Menulis

Menulis bisa dijelaskan secara sembarangan sebagai sebuah kegiatan memberikan tanda di sebuah permukaan. Memberikan tanda ini bisa dengan alat tulis ketika memberikan tanda diatas kertas atau permukaan lainnya yang memang menjadi media alat tulis. Bisa menggunakan pahat dan sejenisnya ketika menggoreskan tulisan pada batu prasasti. Atau seperti jaman digital dengan cartridge tinta ketika kita menulis dengan bantuan komputer.

Menulis sekarang tidak lagi harus murni dengan tangan dan alat tulis. Jika yang dimaksud menulis sebagai kata kerja, maka kegiatan menulis dengan pensil, pulpen atau yang lainnya maka memang bisa dikatakan sebagai kegiatan menulis.

Lain lagi ketika dikatakan kegiatan menulis ini adalah sesuatu yang menghasilkan karya. Seperti misalnya menulis buku, menulis cerita, menulis naskah film, menulis drama dan lain sebagainya. Dalam menulis yang ini, bukan kegiatan atau bagaimana cara membuatnya yang disoroti, namun hasilnya. Sebuah gabungan tanda tanda atau simbol simbol yang terangkai bukanlah disorot dari bagaimana mereka disatupadukan, melainkan apa yang mereka hasilkanlah yang menjadi titik perhatian.

Sementara dalam menulis lagu, kadang kadang kita tidak melihat alias membaca sedikitpun simbol. Kita hanya tahu bahwasanya sebuah lagu ditulis oleh seseorang dan justru kita menikmatinya dengan telinga setelah lagu tersebut dihantarkan oleh udara setelah sebelumnya dikeluarkan oleh sound system. Kecuali ketika lagu tersebut telah dicetak diatas media cetak untuk kemudian dibaca not-nya, atau liriknya bagi lagu yang mempunyai lirik.

Sementara untuk istilah Franz Beckenbauer telah menuliskan sejarah sebagai seorang yang mampu menjadi juara dunia baik itu sebagai pemain maupun pelatih adalah istilah yang berbeda lagi.

Dalam kalimat tersebut Beckenbauer tidak perlu pulpen, pensil, ataupun alat tulis lainnya. Hebatnya, dia bahkan telah mengguratkan semuanya di media cetak, elektronik, media internet, bahkan dalam ingatan dan catatan sejarah tak peduli di mana dan bagimanapun sejarah itu dicatat.

Biarpun sejarah itu dicatat hanya dalam ingatan manusia, di goreskan di daun lontar, atau bahkan dipahatkan pada prasasti sekalipun, apa yang telah dituliskan Franz Beckenbauer tidak akan pernah berubah.

Karena bukan simbol yang jika dirangkaikan bisa menjadi makna yang telah dituliskan olehnya (Beckenbauer)-dimana ketika simbol tadi dirubah akan berubah makna-namun sebuah kenyataan yang justru bisa di maknakan dan disampaikan dengan media apapun dalam artian bahasa manapun. Baik itu bahasa tertulis hingga bahasa lisan.

Bukan rangkaian simbol yang jika diganti bisa berubah arti pula yang telah digoreskan oleh mereka, ketika mereka dengan eksistensi dan perbuatannya telah menggoreskan sebuah realita, realita yang akan tetap sama ketika dibahasakan dengan simbol tertulis manapun. Realita yang akan tetap bermakna tak berbeda ketika dihantarkan dengan alat komunikasi lisan dari belahan bumi manapun. Karena realita yang telah tertulis itu bernama sejarah kelam.

Melebihi apa yang tertulis pada selembar kertas yang bisa musnah dimakan si jago merah. Jauh lebih dahsyat dari sekedar data pada harddisk, CD, Flashdisk, blog atau situs yang masih bisa dihapus dan tak bisa dikembalikan dengan caranya masing masing. Bahkan lebih dalam ketimbang guratan pada prasasti yang terbuat dari batu, karena guratan pada prasasti masih bisa diremukkan dengan palu godam untuk kemudian tak terbaca lagi makna dari simbol simbolnya.

Untuk hal ini mereka telah menggunakan diri mereka sendiri sebagai alat untuk menulis, dan mereka menuliskannya dalam dalam di otak, perasaan, hingga alam bawah sadar manusia lain. Apa yang mereka tuliskan takkan pernah tergerus waktu. Meskipun suatu saat takkan terbaca lagi, tulisan mereka takkan pernah hilang terhapus, dan tetap berada pada apa dan dimana mereka menuliskannya.

Untuk semua penulis sejarah kelam, semoga kalian bahagia dan berbangga dengan apa yang telah kalian tuliskan, semoga kalian tertawa ketika membaca lagi apa yang telah kalian tuliskan.

Untuk semua yang di otaknya, perasaannya, hingga alam bawah sadarnya telah tergurat dengan dalam secuil sejarah kelam, hari esok tulisan itu memang takkan pernah hilang, apapbila kemarin kalian membacanya dengan iringan airmata, percayalah selama mau berusaha, suatu saat kalian akan membacanya dengan iringan tawa!

About these ads

7 Responses to “Menulis”


  1. 1 syafwan 17 November 2008 at 11:09

    terbiasa menulis pake hape, di simpan ke draft, lalu di hubungkan ke komp lewat pc suite. masuk kategori menulis juga kan? he..he..

  2. 2 akokow 17 November 2008 at 12:02

    Iya menulis terus sampai bosan :D

  3. 3 nia 17 November 2008 at 17:56

    Apa yang udah ditulis alias terekam diotak sesungguhnya tidak bisa dihapus. Begitukah??

  4. 4 tren di bandung 17 November 2008 at 18:09

    menulis itu menu dan lis, menu artinya daftar lis artinya daftar. jadi menulis itu daftar daftar, ayo cepetan daftar nanti keburu ditutup…

    hehehe

  5. 5 geRrilyawan 17 November 2008 at 21:28

    waduh…selamat menulis deh kalo gitu…

    ayoooo menuliss!!!

  6. 6 Guh 19 November 2008 at 23:15

    tak akan tergerus oleh waktu?

    kalau pesan-pesan sang utusan yang semakin hari semakin terpelintir ga jelas itu namanya tergerus tidak? Secara saat ini orang agak sulit memastikan pesan apa yang sebenarnya dimaksud pada saat itu.

  7. 7 Fortynine 20 November 2008 at 02:18

    @syafwan: Iya, masuk

    @nia: Ga juga si, tapi kalau begitu berkesan atau begitu memilukan biasanya itu yang sangat membekas

    @Guh: Soalnya tulisannya ada di mana mana dalam banyak bahasa dan penafsiran. Belum lagi terlalu banyak orang orang pintar hingga yang sok pintar yang berebut mengklaim bahwasanya ini dan itu adalah tulisan dari sang utusan. Hal inilah yang sebenarnya membuat tulisan tulisan itu menjadi kabur. Lantas banyak yang membacanya secara serampangan.

    Mungkin yang salah adalah media penyampaian isi pesan, bukan pada pesannya. Demikian sok tahu saya hari ini.


Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 166 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Twitter

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: