Debu Debu Intan

Cygnus Hyoga. Dia berlatih dibawah Saint perak Crystal yang juga merupakan murid dari Saint emas Aquarius Camus. Tapi akhirnya dia menjadi Saint Cygnus, setelah kematian sahabatnya Isaac karena mencoba menolong Hyoga yang menyelam untuk mencari mayat ibunya. Clothnya berasal dari konstelasi Cygnus, dan berbentuk angsa. Jurus andalannya adalah: Debu-debu Intan (menembakkan kristal-kristal salju ke arah musuh)[1].

Debu Debu intan sendiri, sebenarnya adalah hasil terjemahan bebas dari istilah yang bernama Diamond Dust[2]. Secara singkat terjemahan bebasnya adalah;

Debu berlian adalah awan tingkat rendah yang terdiri dari kristal es kecil. Fenomena meteorologi ini juga disebut sebagai kristal es. Debu berlian umumnya terbentuk di bawah langit yang jelas atau hampir jelas, sehingga kadang-kadang disebut sebagai presipitasi langit. Hal ini paling sering diamati di Antartika dan Arktik, tetapi dapat terjadi di mana saja dengan suhu di bawah titik beku.

Dalam komik/kartun yang sudah dialihbahasakan, Diamond Dust disebut sebagai Debu Debu Intan. Bagi anda anda yang mungkin lebih tua dari saya, tentu saja pernah mendengar jurus andalannya Hyoga ketika bertempur; DEBU DEBU INTAN!!. Yah, itulah bagian dari sebuah serial kartun televisi yang membuat saya malas sholat magrib ketika kecil, hanya karena tak ingin melewatkan serial Saint Seiya yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta pada masanya.

Tanggal 17 dan 18 Desember 2011, saya melakukan perjalanan darat menggunakan sepeda motor ke Pagatan, sebuah pantai yang termasuk dalam daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Perjalanan dari Banjarbaru menuju Pagatan menempuh jarak lebih dari 200 kilometer. Perjalanan kali ini melewati Kabupaten Tanah Laut lalu masuk kabupaten Tanah Bumbu. Berangkat Pada malam hari, pulang pada siang hari. Dalam perjalanan pulang, sepeda motor kesayangan berpenampilan seperti sepeda motor yang baru saja menjalani jalur off road, atau mungkin jalur Rally Paris Dakkar!

Karena gerimis selama perjalanan pulang, maka debu adalah hasil hadiah daripada truk truk pengangkut batubara yang berseliweran plus debu debu dari tanah tanah yang memadati jalanan aspal menempel dengan bahagianya di hampir seluruh permukaan sepeda motor. Warna sepeda motor ketika pulang apabila dalam kondisi cuaca yang sama saya berkelana menggunakan sepeda motor ke Pendulangan Intan di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru maka akan sama warnanya seperti ketika pulang dari pagatan; kuning kecoklatan karena tempelan debu dan pasir.

Kalimantan Selatan, Sebuah Propinsi yang termasuk dalam wilayah Negara Keparat Republik Indonesia, memiliki Debu Debu Intan. Bukan semacam jurusnya Hyoga atau kami di sini punya musim salju, namun debu yang banyak beterbangan dari hasil angkutan batubara, serta intan tertanam di tanahnya. Pendulangan intan ada di sini, berjuta impian kekayaan dari para pendulang dan pengerajinnya bertumpuk. Silakan anda anda sekalian datang sendiri ke Kalimantan Selatan jikalau ingin melihat penambangan intan hingga pengolahannya. Konon katanya Intan Kalimantan Selatan memiliki kualitas tingkat dunia.

Debu hasil angkutan batubara di jalur yang saya lewati kemaren, hanyalah secuil daripada kekayaan alam yang tak dapat diperbaharukan bernama COAL aka Batu Bara alias Emas Hitam. Benda keparat ini jikalau kecil dan sedikit maka akan tak lebih berharga daripada sebongkah kecil batu gunung, namun kalau sudah bicara jumlah yang ribuan ton, maka emas hitamlah sebutannya.

Tambang batubaranya? Mulai dari yang illegal namun dilegalkan, hingga tambang yang illegal sebenar benarnya ada di sini. Kalau ingin tahu berapa hasil per harinya, silakan hitung dan kira kira sendiri 2500 kali 10 ton per hari[3].

Baik itu intan yang cuma sedebu, hingga debu yang jikalau terkumpul bisa untuk memborong intan tersebar dan terserak di bumi Kalimantan, Klimantan Selatan khususnya. Mungkin semuanya berbanding lurus dengan darah yang tumpah membasahi tanah hingga mengental dan mengkilap laksana kilauan intan. Atau nyawa yang telah beterbangan tanpa makna laksana debu di Kalimantan Selatan. Nyawa para penambang intan yang mengalami kecelakaan kerja tertimbun tanah, hingga kecelakaan tak terduga lainnya. Darah yang bercucuran dari tubuh tubuh korban tabrakan baik itu antara truk batubara versus sesamanya. Kecelakaan pengendara sepeda motor yang dihajar truk pengangkut batubara, hingga kecelakaan tunggal akibat rusaknya jalan umum yang dijadikan jalur angkutan batubara. Bisa juga kecelakaan akibat minimnya penglihatan dimana jalan raya tertutup debu hasil penambangan batu bara, hingga tergelincir akibat licinnnya jalan ketika aspal berdebu terkena siraman hujan. Serta bagian paling parah adalah mereka mereka yang digusur karena bertempat tinggal di atas lokasi yang menjanjikan sebagai areal tambang.

Dari DUA sumber kekayaan tersebut, apakah warga Kalimantan Selatan tersejahterakan? Apakah Penambang dan pengrajin intan berinternet di rumahnya yang terang benderang? Apakah masyarakat Kalimantan Selatan menikmati terangnya malam lewat cahaya cahaya lampu hasil Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sumber tenaganya adalah batu bara? Apakah warga Kalimantan Selatan menikmati hasil pajak tambang batu bara sehingga memiliki tingkat pelayanan publik, utamanya jalan mulus dari pemerintah? TIDAK!!!

Belum pernah saya temukan dan saya dengar penambang intan yang sukses, apalagi semenjak masuknya perusahaan asal luar negeri yang mengeruk hingga hampir habis intan di Cempaka. Kalaupun ada yang sukses, mereka takkan jadi milyarder. Jangankan milyarder, jutawan sahajapun tidak. Tak pernah sebanding resiko pekerjaan dan impian dengan hasil didapat.

Apakah pengusaha batubara di sini kaya? Iya! Siapa sih orang kalsel yang tak pernah dengar nama Pak Haji[4] yang begitu terkenal sebagai pengusaha batubara sukses di Kalimantan Selatan? TAPI, it is one man show! Rumah beliau laksana istana dalam kisah dongeng, begitu megah dan luasnya berdiri angkuh di depan jalan utama negara yang jauh dari mulus. Berada tegak dan sombong dikelilingi pemukiman yang jikalau didata mungkin kepala keluarganya berpenghasilan di bawah 500 ribu rupiah per bulan!

Ribuan bahkan jutaan ton emas hitam itu ke mana larinya? ke PLTU kah? Kalau iya, kenapa kami masih harus merayakan earth hour alias nyala listrik bergiliran? Kondisi padamnya listrik di Kalimantan Selatan berlangsung setiap bulan sepanjang tahun. Jutaan ton batubara hasil perut bumi Kalimantan Selatan tak pernah mampu menerangi Kalimantan Selatan sehingga harus dibantu PLTA! Pembangkit Listrik Tenaga Air bendungan Riam Kanan, Kabupaten Banjar. Ironisnya, rakyat rakyat sekitar bendungan justru tak pernah punya aliran listrik sejak jaman Nabi Adam sampai jadi jaman Adam Jordan, padahal mereka telah dipaksa menyerahkan kampungnya untuk ditenggelamkan dalam rangka pembuatan bendungan[5].

Jutaan ton pajak daerah dari emas hitam apakah berbanding lurus dengan fasilitas umum bernama jalan raya? Apakah banyak warga aseli Kalimantan Selatan yang menjadi jutawan karena bekerja pada tambang batubara? SEKALI LAGI TIDAK! Jalanan di sini adalah ladang latihan grass track yang mantap. Jalanan umum di sini bisa melatih anda mengalahkan Dominic Toretto dalam urusan bermanuver menggunakan mobil. Kenapa? Karena anda terlatih mengemudikan mobil oleh kemacetan tak beraturan dan sumur lubang lubang yang menganga di jalanan.

Pula, warga asing luar pulau Kalimantanlah yang berharta. Mereka berdansa dan tertawa ceria ketika masyarakat penghuni pinggiran jalan yang dilewati truk angkutan batubara sesak nafas menghirup debunya. Jemari jemari terkutuk mereka menari di atas keypad atau screen gadget gadget mahal, ketika rumah ibadah di dekat tambang batubara harus mengemis di tengah jalan raya guna perbaikan fisik bangunan. Mereka melintas kencang tanpa peduli aturan dengan mobil four wheel drive berAC dan berstrobo ketika pengendara yang tentu saja sekali lagi adalah warga aseli terpelanting karena parahnya kondisi jalanan. Lantas, mereka membawa hasil rampokan mereka ke pulau aseli mereka ketika warga aseli sini terpaksa harus jadi manusia super sakti hanya untuk sekedar bisa bekerja jadi buruh di tambang batubara.

Debu Debu Intan Kalimantan Selatan ternyata hanyalah sumber petaka buat kami para warga aseli. Sebaliknya, sebagian manusia manusia keparat menyebutnya surga. Mereka yang menyebutnya surga adalah para orang asing, para jahanam yang selalu berkata dan berbangga soal nasionalisme, persatuan dan pembangunan negara.

Dalam pada itu, para bedebah penikmat emas hitam nun jauh di sebrang laut sana, mengejek kami kampungan karena banyak protes soal kondisi daerah kami sendiri. Mereka menonton penderitaan kami di televisi atau mengetahui kabar melalui kencangnya koneksi internet tanpa padam lampu, lampu yang dibangkitkan oleh tenaga dari perut bumi Kalimantan. Seperempatnyapun hasil dari perut bumi Kalimantan tak pernah kami nikmati kecuali petaka masa sekarang dan suramnya masa depan yang terus menghantui. Pada akhirnya, ketika kami minta merdeka, mereka semua jadi lebih pandai daripada siapapun, berceramahlah mereka soal pendidikan perjuangan bangsa, negara, dan persatuan Indonesia.

___________________________

  • ^[1] Diambil dari Wikipedia Berbahasa Indonesia
  • ^[2] Taken from Wikipedia
  • ^[3] Berdasarkan kalkulasi sederhana, ketika tempat tinggal saya masih jadi jalanan angkutan batubara
  • ^[4] Beliau ini, mungkin orang Kalimantan Selatan Aseli, sayangnya beliau mengimpor isteri dari luar, sehingga akhirnya sang isteri mengimpor lagi keluarga dan kroni kroninya dalam rangka memberdayakan perampokan Kalimantan oleh orang asing
  • ^[5] Pada kesempatan lain akan saya tuliskan, tentu saja dengan catatan jika saya tidak malas menulisnya

About these ads

8 Responses to “Debu Debu Intan”


  1. 1 jaka 7 July 2012 at 12:37

    salam kenal untuk semuanya,,

  2. 2 nadiaananda 7 July 2012 at 12:40

    Baca artikel ditambah ngemil Gorengan plus cabe nya.. Mantepp sangadh.. Jadi Semangat..!! :P

  3. 3 Lowongan Kerja 12 October 2012 at 05:56

    wah mantap artikelnya……selalu membuat inspirasi yang lebih baru…..salam kenal yah

  4. 4 obatpenyakit07 15 October 2012 at 12:34

    Bagus artikel nya membuat inspirasi baru

  5. 5 a.bang.tam.pan 21 November 2012 at 12:06

    5 komentar di atas saya ini kayaknya bagemana ya…
    oh ya, komentar saya juga, dink; ndak nyinggung isi tulisannya sama sekali :twisted:

    yah, mau bagemana lagi…saya memang lebih suka Dragon Shiryu, sih :mrgreen:

  6. 6 agen obat herbal alami 31 December 2012 at 16:47

    debu memang penghalang bagi segalanya

  7. 7 wijayaanita78 12 March 2013 at 22:07

    yang terpenting kita berusaha yg terbaik, pasti akan jadi lebih baik semuanya

  8. 8 Obat Batu Empedu 25 July 2013 at 16:19

    terima kasih pak admin untuk semua beritanya..


Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 166 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Twitter

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: