Hanya Teguran (Jangan Dianggap Serius)

Jelas Kasar!!!Kayanya Kasar : Manusia macam apa orang ini?!!!! Ngakunya Islam, ngakunya beragama, ngakunya alim, tapi ga mau ditegur!!!. Emangnya siapa dia? Manusia sempurna yang ngga punya salah? Sampai sampai tidak mau menerima kritikan!

Terdengar Sopan : Astagfirullah, semoga Allah melimpahkan hidayah Nya pada manusia yang satu ini, semoga Allah membukakan pintu hatinya agar tidak diselimuti oleh nafsu. Di tegur (ditanya’i) secara baik baik, dia malah menutup telinga dan mata batinnya (memproteksi tulisannya).

Diam adalah hikmah. Sedikit sekali orang-orang yang mampu menahan lisannya untuk berbicara, padahal dia tidak mempunyai ilmunya”. Itulah sebagian tulisan dari salah satu artikel yang tertulis di blognya Antosalafy, yang di garis bawah juga merupakan judul utama dari artikel yang saat ini tidak ada gunanya untuk saya proteksi link.

Setau saya, Mister Fortynine adalah the last man who gave comment. Dan berdasarkan sms dari seorang saudara tua yaitu Amd, saya mengetahui bahwasanya artikel itu telah dihapus (sampai saat itu saya belum sempat menengok apa yang terjadi di sana). Untuk lebih jelasnya saya cantumkan dulu isi pesan singkatnya: “Kam komen apa? di blognya antosalafy sampai di hapus?#%#%#%#%# (*berhubung terlalu anarkis narsis, kelanjutan isi pesannya saya sensor*)”.

Maka saya mengira, yang dihapus adalah komentar saya, dan dalam hati saya pun bertanya tanya dengan segenap kemampuan saya. Bunyi pertanyaannya adalah seperti ini: (‘Kayapa caranya Amet tahu aku bekomentar lalu dihapus? Pakai apalah? Apa karna sudah sawat tebaca di GreatNews? Atau kiyapa?). Makanya saya pun menyiapkan pembelaan diri penjelasan dengan menulis artikel ini. Dalam artikel itu saya kira visi dan misi yang ingin saya sampaikan sudah jelas.

Ternyata, yang dihapus, atau mungkin lebih tepatnya diproteksi adalah artikelnya. Maka, atas ketidak”gentle”an nya, dengan cara yang bukan lagi menghapus komen, melainkan sampai menutup akses ke artikel (artikel itu sudah dipublikasikan, dan bahkan di komentari. Sekarang apa bedanya anda dengan rezim orba yang membredel majalah yang bersinggungan dengan idealisme orba?). Sekarang saya ingin menawarkan dua hal pada oknum yang bersangkutan. Pertama, dari dua paragraf paling atas, yang mana yang lebih anda pilih?. Kedua, teguran atau lebih tepatnya gaya bahasa mana yang akan anda pilih untuk tulisan saya yang akan saya lanjutkan? Yang kasar sekasar kasarnya, atau yang baik, ramah dan sopan?

Mungkin sebaiknya saya cantumkan dulu apa yang saya tuliskan di kolom komentar milik antosalafy. “Kalau memang diam adalah hikmah, maka berhenti saja ngeblog. Karena berhenti ngeblog adalah diam, dan diam adalah hikmah”. (tidak sama persis, berhubung saya sudah lupa. Tapi sudah saya usahakan semirip mungkin)

Menurut saya pribadi, itu bukan teguran, melainkan saran. Seperti misalnya ada kalimat “Naik Motor itu Berbahaya!.”, maka respon yang berbentuk teguran adalah ‘jangan naik motor, bahaya tau!’, atau ‘awas, dilarang menggunakan motor karena berbahaya’. Sementara yang berbentuk saran adalah ‘apakah kamu tau bahwa naik motor bahaya? Kalau masih nekat naik motor, maka kamu akan tanggung sendiri nanti akibatnya’, atau seperti ini ‘kalau memang naik motor itu berbahaya, maka naik mobil saja, karena naik mobil sama dengan tidak naik motor, dan tidak naik motor sama dengan tidak bahaya’.

(*Aduh cape ngejelasinnya, sebentar mau coffe break dulu, setelah itu nulisnya dilanjutkan*)

(*Bikin kopi udah, minum kopi udah, sekarang mau lanjutin nulis*)

Sebelum saya memulai untuk menegur, saya berikan dulu alasan utama mengapa saya harus menegur anda. Bahwasanya adalah karena sesama Muslim itu harus saling bantu membantu, saling tolong menolong. Dan menegur itu merupakan bagian dari pertolongan. Apabila anda merasa tersinggung atau merasa tidak layak untuk di tegur oleh orang seperti saya, maka: Saya janji, setelah artikel ini sebisa mungkin saya akan menghindari kontak komen dengan anda. Oke? Ini dia makiannya tegurannya

*Hey bangsat! Hey Kafir™!. Sungguh terkutuklah dirimu, orang yang tidak tembus secuilpun cahaya kebenaran dan kebaikan dalam hatinya. Diberikan pencerahan, malah ditolak mentah mentah. Sungguh siksa neraka sudah menunggumu, sungguh! Bahkan bau wangi surga pun takkan tercium oleh orang seperti kamu.

*Masih ada yang merasa bahwa dirinya paling benar dan anti teguran, sama persis dengan presiden Suharto kedua R.I yang menggunakan berbagai cara untuk membungkam musuh musuh politik dan musuh musuh ideologinya. Atau seperti raja yang menggunakan kekuasaan absolutnya untuk menindas rakyatnya. Bagaikan seorang raja yang menggunakan tahta dan kilauan makhkota rajanya untuk menikahi mengawini paksa rakyat jelata seenak alat vitalnya.

*Mas Anto yang baik, mengapa anda menutup tulisan itu? Tulisan anda amatlah baik, menjadi pencerahan bagi joesatch dan wadehel mereka. Saya yakin sebenarnya mereka juga kepikiran, dan sedang berfikir untuk bertaubat. Anda sudah berdakwah dengan bagus sekali. Teruskan perjuangan anda, tapi seorang pejuang yang baik bukan sorang pejuang yang buta mata hatinya bukan?

*Mas Anto. Nabi Muhammad Rasulullah SAW saja pernah ditegur oleh Allah yang Maha Benar, padahal beliau sendiri adalah manusia paling mulia di dunia ini. Sehingga, tidaklah pantas seorang umat yang tidak lepas dari salah dan dosa seperti kita ini menutup telinga, mata dan hati kita dari perbaikan yang disampaikan oleh saudaranya.

Pas, 2 sama. Mana yang mau anda terima? Mana yang paling anda suka’i? Yang dua terbawah? Atau yang dua teratas? Sebenarnya bisa lebih kasar dan menyengat dari itu!!. Yang mana yang menurut anda merupakan cara terbaik dalam menegur secara tertulis?

Kumpulan phrase yang telah membentuk kalimat kalimat mana saja yang sangat menyenangkan buat anda? Yang mana saja yang menurut anda merupakan kumpulan kata kata yang membentuk phrase yang menyejukkan? Kumpulan morpheme mana saja yang menurut anda merupakan kumpulan kata kata terbaik?

Silakan pilih sendiri, saya sudah menyelesaikan tugas saya sebagai Muslim, yaitu membantu saudaranya dalam berfikir dan bertindak. Meski sebenarnya, kalau menggunakan teori untung rugi, adalah kerugian besar buat saya untuk menulis ini, bahkan besar sekali kemungkinan bahwasanya akan berdatangan komentar yang mengatakan bahwa saya merupakan orang yang kasar dalam bertindak dan menulis. Biar saja. Karena sekarang saya sudah lega, telah menjalankan sikap seorang saudara (seagama) kepada saudaranya. Assalamualaikum Warohmatullohiwabarokatuh.

Untuk seluruh pembaca yang ingin berkomentar!. Sebelum berkomentar, harap baca dan pertimbangkan ini baik baik :

Silakan protes, tapi gunakan bahasa yang sopan intelek dan mencerminkan bahwa isi otak anda bukan sebesar batu kerikil atau sebesar sebiji kacang ijo. Minimal tidak menggunakan dan memasukkan binatang peliharaan menjadi kata kata makian. Tapi gunakanlah kata kata macam: setan! bedebah! iblis! sialan! kurang ajar!. Kalau memang harus memaki dan tidak dapat lagi menahan diri untuk mengeluarkan sumpah serapah, gunakan saja makian dan sumpah serapah macam : Bagus Sekali! Hebat, Anda memang Jenius, atau Ganteng Banget Sih Kamu. Atau sekalian saja berkomentar yang lucu dan konyol!!!!.

10 Responses to “Hanya Teguran (Jangan Dianggap Serius)”


  1. 1 Luthfi 1 April 2007 at 07:25

    pertamax!!!!!!

    *kalem*

  2. 2 Mr. Geddoe 1 April 2007 at 10:08

    Masih sepi, ya… Wah, menunggu respon yang lainnya sajalah…

  3. 3 Lita 1 April 2007 at 12:41

    Saya melihara nyamuk. Saya malah ndak melihara anjing. Jadi gimana dong?
    Mending sekalian ndak usah menjuluki apa-apa saja, ya? Sapa saja namanya langsung. Aman. Hehehe…

  4. 4 Death Berry 2 April 2007 at 17:27

    ‘Kan orang yang menggunakan emosi untuk nge-blog adalah orang gagal…😀

  5. 5 Fourtynine 3 April 2007 at 18:35

    @Deathberry
    Saya ga emosi ko mas…bener deh.
    (*mikir*) yang emosi siapa ya?

  6. 6 gessh 1 June 2007 at 17:10

    postingan 2 bln lalu hmm…(ud basi kali yah komen saya?)…tapi gimana lagi, saya disini mau curhat! orang kek mereka itu_antosalafy_(sekumpulan orang yg menganggap-diri-sendiri-paling-benar) harusnya dibredel aja, gak jauh beda sama anak TK (kalo ditegur “keras” dikit sama ortunya langsung mewek ato ngambek) komen saya juga nggak ditampilkan disana, seenak udel delete komen. mending gak usah punya blog ajalah orang2 kek mereka itu.

    *tarik nafas panjang..fiuuh

  7. 7 Fourtynine 2 June 2007 at 11:40

    @Gessh
    ga papa, belum basi ko.

    Memang mereka paranoid, ga berani di kritik.

  8. 8 Mrs. Neo Forty-Nine 27 July 2007 at 18:27

    Astaga…

    entry ini ditulis tepat pada ulang tahunku!


  1. 1 Antosalafy & Antobilang « a n t o b i l a n g Trackback on 2 April 2007 at 23:09
  2. 2 Otak, Akal dan Hati « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 25 April 2007 at 20:07

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: