Kenapa Tak Boleh Gondrong?

Sudah lama sekali saya ingin curhat dan menumpahkan kekesalan saya selama ini tentang peraturan basi di sekolah negeri yang tidak memperkenankan para siswanya berambut panjang. Apa yang salah dengan laki laki laki yang berambut panjang? Mungkin salah satu jawabannya adalah, laki laki yang berambut panjang akan membuat dirinya menjadi mirip wanita, dan jika laki laki sudah mirip wanita atau ingin jadi wanita, maka hal itu adalah pertanda bahwa kiamat sudah dekat. Jawaban ini benar, tapi juga bisa diantisipasi dengan tambahan seperti misalnya menumbuhkan jenggot dan kumis sebagai pelengkap rambut gondrong, untuk menghilangkan kesan feminim.

Sebagai tambahan dari saya, menurut saya yang membuat laki laki itu mirip perempuan bukan rambut gondrong, tapi pemakaian anting anting, cara dandan dan penampilan, serta tentu saja sikap dan tingkah laku dari laki laki itu sendiri. Bertingkah dan bersikaplah seperti laki laki normal, jangan berjalan dengan gemulai seperti peragawati, maka tak akan ada yang menyebut anda “banci”, “bencong”, atau apalah namanya.

Kalau anda sebagai laki laki normal, berdandanlah sebagaimana mestinya seorang pria berdandan. Jangan pakai rok mini atau pakaian bercorak feminim semisal pakaian warna ungu. Maka tak akan anda yang manganggap anda kewanita wanitaan, atau ‘wanita plastik’.

Mungkin sekali jawaban selanjutnya mengapa siswa tidak boleh gondrong adalah faktor kerapian, siswa yang berambut gondrong dianggap tidak rapi dan acak acakan. Sekarang saya ingin tanya? Apa gunanya shampoo? Apa gunanya sisir? Apa gunanya ikat rambut? dan apa gunanya salon dan penata rambut? Kalau bukan untuk merapikan dan membuat rambut terlihat lebih bagus dan indah dipandang, lagi pula kalau gondrongnya tanggung sebahu mungkin memang kesannya tidak rapi, tapi coba kalau sudah dibawah pundak atau sudah hampir sampai pinggang, saya rasa cukup dengan diikatpun maka rambut panjang anda akan terlhat rapi.

Apalagi jika anda rajin keramas dan creambath. Karena itu saya rasa alasan bahwa siswa yang berambut panjang akan membuat penampilannya tidak rapi itu tidak ilmiah, dan tidak masuk akal.

Memang tidak semua laki laki di dunia ini ingin menumbuhkan rambutnya, tapi bagi yang berniat? Bukankah terasa menjadi sebuah siksaan dimana sesuatu yang bisa kita lakukan, halal, kita mampu serta tanpa halangan melaksanakannya, namun tidak terlaksana hanya karena peraturan yang dibuat oleh manusia?.

Saya akan cantumkan potongan kisah yang saya ambil dari sebuah buku berjudul 30 Kisah Teladan karangan K.H Abdurrahman Arroisi. Kisah yang berjudul “Nenek Keriput, Peminta Minta dan Rambut Gondrong”, halaman 65-66.
kisah yang memuat tentang pemuda berambut gondrong itu berada pada dua paragraf terakhir, isinya:

Lalu pada suatu saat Nabi (Muhammad) berpapasan dengan seorang pemuda gondrong, dengan rambut tanpa disisir dan awut awutan. Pemuda itu melihat nabi berubah masam mukanya, nampaknya tidak suka kepadanya. Ia berfikir apakah karena aku berambut gondrong? Atau karena aku tidak teratur. Pada hari berikutnya, dengan bersisir rapi ia keluar dari rumahnya. Di jalan ia bersimpangan dengan Nabi. Kali ini Nabi Tersenyum ramah kepadanya. Maka pemuda itupun tahu bahwa yang tidak disukai Nabi bukan rambut gondrongnya, melainkan ketidakrapian dan acak acakannya.

Dari potongan kisah ini saya berkesimpulan bahwa Rasulullah saja tidak melarang laki laki berambut gondrong asal bisa menjaga kerapiannya, kenapa pihak sekolah harus melarang? Kenapa dosen harus melarang mahasiswa berambut panjang? Alasan apa lagi yang akan dikemukakan untuk tetap melarang siswa berambut panjang?

Konsekuensi dari seorang yang berambut gondrong memang duit ekstra yang harus dikeluarkan untuk menjaga kesehatan, kerapian, dan keindahan rambut. Namun hal ini lebih baik daripada menghabiskan duit buat beli narkoba, beli miras, atau menghabiskan uang dalam rangka kegiatan negatif lainnya. Merawat dan memanjangkan rambut juga bisa menjadi hobi yang lebih murah daripada hobi offroad, golf, atau bertanam bonsai misalnya. Juga lebih aman dan sehat ketimbang hobi pelihara ayam, itik, ataupun pelihara komodo dan ular.

Kenapa saya menulis tulisan seperti ini? Ya jelas karena saya semasa sekolah tidak bisa gondrong, empatbelas tahun, alias lebih dari separuh umur saya dihabiskan di bangku sekolah, diikat dengan peraturan yang tidak relevan dan tidak membuat siswa jadi lebih pintar. Peraturan yang cuma membuat siswa makin tidak kerasan berada disekolah. Belum lagi mantan dosen dosen saya dikampus yang juga punya pikiran kolot! Ikut ikutan melarang mahasiswa berambut panjang, sehingga selama saya kuliah, hanya pada satu tahun terakhir masa saya dikampus baru saya bisa sukses menumbuhkan rambut saya. Itupun karena cuma tinggal menyelesaikan tugas skripsi. Saya berdoa semoga peraturan aneh yang melarang siswa berambut panjang tersebut segera terhapus dan hilang dari Indonesia tercinta ini.

24 Responses to “Kenapa Tak Boleh Gondrong?”


  1. 1 Amd 12 February 2007 at 09:00

    Hehe, dalem banget mangkel sama Ibu Nelly-nya??

  2. 2 Fortynine 16 February 2007 at 17:56

    @Amd: Ga, siapa bilang. Yang benar adalah “Sangat sangat kesal”, dan bukan hanya sama bu Nelly, tapi juga seluruh orang, apalagi guru dan dosen yang melarang siswa dan mahasiswa nya gondrong

  3. 3 sora9n 20 February 2007 at 14:58

    Hmm, gondrong itu kan termasuk salah satu ekspresi diri juga. Mungkin karena asosiasi dari 2-3 dekade lalu bahwa “pendek dan klimis itu rapi”, makanya banyak orang tua yang cenderung menggeneralisasi “gondrong == tidak rapi == dilarang”😉

    Umm, biasanya yang melarang gondrong itu orangtua usia 40-50 tahunan sih. Mungkin karena pengaruh budaya yang sudah disebut di atas?🙂

  4. 4 Fortynine 20 February 2007 at 17:22

    @sora9n: Saya senang bisa menemukan orang orang yang merestui adanya pria gondrong

  5. 5 joesatch 30 March 2007 at 14:18

    bapak saya juga melarang saya gondrong. tapi demi saya tunjukkan foto2nya bapak saya waktu masih muda dengan rambut gondrongnya, akhirnya skrg saya sudah tenang berambut “sedikit” gondrong ala john taylor di masa jayanya

  6. 6 Fortynine 31 March 2007 at 21:55

    @Joe: He he, sekarang sudah ga bisa lagi gondrong. Maklum mau cari kerja. Doakan yaa

  7. 7 joesatch 31 March 2007 at 23:34

    akhirnya terbentur pada urusan perut ya? wekekeke, selamat berjuang😀

  8. 8 Fortynine 1 April 2007 at 16:38

    Saya teruskan semangat dari anda. Vielen Dank!

  9. 9 lambrtz 16 April 2007 at 14:30

    salam kenal
    hidup gondrong!
    hidup sma saya!
    btw sma saya muridnya co semua, dan boleh gondrong.
    dulu saya pernah coba gondrong juga, tapi berhenti smpe sebahu, habisnya ga bisa tambah panjang lagi. la terus saya potong, males…

  10. 10 Fortynine 16 April 2007 at 19:54

    Salam kenal juga Mas

  11. 11 yanti 17 April 2007 at 16:22

    dari dulu aku seringkali suka sama cowo gondrong. pernah punya pacar gondrong juga. tapi suamiku skrg memang nggak gondrong sih🙂.

    setuju bhw yang penting itu kerapihan dan kebersihan. biar gondrong asal wangi🙂. tapi sayangnya banyak gondronger yang enggan rapih dengan alasan itu adalah bagian dari style-nya.

  12. 12 Fortynine 17 April 2007 at 17:18

    Kalau saya waktu gondrong selalu rapi, dan bershampoo. sayang sekarang sudah ga gondorng lagi

  13. 13 Tanto 9 July 2007 at 01:25

    Tolong dong hapuz smua peraturan di skolah yg nglarang gondrong,klo perlu bawa aja deh kasus ni k presiden
    hidup nak muda!!!
    Hidup nak gaul!!!
    Hidup gondrongers!!

  14. 14 Neo Forty-Nine 9 July 2007 at 23:21

    hidup para gondrong!!!!!!!!!!!!!!

    *sayang saya ga bisa gondrong lagi*

  15. 15 Neo Forty-Nine 1 August 2007 at 22:42

    ANJING! MATILAH SEMUA DOSEN ANTI GONDRONG!

  16. 16 Kg8 28 November 2007 at 20:22

    sjk tamat sma, aku udah gondrong. pas kuliah smpt diancam ga blh ujian kl msh gndrng. tapi aku cuek & dosennya jg ga berani lg. tamat kuliah smpt interview kerja dgn rambut gondrong!!!
    skrng umurku hmpr 34 dan rambutku msh nyaris sepinggang. apa krn itu aku msh lajang ya…?

  17. 17 Mr. Fortynine 29 May 2008 at 22:36

    Salut buat kegondrongannya!

  18. 18 renxe 9 September 2008 at 01:06

    wah sy baru aja kena marah2 dosen gara2 rambut gondrong….

    http://renxe.wordpress.com/2008/09/08/pens-its-nostalgia-yang-berakhir-tragis

  19. 19 Mas.Mony 4 October 2008 at 21:28

    Bos tulisan Lu gwa angkat di kampus Boleh NDA ?
    bales ya mau di Kumpulin soalnya !
    email gwa
    haniefboyz@yahoo.co.id
    aku juga gondrong soalnya ^_^

  20. 20 Mr. Fortynine 5 October 2008 at 11:51

    Oh Silakan. …

  21. 21 po 5 December 2008 at 11:16

    bana jo kiey………


  1. 1 Bagian Terbaik Dari Keberanian Adalah Kebijaksanaan « Generasi Biru Trackback on 27 March 2007 at 10:06
  2. 2 Yang Lebih Hebat dan MahaKuasa Daripada Tuhan « Parking Area Trackback on 9 June 2007 at 19:40
  3. 3 Adeknya Pak Erte « Generasi Biru Trackback on 28 August 2008 at 04:02

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: