Inikah Yang Kalian Sebut Dengan Kelakuan Umat Taat Beragama?

Semasa seorang ulama kharismatik Kalimantan Selatan yang bernama K.H Zaini Gani (Guru Ijai) masih hidup di dunia, beliau mengadakan acara keagamaan setiap minggunya. Dua kali seminggu, satu kali untuk kaum laki laki, satu kalinya lagi untuk kaum perempuan. Setiap acara itu dijalankan, maka kota Martapura yang menjadi lokasi kediaman beliau sekaligus menjadi tempat acara akan penuh sesak dengan manusia manusia berkopiah, kebanyakan mereka ini berkopiah haji putih, dan memakai baju seperti yang lazimnya dikenakan oleh para santri pesantren. Mereka ini berdatangan bukan hanya dari penjuru Martapura atau Banjarbaru yang merupakan tetangga paling dekat kota Martapura, melainkan juga datang dari seluruh Kalimantan Selatan, bahkan juga terkadang orang orang dari luar daerah Kalsel rela berdatangan untuk mendengarkan siraman rohani dari beliau.

Yang menjadi permasalahan selanjutnya dalah jalanan kota Banjarbaru yang sekali lagi saya katakan sebagai tetangga paling dekat kota Martapura yang kemudian menjadi penuh sesak, lebih macet dari sekedar ada konser atau ada event macam pameran. Jalanan di Martapura jangan ditanya lagi bagaimana macetnya, sementara Banjarbaru harus menampung arus masyarakat yang berdatangan dari luar kota macam yang datang dari Landasan Ulin, Gambut, sampai yang datang dari Banjarmasin. Jalanan penuh sesak, taksi angkutan kota yang biasanya sepi pun jadi kebanjiran penumpang. Dan jangan harap anda bisa menemukan taksi yang berangkat dari Martapura ke Banjarabaru. Karena semua angkutan kota ini sudah mengalihkan tujuannya ke Martapura, ya hanya melayani jalur ke Martapura.

Dan yang layak anda ketahui adalah, yang menyebabkan Banjarbaru tetap macet itu adalah karena anak anak muda, bahkan ada yang sudah tua dari para rombongan jamaah yang ingin ke tempat Guru Ijai itu banyak yang nongkrong atau kabur ke Banjarbaru. Tujuan mereka biasanya adalah lapangan Dr. Murdjani Banjarbaru. Jadi begini, kira kira para anak muda dengan pakaian ala santri itu, pamitnya dari rumah dengan alasan mau ikut ke tempat Guru Ijai, sehingga orang tua pun senang. “Wah anakkku religius sekali”, mungkin itulah yang ada dalam pikiran para orang tua mereka. Ga taunya anak anak merepotkan itu semuanya malah nongkrong atau sekedar putar putar kota, dan celakanya mereka ini memilih Banjarbaru sebagai tujuannya. Jelas mereka ga mungkin kalau harus jalan jalan di kota Martapura, kota itu jelas sekali sudah penuh sesak dengan para manusia berpakaian ala santri. Maka jadilah kota Banjarbaru penuh sesak dengan para manusia berpakaian santri yang sedang bolos.

Kemudian yang paling membuat saya terheran heran adalah sikap masyarakat yang berpakaian ala santri yang pulang dari acaranya Guru Ijai. Mereka pulang dengan alat transportasi yang bermacam macam, yang paling banyak tentunya adalah sepeda motor. Para pengendara sepeda motor ini berpakaian ala santri, tapi kelakuan mereka dalam berkendara? Huh!, mereka ini berkendaraan sangat tidak sopan sekali!, kalau belok tidak pernah pakai lampu sein, jalan seenaknya, bahkan ada yang kebut kebutan. Sebagai tambahan info : tidak satupun dari mereka yang pakai helm, saat 2 hari dimana acara Haji Ijai berlangsung, pakaian putih ala santri, atau kopiah haji anda sudah berhasil menggantikan helm, pak polisipun takkan bisa menangkap.

Yang pulang pakai sepeda, mereka akan memenuhi jalanan kota dengan sepeda sepeda mereka, mereka ini jalannya lebih seenaknya lagi, kadang kadang ada yang jalan di tengah tengah jalan aspal. Kalau pengendara yang tidak berpakaian santri melintas, dijamin harus ekstra hati hati, sebab kesenggol sedikit saja, urusannya adalah dengan para calon penghuni surga itu bisa runyam. Bisa bisa mereka semua itu marah marah, bahkan bisa bertindak lebih anarkis.

Inikah yang kalian sebut dengan kelakuan umat taat beragama? Memang ini hanya tindakan sebagian oknum, sekali lagi saya tegaskan sebagian oknum!. Tapi sebagiannya adalah jumlah yang besar alias mayoritas. Mungkin mereka merasa bahwa mereka adalah calon calon penghuni surga yang sedang melintas dijalan milik nenek moyangnya, sehingga mereka mengindahkan pengendara lain yang tidak berpakaian ala santri dan pengendara lain yang tidak baru pulang dari acarnya Guru Ijai.

Bukankah kalian ini baru saja dapat siraman rohani, kenapa kalian malah tidak menampakkannya sedikitpun saat kalian pulang? Rupanya kalian cuma ikut ikutan tanpa mampu menangkap esensi atau tujuan dari acara tersebut. Saya yakin Alm K H Zaini Gani tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan kalian untuk berperilaku seperti itu, kaliannya saja yang kebablasan. Apakah ini yang disebut sebagai kelakuan umat beragama?

46 Responses to “Inikah Yang Kalian Sebut Dengan Kelakuan Umat Taat Beragama?”


  1. 1 manusiasuper 29 March 2007 at 13:25

    Namanya juga ibadah, persetan dengan manusia lain..!

  2. 2 helgeduelbek 29 March 2007 at 13:59

    arogansi bener yah?

  3. 3 bayuleo 29 March 2007 at 14:13

    sabar Om …merokok aja dulu yuukk…menghisap marlboro putih … biar otak bisa terang menyinari bumi disudut malam.

  4. 4 zaki 29 March 2007 at 18:37

    Samahalnyakah dg hingarbinaronar dari ulah (penikmat) tontonan panggung yg ‘meresahkan’ nyawa dan (nyaris) hampa makna..?
    Itu mungkin kelakuan (k)umat (abai) ‘beragama’…
    😐

  5. 5 mrtajib 29 March 2007 at 19:01

    tentara, karena ‘bajunya’, berani petantang-petenteng…

    santri, krena ‘bajunya’ berani petantang-petenteng…

    kesimpulannya, kyaknya, orang berani petantang-petentang bila ada ‘sesuatu yang melekat’ didirinya, apalagi jika yang mlekat itu ‘bagian dari yang kuasa’…. hoalah…nasib-nasib….

  6. 6 Fortynine 29 March 2007 at 21:16

    @Manusia”Haris”super: Persetan?masa ibadah sama dengan setan?

    @Helge: Ho oh!

    @Bayu: Waduh mas, rokok favorit saya A mild dan Surya

    @Bang Tajib: Tajib…..Tajib…Eh, Nasib…….nasib……….

  7. 7 Eh Kelupaan.... 29 March 2007 at 21:21

    @zaki: Maaf Mas, ketinggalan. Ya, sama. Benar benar kumat edannya

  8. 8 arul 29 March 2007 at 23:43

    wah logonya Palu arit… seperti PKI aja….

  9. 9 antobilang 30 March 2007 at 02:13

    bukan PKI mas arul…
    mas farid a.k.a. fourtynine ini punya kerjaan sampingan sebagai tukang kayu dan pencari rumput..

    *kaboor*

  10. 10 Odoy 30 March 2007 at 09:14

    @Arul
    Lambang/Nama/Bendera (khususnya di Blogospfer) itu ga penting. Yang penting esensinya. *Jadi inget blognya rajaiblis*

    Saya hanya Husnudzon saja, bahwa yg pake nama2 aneh itu hanya suatu ke-rendah-hati-an atau kekhawatiran( Karena bila dia menggunakan nama2 yg berbau agama, maka kalo dia salah maka nama agamanya ikut tercemar juga).

    Seperti kata Dorce dalam acaranya ,”Perkataan Yang benar datangnya dari Allah, Perkataan yang salah datangnya dari Saya”.

  11. 11 Fortynine 30 March 2007 at 12:12

    @Anto, Arul, dan Odoy: Sabar ya, ni saya mau posting mengapa saya memilih avatar itu. Oke? Peace!!!

  12. 12 agorsiloku 30 March 2007 at 19:22

    Dari mana kita tahu bahwa mereka taat beragama?, dari bajunya, dari motornya, dari da’wahnya, dari sedekahnya, dari sholatnya, atau dari zakatnya, atau dari teriakannya, atau dari keributannya, atau dari nongkrongnya?… betapa sulit ya menilai manusia. Jalan Banjarmasin ke Banjar baru, kalau nggak salah lebar lho…

    Namun, di sini memang masalahnya, khususnya di negeri kita. Ada kesalehan pribadi, kemudian menjadi pemberang ketika menjadi komunitas. Kenapa ya…?

  13. 13 Fortynine 31 March 2007 at 21:54

    @Agorsiloku: Memang jalan Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura lebar. dan habis semua dimakan gerakan kaum beragama ini.

    Dari mana kita tau? (*mikir*) dari bajunya deh. Tanya ken…napa?????

  14. 14 rahmat 30 August 2007 at 19:08

    Namanya juga ibadah. Ibadah terdiri dari 2 suku kata yaitu iba dan dah. betul ngak kekawanan. Iba berarti kasihan dan dah ya sudah= kasihan sudah. Habis coba liat, katanya mau dengerin kabar gembira ternyata berpacu ama sapi-sapi jepang. Apa ngak kasihan gitu ?! Dan ini sebenarnya bukan termasuk ranah Tuhan dan ajaranNya. Ini udah masuk katagori patologi sosial dan perubahan sosial. Agama dibawa ber RIA_RIA. Inilah keburukan ajaran fanatis yang cetek. Anak seorang kriten baru lahir langsung di baptis. Anak seorang islam yang baru lahir, langsung di adzanin. Apa bukan pemerkosaan hak asasi tu namanya. Mestinya manusia bebas untuk memilih agama dan Tuhannya, bukan harus dipaksakan.
    Nyatanya apa yang terjadi. Kebut-kebutan, ugal-ugalan, merasa kuat karena berombongan. RIA RIA RIA, munafik itulah sebutannya.

  15. 15 orang gila 28 November 2007 at 14:11

    maaf mas sebelumnya, komentar mas bagus deh, semoga ntar dapat balasan yang sangat setimpal, silahkan hujat habis-habisan martapura dan santri-santrinya sampai mas puas. terima kasih atas saran dan kritiknya buat martapura.

  16. 16 syaipullah 11 December 2007 at 23:55

    anda sendiri mendengar pengajian guru sekumpul gak???? bisanya cuma komentari orang, tp anda sendiri tidak mengambil keberkahan dari guru sekumpul. Hati-hati sifat munafiq bersarang di hati anda. Nauzubillah

  17. 17 Neo Fortynine 12 December 2007 at 17:00

    @rahmat: Maksudnya yang kebut kebutan itu para munafik?

    @orang gila: Anda mengomentari komentarnya Rahmat?

    @syaipullah: Berkah? orangnya sudah mati apa yang diambil? Waktu masih hidup? berkah yang jelas tidak datang dari beliau saja.

  18. 18 hadam 4 March 2008 at 04:04

    maju terus orang2 gila ………………………….

    bicarakan kekesalanmu…….

    pajang gambarmu………

    biar loe nanti gua timpuk pake batu

    hahahhahhaha

  19. 19 hadam 4 March 2008 at 04:04

    bicara kasar……..

    balas kasar…….

  20. 20 taufik79 10 March 2008 at 20:35

    kembali ke hati nurani masing-masing, gak usah ngeributin orang… kita sendiri penuh dgn dosa dan kekhilafan. mari sama-sama introspeksi diri… jgn cari kesalahan orang, mari saling menasehati dlm kebaikan. itu saja…

  21. 21 Hip hip 22 June 2008 at 05:05

    Jgn pina musti,,, santai ja muha nya kayak di pantai,,,

  22. 22 ipoh 7 July 2008 at 13:49

    gak usah ngeributin orang……….fikir saja diri sendiri yang masih banyak kurang, siapa tahu jadi makhluk tuhan yg paling laknat

  23. 23 Pakacil 17 July 2008 at 02:00

    hihihi… ini memang kejadian riil beberapa waktu silam. Untungnya sekarang tidak lagi.
    PERHATIAN, kalau tidak ada yang mengerti, maksud UNTUNGNYA itu adalah untung tidak ada lagi yang kebut-kebutan ga jelas. Soalnya dari beberapa komen sebelumnya ada saja yg salah mengerti substansi tulisan di atas.😉

  24. 24 aboy 20 July 2008 at 17:26

    ya begitulah keadaannya,lha wong banyak orang coba,gak semuanyakan kayak malaekat,gitu aja kok repot

  25. 25 M.isnaini 22 July 2008 at 11:37

    maaf mas ,,,

    jgn selalu marah2 ke orang laen donk mas,,,
    jgn selalu mengoreksi orang laen,,,
    koreksi diri sendiri itu lebih baek dari pada mengoreksi diri orang laen,,,

    mas hanya mengoreksi mereka2 yg memakai jalan raya yg kurang beraturan,,,
    tapi mas ga pernah mengoreksi pejabat2 yg memakai uang negara yg ga beraturan…

    itu aja ya mas….
    mas lebih baek mendoakan orang laen yg berbuat salah supaya dia menjadi baek,,,dari pada selalu mengoreksi kesalahan orang laen,,,akhir nya lupa deh pada kesalahan diri sendiri…karena sibuk mencela orang laen……….

  26. 26 Mr. Fortynine 23 July 2008 at 01:22

    @Pakacil: Bagi saya masalahnya adalah ketika manusia manusia yang berpakaian ala ahli surga yang justru berperilaku seperti setan neraka

    @M.isnaini:

    jgn selalu marah2 ke orang laen donk mas,,,

    Siapa yang marah?

    jgn selalu mengoreksi orang laen,,,
    koreksi diri sendiri itu lebih baek dari pada mengoreksi diri orang laen,,,

    Ngapain mengoreksi diri sendiri? Ya jelas ga dapat salahnya dong. Yang mau dapat salahnya kan adalah ketika mengoreksi orang lain

    mas hanya mengoreksi mereka2 yg memakai jalan raya yg kurang beraturan,,,
    tapi mas ga pernah mengoreksi pejabat2 yg memakai uang negara yg ga beraturan…

    Ketahuan ga baca semua postingan saya. Silakan liat di sini

    Mendoakan orang lain? Mendoakan diri sendiri saja jarang mau mendoakan orang lain?
    Lupa kesalahan sendiri? Wajar dong. Yang ga wajar adalah lupa kesalahan orang lain

  27. 27 M.isnaini 23 July 2008 at 13:02

    @ Mr. Fortynine:

    —-Ngapain mengoreksi diri sendiri? Ya jelas ga dapat salahnya dong. Yang mau dapat salahnya kan adalah ketika mengoreksi orang lain<<====nah ini jawaban orang yg merasa diri nya benar padahal di dirinya bgt banyak kesalahan…sadar mas…

    —-Mendoakan orang lain? Mendoakan diri sendiri saja jarang mau mendoakan orang lain?<<===nah ketahuan neh orang yg jarang beribadah makanya jarang berdoa…..bisa nya cuman mengkritik orang yg beribadah…..

    —-Lupa kesalahan sendiri? Wajar dong. Yang ga wajar adalah lupa kesalahan orang lain<<<<<====mas yg ga wajar itu selalu melihat kesalahan orang padahal kesalahan sampean mungkin lebih banyak dari pada orang itu…..

    —Inilah tanda2 penyakit hati mas,,, iri dengki itu penyakit hati….

  28. 28 Mr. Fortynine 23 July 2008 at 16:35

    He he. Inilah tanda perdebatan tidak sehat. bukannya berargumen tentang artikelnya. Malahan sibuk menceramahi penulisnya. Khas sekali seperti para pemuka agama yang sering mengkavling kavling surga dan neraka buat si anu dan si anu. Padahal, siapa yang bisa jamin orang A bakalan masuk surga? He he he….

  29. 29 M.isnaini 23 July 2008 at 20:35

    —Ini bkn perdebatan,,,saya cuman menyarankan sebelum kita melihat kejelekan orang laen ga ada salahnya kan kalo kita intropeksi diri kita…..
    supaya tdk menimbulkan gibah atow membicarakan kejelekan orang laen….dan saya bkn tdk mau berargumen tentang artikel diatas tetapi saya sadar kalo saya berargumen berarti saya menjelekan orang blom tentu diri saya sebagus orang yg saya jelekan itu…..

    —Saya bkn menceramahin penulisnya tapi hanya sekedar memberi masukan saja….

    —Para pemuka agama tdk pernah mengkavling kaplingkan surga dan neraka buat si A atow si B,, cuman pemuka agama menyampaikan ilmu yg dia tau,,,dan mereka pasti bilang siapa yg berbuat ta’at akan masuk kesurga dan siapa berbuat maksiat akan masuk neraka karena itu janji Alloh…

    —siapa pun tdk kuasa menjamin seseorang masuk kesurga atow keneraka,,,, mereka kan hanya menyampaikan janji Alloh td….hehehehe…..

  30. 30 fahri 4 August 2008 at 13:47

    orang lain adalh cermin bagi diri kita, jadi…apa yg anda lihat pada cermin? kebaikan atau keburukan…itulah refleksi diri kita…

  31. 31 ryan 23 August 2008 at 10:22

    Mr. Fortynine

    April 16, 2008 at 11:36 pm

    Wow… itu acara masuk ke Indonesia ga ya??

    maaf saya menemukan coment ada di situs

    http://beritaheboh.wordpress.com/

    suka porno2 jg ya bro……

    kikikikikikiki…………..

  32. 32 an_chay 11 October 2008 at 11:02

    amun handak baulah artikel tu nang jangan bahubungan lawan agama pang, amun asa jagau juwa batampai muha, kurinah kita bakalahian aja

  33. 33 rafi 4 January 2009 at 22:26

    beeeeeeh hyr aj 49 bpender! bahari2 SUNYI!
    dasr kd ktuju k pgajian juaaaaa!
    amun makanany behiri, tahiy gen hiri jua!
    mun rs bujur jua opini, krim ke surat kabar ne postingan! wani kah?
    dasar kd ktuju lwn Alm. Guru jua neh? lalu ap ja pina handak mhuuuuuuuujat org trussss! klo ktulahan lwn org shalih,,,,
    hormati Nang ae, yg Ahli Wilayah! hdup pina nyaman klo dirojong Tuhan banar ae

    tuh….. an_chay mbawai bdapat!!!! datangi! ya klo Chay?
    he…he…he…!
    beralaaaaan qt brataaan lah!?

  34. 34 utuhlungur 24 February 2009 at 11:13

    saya sering ketemu org yg suka ngomong kaya penulis…pintar si orgnya bisa buat skripsi dalam dua bhs arab and inggris…tapi karna ngomongnya sering kek gituan ketulahn mungkin yah…kuliah ga tamat trus kena kasus hamiln anak org ,,,plus bnyak punya utang ga d bayar2.. asli gila dah..mudah2 gua yah

  35. 35 Edy 23 August 2009 at 20:36

    Maaf dosa oknum jgn kmu samakn dgn org yg memang utk beribadah jd pndangan anda sngt keliru tlg otak kamu dicuci

  36. 36 Orang Awam 6 December 2009 at 16:04

    hahahahaha
    ini sama halnya dengan anak2 sekolah yg tawuran?? mereka berpakaian seperti halnya orang berpendidikan….. tp kelakuannya beringas….

    “Inikah yang kalian sebut pelajar berpendidikan??”

    Yang saya tau…
    sesama muslim itu adalah cerminan kita…
    kalo kita liat ada kejelekan didiri saudara semuslim …. boleh jd kita yg jelek…. “ciri kita ditegur oleh Tuhan & dsuruh koreksi diri”

    apabila kita liat kebaikan didiri saudara semuslim…. itulah kebaikan Allah Ta’ala….

    pakaian hanyalah sekedar pakaian…….

    yaaaaahh namanya juga sebagian oknum….. apakah semua yg menuntut ilmu dsana orang alim??? tidak kn mas??
    banyak orang2 awam yg ingin belajar disana……. orang yg masih bebal ingin berubah n menuntut ilmu disana……

    “Marilah kita koreksi diri masing2…”

    salam dari orang awam buat orang pintar…. =)

  37. 37 Agus Tanbu 27 March 2010 at 19:52

    Benar.. Kt msh bljr tuk mempraktiknx, manusia tmptx slah… Kesempurnaan hny mlk Dia… Brsyukurlah kt tdk membnci dg hati pd seorg wali…yg sgt dkt dg Tuhan… Hadir sbtr duduk slma sepecahan telur stlh itu perg sgt besar phlax….

  38. 38 gogo 7 June 2012 at 03:40

    mantap…..saya suka sama tulisan ini,jujur,lugas,tegas….. klo memang yg seperti itu terjadi y silahkan az d ungkapkan,yg merasa y silahkan introspeksi…. n yg coment jgn kolot,jgn juga comment ngajak bdapatan hndak rusuh,kayak kampungan banar….. catatan buat penulis:terima konsekwensi n harus paham bahwa tulisan yg membawa suatu/sebuah agama itu memiliki potensi kerawanan…

  39. 39 hamba yang hina 12 August 2012 at 23:20

    Eh penulis nang cerdas ., ‘ ku saran akan qm jadi TUHAN aj sudah ., hanyar sembah diri ikam sorang
    Kd usah m’urusi orang ,.

  40. 40 Brondong 2 November 2012 at 15:55

    Penulisnya Bego….
    permasalahannya adalah Macetnya jalanan dikarenakan mereka yang memenuhi ruang jalan..

    itu HAK mereka, karena mereka juga membayar pajak kepada negara, memang pengendara lain juga memiliki HAK, tapi seharusnya mereka termaksud kamu memakluminya sebab jumlah Jamaah bukan ratusan, tetapi Ribuan.. apa mungkin pihak kepolisian memperhatikan satu persatu? seharunya kau memaklumi, dari Tulisanmu juga saya dapat menyimpulkan bahwa kamu beranggapan bahwa umat islam itu seenaknya saja, kalau kamu mau frontal terhadap masalah jalanan, tidak seharusnya membawa nama Guru Sekumpul dan jamaahnya

  41. 41 ANJANK 8 April 2013 at 01:01

    JALANAN MEMANG DIPERUNTUKAN BAGI PENGGUNA JALAN, SIAPAPUN YANG INGIN BERJALAN……….2 JALAN SAMA SAMA PADAT,…….2 JALUR SAMA SAMA PADAT………SURGA DAN NERAKA JUGA SAMA SAMA PADAT……JALAN MANAKAH YANG ANDA PILIH……??????????????

  42. 42 ludi zaki 30 August 2016 at 15:57

    trs sekarang sang guru sekumpul sudah wafat pada ngaji dimana tuh? saya 2 tahun di banjarmasin..banyak sekali foto guru sekumpul dipajang di rumah makan. alasannya agar laris dan berkah.

    istighfar pak. keberkahan rejeki cuma Allah yg bisa kasih. orang saleh ga bisa ngasih, apalagi cuma fotonya.


  1. 1 Salafy Bikin Ulah Lagi. Dan Kali Ini saya Tidak Boleh Diam™ « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 26 April 2007 at 10:49
  2. 2 Agama, Islam, dan Kesamaannya Dengan Komunisme « Generasi Biru Trackback on 6 December 2007 at 16:47
  3. 3 Tentang….. « Generasi Biru Trackback on 27 April 2009 at 17:56
  4. 4 Salafy Bikin Ulah Lagi. Dan Kali Ini Saya Tidak Boleh Diam | Inilah-Salafi-Takfiri.com Trackback on 7 November 2013 at 00:26

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: