Menyoal keberangkatan ke Pahuluan seperti yang diberitakan di sini. Saya merasa perlu menganalisa melalui sudut pandang saya sendiri soal bagaimana sebaiknya berangkat ke tempat tujuan.
Kalau menggunakan BUS: Resikonya adalah biaya sewa yang lumayan membengkak, terjebak macet ketika setan setan jalanan mulai beraksi. Plus sukar untuk bergerak ke beberapa lokasi karena ukuran bus.
Keuntungannya? Posisi duduknya lega, bisa lebih berkumpul dan menjaga kebersamaan, tidak kehujanan. Hanya saja posisi duduk ini kemungkinan bisa menimbulkan sedikit polemik dan permasalahan klasik perjalanan jauh
Kalau menggunakan Mobil: Mengingat jumlah peserta, nampaknya akan diperlukan lebih dari 1 buah mobil, ini jelas berdampak secara finansial, apalagi ketika mobil harus menyewa.
Juga terdapat kemungkinan berjejal, dan polemik segitiga antara kaum perokok versus kaum yang ga bisa naik mobil kalau pakai AC versus kaum yang kalau naik mobil harus pakai AC. Polemiknya yang lain adalah siapa duduk dengan siapa, siapa harus ikut mobil mana.
Keuntungannya, bisa lebih bebas bergerak ketimbang bus, tidak kehujanan, dan bisa ngangkut oleh oleh yang banyak
Kalau menggunakan sepeda motor: Kerugian utama adalah hujan. Juga sukar membawa barang oleh oleh, apalagi kalau saya bersama si Fabio. Namun urusan bawaan bisa diakali dengan menggunakan tas ransel.
Sementara resiko terpisah dari rombongan dan terjadi mogok juga ada. Namun yang jelas kemacetan tidak akan dialami separah jika menggunakan mobil, apalagi bus. Plus kesempatan membonceng lawan jenis terbuka lebar.




wahh..tapi itu semua lebih baik dari pada pesawat dan kapal..
whuahahaha….
asli ngakak aku baca komenmu Chal, mengingat faktor yg satu itu
hwahahahaha…
hi..hi…Ichal masih takut ya..!
Kalau berangkat kesepakatan aja…dah..asal jangan naik becak bergantian mengayuhnya….he..he..he…
jadi kira-kira menurut anda yang enak yang mana bos..?
naek apa ya baek nya?? *bingung*
aku naik motor az … ikutan sama farid deh, postingan ga dibaca apalagi kelebihan dan kekurangannya .. xixixixi
@bang ichal, kalau keujanan apa masih alergi air????
*leyeh-leyeh naik KA Ekspress Jogja-Solo*
Sepakat berarti, Nia sama Farid naik motor, sisanya pake bis…
hmmm, aq coba menganilsa semua komen yg ada dulu deh….
@ichal: Maksudnya anda mau milih transportasi sendiri yaitu naik kapal?
@Pakacil:
Kiyapa soal link tadi? Kenapa situ segera merubah dengan semena mena?
@Aap: Mungkin bukan takut, lebih tepatnya phobia. (Phobia dan takut apa bedanya ya?)
@yulianbjm:
Yang enak itu naik motor
kehujanan, trus berteduh di tempat yang tepat bersama lawan jenis., karena cepat dan sigap untuk kemana mana@benkyo: Tunggu keputusan bersama
@nia:
Bisa…..
dengan catatan tidak ada yang protes@Gunawan Rudy:
@ManusiaSuper:
Memang sisanya sepakat Hung???
Yah, komen Harie kelewatan…….
Naek truk saja. Bisa menjaga kebersamaan & muat banyak seperti bis; posisi duduk banyak variasi, bahkan ada opsi berdiri; asap rokok para perokok cepat hilang di udara; dan tetap bisa kehujanan, lalu berteduh bersama lawan jenis, seperti naik motor; juga bisa sambil mengibarkan bendera Slank sepanjang jalan…
*digilas mesin giling*
Usul yang justru sangat inspiratif…….
jadi… enaknya berangkat naek apa y??? *pura2 bingung*
@ Jensen99
BRILIAN!!!
APa ajah.. yang penting harus bisa mampir-mampir.. teteuuup…!!, hihi…
Analisa dari segi meteorologi….
Kalau naik motor resiko kehujanan sangat tinggi. Setiap hari di pahuluan hujan turun. Bahkan bisa 2 sampai 3 kali sehari. Kecuali naik motor seperti Tossa yang roda tiga dan ada atapnya…
pake jetpack aja ..
tinggal ketik rocketman di keyboard masing2
*san andreas mode : on
Kalau kebanyakan analisa, mending ga jadi pergi aja
Gitu aja ko repot …
tawaran terakhir yang dicoret sepertinya menggiurkan. apa kita sepakat?
jadi pengoment terahir lagi nah
ke surabaya gak bang??? liat partynya slank.ulang taun perak lho…