Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira

Sebuah percakapan di daerah sekitar tempat ibadah kampus, ada dua orang manusia seangkatan saat sama sama disiksa dalam neraka dunia bernama kuliah. Si A merupakan manusia yang dicap bejat dan nakal sementara yang satu lagi si B, yaaaa katakanlah anggota organisasi keagamaan yang lumayan meresahkan sering melakukan dakwah di kampus dan sekitarnya

Si B: Assalamualaikum ya akhii, apa kabar antum?
Si A: Ya baik baik saja….
Si B: Bagaimana hubungan antum dengan pacar antum?
Si A: Yah, begitulah, baik baik saja
Si B: Kapan menikahnya?
Si A: Saya?
Si B: Iya, antum
Si A: Saya sama siapa?
Si B: Ya antum dengan pacar antum
Si A: *Membatin* akh, kukira bagi kalian pacaran itu halom haram, bahkan sampai diucapkanpun haram
Si A: Oh, kalau itu belum ada rencana sich, kan saya dan pacar saya masih kuliah
Si B: Menikah kan tidak perlu menunggu selesai kuliah dulu?
Si A: Iya sich, tapi saya memang belum kepikiran sampai situ, pacar saya sekarang juga belum kepikiran, kami mau menyelesaikan kuliah dulu
Si B: Ya akhii, pacaran itu haram, bikin dosa sebaiknya cepat cepat menikah
Si A: Ya saya tau kok, gini gini juga saya lulus kuliah agama
Si B: Lantas kenapa tidak segera menikah?
Si A: Ya belum yakin aja, lagian nanti bini saya mau dikasih makan apa? Kan kami sama sama belum kerja. Belum lagi kalau punya anak. Lalu juga acara pernikahan yang mahal dan merepotkan itu.
Si B: Pernikahan kan tidak harus selalu mahal dan merepotkan, cukup ijab qabul dan terpenuhi syarat syarat syahnya.
Si A: Iya itukan kata dan fikiran kamu, tapi masyarakat taunya pernikahan harus dirayakan dengan pesta mahal dan merepotkan, meski alasannya adalah publikasi
Si B: Pernikahan itu ibadah ya akhii
Si A: Iya saya tau kok, tapi rasanya saya memang belum siap, terutama secara materi
Si B: Nanti lama kelamaan pacaran antum bisa terjebak zina
Si A: Ah, ga juga, saya bisa menjaga hubungan saya dengan baik. Kalaupun berhubungan sexual juga saya sudah terlatih untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam. Sehingga mencegah kemungkinan hamil
Si B: Menjaga bagaimana maksud antum?
Si A: Ya menjaga supaya ga kebablasan
Si B: Tapi banyak mudharatnya ya akhii, banyak bikin dosa
Si A: Saya juga ngerti dosa, sorga dan neraka. Tapi kita punya urusan masing dan dosa masing. Emang kalau saya masuk neraka situ mau nemenin?
Si B: Jelas saya tidak mau masuk neraka, tapi sebagai sesama muslim kita juga harus saling mengingatkan. Ingatlah………….“jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
Si A: Iya saya juga jaga diri kok, saya bukan maling, apalagi sampai korupsi uang rakyat, bukan tukang perkosa, bukan tukang palak, kalau mabuk juga ga pernah malak, bunuh orang atau bikin rusuh, dan tidak pernah mengganggu keamanan dan ketertiban dengan misalnya teriak teriak tegakkan syariat Islam.
Si B: Apa maksud akhii dengan “teriak teriak tegakkan syariat Islam”?
Si A: Ya saya sebagai warga negara yang baik tidak berlaku seperti itu, mengingkari keberagaman agama, adat dan budaya, sampai sampai berdemo hingga mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan berkendara para pengguna jalan.
Si B: Tapi syariat Islam adalah wajib ya akhii
Si A: Emangnya saya ga tau? Tapi apa Nabi pernah memaksakan kaum Yahudi keparat dan Nasrani itu untuk jadi Islam?
Si B: Memang tidak pernah ya akhii
Si A: Lantas? Apa antum tidak tau kalau yang suka memaksakan kehendak itu adalah kaum Yahudi dan Nasrani itu, kalau kalian kalian yang Islam juga suka memaksakan kehendak, apa bedanya kalian dengan mereka? Atau kalian memang suka dikatakan sama dengan mereka?
Si B: Tentu tidak, kita umat Islam adalah rahmatan lil alamin
Si A: Kalau masih suka memaksakan kehendak dan menggangu orang lain apa kalian masih rahmatan lilalamin?
Si B: Kami tidak pernah memaksakan kehendak…
Si A: Iya saya tidak bilang kamu dan organisasi kampus tempat kamu bernaung, yang saya katakan mereka yang suka demo teriak teriak syariat tegakkan syariat Islam itu.
Si B: Kami juga selalu aktif dan bergabung bersama sama sudara saudara kami itu dalam usaha dan perjuangan tegakkan syariat Islam
Si A: Kalau gitu kalian juga suka memaksakan kehendak?
Si B: Tidak ya akhii…
Si A: Oh ya? Bagaimana dengan paksaan organisasi kalian waktu mentoring dulu? Saat saya mau menjenguk keluarga saya mereka tidak memperbolehkan saya dengan alasan mentoring adalah wajib. Tuhan saja memberi dispensasi buat beribadah, kalian malah tidak. Apa kalian sudah merasa lebih hebat dari pada tuhan?
Si B: Astagfirullah, istigfar ya akhhii. Sadarlah, antum sudah tersesat terlalu jauh
Si A: Ya terserah saya mau tersesat atau bid’ah. Tapi yang jelas saya bisa membedakan diri dengan kaum yang suka memaksakan kehendak. Sekali lagi saya katakan ibadah dan amalan saya itu urusan saya dengan Pencipta saya. Sedangkan kebenaran yang lainnya itu selalu absurd, apalagi kalau hanya kebenaran versi manusia, kelompok dan golongan.
Si B: Nampaknya kita sudah berdebat terlalu jauh keluar dari topik
Si A: Ya situ juga yang mulai duluan…..
Si B: Pokoknya™ kamilah yang paling benar tegakkan syariat Islam!
Si A: Ayo! Gini aja deh, gimana kalau kita lakukan dengan cara sama rata sama rasa
Si B: Maksud antum?
Si A: Iya kamu tau syahadat kan? Tau sholat lima waktu kan? Tau puasa, zakat, dan Haji kan? Apa ada beda antara syahadatnya orang Arab dengan orang India sampai orang Belanda dan orang Cina? Makanya kalau kita mau tegakkan syariat Islam harus semuanya sama, cara ibadah sama, baju sama, jumlah harta juga sama. Cuma bentuk tubuh dan wajah yang tidak sama
Si B: Sama rata sama rasa itukan komunisme ya akhii, komunisme itu kafir
Si A: Itu kata siapa ya? Kata orang orang ORBA? Kata orang orang beragama?
Si B: Yang jelas komunisme adalah haram, bahaya laten, kafir!
Si A: Kaya pelajaran PMP dan PSPB aja, kita ini mau ngomongin agama, ngomongin Islam, ngomongin sejarah. Apa mau ngomongin ideologi negara?
Si B: Kita sudah terlalu jauh melenceng
Si A: Udah saya Antobilang yang duluan siapa? Mau balik lagi ke topik pernikahan tadi? Yang jelas saya belum siap, kalau saya menikah tanpa kerja apa bukannya saya menyengsarakan orang tua dan keluarga saya? Orang tua saya masih harus menanggung saya, masa saya tambah dengan tanggungan baru yaitu istri saya? Lalu cucu pertama, kedua ketiga dan seterusnya? Apa bukannya saya malah jadi anak yang merepotkan? Kalau tidak mau dikatakan menjurus kepada durhaka?
Si B: Sudah hampir adzan ya akhii, mari kita sholat terlebih dahulu
Si A: Ayo…..tapi diskusi kita gimana nich? Apa mau dilanjutkan nanti setelah sholat? Biar saya tunggu
Si B: Kami tidak diperkenankan berdebat dengan orang jahil…..apalagi dengan orang yang tidak berilmu…..
Si A: Ilmu itu apa sebenarnya? Apa kamu tau apa itu ilmu?
Si B: Sudahlah, kami tidak suka berdebat dengan orang jahil…*sambil ngelonyor pergi*

62 Responses to “Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira”


  1. 1 danalingga 16 June 2007 at 15:42

    Waduh ini beneran nih dialognya.😛

  2. 2 Neo 49 16 June 2007 at 15:49

    yeah, sebagian benar, sebagian ngarang dan sebagian hasil modifikasi

  3. 3 cK 16 June 2007 at 19:19

    file>>> save as>>> bikinan farid

    bacanya entar aja ah…panjang bener…

  4. 4 manusiasuper 16 June 2007 at 20:34

    eh,ko mirip postingan baru saya??

  5. 5 p4ndu_Falen45 17 June 2007 at 09:51

    KELIMAXX!!
    (Udah lama nih ga beli PERTAMAX dan sodaranya)
    Apa si A itu masih bisa disadarkan? Kok kayaknya udah parah gitu…😦

  6. 6 klikharry 17 June 2007 at 15:12

    diskusi panjang nan melelahkan

  7. 7 destiutami 17 June 2007 at 18:31

    Ya akhi, Pokoknya™ pacaran itu harom!:mrgreen:

    Apa inti perdebatan? Tanyakan nurani *halah!*

  8. 8 antosalafy 18 June 2007 at 12:04

    Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira « Parking Area | kosongempatsembilan.wordpress.com/2007/06/16/syariat-itu-tidak-segampang-yang-elu-kira | IP: 72.232.131.9

    […] Si A: Ilmu itu apa sebenarnya? Apa kamu tau apa itu ilmu? Si B: Sudahlah, kami tidak suka berdebat dengan orang jahil…*sambil ngelonyor […]

    Jun 16, 1:38 PM — [ Ubah | Hapus | Tak disetujui | Setuju | SPAM ] — Akhi, Hentikan Perdebatan dengan Orang Jahil!

  9. 9 isez 18 June 2007 at 12:12

    lucu yaa,,
    sepertinya “untukmu agamamu, untukku agamaku” jadi berlaku bagi sesama muslim juga…

  10. 10 danalingga 18 June 2007 at 12:56

    kan bisa di rubah jadi:

    “untukmu pahammu, untukku pahamku”

    *kabooor lagi*

  11. 11 Fourtynine 18 June 2007 at 14:36

    @Chika
    ………….

    @Mansup
    Wah nda tau ya, kalau duluan saya ya jelas hak saya dong

    @p4ndu_Falen45
    *uhuk uhuk*

    @klikharry
    *nyapu keringat karena lelah*

  12. 12 Fourtynine 18 June 2007 at 14:39

    @Destiutami
    *Nyari nyari hati nurani buat ditanyain*

    @isez
    Gimana kalau untuk mahzabmu, untukku jangan kau paksakan mahzabmu?

    @Danalingga
    *nangkap dana supaya jangan kabor*

  13. 13 ahmadsarwat 18 June 2007 at 19:40

    Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Di dalam agama Islam, tidak mengenal istilah pacaran. Baik dalam alasan apapun, karena didalam hukum Syariah Islam sangat jelas hukumnya. Bahwa dua orang berlawanan jenis kelamin yang bukan muhrimnya dilarang saling berjumpa. Dan barang siapa yang melanggar peraturanya terdapat ganjaran yang setimpal dari mahkamah Syariah yaitu dihukum RAJAM sampai mati.

    Allhamdulillahirabbil allamin ya allah …

    Sebuah kemuliaan bagi mereka yang menghukum hamba Allah yang telah melakukan perbuatan zina. Dan surga merupakan ganjaran yang setimpal bagi mereka yang menghukum umat manusia yang melakukan perbuatan zina.

    Insya Allah meridhoi perjuangan sohib ana dari FPI, Hisbuthir Indonesia, Majelis Mujahidin Indonesia dan ormas islam yang terkait dalam memasukan Syariat Islam menjadi dasar nergara Indonesia yang Islami sehingga tidak ada tempat bagi mereka selain mengikuti ajaran dan syariat islam sebagaimana mestinya

    Amin ya Rabbal allamin

    Alangkah indahnya Indonesia dalam Syariat Islam. Kita tidak berada dalam dosa akibat melihat wanita yang bukan muhrim menebarkan auratnya. Dan setiap muslimah tidak akan keluar dari rumahnya tanpa ditemani oleh muhrimnya. Karena bila sampai mereka melanggar, Alhamdulillah hukum cambuk akan membuat para wanita tersebut menjadi jera.

    Marilah kita bersama sama memperjuangkan syariat islam agar tidak ada satupun tempat bagi umat manapun untuk melakukan perbuatan zina dan dosa.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc

  14. 14 Death Berry Ille-Bellisima 18 June 2007 at 20:44

    Walah, panjang benar.

    Hmmm…Save as™. Baca kemudian.:mrgreen:

  15. 15 manusiasuper 18 June 2007 at 21:27

    Mampoesss!!!

    Faaarriiidddd….. Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc tanggapannya manteb tuuhh…

    Tanyai Rid, hukum poligami apa, hukum merokok apa, hukum penceramah terima amplop apa, hukum tokoh agama disowani pejabat korup apa…

  16. 16 danalingga 18 June 2007 at 21:41

    Walah, ternyata emang harom. Bertobatlah nak.😀

  17. 17 Evy 19 June 2007 at 07:39

    ehm… mari kita saling menghancurkan… yuuuk… ga usah ada kasih sayang dan saling menghormati antar sesama pemeluk agama apalagi manusia yg namanya perempuan… ga usah dikasih kesempatan keluar rumah jd dokter atau pengusaha… berani2 bekerja nyupir sendiri ke kantor, cambuuk saja…kecuali bapake mau nemenin terus… mengawal masuk ke ruang operasi klo perlu dokternay harus operasi…

  18. 18 Nanas!!! 19 June 2007 at 12:07

    Assalamualaikum,

    Kalo saya mah, mending cari kerjaan yang mantabs bin halal dulu. Urusan nikah itu, bagi saya, tidak harus terburu-buru. Saya setuju ama Mas Fourtynine kalau menikah (baik event sebelum, saat, dan sesudah upacara) tuh enggak bisa kesusu, despite the reason that menikah itu ibadah. Iya, emang betul nikah itu ibadah. Tapi, bila hati dan materi belum siap, apakah ‘ibadah pernikahan’ itu akan berjalan sesuai aturan?

    Bukannya saya pesimis, tapi menikah di jaman sekarang ini tidak lagi cukup bermodalkan iman. Iman memang faktor utama, namun harap diingat bahwa kita tidak akan bisa menjaga perut anak-anak kita tetap kenyang hanya dengan modal cinta.

    Kalau masalah Syariat Islam dalam Demokrasi Pancasila…well…saya belum berani untuk berkomentar.

    Peace & Cheers 2 all

    Wassalam

  19. 19 joesatch 19 June 2007 at 12:51

    kalian termasuk orang2 yang zalim kalo pernikahan kalian justru merepotkan orang2 di sekitar kalian!

    hohohohohohohohohohohoho…

  20. 20 Neo Forty-Nine 19 June 2007 at 14:24

    @Ahmadsarwat
    Pa, gimana dengan yang <strike>kafir</strike> non-muslim? apa kita harus paksa juga mereka jadi sama dengan kita? kalau kita main paksa, bukankah kita akan sama dengan kaum Yahudi dan nasrani yang suka memaksakan kehendak??? Ini indonesia yang isinya banyak tuhan pa, bukan cuma satu tuhan

    Kayanya anda belum baca yang ;ini dech

  21. 21 Neo Forty-Nine 19 June 2007 at 14:28

    @Mansup
    Judi kalau menang hukumnya apa??

    Halom…….

    @Danalingga
    bailah saya akan segera bertobat

    @Bu Evy
    Ampun ampun, itu bukan ide saya, saya kan ga sauka maksakan kehendak

    @Nanas
    *Mangut mangut sambil elus elus jenggot*

    @Joe
    maksih. makasih atas ceramahnya ya akhii

  22. 22 chiw imudz 19 June 2007 at 19:48

    Si B: Bagaimana hubungan antum dengan pacar antum?

    dan yang ini

    Si B: Sudahlah, kami tidak suka berdebat dengan Faridorang jahil…*sambil ngelonyor pergi*

    apa bener si B ngomong gini,Mas Farid?

  23. 23 chiw imudz 19 June 2007 at 19:51

    ehm… mari kita saling menghancurkan… yuuuk… ga usah ada kasih sayang dan saling menghormati antar sesama pemeluk agama apalagi manusia yg namanya perempuan… ga usah dikasih kesempatan keluar rumah jd dokter atau pengusaha… berani2 bekerja nyupir sendiri ke kantor, cambuuk saja…kecuali bapake mau nemenin terus… mengawal masuk ke ruang operasi klo perlu dokternay harus operasi…

    iya Bu Evy! Jangan sampai ada insinyur wanita yang cerdas dan cakep seperti si chiw berkeliaran di pelabuhan buat nginspeksi kapal!jangan samapai ada dosen yang menarik seperti si chiw mengajar di kelas yang kebanyakan penduduknya laki – laki, kecuali suaminya ikutan ngajar.

    *capek bayangin*

  24. 24 Neo Forty-Nine 19 June 2007 at 20:33

    @chiw imudz

    Hanya dari ekspresi wajah, bukan lewat kata kata. lagian……..Saya udah putus dengan pacar saya

  25. 25 chiw imudz 19 June 2007 at 21:23

    Ups…sorry to hear That…

  26. 26 chiw imudz 19 June 2007 at 21:24

    ko jadi ajang curhat gini si…
    Sorry om Farid…Sorry…nyampah bentar…

    ga lagi deh…😀

  27. 27 kampret nyasar! 19 June 2007 at 21:36

    ..mungkin bisa gampang kalau hati si empunya membuatnya menjadi mudah – insyallah Alloh memudahkan mereka yang bersungguh-sungguh.

    Seneng baca postingan ini,meski panjang jadi peringatan buat kita😀

    Salam hangat dari afrika barat…

  28. 28 Fourtynine 19 June 2007 at 21:44

    Terima kasih banyak atas kunjungannya

    Ya mudah mudahan saja jadi mudah………apanya yang mudah ya????

  29. 29 Fourtynine 19 June 2007 at 21:45

    @chiw imudz

    Ga perlu bilang sorry neng, ga papa kok

  30. 30 Nanas!!! 20 June 2007 at 13:38

    yee…jenggot doang yang dielus. Yang lain dong😀

  31. 31 elpalimbani 20 June 2007 at 14:14

    Syariat Itu Tidak Segampang Yang Elu Kira…
    Bener tuh! manjangin jenggot aje kudu pake arabian oil. Lepek..lepek deh😆

  32. 32 irdix 21 June 2007 at 15:10

    *sambil makan “teng-teng”..*

    emangnya.. sebegitu susyahnya ya…. udah…

    bakar aja..

  33. 33 Kopral Geddoe 21 June 2007 at 16:50

    Dengar, dengar… Barangsiapa yang menjumpai janda-janda tua yang berpeluh mencari nafkah buat keluarga besarnya (tanpa ditemani muhrim tentunya), harap DICAMBUK! Sebab menurut fatwa-fatwa yang saya dengar, dengan mencambuk janda-janda yang sedang mencari sesuap nasi itu, kita akan masuk surga. Jandanya? Ah, neraka, tentu saja. Berani-beraninya…

    Tidak adil? Ah, jangan mendewakan akal…🙄

  34. 34 Neo Forty-Nine 21 June 2007 at 16:55

    @30
    Lantas ngelus apa????

  35. 35 Neo Forty-Nine 21 June 2007 at 16:57

    @31
    Busyeeet

    @32
    weisss, apanya yang dibakar????????

    @33
    baiklah ya akhii……kami tidak akan mendewakan akal

  36. 36 gessh 21 June 2007 at 21:49

    lho lho?! ko jadi ngomongin wanita yg menebarkan aurat si? ndak ada contoh lain pak? (ah banyak juga ko orang bersorban putih-putih dengan celana kain menggantung + berjenggot ngelirik cewe2 pake baju ketat….) eh eh…mangnya klo udah mati bawa-bawa gelar “ustadz” sama “haji” yah?

  37. 37 Lelaki misterius SH 22 June 2007 at 13:30

    ane setuju pacaran itu haram ram ram dan seram! lebih baik tanpa komitmen tapi hubungan badaniah jalan terus asal nggak bayar wa ha ha ha ehem. tapi ingat air bisa kemana mana asal botolnya tetap kembali!

  38. 38 Neo Forty-Nine 22 June 2007 at 14:54

    @37
    Teman tapi meseum maksudnya?

  39. 39 Paijo 22 June 2007 at 15:42

    Kok seru sekali ya …. saya jadi kangen mbaca postingannya wadehel, sayang dia sudah ‘mati’.

  40. 40 gessh 23 June 2007 at 19:16

    komen saya di atas untuk Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc

    **nunggu dibales sm orang yg bersangkutan

  41. 41 Neo Forty-Nine 23 June 2007 at 23:16

    @Paijo
    hoho……mirip wadehel ya???

  42. 42 Neo Forty-Nine 23 June 2007 at 23:17

    @Gessh
    *Ikutan nungguin…………..*

  43. 43 telmark 24 June 2007 at 08:35

    bagus bagus….
    kebetulan baru baca postingnya mansup.

    komen utk utk no. 13.
    emangnya Islam harus gelimangan darah terus ya pak ustadz ?

  44. 44 agorsiloku 24 June 2007 at 21:00

    diskusi yang muantap…. mudahkanlah…. Allah memberikan kemudahan dan tidak ingin menyukarkan hambaNya….

  45. 45 Neo Forty-Nine 25 June 2007 at 23:58

    @Agorsiloku: Terima kasih mas………..Semoga selalu menjadi mudah. Memang Allah selalu memberi kemudahan, jangan kita yang menjadikannya sulit.

    *Ngawur lagi ngomongnya, jadi malu sama Mas Agor*

  46. 46 Sugeng Rianto 26 June 2007 at 22:44

    He..he..he…saya lebih suka dengan cara pandang yang berbeda, bukan sekedar hitam dan putih.
    Eits, masalah nikah nih?! oalah saya juga masih belum mampu utk. ngempaninnya tuh, kira-kira mau dikasih makan apa ya?!😆

  47. 47 mrtajib 27 June 2007 at 11:22

    Dan disana, Tuhan, kayaknya tersenyum saja melihat mereka yang mau men-syariat islam-kan negara…..

    “Kenapa Tuhan tersenyum?” kata seseorang.

    “Karena ternyata ada yang membela Tuhan dengan begitu lucunya,” jawab lainnya.

    He he he he

  48. 48 Fourtynine 27 June 2007 at 12:31

    Sugeng : Nah, itulah Mas, kenapa nikah sulit????

    Mrtajib : Wah, politik membela Tuhan ya Kang?

  49. 49 antosalafy 29 June 2007 at 17:45

    gak jelas siapa si A dan siapa si B. seperti dongeng atau drama saja. apa yang ingin dicapai dari postingan di atas? mengajak mengenal agama? atau saling nasihat-menasihati? atau hanya ungkapan kekesalan saja? ck..ck..ck.

  50. 50 Kopral Geddoe 30 June 2007 at 03:32

    Mampoesss…! Tuh dengerin!😆

  51. 51 Neo Forty-Nine 30 June 2007 at 14:44

    gak jelas siapa yang anda kritik dan siapa yang anda maksud. seperti komen OOT saja. apa yang ingin dicapai dari komen anda? mengajak mengenal agama? atau saling nasihat-menasihati? atau hanya sekedar komen daripada ga komen saja? ck..ck..ck….

  52. 52 Neo Forty-Nine 30 June 2007 at 14:48

    gak jelas siapa si A dan siapa si B.

    Bukti bahwa anda ga membaca dengan baik, apa membacanya loncat loncat??

    seperti dongeng atau drama saja.

    Ini kisah nyata kok…

    apa yang ingin dicapai dari postingan di atas? mengajak mengenal agama? atau saling nasihat-menasihati? atau hanya ungkapan kekesalan saja?

    Anggap saja semuanya, sekalian mengajak anda, dan mungkin siapa saja yang ga mau make anugrah Yang Maha Benar yaitu OTAK.

    Gimana? Clear?

  53. 53 Neo Forty-Nine 30 June 2007 at 14:51

    @Geddoe : Iya iya, saya dengerin, dah saya baca sampai habis tuh………

  54. 54 passya 22 July 2007 at 13:52

    baca juga deh artikel keren nih : http://embun-hibban.blogspot.com/2007/07/membunuhku.html, dapet link dari cewek Aceh yang aneh😛

  55. 55 Neo Forty-Nine 22 July 2007 at 22:40

    Makasih mas Passya….

  56. 56 mocha 2 August 2007 at 23:56

    baca artikel diatas jadi inget “masa-muda” dulu.
    mau ‘ngeyel-ngeyelan’ sampe botak juga ga selese2, qiqiqi.
    pas ketemu lagi saling menyesal…(sambil ketawa bareng sampe nangis) *halah .. curhat*

  57. 57 Neo Forty-Nine 3 August 2007 at 23:49

    @Mocha😀
    Endingnya dari cerita anda kayanya bagus tuh😆

  58. 58 rotimari 31 August 2007 at 11:13

    Woihhh …
    Bagus nich topiknya …
    Sampai ada yg mengeluarin Nama Geng, pangkat Tuhan dan Ilmunya.
    Woihh… Keren …
    Tapi sayangnya aq cuman takut sama Boss-nya Jagad Raya.

  59. 59 toni tegar sahidi 6 November 2007 at 13:38

    hihihihi
    orang yang pemahamannya parsial, kok ngomongin Syariat Islam…..
    jadi deh gitu kayak yang bikin cerita diatas….

  60. 60 AL HABIB 6 December 2007 at 10:52

    ADA YANG NGOMONG KLAU JENGGOT PANJANG TU BISA MASUK SURGA YA AKHI??????

  61. 61 AL HABIB 6 December 2007 at 10:56

    ABIS GINI HARI RAYA KORBAN LOOO….. HARAP HATI-HATI MA ORANG YG BERJENGGOTAN NTAR DI SEBELIH LU…. TAPI GA’ PA2 KQ KAN KATANYA PAK USTAD EMBEKNYA MASUK SURGA.HE HE HE


  1. 1 Fallacy Itu Tidak Sesulit Yang Ente Kira! « Deathlock Trackback on 8 February 2009 at 20:02

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: