Kenapa Jarang Menulis

Mei 12, 2008

Pertama. Karena saya lumayan sibuk ketika akhir dan awal bulan. Rekap absen dan laporan bulanan menunggu. Belum lagi birokrasi agak kompleks khas Indonesia yang membuat saya juga harus bekerja sedikit lebih rajin untuk mengulang, dan merapikan pekerjaan saya.

Kedua. Karena saya lebih baik beli bensin yang katanya mau naik itu dan bahan makanan ketimbang harus bayar billing warnet. Konsekuensinya saya juga jarang baca baca postingan lain. Maka idepun berkurang.

Ketiga. Karena saat ini saya sedang berfikir bahwasanya sia sia juga saya menulis, misalnya saya menulis tentang BBM yang mau naik itu, meskipun saya seorang ahli yang bisa memberikan solusi maupun teori ekonomi, tetap saja BBM akan naik. Meskipun saya menyarankan agar koruptor ditangkap kalau perlu di pancung, rasanya koruptor itu akan tetap hidup tenang selama jaksa dan para hakim hingga aparat negara ini sudah disumpal mulutnya. Jadi? Buat apa buang buang energi menulis tentang semua itu? Sementara ketertarikan saya saat ini justru menulis tentang keluhan saya terhadap carut marutnya bangsa yang sangat memalukan ini.

Keempat. Ingin menggugat pancasila dan memberikan solusi buat negara ini, namun sudah pernah menuliskannya. Jadi? Buat apa lagi?

Kelima. Karena masih mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan kegunaan, kalau tidak tentu saya akan posting tulisan tulisan makian saya yang beraroma rasis dan argumentum ad hominem kelas wahid. Lagi pula, tidak ada untungnya kalau semua itu harus diposting, hanya akan menambah permusuhan dan kebencian.

Keenam, karena saya memang lagi kecapekan, atau bahasa ilmiahnya, lagi kena angin malas.

Who Am I?

Nopember 7, 2007

Click to view my Personality Profile page