2 Jam Tanpa Hukum Negara

Seandainya saja Undang Undang Dasar 1945 dan Pancasila tidak berlaku paling tidak selama 2 jam saja, disaat itulah negara Indonesia kehilangan dasar dasar hukum yang berlaku sehingga segala macam tindakan yang dikategorikan melawan hukum tidak dapat dituntut karena negara tidak punya dasar hukum, maka saya akan dengan suka hati menyambutnya, dan akan saya lakukan beberapa tindakan di bawah ini:

Pertama, saya akan bunuh semua atau paling tidak beberapa diantara orang orang yang selama ini saya benci, orang yang bikin saya kesal, orang yang bikin saya muak dan tentu saja orang yang pernah menyakiti saya. Kalau sempat, saya akan bunuh semuanya, tapi kalau tidak ya sebanyak dan sebatas yang sempat saja. Kalau ternyata sempat dan masih ada waktu tersisa, saya akan membunuh para polisi yang pernah menilang saya. Biar terbalaskan semua dendam saya selama ini.

Kedua, setelah prioritas saya selesai, saya akan turut serta merampok rumah pejabat korup atau pengusaha yang senang kongkalikong dengan pejabat korup itu, termasuk para pengusaha illegal logging dan illegal mining yang banyak bertebaran di Kalimantan, menjarah harta dan bendanya, kemudian mengambil yang saya suka.

Ketiga, merampok gudang atau pabrik rokok, makanan, minuman ringan dan minuman keras, biar nanti saya ga perlu lagi beli rokok serta bisa makan dan minum sampai mabok sepuasnya.

Keempat, kalau masih sempat, saya akan memperkosa gadis cantik (apalagi yang bikin nafsu dengan berpakaian ketat, you can see dan tipis tembus pandang) yang saya temui, mumpung ga ada hukum yang berlaku……….

Sayangnya…………… saya yakin kalau yang begitu benar benar terjadi, negara yang kacau akan membuat orang orang lebih dahulu melakukan apa yang saya ingin lakukan, bahkan bisa jadi orang orang akan melakukan yang lebih bengis dan kejam dari apa yang saya ingin lakukan, bisa jadi sebelum saya berangkat mencari orang orang yang ingin saya bunuh, orang lain sudah lebih dahulu mencari saya untuk duluan membunuh saya.

Para polisi, tentara serta seluruh aparat keamanan lebih dahulu menggunakan senjatanya untuk membunuh dan merampok orang serta toko dan gudang gudang makanan dan minuman, para penjaga dan antek2 pejabat korup dan pengusaha illegal yang makan duit rakyat sudah duluan bergerak menghabisi bosnya dan merampok harta bendanya, dan gadis gadis gadis diluar sana sudah duluan diperkosa orang orang yang ‘Pusaka Sejuta Umat’nya tengah berdiri tegak, dan diperlakukan semena mena secara sexual oleh orang orang yang naluri binatangnya bergolak ganas.

Saat UUD dan Pancasila masih berdiri tegak dan syah sebagai dasar hukum negara saja segala perbuatan semacam itu sudah dilakukan oleh manusia manusia di sebuah negara yang merupakan kumpulan kepulauan kepulauan bernama Indonesia ini. Apalagi kalau sampai terjadi seperti apa yang saya impikan yaitu UUD dan Pancasila tidak syah, meski hanya dua jam.

8 Responses to “2 Jam Tanpa Hukum Negara”


  1. 1 manusiasuper 26 February 2007 at 22:08

    Nafsu!

    Seandainya tidak ada hukum di negeri ini, saya akan rampok kaset2mu!

  2. 2 Fortynine 28 February 2007 at 17:36

    Silakan, tapi sayangnya saat anda melakukannya saya sudah berhasil merampok duta suara Banjarbaru

  3. 3 tan malaka 25 March 2007 at 21:23

    Trivia for you, apabila suatu negara karena suatu keadaan terjadi kekosongan hukum maka pemimpin negara atau siapapun yang saat itu memegang kendali keadan, maka dia berhak memberlakukan hukum darurat (Martial law) yang lebih diartikan sebagai hukum rimba dimana seseorang dapat saja dihukum seberat-beratnya tanpa melalui proses hukum yang legal dan karena pada saat itu adalah darurat maka hal tersebut tadi adalah legal.

  4. 4 Fortynine 27 March 2007 at 09:40

    @Tan Malaka: Sarjana Hukum nih yang ngomong. Ga jadi deh, biar aja ada hukum terus di negara ini. Seperti yang saya tuliskan di paragraf terakhir

  5. 5 agorsiloku 2 May 2007 at 17:23

    Bukankah Indonesia sering berjalan tanpa hukum, meskipun tidak di seluruh wilayah, tapi di sebagian wilayah Indonesia. Hukum ada artinya ketika penegak hukum ada kan… Nah kalau penegak hukum tidak ada pada satu wilayah, maka hukum yang ada adalah hukum yang disukai atau diinginkan pelakunya. Nah siapa bilang hukum selalu ada?.

  6. 6 Fortynine 3 May 2007 at 16:30

    @Agorsiloku: Bener juga ya Mas, memang susah hidup di negara yang hukummnya untuk orang kaya dan berpangkat seperti di Indonesia ini


  1. 1 I’m not King, Queen, or Gods. I am just Slankers Trackback on 11 March 2007 at 16:53
  2. 2 25 Februari « Generasi Biru Trackback on 25 March 2007 at 17:56

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: