Tolong Baca Dengan Otak. Bukan Dengan Hati

Anda tau hutan? Tau definisi hutan? Yang belum tau silakan cari sendiri. Masa saya yang harus menuliskan dan menjabarkannya? Apalagi saya lagi sibuk, sibuk mau bercerita. Cerita tentang hutan bernama Endonesia. Endonesia lho? Ingat Endonesia, bukan Indonesia. Jadi, begini ceritanya………..

Tersebutlah sebuah hutan bernama Endonesia, letaknya masih berda dalam bumi yang semakin panas (global heating) ini, lokasi persisinya bisa dicari sendiri sampai mampus di peta atau lewat Google Earth. Dan dijamin anda tidak akan menemukannya. Luasnya sepadan dengan jarak tempuh dari Eropa Barat sampai Eropa Timur, ditempuh dengan berjalan kaki. Hutan ini dipimpin oleh seekor singa, ya jelas singa. Raja hutan kan singa? Nah singa ini punya nama, namanya Susilo Bambang Yudhoyono Singa Bertaring Yang-ompong.

Sesuai namanya, singa si raja Hutan Endonesia ini punya taring, tapi taringnya sebenarnya ompong, sudah rontok karena si singa suka makan daging babi yang haram alot, serta mengandung banyak cacing dan benalu yang bisa merusak kesehatan dan merontokkan giginya. Tapi si singa ini masih punya taring palsu alias taring plastik, sehingga tampak luar, si singa masih terlihat bertaring. Meski cuma taring plastik.

Si singa punya wakil, yang setiap saat bisa menggantikan si singa untuk mengambil kebijaksanaan, bahkan wakilnya ini seringkali bertindak mendahului si singa. Wakilnya ini namanya Jerapah Kuda. Begini lho, kenapa di sebut seperti itu? Ini memang makhluk baru, bukan hasil kloning atau rekayasa genetika. Tapi makhluk yang hanya bisa anda temukan di Endonesia. Gabungan antara jerapah dengan kuda. Ciri cirinya adalah sama seperti jerapah, bacotnya lehernya panjang, tapi kebetulan punya kaki yang kokoh kaya kuda, dan mampu berlari dengan cepat. Plus punya banyak harta nafas panjang.

Hutan Endonesia itu sebenarnya adalah hutan yang subur, berbagai hasil alam baik yang dapat diperbaharui seperti misalnya tai kebo dan ta’i kiuda yang diproduksi oleh hutan Endonesia, sampai yang tidak dapat diperbaharui seperti misalnya batu kerikil dan batu koral, hanya saja batu batu itu sudah dimakan rayap, karena rayap di hutan Endonesia makannya bukan lagi kayu. Melainkan benda benda hasil alam seperti minyak bumi, batubara,emas,timah dan lain sebagainya

Suatu hari, terjadilah keributan di daerah perbatasan antara Endonesia dengan Malaya, hutan tetangga yang kebetulan persis berbatasan dengan hutan Endonesia. Para rajawali rajawali dan buaya buaya dari hutan tetangga telah meneror Endonesia dengan mencaploki ikan ikan yang berada di sungai yang ada di Endonesia. Maka para penjaga perbatasan, yaitu para macan tutul dan dan ksatria ksatria di perairan Endonesia yaitu baracuda pun lapor kepada kepala keamanan. Kepala keamanan di daerah perbatasan adalah macan yang paling kuat dari semua jenis macan yang ada di hutan Endonesia. Dan ia pun lapor pada singa.

“Nga, maksud saya lapor baginda, pengacau bertulisan kotor pengacau dari negara tetangga sudah berdatangan. Mencaploki ikan ikan kita, apa yang harus kita lakukan baginda?”

Baginda pun menjawab…………………………………… “sebentar saya pikir dulu”

(*mode mikir ON*)

(*masih mikir*)

(*masih mikir*)

(*masih mikir*)

(*masih mikir*)

“Ah yaa, saya dapat ide!”

“Ide apa wahai baginda raja singa?”

“Saya akan keluar hutan, mencari inspirasi, dan mencari simpati dari hutan hutan lain”

Maka , macan pun hanya bisa menunggu, duduk manis dan hanya menyaksikan tanpa bisa berbuat apa apa saat kedaulatan hutannya diobok oleh binatang binatang dari hutan tetangga.

Diluar sana, keadaannya adalah : rakyat hutan Endonesia sudah pada gerah, menunggu titah sang baginda. Mereka sebenarnya sudah siap perang, meski ada juga yang siap kabur dan menyiapkan alasan untuk tidak ikut perang. seperti bekicot dan kura kura yang sudah siap dengan alasan kecepatan mereka tidak memadai, begitu pula dengan cacing dan tikus yang sesegera mungkin menggali lobang untuk sembunyi.

Berbagai fikiran timbul didalam otak masing masing binatang penghuni hutan Endonesia, seperti isalnya: “Apakah akan diusir dengan kekerasan saja para makhluk makhluk jahanam dari negeri tetangga itu. Apakah langsung di serbu saja yang namanya hutan Malaya itu. Ataukah sebaiknya Endonesia menyerah saja, dan mengabungkan diri saja dengan Malaya?”

Letih menunggu titah singa, yang tak kunjung datang dari perjalanan mencari inspirasinya maka macan pun lapor pada wakil raja.

“Jerapah! Bagaimana ini? Bangsat Binatang binatang dari hutan sebelah telah mengobok obok daerah kekuasaan kita, bagaimana nih?”

“Begini……..damai saja, sesama binatang dilarang saling memakan”

“Ga bisa dong! Ini harga diri binatang kita yang diinjak injak! Bukan sekedar batas batas hutan!”

“Kalau begitu, kirim saja ikan ikan kita ke sana, biar jadi ikan pekerja disana. Dengan demikian mereka ga akan mencaplok ikan ikan kita lagi, dan saya bisa mengumbar ringkikan saya lebih nyaring dalam hutan Endonesia, ga perlu saya meringkik ringkik mengusir dan mengurusi hutan Malaya.”

“Bukannya selama ini kita sudah kirim, tetap saja mereka mnegganggu kita? gimana dong?”

Kirim aja lagi, gitu aja kok repot, Sudah bubar semua sana. Saya masih pusing, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan

Dan macan pun hanya bisa pulang dengan cakar hampa…………sambil menunggu komando tempur,meski tidak tau apa yang ditunggu dan berharap ikan ikan itu tidak habis dicaplok semuanya oleh buaya dan rajawali dari hutan sebelah.

11 Responses to “Tolong Baca Dengan Otak. Bukan Dengan Hati”


  1. 1 deKing 3 April 2007 at 22:11

    Lho singanya kemana nich? Apakah si singa terus2an hanya melakukan safari alias kunjungan persahabatan ke hutan2 tetangga? Siapa yg membiayai perjalanan si singa itu?😀
    BTW rajanya singa ya? Jadinya Raja Singa donk…kayak nama penyakit saja😀

  2. 2 Arief Fajar Nursyamsu 4 April 2007 at 10:58

    @ Deking..
    Bukan Si Singa Raja ya?

  3. 3 joerig 4 April 2007 at 11:41

    Macan kan di atas punya bawahan yaitu para macan tutul dan para baracuda … harusnya macan itu menerbitkan komando tempur sendiri, jadi para bawahannya bisa langsung bertindak di bawah wewenang si macan itu….

    Mungkin harus meniru hutan tetangga lain…misalnya hutan tailan….

  4. 4 Fourtynine 4 April 2007 at 21:04

    @DeKing
    Nda tau tuh, singanya sibuk kali.
    @Joerig
    Komandonya harus nunggu singa, makanya plaga plogo aje disana

  5. 5 joerig 5 April 2007 at 11:59

    betul itu mas …. tapi seperti yg saya katakan di atas, mungkin bisa dicoba meniru hutan tailan, yaitu coup de tat …😀

    oh iya … mas farid asik dalam mengungkapkan apa yg terjadi di “hutan endonesia”.. salut …

  6. 6 Fourtynine 5 April 2007 at 15:36

    @Joerig
    Makasih. Haruskah Coup d’Etat lagi? Ntar yang jadi korban rakyat lagi. Banyak pertumpahan darah lagi.

  7. 7 klikharry 11 April 2007 at 17:45

    wakakaakka..
    dongeng ini boleh untuk anak kecil gak?

  8. 8 Fourtynine 12 April 2007 at 14:58

    @Klikharry
    Boleh Banget!


  1. 1 Otak, Akal dan Hati « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 25 April 2007 at 20:05
  2. 2 Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan? « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 10 May 2007 at 18:19
  3. 3 Sam, Mikail, Ali, dan Chanu « Parking Area Trackback on 24 June 2007 at 18:19

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: