Archive for the 'College and University' Category

Adeknya Pak Erte


Saya, meskipun cerdas, pintar, pemurah, baik hati, tampan rupawan dan ganteng begini juga pernah berorganisasi. Jadi waktu kuliah dahulu tidak sekedar datang duduk diam lantas jadi mahasiswa manis bertampang intelek, atau sampai sampai membuat wajah ganteng saya ternoda oleh penampilan dengan wajah mirip trigonometri seperti halnya kebanyakan mahasiswa jurusan eksak maupun sok eksak yang seringnya tampil berpakaian rapi berkacamata sehingga terlihat seperti mahasiswa atau pemikir sejati.

Continue reading ‘Adeknya Pak Erte’

Input and Output


As a man who was graduated from English Department, why cannot I write as good as these articles? Why cannot I write as long as these articles? You, people, may ask the same question to this person, and to him.

Why should the question be asked to me? Why should the question be asked to us? Me, we, are older than him and him. We should have had more experience and knowledge than they should. We should have had written better and more posts. Unfortunately, we cannot do it!

Is this showing our incompetence? Is this fact showing our lack of knowledge? Or, it is just showing that we are not interested to write theology? Moreover, we do not interested writing in English?

I do not think that we are not interested in. Especially for me, I always want to write in English. I want to write about everything, not just about religion or theology. Nevertheless, it is not easy at all. In addition, I do not reading English everyday. This may cause my ability to write and read English is decreasing. How can I have good output while I do not have good input?

The same case may appear to him. However, we must have no questions about writing ability of this man. I can assure you that he is truly unable to write English post, and if he can, the post will not contain more than one paragraph. I do not understand why could he be accepted in English Department. *Rush away as fast as I can!*

I feel ashamed! As a graduated person from English Department, I cannot show my ability and my quality. As a person who was studying English intensively for more than four years, I have very low quality of writing ability.

This is not only about me. This is about all of my former friends in campus. Can they write in English? If they do, are the results having good quality? At least perfect grammar correctness?

Are we showing our lack of ability? Alternatively, we are just the mirror of bad input. On the other hand, we are having bad English because we are not educated and trained well. The last probability is we were so lazy studying English when we were taking every single subject, but I think this last reason is truly, deeply illogic! How can I be interested in out of date teaching style? How can I read and write if I feel so uncomfortable when I was studying? How can I write good English works (output) if I did not get enough knowledge (input)?

Lagi Lagi Dosen


“Bang. Besok jangan lupa ke Banjarmasin. Ada acara dalam rangka memperingati hari AIDS.”

Begitulah inti dari undangan adik adik saya di IMPAS-B. Tanggalnya memang tidak persis, namun tidak ada salahnya kalau kita turut memperingati dan menyumbang sesuatu yang positif bukan?

Isi acaranya? Kampanye tentang AIDS, Teater, musik jalanan dan pagelaran seni lainnya. Namanya juga Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Seni dan Budaya. Acara tersebut juga dimaksudkan untuk mengumpukan keramaian dari TWKM yang baru saja dilangsungkan. Mumpung para orang gila seluruh Indonesia masih berkumpul di Banjarmasin. Acara tersebut bisa juga dikatakan sebagai ajang silaturahmi antar mapala se-Indonesia.

Ada beberapa hal yang bakalan menjadi permasalahan sekaligus pembahasan dari hasil paragraf diatas. Namun yang ingin saya soroti justru kejadian pada saat acaranya. Bukan tentang TWKM nya. Bukan tentang AIDS dan hari AIDS nya. Bukan pula tentang Mapala se-Indonesia-nya.

Di saat acara berlangsung. Perkuliahan juga berlangsung. Maklum masih awal minggu. Tepatnya hari Selasa. Namanya juga acara seni. Mana mungkin acaranya diam diaman macam renungan suci yang harus sunyi senyap dan hening.

Acara musik dan teater jelas menggunakan sound sistem alias pengeras suara. Meskipun tidak seprofessional musisi dan seniman seniman seperti yang kita sering saksikan di televisi, ataupun tidak sedahsyat dan sekencang para ahli ahli mikropon di tempat tempat ibadah, setidaknya polusi suara pasti tidak terhindarkan dalam acara itu.

Maka dari itu, jauh hari sebelumnya para adik adik saya itu sudah meminta izin kepada tuhan tuhan yang berwenang di kampus guna sedikit meracuni telinga para penduduk kampus melalui acara tadi.

Izin tentu saja bukan hanya secara mulut lewat mulut. Melainkan juga ijin tertulis. Dengan kata lain, IMPAS-B selaku panitia acara diperbolehkan untuk mengadakan kebisingan di kampus.

Jelas, tuhan tuhan kampus sudah merestui. Namun namanya juga ada banyak tuhan. Makanya banyak juga tuhan tuhan kampus lain yang tidak setuju. Mulai dari tuduhan acaranya buang buang waktu. Meracuni pendengaran. Acaranya tidak penting, hingga yang cuma mengomel di kelas.

Dan disinilah para tuhan tuhan kampus menunjukkan kebesaran dan keagungannya. Acara yang sudah mengantongi ijin dari tuhan tertinggi di kampus masih saja di interupsi. “Hentikan!. Saya ada ujian!. Ga tau saya ada kelas?!. Mahasiswa berisik benar sich!.” Itulah yang terjadi. Dengan statusnya sebagai tuhan tuhan kampus, mereka menunjukkan eksistensinya kepada para mahasiswa.

Ingin sekali rasanya saya menghajar para tuhan tuhan jantan yang menginterupsi dan memaki panitia. Ingin pula saya memaki dan mendebat para tuhan tuhan betina yang menegur dengan sinis hingga kasar. Apalagi dengan stus saya yang sudah bebas dari neraka kampus.

Namun, buat apa juga saya lakukan? Meski tuhan tuhan jantan saya hajar, besok besok mereka tetap jadi tuhan di kampus. Kalaupun tuhan tuhan betina saya maki maki atau saya debat. Di kemudian hari mereka tetaplah tuhan kampus. Sementara saya bisa jadi penghuni hotel gratisnya pak polisi.

Jadilah saya hanya bisa menatap, menyaksikan para tuhan tuhan kampus yang berkali kali menunjukkan kekuasaan dan keberadaan mereka di kampus. Tak perduli bahwasanya tuhan tertinggi di kampus sudah merestui acara.

Permasalahan tidak sampai di situ. Ada tuhan kampus yang diam saja dengan acara. Meski bukan berarti meridhoi acara bising tersebut. Ada tuhan kampus yang maklum. Ada tuhan kampus yang protes sendiri dan lain sebagainya.

Yang saya bingung, tuhan tuhan senior di kampus tidak pada protes, kenapa mereka mereka yang baru jadi tuhan pada protes? Yang saya bingung kenapa tidak dari dulu mereka protes? Sekalian saja membatasi acara? Tapi kenapa ikutan membolehkan waktu minta ijin? Ataukah kami yang kurang sosialisasi? Kalaupun kurang, kenapa mereka tidak menghargai ijin yang sudah didapatkan? Kenapa mereka tidak bisa belajar maklum? Sementara mahasiswa dipaksa maklum jauh lebih sering.

Mahasiswa bisa maklum saat dosen masuk kelas dan merubah jadwal kuliah seenak jeroan busuknya. Mahasiswa dipaksa maklum saat tidak diluluskan dalam mata kuliah yang diambil dengan alasan yang tidak jelas dan tidak logis. Mahasiswa terpaksa maklum saat dosen memberikan nilai 78 untuk 20 soal yang dijawab dengan benar oleh mahasiswa sebanyak 18 soal.

Kenapa mereka tidak mau maklum sehari saja? Lebih tepatnya: kenapa para oknum itu tidak bisa maklum barang sehari saja?

Mungkin ada yang mengatakan bahwasanya saya membenci dosen karena alasan pribadi. Alasan itu sangatlah tidak tepat. Yang saya benci adalah kesewenang wenangan dan ketidakkenalan mereka terhadap toleransi dan penerimaan. Yang saya benci adalah tindakannya. Bukan orangnya.

Saya tidak benci kepada dosen tertua di kampus saya dulu. Yang saya benci adalah turut campurnya beliau terhadap penampilan saya. Saya tidak benci dosen dosen muda ataupun tua di kampus saya dulu, namun yang saya benci adalah sikap bunglon dan munafik mereka. Yang saya benci adalah sikap arogan dan sok berkuasa mereka. Yang saya benci adalah sikap tidak objektif mereka. Yang saya benci adalah ketidak pedulian sosial mereka. Yang saya benci adalah fikiran kolot dan anti perubahan mereka.

Karena semua sikap mereka bukan mendidik mahasiswa menjadi santun melainkan suka cari muka. Bukan menjadikan mahasiswa pandai dan akftif melainkan suka cari nilai dengan berbagai cara busuk hingga elegan. Membentuk mahasiswa yang tidak kreatif dalam bertindak meski kreatif dalam menjilat.

Ah sudahlah, nampaknya hanya ada dua kemungkinan. Saya memang tidak cocok dengan para dosen di kampus saya dulu. Atau para dosen kampus yang memang tidak cocok jadi dosen saya. Meski nampaknya saya tidak sendiri.

Seperti yang ditulis oleh Bang Fertob. Ini bukan satir, ini juga bukan diplomasi, ini murni kejujuran saya tentang yang saya alami.

Sepedamotor Aktris Bokep


Saya mengerti, beberapa post belakangan ini kurang mutu. Bukan karena kecerdasan saya berkurang. Apalagi kegantengan saya. Tidak, bukanlah hal itu yang berkurang. Yang berkurang adalah dana koneksi. Mau posting, blogwalking, naggapi komentar. Semuanya perlu dana.

Masih banyak draft yang tidak saya selesaikan. Saya merasa merasa nantinya semuanya akan tersia sia. Misalnya saya posting panjang panjang, okelah berhasil. Tapi toh saya harus balik lagi ke warnet untuk menanggapi komentar yang masuk, membebaskan atau menghapus komentar yang terkategori spam. Dan semuanya itu perlu dana. Seandainya saja bisa, saya tidak pernah berniat untuk melupakan tiap komentar yang masuk. Sayang, keterbatasan membuat saya lalai.

Sungguh, untuk itu saya mohon maaf yang sebesar besarnya kepada semua komentator yang mungkin merasa tidak nyaman karena komentarnya tidak ditanggapi. Sekali lagi saya tegaskan itu bukanlah saya sengaja, melainkan memang kelupaan, tidak melihat komentar yang masuk, atau tidak ingat. Namun yang paling sering adalah kelupaan karena saya selalu buru buru akibat dikejar tagihan warnet dan pulsa.

Namun, saya berjanji. Semau dan sekehendak hati saya Semampu saya, saya usahakan untuk menjaga hubungan yang harmonis antara /pembaca/komentator dan admin, sehingga bisa di dapati komunikasi dua arah. Terima kasih atas perhatiannya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Semoga tuhan anda masing masing memberkati anda sekalian yang masih pada percaya tuhan.

::::::

Sebagai mantan mahasiswa yang pernah merasakan indahnya hari hari di kamar kost. Tentunya banyak pengalaman, dari yang berharga, buruk, cabul, porno dan pengalaman pengalaman lainnya. Salah satunya adalah pengalaman yang saya temukan bersama Taufik Dayak. Yang satu ini memang orang Dayak. Badannya berkotak kotak hasil latihan fitness secara sembarangan dan manual tanpa bimbingan dari Ade Rai, dan hasil menambang emas bila ia pulang kampung. Karena menambangnya manual bukan pakai alat berat atau mesin, maka badannya juga ikut terlatih dan terbentuk seperti kebayakan para gigolo yang suka jual bodinya pada tante tante girang kesepian. kekekekeke

Kebiasaan selama masih kost, adalah begadang. Dan salah satu kegiatan yang dijalani selain main domino adalah jalan jalan malam sampai subuh. Pernah kami memacu motor ke jembatan Barito yang panjang itu. Pernah juga jalan jalan ga karuan hingga akhirnya nyasar ke Banjarbaru hanya demi mengajari naik motor buat oknum yang pada saat itu belum bisa naik motor.
:D
Dan yang paling sering adalah jalan jalan, trus singgah di salah satu sisi jalan Banjarmasin untuk ngopi. Yah, meskipun malam bahkan subuh, saat itu terutama di jalan Ahmad Yani, masih banyak warung yang buka hingga dinihari bahkan hingga matahari terbit.

Dengan menggunakan Yamaha Sigma milik Syamsiwal, saya dan Taufik jalan jalan putar putar kota Banjarmasin. Sigma milik Syamsiwal yang memang sejak dulu dilacurkan oleh pemiliknya demi kemaslahatan umum itu kami pacu putar putar ga karuan. Mulai dari menemukan para wanita wanita malam yang bertebaran, suami istri yang berantem di depan diskotik gara gara istrinya marah suaminya ketahuan bohong, bilangnya kerja malah ke diskotik, malam malam pula. Sampai akhirnya menuju jalan A Yani untuk mencari warung untuk singgah demi secangkir kopi buat teman nyedot rokok.

Ketemu warung, maka kamipun ngobrol ga karuan ditemani kopi dan rokok yang memang pasangan kompak dan selalu akur itu. Hinga akhirnya merasa bosan dan ngantuk, maka akhirnya kami memutuskan untuk beranjak pulang, menuju ke kamar kost saya yang sempit namun penuh dengan kenangan mesum itu. Sebelumnya saya juga menyempatkan diri untuk membeli sebungkus lagi rokok, karena yang dikantong saya tinggal beberapa batang. Daripada besok lupa beli atau pagi nanti kehabisan. Lebih baik saya sedia rokok sebelum kehabisan.

Di salah satu toko kelontong yang masih buka saya bersingggah untuk melaksanakan niat. Sementara itu, persis disampingnya terdapat kerumunan orang yang sedang bergerombol membentuk posisi setengah lingkaran. Entah apa yang sedang mereka lakukan, yang jelas mereka nampaknya sedang khusuk sekali. Untuk kemudian seseorang diantara kerumunan itu menoleh dan memanggil saya. Ding, sini ding, umpat nontonkah? Ni pelemnya rami nah. Wah, film? Tanpa banyak bacot dan goyang ngebor apalagi sampai nunggu fatwa, saya segera menuju ke lokasi. Dan ternyata……..

Waks! Film BANDUNG LAUTAN ASMARA yang baru saja rilis! Sungguh beruntunglah saya. Meski dibutuhkan beberapa detik untuk mengenalinya, namun terutama setelah kata kata “Nanda” yang terdengar itu, maka saya segera mengidentifikasi bahwasanya ini adalah film yang selama ini banyak dicari dan diminati. Bahkan setau saya, sebelum saya ikut nonton secara gratis di sini, film ini masih belum beredar luas dipasaran. Baru sekedar heboh di berita berita madia massa.

Bah! Peduli setan dan peduli iblis, mereka aja ga peduli malah senang ditemani nonton film porno Made in Indonesia yang langka didapat pada saat itu. Maka saya segera manggil Taufik yang masih nunggu di sepeda motor, Pik, pelem rame nah, kasi sini, kenaja kita bulikan, nonton dulu. Dan…. yah, kami lanjutkanlah nonton, meski harus sedikit berjejal dengan kerumunan massa. Namun saat itu semua audience dengan khusuk dan khidmat menyaksikan adegan demi adegan. Tak seorang pun mengeluarkan suara lagi, supaya tiap detil suara yang dihasilkan oleh film tadi bisa ditangkap dengan baik oleh telinga, untuk kemudian disalurkan ke otak. Demi membentuk fikiran mesum dan memancing nafsu birahi.

Sebenarnya saya sudah lupa juga persisnya adegan demi adegannya, soalnya sudah lama ga nonton lagi film Nanda yang fenomenal ini. Kalau ga salah urutan kejadiannya adalah main basket, pesta dikamar, bercinta diranjang, bangun pagi untuk melanjutkan adegan hot, dan diakhiri dengan mandi bersama sekalian bercinta. Bener ga urutannnya? Buat yang merasa sudah nonton film Nanda versus Amed, tolong kalau salah urutannya haraf diingatkan lagi ya.

Puas, saat teman teman masih bengong dan belum nonton, kami sudah berhasil mencuri start. Maka kamipun pulang dengan hati yang senang, riang gembira. Sambil membayangkan wajah dan tubuh polos Nanda, sambil senyum senyum dapat objek baru buat imajinasi saat mastur****. Sambil membayangkan besok masih ada kuliah… huhhhh…..

Datang ke kost dengan heboh! Wuaaa, kami sudah nonton, kami sudah nonton, ceritapun mengalir dengan deras, sambil dibumbui beberapa kisah dan adegan bombastis tentunya. Pokoknya™ senang. Dan entah darimana asalnya, tiba tiba saja beberapa hari kemudian nama “Nanda” malah berubah menjadi nama buat sepeda motor Yamaha Sigma milik Syamsiwal yang memang selama ini terus menerus dipaksa melayani nafsu jalan jalan beberapa orang. Bahkan kata kata dan julukan “Nanda” yang sebelumnya hanya melekat pada Sigma tersebut, sempat juga menjadi bertransformasi sehingga menjadi generalisasi untuk mengganti kata sepedamotor dengan “Nanda”. Sehingga saat mau jalan jalan selalu ditanyakan Nandanya ada berapa buah gerang?. Atau saat nanya Nanda kam mana?, dimana meandak Nandanya?

Taufik Dayak, seorang kawan yang berbodi mirip gigolo ini sudah menyelesaikan kuliahnya. Dan ia pun pulang ke kampung halamannya di Puruk Cahu sana. Saat Piala Asia yang lalu, adiknya datang ke rumah Syamsiwal. Katanya Taufik, adiknya ini juga mau kuliah di Banjarmasin. Dan adiknya ini berhasil masuk dan diterima di salah satu perguruan tinggi di Kalsel.

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telepon dari Emond, yang mengatakan bahwasanya Taufik minta tolong mengabari adiknya bahwasanya ibu mereka sedang sakit keras dan masuk rumah sakit untuk kesekian kalinya. Emond menelepon saya karena saaat itu Syamsiwal tidak bisa dihubungi sama sekali.

Berhubung pulsa saya masih belum diisi, maka saya hanya bisa melongo, sambil nunggu malam dimana saya yakin malam saya bisa menemui Syamsiwal untuk mengabarkan berita ini. Malamnya kami bertemu, lantas saya sampaikan berita tadi. Ternyata, Syamsiwal sudah tau, karena orang tua Taufik juga sudah menelepon rumahnya untuk mengabari berita tadi. Bahkan bukan sakit lagi, ternyata sang Ibu telah meninggal dunia. Innalillahiwainnalillahirojiun.

Taufik Dayak sebenarnya sebelum mengabarkan berita ini pada adiknya, dia sudah memberi kabar bahwasanya tak berapa lama lagi akan menikah. Ah, sayang sekali ibumu tak sempat menyaksikan pernikahanmu kawan…..

Beginikah Cerminan Umat Terbaik?


Islam? Maksud saya kolom agama di KTP anda Islam? Pernahkah anda memperhatikan kondisi umat yang ternyata ga maju maju. Di sini dan di sini ada daftar penghambat kemajuan umat….

Oh, mungkin terlalu berat untuk anda fahami… Umat Islam kan malas berfikir :D , dan terlena oleh kekuatan/dan kejayaan masa lalu. Pernahkah anda fahami mengapa umat terdahulu bisa berjaya? Apakah hanya karena teriakan “Allahuakbar!” atau teriakan dua kalimat Syahadat? Yang kemudian diiringi dengan kata kata “hancurkan orang orang kafir”, atau “serbu orang orang kafir”. Saya rasa tidak. Para panglima perang dulu saya percaya punya cara yang lebih elegan dan bermartabat daripada sekedar teriak teriak membawa bawa dan jualan namaNYA. Seorang Thoriq Husni membakar kapalnya dan berkata “Pilih mundur lantas mati konyol, atau maju mati Syahid?!!!!” kepada anak buahnya? Hasilnya? Silakan baca buku sejarah Islam yang ga didistrosi dan valid.

Satu yang saya fahami dari perjuangan para khalifah masa lalu. Berani! Termasuk berani berfikir, yang artinya tidak membiarkan otak tidak bekerja. Misalnya Thoriq Husni yang membakar kapalnya, alasannya membakar kapal bukan sekedar alasan nekat. Namun itu adalah semacam serangan psikologis buat anak buahnya, beliau menantang harga diri anak buahnya. Apakah mau/lebih memilih untuk mati konyol? Atau mau lari dari musuh? Bukankah prinsip umat Islam adalah “Musuh jangan dicari, ketemu jangan lari”?

Sudahlah, itu zaman perang dulu. Sekarang zamannya teknologi dan informasi. Jika anda menganggap bahwa gambar bernyawa, teknologi dan informasi macam internet haram. Silakan berhenti sampai disini!

Sudah cukup rasanya saya kecewa, kecewa karena ternyata ada saja orang orang ngeres yang salah persepsi. Tapi itu masih mendingan, daripada orang yang baca kalimat “kakek saya adalah Pastor”, kemudian langsung menafsirkan bahwasanya yang ngomong kalimat tadi adalah seorang Nasrani. Mohon maaf saya harus meminjam nama agama dan pemuka agama. Kalau anda memang bisa berbahasa, atau lulus ujian nasional dengan nilai bahasa Indonesia yang baik. Harusnya anda faham. Kalau anda belum ngerti bahasa Indonesia, mendingan minggir!

Ada baiknya bahwasanya siapapun yang membaca blog, nampaknya harus didampingi dengan kamus besar bahasa Indonesia, atau sebaiknya anda buka dulu link ini. Supaya tau apa itu majas, serta perlu tau juga tentang SPOK. Kemudian baca “Pak Jenggot Bersorban Putih yang Mengenakan Kalung Salib Besar itu Sedang Bertapa di Klenteng”. Kalau memang salah, silakan, silakan yang menganggap dirinya tukang protes dengan ide brilian, tukang komentar, ahli agama (agama apa saja), penyelamat umat, mahasiswa baik yang bangkotan, tengah tengah atau baru yang sok intelek serta ngerti bahasa tafsir dan majas, manusia yang suka kontemplasi dan berfilsafat, manusia Islam yang pernah ngaji dipesantren, ahlul bait ataupun ahlussunah.

SINI! LIATIN TUH “PAK JENGGOT BERSORBAN PUTIH YANG MENGENAKAN KALUNG SALIB BESAR ITU SEDANG BERATAPA DI KLENTENG”. Silakan keluarkan semua argumen dan ad hominem yang anda bisa, mulai dari Kafir antum, goblok kamu, otak kamu nda beres, takutlah akan siksa neraka, berpeganglah pada hadis dan sunnah, yang begini yang sesat, yang begini yang radikal dan liar. SINI! Ayo kesini!

Kalau memang anda punya ilmu dan merasa paling ahli dalam urusan pelurusan akidah dan pemikiran umat. Tunjukan. Tunjukkan apa yang salah dari kalimat diatas? Ga bisa jawab? Biar saya bantu jawabkan. “Mana ada orang berkalung salib bertapa diklenteng”. Gitukan salah satunya?

Makasih, itu hanya jawaban sepihak dan jawaban anak kemaren sore yang baru kenal pelajaran agama. Biar saya jelaskan lagi. SAYA MENGAJAK ANDA MENINJAUNYA DARI SISI BAHASA. Sekali lagi BAHASA! Bahasa Indonesia denga tinjauan SPOK nya. Ga perlu anda mikir sampai puyeng, untuk menentukan kalimat tadi salah atau benar secara bahasa, cukup cari saja Subjeknya, trus predikatnya. Ga ngeti predikat? Predikat adalah kata kerja yang mengikuti kata benda yang menjadi subjek. Ga ngerti subjek? Subjek adalah kata benda yang menjadi pelaku dalam kalimat. Ga ngerti? Ada dua pilihan, anda memang goblok dalam berbahasa. Atau guru anda yang goblok dalam mengajarkan bahasa INDONESIA.

Tidak mengerti bahasa Indonesia? Cuma mengerti bahasa Arab? Waduh. Maaf kalau gitu…harusnya antum tidak dari tadi baca artikel ini. Cuma ngerti English? Oke, saya kasih contoh sedikit aja ya. Ini dia contohnya. Silakan baca sendiri. Terbatas waktu dan koneksi untuk membukanya? Baik mari saya tuliskan disini saja. The cat is barking in the morning. Thank you.

Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi ahlusunnah ataupun ahlul Qur’an? Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi pemikir dan filosof? Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi mau jadi ahli analisa? Membaca artikel orang saja langsung salah tanggap, mau jadi penyelamat pemikiran umat? Hoy, belajar lagi. Belajar bagaimana menulis dalam bahasa indonesia yang baik dan benar. Minimal belajar memaknai yang tersirat dan tersurat serta terurat. Belajar lagi jenis jenis paragraf seperti deskripsi, argumentatif dan lain lain. Supaya bisa faham saat membaca.

Nah. Supaya tidak dikatakan omong doang dan tulis doang. Maka dengan berat hati saya terpaksa mengabarkan kepada semua pembaca terutama ahli agama merangkap ahli tafsir dan ahli filsafat yang telah memilih Joe sebagai guru buat saya, Geddoe dan Danalingga. Bahwasanya saya sudah secara peribadi menghubungi beliau yang bersangkutan untuk dimintakan tolongnya mengajari saya PHP, MySQL, dan Adobe. Karena menurut nabi si penyaru kebenaran yang tidak perlu saya sebutkan namanya, dengan belajar PHP, MySQL, dan Adobe apalagi kepada Joe belajarnya, maka akan membuat kami bertiga bisa menjadi lebih mengenal diri sendiri termasuk juga akan lebih sederhana dalam belajar agama. Geddoe juga bakalan berhenti main anime apalagi yang setengah telanjang, mungkin setelah belajar PHP, MySQL, dan Adobe Geddoe akan lebih menyukai yang full telanjang, bukan lagi yang setengah telanjang. Untuk Danalingga saya mohon maaf karena tidak mengerti apa yang bakalan dia dapatkan kelak setelah belajar dengan mahaguru yang direkomendasikan.

:::::::::

Kesimpulannya sich singkat saja, lagian kalau engga singkat nanti ga dibaca juga. Membaca artikel manusia saja tidak faham. Bagaimana membaca artikel langsung dari Yang MAHA BENAR?

Dengan berat hati, saya katakan bahwasanya masih ada komentator dan penulis yang memberikan trekbek atau ulasan tanpa membaca isi dari tulisan yang ingin dibahasnya, hanya melihat judul lalu langsung menyerang secara ad hominem. Kemungkinan lain adalah si penulis sudah membaca namun benar benar tidak faham karena:

  • Masih anak anak dan belum pernah belajar segala macam majas dan jenis jenis paragraf
  • Sudah pernah belajar bahasa tapi tidak mengerti dan/atau lebih tertarik belajar matematika atau fisika serta Sains lainnya.
  • Merasa bahasa adalah pelajaran yang sangat tidak penting kemudian memilih untuk belajar filsafat dan tafsir

Ada juga yang,….. Ha ha ha. Katanya mau berdiskusi, namun kenyataan akhirnya sama saja dengan para mentor mentor saya dulu waktu ngambil mata kuliah agama Islam. Suka membuka masalah dan mengahirinya dengan tidak cantik. Begini dialognya

  • Kakak Pemateri: “Tidak ada bakat di dunia ini. Semuanya kalau mau dipelajari akan berhasil dan sukses”
  • Saya: ‘Kak saya mau nanya kalau gitu. Kan menurut kakak tidak ada yang namanya bakat, trus bagaimana dengan dua orang anak yang sama sama diajari adzan dengan guru dan metode pengajaran yang sama, ternyata yang satu lebih cepat bisa dan bagus suaranya sementara yang satunya lagi mandek?’
  • Kakak Pemateri: “Ya itu tadi, kalau belajar pasti bisa”
  • Saya:Lho? Gimana dengan perbedaan progress yang dicapai?
  • Kakak Pemateri: “Itu masalah ketekunan saja”
  • Saya: ‘Bukan gitu, kan sudah saya katakan, belajarnya sama, gurunya sama, porsi waktunya sama. Tapi progressnya beda. Apakah benar tidak ada bakat?’
  • Kakak Pemateri: “Sudah hampir adzan ashar, mari kita sholat dulu. Nanti kita sambung”
  • Akhirnya ga tersambung dikarenakan saat comeback topiknya sudah dihapus diganti.

*DIALOG INI TIDAK SEDIKITPUN SAYA SENSOR. DAN INI HANYA SALAH SATU CONTOH. MASIH BANYAK YANG LAIN TAPI SAYA MALAS NULISNYA*

Ah, seharusnya saya kan bertanya sama ahlinya, bukan dengan ahli surga. Kan katanya apapun urusan serahkan pada ahlinya…. Ahli agama dan ahli fikir sudah direkomendasikan untuk belajar pada Joe. Sekarang saya harus mencari ahli genetik dan ahli bakat yang pernah sekolah pemandu bakat. Tapi ternyata ahlinya adalah bukan orang Islam. Gimana? Haramkah? Tidak jadi belajarkah? Lalu kalau ga ada ahlinya mau mengadu kemana kita umat Islam saya?

Oh iya… Al Qur’an dan hadist. Maka dalam Al Qur’an tertulis IQRO, bacalah… bacalah bahwasanya dalam tubuh manusia tersimpan selaksa misteri yang belum terpecahkan apalagi oleh umat Islam, bacalah bahwasanya di bumi terkandung bahan bahan tambang yang bisa mensejahterakan dan memudahkan pekerjaan manusia. Gimana membacanya? Belajar. Belajar apa? Biologi, Psikologi, Ilmu Genetik, Ilmu bumi dan pertambangan.. Tapi pengajarnya ternyata orang kafir semua. Dimana sebenarnya mereka semua itu dulunya biadab, namun karena kedatangan Islam di Eropa mereka jadi pandai.

Kalau gitu saya harus belajar sama siapa? Belajarlah dengan ahli baca Qur’an dan ahli hadis. Iya saya tau, saya sudah nanya banyak tentang hadist, saya juga sudah khatam Qur’an meski sampai sekarang tidak kunjung hafal hafal. Tapi saya yakin ada yang lebih dari itu. Bukan sekedar hafal Qur’an dan hadist kan? Kita juga perlu belajar biologi untuk tau kenapa Babi diharamkan. Dsb dsb….

*Pusing. Umat Islam itu malas mikir? Ga bisa mikir? Apa ga mau mikir? *

Umat yang begini yang mau jadi Rahmatan lilalamin? Berbahasa saja tidak belum becus, gimana mau memimpin bangsa apalagi sampai Sanggup menyinari Dunia dengan pengetahuan….ck ck ck ck…..

Generalisasi? Terserah, namun kalau saya bilang sich ya. OKNUM. Alias sebahagian sahaja, namun bahagiannya cukuplah besar. Sehingga bahagian kecil yang hendaknya berfikir ternyata menjadi kafir……

KALAU MASIH MERASA ISLAM. KALAU MASIH BERNIAT MEMPERJUANGKAN ISLAM. SAYA YAKIN ANDA SEKALIAN PARA CALON KOMENTATOR YANG MERASA KTPNYA MASIH ISLAM, BISA MEMBERIKAN TANGGAPAN YANG BAIK, MENCERAHKAN DAN MENUNJUKKAN BAHWASANYA ANDA SEKALIAN YANG NGAKUNYA UMAT ISLAM BENAR BENAR BISA BERBAHASA. MINIMAL BISA MENGERTI TULISAN MANUSIA SEBELUM BERUSAHA MENGERTI TULISAN ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA YANG MAHA PANDAI DAN MAHA BENAR ITU.

Maaf, saya bukan rasis ataupun sara. Tidak terbersit sedikitpun niat saya untuk tidak menghargai yang kolom agama KTPnya tidak berisi Islam. Justru saya malu dengan umat yang ngakunya Islam yang masuk, membaca dan menangapi postingan saya yang sebenarnya tidak seapa apanya dengan ARTIKEL ALLAH dengan rangkaian kata kata yang tidak seharusnya diucapkan oleh umat Islam. Ini bahasanya kurang sopan ya????

Aku Pensiun jadi Muslim


Aku. Aku tak perlu sebutkan namaku. Nanti ada yang tersinggung. Yang jelas aku hanya ingin berbagi kisah. Aku adalah anak Muslim, lahir dari orangtua yang keduanya Muslim. Meskipun bukan Muslim macam Ustadz ataupun anak anak pesantren namun aku mendapatkan bekal pengetahuan agama yang lumayan. Sejak kecil aku sudah dimasukkan TK Al Qur’an. Juga dipanggilkan guru agama setiap malam untuk menceritakan riwayat dan sejarah Islam.

Sejak kecil hingga kini aku bersekolah selalu di sekolah negeri. Namun karena aku tinggal di kota yang cukup metropolis dan memiliki masyarakat dari unsur unsur yang berbeda. Maka sejak kecil aku sudah punya teman teman yang kebetulan tempat ibadahnya berbeda dengan tempat ibadahku. Ada Kristen, ada Hindu, dan Buddha. Aku tak pernah pilih pilih teman, karena bagiku mendapatkan 1 teman jauh lebih sukar daripada mendapatkan 1000 musuh.

Aku sekarang selangkah lagi menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah. Namun sejak saat ini aku juga merasa gamang dengan keislamanku yang sekarang. Aku adalah anak yang lumayan nakal karena aku suka mabuk dan main judi. Orang tuaku sudah tak terhitung lagi dalam menegurku. Kakekku yang dituakan di kampungnya juga pernah turun tangan. Namun bagiku aku sudah tak peduli. Aku ingin hidup bebas, maka akupun sering tak ada di rumah. Aku juga bekerja membantu temanku yang tukang bangunan untuk mendapatkan uang karena aku sebisa mungkin tidak mau minta uang lagi dengan orang tuaku.

Kelulusanku pun tiba. Aku lulus, meski bukan yang terbaik ataupun yang terjelek di sekolahku. Aku pun akhirnya kuliah. Aku sudah menyiapkan semuanya. Hasil menang judi dan hasil kerja kerasku selama menjadi tukang bangunan sedikit demi sedikit kukumpulkan untuk biaya masuk kuliah. Makanya setiap berjudi aku selalu berprinsip pantang kalah, tak peduli bagaimanapun caranya. Serta aku selalu habis habisan dalam bekerja.

Kini setelah sekian semester kulalui, aku makin gamang dengan keislamanku. Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang. Katanya orang puasa itu penyabar, kenyataannya tak sekali aku dimarahi mentor mentorku yang suka puasa Senin Kamis itu gara gara aku suka membahas saat mereka lagi ceramah. Katanya aku suka melawan dan menuhankan akal. Termasuk saat aku meragukan bahwasanya “Bunga ataupun tumbuhan lainnya itu bukalah makhluk bernyawa”. Mereka bilang aku sudah tersesat.

Katanya Muslim itu bayar zakat supaya berbagi dan peduli dan saudaranya. Namun aku sudah liat sendiri Muslim Muslim pelit saat aku bekerja menjadi tukang bangunan. Dengan berbagai alasan dan dalih mereka memotong gaji kami. Mereka juga..ah sudahlah, pokoknya aku banyak ketemu Muslim kaya yang pelit bin kikir alias medit bin bakhil. Orang yang sudah pernah naik haji katanya alim. Nyatanya pak haji pemilik kostku itu tiap hari ikutan gabung main judi. Dosenku yang haji itu juga menyediakan kesempatan buat anak anak cewe agar dapat nilai tinggi dengan syarat harus mau datang kerumah beliau. Dan anak anak cowonya disuruh menghubungi beliau untuk membicarakan pembayaran untuk nilai. Ada apa? Apa agamanya yang salah?

Kalau memang sholat itu menyehatkan dan mendisiplinkan. Aku yang ga pernah lagi sholat ini bisa lebih disiplin daripada Pak Haji dosen yang sering telat itu. Aku juga tidak sakit sakitan macam temanku seangkatan yang berjidat hitam yang sekarang hampir koit terbaring di rumah sakit dengan penyakit jantungnya itu. Badanku kekar berotot karena hampir tiap hari aku bekerja berat. Semuanya aku dapatkan bukan oleh didikan sholat. Jauh lagi didikan guru guru agama dan mentor mentorku.

Kalau memang Muslim itu bersaudara, kenafa tetanggaku yang kebetulan janggutnya lebih lebat dan istrinya berjubah itu di usir dan dicap bid’ah bahkan kafir? Kalau memang orang orang Muslim itu suka bayar zakat. Kenapa aku bisa nyumbang mesjid lebih banyak dari si Arab juragan toko obat kuat itu waktu ada acara Isra Mi’raj?

Tibalah aku pada kesimpulanku…. aku tak perlu Islam! Aku mau pensiun jadi Muslim! Aku juga tak perlu agama lain. Mending aku jadi manusia ciptaan Allah yang bebas. Aku merasa Islam mengekangku. Mau belajar musik dibilang haram. Mau kenalan sama cewe dibilang haram. Mau main bilyar dibilang haram. Mau bersalaman dengan lawan jenis saja dibilang haram. Aku tak butuh semuanya yang digembar gemborkan pemuka pemuka Islam yang suka konser pake Toa itu. Biarkan aku hidup bebas. Yang penting aku ga nyolong, ga nodong, dan ga menghamili anak orang….

*Kisah ini bukan nyata. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung. Berati pernah mengalami. Minimal pernah triak triak ceramah pakai Toa sehingga tetangganya berhenti jadi Muslim!*

Mungkinkah Windows dan Linux Itu Homo???


Beberapa hari yang lalu, atas bantuan dari Amd, komputer saya akhirnya dikasih Linux (Mepis). Akhirnya, akhirnya saya mencoba untuk belajar, belajar untuk menggunakan barang bukan bajakan. Namun ternyata manusia ga melek teknologi minim informasi macam saya masih terlalu dungu untuk mendalami tentang Linux…. setengah hari kutak katik ga karuan akhirnya dapat kebingungan.

Benar benar susah rupanya bermutasi jadi orang suci. Ga usyah ceramahin saya soal pembajakan itu haram ataupun halom, karena saya masih terlalu sayang dengan hal hal berbau duniawi bernama mp3 bajakan. Karena main komputer tanpa mutar mp3 colongan bukanlah suatu kenikmatan. Meski di Linux yang diinstall saya masih bisa memutar mp3 (masih tetap atas bantuan Amd), namun saya masih terlalu galau untuk menggunakannya. Ya sudahlah, saya balik ke Windows lagi……

Tadi malam, entah apa hajatnya tiba tiba saja komputer saya restart sendiri. Gilanya lagi, setelah masuk berhasil masuk Windows dengan gampangnya si kompi restart lagi tanpa saya sempat melakukan tekanan apapun pada kibor atau mos!!!!!!!! Saya coba masukkan ke Linux, mungkin dia dah kangen dengan linux yang diinstall tapi ga dipedulikan. Apa yang terjadi? Restart lagi! Kodok. Kenafa ini? Ada yang tau jawabannya????? Apa tegangan listrik yang rendah juga mempengaruhi sehingga baik Windows maupun Linux tak bisa diakses? Karena beberapa menit kemudian komputer hanya tat tit tut tat tit tut ga karuan tanpa mampu melakukan apa apa. Setelah scanning memory dia scanning lagi tat tit tut lagi, scannning lagi….

Apa karena Linux dan Windows adalah sama sama laki laki yang bukan Gay dan masih nafsu dengan perempuan hingga mereka tidak betah dan risih saat dibiarkan berkumpul telanjang bersama dalam satu harddisk?

Kali ini saya minta bantuan siapa? Amd di Banjarmasin yang jauhnya puluhan kilometer dari tempat saya. Tambatan hati berada jauh di seberang lautan, harus kemana diriku mengadu? Matikan komputer, lepaskan semua colokan itulah yang disarankan kekasih melalui SMS gratis murah sesama M3. Hanya itu yang bisa dilakukan…..

Kemudian sayapun berkata pada diri sendiri… Goblok! Kamu masih percaya tuhan kan? Ayo berdoa minta pada tuhan kamu! “ngga, aku ga percaya tuhan”. Lalu percaya apa? “Saya hanya percaya pada DIA yang memiliki jiwa saya, yang menciptakan langit bumi beserta isinya termasuk saya. Tuhan itu artinya langit (Thian = Tuhan = langit), bukan siapa siapa dia. Bahkan mungkin (nama) tuhan telah mati! Terkubur dan terhimpit dalam selokan sempit bernama (aliran) agama.”

Sementara DIA takkan pernah mati, namanya? Biar saya sebut DIA dalam hati saja. Saya ga mau orang lain menyalahkan saya karena keliru menyebut namaNYA yang Suci. Maka saya minta bantuan dan petunjuk dari DIA. Apakah yang harus saya lakukan setelah 2 keping CD terbuang percuma karena kompi restart sendiri tanpa sebab ditengah tengah proses pembakaran film bokep produksi vivid video data?

Terimakasih Sang Pencipta… kau telah berikan petunjuk pada hambaMU yang bodoh ini. Tidur, tidur dan beristirahat, waktu sudah menunjukkan angka 03:00 waktu Indonesia Tengah GMT +08:00. DIA bikinkan badan yang diberikan buat jiwa saya sebagai hak guna pakai bukan dibikin macam truk batubara yang keluarnya malam hari sampai subuh. DIA bikinkan badan untuk melakukan aktifitas bernama tidur di kala bulan ciptaanNYA bersinar. Itulah yang harus saya lakukan.

Maka sayapun tidur, saya percaya bahwa besok DIA akan bantu saya. Dan memang benar. Keesokan paginya DIA mengabulkan permintaan tolong saya. Kompi nyala dengan normal, meski sampai saat saya menuliskan artikel ini saya masih malas belum mencoba masuk ke Linux lagi….

Terimakasih Sang Pemilik jiwaku…aku yakin dimanapun ENGKAU yang perkasa dan Mahakuasa bertahta, ENGKAU pasti tersenyum, tersenyum padaku, hambaMU yang ganteng dan tampan yang KAU sayangi ini…terima kasih ENGKAU telah normalkan lagi komputerku……

:::::::::

Apa hubungannya dengan HOMOSEXUAL? Anda baca sendirikan, bahwasanya Windows dan Linux yang saya gabung bersama dalam satu harddisk ternyata tolak menolak. Dua kutub yang saling tolak menolak itukan biasanya cowe dan cowo alias sama kutub alias sama jenis kelamin. Nampaknya sekarang mereka sudah akur tuh, apa si Windows dan Linux dah pada pake baju kemudian milih ngerokok dan mabuk bareng ya sehingga mereka bisa damai lagi? Kan biasanya yang bikin cowo cowo bisa pada damai ngumpul ngumpul dalam satu kamar itu adalah sama sama pakai baju trus mabuk/minimal merokok bareng bareng…..

Entahlah, mau homosexual, mau heterosexual, mau homo sapiens, mau homo apa saja yang penting sampai saat ini si Windows dan Linux itu damai. Ga ribut dan bikin pusing saya.

Lantas bagaimana jika dikemudian hari saya ketemu ama gay atau lesbian? Apakah saya merasa jijik? Menjauh dari mereka? Tidak, saya akan tetap terima mereka dengan pakaian terbuka tangan dan pintu rumah yang terbuka jika mereka datang pada saya.

Hanya saja dalam hati saya, saya berharap agar kelak mereka bisa jadi makhluk bernyawa yang produktif kembali, bisa menghasilkan keturunan lagi buat mengisi dunia ini. Saya ga akan benci homosexual, selama mereka bukan orang yang merugikan saya secara materil maupun moril. Selama seorang gay ga nafsu dan berniat memperkosa saya, ngapain saya menghujat mereka atau mengkucilkan mereka?

Apakah anda yang merasa homosexual ataupun memiliki teman/keluarga yang homosexual merasa saya layak dibenci karena tidak mendukung homosexual? Silakan anda berpendirian masing masing. Saya ga akan maksa anda para pembaca, atau siapapun untuk mengerti jalan fikiran saya ataupun pendirian dan sikap saya. Namun yang pasti saya tidak suka mencari musuh, namun tidak akan lari dari musuh. Semua yang datang baik baik dan memang berniat baik akan saya terima. Anda tidak tertarik membaca tulisan saya? Silakan, kalau memang kita beda jalan… anda berniat membahas tentang homosexual baik pro dan kontranya? Engga ah, saya ga minat. Setiap manusia hidup bebas memilih jalannya, asal tidak ganggu dan merugikan umum kenapa kita harus sewot?

Sebenarnya kesimpulannya gampang. Saya ga benci homosexual baik itu lesbian ataupun gay, meski saya ga mendukung mereka. Kalau anda mau benci saya atau dukung saya atas sikap ini. Silakan…. Sementara untuk yang merasa bahwasanya tulisan saya adalah “ide liar” dan menyesatkan bahkan sampah atau tidak berguna? Silakan, saya juga udah malas debat soal itu. Karena saya sudah tegaskan bahwa saya menggunakan sudut pandang yang berbeda, kalau memang mau diskusi bukan dengan menjudge bahwasanya saya adalah tidak bertuhan, tapi katakan bahwasanya “tulisan itu mungkin bisa diartikan orang sebagai…..”. Ya sudahlah, silakan artikan masing masing saja. Namun yang lebih bagus adalah pergi tinggalkan apa yang menurut anda sampah, ketimbang menjudge tulang ikan sebagai tulang ayam. Udah ah, cape saya nulisnya…. Tulisan juga makin ga karuan kaya gini

*pembaca kecewa*

Ospek, dan Latihan Pemantapan


Thanks Xaliber. Artikel anda tentang MOS berhasil memicu saya untuk menulis juga mengenai hal hal yang berbau begituan. Kalau anda menyoroti kemerosotan ataupun kemelencengan (bleh, ngomong ngaco sok intelek) serta hilangnya kemurnian MOS. Maka sebagai mantan siswa sekolah dan mantan mahasiswa saya juga ingin berbagi cerita kepada adik adik sekalian calon mahasiswa terutama. Karena semasa sekolah dahulu, MOS nya saya sudah lupa persisnya, lagian semuanya ga terasa mengganggu karena indahnya masa masa sekolah saya.

Beda dengan OSPEK di kampus dulu, kalau yang ini bakalan tidak terlupakan karena buanyak sekali kenangan menarik yang saya alami di sana. Apakah kampus butut, ndeso bernama FKIP UNLAM akan mengijinkan adanya OSPEK lagi? Entah, yang jelas kalau kembali ditiadakan ataupun dihaluskan dan dilunakkan lagi bakalan banyak mahasiswa(i) pengecut dan bermental tempe basi yang bakalan bersorak kegirangan. Plus senior senior gobloknya yang juga mencak mencak yah, ga bisa ngospek. Padahal mereka tidak ada satupun yang pernah ngospek tapi mau “mendidik” juniornya. Hal ini sama dengan menyuruh orang yang ga bisa dan ga tau sama sekali, atau cuma tau lewat cerita dan dongeng soal membongkar mesin misalnya, namun disuruh menjadi instruktur bongkar mesin. Ya jelas hasilnya kacau.

Sejujurnya, OSPEK (di FKIP UNLAM khususnya) mengalami missing link, karena setelah angkatan 2001 tak ada lagi OSPEK dengan format yang sama. Catat: FORMAT YANG SAMA! Artinya, kalaupun di angkatan angkatan setelah 2001 ada yang merasa diospek? Maka kalian boleh bersyukur, yang kalian alami itu sebenarnya ga seujung kukunya dari yang di alami angkatan 2001 dulu.

Sombong? Insya Allah tidak. Adalah fakta bahwasanya ospek angkatan 2001 adalah yang terakhir sebagai ospek keras! Setelahnya di FKIP (khususnya) tidak pernah lagi saya temukan ospek yang indah seperti itu. Mungkin anak anak FISIP UNLAM juga masih di ospek, dan saya salut kepada para panitianya yang berani terus mengadakan ospek.

Di FKIP? Anak anak cengeng yang nangis dan ribut ga karuan saat dapat nilai D+ itu rupanya cuma bisa sok rapat dan sok ngatur bakalan adanya ospek, hasilnya adalah kegiatan anak anak TK seperti nyanyi bersama dan kumpul kumpul. 2005, adalah tahun dimana saya diundang sebagai panitia. Hasilnya? Kacau. Semua rencana mulai dari menyesuaikan bentuk rambut cowo cowonya sampai memberi hukuman pada yang terlambat semuanya gagal.

Mental bunglon para dosen dosen dan petinggi kampus FKIP UNLAM juga bisanya berpengaruh pada acara, hari ini setuju besok ga setuju. Hal inilah yang sering menjadikan kekacauan yang sudah kacau menjadi tambah kacau. Begitu pula dengan tulisan kacau ini yang jadi semakin kacau, melenceng dari maksud awal dan niat suci ikhlasnya. Sebenarnya apa sich yang mau dituliskan tentang ospek? Bentar saya merenung dulu…………………..

Oke, sebenarnya saya mau sedikit memberikan usul bagaimana membuat acara ospek yang baik plus bagaimana menjadi panitia ospek yang baik. Dari susunan panitianya dulu. yang terpenting adalah pembagian tugas dan otoritas yang jelas. Misalnya bagian yang sering disebut “keamanan” yang biasanya mengurus segala urusan lapangan termasuk pasukan yang pemarah dan eksekutor mahasiswa baru (maba) yang membandel dan melakukan kesalahan. Mereka mereka ini seharusnya tidak diintervensi oleh bagian bagian lain termasuk bahkan seorang koordinator umum/acara ataupun ketua pelaksana. Kalaupun ada perubahan acara dan kesepakatan awal maka semuanya haruslah dirapatkan dan dibicangkan terlebih dahulu. Jangan seperti kejadian yang pernah terjadi saat pasukan keamanan hendak bergerak mencari mahasiswa yang tidak seragam potongan rambutnya, tiba tiba semuanya diambil alih oleh koordinator acara. Itu hanya akan menunjukan kelemahan dan ketidak becusan panitia.

Waktu yang tepat. Menurut saya waktu yang tepat untuk mengumpulkan maba adalah pukul 7 waktu Indonesia tengah. Ga usyah terlalu pagi karena saya ga bisa dan sudah sangat lama sekali ga bangun pagi supaya maba masih punya kesempatan buat ngurus ngurus segala perbekalan yang bakalan mereka persiapkan. Datang jam segitu sudah cukup untuk mendisiplinkan mereka sebagai mahasaiswa yang katanya calon guru.

Hukuman buat yang terlambat? Silakan tentukan dan dicari kesepakatan mau disuruh apa, sebagai Mantan P.A jelas saya memilih hukuman push up atau lari, namun ga usyahlah. Mahasiswa cengeng bermental pengecut sudah cukup down dengan disuruh nyanyi atau merayu pohon/rumput. Jelas juga hukuman ini ga bakalan bikin maba bernasib macam Cliff Muntu. Malahan mendidik melatih mental mereka supaya tidak jadi pengecut dalam menerima hukuman atas kesalahan yang mereka buat sendiri.

Kegiatan yang perlu. Disuruh bawa barang barang aneh macam telur mentah yang di cap RT, kue seharga 500 rupiah dapat 4, atau berbagai instruksi lain supaya mereka bisa berfikir kreatif dan kritis. Untuk dandanan? Bagaimanapun juga bentuknya dan warna warninya, semuanya hanyalah latihan kepercayaan diri agar maba kelak bisa memiliki mental tidak takut keluar mainstreaming! Jangan takut untuk tampil beda!

Jangan lupa kegiatan bersih bersih kampus harus selalu ada. Plus maba disuruh untuk minta tanda tangan DOSEN dan staff T.U./BAAK, jagan hanya minta tanda tangan kakak kakak panitia ganjen yang kepengen top.

Fungsi penyeragaman bentuk rambut? Agar mudah dikenali sebagai maba, plus menanamkan rasa kebersamaan angkatan yang kuat. Sesama maba juga mudah untuk megenali bahwasanya mereka adalah seangkatan. Sebenarnya masih banyak lagi, namun sudah banyak yang dulu pernah saya tuliskan di blog saya yang lama. Gimana Pak Dekan?

Kenafa saya mendukung ospek? Saya sudah merasakan manfaat banyak dari ospek, plus perbedaan signifikan antara mahasiswa produk ospek dengan tidak (khususnya di FKIP). Apakah ospek juga bisa menghasilkan Praja IPDN baru? Saya rasa tidak…. latdas Pecinta Alam yang lebih keras daripada ospek saja tidak makan korban sampai seperti anak anak IPDN. Ya kan Bu? Ya kan Pak? He he he. Peace!!!

Sekalian pamit (lagi) ya. Insya Allah hari Kamis (26 July 2007) saya bakalan ke Kahung Belangian lagi. Kali ini bersama pasukan IMPAS-B dalam rangka Latihan Pemantapan, yang juga merupakan acara pelantikan buat anggota muda menjadi anggota penuh. Salam Lestari.

Masih ingat dengan artikel ini? Kebiasaan Indonesia adalah menghangatkan berita lalu tenggelam dimakan berita lainnya. Semoga kali ini berita ini akan benar benar sampai pada penyelesaian akhir.

Sayang, aku pergi dulu ya. Awas lo, jangan selingkuh…*pletak. Egois buanget sich*

Pacaran Ga Haram Kok!!


Bingung harus mulai darimana nich. Begini lho, berhubung sekarang saya sudah punya pacar (lagi), dan juga fenomena pacaran yang halal, halom, dan haram. Maka kali ini saya memutuskan untuk memutar otak. Nampaknya sekarang saya juga harus ikut ikutan untuk menulis tentang pacaran.

Sekalian sebagai pelampiasan kekesalan saya atas pelototan dari manusia manusia kecanduan agama di kampus saya dulu setiap saat saya berbincang dengan lawan jenis! Kok baru sekarang? Biasa, sebagai orang yang masih sadar diri sebagai seleb kampus dan menjadi pusat perhatian publik, plus ganteng dan dikagumi banyak mahasiswi. Tak pantas rasanya kalau di kampus dulu saya ngamuk ngamuk menghampiri mereka sambil bilang Hoi! Ngapain kamu ngeliatin saya? Kalau ga suka dengan kegiatan saya, bilang langsung sama orangnya! Mau debat tentang halal haramnya kegiatan yang saya lakukan? Mau berantem? Ayo!

Oh tidak!, tidak akan seperti itu. Bisa hancur reputasi saya sebagai mahasiswa paling dikagumi sekampus. Meski salah satu konsekuensinya bila saya menantang mereka adalah: Mereka semua akan tahu betapa kegantengan saya berbanding lurus dengan kemampuan nalar dan debat saya. Lagian tanpa melakukan itu semua reputasi saya sudah berkurang drastis. Kenafa? Gara gara keputusan saya untuk memilih seorang calon istri, yang justru semuanya menghancurkan kesempatan cewe cewe lain untuk mengenal saya lebih dekat.

Kegalakan mantan kekasih saya semasa di kampus sudah cukup membuat adik adik angkatan yang kebanyakan wanita dan semua fans cewe saya mundur teratur. Ga bakalan bisa mereka mengagumi saya berlebihan, baru nengok saya dengan pandangan penuh nafsu dan kekaguman saja sudah bakalan bertemu dengan sepasang mata melotot dari mantan cewe saya.

Sudah sering saya bilang bahwasanya saya memang layak dikagumi dan memiliki banyak fans, maka wajarlah kalau dia sedikit berbagi kekagumannya. Tapi dia tidak pernah mau mengerti. Ya sudahlah, lagian saat itu saya memang serius kok. Demi calon istri dan demi berlanjutnya hubungan maka sayapun merelakan semua fans, biarlah mereka semua memendam kekagumannya pada saya sampai saya putus misalnya.

Sialnya! Sampai akhir masa penyiksaan saya di neraka dunia bernama kampus butut FKIP UNLAM Banjarmasin. Reputasi saya sebagai mahasiswa ganteng yang sudah punya pacar melekat erat! Sialan! Jadilah semua cewe yang melirik dan mengagumi ketampanan saya kecewa. Baru saja mulai kagum, rekan rekannya bakalan bilang, “tuh orang dah punya pacar”. Ya Tuhan.. Sudahlah, itu semua cerita masa lalu yang sudah mulai basi dimakan waktu.

Yang belum basi adalah soal pacaran. Entah sejak kapankah kata kata pacaran ini hadir? Ada pemirsa sekalian yang mengetahuinya? Ataukah ada pemirsa sekalian yang bisa menjelaskan asal muasal kata pacaran termasuk akar katanya? Kalau perlu kata pacaran itu aslinya dari bahasa apa? Terima kasih saya ucapkan duluan kepada anda semua yang berhasil menjawab atau sekedar memberikan kemungkinan.

Salah satu artikel yang saya baca pertama kali di jagad wordpress ini adalah artikel berjudul Pacaran = Anjing. Anda tau milik siapa? Tentu tau… sebenarnya semenjak saat itu saya juga tertarik untuk menulis tentang pacaran dengan versi saya. Hanya saja mood saya memang tidak mengijinkan. Apalagi saat itu saya sedang mengalami ketidakjelasan status pacaran yang termat sangat! Sekarang…. dia telah menyelesaikan semua, semuanya sudah jelas! Maka semangat untuk menulis tentang pacaran pun muncul lagi. Moga moga saja semangat (untuk menulis tentang pacaran) ini tidak hilang…

Sebenarnya apa sich artinya ataupun definisi abstrak dan gambalng dari pacaran itu sendiri? Apakah cuma beda istilah dengan ta’aruf? Kalau didebatkan nanti menjadi sia sia. Maka yang ini saya tuangkan justru adalah tujuan yang umum/biasanya dijadikan oleh manusia kenafa harus pacaran…

  1. Supaya ga dibilang jomblo/ga laku
  2. Menghindari fitnah dari oknum tak bertanggung jawab bahwasanya anda adalah lesbian/gay (bukan homo lhoo!!!!)
  3. Membuktikan ketangguhan dalam menaklukkan lawan jenis
  4. Ikut arus biar ga dianggap ga gaul
  5. Karena memang benar benar tertarik dengan lawan jenis
  6. Buat nyari rekan ngesex yang gratis
  7. Karena dijodohkan oleh rekan rekan
  8. Demi **** **** atas *** (maaf yang ini terlalu bersifat pribadi)
  9. Dan lain lain. Silakan tambahkan sendiri yach!

Sementara itu, banyak orang yang menganggap bahwasanya pacaran itu HARAM! Kalau saya bilang……. yang haram itu adalah ZINA! Bukan PACARAN! Tidak semua pacaran dan kegiatan cabangnya dapat menghasilkan zina, begitu juga halnya tidak semua zina berasal dari kegiatan bernama pacaran. Saya rasa itu cukup sebagai argumen saya bahwasanya pacaran itu tidak haram.

Biasanya sich bantahannya tidak jauh dari Kegiatan Pacaran mendekatkan manusia berlainan jenis kepada zina. Dan yang paling sering menjadi patokan adalah Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya. (Hadis Riwayat Bukhari & Muslim) serta Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya. (Hadis Riwayat Ahmad & Tirmidzi dengan sanad yang sahih).

Izinkan saya kembali ke memori masa masa pacaran sebentar, kenafa ya teman teman sering menjauh dan meninggalkan saya bersama mantan pacar pacar saya bila saya sedang berkumpul dengan mantan pacar pacar saya? Jelas, karena mereka tidak mau menjadi orang ketiga alias setan! :D

Terima kasih buat seluruh mentor saya saat kuliah, guru guru agama saya, dan semua orang yang menggadang gadangkan kalimat kalimat anti-pacaran tadi. Kalian semua benar benar sukses membuat otak saya berfikir keras! Bahwasanya selama ini saya adalah orang paling berdosa di dunia ini. Kenafa? Karena sudah tidak terhitung lagi kegiatan berduaan dengan lawan jenis yang saya lakukan. Mulai dari kegiatan berduaan dengan pacar sampai kegiatan berduaan dengan lawan jenis macam mengerjakan tugas, menjaga posko saat jadi panitia Latdas, berkendaraan mengantar/diantar teman wanita, termasuk saat berbagi cerita dan berkeluh kesah (curhat?). Semuanya itu saya lakukan biasanya berduaan dengan lawan jenis, baik ditempat umum maupun ditempat sepi seperti misalnya di dalam kamar yang terkunci ataupun di tengah hutan!

Dosa! Dosa! Meskipun tidak sampai berzina, semuanya adalah dosa! Kenafa dosa? Bacalah ini wahai kawan… Surah An Nur

30. Tell the believing men to lower their gaze and be modest. That is purer for them. Lo! Allah is Aware of what they do.

31. And tell the believing women to lower their gaze and be modest, and to display of their adornment only that which is apparent, and to draw their veils over their bosoms, and not to reveal their adornment save to their own husbands or fathers or husbands fathers, or their sons or their husbands’ sons, or their brothers or their brothers’ sons or sisters sons, or their women, or their slaves, or male attendants who lack vigour, or children who know naught of women’s nakedness. And let them not stamp their feet so as to reveal what they hide of their adornment. And turn unto Allah together, O believers, in order that ye may succeed.

Insya Allah tidak ada mutilasi ayat dari kutipan diatas. Sekalian saya ambilkan versi bahasa Indonesianya……dicomot dari salah satu artikel di blognya mas Agorsiloku. Berikut kutipan QS An Nuur 31 tersebut:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Maka, pandang memandang saja haram! Apalagi sampai berdua duaan! Terima kasih…. dahulu jawaban saya hanyalah mau dosa mau pahala. Itu urusan saya! sekarang saya ingin belajar, sekali lagi saya katakan belajar! Belajar untuk memberikan bantahan dengan lebih sopan, bukan logis! (ntar dibilang mendewakan akal. :P :D :lol: )

Kalau memang dosa bagi manusia berlainan jenis untuk berdua duan, berarti sendainya seorang gay yang tidak tertarik dan tidak bernafsu sama sekali dengan wanita berdua duaan dengan wanita, maka dia juga terkena dosa? Padahal mereka ga ngapa ngapain, plus mereka juga ga bakalan berzina! Yang halal adalah saat seorang gay berkumpul dengan gay lainnya. 100 % HALAL! Karena mereka sama sama laki laki, HALAL! Meski ujung ujungnya mereka main anggar kelas Floret dan Degen.

Begitu juga dengan kaum lesbian, mereka berdosa saat dua duaan dengan seorang cowo. Padahal mereka sedikitpun ga nafsu sama cowo. Sementara tidak haram baginya untuk berdua duaan dengan gadis lain, meski kemudian mereka melakukan kontak fisik secara langsung! Begitukah?

Kalau anda masih berfikir, maka anda tau jawabannya. Yang haram bukanlah berdua duannya melainkan bernafsu lalu menyalurkannya dengan cara yang haram (zina misalnya). Dan kalau memang berdua duaan antar lawan jenis haram, maka lesbian dan gay itu halal dong? Engga! HOMOSEXUAL adalah salah (dan haram plus terkutuk????!)! Di dunia ini banyak hal yang bisa jadi salah dan benar tergantung sudut pandang si pengamat. Tapi tidak untuk homosexual! Tidak ada sedikitpun pembenaran buat homosexual, kecuali kelak mereka bisa menghasilkan keturunan! Okelah, kita tidak membahas homosexual, semoga saja kaum homo bisa sembuh dari sakit jiwanya.

Maka yang haram itu adalah kejadian selanjutnya, mau berdua duaan, mau bertigaan, mau rame rame. Kalau memang sudah nafsu, niat dan tekad. Ga mungkin ga bisa terjadi yang namanya zina, meski harus satu kamar dua pasang cewe cowo dengan lampu ruangan yang dimatikan, tetap saja zina bisa terjadi.

Maksud saya sesungguhnya? Ya itu tadi. Bagi saya tidak haram untuk berpacaran selama tidak terjebak zina. Kalau alasanya bikin nafsu? Alhamdulillah, selama ini saya bisa mengontrol nafsu urusan zina. Cuma sesekali kebablasan. Kekekekeke. Bagaimana dengan Pacaran Islami? Ah kalian uruslah itu masing masing, kalau memang Pacaran Islami itu bentuk kegiatannya seperti ke Mesjid/Mushalla bareng, ngaji bareng, kemudian berkenalan dengan calon mertua dan keluarga masing masing pasangan. Kenafa harus dibilang haram?

Marilah kembali kepada kelamin masing masing, jaga dan manfaatkan baik baik. Jagalah mata/telinga/dan lain lain. Bagaimana dengan nafsu membara saat melihat misalnya film bokep produksi Vivid video yang dibintangi Asia Carera atau film Jepang dengan bintang Maria Ozawa (Azawa?)? Atau yang cuma sebatas film lokal yang lebih alami macam Nanda? Untuk kaum cowo kan sudah ada solusi cepat tepat mengena? Ada alat alatnya. Masih ga mampu beli? Ingatlah potongan lagunya Sheila On 7 berjudul Berhenti Berharap: Aku Tak Perjaka Lagi… Karna Salah Sabun Mandi….
:D

Pasti cara terakhir ini adalah cara murah meriah. Berlebihan? Pemborosan? Setidaknya tidak merugikan bapak bapak yang putrinya bunting dan harus menikahkan anaknya diam diam, setidaknya tidak kena penyakit kelamin. Setidaknya ga perlu maksa maksa cewe buat diajak ngesex. Setidaknya ga bakalan masuk penjara gara gara memperkosa.

Kalau lagi berduaan dengan lawan jenis? Untuk saya pribadi, saya sudah buktikan kalau saya bisa (bisa keterusan maksudnya), tapi memang sudah banyak bukti lain dari teman teman, udah bela belain ditinggal berduaan di kamar malah ngobrol, buka bukaan juga sich sebenarnya, tapi yang jelas buka bukaan masalah hati. Bukan buka bukaan baju. Jadi menurut saya, inti utama dari tidak haramnya pacaran adalah kalau mampu mengendalikan nafsu. Seperti halnya batasan batasan aurat yang dijelaskan dengan brilian oleh mas Agorsiloku.

Kalau memang berduaan dengan cewe, pacar sekalipun kita bisa menjaga, saya rasa itu bukanlah suatu dosa, lain ceritanya kalau kita kebablasan. Ga pacaran juga bisa bikin kebablasan. Misalnya saya ditinggal berduaan dengan Dian Sastrowardoyo ditengah pulau kosong tak berpenghuni selama berbulan bulan. Saya yakin!, mau ga mau. Lambat atau cepat kami pasti bakalan berhubungan badan. Atau yang ga terlalu muluk aja deh. Waktu camping, misalnya saya dalam keadaan berduaan dengan cewe untuk menjaga posko jurit malam. Trus saya dan cewe itu membiarkan nafsu kami beraksi, padahal kami ga pacaran sama sekali. Hayoo, ga perlu pacaran juga bisa terjebak zina kaaan???

Mudah mudahan kita bisa mengambil manfaat dan hikmah dari tulisan tulisan ini. Semoga kita menjadi lebih dewasa dalam bersikap, dalam pada ini adalah saat pacaran. Amin. *Kesambet Setan Sok Bijak* Trus tersadar. Sayang, Honey kamu dimana? kangen nich…


Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 166 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Twitter

  • Eh, harat ay skalinya pawangnya.. Taduh aja hujannya 3 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: