Banyak Hal Dalam Hidup Ini Yang (Katanya) Tidak Untuk Dimengerti

Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti. Dan untuk itulah sayapun akan menghentikan pencarian untuk pengertian saya terhadap beberapa hal di dunia ini.

Makhluk bernyawa dalam gambar. Kata salah seorang ustadz guru agama saya makhluk bernyawa dalam gambar adalah haram! Dan saya pun berhenti mendebatnya atau bertanya lebih lanjut. Suatu saat, saya lulus sekolah menengah dan memasuki jenjang kuliah, kebetulan yang jurusannya biologi. Dosen saya menyodorkan gambar makhluk hidup bernama Baracuda dan Katibarra, binatang yang belum pernah saya liat sebelumnya, hati saya tergerak untuk menengoknya, dan terngianglah kata kata guru agama saya dahulu bahwasanya makhluk bernyawa dalam gambar adalah 100% HARAM™! Sayapun menolaknya, meski untuk itu saya tidak kunjung lulus kuliah hingga sekarang. Kenapa? Sudahlah. “Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.”

Masih soal nyawa, kata seseorang yang berilmu dan mengetahui banyak ayat, surah, sabda, serta surah dan riwayat serta pandai memodifikasi dan memutilasinya. Dia katakan bahwasanya makhluk hidup bernama tanaman adalah tidak bernyawa. Kembali akal saya mendebat “Makhluk hidup adalah berkembang biak, manusia, hewan dan tanaman berkembang biak. Mengapa hanya hewan dan manusia yang layak menjadi makhluk bernyawa? Sedangkan tanaman dibedakan. Apakah benar tanaman tidak bernyawa?”. Stop. Ingat! “Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.” Hentikan saja pencarian jawabannya.

Seorang teman baik saya berangkat ke daerah Timur. Katanya mau bergabung dengan pasukan Jihad. Selepasnya dari sana dia sudah jadi pasukan handal. Jago merakit bom, strategi perang dan persenjataan. Katanya malam nanti dia mau meledakkan hotel di Bali sebuah tempat umum. Saya katakan padanya ajaran agama itu adalah cinta damai. Dikatakan mati di jalan tuhan adalah jaminan surga. Saya tanya apakah surga diisi oleh orang orang keji dan haus darah? Dia jawab “Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.” Dan saya tidak perlu mengerti semuanya. Tidak perlu pula saya bertanya lebih lanjut.

Mencari ilmu. Saya datang mencari ilmu pada orang yang setau saya memiliki ilmu. Saya bertanya tentang keaslian, keabsahan, dan kemungkinan terpelintirnya beberapa petuah bijak. Guru saya katakan, dilarang mempertanyakan hal itu. Kenafa? Karena Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.

Dan saya tidak perlu mengerti akan kepalsuan petuah bijak. Yang saya perlu ketahui adalah petuah bijak adalah paling selalu benar. Dan saya dilarang mempertanyakanya, apalagi sampai menggugatnya. Kenafa? Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti. Maka cukupkanlah pertanyaan saya.

Komentar. Banyak yang bertanya, kemana komentar saya? Saya katakan bahwasanya komentar kalian sudah saya hapus. Kenafa? Bukankah komentar yang dihapus itu bersifat membangun dan mencerahkan? Saya jawab. Saya ini benci kritik dan saran. Ga ada urusan dengan kritik dan saran. Kalau memang mau mendebat saya, kalian akan masuk neraka karena kalian tidak punya ilmu untuk mendebat saya tetapi coba coba berani berdebat dengan ahlul jannah macam saya?

Saya ini memang fanatik! Dan tertutup akan perubahan dan kemudahan. Apa yang sudah tertulis, salah benar tidak akan saya koreksi tapi akan saya hapus apabila terasa mengancam keberadaan saya, apalagi membuat saya menerima banyak kritikan. Tidak perlu bertanya lebih lanjut, tidak perlu memahaminya, karena Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.

Dan kalian tidak perlu mengerti seandainya komen kalian ga muncul. Ho ho ho.

*elus elus jenggot*

Ya enggalah, kali ini saya tidak akan menghajar komentar anda.

Inspiration comes from here. Sebenarnya maunya ga jadi seperti ini. Apa daya jemari saya mengetikkannya sehingga jadinya ya seperti itu. Kenafa? Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti. Suatu saat nanti, kalau dunia belum kiamat. Kalau saya masih hidup. Dan kalau saya masih bisa menuliskannya Akan saya posting ide dan inspirasi aslinya. Maaf. saya kemungkinan besar akan menghilang dalam minggu depan. Rencananya Rabu (4 Juli 2007) Saya, Emond dan Jack (anggota Mapala Justitia) bakalan mengadakan Expedisi Penganggur, yang pastinya ga bakalan jadi macam ekspedisi keparat kemaren.

19 Responses to “Banyak Hal Dalam Hidup Ini Yang (Katanya) Tidak Untuk Dimengerti”


  1. 1 Lee Shan-in 3 July 2007 at 15:05

    Memang banyak hal dalam hidup yang merupakan misteris Ilahi, seperti fenomena roh misalnya.

    Tapi jangan lantas kita menjustifikasikan sesuatu sebagai BOLEH DIKETAHUAI dan TIDAK BOLEH DIKETAHUI tanpa ada penjelasan yang jelas.😀

    Yah… Saya sendiri masih berusaha mencari arti hidup ini.😛

  2. 2 Rizma 3 July 2007 at 15:37

    *ga ngerti bagian awalnya*

    Farid mo kemping? hati hati lho,, oleh oleh ya,, (ini maksudnya nih,,)😀

  3. 3 cK 3 July 2007 at 16:24

    jadi kemping toh?? hati hati yaa…jangan gelap mata…ntar kayak pelm brokbek montein lho wakakakakakk😆 😆

  4. 4 deking 3 July 2007 at 19:27

    Sebenarnya definisi “mati di jalan Tuhan” alias jihad itu yang seperti apa sih?
    Jangan2 mereka terlalu berlebihan dalam mengartikan jihad atau saya yang terlalu goblok untuk hal ini.
    Kalau menurut saya kalau kayak semacam bom itu sich namanya pembunuhan😀

  5. 5 Neo Forty-Nine 3 July 2007 at 22:50

    @Lee Shan-in : Udah ketemu????

    @ Rizma & cK : Iya. mau kaping dulu

    @Deking :

    .
    Kalau menurut saya kalau kayak semacam bom itu sich namanya pembunuhan

    Setuju sama Ari!

  6. 6 erander 4 July 2007 at 08:54

    Wah asik ya bisa camping lagi. Pengen ikut sih, tapi karena masih ada tugas dan tanggung jawab .. udah ah ga perlu dimengerti kok. Cuma pengen bilang. Nikmati hidupmu. Jalani sesuai dengan takdirmu. Selamat bertualang sobat. Semoga di alam yang tanpa pamrih, kamu temukan jawabannya.

  7. 7 jurig 4 July 2007 at 10:33

    beneran bukan kaya ekspedisi kemaren neh …. hehehehehe …😀

  8. 8 manusiasuper 4 July 2007 at 11:42

    Termasuk kenapa cinta tahunan bisa lenyap hanya karena status ‘dosen’, wekekek…

  9. 9 rickisaputra 4 July 2007 at 18:08

    “Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.”

    hidup memang sulit untuk dimengerti. karena setiap langkah yang diambil dalam hidup, akan menentukan masa depan yang bagaimana yang akan kita lalui.

    Dikatakan mati di jalan tuhan adalah jaminan surga.

    bukan berarti untuk masuk surga kita harus dengan mengorbankan nyawa, kan..
    orang tua saya selalu menyampaikan entah sebuah hadis atau sebuah ayat, yang pasti isinya, “Surga itu sangat mudah untuk diraih, terutama bagi yang berilmu.”
    Salah satunya, surga ada di telapak kaki ibumu..

    regards,

  10. 10 dnial 5 July 2007 at 15:15

    Nggak ngerti berarti aku masih hidup kan?
    Aku masih nggak ngerti….

  11. 11 Neo Forty-Nine 7 July 2007 at 15:03

    @Mas Erander : Makasih mas. skarang saya dah pulang. dan sudah saya temukan bahwasanya gravitasi itu memang benar benar ada.

    @Jurig : beneran. kali ini yaa, asyik pokoknya. ntar saya posting bagaimana asyiknya Ekpedisi kali ini.

    @Mansup : Komen anda bukan untuk dimengerti nampaknya

    @Rickysaputra :

    bukan berarti untuk masuk surga kita harus dengan mengorbankan nyawa, kan..

    Ya. sayang banyak yang ga mengerti dan ga mau mengerti

    @Dnial : Saya juga ga ngerti

  12. 12 chielicious 11 July 2007 at 16:59

    mwahahahah bageuussss bener artikelnya..segini ditulisnya spontan ya..keren ..~

  13. 13 Neo Forty-Nine 12 July 2007 at 12:36

    Makasih makasih….. iya agak spontan juga sich Rin, soalnya kalau ga spontan malah biasanya aku batal nulis

  14. 14 zal 13 July 2007 at 14:14

    masih engga ngerti…??? ya sudah… karena Banyak hal dalam hidup ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti.
    ya…mengertimu untukmu, mengertiku untukku….

  15. 15 Fourtynine 13 July 2007 at 22:22

    @Zal : wakakakaka. komen anda juga nampaknya bukan untuk dimengerti kan???

  16. 16 zal 16 July 2007 at 19:09

    lho…kan mengerti itu karena engga ngerti…kalau ngerti…ya ngga nyarilah Boss….he..he

  17. 17 Fortynine 17 July 2007 at 10:53

    Kalau begitu saya akan trus nyari……………


  1. 1 On the Way to a Smile « ka mo shirenai shi, chigau ka mo Trackback on 5 July 2007 at 20:48
  2. 2 Perjalanan Mencari Tuhan « Generasi Biru Trackback on 6 December 2007 at 16:37

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: