. Makanya setiap berjudi aku selalu berprinsip pantang kalah, tak peduli bagaimanapun caranya. Serta aku selalu habis habisan dalam bekerja.
Kini setelah sekian semester kulalui, aku makin gamang dengan keislamanku. Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang. Katanya orang puasa itu penyabar, kenyataannya tak sekali aku dimarahi mentor mentorku yang suka puasa Senin Kamis itu gara gara aku suka membahas saat mereka lagi ceramah. Katanya aku suka melawan dan menuhankan akal. Termasuk saat aku meragukan bahwasanya “Bunga ataupun tumbuhan lainnya itu bukalah makhluk bernyawa”. Mereka bilang aku sudah tersesat.
Katanya Muslim itu bayar zakat supaya berbagi dan peduli dan saudaranya. Namun aku sudah liat sendiri Muslim Muslim pelit saat aku bekerja menjadi tukang bangunan. Dengan berbagai alasan dan dalih mereka memotong gaji kami. Mereka juga..ah sudahlah, pokoknya aku banyak ketemu Muslim kaya yang pelit bin kikir alias medit bin bakhil. Orang yang sudah pernah naik haji katanya alim. Nyatanya pak haji pemilik kostku itu tiap hari ikutan gabung main judi. Dosenku yang haji itu juga menyediakan kesempatan buat anak anak cewe agar dapat nilai tinggi dengan syarat harus mau datang kerumah beliau. Dan anak anak cowonya disuruh menghubungi beliau untuk membicarakan pembayaran untuk nilai. Ada apa? Apa agamanya yang salah?
Kalau memang sholat itu menyehatkan dan mendisiplinkan. Aku yang ga pernah lagi sholat ini bisa lebih disiplin daripada Pak Haji dosen yang sering telat itu. Aku juga tidak sakit sakitan macam temanku seangkatan yang berjidat hitam yang sekarang hampir koit terbaring di rumah sakit dengan penyakit jantungnya itu. Badanku kekar berotot karena hampir tiap hari aku bekerja berat. Semuanya aku dapatkan bukan oleh didikan sholat. Jauh lagi didikan guru guru agama dan mentor mentorku.
Kalau memang Muslim itu bersaudara, kenafa tetanggaku yang kebetulan janggutnya lebih lebat dan istrinya berjubah itu di usir dan dicap bid’ah bahkan kafir? Kalau memang orang orang Muslim itu suka bayar zakat. Kenapa aku bisa nyumbang mesjid lebih banyak dari si Arab juragan toko obat kuat itu waktu ada acara Isra Mi’raj?
Tibalah aku pada kesimpulanku…. aku tak perlu Islam! Aku mau pensiun jadi Muslim! Aku juga tak perlu agama lain. Mending aku jadi manusia ciptaan Allah yang bebas. Aku merasa Islam mengekangku. Mau belajar musik dibilang haram. Mau kenalan sama cewe dibilang haram. Mau main bilyar dibilang haram. Mau bersalaman dengan lawan jenis saja dibilang haram. Aku tak butuh semuanya yang digembar gemborkan pemuka pemuka Islam yang suka konser pake Toa itu. Biarkan aku hidup bebas. Yang penting aku ga nyolong, ga nodong, dan ga menghamili anak orang….
*Kisah ini bukan nyata. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung. Berati pernah mengalami. Minimal pernah triak triak ceramah pakai Toa sehingga tetangganya berhenti jadi Muslim!*
Agustus 13, 2007 at 6:03 pm
Agustus 13, 2007 at 6:08 pm
PERTAMAX!!!
Agustus 13, 2007 at 6:10 pm
wah…ceritanya hebad.
*nunggu keramaian*
Agustus 13, 2007 at 6:11 pm
*hettrik…enggak…hettrik…enggak…*
hettrik aja deh
Agustus 13, 2007 at 6:19 pm
@Chika si Miss komen…

Pertamaxnya berubah jadi ngaco.
disini udah rame kok..maksudnya di blog ini…
Untuk hattrick-nya ……..
Agustus 13, 2007 at 6:29 pm
tentang siapa ini Sayang?
Agustus 13, 2007 at 6:48 pm
Hemm…
Masih terlalu sepihak… Satu sisi kebenaran yang belum terbukti, tapi patut direnungkan…
Hemm..
Agustus 13, 2007 at 6:49 pm
Tapi setelah direnungkan, masa ada seh kejadian nyata seperti ini? Mana ada pemabuk rajin? Mana ada penjudi disiplin?
Agustus 13, 2007 at 6:49 pm
Lalu.. Setelah dipikirkan lagi, saya memutuskan untuk hetrik dulu, mendampingi yayang Chika…
Agustus 13, 2007 at 6:49 pm
@Mrs. Neo Forty-Nine
Tentang gejala sosial…..
Agustus 13, 2007 at 6:55 pm
@
Fadilnya HanaManusiasupercalonnyacalonorang********Ada. Dewa judi rajin latihan. latihan main judi.
Dewa Mabuk juga disiplin. dia selalu mabuk untuk menjaga statusnya sebagai dewa mabuk
Hatrak……hatruk…..hetrik…..
Silakan merenung…..
Hung, imak dasar arab taruslah, nang dahulu pina kaya arab, nang ada pina kearab-araban……


si cika lain arab…baik nang nyata arab ja…
lain hiripang, usul supaya imak jadi lebih terpuaskan
Ha ha ha ha
Agustus 13, 2007 at 7:33 pm
[...] - hanya saja aku orang yang terusik (baca:tergoda) oleh aura yang lagi kasmaran dan jatuh cinta. Kata pepatah memang orang sedang berkasihan “sinar” cemerlang menebar bagai [...]
Agustus 13, 2007 at 7:41 pm
Kafir kamu!
Agustus 13, 2007 at 7:59 pm
tolong jangan pake bahasa yg tidak dimengerti banyak oraaaannng….
btw, kalo pensiun dari islam dapet tunjangan pensiun ga? ini masalah penting!!
Agustus 13, 2007 at 8:44 pm
aku jadi bingung iks.. yang salah ini oknum atau ajarannya ya……
Agustus 13, 2007 at 8:53 pm
mau bilang kafir udha keduluan Difo!
yawdaaa,,
ditunggu makan makannya,, *lha?*
Agustus 13, 2007 at 8:59 pm
Nah lho, mengajak orang lain jadi murtad, rid ?
Agustus 13, 2007 at 9:07 pm
Lagian juga saya ragu, yang disebutin satu fer satu sebage conto itu MUSLIM ato bukan? kalo nyonto ame nyang salah, saya juga fensiun ajah.

Tafi saya bingung kemana ngajuin surat fensiunnya. Karena SK fengangkatannya juga ga fernah terima.
Emang antum fernah terima SK fengangkatannya? coba ana dikasih liat.
Agustus 13, 2007 at 9:38 pm
Pensiun? Bikin yayasan pensiunannya dong.
Agustus 13, 2007 at 9:58 pm
*kesummon karena ada yang nyebut cK*
hei farid, kamu ngomong apa?? tolong diartikan ke bahasa indonesia!!
*manggil cakmoki minta diartiin*
Agustus 13, 2007 at 10:31 pm
@Kopral Geddoe
Ampuun ya akhiii….
@calonorangtenarsedunia
Mmmmmm…….bahasa mana yang ga ngerti? silakan tanya ya…
Tunjangan… ntar dirapel buat 3 bulan.
@almas [belom in]
Yang mananya? yang pensiun apa yang bikin pensiun?
@Rizma
Emang ada acara apaan Neng? kok nunggu makan makan?
@ Mihael “D.B.” Ellinsworth
Sapa yang ngajakin Nak? tidak ada faksaan kok…
Lakum dii nukum…..(sambung sendiri yaks :D)
@Dimashusna

SK nya ada di KTP….
@Kang Adhi
he he he…nunggu ada sponsor Kang
@cK
Yang mana sich? kamu dan Hana ini nanya yang aneh aneh aja deh….
Agustus 13, 2007 at 10:46 pm
jadi bingung saya
Agustus 14, 2007 at 12:01 am
lebih bagus begini daripada beragama tapi hati jauh dari agama……..halah
Agustus 14, 2007 at 12:43 am
Agama itu candu wekekeke…
Agustus 14, 2007 at 12:58 am
yang paling sering ditemui memakai alasan beribadah sebagai excuse keterlambatannya
“…Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang…”
Agustus 14, 2007 at 1:18 am
@Julfan
Bingung apa nya?
@Regsa
@MasIndra
SETUJU!
@Astri
nah itu dia…..
Agustus 14, 2007 at 2:51 am
euh… klo begituh mah suruh ajah belajar solat nyah sama jetli atuh…
Agustus 14, 2007 at 3:06 am
ceritanya kok rasis seh? tapi aku suka, bisa nembel iman neeh. udah bolong banyak tuh.
Agustus 14, 2007 at 3:06 am
salam kenal
Agustus 14, 2007 at 3:06 am
Hehehehehehe kritikan yang menawan.
Tapi muslim yang disiplin, tidak pelit dll juga banyak lho…
*sambil TIDAK melirik diri sendiri*
Agustus 14, 2007 at 3:51 am
salam
bagusz! yang merasa muslim mesti terimakasih ada yang kasih koreksi dalem banget ! emang lebih sulit bicara kalo yang bilang dia2 juga. lebih enak kasih terapi kayak cerita 049 (semoga ini bukan kode buntut (emang buntut masih laku?))
jujur aja, saya sempet kaget makanya tertarik mampir. alhamdulillah, cerita buat koreksi diri (cie..)
hehe newbie ni,
qodam
Agustus 14, 2007 at 6:13 am
kalau masjidnya teriak-teriak pakai toa … itu namanya “HardRock Mosque” alias “Masjid Al-Heboh … ”
Agustus 14, 2007 at 7:35 am
itulah kalau mengaku muslim tapi yang ga ngerti agamanya dan memahaminya dengan baik, sholatnya cuman sekedar ritual, hajinya sekedar gelar, semuanya cuman sekedar atribut, melupakan kita ini makhluk sosial yang di ciptakan tentunya bukan sekedar melakukan ritual tapi bermanfaat bagi sesama dan makhluk lain maupun alama semesta…
Agustus 14, 2007 at 8:36 am
Ngawur kali nih ceritanya jarang saya lihat penjudi dan pemabuk punya banyak temen, rajin bersedekah bahkan bisa lebih banyak dari orang yang baik, apa lagi sampai disiplin bangun aja males gimana mau disiplin ( pendapatku ).Kalau membandingkan logika ama Agama ya gak nyambung2 soalnya yang ku ketahui Agama adalah urusannya yang telah diatur lewat Gusti Allah SWT.Topiknya cukup bagus untuk meningkatkan trafic blog nih karena cukup kontrovesial dan agak2 gak beralasan.
Sorry ya jangan marah namanya juga erpendapat he he he
Agustus 14, 2007 at 9:01 am
@ calonorangtenar sedunia & kang Adhi
Brillian ..
@ 049
Benar kata deKing .. begitulah kehidupan. Seharusnya kita menjadi beriman bukan karena orang lain. Tapi karena keyakinan kita.
Bukankah contoh2 yang disebutkan diatas justru membuat kita belajar hal2 yang tidak benar dan lebih arif menjalani hidup .. seperti kata Dalai Lama : “Kita bisa hidup tanpa agama dan meditasi tapi kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang sesama manusia”
Jadi .. walapun kita mengaku beragama tapi perang mulu dan saling membenci? apa fungsinya agamanya?
Agustus 14, 2007 at 9:11 am
Argggh…. tidak!!!!! sayah merasa ditampar……
sepakat…..
Agustus 14, 2007 at 10:14 am
untung saya ga tersinggung
Agustus 14, 2007 at 10:14 am
Waktu kuliah duuuulu sekali… saya diwajibkan ikut kuliah minggu pagi (habis subuh) dengar ceramah dan dapat struk untuk dikumpulkan dan dapat nilai.
Karena memang males, saya hanya berhasil mengumpulkan setengah saja dari seharusnya.
Akibatnya, saya dikasih nilai C bahkan hampir dikasih nilai D.
Payah..
Saya bilang sama mereka. Kalau begitu, tahun depan saya mo ambil mata pelajaran agama lain aja deh… biar nilainya A.
Kalau kemudian saya jadi tidak beragama, atau pindah agama, saya akan bilang, sampeyan lah penyebabnya….
Sang senior itu terdiam. Saya juga diam. Merenungkan kembali. Untuk apa saya beragama. Apakah ini sebuah pilihan, keterpaksaan, atau keikhlasan…..
Agustus 14, 2007 at 10:16 am
seperti pola pikir teman saya yang agamanya ‘freelance’..

jadi suka bingung kalo diajak debat tentang agama…
Agustus 14, 2007 at 10:18 am
seperti pola pikir teman saya yang agamanya ‘freelance’..
jadi suka bingung kalo diajak debat tentang agama…
btw…saya ga mungkin menghamili anak orang… :p
Agustus 14, 2007 at 10:22 am
Ooo…
Ada yg mau pensiun juga to…?!
Agustus 14, 2007 at 10:33 am
Cerita picisan dari seorang pengkhayal, namun tak sanggup memilah mana yang baik mana yg buruk. di mana sisi analisis keilmiahannya?
ibarat kutu yang bersarang di ketiak, yang ia lihat hanya keburukan dan bau, maka ia tetap menjadi kutu busuk yang menjengkelkan…………seandainya si pencerita tidak hanya melihat contoh yg buruk saja, niscaya contoh yang baik akan didapatkan.
namun lihatlah lebah, hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain maka madu adalah buahnya, manis, menyegarkan, nikmat siapa pun akan memperoleh manfaatnya……….seandainya si pencerita mau mengambil intisari dari kebaikan dan hanya mengambil dari yang baik2 saja, niscaya akan bagus dan menakjubkan hasilnya.
RENUNGKANLAH WAHAI ORANG-ORANG BERAKAL, SEMOGA KITA DILINDUNGI ALLAH DARI SYUBHAT DAN SYAHWAT.
Agustus 14, 2007 at 10:45 am
*merenung*
.
.
.
*merenung selesai*
kayaknya bener juga ya … skrg aku lagi hobby nonton DharmaTV … TV lokal yg khusus agama Budha … ya Budha … penyampaian ceramah2 disana jauh lebih menyejukkan daripada ceramah2 yg disampaikan oleh ustadz2 dan ulama2 … bikin aku rindu ceramahnya AA GYM …
Agustus 14, 2007 at 10:46 am
ah sial … kata ceramah2-nya lupa aku kasih tanda kutip
Agustus 14, 2007 at 10:47 am
*liat komen no 42*
kayanya bakalan rame neh …
Agustus 14, 2007 at 10:55 am
Hmm Menurut saya yang salah bukan agamanya kok,Agama apapun sama ngajarin yang baik, manusianya dong yang harus diperbaiki …. Jadi jangan pensiun dari agama apapun karena liat perilaku sesama yang jelek jelek
Agustus 14, 2007 at 11:16 am
lantas menutup mata dari contoh yg buruk?
Agustus 14, 2007 at 11:21 am
Memangnya Allah Swt. memerlukan Anda ?
Ha ha ha ha …….. Andanya saja yang merasa Agung alias mengidap Megalomania seolah Allah Swt. yang butuh Anda…..
Lha wong orang mau jadi Islam ataupun tidak bagi Allah Swt. TIDAK PENTING !
Namun banyak kemungkinan dapat terjadi
1. Anda sedang melakukan penyamaran
2. Anda mencari permakluman orang lain karena bisa jadi belajar Anda yang belum tuntas (mungkin karena keterbatasan IQ) yang disalahin gurunya, makanya rujukan yang dipakai pak Haji yang korupsi dsb.
3. Emang sih…. kalo cuma mau ngetop atau naikin rating mah caranya gampang ….seperti pepatah Arab bilang …. Kencingin aja air zam zam…. pasti ngetop dah …..
Sudah terbukti bukan !
Agustus 14, 2007 at 11:59 am
Semoga kita diberi petunjuk oleh Allah SWT dari ketergelinciran akal dan hawa nafsu…
Agustus 14, 2007 at 12:02 pm
jadi inget noveletnya kang habiburahman “dalam mihrab cinta”
ada kok maling jadi ustad. Jadi gak usah pesimis bahwa banyak yang buruk disekeliling kita, tapi masih lebih banyak yang baik bahkan berjuta contoh teladan disekeliling kita. peace seh….!!!
Agustus 14, 2007 at 12:07 pm
sayang sekali jika orang berakal berpikiran seperti itu ya…?
Agustus 14, 2007 at 12:52 pm
@Selamat
Selamat anda telah berhasil mempraktekan ad-hominem level pemula..
Anda juga tidak penting kok buat Allah, sama kan dengan kita semua?
Allah tidak usah dibela, sudah Maha segala-galanya kok, mbak/mas.
Agustus 14, 2007 at 12:56 pm
Aku gunakan tulisan inspiratif ini ketika mengajar mahasiswa mengenai keterbukaan kepada Tuhan. Salut atas refleksimu. Kunjungi juga dong, blog aku: http://jeremiasjena.wordpress.com Jika tidak keberatan, tambahkan (add) blogku juga ke blogmu. OK?
Agustus 14, 2007 at 1:32 pm
Ya mending jadi sendirlah, berusaha untuk memperbaiki diri sendiri. Nggak usah puising dengan orang lain.
Segala amal perbuatan kita hanya kita dan Allah yang tahu. Eeehh… sory sedikit berceramah
Agustus 14, 2007 at 1:36 pm
Apakah anda dulu betul2 islam.ataukah seseorang yang menyamar dan menyebarkan syubhat-syubhat ke orang muslim.
Orang non muslim sewaktu tau, agama yang hanya diridhai Allah hanya islam mereka langsung masuk islam.banyak orang2 terkemuka dan berilmu dari mereka yang masuk islam setelah mempelajarinya.
Tidak seperti orang islam yang keluar dari agamanya,hal itu dikarenakan faktor ekonomi,kemiskinan dll.
carilah tauladan yang terbaik yaitu Rasullullah Salallahu Alaihi Wassalam dalam berislam,pelajari sejarah hidup beliau.
Saya kira nikmat yang terbesar di dunia ini adalah nikmat iman
Agustus 14, 2007 at 1:47 pm
hati2 ya….
semua manusia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya,
baik itu ucapan ataupun postingan blog…
Agustus 14, 2007 at 1:54 pm
Selamat dan salut kepada anda karena berhasil melakukan provokasi, sehingga banyak yang komentar. Provokasi Saudara mudah2an bisa mengingatkan kepada mereka yang mengaku dirinya muslim sehingga mampu memaknai bahwa Islam secara hakiki.
Agustus 14, 2007 at 1:54 pm
Astaghfirrullah…..
Rasanya kebobrokanku sudah dari A sampai Z, dari A’ sampai Z’….
Tapi hari ini ada yang mengalahkanku…..
Agustus 14, 2007 at 2:23 pm
tapi sayang, kalo menyalahkan agama. yang salah biasanya ada pada pribadi orangnya. agama mengajarkan yang baik, dan menjaga hubungan dengan pencipta. trus gimana donk kalo ngak punya agama?
Agustus 14, 2007 at 2:26 pm
@sikabayan
Bukannya jeki cen kang?
@septianw
Rasis itu bukannya bawa bawa warna kulit?
Terima kasih sudah menyukai….
anda sudah menyukai blog yang benarSalam kenal kembali… Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk mampir…..
@ deking
Ya jelas banyak King…soalnyakan yang ngakunya Muslim sendiri aja banyak..ga percaya? Periksa tuh KTP nya orang orang Indonesia..pasti banyak yang kolom agamanya berisi Islam…tau deh hati dan kelakuannya…
@qodam
Newbie? kalau begitu saya ucapkan selamat datang di dunia perbloggingan….
Kalau memang benar anda newbie (soalnya ada yang ngakunya newbie tapi old blogger…he he he….jsut kidding), Saya salut karena anda mampu memahami sebagai tanda anda membaca dengan baik.
Terima kasih jika ada manfaat yang bisa diambil dari karangan jelek ini
@musadiqmarhaban
*Ketawa ngakak*
*Kabur karena dikejar remaja Mesjid yang suka konser pakai pengeras suara*
@Evy
Maksudnya memahami yang hablum hablumman itu ya Bu??
*lirik blogger dan komentator yang ga ngerti hamblumminannas*@dwi Yanto
Silakan dianggap ngawur. Kalau saya bilang saya pernah temui bahkan berteman dengan pemabuk dan penjudi yang disiplin dan ga pemalas juga belum tentu ada yang percaya… Jadi silakan laksanakan
mahzab dan aliran agamakepercayaan masing masing…@erander
Ho ho ho.. Hati Hati dikejar orang orang yang kecanduan agama Mas..
@itikkecil
Oke sepakat…tapi siapa yang nampar Bu? Biar saya bantu..bantu kabur maksudnya..
@syafriadi

*menucap kata kata bermakna “Puji X”*
*X = Diganti dengan nama tuhan masing masing
@agorsiloku
Soal kepaksa atau tidak kayanya menurut saya itu adalah hak dan pilihan masing masing…
Tapi perjalanan kuliah agamanya itu lhoo Mas…kok mirip….???
Yang dapat nilai C aja jadinya kaya Mas Agor…gimana yang dapat nilai lebih tinggi??? Apa senior seniornya yang buta ya…??
@sezsy
agama “freelance”?? itu agama gimana ya?
Mmmm…jadi kamu cewe ya Sez? baru tau aku..
*glepak*
@dwihandyn
Yang pensiun..yang jelas adalah tokoh dalam ceritanya
@abumaulid
Komentar picisan dari seorang pengkhayal, namun tak sanggup memilah komentar yang baik atau OOT, mana komentar yang tidak baik dan kasar.
Bukanya ilmiah = akal = dengan haram….
Karena afa??? Karena jangan menuhankan akal….
Seandainya kutu bisa…dia tidak minta dicontohkan menjadi contoh anda…
Lagian di ketiak itu yang bersarang bukan kutu… melainkan keringat dan rambut
Seandainya si komentattor tidak hanya melihat contoh buruk saja…Niscaya komentar yang baik akan tertuliskan
Namun lihatlah komentator lain yang faham dan mau mengambil manfaatnya. seandainya si komentator mau belajar dari komentator lainnya…
@Joerig™
Ini Teteh yang satu ini juga….jangan jangan nanti komen anda bikin anda ikut ikutan dikafirkan…tapi bukan dari saya lhooo….
Yang suka mengkafirkan itukan orang orang yang masih percaya tuhan
@joycekartika
Ini baru komentar….
*tepuk tangan*
Makasih…gara gara manusia orang bisa kecanduan agama… Gara gara manusia pula Tuhan bisa mati….
@ calonorangtenarsedunia
Ga usyah tutup tutup mata… memangnya ada yang parno di sini??
@Selamat
Memangnya saya butuh anda?
Ga perlu anda juga saya sudah ngetop
@Al Faqir
A….miiiinnnn
@roemahcerdaz
Ambillah
sendalyang baik…tinggalkan yang buruk..@Heri Setiawan
Hmmm….kayanya itu malahan menjadi perwujudan dari penggunaan akal dari orang berakal tadi deh..
Orang berakal yang anda maksud yang mana Mas? yang jadi tokoh ya?
@ jeremiasjena

Waduh…jangaaaannnn….inikan tulisan jelek dan ga bermutu….
Oke…saya akan ke blog anda kalau pulsa masih ada…
@pelbis
*duduk tenang mendengarkan…*
@irf
Apakah anda sampai sekarang betul2 Islam?
Banyak orang pintar yang mempelajari Islam untuk melemahkan dan menghacurkan termasuk mengadu domba umat Islam
Tidak ada orang Islam yang keluar dari agamanya dikarenakan faktor ekonomi,kemiskinan dll. melainkan karena faktor hati, ima dan kepercayaan
Apakah anda sudah membaca baris terakhir dari artikel ini???
Agustus 14, 2007 at 2:31 pm
@superdeuthman
Hati hati ya..
semua komentator bertanggung dan berjawab atas semua tebaran komennya
@thoriq
Terima kasih banyak….
@mbelgedez
Subhannallah
Rasanya kegantenganku tidak ada yang mengalahkan…
Dan sampai hari ini tidak ada yang mengalahkan
@jhonrido

Ya memang manusianya yang salah.tapi mau gimana? seandainya kesalahan manusia tidak dikait kaitkan dengan agama? apa ada manusia yang bisa?
alau ga neragama ya ikut huku sekitar misalnya ga nyolong dan ga nodong itu..
Agustus 14, 2007 at 2:34 pm
wah, aku pikir pengalaman pribadi lagi diceritain…
kalau DIPERHATIKAN, semua pikiran dari tokoh utama cerita di atas dalah pemikiran yang pendek, bukan pemikiran yang mendalam sebelum memutuskan untuk pindah agama.
ya nggak?
Agustus 14, 2007 at 2:42 pm
Dia engga pindah agama kok…tapi pensiun beragama…

Agustus 14, 2007 at 2:47 pm
moga saja kita bisa ketemu segera ya…
Agustus 14, 2007 at 2:48 pm
OOT:
Artiin!!!!
Agustus 14, 2007 at 3:14 pm
no coment… banyak oknum sperti ini…
Agustus 14, 2007 at 3:18 pm
sungguh terlalu…. mending diganti aja ceritanya jangan pensiun jadi muslim karena bisa mengundang kontroversi dan perdebatan. diganti aja pensiun jadi manusia dan contohnya hewan hewan yang bisa lebih manusiawi. dan di akhir cerita dikisahkan mendingan jadi hewan daripada manusia. trus dikasih ilustrasi iklan rokok yang gambar kingkong bertuliskan “SUSAH JADI MANUSIA’
perlu kita renungkan, masih pantaskah kita jadi manusia….
Agustus 14, 2007 at 4:02 pm
ngomongin apa se?
Agustus 14, 2007 at 4:22 pm
Subhanallaaahh……. Semoga… ceritanya bisa jadikan qtnya selalu beristiqomah dijalan Nya :)… peace maaaaaaaann
Agustus 14, 2007 at 4:27 pm
Agama ga perlu kamu
Kamu yg perlu agama
Kalo kamu ga perlu
Jadi Ateis aja
Ateis Kamu !!

Agustus 14, 2007 at 4:44 pm
Kok hampir semua tulisan di blog ini bernada murtad dan menyalahkan Islam ya? Saya mohon penulis/admin agar tidak membuat tulisan bernada seperti ini supaya tidak timbul kontroversi dan kesalahan.
Masalah pensiun jadi muslim, saya rasa orang yang memutuskan pensiun itu berpikiran pendek, hanya mengamalkan Islam setengah-setengah, ya jadilah begitu. Untuk melihat muslim yang sesungguhnya itu, lihatlah Rasullullah SAW yang merupakan contoh dan teladan, jangan lihat orang lain yang menjalankan Islam dengan setengah-setengah. OKE!!!
Agustus 14, 2007 at 4:46 pm
Pensiun ??? Kalau pensiun jadi muslim nanti jadi apa ya
Punya title gak :d
Agustus 14, 2007 at 5:12 pm
@ nailah zhufairah
oknum seperti inilah yang membuat carut-marut dan memengaruhi manusia lain untuk mengikuti langkah-langkah syetan.
@ ZaNdE
ya jadi KAFIR.
@ cesar zehan camille
Sepakat! Sepertinya memang MURTAD.
Memang blog ini isinya seperti itu semua. Nggak menyenangkan umat, tapi malah bikin sesek hati kaum muslimin yang membacanya. Taubat bung, sebelum ajal menjemput!
Agustus 14, 2007 at 5:27 pm
Read between the lines.
Agustus 14, 2007 at 5:50 pm
ad hominem mulai bermunculan…
Agustus 14, 2007 at 6:05 pm
emang pegawai negeri….kok ada pensiun segala…..
“tapi sesungguhnya Allah itu tidak membebani umatnya dengan sesuatu amalan yang berat. jadi jika berat…amalkanlah yang menurut kamu ringat….”
Agustus 14, 2007 at 6:27 pm
singgah ah..chappheee deuh
Agustus 14, 2007 at 7:11 pm
Agustus 14, 2007 at 7:35 pm
anda blum memahami agama anda…jadi anda berfikir begitu….
Agustus 14, 2007 at 7:40 pm
koq pada rajin membawa agama yah?
Agustus 14, 2007 at 7:45 pm
hentikan aja postingan kayak gini…
*sekalian hetrikz….*
Agustus 14, 2007 at 7:47 pm
*sekalian quadtrikz… ah*
katanya temanku loh, bukan saya….bahwa dari hadist nabi “kalo bukan bukan ahlinya yang bahas agama tunggulah kehancuran”
Agustus 14, 2007 at 7:52 pm
kalo buat muslim baca ini sih bisa tertohok, apalagi kalo agamanya setengah2… so bisa jadi paham agama tidak sebatas itu….
tapi gimana kalo yg baca itu org2 bukan muslim? bisa saja jadi senjata mereka menghancurkan agama islam
Agustus 14, 2007 at 7:53 pm
mengkafirkan orang itu urusan berat. lebih gampang meMUNAFIKkan orang. kisah di atas lebih mirip kisah tentang kemunafikan tokoh di dalamnya.
Nb: Murtad itu butuh keberanian besar.
Agustus 14, 2007 at 8:01 pm
bisa jadi kisah diatas bukan menggambarkan kegamangan atas gejala yang ada. tapi hanya merupakan keengganan kita dalam beragama.
***
mengakunya Islam, kok hobynya jelek-jelekin Islam. Apa Islam itu jelek ya? . hah?
Jangan-jangan anda ini bukan Muslim. Anda hanya orang Iseng yang ngaku-ngaku Islam.
Tulisan anda secara umum tampaknya membenci sekali agama. Tulisan anda khususnya memojokkan Islam.
anda kenapa sih?
ngaku Islam kok ga ada bangga-bangga nya sama Islam.
Agustus 14, 2007 at 8:09 pm
pemikiran anda yang cenderung memisahkan Tuhan dari agama. seperti yang sering disebut si Geddoe. itu bukan ide baru. itu ide dah lama. Anda tuh hanya anak kemaren sore yang keranjingan filsafat.
anda jangan seperti Geddoe yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Game dan anime Jepang ketimbang mempelajari agama anda.
mengutip Arul, yang sudah mulai gerah, “anda blum memahami agama anda…jadi anda berfikir begitu…”.
nyambung ketulisan si dana. yang meragukan kesucian Al quran. Coba anda buat satu ayat saja yang serupa dengan ayat Quran. Bisa ga lo?
Agustus 14, 2007 at 8:16 pm
ini semua bukan soal orang yang mau pindah agama. dan juga bukan tentang mereka yang menganut deisme. ini hanya sisi keMunafikan. keengganan menjalankan ajaran Islam.
semua ini bisa jadi tentang libido dan nafsu belaka. anda-anda (049, dana, Geddoe dll, kecuali Joe) hanya orang-orang sebenarnya hanya orang merasa tertekan pada ajaran agama. sebab agama membatasi orang diri anda bertingkah laku. seperti Geddoe yang hoby liat gambar anime setengah bugil itu. bisa jadi dia kesel karena agama melarangnya. makanya dia begitu membenci agama. selain itu mungkin anda yang punya hoby mabok, main wanita, segudang perilaku yang oleh agama di cap maksiat, pasti merasa apatis dan mungkin benci sekali pada agama.
ini hanya soal itu. hanya soal kemunafik.
Agustus 14, 2007 at 8:17 pm
[...] hari ini hatiku merasa agak gersang, tidak banyak ide menulis yang muncul. Kering, bahkan selesai sholat dan dzikir pun masih terasa. Tidak seperti biasanya, [...]
Agustus 14, 2007 at 8:26 pm
orang-orang sejenis 049 hanya mau membuat orang merenung atas pikiran dan tulisan mereka. sedangkan untuk diri mereka sendiri tidak ada ruang cukup untuk merenung atas nasehat yang orang berikan, misalnya nasehatnya Arul itu.
mereka hanya orang yang keranjingan filsafat sedang sering kali akal sehat mereka tidak berjalan baik.
semisal ada komen yang agak keras atas tulis mereka akan memberikan arguementasi-argumentasi yang sebenarnya lebih nyata menggambarkan keadaan diri mereka.
inti tak akan ada yang bisa melawan argumen mereka. mereka tak terkalahkan dan tak terbantahkan. seshahih atau selogis apa pun nasehat yang kita berikan kepada mereka pasti akan salah.
Geddoe yang katanya kritis itu toh tak pernah menunjukkan kejernihan pikirannya ketika memberi komen di blog ini atau blog sejenisnya, seperti punyanya Dana. Dia, Geddoe, seakan shati dengan seluruh gagasan dalam blog ini.
bisa jadi itu kesadaran orang-orang seperti mereka. mereka bisa mengenali sesamanya. sesama orang-orang yang membenci agama yang mereka peluk.
Agustus 14, 2007 at 8:29 pm
seandainya Islam di turunkan di Indonesia dan bukannya di Arab sana. Pemlik blog ini pasti tetap akan bertanya kenapa mesti Islam diturunkan di Indonesia?
intinya dimana pun Islam itu turun 049 akan terus bertanya kenapa islam turun di sini atau di situ. karena sesungguhnya yang dibutuhkan bukanlah jawab. yang diinginkannya adalah Islam tidak pernah turun dimana pun. karena dia tak pernah senang Islam diturunkan dimuka bumi ini.
Agustus 14, 2007 at 8:36 pm
sekian untuk hari ini. saya hanya curiga anda bukan Muslim. kalau bukan Muslim dari awal ga bisa dikatakan Murtad Islam, iya toh?
di Internet orang bisa mengaku-ngaku segala rupa. mengaku agamanya ini atau itu. kelaminnya itu cewe, bahkan mengaku banci pun bisa. di internet orang bisa saling memfitnah.
tapi di internet orang bisa menunnjukan kejujuran. sebagaimana yang dilakukan Joe. setidaknya dia apa adanya. jujur kalau dia narsis dan penggila popularitas. dan bila Joe menulis soal Islam dan agak pas. itu wajar saja. lah wong dia lebih giat belajar photoshop ketimbang PHP. jadi Joe itu lebih paham tentang dirinya sendiri ketimbang soal agama. ya intinya kalau Joe nulis tentang agama jangan dibawa seriuslah.
Agustus 14, 2007 at 9:00 pm
*kesummon*
@ Mas/Mbak Dije Norie
Anda memiliki pendapat, saya pun demikian. Perbedaan di antara kita adalah- ketika saya selalu berusaha untuk mengakui kalau orang yang berseberangan pendapat dengan saya bisa saja benar, anda langsung tunjuk nama saya dan memuntahkan kata-kata hujatan yang berbau prasangka buruk dan padanan ad hominem lainnya.
Tujuh. Tujuh komentar sekaligus. Beruntun. Kenapa? Anda resah? Mungkin saja iya. Tujuh komentar itu hanya self deception belaka. Anda berusaha meyakinkan diri anda bahwa tulisan-tulisan saya (yang mungkin mengganggu hati nurani anda) itu cuma keluh kesah bocah delapan belas tahun yang brengsek, porno, horny, pukimak, blingsatan, dan membenci agamanya sendiri karena agamanya itu nggak memberinya ruang untuk menikmati tontonan mesum.
Anda merasa nyaman dengan mengatai saya? Bisa jadi. Itu termasuk dalam proses menipu diri. Setelah anda berhasil meyakinkan bahwa kredibilitas saya cacat, anda akan sukses meyakinkan diri anda bahwa tulisan saya yang (mungkin) sedikit mengganggu hati nurani anda itu cuma SAMPAH, seberapapun (mungkin) MASUK AKALNYA. Hasilnya, iman anda (apapun itu) akan kembali terjaga.
Silakan. Silakan anggap demikian, kalau itu memberi anda ketenangan. Silakan caci maki
Agustus 14, 2007 at 9:05 pm
Ma bingung,,
bukannya tulisan itu maksudnya ga sukanya sama ritual yang ga diamalkan dengan bener, dan nyari excuse ya?
bukan agamanya kan yang disalahin,,
*eh apa Ma salah tangkep?*
kok bisa jadi Faridnya murtad??

Agustus 14, 2007 at 9:13 pm
*ada yang kelupaan*
Buat yang nggak sreg sama tulisan dan pemahaman saya, saya minta maaf, walau permintaan maaf ini tidak berarti saya bersedia mengubah pendirian saya hanya karena diprotes sebagian pihak.
Kalau ingin dilanjutkan berdiskusi, Y!M saya di captaingeddoe_112, dot yahoo dot com. Ada keluhan yang betul-betul mendesak, akan saya coba ladeni
Agustus 14, 2007 at 9:14 pm
*eeiiits*
…at yahoo dot com, ding.
*sekalian hetrik*
Agustus 14, 2007 at 9:15 pm
mau pensiun..??? yah sakarepe… luweh… yang rugi … rugi sendiri kok… Allah SWT nggak rugi…
Nggak bisa mengeneralisir contoh yg nggak bener… teruz ngambil kesimpulan ajarannya yang nggak bener… Montir motor salah menservis motor… yang salah bukan motornya… montirnya yang begoo…!!! Masak gara-gara gitu… motornya yang disalahin… waaaksss… wrong conclusion…!!!
Well.. gue sendiri sebenernya bingung ama neh Blog… maksud nya apaan seh…!!! Kalau kisah itu.. diceritakan.. yah udah jelas.. tukang batu nya … guendeng..!!! Pertama … tidak ada di dunia ini… dimana pun… ada kebebasan absolut…!!! Buktinya selalu ada peraturan… !!! Gue kasih contoh… kenapa sih.. kalau orang makai narkoba.. kok ditangkep…??? Duit-duit dieee… badan rusak… badan die… apa bedanya dengan rokok… toh sama-sama ngerusak.. (in the long run).. jawabnya yah itu rules yang dibuat oleh negara…!!! Teruz.. kalau gitu negaranya yang salah… mau minggat…??? Monggo… mau kemana minggat nya…??? Mau pensiun jadi warga negara…??? Monggo… jadi warga negara.. alam kubur…!!!
Kedua… ngambil contoh itu yang nggak bener… aza udah keliru… mestinya sebelum men-judge liat dulu… ajaran agama nya gimana…??? Apa ada agama mengajarkan… kalo udah jadi pak haji.. boleh berjudi…!!! Dimana ada (entah Alquran, Hadist etc)… yang memperbolehkan… !!! Justru … belum tahu seutuhnya teruz menjudge… Ini ibarat … Judge the book only by cover… ini khan stupid banget…!!!
Gue.. nggak tahu apakah admin nya ini muslim atau nggak..!!! Tapi kalo muslim.. ber istigfar deh… karena kalau menulis yang nggak bener.. teruz ada yang mengikuti… secara tidak langsung loe.. udah mendorong orang menjadi merugi… atau mendorong orang tersebut menjadi bathil… Masya Allah.. istigfar… yaaah…
Agustus 14, 2007 at 9:26 pm
@ciepoel
Saya turut berduka cita buat siapa saja tyang merasa tidak pantas menjadi manusia… Sudah di bikin jadi manusia malah berfikir pensiun jadi manusia…
@sandynata
Gejala Sosial
@Ly
Amiiinnn. dari sekian komentator tidak ramah dan tidak faham…masih ada yang bisa mengambil manfaat dan pelajaran
@ Irwan
Saya juga ga perlu kamu sebagai komentator…
@cesar zehan camille
Oke.. terima kasih… bagaimana kalau si tokoh juga minta diperlakukan seperti halnya Rasullah memperlakukan orang yang tersesat? apakah para pemuka agama dan ahli agama sekarang mau? jadi tokoh fiktif saja banyak yang mengkafirkan…
@abumaulid
Tidak menyenangkan hanya bagi yang merasa tersinggung atau tidak faham…berarti seperti yang saya sebutkan di akhir…
Agustus 14, 2007 at 9:27 pm
Bahasa Sundanya Krisis Identitas…
(Garuk-garuk kepala…
Agustus 14, 2007 at 9:41 pm
@ ikankoi
Oke… saya akan sampaikan pada si tokoh untuk mwncari amalan yang ringan. Terima kasih atas informasinya..
@pejalan
Silakan….
@ aRuL
Anda juga nampaknya belum memahami sepenuhnya…apa pernah bikin tetangganya berhenti jadi muslim juga?
@Dije Norie
Anda sebenarnya hanya merasa tersinggung karena merasa pernah menolak pemabuk yang mau ikut sholat dengan alasan mabuk dilarang mendekati sholat. Padahal dalam hatinya ia ingin bertaubat. Cobalah anda bikin postingan kaya gini..Bisa ga?
Ya saya memang hanya anak kemaren sore. maka kalau ada yang merasa bukan anak anak lagi… silakan bergaul dengan yang bukan anak anak…

Ooo…Rupanya ad hominem juga…baru nyadar saya
*manggil Joe*
Joe!!!!! tolong aku ajarin fotoshop dan PHP supaya aku jadi alim kaya ujarnya Djie Norie
@ Rizma
Udahlah….masih banyak yang ngakunya islam dan ahli Islam…nyatanya baca artikel manusia aja ga faham. artinya ga faham ayat pertama yang turun…“Iqra”
@ triatmono
Belum pernah liat Pak Haji main judi????
Alhamdulillah….
karena saya sering..
Agustus 14, 2007 at 9:42 pm
@mbelgedez

Bukannya krisis moneter?
Agustus 14, 2007 at 9:53 pm
Pensiun dapet pesangon nggak ya?
Agustus 14, 2007 at 10:09 pm
Masih muda kok udah pensiun ?Gimana kalo udah tua ?!
Agustus 14, 2007 at 10:14 pm
ya kita bisa melihat.. ehhehehe…
setelah lebih dari 100 koment aq baca.. beberapa dari kita memberikan komentar hanya dengan melihat judulnya saja..
fakta yang menarik .. dan aq rasa para komentator2 itu kebetulan belum membaca dengan lengkap.
ehhhehehe.. rasanya ada perasaan unik yang timbul dalam hati, marah ? ya marah.. pada mereka yang hanya melihat pada judul, pada mereka yang hanya melihat cover dari sebuah buku, pada mereka yang suka makan dengan bungkusnya.
Haa.. aq makan dulu.
Agustus 14, 2007 at 11:00 pm
@Mbuhraweruh
Dapat. Tapi di rapel buat 3 bulan
@irdakaiser
Kalau udah tua ya Bangkotan…
@Irdix

Selamat makan…Thanks for nice comments
Agustus 14, 2007 at 11:15 pm
bertaubatlah kau bang
Agustus 14, 2007 at 11:22 pm
*tobat tobat*
Agustus 15, 2007 at 12:32 am
http://papuaxxx.wordpress.com
Agustus 15, 2007 at 12:35 am
Trus, si dia yang pensiun jadi muslim, selanjutnya gimana? Jadi apa? Agnostik?
Ah… masa-masa penolakan terhadap dogma terkadang membuat kita jadi pelarian, ya?
Aku pernah kok mikir hal yang sama. Tapi kemudian nyadar: Hey, wake up! Agama itu bukan hak cipta mereka. Bukan trademark mereka. Bukan hak paten mereka!
*peduli siapapun MEREKA itu*
So, I’m proud to be a moslem. With or without “them”! Still…
BTW, postingan bagus buat ngajak mikir
Agustus 15, 2007 at 12:36 am
Sayang, ngelihat komen di sini, keknya kamu perlu bikin posting dengan judul Iqro lagi deh…
Iqro part 2 deh…
Agustus 15, 2007 at 12:38 am
HMMMMM….. JUDUL YANG MENARIK UNTUK DI BACA ISINYA. AKU PENASARAN NIH KOK DENGAN JUDUL SEPERTI INI BISA MASUK KE TOP POST BOTD YA? HM WHATEVER SELAMAT YA UDAH MASUK TOP POST DI WORDPRESS. WELCOME TO WORDPRESS COMUNITY
SALAM KENAL
FORUM KUMPUL ANAK PAPUA
Agustus 15, 2007 at 1:17 am
kalau begitulah cara pandang yg menghujat 049, bagaimana mungkin memahami AQ dan Hadist yg demikian qias,
engga percayakan kalau AQ menggunakan kalimat jelas sekaligus qias…”samudera jadi tinta, ditambah 7 serupa..” …tapi kayaknya kita-kita juga hasil qias itu koq…, karena ada pendebat tulisan makin diamati…
iya..ya saya juga qias itu….makasih…makasih..makasih…
Agustus 15, 2007 at 2:35 am
@alex

Yang jelas jadi orang yang ga nyolong, ga nodong dan menghamili anak orang diluar nikah
Thanks.
@Mrs. Neo Forty-Nine
Ya memang lagi dirancang Honey….
@papuaxxx

Capslocknya konslet ya Mas/Mba?
Makasih makasih…duluan saya apa duluan situ make WordPress
Terima kasih dan salam….
@Zal

Ho ho ho…kalau anda Muslim… setidaknya anda sudah faham Iqro….
Thank you
Agustus 15, 2007 at 3:37 am
udah buang aja agama itu, jika memang tidak bisa membuat kamu menjadi manusia yang lebih baik. Percuma toh.
Agustus 15, 2007 at 3:43 am
@Danalingga

Ceramah untuk tokoh cerita kan Dan?
Agustus 15, 2007 at 3:58 am
Wah,
Kalo kita berdoa minta kaya sekarang juga ya ga mungkin
Kalo kita minta hujan uang ke Tuhan ya ga mungkin
Kalo kita minta cewek ato cowok cakep jadi pacar kita tapi kitanya ada di pulau di tengah lautan sendirian ya ga mungkin
Agama kayaknya ga untuk yang begituan
Agama ga bisa bikin kita kaya
Tapi agama itu ada
Tuhan itu ada
Dia menguasai manusia itu dengan pilihan
Dan adanya Tuhan itu benar-benar terasa jika nyawa telah benar-benar di ujung tanduk
Cerita kamu meski ga nyata tapi berbahaya
Bisa menginspirasi orang-orang frustasi plus goblok plus bodoh plus congok plus culun
So, ati-ati kalo bikin tulisan
Agustus 15, 2007 at 4:41 am
euh… sudah panjang rupanyah inih yah… eheheh..

ngelihat tulisan kang parid teh jadi kayak ngelihat AA GM euheuheuh…
Agustus 15, 2007 at 10:57 am
ad hominem apa sich??
agama ‘freelance’…ya, ga meluk agama apapun..
kalo lagi pengen ngislam, islam..kalo lagi pengen ngristen, kristen.. ya..gitu.. hehehe
btw, agama itu bukannya ’sumber perang’ ya??
bikin tulisan tentang itu donk rid…
Agustus 15, 2007 at 11:30 am
@Rijal
Rijal? Rijal teman seangkatan ku kah?
Kalau menurut dan berdasar pada pengalamanku pribadi sich. tuhan itu benar benar terasa saat kita tersesat dan kelaparan di tengah hutan
Hati hati juga bacanya…
@sikabayan
Astaga. Saya bukan tukang poli polian atuh Kang..
@Sezsy

Adaya agama freelance…wah, kalau begitu bilang si freelance hati hati kalau kalau suatu waktu dikejar dan darahnya dihalalkan oleh orang orang yang kecanduan agama
Ad hominem nanti akan saya link di posting selanjutnya.
agama sumber perang? oke…cari lteraturnya dulu supaya tidak dikafirkan dan dibilang goblok lagi..

Agustus 15, 2007 at 12:53 pm
@ Neo Forty-Nine :: saya juga tidak menguasai sepenuhnya, makanya saya tidak mau membuat tulisan yang belum saya pahami takutnya berlebihan
maksud pertanyaannya apa yah?
Agustus 15, 2007 at 1:43 pm
::Neo Forty-Nine, Muslim…?..hiks…masih jauh men…,
disebutNYA kafir aja udah untung…., paling engga aku udah dikenal….lobby men, lobby…
aku baru meencoba bergerak dari angka trilyunan menuju Nol dan dari sini jika dizinkanNYA menuju Null…biar aku hilang engga berbekas lagi…biar engga error==too many rows…
Agustus 15, 2007 at 2:07 pm
euh… memang mirip sekali…
Agustus 15, 2007 at 3:05 pm
rid iya, itu nasehat buat tokohnya kok.
Agustus 15, 2007 at 3:48 pm
nauzubillah…
Agustus 15, 2007 at 4:25 pm
Arggh… aku merasa ditodong pas bagian menghamili anak orang.. ya anak orangnya istri g sih.. wekekekek..
Agustus 15, 2007 at 4:41 pm
@dije nori
lah apa hubungannya tidak ada yang sama dengan suci, sebuah logika menggelikan.
Bukankah manusia juga tidak ada yang sama satu sama lain, lantas apakah manusia juga suci?
Agustus 15, 2007 at 4:50 pm
sekalian hetrik
bagi yang ngaku ngaku muslim, coba baca komennya zal ini. Masihkah anda ngaku mulim? Kekekekek……..
@049
wah rid, gue baru sadar bahwa gue jadi kebagian di maki maki di sini nih.
Agustus 15, 2007 at 5:24 pm
bagus ! pensiun jadi muslim…
jadilah orang yang lebih dari sekedar muslim.
*halah sok2an, dirinya sendiri muslim KTP*
sejak dari orok, kita tuh udah gak bebas..
bebas itu kayak apa?
kalo mau bebas
mati dulu
mampir bentar di neraka, yaah paling ratusan tahun
trus masuk surga
nah itu baru bebas
*halah*
Agustus 15, 2007 at 6:40 pm
::dije nori::
“Coba anda buat satu ayat saja yang serupa dengan ayat Quran. Bisa ga lo?…”
Lho…, ini kebiasaan, ngebalikin Kalimatullah….kepada yg Empunya Kalimah,
dije nori, ini KalimahNYA untuk kita-kita secara pribadi…agar kita ngga ragu-ragu pada saat DIA berkata…”hei…itu…AKU…,”…
Jangan ributkan yg disampaikan 049, pernahkah kita tercenung dengan kalimahNYA …”kemanapun kau memandang disana wajah ALLAH berada…”…nanya gih…nanya…, itu ditujukanNYA agar kau lebih mengenalNYA….
koq ya kesenangannya ngebalikin Kalimah kepada yg Empunya Kalimah…, kalau kita tiap ngomong..omongan kita diucapkan yg sama lagi kekita…gimana…., iya kalau burung beo…pasti kita anggap pintar …
Agustus 15, 2007 at 6:50 pm
[...] masih ada yang salah untuk mengartikan. Apalagi sampai merasuk kedalam masalah agama. Di lain pihak koar - koar masalah murtad, sedangkan yang satunya lagi membantahnya sampai mulut berbusa - busa. Ah, [...]
Agustus 15, 2007 at 6:53 pm
Komen saya hampir sama dengan komen: arul, antosalafy (abu…), skuteng (Dije…), triatmono, rijal, dll yang tidak setuju dg ini.
rosenqueen… emang pernah nulis macem ini ya?. Dije (mungkin) cuma mau membantah dan tidak setuju dg tulisan ini.
Bener tuh, klo Anda muslim jaga agamanya. Tp klo sebaliknya, ya berarti bukan murtad namanya. Tulisan spt ini bisa menjerumuskan yg lain kepada keraguan.
Jadi, Hati-hati..
Agustus 15, 2007 at 7:09 pm
@ Dije Norie dan semua yg maki2 dan protes tak puas
Dalam hal ini saya bukan mau mengkritik dari segi kwalitas agama kalian, tapi dari segi pemahaman bahasa Indonesia kalian, baik yg tersirat maupun tersurat harus berbarengan diproses dalam akal/otak anda2 semua. Kalau masih belum bisa memahami intisari postingan 049, Dana, Geddoe dll yg kalian anggap menjelekkan agama sendiri lebih baik kembali ke SD kelas 4 utk belajar memahami bahasa Indonesia yg baik dan benar (krn kalian warga negara Indonesia dan itu wajib kalau mau blogwalking di lingkungan yg berbahasa Indonesia).
Setelah bbrp bulan saya ikuti dan pelajari semua postingan para “terlaknat” diatas (049, Dana, Geddoe, kecuali Joe… hehehe, Joe mmg alim?… upss.. ada satu terlaknat lagi.. wadehel) semua intinya adalah menasihati para pemuka agama, bpk2 yg bertitel Haji agar dalam berprilaku disesuaikan dgn titel dan jabatan mereka, jgn hanya krn perilaku mereka dalam berbuat, berkata2 dan berkomen2 mengakibatkan citra Islam tercoreng dimata umum, sehingga mengakibatkan terjadinya kasus seperti postingan di atas, bukannya ada org baru yg tercerah dan masuk Islam tapi malahan yg sudah Islam malah minta pensiun.
Nah saran saya, kalau anda2 ini belum tau betul bahasa Indonesia, atau hobi baca judul langsung komen,
malasbelum mempelajari keseluruhan karakteristik (yg ini utk dije norie) blogger2 tertuduh diatas jgn langsung mencap org dgn tuduhan ingin keluar dari agamanya krn tidak diperbolehkan lihat anime setengah telanjang misalnya, atau memuaskan hasrat terlarang mereka.Anda hanya akan menelanjangi diri anda sendiri dihadapan blogger bangsa lain yg kebetulan paham bahasa Indonesia lebih mendalam dari anda, dan kebetulan membaca komen anda yg ad hominem dan cenderung menyiratkan bhw pendidikan bahasa Indonesia anda lulus dgn “angka kasihan” dari guru SD anda.
Kalau sampai disini anda sekalian masih belum mengerti…., apa boleh buat deh…., mungkin gw kurang mahir berbahasa Indonesia atau malah sebaliknya.
Agustus 15, 2007 at 7:29 pm
@aRuL
Itu di artikel apa di komen Mas? maklum koneksi saya terbatas. ribet kalau harus nyarinya. Yang jelas yang saya bikin ya sebatas yang saya bisa..
@zal
Ho ho ho..kalau urusan hatimanusia dan Rabbnya.. bagi saya itu urusan pribadi..
@ sikabayan

Kalau mirip ramahnya saya mau kang..
Tapi kalau mirirp polinya ntar malah dimarahin calon istri
@ danalingga
@{F4154LMAN}
Subhannalloh
@Grahat
Astagfirullah…kapan saya bisa nyusul anda ya…
@danalingga lagi
Mending dimaki daripada dipuji Dan…dengan dimaki bisa jadi introspeksi, Pujian cuma bikin terlena
@ eroboy
Kalau masuk neraka bukan bebas namanya
@ Zoe

Okey…maksudnya hati hati dalam menafsirkannya kan…
seperti misalnya jangan asal comot nama untuk anak, biar dari Al Qur’an kalau yang diambil Syaiton dan Fir’aun-nya…kan tetap salah namanya
@ CY


Peace! udah deh….jangan sampai menelanjangi begitu dong..
Kan katanya yang telanjang telanjang itu haram..
Agustus 15, 2007 at 7:39 pm
Pyiuuhhhh.. baca komentnya lebih “berat” dari baca postingannya.
Mo koment pa lagi sepertinya semua udah digeletakin semrawut disini. Esens postingan jadi divergen oleh kehebatan isi koment.
Tapi dari sisi seorang ordinaryone, seburuk apa pun orang-orang yang mengatasnamakan agama ku, memberi stigma jelek pada agamaku. Tetap aku ga akan pensiun dari Muslim (mudah2an) atas dasar pemikiran kebenaran tetaplah kebenaran dalam putih dalam hitam. Benar tak ada kebenaran yang absolut karena setiap binernya akan langsung terdistorsi dalam IQ,EQ dan SQ setiap individu.
Warning!! Serious error, sufficient memory and capacity of cerebrum. Please upgrade your capacity
*selesai.. gletak langsung pingsan*
Agustus 15, 2007 at 8:09 pm
…
namanya juga manusia…
agama itu mengajarkan berbagai hal yang baik…
namun manusia yang membuatnya buruk…
aya2 wae, de Pendi…
kekekekkkk…..
Agustus 15, 2007 at 9:52 pm
@may
*kasih pernafasan buatan untuk yang pingsan*
@Jabizri

Manusia manusia…
Agustus 16, 2007 at 1:04 am
Agamaku agama semesta
menyeruak dalam dada
memancar dari wajah
wajahku wajah agama
agama penuh pesona
tak ada darah
tak ada bencana
Agustus 16, 2007 at 10:48 am
@reksokata

Peace!
Agustus 16, 2007 at 1:17 pm
Bikin lagi kisah, aku berhenti jadi blogger…
1. karena banyak bloger yang …
2. karena …
ha ha ha ha
Agustus 16, 2007 at 1:39 pm
Lho,lho,lho ko jadi rame nih. Bukannya antum cuma mau koreksi habbit kita sebagai muslim dgn bahasa dakwah yang antum kuasai. tapi kok malah kena bombardir cacian.
Untuk semua yang dongkol dgn postingan ini, coba pahami. Ini koreksi, karena saya yakin Seorang yang telah jadi Muslim sejati, tak akan pernah mau pensiun jadi Muslim selagi hidup. Begitu juga dgn si Mas ini, dia cuma mau koreksi kita.
Dan setahu saya Orang muslim sejati itu selalu Bijak, Bermanfaat untuk orang banyak dan selalu berkaitan dgn hal-hal yang positif, masalahnya Bisakah kita Membuktikannya?!!!
Keep On Moving My Friend. Peace!!!
Agustus 16, 2007 at 2:37 pm
@Mrtajib
*ketawa ngakak*
Nanti malah dikutuk semua blogger Kang…
@Dimashusna

Peace juga. Thanks dukungan dan pengertiannya
Agustus 16, 2007 at 3:15 pm
Postingan yg keren… Mantaf mennn…
Peace !
Agustus 16, 2007 at 5:29 pm
Kebetulan lewat blog ini, maap kang numpang komen.
Klo ga boleh silahkan del aja
Kisah ironi seorang muslim. Kesalahan yang dilakukan secara massal bisa dianggap sebuah kebenaran, kalau melihatnya tidak dengan hati yang jernih.
Banyak muslim hari ini yang sebenarnya “tidak layak disebut muslim” atawa “sudah pensiun”. Namun mestinya pertimbangan untuk pensiun atau tidak itu berdasarkan pemahaman dan pemikiran. Toh Allah sering menyentil ummat-Nya dalam Al-Qur’an dengan kata-kata afala ta’qiluun dan afala tatafakkaruun?
Berpikir…berpikir dan merenungkan ayat-ayat-NYA dengan segenap kemampuan akal yang dikaruniakan-NYA kepada kita. Jangan hanya manut kata ustadz, kata kyai. Kalo ga mau menggunakan akal, apa bedanya dengan binatang?
sekali lage maap CMIIW