Hal Hal Yang Kubenci Dari Inggris

Memang lebih mudah untuk menuangkan semua uneg uneg dengan menggunakan bahasa nasional sendiri, makanya saya membuat versi Indonesia dari “Things I Hate From England Football Team”. Hal pertama yang membuat ku membenci tim sepakbola Inggris adalah keberhasilan mereka menjurai Piala Dunia 1966 saat mereka menjadi tuan rumah. Gol ketiga Inggris yang dicetak oleh Geoff Hurst bukanlah sebuah gol, media massa pun lebih sering menyebutnya “gol hantu” karena bola yang belum melewati garis gawang. Seandainya gol Inggris tersebut tidak di sahkan oleh wasit asal Russia yang memimpin pertandingan saat itu,bisa jadi hasilnya akan lain, dan belum tentu Inggris akan bisa jadi juara.

Hal kedua yang sangat saya benci dari timnas Inggris adalah kesombongan mereka. Inggris selalu menyombongkan diri dengan menganggap bahwa mereka adalah salah satu tim terbaik Eropa dan Dunia. Dengan modal yang cuma satu satunya yaitu gelar juara Piala Dunia 1966 yang merupakan hadiah dari wasit asal Russia, mereka mengangap dirinya sudah sejajar dengan tim besar Eropa lainnya seperti Italia, Jerman atau Prancis. Buat saya, kalau timnas Inggris memang superior dan benar benar mamapu menjuarai Piala Dunia dengan kemampuan mereka yang sebenarnya, kenapa sampai sekarang Inggris tidak pernah lagi masuk final Piala Dunia? Cuma sekali waktu tahun 1966 itu, itupun saat mereka jadi tuan rumah.

Dan kenapa juga mereka belum pernah sekalipun menjuarai Piala Eropa? Bahkan masuk final Piala Eropa dan Piala Dunia untuk kedua kalinya saja mereka belum pernah dan belum mampu melakukannya. Tahun 1996 atau tiga puluh tahun setelah kejadian memalukan di Wembley itu terjadi, Inggris hampir melengkapi kepalsuannya, mereka sudah berhasil masuk semifinal Piala Eropa yang dilaksanakan lagi lagi dirumah mereka sendiri di negaranya Queen Elisabeth, (slogan turnamen waktu itu juga adalah Football Comes Home, yang konon maknanya adalah sepakbola yang katanya di temukan oleh orang Inggris kembali kedaratan Inggris, kembali kepada penemunya, sekaligus Piala Eropa akan jatuh ketangan Inggris).

Lawan Inggris saat itu lagi lagi timnas Jerman, yang tigapuluh tahun lalu mereka kalahkan dengan cara yang curang, namun kali ini, Inggris, dengan status tuan rumahnya dan dengan dukungan penuh dari supporter harus merasakan akibatnya, bukannya masuk final apalagi jadi juara. Malah mereka kalah dari musuh besarnya itu, rekor buruk mereka sebagai tim yang tidak pernah menang adu penalti kembali bertahan dengan baik setelah Jerman mengalahkan Inggris dengan adu penalti. Dengan demikian gagalah Inggris untuk mengulang “kesuksesaannya” seperti tigapuluh tahun silam.

Inggris, yang sekali lagi saya tegaskan sebagai tim yang ke’pede’an dengan merasa diri sebagai tim kuat Eropa dan Dunia, tidak pernah mampu, atau setidaknya belum mampu menyamai tim besar Eropa kaya Italia, Jerman, atau Prancis, atau bahkan Belanda.

Italia dan Jerman menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia tidak hanya pada saat mereka menjadi tuan rumah, tetapi juga mereka menjurai dua turnamen tersebut saat mereka menjadi tamu di negeri orang lain. Italia bahkan merupakan negara pertama yang menjuarai Piala Dunia dua kali berturut turut (Italy 1934 dan France 1938) sebelum akhirnya disamai oleh Brazil (Sweden 1958 dan Chile 1962), Italia juga merupakan negara Eropa pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia sebanyak empat kali (Italy 1934, France 1938, Spain 1982, Germany 2006). Disusul oleh Jerman yang berhasil jadi Juara Dunia 3 kali (Switzerland 1954, West Germany 1974, dan Italy 1990). Jerman juga sampai sekarang masih menjadi yang terbaik di Eropa dengan torehan tiga gelar juara Piala Eropa (Belgium 1972, Italy 1980, England 1996) yang belum bisa disamai oleh negara Eropa manapun. Disusul oleh Prancis yang berhasil menjuarai 2 kali Piala Eropa (France 1984 dan Holland and Belgium 2000) dan satu gelar juara dunia (France 1998). Kemudian Belanda (West Germany 1988) yang dua kali masuk final Piala Dunia (West Germany 1974 Dan Argentina 1978).

Hal ketiga yang membuat saya benci dengan Inggris adalah kesombongan mereka yang mengklaim diri sebagai liga terbaik dunia. Hanya karena pemain pemain terkenal macam Thiery Henry, Thomas Rosicky, Andrii Shevchenko atau Cristiano Ronaldo bermain di liga Inggris bukan berarti mereka memliki liga terbaik dunia. Liga Italia dan Liga Spanyol jauh lebih bagus daripada Liga Inggris. Liga Inggris lebih banayk menyuguhi pemirsanya dengan strategi basi dan menjemukan bernama kick and rush, bola umpan panjang dan crossing menjadi andalan. Coba bandingkan dengan Liga Italia dan Spanyol, liat bagaiamana tim tim dari kedua liga ini bermain sepakbola. Dua liga ini menyuguhi kita tehnik bermain sepakbola yang enak untuk ditonton, gocekan, kombinasi umpan pendek panjang dan marking ketat, juga trik trik dan diving yang menghibur sekaligus juga kadang kadang memainkan emosi kita. Semuanya sangat jarang kita temukan di English Premiere League. Liga Inggris boleh jadi merupakan liga paling terkenal saat ini, atau liga dengan rating televisi paling tinggi, namun bukan berarti Liga Inggris adalah Liga terbaik dunia.

Terakhir, yang saya benci dari Inggris adalah mereka selalu menganggap atau dianggap sebagai tim unggulan dan calon juara. Bagaimana bisa tim yang tidak pernah menjuarai Piala Eropa sekalipun, dan tidak pernah masuk partai final Piala Dunia kecuali tahun 1966 di depan publik sendiri bisa dianggap sebagai tim unggulan? Sejak tahun 1998 sampai 2006 mereka selalu ikut serta dengan target juara, tapi hasilnya apa? Inggris mimpi kalau mereka menganggap dirinya sebagai tim yang dibentuk dari pemain berbakat dan punya mental juara.

Liatlah penampilan mereka terutama pada Piala Dunia terakhir yang lalu. Mantan kapten timnas Inggris David Beckham hanya seorang pemain yang bisa melepas umpan dan tendangan jarak jauh dengan kaki kanannya tanpa mampu memimpin dan menenangkan rekan rekannya di lapangan. Frank Lampard, pemain tengah dengan modal tenaga dan semangat ekstra saat bermain buat Chelsea dan kerap mencetak gol dari lapangan tengah Chelsea. Ia adalah pemain dengan shoot attempt paling banyak saat Piala Dunia lalu. Ironisnya, ia hanya mampu menembak dan menembak dari jauh tanpa membuat sebiji gol pun. Termasuk gagal memasukan bola dalam adu penalti seperti halnya kapten Liverpool Steven Gerrard, yang juga tidak mampu berbuat banyak untuk timnas Inggris, padahal di klubnya pemain ini adalah jenderal lapangan tengah dengan tembakan bola bola mati dan tembakan jarak jauh yang cukup mengerikan.

Wayne Rooney, dianggap sebagai The Next Phenomenon, pemain dalam usia keemasannya yang ternyata cuma pemain penuh emosi Tidak mencetak satu gol pun, tidak tampil mengerikan apalagi sampai berkali kali mengancam gawang lawan. Baru sembuh dari cedera, mungkin itu akan menjadi alasan kenapa penampilan Rooney tidak ‘sebagus’ biasanya. Peter Crouch, striker jangkung nan lamban, lemah dalam duel dan bodoh, membuang banyak peluang emas. Hampir sepuluh peluang dalam setiap pertandigan. Hanya satu dari sekian banyak peluang itu yang menjadi gol, satu satunya gol Crouch dicetak kegawang Trinidad dan Tobago. Bagaimana mungkin tim seperti ini bisa menjuarai turnamen sekelas Piala Dunia atau Piala Eropa? Apalagi sampai dikategorikan atau mengkategorikan diri sebagai tim unggulan dan tim superior.

20 Responses to “Hal Hal Yang Kubenci Dari Inggris”


  1. 1 sora9n 20 February 2007 at 14:47

    Salam kenal,

    Umm, timnas Inggris memang payah sih (jujur!😛 ), tapi liga-nya nggak separah itunya amat kok. Kalau saya pribadi sih, masih lebih asyik nonton duel tim papan tengah-bawah Inggris daripada kalau tim2 papan tengah Seri A beradu. Waktu itu nonton Leicester vs Tottenham; temponya tinggi dan banyak first-touch pass-nya.

    Beberapa waktu kemudian, nonton Brescia vs Cagliari (kalau nggak salah inget), dan kesannya “kok mainnya lambat banget, udah gitu teknik pemainnya juga rata2 aja”…?

    Kalau yg main tim2 besar (e.g. Milan, Roma, Inter) yang penuh pemain berteknik, memang bakal banyak cucimata dengan gocekan & juggling; tapi kalau tim kecil kok rasanya jadi mbosenin ya?

    Eh, tapi ini pendapat pribadi loh, subyektif. Peace yah🙂 .

  2. 2 Amd 20 February 2007 at 15:57

    Kalau mau nonton permainan teknik tinggi sih, saya prefer Liga Prancis, tapi jamin pemainnya banyak yang ndak terkenal, makanya siaran langsungnya nggak laku…

  3. 3 Fortynine 22 February 2007 at 21:20

    @Sora9n: Peace juga!Saya memang perlu komentar yang berdasar dari pendapat pribadi, alias komentar subjektif. bukan yang objektif

    @Amd: Setidaknya liga Prancis punya hal bagus yaitu tradisi juara yang susah dipertahankan, kecuali oleh Lyon dalam beberapa tahun terakhir

  4. 4 milanisti 26 August 2007 at 09:44

    menurat saya kuallitas inggris itu payah!lihat saja banyak pemain asing di klub-klub liga inggris.itu membuat pemain asing disana jadi berkualitas saat kembali kenegaranya

  5. 5 oddworld 9 September 2007 at 11:36

    Setidaknya sampai saat ini penonton Liga Inggris tidak perlu dikerangkeng seperti enonton di stadion-stadion di Italia.🙂
    Lebih berbudaya ? Tidak juga, mungkin karena kebanyakan sudah mabok jadi nggak punya sisa energi buat pukul-pukulan (atau karena seringanya malah ngamuk di luar Inggris🙂 )

  6. 6 zoel 22 December 2007 at 09:39

    apakah anda mengalami sendiri euforia England 1966? well, ttg liga inggris, setidaknya dari sisi “pengemasan” dan “penjualan” mereka lbh oke dr Italia atau Spanyol, ingat siapa yg pintar menjual, dialah yg kaya. kalo mslh penampilan & permainan inggris, pendapat anda sangat subyektif, dan memang wajar koq, dalam sepakbola kan memang ada istilah subyektifitas tanpa batas…

    fans liga inggris ga ada yg counter nih? hehehe….

  7. 7 Neo Fortynine 22 December 2007 at 16:15

    @milanisti: Ha ha… anda betul

    @oddworld: Nampaknya bukan hanya itu. Melainkan… kalau di Ingrris mereka ga perlau ngamuk, kalau di luar Inggris mereka malu timnya kalah, makanya ngamuk

    @zoel: Oh sangat…    Kayanya masih mengandung fakta dech. Dan memang yang bikin Liga Inggris itu laku adalah promosi media dan perputaran uangnya, bukan kualitas permainan keseluruhan liga nya

  8. 8 BenX 24 April 2008 at 12:18

    emm.. selain dari opini2 yang sudah disebutkan tadi, gw pengen nambahin sedikit point2 sbb..

    Menurut saya yg bikin Inggris kagak bisa berbuat banyak di event2 internasional (selain akibat dari arogansi mereka sendiri) karena peran EKSPLOITASI MEDIA MASSA INGGRIS YANG TERLALU HIPERBOL / BERLEBIHAN & TIDAK OBJEKTIF.. saya sempet denger waktu Euro 2000 yang mempertemukan antara Inggris vs Portugal (kebetulan juga satu grup dengan Jerman & Romania di grup “neraka”) saat Paul Scholes (3′) & Steve McManaman (17′) membuat Inggris unggul sementara 2-0 atas Portugal, komentator Inggris langsung sesumbar “England is the world champion!!” tetapi tidak lama setelah itu, Portugal langsung mengubah keadaan menjadi 2-2 melalui gol Luis Figo (22′) dan Joao Pinto (27′). Itu terjadi di 1st half.. Ironisnya, saat 2nd half, Inggris harus menelan pil pahit saat gol Nuno Gomes (59′) membalikkan keadaan menjadi 3-2.. Ujung2nya, Inggris gak lolos penyisihan grup bersama Jerman (justru yang lolos malah Portugal & Romania!)

    Selain itu, beberapa pemain2 Inggris yang (bisa dikatakan) skill-nya masih “biasa2 aja” dibanderol dengan harga yang selangit! ini juga yang membuat para manager klub2 inggris lebih memilih pemain2 dari luar Inggris yang memiliki skill & teknik yang sangat baik tetapi bisa dibeli dengan harga murah.. kita bisa melihat contoh dari Arsene Wenger yang lebih memilih untuk membeli pemain2 luar Inggris (kebanyakan dari negara2 Afrika).. dan hasilnya: para pemain2 asing makin berkembang, sedangkan prestasi pemain2 inggris makin melorot (biarpun tidak semuanya yaa..) dan beberapa pemain2 asing yang merumput di liga inggris menjadi “pembunuh” timnas inggris di event2 internasional. contohnya Dan Petrescu (saat itu bermain utk Chelsea) dari Romania saat World Cup 98 penyisihan grup (skor 2-1 utk Romania) yang membuat Inggris harus bertemu Argentina di babak 16 besar, dan kemudian tersisih lewat adu penalti. Yang blm lama ini, salah satu gol Kroasia yang dicetak oleh Niko Kranjcar (bermain utk Portsmouth) membuat inggris gagal masuk putaran final Euro 2008 setelah kalah 3-2 atas Kroasia..

    Jujur aja, dulu saya sangat menyukai liga Inggris pada tahun 90an sampai thn 99.. tetapi, sejak Manchester United (MU) menjadi juara champions, media massa inggris lgsg menggembor2kan superioritas MU, mulai dari anggapan MU sebagai klub terbaik dunia, serta Sir Alex Ferguson sebagai pelatih terbaik dunia.. Jika memang Fergie seorang pelatih terbaik dunia, mengapa sejak melatih MU dari thn 1986 baru membawa MU juara champions setelah 13 tahun kemudian??? (1999) dan ini yang mengubah opini saya, kalau liga inggris adalah liga paling arogan sedunia!!!

    anyway ini pendapat pribadi loh, subyektif. Peace yah🙂

  9. 9 Mr. Fortynine 29 May 2008 at 22:41

    Terima kasih atas fakta yang dipaparkan…

    *menunggu balasan dari fans yang taklid buta bahwasanya liga inggris adalah liga yang baik*

  10. 10 Kopral Geddoe 1 June 2008 at 19:07

    BTW, wasitnya bukan dari rusia, tapi Swiss.🙂
    Yang dari Rusia itu hakim garis-nya, CMIIW.

  11. 11 setanmipaselatan 8 June 2008 at 03:21

    GOBLOK KALIAN SEMUA!!!
    BODOH!
    TOLOL!
    KAMPRET!
    SEMPRUL!
    SIAPA BILANG LIGA INGGRIS ITU BUKAN YANG TERBAIK?
    LIGA INGGRIS JELAS2 YANG TERBAIK. POKOKNYA!
    DAN, BERHUBUNG LIVERPOOL ADALAH JUARA LIGA INGGRIS TERBANYAK, MAKA LIVERPOOL ADALAH KLUB TERBAIK DI DUNIA!!!

    HIDUP LIVERPOOL!
    😈

    gyahahahahaha!

  12. 12 Idiot lu 23 March 2010 at 01:57

    Goblok lu.. Kalo lu benci klub2 luar sah2 aja.. Eh ini malah benci timnas inggris?! Emang lu dukung timnas mana dodol?! Lu tuh org indo, lgian timnas indo kagak ada masalah ama timnas england.. Bego lu.. Ngapain lu urusin timnas orang.. Goblok lu.. Idiot lu.. Inggris terbaik x.. Lu lihat roma di bantai 7 gol d old trafford.. Milan di hajar 4 gol d old trafford agregat 7.2.. Lu lia beberapa taon ini liat d liga champion yg slalu k 1/4 final, semifinal, final klub dri mana coba..goblok dipelihara!! Baca d internet liga terbaik mana? Pemain termahal dari klub apa? Liga mana? Idiot..idiot..

  13. 13 Fortynine 23 March 2010 at 16:41

    :::::::
    Inggris juara dunia berapa kali Pak..?
    Inggris pernah jadi juara Piala Eropa? Atau bahkan sekjedar masuk final piala Eropa..??
    Klub yang paling banyak juara Champion dari negara mana?
    Trus, dari 11 pemain inti MU, Chelsea, Liverpool, dan Arsenal, ada berapa pemain asli Inggris?
    Dari 4 Big Four itu, pelatihnya orang mana aja pak..?
    Alex Ferguson orang mana Pak
    Arsene Wenger orang mana Pak?
    Rafael Benitez orang mana Pak?
    Carlo Ancelotti, pelatih Chelsea yang baru aja ngalahin Inter Milan, itu kebangsaannya apa ya…?
    Pemain Chelsea yang gagal nembak penalti waktu final Piala Champion juga bukan orang Inggris yang katanya hebat itu?
    Tim yang naas dalam hasil adu pinalti Piala Dunia, timnas mana ya…?:mrgreen:

    Pemain termahal dari klub apa? Liga mana? Idiot..idiot..

    Rasanya sich pemain termahal itu CR7, yang orang Portugis, atau Kaka yang berasal dari Brazil dan mantan pemain Milan?

    Inggris terbaik

    Dari segi? Kuantitas klubnya memenangkan Piala Champion?
    Deretan Pelatih terbaik dan tersuksesnya?

    Sekarang yang idiot, dan goblok itu……😛

  14. 14 i52z30 22 March 2011 at 15:14

    setuju,saya lebih berpendapat liga jerman lebih kompetitif dibanding liga linggis atw spanyol.

    Liga linggis jarang tim2 medioker mengalahkan big four.atau pernah naik di peringkat atas klasemen.

    Kalo liga spanyol didominasi madrid dan barca jadi tim lain hanya penonton.paling targetnya masuk liga champion.

    Liga jerman.permainan penuh taktik.tim medioker sudah sering mengalahkan bayer.tim promosi mainz dan hoff berada di peringkat atas.banyak mengandalkan pemain muda berbakat

  15. 15 karbol 25 September 2011 at 12:24

    Saya rasa anda tidak perlu membandingkan timnas inggris atau sebuah timnas dijadikan acuan, karna menurut saya yang membuat inggris terpuruk karna tidak lain dan tidak bukan karna pelatih italia juga. Rata rata pemain itali atau pelatih kebangsaan itali tidak akan kuat bertahan di priemer league. Liat ancelloti, shevcenko, gianfranco zola.

  16. 16 karbol 25 September 2011 at 12:30

    Lagipula menurut saya banyaknya pemain asing dari luar inggris semata mata untuk lebih membuat daya tarik liga yang semakin menarik dan untuk bersaing dengan pemain inggris sendiri, banyak juga ko pemain luar inggris berlabel bintang yang tidak tembus skuad inti yang sebelumnya dipegang pemain inggris.
    Sebagai contoh banyak pemain yang datang ke MU yg datang tapi tidak bisa menggeser posisi rooney ferdinand dll, di chelsea seberapapun pemain bintang tidak akan bisa mengisi posisi terry lampard dan ashley cole, begitupun di liverpool dengan gerrardnya dan arsenal dengan wilsherenya.


  1. 1 Saya dan Tabloid BOLA « Generasi Biru Trackback on 25 March 2008 at 11:00
  2. 2 EURO 2008 dan CR7 « Generasi Biru Trackback on 8 June 2008 at 02:09
  3. 3 EURO 2008: Akhir Penantian Spanyol Selama 44 Tahun « Generasi Biru Trackback on 25 November 2008 at 08:51
  4. 4 Hal Hal Yang Kubenci Dari timnas Inggris « mein symbian Trackback on 24 April 2011 at 18:16

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: