Let’s Make a Night to Remember

Yeah. Akhirnya saya kembali. Meski ingatan dan catatatan perjalanan masih hangat fresh di kepala, namun tubuh letih ni tidak bisa didustakan. Bagaimanapun juga saya memang harus menuliskan catatan perjalanan kemaren sebelum akhirnya justru lupa dan tidak jadi tertuliskan sama sekali.

Senin. 23 July 2007.

Ngantar pasukan IMPAS-B yang akan melaksanakan Latihan Pemantapan. Diiringi hujan deras. Yang berangkat saat hari pertama adalah Bang Asep (004), Bang Arwanto (???), Ketua Umum IMPAS-B periode 2006-2007 Halidi (053), Anjar (052), Ridho (055). Dan 2 orang Anggota Muda yang memang sekiranya bakalan dilantik menjadi anggota penuh.

Tugas saya sesampainya di pelabuhan Riam Kanan kali ini adalah mencarikan klotok buat mereka menyeberang ke Desa Belangian. Plus titip pesan pada supir kolotoknya bahwasannya hari Rabu akan ada beberapa orang yang akan menyusul.

Selasa. 24 July 2007

Semua yang rencanannya menyusul membatalkan rencana dan akan menyusul hari Rabu.

Rabu. 25 July 2007

Terpaksa menelepon sang supir untuk membatalkan janji sekaligus memindahkannya menjadi hari Kamis. Malamnya saya memesan kamera digital kepada Syamsiwal (044), berhubung dirinya tidak bisa ikut menyusul, namun kebiasaan selama ini adalah kemera digital milik Syamsiwal lah yang biasanya diambil paksa dipinjam sebagai media pembuatan dokumentasi. Sayang dia tak kunjung mengantarkan pesanan, maka dengan ini resmi sudah kegiatan kali ini tidak terdokumentasikan.

Kamis. 27 July 2007

Berangkat ke pelabuhan bersama Zuardi (051) dan Dharma (kelak akan memiliki no 056). Siyal sekali bahwasanya kedatangan kami yang lumayan pagi ternyata hanya menghasilkan kebosanan. Tidak kurang dari 4 jam kami menunggu keberangkatan klotok meuju desa Belangian.

Alhasil, kemalaman pun terlaksana. Maka kali ini tiga orang lelaki sial ini melaksanakan perjalanan susulan dengan menembus gelapnya hutan Kahung. Start dari desa belangian jam 17:45 alias menjelang Magrib, sementara tujuan kami yaitu Simpang 3 bakalan memakan waktu 3 jam perjalanan darat menggunakan alat transportasi ciptaan Tuhan bernama kaki.

Sejam pertama menuju Sungai besar sukses tanpa senter karena matahari masih menyisakan keperkasaannya buat kami. Sejam kedua senter sudah mulai dipaksa berpijar, dan sejam terakhir adalah melewati gelap dan rimbunya hutan yang nampaknya masih perawan plus naiknya air sungai karena hujan deras memaksa kami berendam ria menyeberangi sungai yang dalamnya hampir sedada.

Sebelum berangkat menyusul, beberapa hari sebelumnya sendal eiger ukuran 43 milik saya tertukar ditukar oleh oknum tidak bertanggung jawab di salah satu warnet yang menyebabkan perjalanan saya menjadi terhambat. Sendal itu memang masih bermerek eiger, namun sebelah kiri ukuran 42 (ngepas, sakit buat trekking jarak jauh) dan sebelah kanan ukuran 41 (kekecilan)!

Bangsatnya lagi gripnya juga sudah tidak ada lagi, ditambah kondisi hujan dan jalanan licin, maka kali ini beberapa kali saya terjatuh! KEPARAT! Siapapun oknum yang harusnya bertanggung jawab terhadap sendal saya. JIKALAU DIRINYA MASIH PERCAYA TUHAN, DOSA DAN PAHALA, SERTA SURGA DAN NERAKA, SEMOGA TUHANNYA MENGHUKUMNYA DI NERAKA JAHANAM SAMPAI LUMAT BERKUDART KUADRAT. KARENA PERBUATAN KEPARATNYA SUDAH MENYENGSARAKAN SAYA. AMIN!

*Gimana kalau ternyata pelaku tidak percaya tuhan? Semoga seluruh alam semesta akan menghukumnya, minimal membuatnya merasakan penderitaan saya selama hampir tiga jam perjalanan kemaren.

Pukul 20:30 kami sampai di Simpang 3, dikasih makan mie instan oleh pasukan disana sekaligus disambut hangat, kenafa karena kami adalah malaikat penolong yang menghilangkan rasa sakit akibat kehabisan rokok yang dialami oleh Bang Asep, Bang Arwanto, Halidi dan Ridho. Ga banyak yang bisa diceritakan tentang kejadian selanjutnya.

Jum’at. 28 July 2007

Pagi sampai siang ada kegiatan ORAD, berbagi Petuah Bijak sekaligus persiapan pelantikan buat anggota muda agar sekiranya berubah status menjadi anggota penuh. Malam kian mendekat, hari itu setelah sejak hari Minggu menjadi bule karena tidak terkena terik sinar matahari sama sekali, maka pada hari ini sang surya bersinar terang.

Malamnya, PURNAMA. Sekali lagi PURNAMA! Sungai Simpang 3 yang berbatu dan kedalaman airnya yang mulai normal menjadi makin indah saat cahaya bulan menimpa. Ada satu tempat ditengah sungai yang nampak luar biasa romantis dan menyenangkan. Batu batu besar rata yang sangat nyaman menjadi tempat nongkrong menikmati indahnya alam. Tempat dimana tepat tengah malam nanti akan diadakan pelantikan Aggota Penuh baru.

Sialan! Seharusnya bukan mereka yang bakalan ditempatkan di batu itu. Harusnya saya bersama seseorang yang nongkrong disana, tertimpa cahaya terang dari sang bulan, menikmati alunan merdu suara derasanya aliran air, melewati pajangnnya malam bersama sama….

Tepat tengah malam acara pelantikan dimulai. Acara pemberkatan, kemudian pemberian nomor anggota yang kemudian diakhiri dengan acara penyematan slayer IMPAS-B sebagai tanda resminya mereka bergabung menjadi Anggota Penuh.

Sabtu. 29 July 2007

Trekking ke shleter kembar dan menginap di sana, lagi lagi malamnya dihiasi dengan terangnya sinar bulan. I wish you were here with me. And we’ll make a night to remember. Bukan malah seperti kejadian sesungguhnya dimana saya berkumpul dengan pasukan yang sudah hampir busuk karena kelelahan dan kelaparan ini.

Minggu. 30 July 2007

Pulang, trekking subuh buta jam 5, demi mengejar klotok yang bakalan berangkat pagi ini. Untung masih dapat dikejar. Hingga kamipun bisa pulang dengan damai.

TERIMA KASIH KEPADA:

TUHAN YANG MAHA BENAR. Terima kasih ya Tuhan, engkau telah buktikan pada kami saat tanjakan dan jalanan licin bahwasanya gravitasi itu memang benar benar ada sehingga kami harus mengeluarkan tenaga ekstra dan jatuh kebawah. Saat bahan makanan habis, Engkau juga telah tunjukkan pada kami arti dari rasa lapar.

Seluruh pengemudi taksi dan klotok yang mengantarkan kami.

Tembakau, kertas lintingan dan semua rokok yang sudah bersedia kami bakar sampai jadi abu.

Semuanya. Terkecuali maling sendal jahanam yang menukar sendal saya sehingga saya harus nyeker sejak Kamis malam, trekking hari jum’at, Sabtu dan Minggu, sampai Minggu siang saya pulang kerumah, sendal keparat itu amat menyiksa kaki saya.

FARID/049/APSM I/IMPAS-B

37 Responses to “Let’s Make a Night to Remember”


  1. 1 Neo Forty-Nine 29 July 2007 at 23:02

    😀
    😆

  2. 2 cK 29 July 2007 at 23:56

    PERTAMAAAXXXXX!!!!

  3. 3 cK 29 July 2007 at 23:58

    maling sendal jahanam yang menukar sendal saya sehingga saya harus nyeker sejak Kamis malam, trekking hari jum’at, Sabtu dan Minggu, sampai Minggu siang saya pulang kerumah, sendal keparat itu amat menyiksa kaki saya.

    😆 😆 😆

  4. 4 deking 29 July 2007 at 23:58

    Panjang bener postingannya😀

  5. 5 cK 29 July 2007 at 23:58

    hetriks!!!😈

  6. 6 cK 29 July 2007 at 23:59

    wadoooh…diinterupsi!!!

    *injek2 deking*

  7. 7 cK 29 July 2007 at 23:59

    hetriks sekali lagi😀

  8. 8 deking 30 July 2007 at 00:00

    Sendal itu memang masih bermerek eiger, namun sebelah kiri ukuran 42 (ngepas, sakit buat trekking jarak jauh) dan sebelah kanan ukuran 41 (kekecilan)!

    Hahahaha jangan2 yang kiri kamu ambil di warung dan yang kanan ambil di masjid ya Rid😀

  9. 9 Neo Forty-Nine 30 July 2007 at 00:04

    Bukaaaaam. dasr tu maling jahanam.!!!!!!!!

    . JIKALAU DIRINYA MASIH PERCAYA TUHAN, DOSA DAN PAHALA, SERTA SURGA DAN NERAKA, SEMOGA TUHANNYA MENGHUKUMNYA DI NERAKA JAHANAM SAMPAI LUMAT BERKUDART KUADRAT. KARENA PERBUATAN KEPARATNYA SUDAH MENYENGSARAKAN SAYA. AMIN!

  10. 10 cK 30 July 2007 at 00:50

    farid, kalo nulis jangan esmosi™. tuh banyak yang salah ketik tuh😀

  11. 11 echox 30 July 2007 at 01:49

    🙂 lam knal!!!

  12. 12 almascatie 30 July 2007 at 03:24

    😀 mantap sekali….. jadi pingin naek gunung lagi iks
    eh tapi apa boleh nyumpahin orang nih kata orang sabar itu disayang tuhan lho
    :kabur:

  13. 13 aRuL 30 July 2007 at 03:57

    wekz.. enak’e jalan2 ke gunung…..:)

    gimana selain kopdar, naik gunung bareng aja sama blogger….😛

  14. 14 Sugeng Rianto 30 July 2007 at 08:50

    weits…mapala toh!🙂
    Gaya gravitasi memang membuat beban diransel jadi bertambah berat saat naik gunung menyusuri jalan setapak.

  15. 15 Luna Moonfang 30 July 2007 at 10:24

    yg khas dari petualangan farid itu cuma satu … yaitu oleh-oleh berupa artikel dengan kata keparat didalamnya …😆

    *kabuuuurrrrrr*

  16. 16 catatanqs 30 July 2007 at 12:05

    eh ini neh blog ampon urang banjar leh.. waah sanang bangat neh katamu urang sakampong…
    hehheheee ngerti gak???😆

  17. 17 titah 30 July 2007 at 13:28

    ga ada acara jungle survivalnya yah…. makan ular…. whew, jadi inget waktu gw masih gila 25 taun yang lalu (kamu di mana waktu itu rid?)😀

  18. 18 Mrs. Neo Forty-Nine 30 July 2007 at 15:03

    sayang…ternyata kita emang kompak yah…
    sampek merek sendalpun sama…

    ehehe…
    aku pake eiger juga…

  19. 19 Mrs. Neo Forty-Nine 30 July 2007 at 15:15

    Malamnya, PURNAMA. Sekali lagi PURNAMA! Sungai Simpang 3 yang berbatu dan kedalaman airnya yang mulai normal menjadi makin indah saat cahaya bulan menimpa. Ada satu tempat ditengah sungai yang nampak luar biasa romantis dan menyenangkan. Batu batu besar rata yang sangat nyaman menjadi tempat nongkrong menikmati indahnya alam. Tempat dimana tepat tengah malam nanti akan diadakan pelantikan Aggota Penuh baru. Sialan! Seharusnya bukan mereka yang bakalan ditempatkan di batu itu. Harusnya saya bersama seseorang yang nongkrong disana, tertimpa cahaya terang dari sang bulan, menikmati alunan merdu suara derasanya aliran air, melewati pajangnnya malam bersama sama…

    aku makin percaya, kamu ini orang yang romantis…
    *pipi memerah*

  20. 20 Mrs. Neo Forty-Nine 30 July 2007 at 15:44

    Trekking ke shleter kembar dan menginap di sana, lagi lagi malamnya dihiasi dengan terangnya sinar bulan. I wish you were here with me. And we’ll make a night to remember………

    *speechless*

    proud to have u, honey…

  21. 21 ayahshiva 30 July 2007 at 17:26

    ayo kita buat malam ini berkesan

  22. 22 ekowanz 30 July 2007 at 18:06

    woh baru sadar rid kl punya dua blog di WP :p
    hehe…bentar yg ini kumasukin rssku dulu biar gampang bacanya😀

  23. 23 Neo Forty-Nine 30 July 2007 at 22:52

    @cK
    Maaf. maklum keyboard butut

    @echox
    salam kembali….

    @almascatie

    kata orang sabar itu disayang tuhan lho

    Itu terbatas buat yang percaya Tuhan😀

    @aRuL
    naik gunung bersama blogger? boleh….

    @Sugeng Rianto&Luna Moonfang😆

    @catatanqs
    Sesama urang banjar kah> nyata ai ngerti…😀

    @titah
    jungle survival batal lantaran kondisi cuaca. 25 tahun yang lalu ? masih…. direncanakan untuk lahir 😀

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Hidup eiger
    *ngiklan*

    ya saya memang sepereti yang kamu sebutkan Sayang…😀😆

    @ayahshiva😀

    @ekowanz
    Yang satu dah kada kuurusi lagi…….😀

  24. 24 Grandiosa Roffi 31 July 2007 at 01:37

    waduh.. jalan² dengan sendal kekecilan pasti menyakitkan

  25. 25 Lady Voldemort 31 July 2007 at 11:26

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Hidup eiger
    *ngiklan*

    semua hal yg berasal dari bandung emang top😆

  26. 26 endee 31 July 2007 at 13:06

    aPaH gA caPek tuH??? fiuff…

  27. 27 ekobanana 31 July 2007 at 14:35

    Gwe jg punya pengalaman DIKLAT Mapala tuh, tp sayang karena beda idealisme sebagian angkatan kami angkat kaki. Masih jaman apa anggota yunior jadi budak anggota senior. Kita sesama anggota, hanya beda waktu masuknya…

  28. 28 Mrs. Neo Forty-Nine 31 July 2007 at 15:50

    #istrinya voldemort

    narses!

  29. 29 Neo Forty-Nine 31 July 2007 at 19:43

    @Grandiosa Roffi
    Memang menyakitkan

    @Lady Voldemort😀

    @endee
    Ga, ga cape kok. tapi cape bener……… 😀

    @ekobanana
    MAPALA juga? Salam Lestari!!!!

  30. 30 Takodok! 31 July 2007 at 20:11

    *ngebayangin jalan dgn sendal kekecilan*
    sengsara! *pengalaman pas acara perpisahan*

  31. 31 Neo Forty-Nine 1 August 2007 at 12:13

    @Takodok
    😀

  32. 32 cK 1 August 2007 at 12:50

    photonya nyaru ama photonya siwi. jadi bingung wakakakakk…btw kok themes nya ganti? bagusan yang kemaren tuh…

  33. 33 Neo Forty-Nine 1 August 2007 at 12:58

    Udah ku balikin ke theme yang lama…. maaf, blog sedang dalam pross pengeditan

  34. 34 mocha 3 August 2007 at 00:12

    apa seeehhhhh maksutnya *geleng2 ga ngerti pisan*

  35. 35 Neo Forty-Nine 3 August 2007 at 23:47

    @mocha
    Memang banyak hal di dunia ini yang (katanya) tidak untuk dimengerti

  36. 36 Mrs. Neo Forty-Nine 24 August 2007 at 12:06

    Sayang…aku paling suka sama post yang ini…
    romantis bangeeet…
    😳

  37. 37 Neo Forty-Nine 24 August 2007 at 17:27

    Ya saya memang romantis kok….😀


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: