Brotherhood

Inilah efek buruk jikalau kebanyakan menjadi pembaca ketimbang penulis. Selama beberapa bulan belakangan ini saya lebih banyak menjadi pembaca ketika menjelajahi sebuah kawasan tak tentu bentuk bernama blog. Efek negatifnya adalah produktifitas dan kualitas tulisan yang terjun bebas! untuk sekarang ini, membuat tulisan model ini, ini atau ini adalah sangat sukar, bahkan untuk sekedar bercerita panjang lebar macam kisah berjudul: Cinta Segi Banyak saja saya mulai kesukaran, mungkin hal ini dikarenakana oleh skill dan feeling yang sudah mulai luntur, atau katakanlah tumpul (sebenarnya saya nulis apaan sih ini????).

Kebetulan, ketika sedang menulis ini, lapar, haus, dan kepanasan tidak sedang mengganggu saya. Kali ini saya mencoba menyisihkan sedikit waktu untuk sekedar menulis yang agak berbobot (agak berbobot bukan lantas bisa dikatakan berbobot bukan?), jangan sekedar salin rekat artikel menarik atau seperti postingan postingan tidak penting saya sebelumnya. Meskipun sebenarnya saya sendiri masih belum tahu apa yang bakalan diulas, namun tetap saya coba untuk memaksakan diri agar berkarya.

Jadi? Nulis apa ya? Baiklah, saya mulai berfikir untuk menuliskan soal brotherhood. Entahlah makna mendalam dari brotherhood itu apa, bahasa Indonesianya apa juga saya tidak perduli. Yang saya peduli brotherhood adalah salah satu kata yang tercantum pada slogan Banjarbaru Tiger Rider Community tempat saya dan Fabio bergabung sekarang. Slogan tersebut adalah “RIDE FOR BROTHERHOOD”.

Meskipun terkesan seperti orang orang yang mengejar maling ketika melintas, sebenarnya kami anggota anggota klub yang baik kok. Suer dech. :mrgreen: Kembali kepada soal brotherhood tadi. Pada perkumpulan antar bikers ini brotherhood benar benar terasa. Seperti misalnya sewaktu dalam perjalanan menuju Balikpapan, untuk menghadiri acara di Kaltim. Kami rombongan BTRC (Banjarbaru Tiger Rider Community) singgah di Paser untuk bertemu dengan para anggota POWER. Ketemu baru di hari itu, para anggota power (kebetulan mereka bisa bahasa Banjar) langsung akrab dengan kami. Dan kemudian beberapa kebaikan mereka yang tidak bisa saya hitung satu per satu di sini.

Jadilah kami berhutang dengan mereka, untungnya hutang tersebut sudah sempat terbayarkan (meski mungkin belum lunas) ketika gantian mereka yang datang ke Kalimantan Selatan. Mungkin suasana brotherhood antar biker dan antar mapala itu hampir serupa. Atau mungkin katakanlah identik, yang membedakan hanya kata “touring” dengan “trekking” antar Bikers dengan Mapala.

Intinya dari brotherhood ini mungkin sama saja. Keakraban dan persaudaraaan. Entah darimana asal muasalnya, brotherhood ini selalu begitu terasa ketika kita selaku anggota komunitas tertentu berkunjung ke luar kota lantas menyambangi komunitas yang berada di kota tersebut. Tak perlu acara resmi untuk bisa bertandang. Tak perlu harus menunggu ada event event besar. Kapan saja ada kesempatan perjalanan, sambangilah kolegamu, kunjungi agar keakraban terjalin, dan brotherhood sendiri akan semakin terasa.

Sebenarnya ada atau tidak brotherhood yang terlupakan dalam setiap kesempatan. Secara umum mungkin tidak. namun kalau secara terselubung mungkin iya. Seperti misalnya ketika ada kunjungan bikers ke klub bikers lainnya, pihak tuan rumah berhalangan hadir karena suatu dan lain hal, namun hal ini mungkin masih dalam batas kewajaran ketika keperluan tersebut terasa sangat mendesak.

“Tulisan ini saya coba persembahkan buat mereka mereka yang datang ke Banjarbaru kemaren secara khusus, dan Kalimantan Selartan Secara umum, yang mungkin tidak terpuaskan oleh kinerja tuan rumah. Mohon maaf yang sebesar besarnya, semoga kita bisa segera bertemu kembali di lain kesempatan.”

  1. 22 April 2009 pukul 21:14 | #1

    Pertamaaaxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx…..

  2. 22 April 2009 pukul 21:53 | #2

    Ini tentang si F yang cowo metroseksual dan homo itu ya ?

  3. 23 April 2009 pukul 00:21 | #3

    diatas soul berkamuplase menggunakan akun saya

    saya tertarik dengan kehangatan persaudaraan antar rider, mskipun saya bukan seorang rider yang tergabung dalam komunitas motor lainnya

  4. nia
    23 April 2009 pukul 08:59 | #4

    oh .. yang waktu saya pulang maren, ketemu dgn komunity ini di perjalanan … tapi saya ga liat 049 ada disitu, mungkin kececer di Bjb kali yaa .. xixixixi

  5. 23 April 2009 pukul 23:21 | #5

    Sesama klub motor memang cenderung akur. sesama geng motor cenderung rusuh

    Jadi? Nulis apa ya?

    Sulit dipercaya seorang veteran Peleton 2007 bisa berkata demikian. :mrgreen:

  6. 24 April 2009 pukul 12:46 | #6

    berkunjung…………………….

  7. 25 April 2009 pukul 10:29 | #7

    berkomunitas itu enak, kalo touring ke kampung mereka, kita bakalan di jamu abis2an

  8. 25 April 2009 pukul 12:01 | #8

    @manusiahero: Pertamax-nya habis jar, adanya premium ja. mau kah?

    @lembahbaliem:

    Ini tentang si F yang cowo metroseksual dan homo itu ya ?

    ada yang menyebut diri sendiri kah?

    @lembahbaliem: Yah, sejauh ini si menarik, dan tidak banyak beda dengan jenis jenis komunitas lainnya

    @nia: Liat rombingannya di mana dulu?

    @jensen99:

    Sulit dipercaya seorang veteran Peleton 2007 bisa berkata demikian. :mrgreen:

    Anu Pak, lagi mengalami gangguan teknis soalnya. :D

    @andrie callista: Terima kasih atas kunjungannya

    @soulharmony: Setuju sampai sejauh ini

  9. 25 April 2009 pukul 12:55 | #9

    Untuk sekarang ini, membuat tulisan model ini, ini atau ini adalah sangat sukar, bahkan untuk sekedar bercerita panjang lebar macam kisah berjudul: Cinta Segi Banyak saja saya mulai kesukaran, mungkin hal ini dikarenakana oleh skill dan feeling yang sudah mulai luntur, atau katakanlah tumpul

    Ah, kalau mengikuti prasangka buruk saya sih, sepertinya saya tau jawabannya, tapi nggak tega ah dibeberkan di sini.. Kasian… :twisted:

  1. Belum ada trackback.