Seniorku, Yang Senior IPDN Ga Bisa Lakukan

Dalam suatu organisasi pecinta alam, sangatlah lazim terjadi istilah senior junior. Senior adalah yang lebih tua secara oganisasi, meski kadang tak lebih tua secara KTP. Senior adalah yang duluan masuk organisasi, junior yang belakangan. Di organisasi IMPAS-B (dan mungkin juga di organisasi Pecinta Alam lainnya), ada istilah Apor, Angkatan Pelopor. Mereka ini adalah yang paling duluan mendirikan organisasi Pecinta Alam dimana saya tergabung sekarang. Ada 4 Apor IMPAS-B, tiga diantaranya bisa dibilang non aktif kerana berada diluar Kalsel, dan ada yang sudah berkeluarga.

Berempat, mereka dulu mendirikan IMPAS-B, tak heran jika no. Anggotanya pun berurutan 001-004, anehnya, mereka sendiri kadang kadang tidak ingat siapa yang 004, siapa yang 001. Tapi itu bukan masalah. Dari empat orang nenek moyang IMPAS-B, yang pernah saya temui secara langsung cuma tiga orang. Yang satu lagi sekarang tinggalnya dimana pun kami tidak tau. Dari 3 lagi, yang paling sering saya temui adalah Bang Asep.Sudah bertahun tahun, bahkan semenjak saya belum jadi anggota pecinta alam, saya sudah kenal dengan beliau yang satu ini.

Perkiraan saya dulu, seorang senior yang paling senior macam Bang Asep ini, tidak akan mau bertegur sapa dengan juniornya kalau tidak dipanggil Abang atau Kakak. Juga suka memerintah juniornya. Kalau ada kegiatan lapangan macam Latihan Dasar, biasanya para senior ini sukanya memerintah dan menghukum juniornya. Kalau lagi camping, akan menyuruh juniornya memasak air dan membuatkan kopi, mencari kayu buat bahan bakar, dan memasak sehingga senior tinggal makan.

Namun semuanya itu mentah…..tak pernah semuanya terjadi, senior saya yang satu ini benar benar beda rupaya, tak pernah saya dihukum karena tidak membuatkan api, yang ada justru beliaulah yang mencari kayu dan membuat api. Tak pernah saya dihukum karena tidak memasak untuk beliau waktu camping, malahan beliaunya yang suka memasak.

Dan yang paling saya kagumi adalah, ketidak sukaannya untuk menjadi lebih tua saat bergaul. Maksudnya beliau ini suka melebur bersama adik adiknya ini. Beliau tidak suka adik adiknya merasa kaku atau canggung kalau sedang berbicara dengan beliau, tidak suka kalau adik adiknya diam karena tidak berani mengemukakan pendapat. Atau diam karena menganggap ucapannya sebagai senior adalah yang paling benar.

Beliau tidak suka adik adiknya mengiyakan semua pendapatnya tanpa peduli benar atau salahnya, namun yang beliau sukai adalah pertukaran pendapat, meski memang biasanya beliaulah yang ujung ujungnya memberi saran dan kesimpulan karena memang jauh lebih berpengalaman daripada kami. Tidak pernah juga memperdulikan adik adiknya memanggil namanya tanpa panggilan Abang atau Kakak (Kecuali dalam acara resmi macam Latdas).

Namun dari sikap sikap beliau itulah, saat camping, tak perlu beliau bergerak, saya sudah patahkan ranting dan kayu kering duluan. Dengan inisiatif sendiri justru kami memasak dan beliau tinggal menunggu hasil masakan adik adiknya. Tanpa diberi saran atau disuruh suruh, kami berusaha sendiri sampai akhirnya menemukan kebuntuan barulah kami bertanya pendapat dan masukan beliau.

Seandainya, semua senior saya seperti itu, betapa indahnya hubungan kami dalam organisasi, betapa ramainya suasana saat kami camping. Tak perlu ada kata “aku ini senior kamu, masa harus disuruh nyari kayu”. Atau kata “kamu itu juniorku, tau diri dong, masak sana! Sudah lapar nich”. Atau hukuman macam “ayo push up, kalian sudah terlambat menyediakan kopi buat senior”.

Ah, kalau saja semua sifat dan sikap senior seperti Bang Asep, mungkin pelajar IPDN tidak perlu mampus. Kalau saja para senior almarhum Cliff memiliki kesadaran seperti Bang Asep, mungkin seorang ibu tak perlu menangisi makam anaknya. Kalau saja anak anak tingkat atas IPDN memperlakukan juniornya dengan cara seperti Bang Asep……..mungkin IPDN tidak perlu dibubarken!

8 Responses to “Seniorku, Yang Senior IPDN Ga Bisa Lakukan”


  1. 1 Evy 24 April 2007 at 23:32

    waah seniormu suruh ngajar IPDN aja Farid…, btw..btw..udah sembuh neeh, iya kamu spt Indian yang main film itu lho… banyak fans mustinya…hehehe

  2. 2 Luthfi 25 April 2007 at 07:29

    itu biar kang asep kliatan muda *su’udon*

  3. 3 Fourtynine 25 April 2007 at 20:13

    @Bu Evy
    Memang banyak fans, dan banyak yang kecewa karena taunya saya udah punya mantan pacar

    @Lutfi
    Kang Asep memang awet muda

  4. 4 bornean 14 July 2008 at 20:16

    mun baik bnr, jdkan pacar ja wal ai…
    kypa kbr senior kam yg saraf tu wahini? stay crazy lah?

  5. 5 BoLaNk 30 August 2008 at 14:22

    IKUt MAPALA Lwt sini bsa ga,,????


  1. 1 Bercinta Dengan Saudara Sendiri « Parking Area Trackback on 2 July 2007 at 20:55
  2. 2 Let’s Make a Night to Remember « Parking Area Trackback on 29 July 2007 at 23:02
  3. 3 Banjarmasin dan Warna Warninya « Generasi Biru Trackback on 6 December 2007 at 16:45

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: