Puisi Anak Bangsa
Agustus 17, 2007
Si anak memandang ke meja itu…
Tersusun tidak rapi piagam dan medali
Untuk apa semua itu?
Tetesan keringat hanya terbayarkan oleh janji janji
Anak itu merenung
Masihkah mimpinya akan dikejar
Melihat semua medali yang sempat terkalung
Hanya menyisakan rasa hambar
*Dari seorang anak mantan atlet. Yang semua prestasinya hanya mejadi pajangan dan kenangan. Hingga akhirnya dilupakan*
Ah…sudah lama tak berpuisi. Panggilan tentang kekangan kebebasan seni mengingatkanku pada Arts have no grammatical and lexical error. Surat ini mungkin menjadi pemicu…kenapa Kang Adhi, Bang Fertobhades, Danalingga dan tentunya Kekasih tercinta menuliskan hal hal bersifat simpatik pada pemberangusan karya seni. Merdeka dari apa kita? Bersuara dan berpendapat saja diberangus? Mungkin besok besok memandang si buta dan tuli yang pengecut beserta penerusnya kelakpun bakalan diharamkan………
*diteriakkan denga lesu*
Selamat Tujuhbelasan…….. Merdeka (dari apa?)……..



Agustus 17, 2007 at 1:44 am
Agustus 17, 2007 at 1:51 am
Agustus 17, 2007 at 1:53 am
*jawab dengan lesu*

selamat juga.. ikut lomba apa mas?
pa ada lomba mlintir lehernya koruptor ga mas
Agustus 17, 2007 at 1:58 am
merdeka!!!!!! *dengan lantang*
Agustus 17, 2007 at 2:00 am
Nulis puwisi aja nggak bebas… Merdeka apanya?
Merdeka yang cuma bermakna nggak dijajah secara resmi?
Agustus 17, 2007 at 2:04 am
@almas
Ikut lomba bobo….
*groookkk…..zzzz……grookkkk*
@Danalingga
merkeda
*dengan lesu*
@Kopral Geddoe
Bukan…merdeka cuma berarti bisa ikut Olympiade.. sisanya????
Agustus 17, 2007 at 2:13 am
merdeka dari dan untuk apa….
merdeka [dari] sesuatu biasanya adalah bebas dari hal-hal yang membelenggu dan membatasi atau dengan kata lain merdeka [dari] sesuatu yang negatif
merdeka [untuk] sesuatu adalah bebas untuk melakukan hal-hal yang positif dan konstruktif untuk suatu kemajuan atau dengan kata lain meredeka [untuk] sesuatu yang positif
salam kemerdekaan….
Agustus 17, 2007 at 2:14 am
euh.. songsonglah masa depan penuh.. tatapan sibuta.. teriakan sibisu.. dan tendangan sikaki buntung…
Agustus 17, 2007 at 2:21 am
@Fertobhades
Merdeka!
merdeka dari yang negatif….
Amiiiinnnnnnnnn!!!!!!!!!! sekkencang kencangnya
merdeka untuk melakukan hal positif…
Amiiiinnnnn!!!!!!!!!
@Sikabayan

Ciaaattttt……
Agustus 17, 2007 at 2:42 am
Kalau kita analogikan dengan kimia (busyet hobi amat main analogi), mungkin kemerdekaan itu bukanlah suatu unsur, melainkan suatu senyawa atau mungkin bahkan campuran
Unsur adalah sesuatu yang tunggal…karena kemerdekaan adalah suatu senyawa atau bahkan campuran maka kemerdekaan bukanlah suatu hal yang tunggal …kemerdekaan itu akan terbentuk dari sekian kemerdekaan…
kita bisa meraih kemerdekaan yang satu bagian tetapi mungkin kita masih belum mencapai kemerdekaan yang lain.
Setidaknya sekarang kita sudah merdeka secara status politik…
Agustus 17, 2007 at 3:59 am
[...] saya menulis ini karena terinspirasi komentar saya sendiri di tempat saudara saya ini (maaf kalau hal ini disebut narsis ) sehingga akhirnya saya kembangkan komentar saya sendiri [...]
Agustus 17, 2007 at 9:48 am
walaupun merdeka yg saat ini kita rasakan blom sepenuhnya terangkum dlm hakekat kemerdekaan yg sejati… tapi paling ga kita bisa bebas ikutan lomba panjat pinang dll, tanpa perlu lagi diteriakkin “inlander” sambil ditendang pantatnya sama wong londo, ga perlu lagi angkat bedil atau ada bom-boman…
hehehe…
refleksi yg keren…
Peace, Love `N Harmony
Agustus 17, 2007 at 2:13 pm
Hmm, kira2 mirip sama deKing sih. Kemerdekaan (negara) itu melingkupi banyak aspek. Pengakuan kedaulatan baru salah satunya aja…
Soal kemerdekaan dalam hal ekonomi, berpendapat, dan lain-lain… itu bagian yang beda lagi (IMHO lho). Tujuan utama proklamasi kan agar keberadaan negara kita diakui secara internasional.
Agustus 17, 2007 at 2:14 pm
Sajak ini kayaknya berlaku juga buat para veteran perang kita…

Agustus 17, 2007 at 5:09 pm
@deking
Yah. lumayan. daripada ga ada merdekanya sedikitpun
@9uBr4K5
Peace! yah setidaknya kita bisa main internet. meski mahal tetapi tidak perlu kerja rodi dulu
@ sora9n

malas membahas kedaulatan negara, apalagi soal pengakuan international. Sejak baca buku Birth of Nation….
@Mrs. Neo Forty-Nine
Kayanya sih begitu….
Agustus 17, 2007 at 5:54 pm
merdeka dari kebebasan.

ya, artinya belum bebas.
Agustus 17, 2007 at 5:55 pm
[...] Neo Forty-Nine Filed under: In My Search | [...]
Agustus 17, 2007 at 5:59 pm
@Antobilang
Merdeka dari hongkong? Gondrong aja ga boleh…
Agustus 17, 2007 at 6:05 pm
emang merdeka yang kk-kk/mas-mas/mba-mba/om-om/tante-tante inginkan itu seperti apa si? saia bole tau ngga?kemerdekaan dalam hal apa si?saia lho masih binun, kita ini merdeka, tapi ya ko masih ga isa berkembang?perasaan dari dlu, di pelajaran geografi waktu saia smp sampe skarang, ko ya dibilang negara berkembang mulu ya???knapa ya?*tampang bloon*
lha terus, mas-mba semua pada bilang kita masih belum merdeka, emang merdekanya itu mesti gimana si?tolonk, saia ini masi binun banget….
makasih….
Agustus 17, 2007 at 8:20 pm
Walah, pesimis begitu. Arti Blogger tidak ada dong.
Agustus 17, 2007 at 8:40 pm
[...] meski semuanya hilang kendali, tanpa harapan, namun tidak selamanya begitu. Masih ada sedikit optimisme yang tersisa. Mari kita bangun negeri [...]
Agustus 17, 2007 at 9:34 pm
makany rid, elo potong rambut donk
Agustus 17, 2007 at 9:36 pm
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
blogger sama optimis atau pesimis emang nyambung?
yang jelas saia ini sudah pesimis dengan negeri yang saia tinggali…lha wong tinggal nunggu ancurnya aja ko…huahuahuahua…ke-pesimis-an saia bisa diliat di blog saia aja?
huehuehuehue, skalian prmosi negh…
Agustus 17, 2007 at 10:21 pm
@Hoek
Saya cuma mau mereka untuk gondrong. Yang kecil aja dulu… ga usyah yang muluk
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
Bukan pesimis Nak…. realistis….
@cK

Ya ya ya….bentar lagi juga potong rambut. Kan belum merdeka untuk gondrong
Agustus 17, 2007 at 10:46 pm
jadi gondrong itu suatu keharusan atau keinginan mas?huehuehue….whateper de…skarang buwat saia, gondrong ga gondrong, nuthing problem ko.yang penting khan kapasitas dan kecepatan proses simpan, olah dan transfer data di balik rambut…apapun modelnya…sbagai contoh saia ini rambutna saia pirang, tapi cara bpikirna ko ga kya orang barat yah…tidak kreatip gitu, tetep aja otak saia otak indonesia…lemoth…huahuahuahua….maaf kalo OOT
Agustus 17, 2007 at 11:00 pm
ha ha ga papa…. Ga bikin blog Nak?
Agustus 17, 2007 at 11:12 pm
sudah pak (halah….) liat ja di hoek.wordpress.com <– (masi nulis alamat, alnya belum tau cara mbikin link…huehuehue
Agustus 17, 2007 at 11:23 pm
Klik here. Untuk panduan ngeblog di wordpress
Agustus 17, 2007 at 11:41 pm
ew, tq guidena.kalo bisa koreksi saia juga dunk? kali aja tulisan-tulisan saia nanti ada yang ngacho (emang c baru satu doank)
(bginilah contoh manusia indonesia, dikasi ati minta jantung, rempela, usus, uda gitu nasi nya minta tambah…)huahuahua
Agustus 17, 2007 at 11:54 pm
weleh…
weleh…
kok pada pesimis sih
klo bukan kita yg bngun bangsa ini biar merdeka sepenuhnya

trus sapa donk?
kita suruh jepang dan amerika?
Agustus 18, 2007 at 12:16 am
wah,
teorisemangat yang patut ditiru…Agustus 18, 2007 at 12:32 am
sok lah… saya ikutan merdeka juga…
menuju kemerdekaan yang sesungguhnya!!!
Agustus 18, 2007 at 2:25 am
merdeka… kayaknya hanya status.. mari mulai memerdekan diri, tapi tetap dengan tanggung jawab..
Agustus 18, 2007 at 3:05 am
@hoek
@La An
Bukan pesimis… realistis..
@hoek
*semangat!*
@andalas
Amin
@anker

Oke…. Mulai! he he he
Agustus 18, 2007 at 10:05 am
Merdeka dari penjajahan, itu sudah pasti. Tapi menjadi tidak pasti adalah masih banyaknya campur tangan luar negri yang secara implisit atau eksplisit mencampuri Indonesia. IMF misalnya.
Merdeka dari kebebasan berpendapat yang dulunya sempat dikekang, tapi menjadi tidak karena sekarangpun media tetep aja dipegang dan dikontrol oleh orang2yang punya kuasa aja.
Oh ya lam kenal ye…
*
Optimis bahwa kemerdekaan Indonesia yang ke62 tahun ini akan membawa sedikit dan hanya secercah harapan untuk kita bersama, karena disini, hanya di sini di Indonesiaku * kok kayak iklannya Gudang Garam Ya
Agustus 18, 2007 at 11:00 am
MErdeeKAA…!!! bon l’aniversaire IndoneSIAku..walo entah bagemanapun yg trjADI bangSA kita saaT Ini..kitA hrUS te2p cintA IndoNESIAAA…!!! lam kenal ..thnx
Agustus 18, 2007 at 11:36 am
@evelyn pratiwi yusuf
Salam kenal juga
Yah… perubahan menjadi lebih baik dan menjadi negara yang mandiri. itulah yang tidak atau belum bisa kita capai sekarang. soal merdeka dari penjajahan…ya memang baru sebatas itu.
@pram

Merdeka! minimal merdeka berkomentar…
Sala kenal juga…
Agustus 18, 2007 at 12:53 pm
Lha, kata - kata saya di komentar tadi juga realistis kok.
Kalau nanti pesimis, untuk apa ada blogger, yang (mungkin) bisa menjadi perubahan untuk bangsa yang lebih baik ?
Agustus 18, 2007 at 1:26 pm
[...] keadaan negara kita sedang porak - poranda, harapan untuk bangkit selalu ada. Kita harus mampu percaya bahwa Indonesia hanya kurang berusaha. [...]
Agustus 18, 2007 at 4:03 pm
Manusia yang memiliki kebebasan sejati cuma orang Gila, Orang waras minimal akan tunduk kepada Tuhan, hati Nurani dan akal.
Begitulah yang dikatakan Gus Mus (Mustofa Bisri)
Saya tidak mau dijajah oleh seni, dijajah oleh kata-kata, oleh komposisi warna atau hal-hal lainnya. Saya hanya senang dijajah Oleh ALLOH.
Agustus 18, 2007 at 5:02 pm
@Mihael “D.B.” Ellinsworth
*manggut manggut*
@Dimashusna

Tapi kayanya Beliau ga suka menjajah tuh mas….
Agustus 18, 2007 at 9:11 pm
hiks…hiks…
biar udah merdeka tapi kita masih aja tetep dibilang negara dunia ketiga, gak enak banget sih
tapi………….
merdeka!
Agustus 18, 2007 at 11:21 pm
Empat tigax

Puisi oh puisi..
Enol-Empat-Sembilan tuh jurusan ke Tanah Abang yah?!
*Langkah sejuta*
Agustus 19, 2007 at 10:17 am
Ya…. maksudnya Menjajah dgn Cinta, Rahmat dan Kasih-NYA
Agustus 19, 2007 at 5:01 pm
@mataharicinta
Semoga kelak bisa bersaing menjadi negara dunia kesekian
Merdeka (entah dari apa?)
@Heri Heryadi (Gak Login)
Bukan. jurusan Kota Intan. he he he…
@Dimashusna

Kalau itu mah.. Setuju.
Agustus 20, 2007 at 3:18 pm
[...] Kemerdekaan Indonesia………… [...]
Agustus 21, 2007 at 1:21 pm
bahkan Land of the free - Home of the brave pun belum merdeka …
Agustus 21, 2007 at 2:12 pm
Ga usyah jauh jauh. buat saya, untuk menjadi diri saya sendiri saja saya tidak merdeka…..
Agustus 21, 2007 at 2:15 pm
kemerdekaan kan harus diperjuangkan …
kemerdekaan diri sendiri cuma kita yg bisa memperjuangkan … men-utopia-kan negara tugas semua orang yg merasa WNI …
Agustus 22, 2007 at 5:01 pm
Ya Rob aku lelah, penat semua tidak usai menuju pintu bahagia, semua selalu semu,
Pahit dan kelu seolah rutinitas lapang adalah kuncinya,
Tidak berani menimbun pengharapan tidak membiarkan hati ke atas langit,
Diatas angin akan sangat kencang menghantam bumi, terkapar dan mati konyol,
Bungkus semua lara, semua syahdu, semua redup.
Alam nan cerah masih mencercah.
Kedamaian menjadi lirik hati, kebebasan menjadi pembuka belenggu, diri kitalah yag bisa memerdekakan, memenangkan, mempertahankan, membuka jendela, membiarkan cahaya sempit terbuka lebar.
Menemui langkah yang jenjang beraturan meninggalkan kesemuan dan ilusi.
Merdekakanlah diri kita….
Agustus 30, 2007 at 9:05 am
[...] Deking - Ketika Keraguan Datang ¤ Dnial - Kami ini Budak-budak ¤ Fadil - Pemuja Senja ¤ Farid - Puisi Anak Bangsa ¤ Hana - Untitled Poem For The Unnamed Feeling ¤ Isinmawa - Putri Tidur ¤ Itik Kecil - Satu [...]
Agustus 30, 2007 at 9:46 am
Kalo masalah kemerdekaan berpendapat dan berkarya seni saya rasa di negara2 lain juga dibatasi kok (tapi gak kentara), hanya level toleransinya berbeda-beda, relatiflah…, terutama isu-isu yg sudah menyangkut pemerintahan apalagi dinas intelijennya pasti diberangus diam2.
Alamiah kan kalo seorang manusia itu takut boroknya diangkat kepermukaan?
Desember 12, 2007 at 1:30 pm
kemerdekaan yang telah kita miliki kita harus tetap menjaganya ‘cos’ pertahankannya
Januari 21, 2008 at 6:56 pm
Juni 18, 2008 at 2:57 pm
halo..masih ada ya orang yang membuat pantun indonesia kayak gini..
biasanya adanya orang buat pantun untuk nembak orang..
yang masih di bawah umur..yang belum pasti mengerti apa artinya karena masih terlelu kecil
aku salut ma kalian!!
Juni 18, 2008 at 2:59 pm
hai…
Juni 18, 2008 at 3:00 pm
halo semua:p