Motor

Maret 26, 2008

Pada suatu ketika di jalan yang agak mendaki dan berlubang. Seorang pemuda yang sedang menaiki motornya terheran heran dengan seorang pemuda lain yang mendorong motornya. Padahal jelas jelas jalannya mendaki dan berlubang, alangkah baiknya tentu jikalau motornya dinyalakan saja. Bukan di dorong.

Pemuda ini pun singgah dan mengajukan pertanyaan kepada pemuda yang sedang mendorong motor itu tadi.

  • Pemuda yang Mengendarai Motor (PM1): Permisi Pak, (mematikan motor), kenapa Bapak mendorong motor Bapak? Bukankah sebaiknya mesinnya dinyalakan dan motornya ditunggangi? Apalagi kondisi jalan seperti ini, akan lebih baik tentunya jikalau Bapak menyalakan mesin biar lebih cepat sampai tujuan dan menghemat tenaga Bapak..
  • Pemuda yang Mendorong Motor (PM2): Oh, tidak. Saya lebih baik begini. Soalnya dengan mendorong saya akan jadi sehat dan kuat..
  • (PM1): Lho? Bukannya motor itu diciptakan oleh atheis atheis Jepang sebagai kendaraan Pak? Untuk memudahkan kita agar bisa cepat sampai tujuan? Agar kita tidak banyak buang buang waktu? Agar kita tidak banyak buang buang tenaga sehingga kita bisa mengerjakan hal hal lainnya dengan kelebihan tenaga kita?
  • (PM2): Bukankah dengan iman mendorong motor kita juga bisa sampai ke tujuan kita? Bukankah dengan mendorong motor kita juga menggunakan tenaga kita?
  • (PM1): Iya Pak. Namun alangkah lebih baiknya tentu jikalau kita menggunakannya sebagaimana mestinya. Dinyalakan mesinnya. Dikendarai motornya
  • (PM2): Betul, namun kita manusia juga punya tenaga dorong seperti yang saya lakukan. Saya juga menjalankan salah satu hakikat manusia yaitu bergerak. Jadi buat apa menyalakan motor?
  • (PM1): Walah Pak. Lebih cepat dan irit tenaganya bagaimana Pak? Bukannya dengan kecepatan yang lebih kita bisa melakukan hal lain? Sehingga pekerjaan kita menjadi berlipat yang terselesaikan?
  • (PM2): Dengan mendorong motor saya tetap saja bisa melakukan pekerjaan saya yang lain sesampainya saya ditempat tujuan
  • (PM1): Okelah Pak, kalau begitu buat apa punya logika motor kalau tidak digunakan?
  • (PM2): Ya buat didorong. Karena itu akan membuat kita sehat
  • (PM1): Oh, yasudah Pak. Saya duluan ya Pak
  • (PM2): Jangan, kalau menggunakan motor dengan dinyalakan hanya akan membuat anda kecelakaan. Lebih baik imannya motornya didorong saja seperti saya
  • (PM1): ??????????????????????????? (Menyalakan motor. Lalu melanjutkan perjalanan)

Demikianlah kira kira. Saya memang tidak pandai membuat pengandaian. Yang jelas, saya masih bingung dengan orang orang yang suka memaksakan PENDAPAT PRIBADINYA! Sementara ketika pendapat tadi bisa dipatahkan, dia akan tetap memaksakan pendapatnya. Serta terus berusaha memaksakan pendapatnya padahal pendapat itu tadi sudah berhasil dipatahkan dengan brilian.

*MELANJUTKAN KEBINGUNGAN*

25 Responses to “Motor”

  1. prihatin Says:

    postingan soal pesimis terhadap agama itu baik nya di delete aja
    anda terancam bahaya

  2. prihatin Says:

    memang begitu akal (logika) seharus nya berlaku
    tapi bagaiman seandainya ibu pengendara motor itu berpesan,
    nak, hari ini jangan kendarai motor mu, tapi kamu harus dorong motor itu sampai ke kampus. dan perintah si ibu ini dibuat tanpa penjelasan yg memadai atau alasan alasan yg jelas kenapa koq motor harus di dorong.

    kalau anda yg menjadi pengendara motor itu apa tindakan anda? apa anda berani membantah perintah ibu anda? apa anda akan mengutamakan logika anda dari pada perintah ibu anda?

    lebih tinggi mana logika anda daripada perintah ibu anda?

  3. abdulsomad Says:

    assalaamualaikum
    menurut saya
    sebetulnya pemuda itu tak bisa naik motor

    gambaran bagus

    tapi sekaligus jawaban buat kerisauan hati bung faridh
    ummat islam sekarang ini seperti pemuda yg punya motor tapi tak bisa mengendarainya
    ummat Islam saat ini punya agama tapi tak tahu bagaimana meng-implementasikan nya

    semoga bermanfaat

  4. kabarihari Says:

    Sebetulnya ini gambaran umum orang Indonesia juga (apapun agamanya) piter ngeles (nyari alasan./ pembenaran) sekaligus ngeyel.

    Tapi bener juga komen di atas, sipemuda itu ngga bisa naik motor, kalo mesinnya dinyalain motornya dinaiki mungkin malah membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

  5. Mrs. Fortynine Says:

    berarti kamu emang ndak tau kalo fungsi motor itu buwat didorong, Mas…
    bukan untuk dikendarai…

    :lol:

  6. kangguru Says:

    maaf saya juga cuma bisa ikut bingung :mrgreen:

  7. IMAN Islam « wak AbduLSomad Says:

    [...] sebagai niat baik untuk menjawab kerisauan hati saudara saya, adik saya, yg jauh di Banjar Baru sana, juga yang di Cianjur sana, semoga [...]

  8. Mr. Fortynine Says:

    @prihatin: Komentar anda salah tempat. Apa baiknya saya delet?

    @prihatin lagi: Ibu saya ga mungkin melarang saya naik motor, soalnya ibu saya kemana mana saya yang antar pakai motor. Oh iya Pak/Bu. Kalau bisa lain kali kasih contoh jangan menyerang pribadi. Soalnya saya bisa marah, dan kalau saya marah saya biasanya nyium orang. Anda mau saya cium?
    :D

    @abdulsomad: waalaikumsalam. terima kasih Pak atas keberanian anda mengatakan bahwasanya umat Islam itu memang bodoh. Padahal saya tidak mengatakan bahwasanya yang ga bisa naik motor itu umat Islam to? He he he

    @kabarihari: *Uhuk* Merasa tertohok. Komennya sangat mengena. *Ngakak*

    @Mrs. Fortynine: Oh… Bisa juga. jadi selama ini orang yang naik motor itu keliru. He he he

    @kangguru: Saya juga bingung… Kenapa banyak orang Islam yang suka memaksakan kehendak…

  9. Mrs. Fortynine Says:

    Sejak kapan kamu jadi adiknya waksomad?

    *baca trekbek*

  10. Mr. Fortynine Says:

    Sejak sama sama jadi Muslim mungkin. Kan katanya sesama Muslim itu bersaudara…

  11. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillaah
    kalau menurut saya sih
    pemuda yg mendorong itu adalah pemuda yg menggunakan logika nya, menurut maunya, menurut otaknya.

    pemuda yg bertanya adalah pemuda yg memiliki iMAN, dia tau manfaat motornya, dia tau menggunakan motornya sesuai dengan fungsinya, tau kekuatan yg dimiliki motornya.

    gambaran yg sama dengan keadaan Ummat islam saat ini, mereka bergerak lambat karena menggunakan otaknya, tidak mau mengunakan IMAN nya. karena tidak tau fungsi IMAN nya.

    kalau saja kita mau belajar betapa IMAN adalah kekuatan yg besar bagi Ummat Islam saat ini, dan sampai kapan pun.

  12. Mr. Fortynine Says:

    Bagus Pak. Berarti dengan iman kita bisa bikin pesawat ya… Betul?

  13. Muhammad Taufiq Says:

    Masya ALLAH
    anda seperti nya sangat menolak kehadiran ALLAH dalam diri anda
    campur tangan ALLAH sangat besar dalam diri kita pak
    jangan kan untuk buat pesawat
    untuk mengedipkan sebelah mata saja kta tak mampu pak

  14. Mr. Fortynine Says:

    Mmmm…jawaban anda tidak matching dengan pertanyaan saya…

  15. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillah..
    jangan kan cuma pesawat pak
    yang cuma bisa muat 500 orang
    Nabi Sulaiman a.s dulu pernah membuat angkutan dari peradani.. bisa terbang
    sekali angkut 200 Ribu orang manusia
    dengan IMAN nya

    teknologi dengan logika di zaman ini tidak ada apa apanya

  16. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillah..
    jangan kan cuma pesawat pak
    yang cuma bisa muat 500 orang
    Nabi Sulaiman a.s dulu pernah membuat angkutan dari permadani.. bisa terbang
    sekali angkut 200 Ribu orang manusia
    dengan IMAN nya

    teknologi dengan logika di zaman ini tidak ada apa apanya

  17. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillah…
    dengan IMAN sempurna apa saja bisa kita lakukan
    karena dengan IMAN sempurna ALLAH bersama kita
    ALLAH akan wujud kan semua keinginan kita

  18. Fortynine Says:

    Wow, anda bisa seperti Nabi Sulaiman setelah anda mengklaim diri beriman?

  19. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillah
    saya rasa cukup
    karena saya bukan berhadapan dengan manusia
    saya sedang berhadapan dengan makhluk yg membuat setan juga takut kepadanya

  20. Mr. Fortynine Says:

    Apakah kabur dari lawan sikap Islami? Apakah menyerah adalah sikap orang beriman?

  21. Muhammad Taufiq Says:

    Bismillah
    anda bukan musuh saya
    musuh yg sesungguhnya adalah Syetan dan Hawa Nafsu
    saya ridak mau berdebat
    saya cuma mau menjelaskan sesuatu yang karena nya anda tidak capek capek lagi
    mendorong dorong motor dengan logika anda

  22. Mr. Fortynine Says:

    Saya ga pernah dorong motor tuh, kecuali kalau bannya lagi kempes. Dan kalau saya dorong motor bukan dengan logika. Tapi dengan tenaga dulu, pakai logika kecuali kalau ketemu jalan menanjak… Alias manggil tukang tambal ban.
    :D

  23. RETORIKA Says:

    @ Mr Fortynine

    Eh tolong jangan anggap remeh tentang dorong2 motor ya

    Sebagai “Ahlinya” Motor 8O
    *Ralat* “Ahlinya Ngedorong2 Motor” Karena mogok :lol:

    itu bukan sesuatu yang lucu untuk dipermainkan

    1. ngedorong motor itu capek
    2. tiap jenis motor ada teknik mendorongnya
    3. ada teknik menghadapi motor mogok

    ini link saia

    =====================================================
    http://ducatimonster.wordpress.com/2008/01/22/tips-menghadapi-mogok-ala-indobikers/
    =====================================================

    Kapir kamu :lol: Kapir :lol:

  24. RETORIKA Says:

    @ Muhammad Taufik

    antum di sini nge “Junk” , nge “Flood” atau baru belajar nge blog sih ?

    memperhatikan jawaban Antum ana mikir, antum itu fesimistis sekali ya ?

    @ Prihatin

    masa seorang ibu nyuruh anaknya ndorong2 motor sih ? kecuali tu ibu dableg atau lagi melonco anaknya :lol:

    turut prihatin :lol:

    cheeers ! Keep Safty Riding For All ! (Helm Fullface, Jaket, Body dan Knee Protektor dan ikuti rambu lalu lisntas) Safety Riding !!!

  25. Mr. Fortynine Says:

    Wah, maafkan saya Pak Retorika… Saya akan baca link yang anda berikan deh..
    :D

Leave a Reply