Memang unik apa yang dilakukan striker timnas Inggris, Garry Lineker. Lazimnya saat pemain melakukan pemanasan mereka selalu menendang bola. Bahkan memasukannya ke dalam gawang. Tapi tidak dengan Lineker. Sepanjang pemanasan ia tidak mau menendang bahkan memasukan bola ke jala gawang. Alasannya ia hanya akan memasukan bola dalam pertandingan saja.
Berdasarkan mitos yang dipercaya oleh Gary Lineker, dirinya tak mau menendang bola ke gawang selama terjadi latihan pemanasan, supaya gol nya tidak habis mungkin. Hal itu memang hanyalah sekedar kepercayaan atau takahayul, atau superstition. Uniknya secara di luar akal sehat terjadilah yang namanya “kehabisan” ide pada Fortynine, Amed, Alex, Sora, Almas, wadehel, Difo, Fritz, Jensen, dan atau blogger lainnya yang selama ini pernah menjadi tukang tulis blog.
Gara gara kebanyakan menulis di masa masa lampau, maka akhirnya kreatifitas, ide ide nakal dan maupun yang brilian, bahkan minat menjadi terkikis. Selain mungkin disebabkan karena faktor kesibukan dan faktor faktor diluar aspek mistis tersebut, Saya ingin sedikit membahas tentang hal yang mungkin sahaja saya definisikan sebagai KEJENUHAN.
KEJENUHAN datang ketika seorang atau sekumpulan musisi telah mengkomposisikan banyak lirik dan aransemen. Ketika telah mencapai peak performance, ketika telah membuat lirik lirik dan aransemen spektakuler, kejenuhan datang dengan sendirinya. Ketika kejenuhan itu mulai memudar, maka sang musisi kembali bersemangat, semangat yang berbeda tentunya. Tak lagi menulis setajam dan sekeras dulu, atau tak lagi menulis sebanyak yang pernah dilakukan di masa masa tahun sebelum kejenuhan melanda.
Tak banyak terjadi perubahan mungkin, baik itu dalam gaya bertutur bahasa, gaya memainkan musik, atau pemilihan tema. Namun ketika kejenuhan telah melanda, maka baik itu penulis professional, musisi, atau sekedar penulis sruntulan macam para blogger saya, akan terdapat perubahan, tak peduli itu bentuknya perubahan kecil ataupun perubahan besar.
Bagaimana dengan mereka mereka yang berkutat dengan idealismenya dalam berkarya? Yang selama ini saya amati, hal tersebut akan menimbulkan multiple effect. Contoh; ketika musisi masih mempertahankan gaya bermusiknya pada suatu perangkap era tertentu, maka komunitas penggemarnya akan menurun. Ada yang merasa monoton sehingga mencari yang baru. Ada yang merasa sudah bosan, dan yang pasti pertumbuhan peminat dan penikmat telah menyusut. Terjadi juga pada blogger, baik itu antara penulis idealis yang serius beserta pembacanya (pembaca sekalian juga merangkap blogger) maupun sebaliknya. Para pembaca yang dulunya suka baca tulisan yang serius, sekarang tak punya waktu dan atau minat lagi sehingga si penulis serius mulai ditinggalkan pengunjung, rutinitas komentar pun berkurang.
Apakah KEJENUHAN ini adalah hal yang wajar? Tentu saja, sekarang yang tidak wajar adalah kenapa saya menulis macam ini? Apakah karena hujan yang katanya mampu menginspirasi seseorang itu? Entahlah…




0 Responses to “Jenuh”