Aku Pensiun jadi Muslim

Aku. Aku tak perlu sebutkan namaku. Nanti ada yang tersinggung. Yang jelas aku hanya ingin berbagi kisah. Aku adalah anak Muslim, lahir dari orangtua yang keduanya Muslim. Meskipun bukan Muslim macam Ustadz ataupun anak anak pesantren namun aku mendapatkan bekal pengetahuan agama yang lumayan. Sejak kecil aku sudah dimasukkan TK Al Qur’an. Juga dipanggilkan guru agama setiap malam untuk menceritakan riwayat dan sejarah Islam.

Sejak kecil hingga kini aku bersekolah selalu di sekolah negeri. Namun karena aku tinggal di kota yang cukup metropolis dan memiliki masyarakat dari unsur unsur yang berbeda. Maka sejak kecil aku sudah punya teman teman yang kebetulan tempat ibadahnya berbeda dengan tempat ibadahku. Ada Kristen, ada Hindu, dan Buddha. Aku tak pernah pilih pilih teman, karena bagiku mendapatkan 1 teman jauh lebih sukar daripada mendapatkan 1000 musuh.

Aku sekarang selangkah lagi menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah. Namun sejak saat ini aku juga merasa gamang dengan keislamanku yang sekarang. Aku adalah anak yang lumayan nakal karena aku suka mabuk dan main judi. Orang tuaku sudah tak terhitung lagi dalam menegurku. Kakekku yang dituakan di kampungnya juga pernah turun tangan. Namun bagiku aku sudah tak peduli. Aku ingin hidup bebas, maka akupun sering tak ada di rumah. Aku juga bekerja membantu temanku yang tukang bangunan untuk mendapatkan uang karena aku sebisa mungkin tidak mau minta uang lagi dengan orang tuaku.

Kelulusanku pun tiba. Aku lulus, meski bukan yang terbaik ataupun yang terjelek di sekolahku. Aku pun akhirnya kuliah. Aku sudah menyiapkan semuanya. Hasil menang judi dan hasil kerja kerasku selama menjadi tukang bangunan sedikit demi sedikit kukumpulkan untuk biaya masuk kuliah. Makanya setiap berjudi aku selalu berprinsip pantang kalah, tak peduli bagaimanapun caranya. Serta aku selalu habis habisan dalam bekerja.

Kini setelah sekian semester kulalui, aku makin gamang dengan keislamanku. Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang. Katanya orang puasa itu penyabar, kenyataannya tak sekali aku dimarahi mentor mentorku yang suka puasa Senin Kamis itu gara gara aku suka membahas saat mereka lagi ceramah. Katanya aku suka melawan dan menuhankan akal. Termasuk saat aku meragukan bahwasanya “Bunga ataupun tumbuhan lainnya itu bukalah makhluk bernyawa”. Mereka bilang aku sudah tersesat.

Katanya Muslim itu bayar zakat supaya berbagi dan peduli dan saudaranya. Namun aku sudah liat sendiri Muslim Muslim pelit saat aku bekerja menjadi tukang bangunan. Dengan berbagai alasan dan dalih mereka memotong gaji kami. Mereka juga..ah sudahlah, pokoknya aku banyak ketemu Muslim kaya yang pelit bin kikir alias medit bin bakhil. Orang yang sudah pernah naik haji katanya alim. Nyatanya pak haji pemilik kostku itu tiap hari ikutan gabung main judi. Dosenku yang haji itu juga menyediakan kesempatan buat anak anak cewe agar dapat nilai tinggi dengan syarat harus mau datang kerumah beliau. Dan anak anak cowonya disuruh menghubungi beliau untuk membicarakan pembayaran untuk nilai. Ada apa? Apa agamanya yang salah?

Kalau memang sholat itu menyehatkan dan mendisiplinkan. Aku yang ga pernah lagi sholat ini bisa lebih disiplin daripada Pak Haji dosen yang sering telat itu. Aku juga tidak sakit sakitan macam temanku seangkatan yang berjidat hitam yang sekarang hampir koit terbaring di rumah sakit dengan penyakit jantungnya itu. Badanku kekar berotot karena hampir tiap hari aku bekerja berat. Semuanya aku dapatkan bukan oleh didikan sholat. Jauh lagi didikan guru guru agama dan mentor mentorku.

Kalau memang Muslim itu bersaudara, kenafa tetanggaku yang kebetulan janggutnya lebih lebat dan istrinya berjubah itu di usir dan dicap bid’ah bahkan kafir? Kalau memang orang orang Muslim itu suka bayar zakat. Kenapa aku bisa nyumbang mesjid lebih banyak dari si Arab juragan toko obat kuat itu waktu ada acara Isra Mi’raj?

Tibalah aku pada kesimpulanku…. aku tak perlu Islam! Aku mau pensiun jadi Muslim! Aku juga tak perlu agama lain. Mending aku jadi manusia ciptaan Allah yang bebas. Aku merasa Islam mengekangku. Mau belajar musik dibilang haram. Mau kenalan sama cewe dibilang haram. Mau main bilyar dibilang haram. Mau bersalaman dengan lawan jenis saja dibilang haram. Aku tak butuh semuanya yang digembar gemborkan pemuka pemuka Islam yang suka konser pake Toa itu. Biarkan aku hidup bebas. Yang penting aku ga nyolong, ga nodong, dan ga menghamili anak orang….

*Kisah ini bukan nyata. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung. Berati pernah mengalami. Minimal pernah triak triak ceramah pakai Toa sehingga tetangganya berhenti jadi Muslim!*

192 Responses to “Aku Pensiun jadi Muslim”


  1. 1 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:03

    😀

  2. 2 cK 13 August 2007 at 18:08

    PERTAMAX!!!

  3. 3 cK 13 August 2007 at 18:10

    wah…ceritanya hebad.

    *nunggu keramaian*

  4. 4 cK 13 August 2007 at 18:11

    *hettrik…enggak…hettrik…enggak…*

    hettrik aja deh:mrgreen:

  5. 5 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:19

    @Chika si Miss komen… 😀
    Pertamaxnya berubah jadi ngaco.
    disini udah rame kok..maksudnya di blog ini…
    Untuk hattrick-nya ……..😀😆

  6. 6 Mrs. Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:29

    tentang siapa ini Sayang?

  7. 7 manusiasuper 13 August 2007 at 18:48

    Hemm…

    Masih terlalu sepihak… Satu sisi kebenaran yang belum terbukti, tapi patut direnungkan…

    Hemm..

  8. 8 manusiasuper 13 August 2007 at 18:49

    Tapi setelah direnungkan, masa ada seh kejadian nyata seperti ini? Mana ada pemabuk rajin? Mana ada penjudi disiplin?

  9. 9 manusiasuper 13 August 2007 at 18:49

    Lalu.. Setelah dipikirkan lagi, saya memutuskan untuk hetrik dulu, mendampingi yayang Chika…

  10. 10 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:49

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Tentang gejala sosial…..

  11. 11 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 18:55

    @Fadilnya Hana Manusiasupercalonnyacalonorang********
    Ada. Dewa judi rajin latihan. latihan main judi.
    Dewa Mabuk juga disiplin. dia selalu mabuk untuk menjaga statusnya sebagai dewa mabuk

    Hatrak……hatruk…..hetrik…..

    Silakan merenung…..

    Hung, imak dasar arab taruslah, nang dahulu pina kaya arab, nang ada pina kearab-araban……😀
    si cika lain arab…baik nang nyata arab ja…
    lain hiripang, usul supaya imak jadi lebih terpuaskan
    Ha ha ha ha😎

  12. 12 Kopral Geddoe 13 August 2007 at 19:41

    Kafir kamu!😛

  13. 13 calonorangtenarsedunia 13 August 2007 at 19:59

    tolong jangan pake bahasa yg tidak dimengerti banyak oraaaannng….

    btw, kalo pensiun dari islam dapet tunjangan pensiun ga? ini masalah penting!!

  14. 14 almas [belom in] 13 August 2007 at 20:44

    aku jadi bingung iks.. yang salah ini oknum atau ajarannya ya……

  15. 15 Rizma 13 August 2007 at 20:53

    mau bilang kafir udha keduluan Difo!😆

    yawdaaa,,
    ditunggu makan makannya,, *lha?*😆

  16. 16 Mihael "D.B." Ellinsworth 13 August 2007 at 20:59

    Nah lho, mengajak orang lain jadi murtad, rid ?:mrgreen:

  17. 17 Dimashusna 13 August 2007 at 21:07

    Lagian juga saya ragu, yang disebutin satu fer satu sebage conto itu MUSLIM ato bukan? kalo nyonto ame nyang salah, saya juga fensiun ajah.
    Tafi saya bingung kemana ngajuin surat fensiunnya. Karena SK fengangkatannya juga ga fernah terima.🙂
    Emang antum fernah terima SK fengangkatannya? coba ana dikasih liat.🙂

  18. 18 Kang Adhi 13 August 2007 at 21:38

    Pensiun? Bikin yayasan pensiunannya dong.

  19. 19 cK 13 August 2007 at 21:58

    *kesummon karena ada yang nyebut cK*

    hei farid, kamu ngomong apa?? tolong diartikan ke bahasa indonesia!!

    *manggil cakmoki minta diartiin*

  20. 20 Neo Forty-Nine 13 August 2007 at 22:31

    @Kopral Geddoe
    Ampuun ya akhiii….

    @calonorangtenarsedunia
    Mmmmmm…….bahasa mana yang ga ngerti? silakan tanya ya…

    Tunjangan… ntar dirapel buat 3 bulan.😀😆

    @almas [belom in]
    Yang mananya? yang pensiun apa yang bikin pensiun?😀

    @Rizma
    Emang ada acara apaan Neng? kok nunggu makan makan?😀

    @ Mihael “D.B.” Ellinsworth
    Sapa yang ngajakin Nak? tidak ada faksaan kok…
    Lakum dii nukum…..(sambung sendiri yaks :D)

    @Dimashusna😀
    SK nya ada di KTP….

    @Kang Adhi
    he he he…nunggu ada sponsor Kang😀

    @cK
    Yang mana sich? kamu dan Hana ini nanya yang aneh aneh aja deh….

  21. 21 julfan 13 August 2007 at 22:46

    jadi bingung saya

  22. 22 regsa 14 August 2007 at 00:01

    lebih bagus begini daripada beragama tapi hati jauh dari agama……..halah

  23. 23 MasIndra 14 August 2007 at 00:43

    Agama itu candu wekekeke…

  24. 24 Astri 14 August 2007 at 00:58

    yang paling sering ditemui memakai alasan beribadah sebagai excuse keterlambatannya😦

    “…Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang…”

  25. 25 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 01:18

    @Julfan
    Bingung apa nya?

    @Regsa😀

    @MasIndra
    SETUJU!

    @Astri
    nah itu dia…..

  26. 26 sikabayan 14 August 2007 at 02:51

    euh… klo begituh mah suruh ajah belajar solat nyah sama jetli atuh…:mrgreen:

  27. 27 septianw 14 August 2007 at 03:06

    ceritanya kok rasis seh? tapi aku suka, bisa nembel iman neeh. udah bolong banyak tuh.

  28. 28 septianw 14 August 2007 at 03:06

    salam kenal

  29. 29 deking 14 August 2007 at 03:06

    Hehehehehehe kritikan yang menawan.
    Tapi muslim yang disiplin, tidak pelit dll juga banyak lho…
    *sambil TIDAK melirik diri sendiri*

  30. 30 qodam 14 August 2007 at 03:51

    salam🙂
    bagusz! yang merasa muslim mesti terimakasih ada yang kasih koreksi dalem banget ! emang lebih sulit bicara kalo yang bilang dia2 juga. lebih enak kasih terapi kayak cerita 049 (semoga ini bukan kode buntut (emang buntut masih laku?))

    jujur aja, saya sempet kaget makanya tertarik mampir. alhamdulillah, cerita buat koreksi diri (cie..)

    hehe newbie ni,
    qodam 🙂

  31. 31 musadiqmarhaban 14 August 2007 at 06:13

    kalau masjidnya teriak-teriak pakai toa … itu namanya “HardRock Mosque” alias “Masjid Al-Heboh … ”😀

  32. 32 Evy 14 August 2007 at 07:35

    itulah kalau mengaku muslim tapi yang ga ngerti agamanya dan memahaminya dengan baik, sholatnya cuman sekedar ritual, hajinya sekedar gelar, semuanya cuman sekedar atribut, melupakan kita ini makhluk sosial yang di ciptakan tentunya bukan sekedar melakukan ritual tapi bermanfaat bagi sesama dan makhluk lain maupun alama semesta…

  33. 33 dwi Yanto 14 August 2007 at 08:36

    Ngawur kali nih ceritanya jarang saya lihat penjudi dan pemabuk punya banyak temen, rajin bersedekah bahkan bisa lebih banyak dari orang yang baik, apa lagi sampai disiplin bangun aja males gimana mau disiplin ( pendapatku ).Kalau membandingkan logika ama Agama ya gak nyambung2 soalnya yang ku ketahui Agama adalah urusannya yang telah diatur lewat Gusti Allah SWT.Topiknya cukup bagus untuk meningkatkan trafic blog nih karena cukup kontrovesial dan agak2 gak beralasan.
    Sorry ya jangan marah namanya juga erpendapat he he he

  34. 34 erander 14 August 2007 at 09:01

    @ calonorangtenar sedunia & kang Adhi

    Brillian ..

    @ 049

    Benar kata deKing .. begitulah kehidupan. Seharusnya kita menjadi beriman bukan karena orang lain. Tapi karena keyakinan kita.

    Bukankah contoh2 yang disebutkan diatas justru membuat kita belajar hal2 yang tidak benar dan lebih arif menjalani hidup .. seperti kata Dalai Lama : “Kita bisa hidup tanpa agama dan meditasi tapi kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang sesama manusia”

    Jadi .. walapun kita mengaku beragama tapi perang mulu dan saling membenci? apa fungsinya agamanya?

  35. 35 itikkecil 14 August 2007 at 09:11

    Argggh…. tidak!!!!! sayah merasa ditampar……

    Yang penting aku ga nyolong, ga nodong, dan ga menghamili anak orang….

    sepakat…..

  36. 36 syafriadi 14 August 2007 at 10:14

    untung saya ga tersinggung😀

  37. 37 agorsiloku 14 August 2007 at 10:14

    Waktu kuliah duuuulu sekali… saya diwajibkan ikut kuliah minggu pagi (habis subuh) dengar ceramah dan dapat struk untuk dikumpulkan dan dapat nilai.
    Karena memang males, saya hanya berhasil mengumpulkan setengah saja dari seharusnya.
    Akibatnya, saya dikasih nilai C bahkan hampir dikasih nilai D.
    Payah..
    Saya bilang sama mereka. Kalau begitu, tahun depan saya mo ambil mata pelajaran agama lain aja deh… biar nilainya A.

    Kalau kemudian saya jadi tidak beragama, atau pindah agama, saya akan bilang, sampeyan lah penyebabnya….

    Sang senior itu terdiam. Saya juga diam. Merenungkan kembali. Untuk apa saya beragama. Apakah ini sebuah pilihan, keterpaksaan, atau keikhlasan…..

  38. 38 sezsy 14 August 2007 at 10:16

    seperti pola pikir teman saya yang agamanya ‘freelance’..
    jadi suka bingung kalo diajak debat tentang agama…😀

  39. 39 sezsy 14 August 2007 at 10:18

    seperti pola pikir teman saya yang agamanya ‘freelance’..
    jadi suka bingung kalo diajak debat tentang agama…😀

    btw…saya ga mungkin menghamili anak orang… :p

  40. 40 dwihandyn 14 August 2007 at 10:22

    Ooo…
    Ada yg mau pensiun juga to…?!

  41. 41 abumaulid 14 August 2007 at 10:33

    Cerita picisan dari seorang pengkhayal, namun tak sanggup memilah mana yang baik mana yg buruk. di mana sisi analisis keilmiahannya?

    ibarat kutu yang bersarang di ketiak, yang ia lihat hanya keburukan dan bau, maka ia tetap menjadi kutu busuk yang menjengkelkan…………seandainya si pencerita tidak hanya melihat contoh yg buruk saja, niscaya contoh yang baik akan didapatkan.

    namun lihatlah lebah, hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain maka madu adalah buahnya, manis, menyegarkan, nikmat siapa pun akan memperoleh manfaatnya……….seandainya si pencerita mau mengambil intisari dari kebaikan dan hanya mengambil dari yang baik2 saja, niscaya akan bagus dan menakjubkan hasilnya.

    RENUNGKANLAH WAHAI ORANG-ORANG BERAKAL, SEMOGA KITA DILINDUNGI ALLAH DARI SYUBHAT DAN SYAHWAT.

  42. 42 Joerig™ 14 August 2007 at 10:45

    *merenung*

    .
    .
    .

    *merenung selesai*

    kayaknya bener juga ya … skrg aku lagi hobby nonton DharmaTV … TV lokal yg khusus agama Budha … ya Budha … penyampaian ceramah2 disana jauh lebih menyejukkan daripada ceramah2 yg disampaikan oleh ustadz2 dan ulama2 … bikin aku rindu ceramahnya AA GYM …

  43. 43 Joerig™ 14 August 2007 at 10:46

    ah sial … kata ceramah2-nya lupa aku kasih tanda kutip😦

  44. 44 Joerig™ 14 August 2007 at 10:47

    *liat komen no 42*

    kayanya bakalan rame neh …

  45. 45 joycekartika 14 August 2007 at 10:55

    Hmm Menurut saya yang salah bukan agamanya kok,Agama apapun sama ngajarin yang baik, manusianya dong yang harus diperbaiki …. Jadi jangan pensiun dari agama apapun karena liat perilaku sesama yang jelek jelek🙂

  46. 46 calonorangtenarsedunia 14 August 2007 at 11:16

    ibarat kutu yang bersarang di ketiak, yang ia lihat hanya keburukan dan bau, maka ia tetap menjadi kutu busuk yang menjengkelkan…………seandainya si pencerita tidak hanya melihat contoh yg buruk saja, niscaya contoh yang baik akan didapatkan.

    lantas menutup mata dari contoh yg buruk?

  47. 47 Selamat 14 August 2007 at 11:21

    Memangnya Allah Swt. memerlukan Anda ?

    Ha ha ha ha …….. Andanya saja yang merasa Agung alias mengidap Megalomania seolah Allah Swt. yang butuh Anda…..

    Lha wong orang mau jadi Islam ataupun tidak bagi Allah Swt. TIDAK PENTING !

    Namun banyak kemungkinan dapat terjadi

    1. Anda sedang melakukan penyamaran
    2. Anda mencari permakluman orang lain karena bisa jadi belajar Anda yang belum tuntas (mungkin karena keterbatasan IQ) yang disalahin gurunya, makanya rujukan yang dipakai pak Haji yang korupsi dsb.
    3. Emang sih…. kalo cuma mau ngetop atau naikin rating mah caranya gampang ….seperti pepatah Arab bilang …. Kencingin aja air zam zam…. pasti ngetop dah …..

    Sudah terbukti bukan !

  48. 48 Al Faqir 14 August 2007 at 11:59

    Semoga kita diberi petunjuk oleh Allah SWT dari ketergelinciran akal dan hawa nafsu…

  49. 49 roemahcerdaz 14 August 2007 at 12:02

    jadi inget noveletnya kang habiburahman “dalam mihrab cinta”
    ada kok maling jadi ustad. Jadi gak usah pesimis bahwa banyak yang buruk disekeliling kita, tapi masih lebih banyak yang baik bahkan berjuta contoh teladan disekeliling kita. peace seh….!!!

  50. 50 Heri Setiawan 14 August 2007 at 12:07

    sayang sekali jika orang berakal berpikiran seperti itu ya…?

  51. 51 calonorangtenarsedunia 14 August 2007 at 12:52

    @Selamat
    Selamat anda telah berhasil mempraktekan ad-hominem level pemula..

    Anda juga tidak penting kok buat Allah, sama kan dengan kita semua?

    Allah tidak usah dibela, sudah Maha segala-galanya kok, mbak/mas.

  52. 52 jeremiasjena 14 August 2007 at 12:56

    Aku gunakan tulisan inspiratif ini ketika mengajar mahasiswa mengenai keterbukaan kepada Tuhan. Salut atas refleksimu. Kunjungi juga dong, blog aku: http://jeremiasjena.wordpress.com Jika tidak keberatan, tambahkan (add) blogku juga ke blogmu. OK?

  53. 53 pelbis 14 August 2007 at 13:32

    Ya mending jadi sendirlah, berusaha untuk memperbaiki diri sendiri. Nggak usah puising dengan orang lain.

    Segala amal perbuatan kita hanya kita dan Allah yang tahu. Eeehh… sory sedikit berceramah🙂

  54. 54 irf 14 August 2007 at 13:36

    Apakah anda dulu betul2 islam.ataukah seseorang yang menyamar dan menyebarkan syubhat-syubhat ke orang muslim.
    Orang non muslim sewaktu tau, agama yang hanya diridhai Allah hanya islam mereka langsung masuk islam.banyak orang2 terkemuka dan berilmu dari mereka yang masuk islam setelah mempelajarinya.
    Tidak seperti orang islam yang keluar dari agamanya,hal itu dikarenakan faktor ekonomi,kemiskinan dll.

    carilah tauladan yang terbaik yaitu Rasullullah Salallahu Alaihi Wassalam dalam berislam,pelajari sejarah hidup beliau.

    Saya kira nikmat yang terbesar di dunia ini adalah nikmat iman

  55. 55 superdeuthman 14 August 2007 at 13:47

    hati2 ya….

    semua manusia bertanggung jawab terhadap segala perbuatannya,

    baik itu ucapan ataupun postingan blog…

  56. 56 thoriq 14 August 2007 at 13:54

    Selamat dan salut kepada anda karena berhasil melakukan provokasi, sehingga banyak yang komentar. Provokasi Saudara mudah2an bisa mengingatkan kepada mereka yang mengaku dirinya muslim sehingga mampu memaknai bahwa Islam secara hakiki.

  57. 57 mbelgedez 14 August 2007 at 13:54

    Astaghfirrullah…..
    Rasanya kebobrokanku sudah dari A sampai Z, dari A’ sampai Z’….
    Tapi hari ini ada yang mengalahkanku…..

  58. 58 jhonrido 14 August 2007 at 14:23

    tapi sayang, kalo menyalahkan agama. yang salah biasanya ada pada pribadi orangnya. agama mengajarkan yang baik, dan menjaga hubungan dengan pencipta. trus gimana donk kalo ngak punya agama?

  59. 59 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 14:26

    @sikabayan
    Bukannya jeki cen kang?😀

    @septianw
    Rasis itu bukannya bawa bawa warna kulit?

    Terima kasih sudah menyukai….anda sudah menyukai blog yang benar

    Salam kenal kembali… Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk mampir…..😀

    @ deking
    Ya jelas banyak King…soalnyakan yang ngakunya Muslim sendiri aja banyak..ga percaya? Periksa tuh KTP nya orang orang Indonesia..pasti banyak yang kolom agamanya berisi Islam…tau deh hati dan kelakuannya…😀

    @qodam
    Newbie? kalau begitu saya ucapkan selamat datang di dunia perbloggingan….

    Kalau memang benar anda newbie (soalnya ada yang ngakunya newbie tapi old blogger…he he he….jsut kidding), Saya salut karena anda mampu memahami sebagai tanda anda membaca dengan baik.

    Terima kasih jika ada manfaat yang bisa diambil dari karangan jelek ini😀

    @musadiqmarhaban
    *Ketawa ngakak*
    *Kabur karena dikejar remaja Mesjid yang suka konser pakai pengeras suara*

    @Evy
    Maksudnya memahami yang hablum hablumman itu ya Bu??
    *lirik blogger dan komentator yang ga ngerti hamblumminannas*

    @dwi Yanto
    Silakan dianggap ngawur. Kalau saya bilang saya pernah temui bahkan berteman dengan pemabuk dan penjudi yang disiplin dan ga pemalas juga belum tentu ada yang percaya… Jadi silakan laksanakan mahzab dan aliran agama kepercayaan masing masing…😀

    @erander
    Ho ho ho.. Hati Hati dikejar orang orang yang kecanduan agama Mas..😀

    @itikkecil
    Oke sepakat…tapi siapa yang nampar Bu? Biar saya bantu..bantu kabur maksudnya..😀

    @syafriadi😀
    *menucap kata kata bermakna “Puji X”*
    *X = Diganti dengan nama tuhan masing masing

    @agorsiloku
    Soal kepaksa atau tidak kayanya menurut saya itu adalah hak dan pilihan masing masing…
    Tapi perjalanan kuliah agamanya itu lhoo Mas…kok mirip….???
    Yang dapat nilai C aja jadinya kaya Mas Agor…gimana yang dapat nilai lebih tinggi??? Apa senior seniornya yang buta ya…??

    @sezsy
    agama “freelance”?? itu agama gimana ya?
    Mmmm…jadi kamu cewe ya Sez? baru tau aku..
    *glepak*

    @dwihandyn
    Yang pensiun..yang jelas adalah tokoh dalam ceritanya😀

    @abumaulid
    Komentar picisan dari seorang pengkhayal, namun tak sanggup memilah komentar yang baik atau OOT, mana komentar yang tidak baik dan kasar.

    Di mana sisi analisis keilmiahannya?

    Bukanya ilmiah = akal = dengan haram….
    Karena afa??? Karena jangan menuhankan akal….

    ibarat kutu yang bersarang di ketiak, yang ia lihat hanya keburukan dan bau, maka ia tetap menjadi kutu busuk yang menjengkelkan…………seandainya si pencerita tidak hanya melihat contoh yg buruk saja, niscaya contoh yang baik akan didapatkan.

    Seandainya kutu bisa…dia tidak minta dicontohkan menjadi contoh anda…
    Lagian di ketiak itu yang bersarang bukan kutu… melainkan keringat dan rambut
    Seandainya si komentattor tidak hanya melihat contoh buruk saja…Niscaya komentar yang baik akan tertuliskan

    Namun lihatlah komentator lain yang faham dan mau mengambil manfaatnya. seandainya si komentator mau belajar dari komentator lainnya…

    @Joerig™
    Ini Teteh yang satu ini juga….jangan jangan nanti komen anda bikin anda ikut ikutan dikafirkan…tapi bukan dari saya lhooo….

    Yang suka mengkafirkan itukan orang orang yang masih percaya tuhan

    @joycekartika
    Ini baru komentar….
    *tepuk tangan*
    Makasih…gara gara manusia orang bisa kecanduan agama… Gara gara manusia pula Tuhan bisa mati….

    @ calonorangtenarsedunia
    Ga usyah tutup tutup mata… memangnya ada yang parno di sini??

    @Selamat
    Memangnya saya butuh anda?
    Ga perlu anda juga saya sudah ngetop😀

    @Al Faqir
    A….miiiinnnn

    @roemahcerdaz
    Ambillah sendal yang baik…tinggalkan yang buruk..

    @Heri Setiawan
    Hmmm….kayanya itu malahan menjadi perwujudan dari penggunaan akal dari orang berakal tadi deh..
    Orang berakal yang anda maksud yang mana Mas? yang jadi tokoh ya?

    @ jeremiasjena
    Waduh…jangaaaannnn….inikan tulisan jelek dan ga bermutu….😀
    Oke…saya akan ke blog anda kalau pulsa masih ada…

    @pelbis
    *duduk tenang mendengarkan…*

    @irf
    Apakah anda sampai sekarang betul2 Islam?

    Banyak orang pintar yang mempelajari Islam untuk melemahkan dan menghacurkan termasuk mengadu domba umat Islam

    Tidak ada orang Islam yang keluar dari agamanya dikarenakan faktor ekonomi,kemiskinan dll. melainkan karena faktor hati, ima dan kepercayaan

    Apakah anda sudah membaca baris terakhir dari artikel ini???

  60. 60 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 14:31

    @superdeuthman
    Hati hati ya..
    semua komentator bertanggung dan berjawab atas semua tebaran komennya😀

    @thoriq
    Terima kasih banyak….

    @mbelgedez
    Subhannallah
    Rasanya kegantenganku tidak ada yang mengalahkan…
    Dan sampai hari ini tidak ada yang mengalahkan😀

    @jhonrido
    Ya memang manusianya yang salah.tapi mau gimana? seandainya kesalahan manusia tidak dikait kaitkan dengan agama? apa ada manusia yang bisa?
    alau ga neragama ya ikut huku sekitar misalnya ga nyolong dan ga nodong itu..😀

  61. 61 tsani 14 August 2007 at 14:34

    wah, aku pikir pengalaman pribadi lagi diceritain…

    kalau DIPERHATIKAN, semua pikiran dari tokoh utama cerita di atas dalah pemikiran yang pendek, bukan pemikiran yang mendalam sebelum memutuskan untuk pindah agama.

    ya nggak?

  62. 62 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 14:42

    Dia engga pindah agama kok…tapi pensiun beragama…😀

  63. 63 modar siah... 14 August 2007 at 14:47

    moga saja kita bisa ketemu segera ya…

  64. 64 calonorangtenarsedunia 14 August 2007 at 14:48

    OOT:

    Hung, imak dasar arab taruslah, nang dahulu pina kaya arab, nang ada pina kearab-araban……

    si cika lain arab…baik nang nyata arab ja…
    lain hiripang, usul supaya imak jadi lebih terpuaskan
    Ha ha ha ha

    Artiin!!!!

  65. 65 nailah zhufairah 14 August 2007 at 15:14

    no coment… banyak oknum sperti ini…

  66. 66 ciepoel 14 August 2007 at 15:18

    sungguh terlalu…. mending diganti aja ceritanya jangan pensiun jadi muslim karena bisa mengundang kontroversi dan perdebatan. diganti aja pensiun jadi manusia dan contohnya hewan hewan yang bisa lebih manusiawi. dan di akhir cerita dikisahkan mendingan jadi hewan daripada manusia. trus dikasih ilustrasi iklan rokok yang gambar kingkong bertuliskan “SUSAH JADI MANUSIA’
    perlu kita renungkan, masih pantaskah kita jadi manusia….😉

  67. 67 sandynata 14 August 2007 at 16:02

    ngomongin apa se?

  68. 68 Ly 14 August 2007 at 16:22

    Subhanallaaahh……. Semoga… ceritanya bisa jadikan qtnya selalu beristiqomah dijalan Nya :)… peace maaaaaaaann😉

  69. 69 Irwan 14 August 2007 at 16:27

    Agama ga perlu kamu
    Kamu yg perlu agama
    Kalo kamu ga perlu
    Jadi Ateis aja

    Ateis Kamu !!😀

  70. 70 cesar zehan camille 14 August 2007 at 16:44

    Kok hampir semua tulisan di blog ini bernada murtad dan menyalahkan Islam ya? Saya mohon penulis/admin agar tidak membuat tulisan bernada seperti ini supaya tidak timbul kontroversi dan kesalahan.

    Masalah pensiun jadi muslim, saya rasa orang yang memutuskan pensiun itu berpikiran pendek, hanya mengamalkan Islam setengah-setengah, ya jadilah begitu. Untuk melihat muslim yang sesungguhnya itu, lihatlah Rasullullah SAW yang merupakan contoh dan teladan, jangan lihat orang lain yang menjalankan Islam dengan setengah-setengah. OKE!!!

  71. 71 ZaNdE 14 August 2007 at 16:46

    Pensiun ??? Kalau pensiun jadi muslim nanti jadi apa ya😕 Punya title gak :d

  72. 72 abumaulid 14 August 2007 at 17:12

    @ nailah zhufairah
    oknum seperti inilah yang membuat carut-marut dan memengaruhi manusia lain untuk mengikuti langkah-langkah syetan.

    @ ZaNdE
    ya jadi KAFIR.

    @ cesar zehan camille
    Sepakat! Sepertinya memang MURTAD.

    Memang blog ini isinya seperti itu semua. Nggak menyenangkan umat, tapi malah bikin sesek hati kaum muslimin yang membacanya. Taubat bung, sebelum ajal menjemput!

  73. 73 Kopral Geddoe 14 August 2007 at 17:27

    Read between the lines.

  74. 74 Mrs. Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 17:50

    ad hominem mulai bermunculan…

  75. 75 ikankoi 14 August 2007 at 18:05

    emang pegawai negeri….kok ada pensiun segala…..
    “tapi sesungguhnya Allah itu tidak membebani umatnya dengan sesuatu amalan yang berat. jadi jika berat…amalkanlah yang menurut kamu ringat….”

  76. 76 pejalan 14 August 2007 at 18:27

    singgah ah..chappheee deuh

  77. 77 bahtiar 14 August 2007 at 19:11

    🙂

  78. 78 aRuL 14 August 2007 at 19:35

    anda blum memahami agama anda…jadi anda berfikir begitu….

  79. 79 aRuL 14 August 2007 at 19:40

    koq pada rajin membawa agama yah?

  80. 80 aRuL 14 August 2007 at 19:45

    hentikan aja postingan kayak gini…
    *sekalian hetrikz….*

  81. 81 aRuL 14 August 2007 at 19:47

    *sekalian quadtrikz… ah*

    katanya temanku loh, bukan saya….bahwa dari hadist nabi “kalo bukan bukan ahlinya yang bahas agama tunggulah kehancuran”

  82. 82 aRuL 14 August 2007 at 19:52

    kalo buat muslim baca ini sih bisa tertohok, apalagi kalo agamanya setengah2… so bisa jadi paham agama tidak sebatas itu….
    tapi gimana kalo yg baca itu org2 bukan muslim? bisa saja jadi senjata mereka menghancurkan agama islam

  83. 83 Dije Norie 14 August 2007 at 19:53

    mengkafirkan orang itu urusan berat. lebih gampang meMUNAFIKkan orang. kisah di atas lebih mirip kisah tentang kemunafikan tokoh di dalamnya.

    Nb: Murtad itu butuh keberanian besar.

  84. 84 Dije Norie 14 August 2007 at 20:01

    bisa jadi kisah diatas bukan menggambarkan kegamangan atas gejala yang ada. tapi hanya merupakan keengganan kita dalam beragama.

    ***
    mengakunya Islam, kok hobynya jelek-jelekin Islam. Apa Islam itu jelek ya? . hah?

    Jangan-jangan anda ini bukan Muslim. Anda hanya orang Iseng yang ngaku-ngaku Islam.

    Tulisan anda secara umum tampaknya membenci sekali agama. Tulisan anda khususnya memojokkan Islam.

    anda kenapa sih?

    ngaku Islam kok ga ada bangga-bangga nya sama Islam.

  85. 85 Dije Norie 14 August 2007 at 20:09

    pemikiran anda yang cenderung memisahkan Tuhan dari agama. seperti yang sering disebut si Geddoe. itu bukan ide baru. itu ide dah lama. Anda tuh hanya anak kemaren sore yang keranjingan filsafat.
    anda jangan seperti Geddoe yang lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Game dan anime Jepang ketimbang mempelajari agama anda.
    mengutip Arul, yang sudah mulai gerah, “anda blum memahami agama anda…jadi anda berfikir begitu…”.

    nyambung ketulisan si dana. yang meragukan kesucian Al quran. Coba anda buat satu ayat saja yang serupa dengan ayat Quran. Bisa ga lo?

  86. 86 Dije Norie 14 August 2007 at 20:16

    ini semua bukan soal orang yang mau pindah agama. dan juga bukan tentang mereka yang menganut deisme. ini hanya sisi keMunafikan. keengganan menjalankan ajaran Islam.
    semua ini bisa jadi tentang libido dan nafsu belaka. anda-anda (049, dana, Geddoe dll, kecuali Joe) hanya orang-orang sebenarnya hanya orang merasa tertekan pada ajaran agama. sebab agama membatasi orang diri anda bertingkah laku. seperti Geddoe yang hoby liat gambar anime setengah bugil itu. bisa jadi dia kesel karena agama melarangnya. makanya dia begitu membenci agama. selain itu mungkin anda yang punya hoby mabok, main wanita, segudang perilaku yang oleh agama di cap maksiat, pasti merasa apatis dan mungkin benci sekali pada agama.
    ini hanya soal itu. hanya soal kemunafik.

  87. 87 Dije Norie 14 August 2007 at 20:26

    orang-orang sejenis 049 hanya mau membuat orang merenung atas pikiran dan tulisan mereka. sedangkan untuk diri mereka sendiri tidak ada ruang cukup untuk merenung atas nasehat yang orang berikan, misalnya nasehatnya Arul itu.
    mereka hanya orang yang keranjingan filsafat sedang sering kali akal sehat mereka tidak berjalan baik.
    semisal ada komen yang agak keras atas tulis mereka akan memberikan arguementasi-argumentasi yang sebenarnya lebih nyata menggambarkan keadaan diri mereka.
    inti tak akan ada yang bisa melawan argumen mereka. mereka tak terkalahkan dan tak terbantahkan. seshahih atau selogis apa pun nasehat yang kita berikan kepada mereka pasti akan salah.
    Geddoe yang katanya kritis itu toh tak pernah menunjukkan kejernihan pikirannya ketika memberi komen di blog ini atau blog sejenisnya, seperti punyanya Dana. Dia, Geddoe, seakan shati dengan seluruh gagasan dalam blog ini.
    bisa jadi itu kesadaran orang-orang seperti mereka. mereka bisa mengenali sesamanya. sesama orang-orang yang membenci agama yang mereka peluk.

  88. 88 Dije Norie 14 August 2007 at 20:29

    seandainya Islam di turunkan di Indonesia dan bukannya di Arab sana. Pemlik blog ini pasti tetap akan bertanya kenapa mesti Islam diturunkan di Indonesia?
    intinya dimana pun Islam itu turun 049 akan terus bertanya kenapa islam turun di sini atau di situ. karena sesungguhnya yang dibutuhkan bukanlah jawab. yang diinginkannya adalah Islam tidak pernah turun dimana pun. karena dia tak pernah senang Islam diturunkan dimuka bumi ini.

  89. 89 Dije Norie 14 August 2007 at 20:36

    sekian untuk hari ini. saya hanya curiga anda bukan Muslim. kalau bukan Muslim dari awal ga bisa dikatakan Murtad Islam, iya toh?
    di Internet orang bisa mengaku-ngaku segala rupa. mengaku agamanya ini atau itu. kelaminnya itu cewe, bahkan mengaku banci pun bisa. di internet orang bisa saling memfitnah.
    tapi di internet orang bisa menunnjukan kejujuran. sebagaimana yang dilakukan Joe. setidaknya dia apa adanya. jujur kalau dia narsis dan penggila popularitas. dan bila Joe menulis soal Islam dan agak pas. itu wajar saja. lah wong dia lebih giat belajar photoshop ketimbang PHP. jadi Joe itu lebih paham tentang dirinya sendiri ketimbang soal agama. ya intinya kalau Joe nulis tentang agama jangan dibawa seriuslah.

  90. 90 Kopral Geddoe 14 August 2007 at 21:00

    *kesummon*

    @ Mas/Mbak Dije Norie

    Anda memiliki pendapat, saya pun demikian. Perbedaan di antara kita adalah- ketika saya selalu berusaha untuk mengakui kalau orang yang berseberangan pendapat dengan saya bisa saja benar, anda langsung tunjuk nama saya dan memuntahkan kata-kata hujatan yang berbau prasangka buruk dan padanan ad hominem lainnya.

    Tujuh. Tujuh komentar sekaligus. Beruntun. Kenapa? Anda resah? Mungkin saja iya. Tujuh komentar itu hanya self deception belaka. Anda berusaha meyakinkan diri anda bahwa tulisan-tulisan saya (yang mungkin mengganggu hati nurani anda) itu cuma keluh kesah bocah delapan belas tahun yang brengsek, porno, horny, pukimak, blingsatan, dan membenci agamanya sendiri karena agamanya itu nggak memberinya ruang untuk menikmati tontonan mesum.

    Anda merasa nyaman dengan mengatai saya? Bisa jadi. Itu termasuk dalam proses menipu diri. Setelah anda berhasil meyakinkan bahwa kredibilitas saya cacat, anda akan sukses meyakinkan diri anda bahwa tulisan saya yang (mungkin) sedikit mengganggu hati nurani anda itu cuma SAMPAH, seberapapun (mungkin) MASUK AKALNYA. Hasilnya, iman anda (apapun itu) akan kembali terjaga.

    Silakan. Silakan anggap demikian, kalau itu memberi anda ketenangan. Silakan caci maki🙂

  91. 91 Rizma 14 August 2007 at 21:05

    Ma bingung,,
    bukannya tulisan itu maksudnya ga sukanya sama ritual yang ga diamalkan dengan bener, dan nyari excuse ya?
    bukan agamanya kan yang disalahin,,😕
    *eh apa Ma salah tangkep?*

    kok bisa jadi Faridnya murtad??😕 😕

  92. 92 Kopral Geddoe 14 August 2007 at 21:13

    *ada yang kelupaan*

    Buat yang nggak sreg sama tulisan dan pemahaman saya, saya minta maaf, walau permintaan maaf ini tidak berarti saya bersedia mengubah pendirian saya hanya karena diprotes sebagian pihak.

    Kalau ingin dilanjutkan berdiskusi, Y!M saya di captaingeddoe_112, dot yahoo dot com. Ada keluhan yang betul-betul mendesak, akan saya coba ladeni🙂

  93. 93 Kopral Geddoe 14 August 2007 at 21:14

    *eeiiits*

    at yahoo dot com, ding.

    *sekalian hetrik*

  94. 94 triatmono 14 August 2007 at 21:15

    mau pensiun..??? yah sakarepe… luweh… yang rugi … rugi sendiri kok… Allah SWT nggak rugi…😛

    Nggak bisa mengeneralisir contoh yg nggak bener… teruz ngambil kesimpulan ajarannya yang nggak bener… Montir motor salah menservis motor… yang salah bukan motornya… montirnya yang begoo…!!! Masak gara-gara gitu… motornya yang disalahin… waaaksss… wrong conclusion…!!!

    Well.. gue sendiri sebenernya bingung ama neh Blog… maksud nya apaan seh…!!! Kalau kisah itu.. diceritakan.. yah udah jelas.. tukang batu nya … guendeng..!!! Pertama … tidak ada di dunia ini… dimana pun… ada kebebasan absolut…!!! Buktinya selalu ada peraturan… !!! Gue kasih contoh… kenapa sih.. kalau orang makai narkoba.. kok ditangkep…??? Duit-duit dieee… badan rusak… badan die… apa bedanya dengan rokok… toh sama-sama ngerusak.. (in the long run).. jawabnya yah itu rules yang dibuat oleh negara…!!! Teruz.. kalau gitu negaranya yang salah… mau minggat…??? Monggo… mau kemana minggat nya…??? Mau pensiun jadi warga negara…??? Monggo… jadi warga negara.. alam kubur…!!!

    Kedua… ngambil contoh itu yang nggak bener… aza udah keliru… mestinya sebelum men-judge liat dulu… ajaran agama nya gimana…??? Apa ada agama mengajarkan… kalo udah jadi pak haji.. boleh berjudi…!!! Dimana ada (entah Alquran, Hadist etc)… yang memperbolehkan… !!! Justru … belum tahu seutuhnya teruz menjudge… Ini ibarat … Judge the book only by cover… ini khan stupid banget…!!!

    Gue.. nggak tahu apakah admin nya ini muslim atau nggak..!!! Tapi kalo muslim.. ber istigfar deh… karena kalau menulis yang nggak bener.. teruz ada yang mengikuti… secara tidak langsung loe.. udah mendorong orang menjadi merugi… atau mendorong orang tersebut menjadi bathil… Masya Allah.. istigfar… yaaah…😀

  95. 95 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 21:26

    @ciepoel
    Saya turut berduka cita buat siapa saja tyang merasa tidak pantas menjadi manusia… Sudah di bikin jadi manusia malah berfikir pensiun jadi manusia…

    @sandynata
    Gejala Sosial

    @Ly
    Amiiinnn. dari sekian komentator tidak ramah dan tidak faham…masih ada yang bisa mengambil manfaat dan pelajaran

    @ Irwan
    Saya juga ga perlu kamu sebagai komentator…

    @cesar zehan camille
    Oke.. terima kasih… bagaimana kalau si tokoh juga minta diperlakukan seperti halnya Rasullah memperlakukan orang yang tersesat? apakah para pemuka agama dan ahli agama sekarang mau? jadi tokoh fiktif saja banyak yang mengkafirkan…

    @abumaulid
    Tidak menyenangkan hanya bagi yang merasa tersinggung atau tidak faham…berarti seperti yang saya sebutkan di akhir…

    *Kisah ini bukan nyata. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung. Berati pernah mengalami. Minimal pernah triak triak ceramah pakai Toa sehingga tetangganya berhenti jadi Muslim!*

  96. 96 mbelgedez 14 August 2007 at 21:27

    Bahasa Sundanya Krisis Identitas…

    (Garuk-garuk kepala…)

  97. 97 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 21:41

    @ ikankoi
    Oke… saya akan sampaikan pada si tokoh untuk mwncari amalan yang ringan. Terima kasih atas informasinya..😀

    @pejalan
    Silakan….

    @ aRuL
    Anda juga nampaknya belum memahami sepenuhnya…apa pernah bikin tetangganya berhenti jadi muslim juga?

    @Dije Norie
    Anda sebenarnya hanya merasa tersinggung karena merasa pernah menolak pemabuk yang mau ikut sholat dengan alasan mabuk dilarang mendekati sholat. Padahal dalam hatinya ia ingin bertaubat. Cobalah anda bikin postingan kaya gini..Bisa ga?

    Ya saya memang hanya anak kemaren sore. maka kalau ada yang merasa bukan anak anak lagi… silakan bergaul dengan yang bukan anak anak…😀
    Ooo…Rupanya ad hominem juga…baru nyadar saya
    *manggil Joe*
    Joe!!!!! tolong aku ajarin fotoshop dan PHP supaya aku jadi alim kaya ujarnya Djie Norie

    @ Rizma
    Udahlah….masih banyak yang ngakunya islam dan ahli Islam…nyatanya baca artikel manusia aja ga faham. artinya ga faham ayat pertama yang turun…“Iqra”

    @ triatmono
    Belum pernah liat Pak Haji main judi????
    Alhamdulillah….
    karena saya sering..

  98. 98 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 21:42

    @mbelgedez
    Bukannya krisis moneter?😀

  99. 99 Mbuhraweruh 14 August 2007 at 21:53

    Pensiun dapet pesangon nggak ya?

  100. 100 irdakaiser 14 August 2007 at 22:09

    Masih muda kok udah pensiun ?Gimana kalo udah tua ?!

  101. 101 irdix 14 August 2007 at 22:14

    ya kita bisa melihat.. ehhehehe…

    setelah lebih dari 100 koment aq baca.. beberapa dari kita memberikan komentar hanya dengan melihat judulnya saja..🙂

    fakta yang menarik .. dan aq rasa para komentator2 itu kebetulan belum membaca dengan lengkap.

    ehhhehehe.. rasanya ada perasaan unik yang timbul dalam hati, marah ? ya marah.. pada mereka yang hanya melihat pada judul, pada mereka yang hanya melihat cover dari sebuah buku, pada mereka yang suka makan dengan bungkusnya.

    Haa.. aq makan dulu.

  102. 102 Neo Forty-Nine 14 August 2007 at 23:00

    @Mbuhraweruh
    Dapat. Tapi di rapel buat 3 bulan😀

    @irdakaiser
    Kalau udah tua ya Bangkotan…😆

    @Irdix
    Selamat makan…Thanks for nice comments😀

  103. 103 cK 14 August 2007 at 23:15

    bertaubatlah kau bang:mrgreen:

  104. 104 Fortynine 14 August 2007 at 23:22

    *tobat tobat*

  105. 105 papuaxxx 15 August 2007 at 00:32

    http://papuaxxx.wordpress.com😀

    😦

  106. 106 alex 15 August 2007 at 00:35

    Trus, si dia yang pensiun jadi muslim, selanjutnya gimana? Jadi apa? Agnostik?

    Ah… masa-masa penolakan terhadap dogma terkadang membuat kita jadi pelarian, ya?

    Aku pernah kok mikir hal yang sama. Tapi kemudian nyadar: Hey, wake up! Agama itu bukan hak cipta mereka. Bukan trademark mereka. Bukan hak paten mereka!

    *peduli siapapun MEREKA itu*

    So, I’m proud to be a moslem. With or without “them”! Still…

    BTW, postingan bagus buat ngajak mikir🙂

  107. 107 Mrs. Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 00:36

    Sayang, ngelihat komen di sini, keknya kamu perlu bikin posting dengan judul Iqro lagi deh…

    Iqro part 2 deh…

  108. 108 papuaxxx 15 August 2007 at 00:38

    HMMMMM….. JUDUL YANG MENARIK UNTUK DI BACA ISINYA. AKU PENASARAN NIH KOK DENGAN JUDUL SEPERTI INI BISA MASUK KE TOP POST BOTD YA? HM WHATEVER SELAMAT YA UDAH MASUK TOP POST DI WORDPRESS. WELCOME TO WORDPRESS COMUNITY😀

    SALAM KENAL

    FORUM KUMPUL ANAK PAPUA

  109. 109 zal 15 August 2007 at 01:17

    😆 yg berseberangan asli terbalik…,
    kalau begitulah cara pandang yg menghujat 049, bagaimana mungkin memahami AQ dan Hadist yg demikian qias,
    engga percayakan kalau AQ menggunakan kalimat jelas sekaligus qias…”samudera jadi tinta, ditambah 7 serupa..” …tapi kayaknya kita-kita juga hasil qias itu koq…, karena ada pendebat tulisan makin diamati…
    iya..ya saya juga qias itu….makasih…makasih..makasih…

  110. 110 Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 02:35

    @alex
    Yang jelas jadi orang yang ga nyolong, ga nodong dan menghamili anak orang diluar nikah😀
    Thanks.

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Ya memang lagi dirancang Honey….

    @papuaxxx
    Capslocknya konslet ya Mas/Mba?
    Makasih makasih…duluan saya apa duluan situ make WordPress😀
    Terima kasih dan salam….

    @Zal
    Ho ho ho…kalau anda Muslim… setidaknya anda sudah faham Iqro….😀
    Thank you

  111. 111 danalingga 15 August 2007 at 03:37

    udah buang aja agama itu, jika memang tidak bisa membuat kamu menjadi manusia yang lebih baik. Percuma toh.😆

  112. 112 Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 03:43

    @Danalingga
    Ceramah untuk tokoh cerita kan Dan?😆

  113. 113 rijal 15 August 2007 at 03:58

    Wah,
    Kalo kita berdoa minta kaya sekarang juga ya ga mungkin
    Kalo kita minta hujan uang ke Tuhan ya ga mungkin
    Kalo kita minta cewek ato cowok cakep jadi pacar kita tapi kitanya ada di pulau di tengah lautan sendirian ya ga mungkin

    Agama kayaknya ga untuk yang begituan
    Agama ga bisa bikin kita kaya
    Tapi agama itu ada
    Tuhan itu ada
    Dia menguasai manusia itu dengan pilihan
    Dan adanya Tuhan itu benar-benar terasa jika nyawa telah benar-benar di ujung tanduk

    Cerita kamu meski ga nyata tapi berbahaya
    Bisa menginspirasi orang-orang frustasi plus goblok plus bodoh plus congok plus culun

    So, ati-ati kalo bikin tulisan

  114. 114 sikabayan 15 August 2007 at 04:41

    euh… sudah panjang rupanyah inih yah… eheheh..:mrgreen:
    ngelihat tulisan kang parid teh jadi kayak ngelihat AA GM euheuheuh…😀

  115. 115 sezsy 15 August 2007 at 10:57

    ad hominem apa sich??

    agama ‘freelance’…ya, ga meluk agama apapun..
    kalo lagi pengen ngislam, islam..kalo lagi pengen ngristen, kristen.. ya..gitu.. hehehe

    btw, agama itu bukannya ‘sumber perang’ ya??
    bikin tulisan tentang itu donk rid…😀

  116. 116 Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 11:30

    @Rijal
    Rijal? Rijal teman seangkatan ku kah?

    Dan adanya Tuhan itu benar-benar terasa jika nyawa telah benar-benar di ujung tanduk

    Kalau menurut dan berdasar pada pengalamanku pribadi sich. tuhan itu benar benar terasa saat kita tersesat dan kelaparan di tengah hutan

    Hati hati juga bacanya…😀

    @sikabayan
    Astaga. Saya bukan tukang poli polian atuh Kang..😀

    @Sezsy😀
    Adaya agama freelance…wah, kalau begitu bilang si freelance hati hati kalau kalau suatu waktu dikejar dan darahnya dihalalkan oleh orang orang yang kecanduan agama😆

    Ad hominem nanti akan saya link di posting selanjutnya.

    agama sumber perang? oke…cari lteraturnya dulu supaya tidak dikafirkan dan dibilang goblok lagi..😀

  117. 117 aRuL 15 August 2007 at 12:53

    @ Neo Forty-Nine :: saya juga tidak menguasai sepenuhnya, makanya saya tidak mau membuat tulisan yang belum saya pahami takutnya berlebihan
    maksud pertanyaannya apa yah?

  118. 118 zal 15 August 2007 at 13:43

    ::Neo Forty-Nine, Muslim…?..hiks…masih jauh men…,
    disebutNYA kafir aja udah untung…., paling engga aku udah dikenal….lobby men, lobby…

    aku baru meencoba bergerak dari angka trilyunan menuju Nol dan dari sini jika dizinkanNYA menuju Null…biar aku hilang engga berbekas lagi…biar engga error==too many rows…😆

  119. 119 sikabayan 15 August 2007 at 14:07

    euh… memang mirip sekali…:mrgreen:

  120. 120 danalingga 15 August 2007 at 15:05

    rid iya, itu nasehat buat tokohnya kok.😀

  121. 121 {F4154LMAN} 15 August 2007 at 15:48

    nauzubillah…

  122. 122 Grahat 15 August 2007 at 16:25

    Arggh… aku merasa ditodong pas bagian menghamili anak orang.. ya anak orangnya istri g sih.. wekekekek..

  123. 123 danalingga 15 August 2007 at 16:41

    @dije nori

    nyambung ketulisan si dana. yang meragukan kesucian Al quran. Coba anda buat satu ayat saja yang serupa dengan ayat Quran. Bisa ga lo?

    lah apa hubungannya tidak ada yang sama dengan suci, sebuah logika menggelikan.😛

    Bukankah manusia juga tidak ada yang sama satu sama lain, lantas apakah manusia juga suci?😆

  124. 124 danalingga 15 August 2007 at 16:50

    sekalian hetrik

    ::Neo Forty-Nine, Muslim…?..hiks…masih jauh men…,
    disebutNYA kafir aja udah untung…., paling engga aku udah dikenal….lobby men, lobby…

    aku baru meencoba bergerak dari angka trilyunan menuju Nol dan dari sini jika dizinkanNYA menuju Null…biar aku hilang engga berbekas lagi…biar engga error==too many rows…

    bagi yang ngaku ngaku muslim, coba baca komennya zal ini. Masihkah anda ngaku mulim? Kekekekek……..

    @049

    wah rid, gue baru sadar bahwa gue jadi kebagian di maki maki di sini nih.

  125. 125 eroboy 15 August 2007 at 17:24

    bagus ! pensiun jadi muslim…
    jadilah orang yang lebih dari sekedar muslim.
    *halah sok2an, dirinya sendiri muslim KTP*

    sejak dari orok, kita tuh udah gak bebas..
    bebas itu kayak apa?

    kalo mau bebas
    mati dulu
    mampir bentar di neraka, yaah paling ratusan tahun
    trus masuk surga
    nah itu baru bebas
    *halah*

  126. 126 zal 15 August 2007 at 18:40

    ::dije nori::

    “Coba anda buat satu ayat saja yang serupa dengan ayat Quran. Bisa ga lo?…”

    Lho…, ini kebiasaan, ngebalikin Kalimatullah….kepada yg Empunya Kalimah,
    dije nori, ini KalimahNYA untuk kita-kita secara pribadi…agar kita ngga ragu-ragu pada saat DIA berkata…”hei…itu…AKU…,”…

    Jangan ributkan yg disampaikan 049, pernahkah kita tercenung dengan kalimahNYA …”kemanapun kau memandang disana wajah ALLAH berada…”…nanya gih…nanya…, itu ditujukanNYA agar kau lebih mengenalNYA….
    koq ya kesenangannya ngebalikin Kalimah kepada yg Empunya Kalimah…, kalau kita tiap ngomong..omongan kita diucapkan yg sama lagi kekita…gimana…., iya kalau burung beo…pasti kita anggap pintar …

  127. 127 Zoe 15 August 2007 at 18:53

    Komen saya hampir sama dengan komen: arul, antosalafy (abu…), skuteng (Dije…), triatmono, rijal, dll yang tidak setuju dg ini.

    rosenqueen… emang pernah nulis macem ini ya?. Dije (mungkin) cuma mau membantah dan tidak setuju dg tulisan ini.

    Bener tuh, klo Anda muslim jaga agamanya. Tp klo sebaliknya, ya berarti bukan murtad namanya. Tulisan spt ini bisa menjerumuskan yg lain kepada keraguan.

    Jadi, Hati-hati..

  128. 128 CY 15 August 2007 at 19:09

    @ Dije Norie dan semua yg maki2 dan protes tak puas

    Dalam hal ini saya bukan mau mengkritik dari segi kwalitas agama kalian, tapi dari segi pemahaman bahasa Indonesia kalian, baik yg tersirat maupun tersurat harus berbarengan diproses dalam akal/otak anda2 semua. Kalau masih belum bisa memahami intisari postingan 049, Dana, Geddoe dll yg kalian anggap menjelekkan agama sendiri lebih baik kembali ke SD kelas 4 utk belajar memahami bahasa Indonesia yg baik dan benar (krn kalian warga negara Indonesia dan itu wajib kalau mau blogwalking di lingkungan yg berbahasa Indonesia).

    Setelah bbrp bulan saya ikuti dan pelajari semua postingan para “terlaknat” diatas (049, Dana, Geddoe, kecuali Joe… hehehe, Joe mmg alim?… upss.. ada satu terlaknat lagi.. wadehel) semua intinya adalah menasihati para pemuka agama, bpk2 yg bertitel Haji agar dalam berprilaku disesuaikan dgn titel dan jabatan mereka, jgn hanya krn perilaku mereka dalam berbuat, berkata2 dan berkomen2 mengakibatkan citra Islam tercoreng dimata umum, sehingga mengakibatkan terjadinya kasus seperti postingan di atas, bukannya ada org baru yg tercerah dan masuk Islam tapi malahan yg sudah Islam malah minta pensiun.

    Nah saran saya, kalau anda2 ini belum tau betul bahasa Indonesia, atau hobi baca judul langsung komen, malas belum mempelajari keseluruhan karakteristik (yg ini utk dije norie) blogger2 tertuduh diatas jgn langsung mencap org dgn tuduhan ingin keluar dari agamanya krn tidak diperbolehkan lihat anime setengah telanjang misalnya, atau memuaskan hasrat terlarang mereka.
    Anda hanya akan menelanjangi diri anda sendiri dihadapan blogger bangsa lain yg kebetulan paham bahasa Indonesia lebih mendalam dari anda, dan kebetulan membaca komen anda yg ad hominem dan cenderung menyiratkan bhw pendidikan bahasa Indonesia anda lulus dgn “angka kasihan” dari guru SD anda.

    Kalau sampai disini anda sekalian masih belum mengerti…., apa boleh buat deh…., mungkin gw kurang mahir berbahasa Indonesia atau malah sebaliknya.
    😀

  129. 129 Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 19:29

    @aRuL
    Itu di artikel apa di komen Mas? maklum koneksi saya terbatas. ribet kalau harus nyarinya. Yang jelas yang saya bikin ya sebatas yang saya bisa..😀

    @zal
    Ho ho ho..kalau urusan hatimanusia dan Rabbnya.. bagi saya itu urusan pribadi..😀

    @ sikabayan
    Kalau mirip ramahnya saya mau kang..😀
    Tapi kalau mirirp polinya ntar malah dimarahin calon istri😀

    @ danalingga😀

    @{F4154LMAN}
    Subhannalloh

    @Grahat
    Astagfirullah…kapan saya bisa nyusul anda ya…😀

    @danalingga lagi

    wah rid, gue baru sadar bahwa gue jadi kebagian di maki maki di sini nih.

    Mending dimaki daripada dipuji Dan…dengan dimaki bisa jadi introspeksi, Pujian cuma bikin terlena😀

    @ eroboy
    Kalau masuk neraka bukan bebas namanya😀

    @ Zoe
    Okey…maksudnya hati hati dalam menafsirkannya kan…😀
    seperti misalnya jangan asal comot nama untuk anak, biar dari Al Qur’an kalau yang diambil Syaiton dan Fir’aun-nya…kan tetap salah namanya😀

    @ CY
    Peace! udah deh….jangan sampai menelanjangi begitu dong..😀
    Kan katanya yang telanjang telanjang itu haram..😀

  130. 130 may 15 August 2007 at 19:39

    Pyiuuhhhh.. baca komentnya lebih “berat” dari baca postingannya.

    Mo koment pa lagi sepertinya semua udah digeletakin semrawut disini. Esens postingan jadi divergen oleh kehebatan isi koment.

    Tapi dari sisi seorang ordinaryone, seburuk apa pun orang-orang yang mengatasnamakan agama ku, memberi stigma jelek pada agamaku. Tetap aku ga akan pensiun dari Muslim (mudah2an) atas dasar pemikiran kebenaran tetaplah kebenaran dalam putih dalam hitam. Benar tak ada kebenaran yang absolut karena setiap binernya akan langsung terdistorsi dalam IQ,EQ dan SQ setiap individu.

    Warning!! Serious error, sufficient memory and capacity of cerebrum. Please upgrade your capacity
    *selesai.. gletak langsung pingsan*

  131. 131 Jabizri 15 August 2007 at 20:09

    namanya juga manusia…

    agama itu mengajarkan berbagai hal yang baik…
    namun manusia yang membuatnya buruk…

    aya2 wae, de Pendi…😛

    kekekekkkk…..

  132. 132 Neo Forty-Nine 15 August 2007 at 21:52

    @may
    *kasih pernafasan buatan untuk yang pingsan*

    @Jabizri
    Manusia manusia…😀

  133. 133 reksokata 16 August 2007 at 01:04

    Agamaku agama semesta
    menyeruak dalam dada
    memancar dari wajah

    wajahku wajah agama
    agama penuh pesona
    tak ada darah
    tak ada bencana

  134. 134 Neo Forty-Nine 16 August 2007 at 10:48

    @reksokata😀
    Peace!

  135. 135 mrtajib 16 August 2007 at 13:17

    Bikin lagi kisah, aku berhenti jadi blogger…

    1. karena banyak bloger yang …
    2. karena …

    ha ha ha ha

  136. 136 Dimashusna 16 August 2007 at 13:39

    Lho,lho,lho ko jadi rame nih. Bukannya antum cuma mau koreksi habbit kita sebagai muslim dgn bahasa dakwah yang antum kuasai. tapi kok malah kena bombardir cacian.

    Untuk semua yang dongkol dgn postingan ini, coba pahami. Ini koreksi, karena saya yakin Seorang yang telah jadi Muslim sejati, tak akan pernah mau pensiun jadi Muslim selagi hidup. Begitu juga dgn si Mas ini, dia cuma mau koreksi kita.

    Dan setahu saya Orang muslim sejati itu selalu Bijak, Bermanfaat untuk orang banyak dan selalu berkaitan dgn hal-hal yang positif, masalahnya Bisakah kita Membuktikannya?!!!

    Keep On Moving My Friend. Peace!!!🙂

  137. 137 Neo Forty-Nine 16 August 2007 at 14:37

    @Mrtajib
    *ketawa ngakak*
    Nanti malah dikutuk semua blogger Kang…😆

    @Dimashusna
    Peace juga. Thanks dukungan dan pengertiannya 😀

  138. 138 9uBr4K5 16 August 2007 at 15:15

    Postingan yg keren… Mantaf mennn…
    😀

    Peace !

  139. 139 juwarto 16 August 2007 at 17:29

    Kebetulan lewat blog ini, maap kang numpang komen.
    Klo ga boleh silahkan del aja🙂

    Kisah ironi seorang muslim. Kesalahan yang dilakukan secara massal bisa dianggap sebuah kebenaran, kalau melihatnya tidak dengan hati yang jernih.

    Banyak muslim hari ini yang sebenarnya “tidak layak disebut muslim” atawa “sudah pensiun”. Namun mestinya pertimbangan untuk pensiun atau tidak itu berdasarkan pemahaman dan pemikiran. Toh Allah sering menyentil ummat-Nya dalam Al-Qur’an dengan kata-kata afala ta’qiluun dan afala tatafakkaruun?

    Berpikir…berpikir dan merenungkan ayat-ayat-NYA dengan segenap kemampuan akal yang dikaruniakan-NYA kepada kita. Jangan hanya manut kata ustadz, kata kyai. Kalo ga mau menggunakan akal, apa bedanya dengan binatang?

    sekali lage maap CMIIW

  140. 140 Blue Generation Says.... 16 August 2007 at 17:59

    @ 9uBr4K5
    Thanks

    @juwarto
    Saya ga akan menghapus komen kok….😀

  141. 141 hoek 16 August 2007 at 20:05

    ew…edan…komennya banyak banget yak? padahal artikel mas farid ini kalo ga salah khan cuma buat tegoran aja yak???(sampe ada yang komen kalo mas farid ini …pkoke dibkin heboh banget) karena orang-orang indonesia (termasuk saia ini), dari kecil sudah diajarin bahwa islam itu agama mudah, cukup syahadat, uda masuk islam, cukup shalat 5 waktu, uda menegakkan islam…yahh…saia segh maklum aja ama mereka-mereka yang keseret di postingannya mas farid, lha wong orang indonesia itu paling suka simbol-simbolnya (maksude shalat ya shalat thok, cuma asal sujud, ruku’ dsb dsb) doank…giliran mendalaminya aja,pada ngguk-angguk, leng-geleng…
    btw ne ya, kalo gitu ada istilah ambil cuti dunk???huahuahuahua…

  142. 142 zal 17 August 2007 at 00:33

    ::hoek, ini suara muntah yak…???😆
    apa memang seperti itu ya ngungkapinnya…, apa ngga jadinya seperti, yg engga faham bagaimana datangnya ilmu, jika ilmu itu datangnya dari kepandaian membaca, maka hanya ilmuwan yg layak disebut muslim…, karena kepintarannya dapat memahami apa saja…tapi kayaknya koq engga…, bahkan ada yg ngomongnya engga jelas, namun memiliki pemahaman ketauhidan yg baik…, jadi, yg terfahamkan di saya, ilmu datang dari Sang Ilmu, memahamkan kepada sekehendakNYA…, jika masih bisa mencaci maki…alangkah baiknya jika direnungi ulang…sebab seharusnya yg terjadi salamah..salamah… sangat berbeda lho..antara ungkapan satire dengan sinisme… ❓

  143. 143 Neo Forty-Nine 17 August 2007 at 01:34

    @Hoek dan Zal
    Semoga makin banyak pembaca dan blogger seperti anda berdua….

  144. 144 bangaiptop 17 August 2007 at 17:06

    Saya seneng tulisan + komentator postingan ini, Rid. Lucu. Walaupun pasti tidak dianggap lucu oleh sebagian orang. Hehehe.

    Sori OOT, sekedar sharing;
    Temen saya, Pedro, preman dan ugal-ugalan, tiba-tiba mau masuk Islam. Kaget juga saya. Lalu saya bawa ke Amri, temen saya satu lagi. Amri ini selain pengusaha juga ustadz. Selain itu, dia juga salah seorang entrepeneur muda terbaik di JKT.

    Setelah ngobrol lama dengan Pedro dan saya. Amri menggeleng-gelengkan kepala, ia bilang “Dro, kamu jangan masuk Islam deh. Jangan menambah satu lagi orang bodoh di dunia Islam. Kami sudah terlalu banyak punya orang bodoh”.

    Saya ketawa ngakak sampai guling-gulingan di Masjid Kuningan. Sampai-sampai ditegor Imam masjid.

    Pedro, bengong cukup lama. Shock, euy. Belum pernah diperlakukan begitu dalam hidupnya. Dia pikir gampang masuk islam. Syahadatain, lalu beres semuanya. Dia bingung.

    Setelah itu, Pedro (walopun belom masuk islam) pelan-pelan ikut shalat Jumat. Ikut pengajian bareng-bareng Amri. Belajar berdagang. Belajar mandiri. Pelan-pelan, disiplin shalat lima waktu.

    Hingga suatu saat. Titik akumulasi dalam dirinya memuncak. Ia berkata pada kami, di Rawamangun. “Men, gue Islam sekarang”. Hari itu juga, ia menangis di depan ayahnya. Menyatakan agama yang dianutnya.

    Saya terharu sekali. Sebab akhirnya Pedro menyadari, bahwa Islam bukan hanya sekedar syahadatain.

    Pedro saat ini, cerdas, mandiri, disiplin shalatnya. Dan tidak lupa, karena ilmu berdagang yang ia punya, mampu menolong orang-orang di sekitarnya.

    Pedro saat ini, benar-benar orang Islam. Saya yakin.

    *Maaf OOT yaaa. Merdeka!*

  145. 145 Neo Forty-Nine 17 August 2007 at 17:26

    @bangaiptop
    Merdeka! (entah dari apa. gondrong aja ga boleh)

    Maksudnya kalau mau Islam itu harus ngerti sepenuhnya gitu ya Bang? harus ngerti bahwasanya sholat itu fungsinya begini begini…., puasa itu fungsinya begini begini. trus diamalkan baik baik. ya kan. sekalian umat Islam itu juga harus pintar, ya kan??😀😆

  146. 146 joyo 18 August 2007 at 12:35

    pernah suatu kali (eh sering) saya berimajinasi dengan membawa pistol ditangan kanan dan tangan kiri mengepal keras masuk kedalam sebuah rumah ibadah dan menembak seorang lelaki setengah baya karena siang2 ribut lewat Toa ngucapin kata2 yang sama sekali nggak saya pahami dan nggak perlu didengarkan seluruh isi kampung karena nggak semua orang kampung jadi anggota rumah ibadah tersebut. DORRR!!!!bluk, ternyata saya yang tertembak duluan…

  147. 147 Neo Forty-Nine 18 August 2007 at 17:00

    kok masih bisa komen? Katanya tertembak?😀

  148. 148 lowprofile 18 August 2007 at 17:19

    “Katanya orang yang sholat melatih disiplin, nyatanya para pegawai tata usaha yang Islam dan rajin sholat semua itu selalu terlambat datang.
    Katanya orang puasa itu penyabar, kenyataannya tak sekali aku dimarahi mentor mentorku yang suka puasa Senin Kamis itu gara gara aku suka membahas saat mereka lagi ceramah.
    Katanya aku suka melawan dan menuhankan akal. Termasuk saat aku meragukan bahwasanya “Bunga ataupun tumbuhan lainnya itu bukalah makhluk bernyawa”. Mereka bilang aku sudah tersesat.
    Katanya Muslim itu bayar zakat supaya berbagi dan peduli dan saudaranya. Namun aku sudah liat sendiri Muslim Muslim pelit saat aku bekerja menjadi tukang bangunan. Dengan berbagai alasan dan dalih mereka memotong gaji kami. Orang yang sudah pernah naik haji katanya alim. Nyatanya pak haji pemilik kostku itu tiap hari ikutan gabung main judi. Dosenku yang haji itu juga menyediakan kesempatan buat anak anak cewe agar dapat nilai tinggi dengan syarat harus mau datang kerumah beliau. Dan anak anak cowonya disuruh menghubungi beliau untuk membicarakan pembayaran untuk nilai.

    Kalau memang Muslim itu bersaudara, kenafa tetanggaku yang kebetulan janggutnya lebih lebat dan istrinya berjubah itu di usir dan dicap bid’ah bahkan kafir?
    Kalau memang orang orang Muslim itu suka bayar zakat. Kenapa aku bisa nyumbang mesjid lebih banyak dari si Arab juragan toko obat kuat itu waktu ada acara Isra Mi’raj?”

    Jujur aja ini yang banyak terjadi tetapi bukan berarti agama yang menjadi dalang, cos gue juga muslim n gue benci dengan orang2 kaya gitu dan hal ini tidak bisa dijadikan pembenaran atas perbuatan oknum2 tersebut

  149. 149 Neo Forty-Nine 18 August 2007 at 19:37

    @lowprofile
    Thanks for your positif thinking😀

  150. 150 rizko 19 August 2007 at 10:03

    kenapa jadi ngurusin orang laen kang, kenapa gara2 pegawai TU yang katanya rajin Sholat tapi ternyata selalu terlambat dateng, kita lalu jadi gak Sholat, kenapa gara2 ini dan itu kita jadi mau pensiun jadi Muslim hehehe

    Allah gak butuh kok Sholat kita, kita yang butuh, Allah yang ngasih caranya (5 waktu dan Sunnah2 yang lain), mau kita gak Sholat kek, mau semua makhluk gak Sholat Allah tetep Allah kan🙂

    Allah itu maha Pemurah, Maha Pengasih, tiap makhluk punya rejekinya masing2, bahkan Ayampun yang gak sekolah gak kelaparan, selama tu ayam masih memanfaatkan paruhnya dan punya semangat tuk mematuk ya dia tetep makan kan🙂 jangan gara2 ada Arab yang infak sedikit dibanding akang (nah merasa lebih ya hehehe gak baik atuh) kita jadi males berbagi, Allah aja ngasih oksigen gratis ke semua makhluk gratis tanpa dipungut bayaran tanpa mengharapkan tuk disembah…

    Akang punya panutan gak ? kalo akang masih ngaku Muslim, Insya Allah panutannya ya Nabi Muhammad kan, ya di usahain lah mencoba mengikuti perintah2 beliau, n masalah Bid’ah jangan sembarangan ngomong lah, di baca2 dulu rujukannya dari sana sini, janganlah berkoar2 sebelum punya dasar yang kuat…

    BTW ngurusin orang laen juga penting sih tapi untuk mengajak ke kebaikan …

    BTW Iblis aja patuh sama Allah hanya sayang dia iri dengki dengan 1 makhluk ciptaanNya ya kita ini, jangan lah lebih2 dari Iblis hehehe

  151. 151 rizko 19 August 2007 at 10:09

    BTW I agree with you, gak selamanya orang yang berjenggot itu alim hehehe

    Gak selamanya udztad itu lebih baik dari kita yang bengal ini hehehe

    Dan masih banyak hal2 lain yang gak sesuai dengan kenyataan di dunia ini liat aja udzatd2 selebritis kita, mau gak ya ke daerah2 pedalaman (aku temenin deh) tuk melakukan dakwah dimana masjid udah seperti kayak kandang babi sementara gereja berdiri megah… Mau gak ya mereka ? sementara selama ini mereka ya nongolnya di TV doank hehehe

  152. 152 Neo Forty-Nine 19 August 2007 at 17:07

    @rizko
    Itu ceramah buat tokohnya kan?😀

    Ya begitulah kalau pknum umat Islam suka mengeksklusifkan dan mengkapitaliskan dirinya. Lupa akan saudara saudaranya ayng butuh bantuan supaya imannya ga tertukar dan ditukar..
    😐😐😐

  153. 153 secondprince 19 August 2007 at 20:05

    Mas dapet pesangon dan uang pensiun gak
    gapapa Mas ikut aliran saya aja Mas
    dijamin deh
    aduh Mas kayaknya jadi pesimis nih

  154. 154 Blue Generation 19 August 2007 at 21:33

    Ha ha….
    bukan saya kok… tokoh dalam ceritanya…😀

  155. 155 Shelling Ford 21 August 2007 at 02:42

    Dije Norie:::
    lho, kok bawa2 saya?😉
    lagipula saya nggak pernah ngaku kalo saya narsis, lho. “narsis” dan “memaparkan fakta” itu bedanya sangat besar😀

    SEMUA YANG NGGAK SETUJU DENGAN TULISAN INI:::
    keliatannya permasalahan kalian cuma satu, kok: NGGAK PAHAM MAJAS!
    dan itu sangat parah, lho… sungguh!:mrgreen:

    saya justru memandang otokritik seperti ini justru sebagai sebuah tindakan yang sangat mencintai islam. sekali lagi, yang dikritik adalah bukan agamanya, melainkan pola interpretasi sebuah agama. 2 hal tersebut bedanya sangat jauh.

    ah, manusia…manusia… kadang-kadang kepengen keliatan pinter justru malah jadi gobloknya yang kentara. seperti tindakan SOK heroik dalam perang yang justru membunuh teman sendiri yang sedang menyamar sebagai musuh yang kebetulan dalam rangka beraksi sebagai mata-mata. semuanya cuma gara-gara salah pemahaman terhadap suatu hal aja.

    keliatan bejat belum tentu bejat beneran, kayak cerita mata-mata itu😉 tapi setidaknya keliatan bejat tetaplah lebih baik daripada keliatan alim.

    dari semua yang nggak setuju, ada yang tau cerita wayang tentang Adipati Karna?😉

    *tapi Adipati Karna memang bukan mata-mata*:mrgreen:

  156. 156 Neo Forty-Nine 21 August 2007 at 14:14

    Adipatinya beneran musuh ya Joe?😆

    Ah, si Joe ini telat datangnya, ayo Joe… ajarin aku PHP dan Photosop…..

  157. 157 Roti_mari 22 August 2007 at 23:23

    Bagoooooosss …

    Mak nyussss …..

  158. 158 anjarw 24 August 2007 at 00:43

    wah ngeri ini orang kayak kecewa banget ma orang2 disekelilingnya…

    yang penting sikap kita, agama bukan patokkan manusia boleh memilih…pilih kaya atau miskin, jahat atau baik, judi atau ngaji, nyolong atau amal, marah atau tidak… dan lain2 apalah namanya…

    bukan aksi kepada kita yang penting, tapi reaksi kita yang terhadap aksi…

    bingung ya? sama…

  159. 159 kripik goreng 24 August 2007 at 15:49

    Gak…gak…gak…, gitu aja koq runyam. Biarain aza tuch berkoar-koar tak tentu rudu. Tokh namanya juga mo’ ngibulin pengunjung. Biar rame….

  160. 160 Neo Forty-Nine 24 August 2007 at 17:58

    @anjarw
    Aksi tanpa agama?

  161. 161 e_xbdosa 27 August 2007 at 14:25

    pada dasarnya semua agama mengajarkan pada kebaikan, gak ada agama yang mengajarkan penganutnya untuk masuk neraka..etrantung dari manusia itu sendiri..kalo mao masuk neraka ada jalannya, kalo mao masuk surga juga udah ada aturannya. ngebahas soal agama gak akan ada habisnya, selaman masih mengedepankan rasa egoisme manusia masing”…lebih baik jangan terprovokasi dengan hal semacam ini..tetap pada agama masing, cintai, jalankan aturannya, jauhi larangannya, yang pasti kita ada di dunia ini ada maksut dan tujuan yang di berikan…slow but sure…semua pasti ada jawabannya.

  162. 162 aibnu 27 August 2007 at 18:23

    Al Mukminun 110-111 :” Tetapi kamu jadikan mereka (mukmin) bahan olok-olokkan….,sehingga kamu lupa….waktu kamu mentertawakan mereka……Sesungguhnya mereka itu orang yang menang”

  163. 163 rahmat 28 August 2007 at 21:43

    Orang mau jadi apa kek, itu mah hak seseorang, dia bilang mau pensiun, mau apa kek, siapa yang larang. Namun Coba kita renungkan sejenak, apa kita-kita yang semua ikut kasi komen ini, berani berkata jujur seperti yang disampaikannya. Yang jelas mah, apa yang kau tabur itulah yang kau tuai dan di hadapan Tuhan mu, engkau sendirilah nanti yang akan mempertanggung-jawabkannya.

  164. 164 Neo Forty-Nine 28 August 2007 at 23:10

    @e_xbdosa
    Jadi jawabannya apa?

    @aibnu
    *angkat dua tangan*
    Amin, amin, amin

    @rahmat
    Kalau begitu, anda sudah menabur komen, dan saya sudah menerimanya. Jujur? saya rasa saya suka kejujuran dalam ngeblog dan menuliskan komen

  165. 165 zal 29 August 2007 at 02:35

    ::aibnu, siapa yang mengolok-olokkan siapa yaaa….???
    kalau tidak memahami apa yang disampaikan, lalu berlindung pada Kalimah (yg mungkin juga tidak terfahami…) jangan salahkan jika Kalimah itu sesunggungguhnya menunjuk kepada dirimu sendiri…
    “jangan salahkan cermin jika memang wajah yg buruk”
    Memang Kalimah itu untuk pembelaanNYA kepada Para Mukmin, namun siapa yang berposisi Mukmin, siapa yg bukan…, jika kau mengatakan dirimu yg Mukmin…kupastikan kau belum memahami “SIEMPUNYA” Kalimah….sebab hanya DIA saja yg tahu ukuran-ukuran…dan yg diizinkanNYA…
    aku …jelas bukan yg diizinkanNYA, sebab dipanggilNYA dengan Panggilan apa saja yg lebih rendah…sudah membanggakanku….

  166. 166 kuro 9 September 2007 at 01:10

    Kuro…

    OMONG KOSONG APA INI…

  167. 167 Shelling Ford 9 September 2007 at 02:24

    omong kosong nyaring bunyinya, kali
    buktinya banyak yg ndengerin sampe malah ngasi komen:mrgreen:

  168. 168 dencitro 18 September 2007 at 15:26

    Dear Generasi Biru / 049/ Rid / Farid,

    – Good n cool web blog, sebagai owner (atau apa istilahnya) ya tentunya bebas-bebas aja Anda mau menulis tentang apa/siapa/kenapa dalam kondisi apa dan mau apa, kalau kemudian ada yg mampir dan membaca kemudian memberi komentar, ya monggo2 aja juga…no problem lha..sumangga ateuh…we wong jowo ngomong sundo..

    – tulisan “Aku Pensiun jadi Muslim”, jelas merupakan buah pikir Anda (atau apa istilahnya..?), percikan-percikan dari potret sosial yg sempat terjepret oleh memory Anda dalam perjalanan hidup Anda yg bertemu dengan nalar dan pemahaman Anda tentang “suatu” tata nilai. Di dalam cerita ini pakai baju namanya “agama” type “islam” dengan sebagian pemeluknya disebut “muslim”. Terus Anda ceritakan si tokoh mengamati dan menemukan kenyataan bahwa ternyata “saku” baju yg satu ini kok ada bolongnya, padahal kan saku mustinya untuk menyimpan sesuatu, kok jahitan-nya begini, kok krah-nya begitu. Kalau demikian halnya…ya sudah…si tokoh mengambil sikap “melepaskan” baju itu…mo digadein, mo di permak apa mo di cuci..atau sekedar di cantelin di gantungan trus ditinggalin?

    Oleh karena itu, Anda sebagai penulisnya dapat saya bayangkan seperti penulis lain, misalnya Kho Ping Ho – penulis cerita silat dengan setting masyarakat daratan china tempo dulu – banyak tokoh-tokoh yg beliau gambarkan dan tuturkan (ada manusia Super Sakti “Suma Han”, ada manusia setengah dewa “Bukek Siansu”, Iblis muka kuda “Hek Bin Lomo” dsb dsb) tapi Kho Ping Ho bukan salah satu dari tokoh2-nya tsb…hemm dasar penggemar Kho Ping Ho…tapi Anda hebat ya saya samakan dengan beliau…

    Tapi ada juga “kerasa” hawa zaman “Manikebu” 40 tahun lalu, dimana penulis dihujat oleh penulis yg lain. Ada penulis yang menulis “Tuhan meletakkan kacamatanya dimeja”, ini dianggap sebagai personifikasi oknum Tuhan. Kata hujatan kafir dan atheis-pun bermunculan pada zaman itu..bahkan juga kata “ganjang”…we sok tahu sejarah…

    – Soal Ad hominem…bener lho pensaran pingin tahu…apa sih artinya..ya tanya om google and jawabannya : Argumentum ad Hominem adalah cara berargumentasi yang keliru dimana orang yang mengemukakan argumentasi yang diserang bukannya argumen itu sendiri…artinya “Tertuju pada pribadi atau karakter seseorang”. Contoh penggunaannya “Argumen anggota dewan lebih bersifat ad hominem ketimbang membahas akar permasalahan”(http://id.wikipedia.org/wiki/Ad_hominem)…misalnya lagi, ada yang melakukan presentasi dengan topik bahwa kita harus menggunakan sistem operasi Linux. Namun di sisi lain, presenter menggunakan Microsoft PowerPoint. Sangat mudah untuk menemukan sesuatu yang janggal dari presentasi tersebut dan menggunakan fakta tersebut sebagai jurus untuk melakukan bantahan. Tetapi jika langkah itu yang diambil, maka kita tidak akan membahas topik utama yang sedang dibahas. Kita hanya akan membahas pembawa topiknya…(http://priyadi.net/archives/2006/12/23/ad-hominem-tu-quoque/) dan masih bla..bla…

    – Beberapa komentator, tampak menyayangi Anda dengan memberi wanti-wanti n wejangan, beberapa yg lain “gemas” sama Anda…uedan ni anak bandel n nekat banget sih…ada juga yg mendoa’kan Anda…entah Anda sebagai penulisnya atau tokoh (seperti sering Anda sebut)…ada juga yg menampakkan rasa “cemburu/ghiroh” karena agamanya di “sentuh” dengan tidak semestinya.

    – Kalo substansinya sih, sepertinya sebagian kita ada yg pernah terlintas / punya pikiran semacam / sejenis itu…entah mendalam…entah selintas saja…sebagai orang awam sosial/agama aku pikir tulisan ini “biasa”… ga hebat ga jelek…ya biasa..
    nah, bandingkan kalau membaca ulasan aliran kebatinan semacam ajaran “Gato Loco” dsb…wieh seru banget.

    – Soal kebenaran absolut, kalau dari ranah pemeluk agama islam (muslim/mukmin/muklis) itu so pasti ga bisa di tawar-tawar…tapi ajaran sufisme dan filsafat modern tidak mengenal hal semacam ini…

    Soekarno bahkan sering melontarkan semboyan, bahwa semua agama itu sama, karena semua agama bertujuan untuk mencapai kebaikan hidup bagi manusia. Semboyan demikian itu, menurut Abdullah Patani, persis sebagaimana doktrin Freemasonry yang disebut dengan Floatism. (Abdullah Patani dalam risalah kecil berjudul “ Freemasonry di Asia Tenggara “, yang ditulisnya di Madinah al-Munawarah pada tahun 1400 H dan diterbitkan dalam bahasa Melayu di Malaysia oleh Ali bin Haji Sulong)
    Asas Floatisme bertujuan membuat semua ajaran agama harus dijadikan mengambang atau dengan kata lain, mengambangkan keyakinan semua umat beragama sehingga tidak boleh setiap pemeluk agama menyatakan keyakinannya secara khusus dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akan tetapi harus mencari titik persamaan agar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak didominasi oleh suatu ajaran agama tertentu saja. (DOKTRIN ZIONISME DAN IDIOLOGI PANCASILA, Menguak Tabir Pemikiran Politik Founding Father RI, Drs. Muhammad Thalib & Irfan S. Awwas, Agustus 1999)

    – Salaam…wallahualam bis showab

  169. 169 den citrodiwangsan 20 September 2007 at 12:07

    coba tengok tulisan sejenis ini di http://nottoogood.wordpress.com/2007/08/15/dua-tanda-tanya/

    pada siapa Islam dipasrahkan, negara atau pemeluknya?

    Ada semacam cellular phobia (salah pencet; secular phobia) menjangkiti pola pikir dan hati muslim saat ini, dengan sendirinya akan mereduksi kejernihannya dan memaksa seseorang berpikiran negatif serta terlalu berhati-hati dalam penyikapan melalui pengedepanan asumsi bahwasanya sekuler adalah bla bla bla ila akhirihi.

    ……………dst…

    Seorang alim melihat Islam justru ada di belahan barat yang menawarkan sekaligus menerapkan konsep in time lebih dari sekedar on time dan in line tertib antrian, kebersihan serta kedisiplinan yang merupakan indikator cerminan ajarannya.

    Lain halnya kakak iparku yang kebingungan melihat tayangan berita seringnya tindak kekerasan fisik atau non fisik bahkan keduanya terhadap tenaga kerja wanita juga jamaah haji Indonesia di negera berbasis Islam.

    Ini adalah fenomena jungkir balik yang menempatkan seorang guru besar mengambil jalan tengah lewat riset empiriknya, live in between fundamentalist and secularist-west n’ east-memunculkan jargon ‘Negara Sekuler Yes, Masyarakat Sekuler No’
    …………..dst…dst

  170. 170 joyo 1 October 2007 at 00:22

    negara sekuler yes!!

  171. 171 AmruL 1 October 2007 at 19:29

    Yang punya blog ….*(ini salam dr saya buat yg gak punya Tuhan)*
    Pikiran anda lebih rendah dari pola pikir keledai…
    Karena kebingungan..trus nyalahin org lain seperti org lain menyalahin anda(diri/nafsu), menghujat org lain yg menghujat anda,
    Hampir sama semua model yg seperti ini…model2 org frustasi…
    Ck ck ck …mo bilang bego tapi anak kuliahan… mo bilang pintar tapi terdoktrin ama pemikiran2 yg konyol…ekekekekek…

    Yah bener terlalu banyak org2 frustasi….gak tahan gituw…

    bagi yg di luar islam :
    Kalo saya seh enteng aja..ngomong ini kafir…ini murtad…ini sesat
    Huakakakakakak….
    emank gue pikiriiiiin….
    Kalo anda seperti itu maka saya pun akan seperti anda..begitu juga org lain…..Trus….yah perang..tercipta nya sebuah perperangan…baik ideologi maupun fisik….
    Nah dunia ini menuju pada peperangan…gak caya..??
    tunggu aja deh…versi beta nya…
    wakakakakakakakkk….
    **kabur n gak balik2 lagi..biar yg punya blog meradang…**

  172. 172 aibnu 3 October 2007 at 20:23

    ….Untuk hamba-hamba Allah…

  173. 173 joyo 3 October 2007 at 22:27

    @Amrul
    ‘lempar batu sembunyi tangan’, klo berani diskusi bikin blog, tulisakan kalo perlu hujat dan maki2 orang yang gak sepaham dengan anda, biar orang lain bisa baca dan syukur2 jadi tercemarkan seperti anda2.

    @emmpunya blog
    maap maap numpang lewat😀

  174. 174 peace_2007 7 November 2007 at 16:12

    Lebih baik atheis tapi saling menghargai, menyayangi dan menghormati sesama manusia…
    Daripada taat beragama tapi nge-bom orang lain…

  175. 175 mirjalovic 15 April 2008 at 13:47

    percayal ah…………bukan Islamnya yang salah,tetapi umatnya……jadi ajaran Islam adalah ajaran paling suci didunia

  176. 176 Ricky 17 April 2008 at 14:03

    Tiada agama yang paling suci, yang ada agama adalah suci.
    Semua tergantung pada kepribadian masing-masing.
    Banyak manusia menjadikan agama sebagai TOPENG belaka.
    Banyak orang menjadi baik karena pengalaman hidup baik pahit ataupun manis.
    Tetapi agama bukan mencari orang baik, tetapi orang baik dan benar.

  177. 177 rima 18 April 2008 at 20:29

    mau lihat kualitas suatu sekolah/restoran dan toko/agama? lihatlah dari lulusan/pengunjung/umat nya.

    masa dikit dikit nyalahin lulusan/pengunjung/umatnya? kalo gitu jelas sekolah/restoran dan toko/agamanya yang ada error..

    saya juga sudah pensiun jadi muslim, sekarang sudah naik kelas, pensiun percaya agama pula. agama saya adalah tuhan, tuhan yang hidup, penyayang dan berkuasa, bukan tuhan para pengikut agama yang bikin jadi saling bertengkar dan membenci dan gila kuasa.

  178. 178 iphan 22 April 2008 at 14:56

    huehuehue… bukan agamanya yang salah… orangnya…

    yang lebih salah lagi adalah orany yang telah menginterpretasikan ajaran agama dengan salah, tapi tetap yakin kalao apa yang di intepretasikan itu adalah benar…

    *bingung sendiri*

  179. 179 ghaniarasyid 8 May 2008 at 07:47

    paling-paling supaya postingannya dapet hit yang banyak😛

    …itu semua tergantung orangnya, bukan agamanya.

  180. 180 gonderz 17 May 2008 at 12:40

    gw gak yakin lo muslim beneran, dari comment2 lo kyaknya lo slahsatu dari kafirin

  181. 181 fatih 20 May 2008 at 12:38

    beragama berasal dari hati kita sendiri. agama diciptakan tuhan sebagai alat untuk berhubungan dengan NYA. bisa jadi agamanya yang error. Tapi Tuhan tak pernah error.

    —————————-
    Make Torrents Download Faster tips http://greencores.blogspot.com/

  182. 182 jeremiasjena 24 May 2008 at 11:47

    Hei non,
    Ketika refleksi sederhana ini saya jadikan sebagai bahan dalam forum diskusi di Binus Maya, tanggapan mahasiswa saya pun cukup heboh. Mungkin nanti ada mahasiswa saya yang mengakses blogmu dan memberikan komentar-komentar mereka. Salut!

  183. 183 enny 20 May 2010 at 02:08

    agama itu tdk larang
    cuma manusia aj sok haram
    munafik semua

  184. 184 mbalelo 14 July 2010 at 03:45

    Mereka semua tau bahwa kebenaran itu ada, kesucian itu ada, yang bersemayam didalam kalbu manusia ya itu Cahaya Illahi Rabbi, jika seseorang tak beragama, maka jangan lah pula menghirup Udaranya Allah, Berjalan di Buminya Allah, memakan tetumbuhannya Allah, meminum Airnya Allah Tuhan seru sekalian Alam. maka segeralah pensiun jadi manusia bukan hanya jadi muslim, mengapa pula kalian samakan diri kalian dengan yang lain sedangkan kalian tau bahwa manusia itu kecil lagi sombong. semua dia rasakan dengan sesuatu yang hanya dirasa, yang seharusnya dicerna dengan akal yang Allah berikan pada setiap manusia yang membedakan dirinya dengan hewan, agar supaya dapat melihat mana yang baik dan mana yang buruk dan tentu saja kita diwajibkan bersujud, bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah yang Maha Besar lagi Maha Penyayang.

  185. 185 SUPARMEN 27 September 2010 at 09:51

    ini cerita aneh…
    sungguh apa yang Anda saksikan saat ini benar adanya.. banyak muslim yang tidak beragama sesuai dengan agamanya.. ngakunya muslim tetapi tidk melaksanakan apa yang ada dalam islam… yah… saya setuju dengan kamu… jika anggapan kamu seperti itu… tapi.. aku mau tanya apakah kamu sudah berislam dengan sebenarnya….
    saya tidak setuju apabila islam yang jadi kambing hitam… sungguh orangnya berbeda dengan ajarannya…. belum tentu ajarannya salah apabila ternyata banyak orang yang pelit,bodoh, miskin , dll.
    memang kita saksikan saaat ini kaum muslim dalam keadaan mundur,, terjajah, miskin, .. lihat saja,,…. yang miskin muslim atau bukan? yang bodoh di negeri ini muslim bukan… yang korupsi muslim bukan???? memng benar muslim ,, TETAPI SAYA TEGASKAN,,…. BAHWA BELUM TENTU ISLAM YANG SALAH APABILA ORANG-ORANGNYA TERNYATA BERBEDA DENGAN APA YANG ISLAM AJARKAN….
    karena islam merupakan agama yang rasional, dan sesuai dengan manusia…
    islam dapat kita buktikan kebenarannya dengan keyakina penuh bahwa ini sesua dengna fitrah manusia..

  186. 186 SUPARMEN 27 September 2010 at 10:10

    saya mau tegaskan bahwa TIDAK ADA AGAMA YANG BENAR KECUALI ISLAM.
    yang Anda saksikan saat ini merupakan apa yang Rasul gambarkan melalui haditsnya yang agak panjang….
    isinya .. nanti di akhir zaman… umat muslim banyak tetapi bagaikan buih di lautan.. banyak tapi tidak berkualitas..Allah telah mencabut rasa takut pada kaum Kafir terhadap umat muslim sehingga umat muslim bagaikan seonggok makanan yang disuguhkan dalam satu piring dan diperebutkan oleh orang -orang kafir… sungguh sungguh lemah kaum muslim saat ini. benar sabda beliau… PErtanyaannya, kenapa sekarang umat muslim seperti ini?? padahal sejarah tak dapat kita sangkal bahwa kaum muslim pernah berjaya dan berkuasa selama lebih 13 abad lamanya, dari sejak Nabi Muhammad saw mendirikan negara Islam di madinah hingga tahun 1924 M. padahal belum ada kekuasaaan sistem pemerintahan manusia yang bisa berjaya selama itu… Umat muslim setelah runtuhnya Khilafah ISlamiyah tahun 1924 M itu umat muslim mulai mengalami berbagai problem… hingga sekarang ini.. kemiskinan, kelaparan, kebodohan, pertambangan di Indonesia dikeruk habis habisan.. kenapa hal ini terjadi. Nabi menjawab masih dalam hadis yang sama… hal ini karena umat muslim sudah mengidap penyakit WAHN,, para sahabat saaat itu bertanya,,”apa ya rasul penyakit Wahn itu??” rasul menjawab. CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI..

    kesimpulannya, saya ingin tegaskan.. bahwa saaat ini umat islam memang sedang dalam kondisi mengenaskan,, bahkan mereka mengaku muslim tettapi kelakuannya berbeda 180 derajat dengan apa yang islam ajarkan… sungguh ini bukan berarti islam yang salah.. tetapi ummat islam saja yang bodoh…

    pertanyaannya:bodoh kenapa…. (alias sekarang ni masa Jahiliyah), padahal banyak umat muslim yang lulusan S1, S2, bahkan S3…
    jawabannya mereka bodoh terhadap ISLAM itu sendiri.. mereka mengaku muslim.. tetapi Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak diamalkan… boro boro diamalkan, dipelajari saja tidak..

    saya ingin tegaskan,, bahwa Kaum kafir bisa bangkit pada masa Resainance karena mereka meninggalkan ajaran kristen. karena ajaran Kristen salah.. dan tidak memuaskan akal, juga tidak sesuai dengan fitrah..
    sedangkan yang terjadi pada umat muslim, adalah, umat muslim meninggalkan ISLAM.. sehingga MUNDUR.. bukan malah Bangkit.. hal ini membuktikan bahwa islam adalah agama yang benar, dan yang lain salah.
    oleh karena itu ISLAM merpakan agama yang benar… di sini saya dapat jelaskan
    bahwa islam adalah agama yang benar..yang lain salah…..

  187. 187 mabenten 15 January 2012 at 19:28

    Kasihan sekali.. sudah gak punya keyakinan.. hik hik hik..


  1. 1 Emangnya gue ngintil? « Zona Koruptor Trackback on 13 August 2007 at 19:33
  2. 2 Sholat itu nomor 2 « kang tutur’s weblog Trackback on 14 August 2007 at 20:17
  3. 3 Berlebihan ! « Chaos_Region.html Trackback on 15 August 2007 at 18:50
  4. 4 Antara Hana dan Fadil « JalanMenujuKetenaran Trackback on 22 August 2007 at 18:06
  5. 5 Tentang….. « Generasi Biru Trackback on 27 April 2009 at 17:57

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: