Musik dan Agama

April 10, 2008

Seiring berkembangnya jaman, maka agama pun berkembang biak. Bukan hanya agama agama yang diturunkan sejak jaman batu dan jaman perenggu, tapi agama agama milenium juga berkembang pesat. Salah satunya mungkin agama musik, dimana para pengikutnya banyak yang fanatik, banyak juga yang objektif. Liat saja:

Agama Musik bisa menghasilkan penganut yang fanatik alias garis keras. Coba saja anda katakan atau tuliskan bahwasanya Nidji, Samson atau Stasiun 12 sebagai band yang jelek dan berkualitas rendah. Dijamin anda akan didatangi Front Pembela Nidji, Front Pembela Samsul hingga Front Pembela Stasiun 12. Apalagi kalau ada yang berani menyerang musisi sekelas Nabi macam Ahmad Dhani. Front Pembela Ahmad Dhani bisa lebih beringas dan kejam dari pada Front Pembela yang terlebih dahulu disebutkan.

Senada dengan paragraf sebelumnya, Musik juga bisa menghadirkan Nabi Nabi baru, misalnya Bim Bim Slank, Dhani Dewa, atau Dewa Gigi. Bahkan musisi musisi yang terhitung sebagai penyebar agama baru pun bisa bermutasi menjadi nabi, seperti misalnya Bam Samsul, Giring Nardji, hingga Dody Kenjen Ben. Pantas saja kalau ada beberapa ulama yang merasa resah akan musik, dan memfatwakan bahwasanya musik itu halom! Belum lagi pengikut agama baru yang sudah mulai berkelakuan seperti pengikut agama lama. Kalau umat agama lama senang berkarta: Kafir atau sesat, maka pengikut agama musik juga suka menghakimi seseorang yang pindah agama musik sebagai kafir.

Muncul pula ad hominemer kelas wahid yang terus berkembang dari pengikut agama musik. Jikalau para pengikut agama musik kehabisan akal, atau memang tak punya akal untuk meatahkan isi tulisan yang dirasa menyerang agamanya. Maka kata kata andalan macam: emang siapa lo? Eh, lo yang ga ngerti musik diam aja deh. Atau ni maksudnya apa? Menghina band kesayangan saya ya? Dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Sama persis seperti ad hominemer produk agama lama yang sering mengadang gadangkan neraka dan surga bukan?

Namun tentu saja bukan hanya agama agama lama yang punya pengikut yang canggih dan mau berfikir, agama musik ini juga punya pengikut pengikut yang tidak mau taklid buta, apalagi sampai cinta mampus dengan agama musiknya hingga buta mata hati dan mata aslinya lalu menganggap agama musik lain adalah sesat.

Demikianlah khotbah sinis dan sok tahu saya hari ini. Disampaikan tanpa data apalagi fakta, karena memang dikhususkan untuk yang merasa dirinya tidak pandai. Bagi yang merasa pandai dan tidak sinis, apalagi menganggap dirinya suci dari ad hominem, sebaiknya tidak usah komentar. Karena anda terlalu pandai dan bijak untuk memberi komentar pada postingan yang tidak berdasarkan data fakta ini.

Karena intinya begini. Seorang pemain bola, kalau belum sekelas Maradona atau Zidane masih belum layak untuk berkomentar seperti ini: Frank Lampard dan Steven Gerrard itu payah, prestasi tim nasionalnya NOL! Apalagi anda yang cuma berstatus penonton bola. Emangnya anda siapa? Hah?

Maka dari itu, kalau anda sudah professor, atau sudah berpendidikan tinggi apalagi beriman setinggi langit, sayang kalau tenaga dan fikiran anda digunakan untuk baca tulisan saya. Lebih baik anda baca tulisan yang sebanding dengan kualitas iman dan logika anda, namun sayangnya saya tidak bisa mereferensikan. Anda bisa cari sendiri bukan? Kan anda pintar dan beriman…

28 Responses to “Musik dan Agama”

  1. Goenawan Lee Says:

    Hidup Liverpool…!!!

  2. Mr. Fortynine Says:

    Ya ya… Mungkin The Reds bakalan juara Champion lagi tahun ini

  3. Nazieb Says:

    All Hail Red Devils!!

    Tidak bisa!! MU harus double-winner!!

  4. danalingga Says:

    Yup! Hidup MU!!!

    Eh, saya mo nambah lagi (walau mungkin OOT) bahwa penulis novel juga telah jadi nabi. Coba aja buat tulisan yang mengkritik Novelnya Andrea Hirata, bakalan di adhominemin ampe mampus rid.

  5. IMPAS-B Says:

    I don’t like England!! I just like Manchester United!
    Go Double winners!!

  6. Amed Says:

    LIVERPUUULL!!! LEVERPOOOLLL!!!!

  7. joesatch yang legendaris Says:

    ouhhhhhhhh…
    fernando torres membuat livepool kembali memiliki striker tajam seperti robbie fowler di masa jayanya :D

  8. cK Says:

    hidup liverpool!!!

    *nambahin pendukung liverpool*

  9. Mrs. Fortynine Says:

    Hidup Juventuuuuusss!!!

    *berencana ngecat kembali kamar tidur pake cat item putih*

  10. Kopral Geddoe Says:

    Musik?

    Hidup AC/DC!

  11. Hoek Soegirang Says:

    jadi, untuk menjadi pengikut agama musik yang baek itu harus begimana mas farid? karena, afabila jika tidak diiringi dengan kefanatikan yang tinggi sangadh, saia rasa hal tersebut hambar rasanya…
    tapi ya ulun kada ngerti, ulun jua jarang ndengerin musik
    ps: lage kangen sama balikfafan….

  12. itikkecil Says:

    Hidup Inter!!!!!

    *asah golok buat yang menghina inter*

    sibuk membela idola :lol: padahal yang bersangkutan kadang-kadang gak peduli.

  13. gentole Says:

    Semua orang berhak untuk sinis, apalagi bloggers. Semua orang juga berhak untuk pretentious dan bikin hate speech di blog mereka. You just did.

  14. baliazura Says:

    masih binggung entar kitab sucinya pake not-not dan garis nada belom ditambah biramanya, oktap manyor dan minor, setengah ketukan seperepat nada wah.wah.wah…
    bisa puyeng ini..
    tapi bolehkan klo cuman di KTP aja..?

  15. erander Says:

    Hidup Persiba Balikpapan !!!

    *ditimpuk para holigan*

  16. Koko Says:

    Jadi mana yang lebih kuat? Agama bola atau agama musik?

    Jadi terkenang waktu masih di smu dulu..

    Temen : Bagi gue Tuhan gue cuma satu..
    Gue : wah, bener itu..
    Temen : Maradona..
    Gue : ?!?!?!

  17. secondprince Says:

    Ah agama baru ituh Agama Musik

    *lirik atas*
    Kayaknya Agama Bola itu lebih kuat tendangannya :mrgreen:

  18. realylife Says:

    biarkan agama mengatur nada dan irama dalam hidup kita sehingga akan tercipta alur musik yang indah
    setuju ?

  19. gerry Says:

    MU pasti treble winner…

    walau dah kalah di piala liga dan FA, dan paling banter cuma bisa double winner…tetap bakal treble winner…harus!! *berapi-api*

  20. jagoandi Says:

    koq masih tenang2 aja nih.. hihi..
    musik?

    gw vote Queen deh..

  21. rhakateza Says:

    apakah nanti dalam kubur waktu ditanyai, siapa nabi mu, kujawab dengan “Avenged Sevenfold nabiku”?

    semoga tidak

  22. Mr. Fortynine Says:

    danalingga: Berati JK Rowling juga bermutasi jadi macam itu toh?

    Hoek Soegirang: Bagaimana kalau jadi pengikut yang moderat saja?

    gentole: Saya tidak menangkap adanya kesesuaian antara komentar dan isi posting sejauh ini

    baliazura: Di KTP? tentu saja boleh

    Koko: Nampaknya agama sepakbola yang lebih unggul

    realylife: Boleh juga…

  23. Pyrrho Says:

    Sepertinya definisi agama, Tuhan, dan Nabi jadi makin longgar ya ? :) Kalau sepakbola, kultus pemujaan pada salah satu sosok (dijadikan Nabi/Titisan Tuhan) itu, menurut saya, justru terjadi di negara2 yang menganggap sepakbola adalah identitas dan kebanggaan nasionalnya, misalnya Argentina atau Brazil. Makanya nggak heran kalau seorang Maradona pun bisa dijadikan nabi baru disana.

    Kalau di musik, mungkin hanya soal selera, seperti selera saya sama musik metalnya Metallica. Nggak sampai fanatik habis, karena kadang-kadang suka juga “pindah ke lain hati” :)

  24. stey Says:

    Sekali ITALY tetap ITALY!!FORZA AZZURI!!

  25. Mr. Fortynine Says:

    @Pyrrho: Iya. Ya karena itu tadi, banyak yang mengkultuskan sosok sosok idolanya hingga bermutasi menjadi nabi.

    Hmmm…nampaknya anda pengikut musik yang moderat.. :D

  26. extremusmilitis Says:

    Ngebaca komen 1 ampe 9, se-perti lagi ngikutin liga inggris :P Hidup MU, i love MU 8)

    Btw, emang ada bener-nya juga sih bro yang ente urai-kan, mudah-mudah-an kita nggak ke-jebak dengan teori peng-kultus-an itu, meski-pun aku emang cukup sering melihat yang udah ke-jebak :roll:

  27. ocha Says:

    Saya nambahin dehh Forza Milan!!!!

    *ngasah errrr apa yahhhh oh iya ngasahh kuku* hayo sapa yg jelek2in Milan ta’ cakar…

    Waduh kalo musik, saya bener2 g fanatik2 amat, asal bisa nyaman di kuping aja. Kalo bola bolehh deh.. Hidup Liverpool (sisa team kesayangan di LC sih) huahuahuahua Milan ku sayang Milan ku malang. Musik sihh nyante2 aja, kalo udah bola nahhh. anak ku aja dari lahir udh dibabtis jadi Milanisti, kekekekekeke. Hubby sih milanisti Katepe sekarang alias cuma nonton kalo bigmatch aja. Kalo daquw mahhh Milan sampe mati. Hahahaha (komen apa aku ini… ;) Juve i hate u so much hikzzzz (masih tidak bisa menerima kekalahan) huahuahuahuahua

  28. Hafez Says:

    assalammu’alaikum

    mampir dari rumah profesor google :) wah..jumlah pengunjungnya hampir sama dengan jumlah pengunjung blog kami :) tetep semangat!

    wassalam

Leave a Reply