Syirik Itu Adalah Hobi Bangsa Indonesia

(+) Tadi malam nonton apa?
(-) Nonton acara “anu” di stasiun TV “anu”
(+) Oh, acara yang tentang hantu itu ya?
(-) Iya

Itulah sepenggal percakapan saya dengan seorang rekan, kemudian saya pun mulai terinspirasi untuk menuangkan apa yang ada di fikiran saya bahwa acara yang bisa jadi “mengandung lemak babi” seperti itulah yang menjadi salah satu tontonan favorit insan penikmat pertelevisian Indonesia. Selain infotainment dan sinetron, acara acara yang berbau (bernuansa) ghaib atau mistik adalah acara yang cukup digemari oleh masyarakat Indonesia.

Saya tidak bisa mengingat nama semua acara acara dalam kategori tersebut, namun yang bisa saya tangkap dari acara acara macam demikian adalah kegemaran rakyat untuk membesar besarkan perkara ghaib yang justru bisa menimbulkan kesyirikan. Entah itu segala jenis hantu macam pocong, sundel bolong, jelangkung, tuyul, dan makhluk makhluk lainnya. Maupun benda ghaib macam keris sakti, tempat angker, tempat keramat dan sebagainya adalah hal hal yang diangkat oleh acara acara tak bermutu tersebut, bahkan sampai dijadikan film.

Sebenarnya kita ini hidup dijaman apa sih? Apa memang kita masih hidup dijaman batu? Saat masyarakatnya masih memuja muja pohon besar, angin ribut ataupun benda benda lainnya? Kenapa hal hal yang (menurut saya) sangat tidak layak untuk dipublikasikan dalam media sekelas televisi yang dinikmati oleh sekian juta penduduk negeri ini yang justru diangkat oleh para pembuat acara? Apa memang kita ini mau hidup dengan segala pola pikir yang tidak seharusnya? Ngapain mikirkan pohon besar berhantu yang lalu di “tampahi”, dikasih sesajen dan dikeramatkan? Ngapain harus menjaga keamanan dan ketentraman suatu tempat semisal sebuah rumah dengan cara ngasih kain kuning atau sebagainya? Dan yang lebih parah lagi, ngapain harus memanggil manggil “mereka”?

Ada rumah tua yang lalu di datangi bukan untuk dibersihkan atau dirawat dan diperbaiki malah disediakan sesajen, atau dilakukan upacara pemanggilan hantu. Menurut saya hal inilah yang selama ini membuat hantu itu justru betah. Coba saja bayangkan, manusia yang sejatinya bisa mencari makan sendiri saja kalau ditawari makanan dan minuman tentu akan dengan senang hati menyambut tawaran, apalagi yang namanya hantu, jin, iblis atau apalah namanya. Jelas makin betah mereka. Kalau memang mau mengusir hantu jangan pakai sesajen, tapi pakai doa, yang Islam baca ayat Kursi misalnya. Ini malah dikasih kopi pahit kopi manis, gimana ga betah tu hantu.

Soal makhluk alam lain. Kita memang perlu menghormati mereka sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, tapi menurut saya menghormati tidak sama dengan memuji, atau memuja, atau meninggikan derajat, sampai minta bantuan atau bersekutu dengan mereka. Kalau memang ada genderuwo di sebuah pohon tua, yang perlu kita lakukan bukan menangkapnya dengan lensa kamera, lalu mempublikasikannya, apalagi sampai dibikin film, tapi kita biarkan saja, toh kita tidak punya kepentingan apa apa dengan mereka. Kalau memang mau ngusir mereka, jangan ki joko Bodo yang dipanggil, tapi orang yang benar benar ngerti agama, tau tata cara dan tata krama hubungan manusia dengan makhluk gaib.

Ada orang kesurupan, lalu hantu yang merasukinya ngomong ngalor ngidul minta ini itu, kenapa harus diberi? Bukankah manusia itu lebih tinggi derajatnya daripada makhluk makhluk macam itu? Kenapa harus manusia yang menuruti mereka? Kenapa begitu? Kenapa kita melemahkan diri kita dengan mengakui bahwa mereka yang berasal dari “alam sebelah itu” lebih hebat dari kita? Bahkan kita menganggap bahwa mereka mampu menyamai kekuasaan Tuhan? Lebih gila lagi tayangan tayangan macam siluman ular dan lain sebagainya, seolah olah para makhluk gaib itu bisa memberikan kekuatan lebih buat manusia.

Saya sering camping, dan hampir setiap kali camping saya pasti mendengar kisah kisah dari teman teman saya yang merasa ada makhluk lain yang berada disekitar, bahkan ada yang mengaku melihatnya. Saya percaya bahwa “mereka ada”, tapi Alhamdulillah sampai saat ini saya belum pernah merasa takut dengan kejadian kejadian macam demikian. Saya malas memikirkan “mereka”, kalau memang misalnya tempat kami bermalam itu menganggu rumah mereka atau menghalangi jalan mereka, ya udah kita minggir, itupun kalau memang ada yang merasa, tapi kalau engga, kenapa harus minggir?

Kalau memang kita melihat mereka, atau mendengar suara suara aneh (menyeramkan), ya udah, cuek aja. Ga usah terlalu dipikirkan, ga ada untungnya. Bila kita sudah lebih dulu berpikir bahwa kita bakalan diganggu makhluk lain, kemungkinan untuk diganggu menurut saya justru bertambah, tapi kalau kita membersihkan pikiran kita dari hal hal semacam itu, saya yakin tidak terjadi apa. Kalau kita takut duluan, justru akan timbul sugesti yang semakin kuat bahwa kita bakalan merasakan adanya hantu.

Gunung api meletus, orang orang pada ngasih sesajen, kenapa ga sekalian saja saja sesajennya berupa gadis perawan?. Sadar ga sich bahwa itu perbuatan syirik? Ko malah dijadikan iklan Mbah Marijan. Kuku Bima Reo Reso? Kenapa yang dilakukan bukannya memperbaiki alat pemantau, atau mempelajari lebih dalam tentang ilmu bumi, sehingga bisa memperkirakan gejala alam? Kenapa ga mencari tempat berlindung atau tempat bermukim yang lebih aman? Kenapa justru masih mengeruk gunung untuk dijadikan uang? Kenapa tidak mengambil tindakan untuk melestarikan alam?

Tayangan tayangan di televisi sangat mendukung eksodusnya para makhluk ini ke alam manusia. Setan sekarang pengen jadi selebritis, setan sekarang sudah kenal kamera, kalau setan yang mangkalnya di sekolahan bikin heboh dengan cara mengajak sesama setan mengadakan kesurupan massal, lalu masuk berita. Maka setan setan di kuburan dan di terowongan juga ga mau kalah dengan menjadi bintang film macam film Pocong, Pocong II, Jelangkung, Hantu Jeruk Purut. Ada juga yang bersedia jadi objek yang dikamera oleh orang orang kurang kerjaan atau nyari sensasi. Tayangan macam begini yang merusak akidah dan moral bangsa (mirip omongannya Ustad?).

Tayangan macam begini yang membuat bangsa ini masih percaya bahwa togel bisa bikin kaya. Bahwa tuyul bisa ngumpulin banyak duit, bahwa obat batuk buat gunung adalah sesajen. Tolong bagi para produser dan seluruh insan pertelevisian, masih banyak janda janda kaya format acara lain yang lebih bermutu dan mendidik daripada tayangan yang menyesatkan macam itu, jangan racuni pikiran anak bangsa kesesatan.

Jangan ajak orang lain untuk syirik, kalau mau syirik syirik aja sendiri, ga usah ngajak ngajak. Apalagi sampai mempublikasikannya demi rating.

18 Responses to “Syirik Itu Adalah Hobi Bangsa Indonesia”


  1. 1 rajaiblis 5 March 2007 at 08:54

    padi tadi (5/3) di Trans TV …
    ada episode ttg kuburan sunan muria yg banyak dikunjungi untuk minta berkah !

    sungguh tontonan yg menghibur dan menyenangkan …

    wakkakakakaa …

  2. 2 erander 5 March 2007 at 09:15

    (salam kenal juga) .. thanks sudah jalan2 di blog saya .. saya jadi tahu ada blog slankers hehehe minimal saya bisa melihat satu sisi lagi kehidupan manusia yang lainnya.

    Sama seperti yang mas (?) tulis soal hobi .. ya namanya juga manusia .. ada aja hobinya yang aneh2. Justru dengan berbagai hobi tersebut membuat kita banyak belajar banyak .. mana yang baik dan tidak baik.

    Kita baru melihat indahnya kehidupan .. ketika tidak saja ada warna hitam dan putih .. tapi ada biru, merah, kuning dlsbnya. Begitu juga siang dan malam. Ada pagi hari, sore hari agar mata ga langsung sakit.

    Thanks sudah mau jalan2 .. keep in touch bro.

  3. 3 agorsiloku 5 March 2007 at 14:53

    Syirik sudah mendarah daging bagi ummat berKTP Islam di Indonesia, merasuk dari orang biasa dan yang disebut bertaraf ulama. Bahkan kambing hidup-hidup pun dicemplungkan ke kolam lumpur panas. Luar biasa. Sepertinya, tidak ada negara yang level kemusyrikannya setingkat Indonesia. Merasuk dan merajuk pada setiap level jabatan, setiap acara, dan begitu dipercaya. Bahkan saat orang mau melakukan ritual puasa juga, beramai-ramai mandi untuk ngelap berkah di sungai anu, dst, dst. Astagfirullah….

  4. 4 Fortynine 6 March 2007 at 12:58

    @raja iblis: Iblis makin senang nih

    @erander: Makasih sudah jalan jalan kesini, I’ll keep in touch

    @agorsiloku: Sedemikian parahnya kondisi bangsa ini….. Saya juga mau istigfar dulu ah (ASTAGFIRULLAHALAZIM)

  5. 5 rajaiblis 6 March 2007 at 17:08

    soal kambing dicemplungin ke lumpur
    soal kebo dilesakkan di pilar jembatan
    soal sapi yg dibuang ke laut
    itu mah biasa … kerjaan kecil tuch …

    yg paling dahsyat adalah …
    saat iblis meyakinkan manusia untuk membaca ayat tertentu supaya sakti …

    misal …
    bila hendak keluar rumah …
    baca bismillah sejuta kali … supaya selamat sampai tujuan …

    bila hendak bobo …
    baca bismillah sampe 3 juta kali …

    wakkakkakakaa …

  6. 6 fourtynine 9 March 2007 at 10:33

    @raja iblis
    baja AUZUBILLAH 1000 kali (*karena ada gangguan iblis*)

  7. 7 zal 18 June 2007 at 14:08

    Kalau kita dituntut oleh syalafi masalah konsep berfikir keimanan, kita ngeles bahwa ukuran pada hati, nah orang lain berbuat yang dipandang ada kecenderungan ke syirik, kita mencak-mencak, apa kita lihat ukuran hatinya…?,
    Iklan Mbah Marijan menurut sudut pandang saya, lebih dari yang terlihat dan terdengar,
    1. Mbah marijan, terlihat memiliki keyakinan kukuh, meski nyawa jadi taruhannya, entah siapa yang diyakininya, namun keyakinannya terbukti. mungkin menurut saya ini konsep yakin.
    2. Mbah marijan menyebutkan Roso-roso, entah, apakah agen advertising yang mendesign iklan itu yang punya konsep atau Mbah Marijan yang punya gaya bahasa, namun rasanya ini bahasa aneh yg mungkin tidak akan terfikir masyarakat modern
    namun ini cuma fikiran saya saja sich…engga ngajak yang lain…

  8. 8 Neo Forty-Nine 19 June 2007 at 14:14

    Tapi beliau seolah di tuhankan dan seolah olah mampu menangani merapi. Gimana tuh?

  9. 9 zal 19 June 2007 at 16:10

    Neo-forty_nine, he..he..yang bertanya lebih tahu tuh…

  10. 10 Neo Forty-Nine 19 June 2007 at 20:34

    Jadi??????

    Maaf, saya ga merasa pernah nanya sama Mbah Marijan

  11. 11 zal 20 June 2007 at 13:23

    inilah kerennya, Neo-forty_nine, sudah gaharu cendana pula slanker akan kenal karakter suara/musik slank, meskipun belum beli/ dengar album barunya slank-kan…he..he, dan engga perlu nanya slank/ slanker yg lain, iki musike sopo…?

  12. 12 Neo Forty-Nine 21 June 2007 at 16:30

    ??????

  13. 13 sitijenang 15 January 2008 at 18:18

    muahahaha… mungkin maksud mbah zal: kenapa tidak mempertanyakan keyakinan diri sendiri dulu? boleh jadi kita jadi sibuk sendiri dan tidak terlalu memusingkan keyakinan orang lain. barangkali begitu. salam kenal.

  14. 14 aibnu 25 November 2008 at 21:50

    jika benar artinya,…menepuk air didulang…..la iye


  1. 1 Syirik Diislamkan atau Islam Yang Disyirikan « Sains-Inreligion Trackback on 8 March 2007 at 22:26
  2. 2 Bagian Terbaik Dari Keberanian Adalah Kebijaksanaan « Generasi Biru Trackback on 27 March 2007 at 10:24
  3. 3 Otak, Akal dan Hati « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 25 April 2007 at 20:04
  4. 4 Yuk Kita Mencari Berkah Dari Kotoran Kanjeng Kyai… « Sains-Inreligion Trackback on 14 January 2008 at 20:19

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: