Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan?

Apakah anda percaya dengan adanya ulama busuk seperti yang ditulis oleh Wadehel? Jujur, pada awalnya saya tidak begitu percaya ada orang orang atau oknum yang berusaha menyesatkan saudaranya segama, yang saya yakini adalah perbedaan semata, dan bukankah perbedaan adalah Rahmad Hidayat? Maka sebelumnya, saya ingin menuliskan pandangan saya tentang “perbedaan” dan “penipuan/penyesatan”, meski harus saya bandingkan dengan kapasitas saya, yaitu sebagai orang yang suka camping alias saya gunakan contoh dari sudut pandang ke”pecinta alam”an-sekaligus berusaha sedikit memenuhi permintaan Bu Evy di sini agar saya menulis tentang ke”pecinta alam”an-.

Definisi Perbedaan

Perbedaan bisa menghasilkan tujuan yang berbeda maupun tujuan yang sama. Saya menganggap bahwasanya perbedaan yang terjadi selama ini masih memiliki tujuan yang sama.

Misal: ada sekelompok orang yang ingin menuju sebuah puncak bukit, dan untuk menujunya ada dua pilihan, yang pertama adalah mempersulit diri dengan cara menjalaninya secara vertikal, dari bawah langsung menuju keatasnya. Resiko yang terjadi adalah kemungkinan terjadinya scrambling, yang akan menguras tenaga dan menghasilkan resiko tergelincir. Namun, terkadang bagi para pecinta alam dan pendaki, hal inilah yang justru dicintai…..testing your courage, testing your limits. Sepertinya, yang memilih jalan ini menggunakan kompisisi hati (perasaan) dan semangat dalam porsi yang lebih besar ketimbang otak.

Pilihan yang kedua adalah menyusuri dan memutari punggung bukit, ambil saja jalan yang membelok ke kiri atau kanan, meski akan memakan waktu namun tidak akan menguras tenaga, resiko tergelincir pun akan terminimalisir. Yang memilih jalan ini adalah orang orang yang mungkin memilih proses pencapaian adalah suatu hal yang harus dimudahkan, dan puncak adalah suatu awal dari kepuasan. Kaum ini adalah kaum yang mengkomposisikan otak jauh lebih banyak ketimbang hati (perasaan).

Lantas? Bagaimana dengan akal? Tidak satupun dari kedua cara tadi melupakan akal. Cara pertama, dengan akal kita bisa memanfaatkan segala kemampuan diri kita hingga akhirnya berhasil menaklukkan segala macam tantangan. Kenapa saya sebut menggunakan “kompisisi hati (perasaan) dan semangat dalam porsi yang lebih besar ketimbang otak”? karena otak mengirim rasa lelah bila kita mendaki secara vertikal, sedangkan “Hati (perasaan) dan semangat” memaksa otak untuk sejenak menunda kiriman sinyal rasa lelah dan letih keseluruh tubuh, malah mengirim sinyal bahwa tubuh masih kuat.

Sedangkan yang bagi yang menempuh cara kedua, otak menekan perasaan, tapi tidak semangat, mungkin sebut saja bahwa akal banyak berperan, dengan demikian otak bekerja sempurna membantu hati dan seluruh tubuh mencari jalan termudah, akal pun membantu mencarikan jalan termudah yang membuat otak tidak akan mengirim sinyal keletihan pada seluruh tubuh, atau paling tidak otak tidak perlu dipaksa menunda pengiriman sinyal keletihan.

Namun, tujuan akhir dari perjalanannya tetaplah sama. Yaitu puncak. Keduanya tetap keduanya merasa puas. Yang mengambil jalan pertama puas karena telah menguji nyali, yang mengambil jalan kedua puas karena berhasil mencapai puncak, tak perduli bagaimanapun caranya. Sementara untuk perbedaan yang menghasilkan tujuan yang berbeda, saya rasa tidak perlu dijabarkan.

Definisi “Penipuan/Penyesatan”

Dalam “penipuan/penyesatan”, banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan memalsukan skala peta ataupun mengganti warna peta. Sehingga perjalanan yang diperkirakan memakan waktu tempuh sekian jam, ternyata saat dijalani malah memakan waktu sekian hari, atau yang dikira gunung malah ketemunya sungai.

Contoh lain, seorang teman bertanya kepada saya “berapa jam waktu tempuh dari Desa Belangian menuju ke shelter 4 di dalam hutan cemara?”. Saya tau waktu tempuhnya adalah sekitar 4 jam, namun saya katakan 6 jam, bisa bisa teman saya langsung menyerah dan batal menuju ke sana. Atau saya katakan 1 jam, mungkin akan menjadikan dia semangat, dan kemudian saat menjalani kenyataan bahwa setelah berjalan 3 jam dia belum menemukan tempat yang ingin dituju, semua semangat, tenaga, bahkan akal sehatnya hilang sehingga tidak tertutup kemungkinan dia malah menjadi bingung dan tidak tertutup kemungkinan untuk jadi tersesat sebab sudah blank. Jalan pulangpun bisa menjadi hal yang sulit ketika kita tersesat+putus asa ditengah hutan belantara.

Contoh lain. Sebuah carabiner palsu saya berikan kepada teman saya, padahal saya tau dia akan menggunakannya untuk gantungan tubuhnya saat prusiking apseling, maka dapat dipastikan teman saya tadi akan mati terjatuh dari ketinggian, minimal cidera baik parah maupun ringan. Karena saat dia menggunakan carabiner palsu tadi untuk mengantungkan dirinya, cepat atau lambat carabiner tadi akan patah, minimal melengkung/menganga sehingga membuat beban yang menggantunginya menerapkan prinsip gaya gravitasi bumi dengan baik.

Lagi? Dalam peng“Anchor”an simpul yang digunakan adalah simpul 8, namun saya beritahukan bahwasanya simpul yang digunakan adalah simpul prusik atau simpul kupu kupu atau simpul simpul lainnya yang tidak sesuai. Maka dapat dipastikan bahwasanya akan terjadi beberapa hal. Pertama, kalau tali kernmantel tadi digunakan buat belay rock climbing, maka taruhannya adalah nyawa. Kedua, kalau digunakan dalam penyeberangan kering, maka resikonya adalah maut.

Udah ya Bu, saya ga bisa lagi ngasih contohnya. Lagian contoh ngaco saya malah makin menunjukkan kebodohan dan ketidak berpengalaman saya dalam masalah Ke”pecinta alaman”an. Saya mau langsung ke topik yang sebenarnya saya mau tuliskan.

Pemirsa yang budiman dan budiwati….apakah anda sudah bisa memahami definisi dangkal saya tentang “Perbedaan” dan “Penipuan/Penyesatan”. Nah, sekarang to the point aja. Buat anda yang mungkin sudah mengetahui dan mengikuti tentang aktifitas yang meresahkan dari sebagian oknum yang mengaku bernama………, beserta “Distortion and Conformity”nya, atau juga mutilasi ayat yang sering dilakukan. Apakah menurut anda hal hal seperti itu merupakan keresahan buat saya dan kita sekalian?

Saya ingin memberikan fakta bahwasanya sebagian oknum memang suka memutilasi ayat. Liatlah contohnya di sini, benar benar terjadi mutilasi ayat. Saya pun tak dapat menahan diri untuk berprasangka buruk bahwasanya oknum meresahkan itu telah menyamar di sini, di sini dan di sini.

Dan masih banyak lagi bukti dari kegiatan yang menurut saya sudah menjadi sebuah Penipuan/Penyesatan seperti yang terjadi di sini, di sini dan di sini. Bid’ah ditebarkan, darah dihalalkan, pembunuhan terjadi. Sampai sampai ciri khas dan karakter picik dan tak mau kalah pun melekat, bukan hanya di Endonesia Indonesia, tapi memang sudah terjadi di berbagai negara lain, bahkan di negara dimana Ka’bah berada.

Semuanya menurut saya bukan lagi sebuah Perbedaan melainkan Penipuan/Penyesatan, dan apakah dalam hal ini kita harus Diam™ saat Agama dibuat menjadi Candu dan otak di cuci? Apakah kita harus menghentikan perdebatan? Benturan terus terjadi, pertikaian tidak berhenti, Propaganda dan Provokasi pun berlanjut. Bid’ah membid’ahkan terus berjalan. Sampai sampai sebutan sebagai pengikut setan pun bergaung.

Maka? Apakah yang bisa menjadi solusi terbaik? Diskusi, debat, maupun perang tidak akan menyelesaikan masalah. Persatuan, tidak memaksakan kehendak dan memberikan toleransi mungkin adalah kesimpulannya………. Entahlah………. karena toleransi sering disalah gunakan, persatuan sering diartikan sebagai fanatisme buta dan pengkotak kotakan. Tidak memaksakan kehendak sering di artikan sebagai Diam™. Benar benar sebuah penggambaran masa seperti yang diprediksikan Rasul yaitu banyaknya umat Islam justru akan berbanding terbalik dengan kualitasnya. Mungkin tips dari wadehel ini memang yang paling efektif.

28 Responses to “Perbedaan, Penipuan Ataukah Penyesatan?”


  1. 1 Fourtynine 10 May 2007 at 18:31

    Minggir…minggir!!!!!!!!!!!!!.

    Ga ada Pertamax-Pertamax an

  2. 2 Andri Setiawan 10 May 2007 at 18:41

    ya wis, kedua deh🙂

  3. 3 elpalimbani 10 May 2007 at 18:50

    hihihi…kebetulan banget, emang niatnya cuma cari Keduax🙂

  4. 4 elpalimbani 10 May 2007 at 18:51

    lho..lho..lhoo…???? kok jadi ketigax sih ?! sial…siaaallllll!!!!!

  5. 5 destiutami 10 May 2007 at 19:47

    *tengok kanan kiri* Orang manis plus baim hati dan tidak sombong pertamaaxxx tlah datang, Jreng jreng jreeennngggg!! Bletakkk!!*kena timpuk mas Farid*😛

    Ini tentang apa ya ? *pura2 gak tau*

    Halah!

    Eh, eh mas, kalo penipu tidak merasa menipu karna tertipu dan telah disesatkan gimana? OOT ya?

  6. 6 Shan-in Lee 10 May 2007 at 21:18

    Diskusi dan debat memang nggak menyelesaikan masalah, karena masih banyak pihak yang keras kepala, ingin menang sendiri, nggak mendengarkan apa pendapat orang lain, de-el-el.

    Jadi? Apa benar keberadaan penguasa pemimpin yang radikal dapat mengubah hal ini?

  7. 7 Mr. Geddoe 11 May 2007 at 00:06

    *ngelus-ngelus jenggot*

    *lihat-lihat isi postingan*

    *senyum-senyum sendiri*

    *gelar tikar*

    *asah golok*
    😆

  8. 8 antobilang 11 May 2007 at 00:11

    PERTAMAX!!!
    *biar yang punya blog kesel*

    OOT : Farid gimana hasil hunting ke markas IMPAS kemarin?

  9. 9 antosalafy 11 May 2007 at 09:55

    Apakah yang bisa menjadi solusi terbaik?

    Solusinya adalah belajar menuntut ilmu agama yang benar dari sumber yang murni, Alquran dan Hadits shahih sesuai pemahaman salafush shaleh.

    Benar benar sebuah penggambaran masa seperti yang diprediksikan Rasul yaitu banyaknya umat Islam justru akan berbanding terbalik dengan kualitasnya.

    Jika sudah mengetahui dan memahami hal itu, hendaknya menyibukkan diri dengan belajar agama: akidah, tauhid, manhaj, fikih, dan permasalahan lainnya yang penting bagi kehidupan dunia dan akhirat. Karena kualitas seseorang diukur dari ilmu, bukan dari banyaknya penggemar/teman/komplotan/kelompok. Kualitas seseorang juga bukan diukur dari banyaknya dia memenuhi ruang debat atau telah memenangkan debat-debat, tetapi diukur dari pemahamannya yang benar terhadap agama. Okay guest? Allahummahdini waiyyakum

  10. 10 jurig 11 May 2007 at 12:13

    selama fanatisme buta dan pikiran sempit masih merajalela, perdebatan dan benturan akan terus terjadi diantara kita… ya mau gimana lagi …

    :::::

    eh … ajarin dong cara memahami agama yg benar … *sambil liat komentar #9*…

  11. 11 Fourtynine 11 May 2007 at 13:44

    @Andri Setiawan

    Terima Nasib yaa

    @Elpalimbani

    “Jadikan Kamu Yang Ketiga….”

    @Destiutami
    *Bingung harus jawab apa*

    @Shan-in Lee

    Apa benar keberadaan penguasa pemimpin yang radikal dapat mengubah hal ini?

    Kayanya benar…..

    @Mr Geddoe
    Mau dikasih asahan golok?

    @Antobilang
    Ta Sobek Sobek

    Farid gimana hasil hunting ke markas IMPAS kemarin?

    Dapat, dapat junior cewe yang curhat bahwa dia mencintai seniornya di IMPAS-B, dan seniornya itu BUKAN™ aku. Puas Puas!!!!

    @AntoBilangsalafy
    Jika sudah mengetahui dan memahami hal itu, hendaknya menyibukkan diri dengan belajar agama: akidah, tauhid, manhaj, fikih
    Dunia tak hanya sebatas itu kan?

    dan permasalahan lainnya yang penting bagi kehidupan dunia dan akhirat.
    Yang ini saya setuju, harus imbang antara dunia dan akherat

    Karena kualitas seseorang diukur dari ilmu, bukan dari banyaknya penggemar/teman/komplotan/kelompok.
    Saya memang terus mencari ilmu, bukan penggemar/teman/komplotan/kelompok. Dan saya tidak suka mengkotak kotakkan diri, atau menjadikan diri sebagai eksekutif dan eklusif

    Kualitas seseorang juga bukan diukur dari banyaknya dia memenuhi ruang debat atau telah memenangkan debat-debat, tetapi diukur dari pemahamannya yang benar terhadap agama. Okay guest? Allahummahdini waiyyakum
    Saya faham agama kok, agama itu harus diisikan di kolom KTP,akte kelahiran dan data diri lainnya. Kalau ga kita dianggap komunis. Betul apa Betul? Shadaqaulohaladzim…..

    @Jurig
    Ya maunya damai dan dapat pacar….

    ajarin dong cara memahami agama yg benar
    Udah tuh, naikin dikit keatas, ada pemahaman tentang agama

  12. 12 maman salafy 11 May 2007 at 13:53

    Antosalafy !, jangan pamer kesombongan akan kebenaran.

    Orang kristen dan yahudi sudah sampai nuklir dan bulan, anda masih sibuk ngeributin qunut dan maulut dan tetek bengek lainnya.

    Biarkan umat Islam hidup berdampingan dalam perbedaan ( ini sudah terjadi mulai dari zaman salafus sholih ). Yang tahu pasti mana yang benar hanya Allah Azza wa Jalla, bukan raden mas antosalafy dan kelompoknya ( wahabi ).

    Jalankan yang anda anggap benar tetapi jangan intervensi terhadap fihak lain apalagi menghujat, nanti kualaaat !

  13. 13 Fourtynine 11 May 2007 at 14:33

    @Maman salafy
    Buat yang merasa, tolong dibaca baik baik tuh komennya si Maman salafy. He he

  14. 14 antosalafy 11 May 2007 at 15:12

    Ya maaf saja ya, jika Maman Salafy adalah seorang sunny salafy (yang memahami manhaj salaf dengan benar) seperti pengakuan (namanya)nya, saya yakin seyakin-yakinnya komentar dia nggak seperti itu. Namun, jika dia hanya mengaku-aku dengan menisbatkan namanya kepada salafy, maka itu tidak ada artinya sama sekali. Dan akan berbalik kepada dirinya sendiri. Allah ta’ala berfirman (artinya): “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabannya.” (Al-Israa’: 36)

  15. 15 erander 11 May 2007 at 17:35

    Rid .. kok tampilan blog-mu terputus ya? Aku ga bisa membacanya lengkap. Ada apa ya? .. blank ditengah2. Apa pengaruh dari theme yang kamu pilih ya?

  16. 16 Fourtynine 11 May 2007 at 18:15

    @Antosalafy
    Saya ga ikut ikutan Ya. Itu urusan anda dengan Maman

    @Mas Erander
    Wah, nda ngerti mas, kok bisa putus putus ya?

  17. 17 Mr. Geddoe 11 May 2007 at 19:13

    Allah ta’ala berfirman (artinya): “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabannya.” (Al-Israa’: 36)

    Ayat yang sangat benar *siul-siul*
    Tapi entah kenapa dianggap nggak berlaku buat ulama-ulama salafy…😆

  18. 18 deking 12 May 2007 at 01:04

    Saya ga ikut ikutan Ya. Itu urusan anda dengan Maman

    Hahahaha…gaya cuci tangan😀
    Kenapa gak diprovokasi sekalian hehehe…
    *******************************************************************
    Sebenarnya beliau2 itu juga pakai akal lho…
    Ketika membaca hadits tentu saja mereka ingin tahu riwayat hadits tsb, shahih atau dhoif atau maudhu. Bukankah itu juga pakai akal? Lha kok bisa2nya mereka mengklain bahwa pemuja akal adalah pengikut iblis…
    *******************************************************************
    Selain itu sepertinya terdapat suatu kesalahpahaman….
    Wahai saudara2ku yang dirahmati Alloh…
    Pemakaian akal di sini bukannya bermaksud menggantikan wahyu2 Alloh…( Wahyu Alloh yg gak masuk nalar lantas ditolak)….BUKAN
    Sebenarnya yang kami (saya termasuk orang yg senang menggunakan akal :D) maksud penggunaan akal di sini adalah untuk menggali pengetahuan dibalik ayat2 Alloh…siapa tahu bisa untuk memperkuat keimanan…
    Saya yakin ISLAM BUKANlah agama BODOH…kalau Anda2 mau sedikit menggunakan akal maka niscaya kita bisa menemukan banyak kebesaran Alloh di balik “sekadar” tulisan (ayat)…
    *********************************************************************
    Bukankah Alloh tidak hanya menurunkan ayat2 KAULIYAH?….Alloh juga menurunkan kepada kita ayat2 KAUNIYAH…
    Bagaimana kita bisa mempelajari ayat Kauniyah? Tentu saja dengan akal bukan????
    Selain itu kalau dipelajari baik2 ayat2 kauliyah itu maka kita bisa menemukan ayat kauniyah…pengetahuan ttg alam dll…
    Kapan ya umat Islam bisa maju???
    Wahai samudera yang luas tunggulah kedatangan kami umat Islam dalam bentuk buih…
    Apakah hal seperti itu yang kita inginkan? Hanya sekedar menjadi buih????

  19. 19 Fourtynine 12 May 2007 at 11:07

    @Mr Geddoe
    “Oknum”, bukan semua. Nanti kita malah dituduh menggeneralisasi

    @Deking
    Luar Biasa Paparannya

    Kenapa gak diprovokasi sekalian hehehe…

    Baiklah…., Wahai saudara Antosalafy dan salafy salafy lainnya yang merasa berseberangan pendapat, ayo lawan si Maman Serang, bakar, hajar.

  20. 20 Evy 12 May 2007 at 14:03

    Wah ternyata 49 mengabulkan permintaanku ya, maaf aku lagi rock climbing di grand canyon, Alhamdulillah peta-nya juga ga menyesatkan jadi sudah sampai dengan selamat, meski kaki rada2 gempor, tapi bersyukur bisa menikmati keindahan alam karya cipta sang kuasa, ntar kapan2 tak posting maghrib di grand canyon yaa… Subhanallha Allah maha besar manusia kadang suka mengada2 coba lihat alam semesta yang luas ini apalah kita ini hanya sebutir pasir di pantai, tak udah merasa lebih berilmu, lebih pandai apalagi mengatai2 manusia lain, kita semua cuman sama2 ciptaan kok…

    @BU Evy
    Minta fotonyaaaaaa. he he.
    Biar saya juga makin meresapi betapa kecil dan tidak berdayanya saya sebagai manusia, dan agar menyadari keesaran sang pencipta

  21. 21 antosalafy 14 May 2007 at 10:29

    Farid ini gimana ya kalo diperhatikan kata-katanya….
    di artikelnya FARID menulis: “Persatuan, tidak memaksakan kehendak, dan memberikan toleransi mungkin adalah kesimpulannya”.
    Tapi ketika ada komentator (maman..) berbicara emosi, FARID menanggapi seperti ini: “Buat yang merasa, tolong dibaca baik baik tuh komennya si Maman salafy. He he”.
    Kemudian, saya jawab dengan telak. Eh, tanggapan FARID ke saya seperti ini: “Saya ga ikut ikutan Ya. Itu urusan anda dengan Maman”.
    Selanjutnya, DISINDIR deking seperti ini: “Hahahaha…gaya cuci tangan. Kenapa gak diprovokasi sekalian hehehe…”. Lha, kok ditanggapi FARID seperti ini: “Baiklah…., Wahai saudara Antosalafy dan salafy salafy lainnya yang merasa berseberangan pendapat, ayo lawan si Maman Serang, bakar, hajar.”

    Katanya FARID ini menginginkan persatuan, tapi kok kenyataannya MIRIP seorang provokaTor ya? (Mmudah-mudahan nggak sih). Pembaca yang menggunakan akal sehatnya tentu akan melihat gaya bunglonnya FARID, tidak mempunyai keyakinan/pendirian, dan gampang diprovokasi (meskipun ada bakat provokator). Saya melihat kok FARID ini nggak mencari kebenaran ya. Tapi hanya suka bantah-batahan nggak ada ujungnya. Saya sebetulnya suka diskusi yang baik, dalam artian mencari titik temu sesuai Alquran dan Sunnah sesuai pemahaman salafush shaleh. Jika ternyata ada yang mengkritik saya (dengan alasan yang logis dan dengan dalil) bahwa saya salah atau keliru, tentu dengan senang hati dan insya Allah mudah bagi saya untuk segera mengaku salah dan mengklarifikasinya. FARID, Mungkin kita bisa sama-sama belajar untuk mendapatkan kebenaran dan kebaikan. Sehingga kita (sesama saudara muslim) bisa saling menjaga persatuan di atas kalimat tauhid berdasarkan Alquran dan Sunnah. Insya Allah.

  22. 22 Fourtynine 14 May 2007 at 16:52

    @Antosalafy
    Tolong tulisan saya jangan dimutilasi, kalau anda tidak mau dikatakan sebagai ulama busuk.

    Biar jelas mari saya cantumkan lagi selengkapnya

    Apakah yang bisa menjadi solusi terbaik? Diskusi, debat, maupun perang tidak akan menyelesaikan masalah. Persatuan, tidak memaksakan kehendak dan memberikan toleransi mungkin adalah kesimpulannya………. Entahlah………. Karena toleransi sering disalah gunakan, persatuan sering diartikan sebagai fanatisme buta dan pengkotak kotakan. Tidak memaksakan kehendak sering di artikan sebagai Diam™. Benar benar sebuah penggambaran masa seperti yang diprediksikan Rasul yaitu banyaknya umat Islam justru akan berbanding terbalik dengan kualitasnya. Mungkin tips dari wadehel ini memang yang paling efektif.

    Jadi, belum tentu kan itu masalahnya, bisa jadi kata kata terakhir yang jadi solusi. Silakan baca sendiri tipsnya si wadehel kalau anda masih penasaran.

    Saya kan hanya menyuarakan pendapat pemirsa, kalau anda merasa tidak setuju, jangan adhominem, he he. Mau ad hominem silakan di halaman Genbi atau Farid and Fourtynine. Ok? Can you get what I mean? he he. mari lanjutkan diskusi, kalau anda memang mau.
    Komen anda atau siapa saja tidak akan saya hapus. Janji deh. Ha ha ha


  1. 1 Menebar trekbek buat promosi ... « Jurig Incorporated Trackback on 11 May 2007 at 16:01
  2. 2 Ciri Orang Yang Darahnya Boleh Dihalalkan « o m a i g a t Trackback on 30 May 2007 at 16:41
  3. 3 Yang Menghambat Kemajuan Umat Islam! « Parking Area Trackback on 6 June 2007 at 22:39
  4. 4 Yang Lebih Hebat dan MahaKuasa Daripada Tuhan « Parking Area Trackback on 9 June 2007 at 19:41
  5. 5 Ketika Tuhan Telah Mati « Parking Area Trackback on 12 July 2007 at 12:44
  6. 6 Anda Munafik Ataukah Fanatik? « Generasi Biru Trackback on 6 December 2007 at 11:46

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: