Seperti biasa, kantor tempat saya bekerja masih agak sepi kalau jam masih menunjukkan waktu 07:30 WITA. Saya pun bahkan belum datang pada jam tersebut. Bukan karena apa apa melainkan karena malas untuk ikut apel pagi. He he he.
Makanya saya selalu datang pada pukul 08:15. dimana dengan demikian saya ga perlu ikut apel pagi sontoloyo itu. Dan hari itu, seperti biasa saya datang tepat pada waktunya: waktu semau saya maksudnya. Lalu masuk ke ruangan kerja, dimana meja kerja saya tidak pernah rapi karena selau diobrak abrik rekan rekan sekantor yang lain yang mencari ATK hingga buku catatan keluar masuk surat.
Tak berapa lama duduk, saya mendengar suara khas, suara khas milik Pak Haji yang merupakan KASI salah satu bagian di kantor ini. Beliau ini sudah terkenal sebagai jago mengaji. Sukanya sholat dhuha, bahkan diwaktu jam kantor sekalipun beliau selalu menyempatkan untuk mengaji atau sholat baik itu sholat wajib maupun sholat sunat.
Lantas beliau masuk ruangan saya sekalian menyapa saya seperti biasa. Beliau lalu berkata: Hari ini saya sudah datang cepat masih saja ketinggalan ikutan apel pagi.
Ibu rekan seruangan saya yang juga kebetulan berada di ruangan kala itu menjawab: Jam segini pagi Pak? Gimana telatnya?
Sebelum menelusuri jawaban beliau selanjutnya, haraf diketahui bahwasanya saya sudah sangat tidak berminat untuk ikutan nimbrung, karena tidak sekali dua saya diceramahi beliau sampai bosan.
Pak Haji (PH): “Sebenarnya setiap hari setiap pagi saya sudah bangun, pukul 4 subuh saya sudah bangun, lalu nimba air untuk dirumah, tak lupa ngantar anak cucu ke sekolah.”
Ibu Rekan Kerja Saya (I): “Lantas kok masih suka datang telat Pak Haji?”
(PH): “Masalahnya begini, waktu diambil sumpah jabatan ketika diangkat menjadi PNS dulu tidak ada pengucapan bahwasanya saya harus datang terlambat.”
(I): “Lho, tapi kan ada pengambilan sumpah untuk mentaati peraturan? Maka datang tidak terlambat termasuk tidak mentaati peraturan.”
(PH): “Itu peraturan dari mana dulu? Peraturan dari manusia bukan?”
Lantas beliau komat kamit baca bacaan yang nampaknya bahasa arab, persis macam para penyebar agama Islam….
(PH): “Artinya taatlah kepada pemimpin yang begini begini (kurang lebih beliau mengartikannya begitu). Maka dari itu, karena sampai sekarang belum ada manusia/pemimpin seperti yang diartikan dalam ayat ayat setan tadi, sayapun memutuskan bahwasanya tidak berdosa jikalau tidak taat pada pemimpin yang model jaman sekarang.”
Beliau melanjutkan: “Lagipula ketika saya bekerja menimba air dirumah, ngantar anak cucu, dsb, dsb, itu dapat pahala. Dasarnya ayat ini, hadist itu.”
(I): “Tapikan meninggalkan tugas kantor ini bapak malahan dapat dosa karena tidak mentaati peraturan?”
(PH): “Makanya peraturan yang bagaimana dulu? Selama masih peraturan buatan manusia maka tidak sempurna, maka tidak berdosa melanggar peraturannya. Lagipula saya punya alasan jelas untuk terlambat, yaitu mengurus keluarga, ya macam ngantar anak cucu ke sekolah tadi.”
(I): “Ibu lulusan STPDN itu juga ngantar 2 anaknya dulu Pak. Beliau perempuan lagi, tapi datangnya selalu tepat waktu.”
(PH): “Nah, itu wanita sudah memenuhi kewajiban sebagai istri dan ibu rumah tangga tidak? Sebab begini….”
Lantas beliau melanjutkan dengan berbagai kisah dan ayat bahasa arab campur cerita tentang kavling surga dan neraka. Khusnya buat wanita dan lelaki..
Ah sudahlah, saya hanya bisa senyum ketika beliau menjelaskan tentang pembagian manusia manusia penghuni surga dan neraka. Salah satunya adalah istri yang taat kepada suaminya. Meskipun suaminya bejat berdosa sekaligus maling sekaligus rampok yang doyan poligami dan jajan, istri yang taat sudah dikavlingkan surga, entah siapa yang mengkavlingkan? Beliau mungkin
Bisakah anda bayangkan kalau negara ini diisi oleh seratus saja manusia macam beliau ini setiap Kota/Kabupaten? Berapa jumlah mereka seIndonesia? Akan terjadi apa kalau mereka bersatu padu menentang peraturan negara dan daerah masing masing karena pemimpinnya tidak sesuai kriteria agama yang mereka klaim, apalagi pemimpinnya sampai beda agama dengan pasukan pengkavling surga tadi? Bahkan apa jadinya keturunan mereka yang direcoki doktrin para pecandu agama ini?
Maka pertanyaan utama saya? Manusia manusia macam itukah yang akan memajukan Indonesia bahkan akan memimpin dunia? Manusia manusia macam begitukah yang konon pendahulunya pernah menguasai sekian bagian bola dunia? Inikah Kelakuan Umat Taat beragama?
Yang jelas yang bisa saya ambil dari ceramah hari itu: Semua laki laki di dunia ini, itu sudah dikavlingkan surga, dengan sedikit bekerja laki laki bisa masuk surga, pokoknya asal bekerja. biarpun sedikit. Sementara wanita baru bisa masuk surga kalau sudah taat sama suaminya yang meskipun bejat. Lantas bagaimana nasib wanita wanita yang mati lajang itu ya? He he he.
Eh tunggu dulu, bukankah si penulis sendiri malas apel pagi alias sukanya datang terlambat ke kantor? Ya… kan sudah ada dasarnya diatas itu tadi… ha ha ha. Namun kalau sejujurnya: buat apa saya datang lantas apel lantas ngabsen lantas ongkang ongkang kaki tanpa mengerjakan kewajiban kantor?
Apa saya yang datang telat namun deadline ketikan dan laporan jarang lewat ini lebih busuk daripada para pegawai tujuh kosong empat yang datang jam tujuh dan jam empat doang buat apel dan mengabsen tapi ga pernah berada di kantor diluar jam tersebut? Lebih busuk? Ga papa, ga peduli. Itukan perkataan dari anda manusia, kalaupun anda seorang petinggi atau pemimpin. Anda kan bukan pemimpin seperti yang dikriteriakan oleh agama. Lagipula peraturan datang kerja itu kan buatan manusia.
Aha…
Saya dapat alasan baru buat pembenaran terlambat…
Pakai dalil-dalil dan kata-kata berbahasa Arab yang orang lain nggak ngerti…
Dengan ancaman neraka dan kapling surga…
*Telat Ah…*
Eh, tapi kalau pemimpin kantornya jenggotan dan sukanya poligami. Anda bakalan berdosa kalau telat. Soalnya pemimpinnya Islami, sesuai kriteria agama dan dirahmati Tuhan…
Bang portinain, ikut dong gabung di pernah ketemu. Kalau sering ketemu kan gak mungkin. Exchange link yah.. thank u so MUCHH…
Tampaknya enggak deh…
Bapak rektor agak botak dan tidak ada jenggotnya…
Jadi kayaknya saya nggak dosa kalo telat di kampus
pantesan kemaren jam 8 baru selese mandi…
setidaknya kamu sudah berusaha bangun pagi…
@ardianto: Boleh juga….
@Mrs. Fortynine: Jam 8 waktu mana?
@cK: mungkin lebih tepatnya… Dengan susah payah bangun pagi…
Apakah melaksanakan peraturan yg dibuat manusia itu lbh sulit dibandingkan yang dibuat Sang Raja Manusia.
Ada2 saja, beginilah klo niat ibadah seseorang berorientasi hasil di akhirat. Lebih baik: Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada.
ahh, benar sekali..rules are meant to be broken..
wakakakakakaka… lagi lagi lebih banyak yang menyesatkan diri dari pada yang tersesat beneran, apa lagi yang tercerahkan, ckckck.. tameng itu memang penuh pemakluman ya.. juga menjijikkan.. setidak nya untuk saya sendiri..
hebat jg ya nyari alasan pembenaran diri model begitu..
padahal hidup masih di dunia ya pasti bakalan ketemu peratutan manusia.
*geleng-geleng*
Ignorance is bliss
@Pak Haji:
kalo sudah sampai “surga” sms ya pak ….
ikut geleng2…
sama kayak saya tuh wak haji, kalo saya dapet predikat Mahasiswa Tela
dtanBerarti itu pak aji kerjanya yang serius nanti pas di akhirat ya?
emm… maaf, tolong titip pertanyaan buat beliau. Kavlingnya ukuran berapa ya?

Bagaimana juga fasum dan fasosnya
*sori, tak pernah tertarik kalau hidup ini hanya dipandang surga dan neraka*
♣
@annmolly:
Buat saya justru sama saja. Sama sama nyaman untuk tidak ditaati.
Inilah hasil para pedagang agama dan para calo surga yang menanamkan doktrinnya kepada umat setelahnya.
@akokow: Pepatah yang selalu jitu dan mengena
@ulan: Yang menyesatkan, dan menjijikkan itu bagian mananya Bu?
@*hari: Bukan pecandu agama sejati namanya kalau belum bisa dan belum lihay bawa bawa nama tuhan, surga dan neraka.
@Michael Sitohang: Tapi khusus saya, saya ga mau ignorance. Saya maunya tolerance. Kalau sempat dan kalau ingat saya sampaikan deh
@NdaruAlqaz: Selama dosennya tidak sesuai kriteria agama, maka telat justru wajib hukumnya.
@ManusiaSuper: Emang di akhirat itu kerja ya? Bukannya di hitung amal?
Lantas kalau masuk surga ya menikmati vagina basah yang selalu perawan@Pakacil: Gimana mau nanya kalau manusianya saja jarang hadir? kavlingnya pakai sitem Kamar kaya di hotel hotel itu mungkin
*ga bisa dateng telat, lebih takut ama BKD dan Bawasda ketimbang ama Tuhan nya pa Haji..*
tapi setidaknya jadi bisa mainan FS dulu dari jam 7.45 ampe jam 12 siang kqkqkq..
Suseh… Mo gak pake jam kerja ya kudu punya kantor sndr deh kyknya… Saya juga sering telat kantor. Bukan karena banyak ibadah kyk Pa haji. Tapi emg karena bangunnya kesiangan teruus. hehhe..
deket masjid aja,atau greja…bakal denger adzan atau lonceng…
itu lebih mujarab..!!!
@ escoret: Wakakaaa, bisa saja kau peng.
@Teddy: Kebetulan saya pagi tadi baru ke BKD. Nah, sekarang itulah enaknya kerja di kampung, jauh dari pengawasan BKD
@Sarah Luna: Bukan begitu, kalau mau datang telat ya telat aja. Kalau mau datang telat tapi ga ada yang protes apa lagi sampai kasih surat peringatan, baru bikin kantor sendiri.
@escoret: Apanya yang mujarab?
ha ha ha ha ha