Semoga Tak Terjebak Dalam Kepalsuan

Setelah saya membaca tulisan Ramadhan: Pentas Para Munafik yang ditulis oleh Joe, maka makin bertambah dan bertambahlah rasa suka saya terhadap grup favorit saya bernama Slank. Lho?Apa hubungannya? Mari saya jabarkan.

Yang pertama, setidaknya, sampai dengan Ramadhan terakhir kemaren, grup band kesayangan saya ini tidak mengeluarkan Album Rohani alias Album Religi atau yang namanya lazim disebut Album Ramadhan. Buat saya pribadi saya bersyukur bahwa Slank tidak menjadi munafik, disaat para personelnya belum seratus persen tobat alias belum taubatan nasuha, disaat Kaka Slank masih bertato dan bertindik (Bim Bim, Ridho dan Ivan juga masih pake anting!!).

Slank TIDAK mengeluarkan album yang tidak sesuai dengan penampakan fisik mereka. Memang sebenarnya saya tidak pantas berburuk sangka dengan para personel Slank, siapa tau mereka sudah taubatan nasuha beneran, tapi saya merasa bahwa Slank masih benar benar belum layak mengeluarkan Album Rohani. Disaat diluar Ramadhan mereka tampil habis habisan di panggung, Kaka Slank masih suka buka baju, para personel Slank masih berperilaku slengean, rasanya ga enak aja kalau tiba tiba saat Ramadhan melihat mereka tampil beda dengan baju ala penyanyi padang pasir misalnya. Mungkin banyak yang bakal bilang “ga pantes!!!. Mantan junkies,rambut gondrong telinga bolong, kelakuan ga bener ko nyanyi lagu rohani”. Jadi Slank saat Ramadhan maupun ga Ramadhan tetap seperti Slank yang slengean, apa adanya, meski mulai mata duitan.

Kedua, mereka tidak memanfaatkan momen Ramadhan untuk tetap mengisi kocek dengan jadual manggung yang padat, yang malah bisa membuat para personelnya batal puasa (jadinya malah nambah uang tapi juga nambah dosa). Tidak meniru niru band berbau anatomi (yang mengeluarkan album rohani saat bulan puasa) seperti yang dilakukan band band nomor wahid negeri ini atau band yang bernuansa janda. Band band ini menerapkan sistem komersialisme disaat bulan suci Ramadhan, sialnya bukan hanya grup band, tapi juga penyanyi solo, bahkan pedangdut pun ikut ikutan bikin Album Ramadhan.

Sebagaimana para aktris yang bertingkah munafik dengan berjilbab (berkerudung) dan menutup sebagian auratnya demi mendapat jatah tayang dan tawaran show di berbagai media saat Ramadhan (Habis Ramadhan habis juga penutup auratnya), maka para musisi (seniman) pun ramai ramai berdandan ala Timur Tengah atau berdandan bak santri, membuat karya bertema Ramadhan dan Idul Fitri, atau menyanyikan lagu lagu rohani yang sudah eksis dan ngetop agar bisa menambah jumlah debit kredit saldo tabungan mereka di bank, serta menambah koleksi (alat musik) mereka. Selepas Ramadhan, mereka manggung lagi dengan gaya asli mereka, anting, tato, celana robek robek, dan hal hal yang sama sekali tidak mencerminkan sikap seorang muslimin. Parahnya lagi, ada saja yang nekat manggung dengan anting tapi pakai baju ala santri, lebih parah separah parahnya lagi, ada yang tampil dengan dandanan tidak khas Ramadhan (Islami) dengan alasan terikat kontrak sponsor dengan butik atau penyedia pakaian.

Kalau Ustad Jefri, K.H. Abdullah Gymnastiar, atau Opick dan Raihan yang kebanjiran tawaran saat Ramadhan itu wajar namanya, justru kalau saat Ramadhan mereka mereka ini sepi tawaran itu malah mau kiamat namanya. Sedangkan mereka mereka yang saya sebutkan di paragraf sebelum ini, sudah dapat duit banyak diluar Ramadhan, masih aja terus hunting jatah THR mereka saat bulan Puasa. Padahal penghasilan mereka di luar bulan Suci sudah lebih dari cukup buat THR, atau ongkos pulang kampung, bahkan masih cukup buat pulkam 3 kali Ramadhan mendatang, kok masih ga puas juga cari duit?? Apapun alasan mereka buat bikin album, saya anggap itu baik. Tapi lebih baik lagi kalau mereka istirohat, dan memperbanyak ibadah ketimbang bikin album.

Disinilah kesenangan saya pada Slank, selama Ramadhan mereka off dulu, yang saya tau mereka ada di tv cuma saat launching produk kartu prabayar, dan tampilnya tetap seperti Slank biasanya, namun agak lebih sopan dan tertutup serta tidak berteriak teriak atau lompat lompat.

Saya akan lebih suka lagi kalau nanti para personel Slank udah bener bener Islami, udah bener bener sama persis penampilan dan gayanya baik saat Ramadhan maupun tidak pada saat Ramadhan, baru mereka bikin album Rohani, jadi bener bener menyuarakan agama lewat seni (da’wah), bukan memanfaatkan momen agama dengan seni sebagai perantara untuk mempertebal kocek!

Selama Slank masih slengean, “masih tinggi”, mending Slank bikin album slengean kaya biasanya, ga usah bikin Album Ramadhan, dan hal ini akan membuat saya tetap suka Slank. Peace!

5 Responses to “Semoga Tak Terjebak Dalam Kepalsuan”


  1. 1 manusiasuper 26 February 2007 at 22:10

    Nge-fan DEBU ja Rid!

  2. 2 Fortynine 28 February 2007 at 17:37

    Balum siap mental…

  3. 3 glanx 9 January 2008 at 02:00

    lha wong bang kaka ja ma anak2 bandung masih ngisep gelek kok

  4. 4 riiiii 26 January 2008 at 03:17

    sakit barang nya

  5. 5 Erwin 27 December 2008 at 23:34

    Apapun agamamu jgn saling menjudutkan.


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 1 day ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: