Ketika Manusia Menjadi Budak

Setiap manusia di muka bumi ini pasti memiliki harta dan jabatan, meski itu sekecil kecilnya. Meskipun seorang anak yatim piatu/anak jalanan, maka harta yang dimilikinya adalah dirinya sendiri, dan jabatannya paling tidak adalah makhluk hidup dan makhluk sosial. Beruntunglah mereka, kerena mereka tidak diperbudak oleh harta dan jabatan yang berlebihan, tidak seperti manusia manusia lainnya yang memiliki banyak harta dan jabatan, atau merasa banyak memiliki harta dan jabatan. Mungkin beberapa harta dan jabatan yang akan saya sebutkan di bawah ini bisa mewakili contoh contoh manusia yang justru sengsara karena diperbudak harta dan jabatannya sendiri.

HELM. Apalagi helm mahal. Buat pengendara motor, helm mahal yang harganya bisa mencapai harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah adalah salah satu barang yang sering memperbudak tuannya. Pada saat memarkir sepeda motor, mau dicantolkan di sepeda motor takut hilang diembat orang. Mau di titip belum tentu setiap tempat parkir menerima penitipan helm. Terpaksa dibawa bawa dan akhirnya malah membuat si pemilik helm yang repot.

Kemudian waktu berkunjung ke rumah teman, terpaksa sang pemilik helm membawa bawa lagi helm kesayangan, karena tidak mungkin dicantolkan di sepeda motor dengan alasan takut jatuh lalu lecet, repot banget kan. Alasan menyayangi dan melindunginya pun sebenarnya simpel, mahal!

Tapi uniknya, ada saja helm murah yang sanggup membuat tuannya tersiksa, sang helm murah dan butut mendoktrin tuannya bahwa dirinya itu susah didapat, langka unik dan harus dilestarikan, sehingga tuannya pun malah berbalik menjadi budak, yang justru harus menjaga helm itu. Sampai sampai fungsi helm untuk melindungi dan menyelamatkan kepala pun berubah menjadi barang yang harus dilindungi, dan setiap hari dibersihkan.

MOTOR DAN MOBIL. Sudah lazim, dua benda ciptaan kaum kapitalis yang merupakan salah satu simbol kemapanan ekonomi manusia ini sering memperbudak sang pemilik, apalagi yang motor kreditan. “Awas lecet!, itu motor kreditnya belum lunas!”, rasanya saya sudah teramat sering sekali mendengar kata kata memuakan tersebut.

Tapi ada yang lebih memuakan yaitu “awas lecet”nya yang sering saya dengar. Kalau itu di teriakan kepada orang yang tidak saling kenal buat saya itu tidak terlalu masalah, namun yang membuat saya menggerutu dalam hati adalah saat misalnya seorang Fadil berkata “awas motor ku lecet” kepada saya yang mendekati sepeda motornya, atau sekedar numpang duduk di sepedamotornya, emangnya saya ini mau merusak punya kawan? Sebegitu anarkiskah saya sehingga harus dikira bakalan menggoreskan benda tajam dan tumpul ke body motornya? Ingat, ini kawan mu, bukan musuh kamu.

Biasanya selain masalah lecet. Yang menjadi ketakutan dan memperbudak tuannya adalah kepanasan dan kehujanan. Pemilik motor atau mobil selalu paranoid dengan keadaan cuaca, masih banyak orang yang tidak mau menjalankan sepeda motor atau mobilnya saat hujan dengan berbagai alasan basi atau mengada ada. Ada pemilik sepeda motor dan mobil yang tidak mau memarkir tuannnya budaknya di tempat parkir yang tidak beratap, padahal di Banjarmasin/Banjarbaru, masih belum banyak terdapat parkir beratap, apalagi kalau ke pasar. Entah bagaimana mereka mengakalinya, saya pun takkan pernah mau perduli.

HANDPHONE. Barang yang sejatinya harus menjadi pelayan kita, malah sering memeperbudak kita. Handphone kesayangan kita harus dibungkus rapi dan ketat supaya ga lecet, ga terasa memencet tombolnya malah jadi susah dan repot. Trus juga kalau dipegangnya harus pelan pelan, naruhnya juga harus di dalam tas kecil atau tempat gantungan khusus. Bah! Mana fungsi handphone sebagai alat komunikasi yang bisa dibawa kemana mana? Malah jadi barang antik yang merepotkan.

JABATAN. Sudah terlalu jelas kalau menurut saya, bahwa tidak sedikit manusia diperbudak oleh jabatannya, mulai dari jabatan presiden, ketua DPR/MPR sampai ketua RT. Kalau jabatan itu bisa menghasilkan harta dan kepuasan sexual biologis, segala macam taktik, strategi, trik sampai pembohongan, kongkalikong dan penipuan akan dilakukan guna mempertahankan, bahkan malah mempertinggi kedudukan. Tidak perduli harus jadi pejabat keparat, tidak perduli harus sogok sana sini. Yang penting jabatan jalan terus.

SENIORITAS. Kalau jabatan yang bergengsi dan menghasilkan duit macam diatas, wajar saja manusia melakukan semua hal untuk mempertahankan dan menambah apa yang dimilikinya, karena itu sudah merupakan naluri alamiah manusia yang memang tidak pernah puas. Yang konyol sekonyol konyolnya adalah manusia manusia yang masih mempermasalahkan senioritas disaat yang tidak tepat!

Bagi sebagian manusia senioritas adalah jabatan yang harus dipertahankan dan dibangga banggakan bahkan secara berlebihan. Kalau senioritas yang diberlakukan oleh mahasiswa tingkat 5 kepada mahasiswa tingkat 1, bagi saya hal itu masih dalam batas kewajaran, bahkan sangat perlu sekali kalau menurut saya. Yang tidak layak itu misalnya saat camping bareng, seorang yang merasa dirinya senior, tidak mau bergerak sama sekali. Tidak mau membuat api, tidak mau memasak, pokoknya tidak mau melakukan apa apa. Di perjalanan juga tidak mau bergantian membawa barang berat. Lalu juga saat kegiatan menyebar proposal bantuan dana, ada saja senior yang tidak mau meminjamkan motornya (jauh lagi ngasih tumpangan). Padahal dia tau sang junior perlu tumpangan, perlu alat transportasi untuk mengantarkan proposal, namun dengan entengnya berkata “kamu kan panitia inti, aku ini sudah senior, masa masih harus mengantar proposal juga?”.

Atau saat tidak ada kegiatan apa apa, saat sekedar kumpul kumpul, ada saja masih yang berkelit habis habisan saat adik adiknya berkata “Bang, tambahin dikit dong, buat beli rokok nih”. Dan dengan tegasnya berkata “aku ini sudah senior, masa senior dimintai uang??!”.

+ “Ya ampun Bang, sedikit aja, seribu aja”.

“Ga, cari sama yang lain sana, jangan minta aku!”.

Berbagai alasan dan alibi sudah pernah saya dengar, termasuk satu hal yang sejak kecil sudah menjejali telinga saya. “Kamu enak masih minta uang sama orang tua, nanti kalau kamu sudah mencari uang sendiri, baru kamu tau rasa”. Ya, terserahlah, yang jelas, saya ga perlu separanoid kalian dalam menjaga helm saya. Helm saya ga hancur hancur banget meski ga pernah saya bawa bawa kemana mana kalau motor lagi diparkir. Juga ga butut sebutut bututnya meski terkadang saya lupa menyelamatkannya dari panas dan hujan.

Motor saya juga agak kotor karena tidak setiap hari saya bersihkan, tapi yang jelas ga meledak dan hancur berkeping keping karena sempat kepanasan dan kehujanan, serta sesekali saya jalankan tanpa dipanasi berhubung saya buru buru. Handphone saya memang butut, tapi saya malah tidak punya beban, bisa saya lemparkan sesuka hati kalau lagi kesal. Handphone yang baru juga tidak hancur dan butut hanya karena tidak saya bungkus dan saya kasih pelindung, keypadnya juga aman aman saja meski kadang kadang dipaksa adu cepat dengan jari dalam hal mengetik sms.

Dan sejauh ini, saya rasa senioritas saya di organisasi cuma muncul saat kegiatan, karena memang harus begitu adanya, dan saya bersyukur, masih bisa menambahkan uang buat kumpulan beli rokok bersama junior, senior maupun yang seumur dan seangkatan. Ga usah tanya darimana dapatnya kawan, urusan halal haram kita tanggung masing masing, dan saya juga ga akan ngasih kalian duit haram kalau ga kepepet selama masih bisa berbagi duit halal.

14 Responses to “Ketika Manusia Menjadi Budak”


  1. 1 deKing 6 June 2007 at 06:02

    Wow…tulisan yang mantap, sampai2 gak bs berkata2 nih😀
    Ya ternyata rasa sayang yang berlebihan (seperti contoh2 di atas) secara pelan dan tidak sadar akan menggiring manusia pada suatu penghambaan diri …
    Memang sangat benar kalau kita tidak boleh menyukai dan membenci sesuatu secara berlebihan…
    *duduk dulu…sambil memeluk helm dgn erat😀

  2. 2 manusiasuper 6 June 2007 at 15:41

    Diperbudak Pacar kayaknya belum km masukkan deh…

  3. 3 Master Li 6 June 2007 at 17:10

    Ke…keren…

    *meluk Arai Helmet semi-palsu saya*

  4. 4 Fourtynine 6 June 2007 at 22:25

    @Deking: Yah itulah Mas, susah jadinya

    @Manusiasuper: Kayanya disini aku ga bakalan ngomongin cinta

    @Master Li: Makasih….

  5. 5 cK 6 June 2007 at 23:40

    saya menjadi budak komputer…pokoknya kalo bisa komputer harus canggih. softwarenya harus baru. antivirusnya musti lengkap. lagu-lagu harus up-to-date dan lain-lain… padahal kenyataannya semua software rata2 bajakan kecuali yg donlot dari internet hehehe… dan bisa dibilang setengah hari saya habiskan di depan komputer karena tuntutan pekerjaan juga sih😛

  6. 6 Neo Forty-Nine 7 June 2007 at 13:34

    @Chika: Too much Computer will kill You. He he he

  7. 7 isez 12 June 2007 at 16:30

    diperbudak dompet…
    ntah kenapa, dompet-nya minta diisi melulu…
    pdhl di atm udah ga ada yg bisa diambil.. hehehehe🙂

  8. 8 Neo Forty-Nine 12 June 2007 at 18:42

    He he he, ketinggalan daftarnya nich

  9. 9 Tuhan, Asli atau Palsu? 14 November 2007 at 02:11

    Postingnya sangat menarik.

    Ini saya ketemu sebuah artikel tentang asli atau palsunya Tuhan: http://www.balipost.co.id/balipostcetaK/2004/6/6/opini.html

  10. 10 snba1992 3 January 2008 at 12:18

    untuk latihan agar tidak diperbudak harta, mari bersedekah…
    dapat dititipkan melalui http://snba1992.wordpress.com
    berapapun yang disedekahkan, Insya Allah akan diserahkan untuk anak yatim piatu, yatim dan piatu.

    agar lebih yakin kunjungi http://snba1992.wordpress.com

    Terima kasih,
    SNBA’92

  11. 11 Neo Fortynine 3 January 2008 at 22:59

    sama sama


  1. 1 Filosofi Tempat Parkir « Parking Area Trackback on 6 June 2007 at 22:36
  2. 2 Brotherhood « Generasi Biru Trackback on 25 April 2009 at 07:20
  3. 3 Tentang….. « Generasi Biru Trackback on 27 April 2009 at 17:56

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: