Beranda > Bahasa, Education, Language > Bahan Acuan

Bahan Acuan

Hiperbola

Suatu pernyataan yang dilebih lebihkan untuk memberikan kesan tertentu. Contoh: Air mata membanjiri wajahnya

Ironi

Cara pengungkapan maksud dengan pengungkapan kebalikan dari apa yang sebenarnya terjadi. Ironi bertujuan untuk menyindir lawan. Contoh: Lho? Kamu ini, baru pukul 12 siang baru saja bangun!

Satir

Silakan baca sendiri di sini

Bahan acuan lain bisa diliat di sini. Atau silakan menghabiskan waktu menjelajahi Wikipedia dan sejenisnya. Semoga tulisan ini bisa sedikit memberikan penjelasan terhadap tulisan saya sebelumnya tentang doraemon.

Categories: Bahasa, Education, Language
  1. 25 Desember 2007 pukul 15:00 | #1

    Lho… kalau narsis belum ada… artinya apa tuh? Itu juga kan penting jadi acuan..
    Pertaminaax :D

  2. 25 Desember 2007 pukul 16:34 | #2

    mungkin yang satir perlu dijelaskan lagi Sayang…
    tapi njelasinnya jangan pake satir juga ya?
    :D

    nggak mau bikin yang lebih panjang lagi?
    tumben banget postingannya singkat kayak gini…

    :D

    luv u…

  3. 25 Desember 2007 pukul 17:45 | #3

    @agorsiloku: he he he. Saya bukan ahli narsis soalnya Mas

    @chiw Lagi di Lab: 1. Lagi malas. 2. Kurang bahan acuan

  4. 25 Desember 2007 pukul 18:05 | #4

    Masih banyak yang ‘ketipu’ dengan gaya bahasa itu ya, mas? :)

  5. 25 Desember 2007 pukul 23:22 | #5

    Kesal ya mas? :mrgreen:

  6. cK
    26 Desember 2007 pukul 01:17 | #6

    ga ada soal majas totem pro parte sama totem pro toto ya?
    *inget pelajaran bahasa indonesia*

  7. 26 Desember 2007 pukul 11:04 | #7

    *Ngakak guling-guling*

  8. 26 Desember 2007 pukul 13:45 | #8

    satir termasuk majas gak ya? :)

  9. 26 Desember 2007 pukul 16:55 | #9

    @Xaliber von Reginhild: Iya. Makanya perlu diberikan sedikit pencerahan

    @rozenesia: Tidak juga, sedikit berbagi saja

    @cK: Ada. cuma kurang pas kalau diangkat dalam tema ini

    @Amed: :P

    @alief: Iya. kan sudah saya sebutkan dalam artikel diatas

  10. 6 Januari 2008 pukul 23:21 | #10

    hehehe…

    Artikel tentang gaya bahasa. Sudah lama saya tidak menjumpainya lagi setelah terus berkutat dengan jenis bacaan gaya menghitung :D

    Gaya bahasa yang bisa diangkat kan ada banyak. Apa cuman 3 ya yang cocol eh cocok ?

  11. 8 Januari 2008 pukul 20:33 | #11

    @ purmana: Bukan Mas. Ini cuma sekedar bahan acuan untuk sebuah posting. Bukan seluruhnya mengenai kebahasaan kok

  1. 6 Januari 2008 pukul 03:29 | #1
  2. 22 Januari 2008 pukul 01:22 | #2
  3. 15 Desember 2008 pukul 12:15 | #3