Sebelum bertanya dan merepotkan Tuhan, apalagi hanya sekedar teman, bertanyalah pada google…
Anda pernah mencari di internet tentang penemu beragama Islam? Kalau belum pernah, anda mungkin tertarik untuk googling soal Ibnu Sina, Ibnu Rusdi, dan lain sebagainya. Jadi, mungkin sebagai orang yang beragama Islam aka Muslim tentunya akan bangga dengan mereka, para ilmuwan Muslim.
Sebagai negara Indonesia yang katanya negara terkutuk dengan penduduk Muslim terbesar, dan juga Islam sebagai agama yang besar (dalam segi pemeluk). Maka sudah sepantasnyalah muncul kembali penemu penemu Muslim baru. Jangan hanya terlena dan terhanyut pada kejayaan masa lampau soal umat Muslim yang pernah menguasai dunia atau umat Muslim yang punya banyak ilmuwan dan penemu.
Sebagai manusia dimana kolom agama di KTP masih berisikan ISLAM. Maka saya punya saran, khususnya buat para Muslim yang jenius, agar sekiranya menemukan 2 macam alat yang saya rasa sangat sesuai dengan jaman, bahkan mungkin bisa mendapatkan hadiah nobel jika dipatenkan. Apa saja itu, inilah dia;
PERTAMA
Automatic Microphone’s Gap Adjuster: Fungsinya mengatur agar jarak antara microphone dengan mulut selalu dalam jarak standart. Kalau perlu pakai standart international sound sistem. Agar sekiranya para Muslim yang hobi berteriak menggunakan microphone, utamanya mereka yang biasanya menghuni rumah ibadah memiliki standart khusus dalam menegeraskan suaranya.
Tak bakalan ada lagi mereka mereka yang menempelkan microphone ke bibirnya lantas berteriak sekencang kencangnya sehingga seolah olah mencitrakan bahwasanya Tuhan Yang Mahaesa itu tuli, dan masyarakat sekitar itu perlu diteriaki dengan bantuan pengeras suara. Karena pada kenyataannya Tuhan yang Mahaesa tidaklah tuli, dan masyarakat juga tak perlu harus diganggu 5 kali sehari dengan teriakan yang diboost oleh pengeras suara. Berguna juga untuk mereka yang hobi menempelkan microphone pada sound sistem tape recorder ketika menyetel lagu padang pasir.
KEDUA
Desibel Limiter for Global Sound System: Apabila alat pertama gagal dalam memfilter, dan menjinakkan kebrutalan para penghobi teriak di rumah ibadah, maka alat kedua ini mungkin bisa mengatur output yang dihasilkan oleh sound sistem. Karena pada kenyataannya masih banyak manusia manusia penghuni rumah ibadah yang belum memahami betul fungsinya pengatur volume, dimana mereka seringkali menyetel volume hingga posisi MAXIMUM, bukan hanya untuk sekedar memutar lagu lagu padang pasir ketika ada pesta pesta keagamaan, namun juga ketika melakukan rutinitas lima kali sehari.
Dengan ditemukannya alat ini, maka semaksimal apapun mereka menyetel volume, desibel adjuster akan mengatur kembali output sound. Kalau perlu bukan hanya sebagai adjuster, namun sekalian berfungsi mengamplify dan sebagai equaliser handal. Sehingga mereka mereka yang hobinya teriak tetap tersalur bakat dan minatnya, sementara suara yang keluar tetap manusiawi buat telinga masyarakat sekitar, utamanya masyarakat sekitar tempat ibadah yang selama ini telah terdzalimi telinganya dengan dahsyatnya suara rumah ibadah.
Oke, itu saja dulu. Semoga minimal satu dari banyak ilmuwan Muslim dari seluruh dunia pada zaman sekarang ini bisa menemukannya, sehingga at least telinga saya tak perlu lagi sampai harus berdengung kencang setiap ada panggilan sholat dan acara pesta keagamaan.




PERTAMAXX!!
* kasih cap stempel sesat ke jidat yang nulis*
@Dodo yang bersembunyi dibalik nama lain: Pertamax lagi mahal, harap gunakan premium sahaja
@Amd: Kenafa ente mendahului para jenggoters untuk berkata selayaknya semacam itu?
ups, dodo yang mana ini?
kalo ane berarti bajakan itu yang atas. Ini yang aseli
@dodo: Nampaknya nama DODO pasaran, kalau dodo pertama itu fans nya Man utd. Kalau anda?
saya fansnya slank mas hehe
:roollingeyes:
haduh salah
:rollingeyes: