Pendidikan Memang Harus Mahal Dan Merepotkan

Sial, sial sial. Keduluan sama Antosalafybilang dan Pramur (yang ga disebut tolong jangan tersinggung). Niatnya, saya memang mau menulis tentang pendidikan, soalnya saya lulusan FKIP yang orientasinya adalah pendidikan. Namun, berhubung kena kanker dan lagi disibukkan dengan Winning Eleven dan Grand Theft Auto San Andreas, maka tulisan yang amatlah mulia dan suci ini harus tertunda.

Pendidikan, satu kata yang akrab terdengar ditelinga saya, lima tahun pula hampir setiap hari saya menulis dan melihat tulisan Pendidikan. Menulis saat mengisi lembar jawaban, melihat saat melintasi plang butut FKIP UNLAM Banjarmasin. Sementara kalau diakitkan dengan judul diatas, harga pendidikan saya selama lima tahun adalah 10 x 325.000 Gulden = hitung sendiri.

Pendidikan memang harus mahal dan merepotkan. Kenapa?

Pertama. Kalau pendidikan itu murah, akan banyak anak anak desa, orang orang miskin, dan rakyat jelata yang bisa mengenyam pendidikan. Sangatlah berbahaya buat kelangsungan negara.

Kalau orang orang di tempat terpencil dan daerah terkebelakang macam Kalimantan™ ini maju, nanti negara ini akan susah sendiri. Tak ada lagi lahan yang bisa digarap dengan cara aksi pembodohan massal dan janji pemerataan. Tak ada lagi rakyat yang menerima keputusan keputusan daerah yang sebenarnya menguntungkan pejabat sok intelek. Dan yang paling parah, tak ada lagi sikap Diam™, karena pendidikan akan menghasilkan rakyat yang mahir jadi kritikus dan pengawas.

Hasilnya? Manusia manusia berperut buncit berpakaiaan rapi menenteng laptop akan tidak tenang menjalankan misi memperkaya diri dan keluarga karena setiap keputusan dan tindakan akan menuai banyak kritik dan gerak gerik penggerogotan duit negara akan menjadi semakin sulit.

Maka, sebelum semuanya itu terjadi, lakukan proses yang berlete lete dalam pengurusan surat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang murah, sehingga mereka susah untuk sekolah. Kalaupun sudah terlanjur lolos, dan berhasil bersekolah dengan surat keterangan miskin, tarik iuran sekolah dan sumbangan bangunan sebesar besarnya, sehingga mereka semua akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah karena tidak mampu membayara semua tagihan keparat itu.

Kedua. Pendidikan murah akan menghasilkan banyak sarjana sarjana dan orang orang berpendidikan yang merepotkan negara. Setiap tahun negara harus menyediakan ujian negara untuk menampung manusia manusia yang mengakunya berpendidikan itu dan mencarikan mereka lowongan pekerjaan di instansi2x pemerintahan.

Belum lagi pemerintah bakalan pusing menyediakan alokasi dana yang tidak sedikit buat manusia manusia ini, tidak sedikit uang yang tersedot untuk ujian CPNS, sementara duitnya sebenarnya bisa digunakan oleh pejabat pejabat nasional dan daerah untuk plesir dan mencari selingkuhan istri simpanan. Karena itulah, proses kelulusan juga harus juga dibuat serumit mungkin, agar tidak banyak orang orang berpendidikan yang menyelesaikan masa studinya. Berlakukan proses yang merepotkan mulai dari pengurusan registrasi sampai dengan pengurusan surat surat kelulusan dan ijazah. Berlakukan berbagai macam ketentuan agar manusia manusia di Indonesia ini tidak dengan mudahnya mendapatkan titel.

Ketiga. Setiap tahun akan terjadi keributan soal Ujian Nasional Sekolah. Mulai dari standarisasi sampai pengaturan kurikulum. Semuanya karena yang sekolah itu kebanyakan rakyat miskin yang isi otaknya cuma sebesar batu kerikil lantaran hanya makan nasi dan tempe. Mereka semua ga ngerti juga, yang dimaksud pemerintah itu sebenatnya adalah : Kalau mau lulus, bayar dong…sudah dikasih pendidikan yang konon katanya murah, kok mau lulus dengan murahan pula?

Coba liat anak anak pejabat dan pengusaha banyak harta, mereka tenang tenang saja menghadapi kelulusan, duit bokapnya sudah lebih dari cukup buat membayar ijazah dan sertifikat kelulusan, kemudian mereka tentunya akan dengan mudah bekerja di tempat yang sudah disediakan kerabatnya. Mudah bukan? Dan tidak merepotkan negara.

Kalau memang yang berpendidikan itu cuma orang berduit dan orang orang yang sanggup mengatasi merepotkannya proses mengenyam pendidikan dengan cara membayar kerepotan itu sehingga menjadi mudah, tidak akan ada ribut ribut kelulusan ujian nasional dan tetek bengeknya.

Keempat. Pendidikan yang mahal dan merepotkan akan berimbas pada menurunnya minat belajar dan minat sekolah dari masyarakat apalagi masyarakat yang kere, hal ini akan berbanding lurus dengan kemudahan pengaturan massa oleh pemerintah. Akan lebih mudah diatur bila semakin sedikit orang yang sekolah. Sekarang ini pemerintah dan pendidik pusing mengatur segala macam dana dan urusan lainnya yang berkaitan dengan pendidikan.

Jika semakin sedikit yang sekolah, maka akan semakin mudah mengaturnya. Tak perlu ada pro dan kontra mengenai berapa SPP dan tagihan bulanan dari sekolah, tak perlu ada ribut ribut mengenai pungutan liar di sekolah, dan lain sebagainya. Toh yang bersekolah itu pasti orang mampu, bahkan mampu membayar iuran dan sumbangan selangit.

Kelima. Mahalnya pendidikan bisa menjadi swatanisasi pendidikan yang akan berbanding lurus dengan pajak yang diterima pemerintah, tanpa perlu mengalokasikan dana buat pendidikan. Tarik saja kaum kapitalis busuk untuk mengelola pendidikan, maka akan semakin susah orang untuk sekolah. Semakin sedikit yang sekolah namun mudah diatur dan memberikan efek keuangan yang serius kepada pemerintah melalui pajaknya. Termasuk akan sangat mendukung empat poin yang terlebih dahulu disebutkan diatas.

Keenam. Terakhir, soalnya mau main PS Lagi. Dengan pendidikan yang mahal, dosen dan guru bisa kaya sehingga tidak perlu meningkatkan kemampuan mengajar, toh dengan mengajar sekenanya, seenaknya dan seadanya, gaji jalan terus. Bahkan, guru tak perlu mencari pekerjaan tambahan dan sampingan karena gaji sudah mencukupi. Cukup menjual buku kepada anak didik dengan harga tinggi, maka uang tambahan pun akan melimpah, lagipula semua anak didiknya kan sudah pasti kaya harta, dan mampu untuk bayar berapapun saja apapun itu yang ditawarkan pihak sekolah dan kampus. Termasuk apapun yang ditawarkan dosen dan guru.

Note:Kayanya Tulisan ini adalah salah satu ketikan saya yang paling jelek, soalnya mengetiknya dengan fikiran yang kurang fokus, selalu dibayangi Playstation pinjaman yang sebentar lagi akan dikembalikan. Konsentrasi mengetik terpecah dengan suara sorakan penonton di stadion virtual Winning Eleven

13 Responses to “Pendidikan Memang Harus Mahal Dan Merepotkan”


  1. 1 destiutami 6 May 2007 at 16:02

    ya ampun..
    Kapan ya saya bisa baca tulisan yg menyenangkan ttg pendidikan? Oh, tunggu kucing berkokok kali ya??🙂

  2. 2 Evy 6 May 2007 at 16:06

    lha kok sama dengan tulisan Anto…halah… udah tgl 4 mas, posting ttg pecinta alam dong klo di banjarmasin naik gunung apa? Apa menyelamatkan hutan rimba yg suka di tebang dan di bakarin itu?

  3. 3 deking 6 May 2007 at 18:33

    Paling mantap yang keenam itu lho…
    Setuju juga sich…tetapi saya kan juga ingin menjadi sejahtera😀

  4. 4 juliach 6 May 2007 at 20:34

    @ Evy
    gunung di banjarmasin udah amblas, tiap hari ada berapa ya kapal batu bara melintas di barito? wah, aku ngak sempat ngitung krn waktu mepet banget.

    utk menyelamatkan hutan, perlu waktu bertahun-tahun. aku pernah nemani bule yg pengin ngliat tanaman rotan. weleh-weleh perlu 2 hr naik perahu + jalan kaki.

    ngenes deh ngliatnya

  5. 5 antobilang 7 May 2007 at 07:39

    Kayanya Tulisan ini adalah salah satu ketikan saya yang paling jelek, soalnya mengetiknya dengan fikiran yang kurang fokus, selalu dibayangi Playstation pinjaman yang sebentar lagi akan dikembalikan. Konsentrasi mengetik terpecah dengan suara sorakan penonton di stadion virtual Winning Eleven

    yakin? bukan karena malam mingguan yang harus terkurung hujan?

  6. 6 Shan-in Lee 7 May 2007 at 08:51

    Wowowohohooo…

    Bagus itu, menulis sambil main game, banyak inspirasi.😆

    Baidewei, sarkasnya keren tuh.

  7. 7 Fourtynine 8 May 2007 at 11:41

    @Destiutami
    Tunggu Kucing bertelor

    @Evy
    Saya kan sarjana pendidikan Bu. Sorry dech telat. Di Banjarmasin ga ada gunung, rawa semua. Ntar dech saya posting yang berhubungan dengan Pecinta Alam

    @Deking
    He he he he

    @Juliach
    Waktu itu kemana? Ke daerah mana?

    @Antobilang
    Sssstttt…….jangan bongkar bongkar rahasia dong

    @Shan-in Lee
    Makasih……he he

  8. 8 koecing 15 May 2007 at 12:57

    kirain serius.. :p

  9. 9 dian 25 May 2007 at 12:13

    10 x 325.000 gulden?
    Dah bisa buat mortgage rumah kali yah.

  10. 10 Fourtynine 30 May 2007 at 18:21

    @Koecing
    ini memang serius

    @Dian
    Mungkin juga tuh

  11. 11 iwan 9 June 2007 at 14:57

    welcome to my campus (Kuliah gratis)bagi anda yang punya keinginan kuat untuk kuliah dengan sungguh-sungguh (tidak hanya coba-coba) tetapi terbentur biaya, karena memang tidak ada pendidikan yang murah. Dengan membawa surat keterangan tidak mampu dari aparat (RT/RW/Lurah/camat) ke STIE-TN kampus Beasiswa kampus wirausaha di Jl Budi 21 Dewi Sartika Cawang (Dekat RS Budi Asih) telp. 80883639

  12. 12 Neo Forty-Nine 9 June 2007 at 19:22

    @Iwan
    Makasih Mas atas promosinya


  1. 1 Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan? « I’m not King, Queen, or Gods. I’m just Slankers Trackback on 10 May 2007 at 18:18

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: