Setelah sempat dikira rombongan komunitas blogger Banjarmasin, beruntunglah yang tertulis di pesta blogger adalah kedatangan kami sebagai perwakilan dari komunitas blogger Kalimantan Selatan yang bernama Kayuhbaimbai.
Hal pertama yang perlu menjadi catatan adalah: kami, atau khususnya saya tidak menempuh perjalanan selama 12 jam. Untuk diketahui, pada tanggal 18 Agustus 2009 saya sudah berada di HSU guna memangkas jarak tempuh ke Kalimantan Timur sekalian perbekalan buat puasa. Dari ibukota kabupaten tersebut, jarak menuju Kabupaten Tabalong (merupakan Kabupaten terakhir Kalimantan Selatan yang dilalui ketika menuju Kalimantan Timur) adalah sekitar satu jam, lewat jalan Kelua – Tanjung.
Start pukul 10:30 tanggal 19 Agustus 2009, persis sejam kemudian saya sudah berada di bundaran api Tanjung. Dari sana odometer Fabio di nol kan, sekaligus melihat jam tangan guna pencatatan waktu untuk kemudian menuju Kalimantan Timur.
Sejak dari Muara Uya hingga perbatasan Kalsel – Kaltim perjalanan dihambat hujan dan rantai si Fabio yang mengering. Khusus untuk masalah rantai kering adalah kesalahan jenis pelumas yang diberikan, sementara guyuran hujan plus rusaknya kondisi jalanan membuat kecepatan rata rata yang sebelumnya berkisar antara 100 – 110 km/jam menjadi terjun bebas ke angka 60 – 80 km/jam. Belum lagi kondisi jalan ketika sudah masuk daerah Kaltim yang juga bekas hujan membuat perjalanan saya menjadi melambat.
Beruntunglah, di Butuh Kajung Batu Kajang jalanan sudah kering total, dan cuaca sudah kembali cerah sehingga Fabio bisa kembali dipacu dalam hitungan 100 – 80 km/jam. Tiba di Koaro persis jam 14:30, setelah sebatang rokok dan segelas air mineral saya langsung lanjutkan perjalanan, dimana Dillah dan Wawan sudah berada di kota Balikpapan.
Dari Koaro menuju pelabuhan Penajam, jaraknya adalah sekitar 120 km. Kondisi jalan secara umum baik meski ada beberapa titik yang membuat Fabio tidak bisa di pacu. Selama perjalanan yang banyakan lurusnya ini sebenarnya saya ngantuk berat! Satu kali saya berhenti untuk merokok guna memulihkan kesadaran, satu kali untuk kencing, selebihnya biar mata setengah terpejam Fabio terus saya kebut dengan kecepatan 80 – 100 km/jam.
2 jam dari Koaro sampailah saya di pelabuhan Penajam untuk menyebrang ke Kota Balikpapan, 1.5 jam saya habiskan untuk bengong di ferry, termasuk ketika ferry tersebut sedang mengantri untuk bersandar di pelabuhan Balikpapan ketika ferry yang duluan merapat belum selesai loading penumpang. Total waktu yang terbuang digabung dengan antri beli tiket dan memarkir kendaraan tumpangan ke dalam ferry adalah 2 jam.
Sesampainya di seberang, gantian giliran rantai nya si Fabio menjadi kendor, sialnya tak satupun kunci yang saya bawa sanggup untuk digunakan mengencangkan rantai, terpaksa keluar ongkos guna bayar bengkel. Langsung setelah itu saya menuju lokasi acara yaitu kampus STIKOM Balikpapan, dijemput oleh Mas Bambang dan Wawan. Mandi, selesai mandi acara gathering dan tanya jawab ketika itu dimulai pula.
Selesai acara rombongan Kayuhbaimbai, rombongan Mas Iman dan rekan rekan dari Jakarta, Komunitas Blogger Balikpapan makan makan di pinggir pantai, tak terasa obrolan dilaksanakan hingga jam 1 malam sehingga ketika balik ke STIKOM kami harus mendapati kampus yang sudah tutup dimana barang barang kami berada di dalamnya termasuk handuk dan baju ganti. Jadilah kami bertiga tidur di tempat yang disediakan Mas bambang sekaligus tidak ganti baju sama sekali.
Seperti kata Dillah, tidak sampai 24 jam kami di Kalimantan Timur kami kembali lagi ke Kalimantan Selatan. Seandainya tanggal 22 Agustus bukanlah awal puasa, tentu kami akan mengikuti juga acara di Samarinda. Pada tangggal 20 agustus 2009 kami bangun jam 11 siang, lantas ambil barang di STIKOM, lalu ‘belarut’ sampai pelabuhan.
Tiba di pelabuhan penajam, duit kas alias uang saku yang diperbantukan rekan rekan Kayuhbaimbai kami gunakan untuk beli makanan. Start menuju Kalimantan Selatan persis jam 02:30. setelah sekitar 80 kilometer berjalan, saya dapati Wawan kesulitan untuk mengikuti saya, mungkin karena berboncengan dengan Dillah, sehingga saya ajak Dillah untuk ikut saya biar Wawan sendiri dan kecepatan juga bisa di tambah. Entahlah bagaimana kesan dan perasaan Dillah ketika diajak jalan jalan di Gunung Rambutan kemaren.
Hasilnya, mesin si Fabio bekerja keras guna mengangkat beban 2 penumpang dan 1 top box yang terpasang padanya, sehingga 2 kali dalam perjalan saya harus memberikan kesempatan padanya untuk beristirahat, termasuk ketika kami ngopi di perbatasan Kaltim – Kalsel.
Sampai di daerah Jaro ketika memasuki waktu magrib, setelah itu dengan kecepatan berkisar antara 80 – 100 km/jam kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung. Sampai di Tanjung jam 07:30, maka berarti perjalanan mulai dari pelabuhan Penajam hingga Tanjung hanya sekitar 5 jam. Kalau disambung ke Banjarbaru sekitar 3 jam lagi, plus 2 jam di kapal ferry, maka berarti jarak tempuh kami cuma 10 jam! He he he..
Rekan Wawan dan Dillah melanjutkan perjalanan ke Banjarbaru dan katanya mendarat pada jam 12 malam, saya antar mereka sampai Pantai Hambawang untuk melanjutkan perjalanan sendiri menuju sebuah tempat guna menyempatkan diri sebelum puasa selama sebulan.
Demikian info perjalanan, dan selamat berpuasa bagi yang menjalankan, selamat tidak puasa untuk yang tidak menjalankan puasa. (Waktunya tidur!!!!!!)




makasih banyak bos atas pengorbanan waktu, tenaga dan biayanya.. semoga mendapat balasan yang setimpal dari tuhan.. amien..
Yang penting selamat….
untung si don Fabio ngga ngambek ye..
wow..raiders sejati…he..he…
saya merasakan goncangan itu sangat…
Trims dah datang di acara Road to Pesta Blogger 2009 di Balikpapan.
pian memang blogger “gila”
hahaha….
Perjalanan yang seru dan penuh perjuangan. Selamat puasa ja.
dikira tadi 1 jam saja..kaya lagu ST 12…banyaklah disana yang bungas2
mau 10 jam, mau 12 jam, tetep aja, sinting. hahaha…
ma kasih udah meramaikan. ayo, ke Jakarta!
saya pikir malam itu wawan dan dillah pulang bersama farid …
besok naik motor ke jogja dong
mantap, bos
Oh… “ganti oli” di Amuntai ya…
jangan lupa ke jakarta.
@MU Forever:
Makasih banyak pula atas doanya, dan kebaikannya…
@aidicard: Ya, meskipun sempat 2 kali rantainya kering gara gara kondisi cuaca
@yulian:
@manusiahero: Maka dirimu harus bersyukur masih hidup, tidak modar terpelanting waktu zig zag di Gunung Rambutan…
@Herlan: Terimakasih pula atas sambutan yang diberikan oleh rekan rekan di Balikpapan kemaren
@Zian X-Fly: Sama sama
@Rizal Islami: Banyak ay. Tapi nampaknya saya masih belum siap kalau harus 20 jam bolak balik hanya untuk ngapel. Bukan tidak siap mental, tapi tidak siap ongkos
@yati: Mohon doa
dan dukungan danasupaya bisa menghadiri Pesta Blogger di Jakarta@nia: Sama sama, tapi cuma sampai Pantai Hambawang
@antobilang: Boleh….
@warm:
@Amd: Hussssssshhh
@cK: Ok…. Kamu mau mebelikan ticket kan?
Beh keren dah anak2 KayuhBaimbai! nekat nyebrang ke KalTim via darat pake motor. Dulu nenek saya bilang itu “labuh baimbai”, hehehehe…. Oh ya, saya tau blog ini dari blog mas imam, sebenernya uda tau dari dulu tapi yang saya tau dulu sempat off ngeblog kan bung. Ternyata sekarang uda aktif lagi. Happy blogging!
Ya, dulu sempat off. Sekarang eksistensi blog ini akan saya usahakan untuk terus berlanjut
Hebat bener,,Salut nih ama kalian bertiga.
Salam kenal. Makasih loh udah berkunjung. Linknya udah terpasang tuh silahkan di cek
Touring plus kegiatan blogging yang MANTAAPPP… kapan-kapan kita rombongan motor lebih besar lagi ke Kaltim hunting obyek wisata dan budaya yang eksotik…
keren Rid… kapan bawa Fabio ke Palembang?
@moratmarit: Makasih…
@Oca: Terima kasih kembali…
@Syamsuddin Ideris:
Boleh…
@itikkecil: Nunggu harga emas 2500 rupiah per 1 gram…
tentu nya perjalanan yg mengasyikan dan menambah wawasan dalam perjalanan itu sendiri…. (cuci mata bro) hehe
betul…