Puisi Anak Bangsa

Si anak memandang ke meja itu…
Tersusun tidak rapi piagam dan medali
Untuk apa semua itu?
Tetesan keringat hanya terbayarkan oleh janji janji

Anak itu merenung
Masihkah mimpinya akan dikejar
Melihat semua medali yang sempat terkalung
Hanya menyisakan rasa hambar

*Dari seorang anak mantan atlet. Yang semua prestasinya hanya mejadi pajangan dan kenangan. Hingga akhirnya dilupakan*

Ah…sudah lama tak berpuisi. Panggilan tentang kekangan kebebasan seni mengingatkanku pada Arts have no grammatical and lexical error. Surat ini mungkin menjadi pemicu…kenapa Kang Adhi, Bang Fertobhades, Danalingga dan tentunya Kekasih tercinta menuliskan hal hal bersifat simpatik pada pemberangusan karya seni. Merdeka dari apa kita? Bersuara dan berpendapat saja diberangus? Mungkin besok besok memandang si buta dan tuli yang pengecut beserta penerusnya kelakpun bakalan diharamkan………

*diteriakkan denga lesu*
Selamat Tujuhbelasan…….. Merdeka (dari apa?)……..

59 Tanggapan ke “Puisi Anak Bangsa”


  1. 3 almas 17 Agustus 2007 pukul 01:53

    *jawab dengan lesu*
    selamat juga.. ikut lomba apa mas?
    pa ada lomba mlintir lehernya koruptor ga mas
    :)

  2. 4 danalingga 17 Agustus 2007 pukul 01:58

    merdeka!!!!!! *dengan lantang*

  3. 5 Kopral Geddoe 17 Agustus 2007 pukul 02:00

    Nulis puwisi aja nggak bebas… Merdeka apanya?
    Merdeka yang cuma bermakna nggak dijajah secara resmi?

  4. 6 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 02:04

    @almas
    Ikut lomba bobo….
    *groookkk…..zzzz……grookkkk*

    @Danalingga
    merkeda
    *dengan lesu*

    @Kopral Geddoe
    Bukan…merdeka cuma berarti bisa ikut Olympiade.. sisanya????

  5. 7 fertobhades 17 Agustus 2007 pukul 02:13

    merdeka dari dan untuk apa….

    merdeka [dari] sesuatu biasanya adalah bebas dari hal-hal yang membelenggu dan membatasi atau dengan kata lain merdeka [dari] sesuatu yang negatif

    merdeka [untuk] sesuatu adalah bebas untuk melakukan hal-hal yang positif dan konstruktif untuk suatu kemajuan atau dengan kata lain meredeka [untuk] sesuatu yang positif

    salam kemerdekaan….

  6. 8 sikabayan 17 Agustus 2007 pukul 02:14

    euh.. songsonglah masa depan penuh.. tatapan sibuta.. teriakan sibisu.. dan tendangan sikaki buntung… :mrgreen:

  7. 9 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 02:21

    @Fertobhades
    Merdeka!
    merdeka dari yang negatif….
    Amiiiinnnnnnnnn!!!!!!!!!! sekkencang kencangnya
    merdeka untuk melakukan hal positif…
    Amiiiinnnnn!!!!!!!!!

    @Sikabayan
    Ciaaattttt……
    :D

  8. 10 deKing 17 Agustus 2007 pukul 02:42

    Kalau kita analogikan dengan kimia (busyet hobi amat main analogi), mungkin kemerdekaan itu bukanlah suatu unsur, melainkan suatu senyawa atau mungkin bahkan campuran
    Unsur adalah sesuatu yang tunggal…karena kemerdekaan adalah suatu senyawa atau bahkan campuran maka kemerdekaan bukanlah suatu hal yang tunggal …kemerdekaan itu akan terbentuk dari sekian kemerdekaan…
    kita bisa meraih kemerdekaan yang satu bagian tetapi mungkin kita masih belum mencapai kemerdekaan yang lain.
    Setidaknya sekarang kita sudah merdeka secara status politik…

  9. 11 9uBr4K5 17 Agustus 2007 pukul 09:48

    walaupun merdeka yg saat ini kita rasakan blom sepenuhnya terangkum dlm hakekat kemerdekaan yg sejati… tapi paling ga kita bisa bebas ikutan lomba panjat pinang dll, tanpa perlu lagi diteriakkin “inlander” sambil ditendang pantatnya sama wong londo, ga perlu lagi angkat bedil atau ada bom-boman…

    hehehe…

    refleksi yg keren…

    :D

    Peace, Love `N Harmony

  10. 12 sora9n 17 Agustus 2007 pukul 14:13

    Selamat Tujuhbelasan…….. Merdeka (dari apa?)……..

    Hmm, kira2 mirip sama deKing sih. Kemerdekaan (negara) itu melingkupi banyak aspek. Pengakuan kedaulatan baru salah satunya aja…

    Soal kemerdekaan dalam hal ekonomi, berpendapat, dan lain-lain… itu bagian yang beda lagi (IMHO lho). Tujuan utama proklamasi kan agar keberadaan negara kita diakui secara internasional. :D

  11. 13 Mrs. Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 14:14

    Sajak ini kayaknya berlaku juga buat para veteran perang kita…
    :(

  12. 14 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 17:09

    @deking
    Yah. lumayan. daripada ga ada merdekanya sedikitpun
    :D

    @9uBr4K5
    Peace! yah setidaknya kita bisa main internet. meski mahal tetapi tidak perlu kerja rodi dulu
    :D

    @ sora9n
    :D
    malas membahas kedaulatan negara, apalagi soal pengakuan international. Sejak baca buku Birth of Nation….

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Kayanya sih begitu….

  13. 15 antobilang 17 Agustus 2007 pukul 17:54

    merdeka dari kebebasan.
    ya, artinya belum bebas.
    :(

  14. 16 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 17:59

    @Antobilang
    Merdeka dari hongkong? Gondrong aja ga boleh…

  15. 17 Hoek 17 Agustus 2007 pukul 18:05

    emang merdeka yang kk-kk/mas-mas/mba-mba/om-om/tante-tante inginkan itu seperti apa si? saia bole tau ngga?kemerdekaan dalam hal apa si?saia lho masih binun, kita ini merdeka, tapi ya ko masih ga isa berkembang?perasaan dari dlu, di pelajaran geografi waktu saia smp sampe skarang, ko ya dibilang negara berkembang mulu ya???knapa ya?*tampang bloon*
    lha terus, mas-mba semua pada bilang kita masih belum merdeka, emang merdekanya itu mesti gimana si?tolonk, saia ini masi binun banget….
    makasih….

  16. 18 Mihael "D.B." Ellinsworth 17 Agustus 2007 pukul 20:20

    Walah, pesimis begitu. Arti Blogger tidak ada dong. :D

  17. 19 cK 17 Agustus 2007 pukul 21:34

    makany rid, elo potong rambut donk :mrgreen:

  18. 20 hoek 17 Agustus 2007 pukul 21:36

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    blogger sama optimis atau pesimis emang nyambung?
    yang jelas saia ini sudah pesimis dengan negeri yang saia tinggali…lha wong tinggal nunggu ancurnya aja ko…huahuahuahua…ke-pesimis-an saia bisa diliat di blog saia aja?
    huehuehuehue, skalian prmosi negh…

  19. 21 Generasi Biru 17 Agustus 2007 pukul 22:21

    @Hoek: Saya cuma mau mereka untuk gondrong. Yang kecil aja dulu… ga usyah yang muluk

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth: Bukan pesimis Nak…. realistis….

    @cK: Ya ya ya….bentar lagi juga potong rambut. Kan belum merdeka untuk gondrong
    :D

  20. 22 hoek 17 Agustus 2007 pukul 22:46

    jadi gondrong itu suatu keharusan atau keinginan mas?huehuehue….whateper de…skarang buwat saia, gondrong ga gondrong, nuthing problem ko.yang penting khan kapasitas dan kecepatan proses simpan, olah dan transfer data di balik rambut…apapun modelnya…sbagai contoh saia ini rambutna saia pirang, tapi cara bpikirna ko ga kya orang barat yah…tidak kreatip gitu, tetep aja otak saia otak indonesia…lemoth…huahuahuahua….maaf kalo OOT

  21. 23 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 23:00

    ha ha ga papa…. Ga bikin blog Nak?

  22. 24 hoek 17 Agustus 2007 pukul 23:12

    sudah pak (halah….) liat ja di hoek.wordpress.com <– (masi nulis alamat, alnya belum tau cara mbikin link…huehuehue

  23. 25 Neo Forty-Nine 17 Agustus 2007 pukul 23:23

    Klik here. Untuk panduan ngeblog di wordpress

  24. 26 hoek 17 Agustus 2007 pukul 23:41

    ew, tq guidena.kalo bisa koreksi saia juga dunk? kali aja tulisan-tulisan saia nanti ada yang ngacho (emang c baru satu doank)

    (bginilah contoh manusia indonesia, dikasi ati minta jantung, rempela, usus, uda gitu nasi nya minta tambah…)huahuahua

  25. 27 La An 17 Agustus 2007 pukul 23:54

    weleh…
    weleh…
    kok pada pesimis sih :(

    klo bukan kita yg bngun bangsa ini biar merdeka sepenuhnya
    trus sapa donk?
    kita suruh jepang dan amerika? :lol: :lol:

  26. 28 hoek 18 Agustus 2007 pukul 00:16

    wah, teori semangat yang patut ditiru…

  27. 29 andalas 18 Agustus 2007 pukul 00:32

    sok lah… saya ikutan merdeka juga…
    menuju kemerdekaan yang sesungguhnya!!!

  28. 30 anker 18 Agustus 2007 pukul 02:25

    merdeka… kayaknya hanya status.. mari mulai memerdekan diri, tapi tetap dengan tanggung jawab.. :-)

  29. 31 Neo Forty-Nine 18 Agustus 2007 pukul 03:05

    @hoek
    :D

    @La An
    Bukan pesimis… realistis..

    @hoek
    *semangat!*

    @andalas
    Amin

    @anker
    :D
    Oke…. Mulai! he he he

  30. 32 evelyn pratiwi yusuf 18 Agustus 2007 pukul 10:05

    Merdeka dari penjajahan, itu sudah pasti. Tapi menjadi tidak pasti adalah masih banyaknya campur tangan luar negri yang secara implisit atau eksplisit mencampuri Indonesia. IMF misalnya.

    Merdeka dari kebebasan berpendapat yang dulunya sempat dikekang, tapi menjadi tidak karena sekarangpun media tetep aja dipegang dan dikontrol oleh orang2yang punya kuasa aja.

    Oh ya lam kenal ye…
    Optimis bahwa kemerdekaan Indonesia yang ke62 tahun ini akan membawa sedikit dan hanya secercah harapan untuk kita bersama, karena disini, hanya di sini di Indonesiaku * kok kayak iklannya Gudang Garam Ya ;) *

  31. 33 pram 18 Agustus 2007 pukul 11:00

    MErdeeKAA…!!! bon l’aniversaire IndoneSIAku..walo entah bagemanapun yg trjADI bangSA kita saaT Ini..kitA hrUS te2p cintA IndoNESIAAA…!!! lam kenal ..thnx

  32. 34 Neo Forty-Nine 18 Agustus 2007 pukul 11:36

    @evelyn pratiwi yusuf
    Salam kenal juga

    Yah… perubahan menjadi lebih baik dan menjadi negara yang mandiri. itulah yang tidak atau belum bisa kita capai sekarang. soal merdeka dari penjajahan…ya memang baru sebatas itu.
    :D

    @pram
    Merdeka! minimal merdeka berkomentar…
    :D
    Sala kenal juga…

  33. 35 Mihael "D.B." Ellinsworth 18 Agustus 2007 pukul 12:53

    Bukan pesimis Nak…. realistis….

    Lha, kata – kata saya di komentar tadi juga realistis kok. :mrgreen:

    Kalau nanti pesimis, untuk apa ada blogger, yang (mungkin) bisa menjadi perubahan untuk bangsa yang lebih baik ? :D

  34. 36 Dimashusna 18 Agustus 2007 pukul 16:03

    Manusia yang memiliki kebebasan sejati cuma orang Gila, Orang waras minimal akan tunduk kepada Tuhan, hati Nurani dan akal.
    Begitulah yang dikatakan Gus Mus (Mustofa Bisri)
    Saya tidak mau dijajah oleh seni, dijajah oleh kata-kata, oleh komposisi warna atau hal-hal lainnya. Saya hanya senang dijajah Oleh ALLOH.

  35. 37 Neo Forty-Nine 18 Agustus 2007 pukul 17:02

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth
    *manggut manggut*

    @Dimashusna
    Tapi kayanya Beliau ga suka menjajah tuh mas….
    :D

  36. 38 mataharicinta 18 Agustus 2007 pukul 21:11

    hiks…hiks…
    biar udah merdeka tapi kita masih aja tetep dibilang negara dunia ketiga, gak enak banget sih:(
    tapi………….

    merdeka!

  37. 39 Heri Heryadi (Gak Login) 18 Agustus 2007 pukul 23:21

    Empat tigax :D
    Puisi oh puisi..
    Enol-Empat-Sembilan tuh jurusan ke Tanah Abang yah?! :D
    *Langkah sejuta*

  38. 40 Dimashusna 19 Agustus 2007 pukul 10:17

    Ya…. maksudnya Menjajah dgn Cinta, Rahmat dan Kasih-NYA

  39. 41 Neo Forty-Nine 19 Agustus 2007 pukul 17:01

    @mataharicinta
    Semoga kelak bisa bersaing menjadi negara dunia kesekian
    Merdeka (entah dari apa?)
    :neutral:
    :neutral:
    :neutral:

    @Heri Heryadi (Gak Login)
    Bukan. jurusan Kota Intan. he he he…
    :neutral:
    :neutral:
    :neutral:

    @Dimashusna
    Kalau itu mah.. Setuju.
    :neutral:
    :neutral:
    :neutral:

  40. 42 Joerig™ 21 Agustus 2007 pukul 13:21

    bahkan Land of the free – Home of the brave pun belum merdeka …

  41. 43 Neo Forty-Nine 21 Agustus 2007 pukul 14:12

    Ga usyah jauh jauh. buat saya, untuk menjadi diri saya sendiri saja saya tidak merdeka…..

  42. 44 Joerig™ 21 Agustus 2007 pukul 14:15

    kemerdekaan kan harus diperjuangkan …

    kemerdekaan diri sendiri cuma kita yg bisa memperjuangkan … men-utopia-kan negara tugas semua orang yg merasa WNI …

    :)

  43. 45 anagustini 22 Agustus 2007 pukul 17:01

    Ya Rob aku lelah, penat semua tidak usai menuju pintu bahagia, semua selalu semu,
    Pahit dan kelu seolah rutinitas lapang adalah kuncinya,
    Tidak berani menimbun pengharapan tidak membiarkan hati ke atas langit,
    Diatas angin akan sangat kencang menghantam bumi, terkapar dan mati konyol,

    Bungkus semua lara, semua syahdu, semua redup.
    Alam nan cerah masih mencercah.
    Kedamaian menjadi lirik hati, kebebasan menjadi pembuka belenggu, diri kitalah yag bisa memerdekakan, memenangkan, mempertahankan, membuka jendela, membiarkan cahaya sempit terbuka lebar.
    Menemui langkah yang jenjang beraturan meninggalkan kesemuan dan ilusi.
    Merdekakanlah diri kita….

  44. 46 CY 30 Agustus 2007 pukul 09:46

    Kalo masalah kemerdekaan berpendapat dan berkarya seni saya rasa di negara2 lain juga dibatasi kok (tapi gak kentara), hanya level toleransinya berbeda-beda, relatiflah…, terutama isu-isu yg sudah menyangkut pemerintahan apalagi dinas intelijennya pasti diberangus diam2.

    Alamiah kan kalo seorang manusia itu takut boroknya diangkat kepermukaan? :D

  45. 47 kasih 12 Desember 2007 pukul 13:30

    kemerdekaan yang telah kita miliki kita harus tetap menjaganya ‘cos’ pertahankannya

  46. 49 nurul.ch.nst 18 Juni 2008 pukul 14:57

    halo..masih ada ya orang yang membuat pantun indonesia kayak gini..
    biasanya adanya orang buat pantun untuk nembak orang..
    yang masih di bawah umur..yang belum pasti mengerti apa artinya karena masih terlelu kecil
    aku salut ma kalian!!:)

  47. 53 hapiz 30 Oktober 2008 pukul 20:37

    Ha,,,sALAm kenal buat smua
    emang males seh ngomongin kemerdekaan
    tpi lo masih ada semangat 17an kan


  1. 1 Makna Kemerdekaan kita: Suatu Tinjauan Kimia « manusia biasa Lacak balik pada 17 Agustus 2007 pukul 03:59
  2. 2 Merdeka, Bung! « antobilang Lacak balik pada 17 Agustus 2007 pukul 17:55
  3. 3 Merdeka « Chaos_Region.html Lacak balik pada 17 Agustus 2007 pukul 20:40
  4. 4 Harapan Itu Ada « JalanMenujuKetenaran Lacak balik pada 18 Agustus 2007 pukul 13:26
  5. 5 Joerig mode [2] … « Jurig Bageur Lacak balik pada 20 Agustus 2007 pukul 15:18
  6. 6 Bulan Puasa Puisi « cK stuff Lacak balik pada 30 Agustus 2007 pukul 09:05

Tinggalkan Balasan




Bulan Bintang

Your….

IP