Islam? Maksud saya kolom agama di KTP anda Islam? Pernahkah anda memperhatikan kondisi umat yang ternyata ga maju maju. Di sini dan di sini ada daftar penghambat kemajuan umat….

Oh, mungkin terlalu berat untuk anda fahami… Umat Islam kan malas berfikir 😀 , dan terlena oleh kekuatan/dan kejayaan masa lalu. Pernahkah anda fahami mengapa umat terdahulu bisa berjaya? Apakah hanya karena teriakan “Allahuakbar!” atau teriakan dua kalimat Syahadat? Yang kemudian diiringi dengan kata kata “hancurkan orang orang kafir”, atau “serbu orang orang kafir”. Saya rasa tidak. Para panglima perang dulu saya percaya punya cara yang lebih elegan dan bermartabat daripada sekedar teriak teriak membawa bawa dan jualan namaNYA. Seorang Thoriq Husni membakar kapalnya dan berkata “Pilih mundur lantas mati konyol, atau maju mati Syahid?!!!!” kepada anak buahnya? Hasilnya? Silakan baca buku sejarah Islam yang ga didistrosi dan valid.

Satu yang saya fahami dari perjuangan para khalifah masa lalu. Berani! Termasuk berani berfikir, yang artinya tidak membiarkan otak tidak bekerja. Misalnya Thoriq Husni yang membakar kapalnya, alasannya membakar kapal bukan sekedar alasan nekat. Namun itu adalah semacam serangan psikologis buat anak buahnya, beliau menantang harga diri anak buahnya. Apakah mau/lebih memilih untuk mati konyol? Atau mau lari dari musuh? Bukankah prinsip umat Islam adalah “Musuh jangan dicari, ketemu jangan lari”?

Sudahlah, itu zaman perang dulu. Sekarang zamannya teknologi dan informasi. Jika anda menganggap bahwa gambar bernyawa, teknologi dan informasi macam internet haram. Silakan berhenti sampai disini!

Sudah cukup rasanya saya kecewa, kecewa karena ternyata ada saja orang orang ngeres yang salah persepsi. Tapi itu masih mendingan, daripada orang yang baca kalimat “kakek saya adalah Pastor”, kemudian langsung menafsirkan bahwasanya yang ngomong kalimat tadi adalah seorang Nasrani. Mohon maaf saya harus meminjam nama agama dan pemuka agama. Kalau anda memang bisa berbahasa, atau lulus ujian nasional dengan nilai bahasa Indonesia yang baik. Harusnya anda faham. Kalau anda belum ngerti bahasa Indonesia, mendingan minggir!

Ada baiknya bahwasanya siapapun yang membaca blog, nampaknya harus didampingi dengan kamus besar bahasa Indonesia, atau sebaiknya anda buka dulu link ini. Supaya tau apa itu majas, serta perlu tau juga tentang SPOK. Kemudian baca “Pak Jenggot Bersorban Putih yang Mengenakan Kalung Salib Besar itu Sedang Bertapa di Klenteng”. Kalau memang salah, silakan, silakan yang menganggap dirinya tukang protes dengan ide brilian, tukang komentar, ahli agama (agama apa saja), penyelamat umat, mahasiswa baik yang bangkotan, tengah tengah atau baru yang sok intelek serta ngerti bahasa tafsir dan majas, manusia yang suka kontemplasi dan berfilsafat, manusia Islam yang pernah ngaji dipesantren, ahlul bait ataupun ahlussunah.

SINI! LIATIN TUH “PAK JENGGOT BERSORBAN PUTIH YANG MENGENAKAN KALUNG SALIB BESAR ITU SEDANG BERATAPA DI KLENTENG”. Silakan keluarkan semua argumen dan ad hominem yang anda bisa, mulai dari Kafir antum, goblok kamu, otak kamu nda beres, takutlah akan siksa neraka, berpeganglah pada hadis dan sunnah, yang begini yang sesat, yang begini yang radikal dan liar. SINI! Ayo kesini!

Kalau memang anda punya ilmu dan merasa paling ahli dalam urusan pelurusan akidah dan pemikiran umat. Tunjukan. Tunjukkan apa yang salah dari kalimat diatas? Ga bisa jawab? Biar saya bantu jawabkan. “Mana ada orang berkalung salib bertapa diklenteng”. Gitukan salah satunya?

Makasih, itu hanya jawaban sepihak dan jawaban anak kemaren sore yang baru kenal pelajaran agama. Biar saya jelaskan lagi. SAYA MENGAJAK ANDA MENINJAUNYA DARI SISI BAHASA. Sekali lagi BAHASA! Bahasa Indonesia denga tinjauan SPOK nya. Ga perlu anda mikir sampai puyeng, untuk menentukan kalimat tadi salah atau benar secara bahasa, cukup cari saja Subjeknya, trus predikatnya. Ga ngeti predikat? Predikat adalah kata kerja yang mengikuti kata benda yang menjadi subjek. Ga ngerti subjek? Subjek adalah kata benda yang menjadi pelaku dalam kalimat. Ga ngerti? Ada dua pilihan, anda memang goblok dalam berbahasa. Atau guru anda yang goblok dalam mengajarkan bahasa INDONESIA.

Tidak mengerti bahasa Indonesia? Cuma mengerti bahasa Arab? Waduh. Maaf kalau gitu…harusnya antum tidak dari tadi baca artikel ini. Cuma ngerti English? Oke, saya kasih contoh sedikit aja ya. Ini dia contohnya. Silakan baca sendiri. Terbatas waktu dan koneksi untuk membukanya? Baik mari saya tuliskan disini saja. The cat is barking in the morning. Thank you.

Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi ahlusunnah ataupun ahlul Qur’an? Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi pemikir dan filosof? Bahasa sendiri aja belum becus mau jadi mau jadi ahli analisa? Membaca artikel orang saja langsung salah tanggap, mau jadi penyelamat pemikiran umat? Hoy, belajar lagi. Belajar bagaimana menulis dalam bahasa indonesia yang baik dan benar. Minimal belajar memaknai yang tersirat dan tersurat serta terurat. Belajar lagi jenis jenis paragraf seperti deskripsi, argumentatif dan lain lain. Supaya bisa faham saat membaca.

Nah. Supaya tidak dikatakan omong doang dan tulis doang. Maka dengan berat hati saya terpaksa mengabarkan kepada semua pembaca terutama ahli agama merangkap ahli tafsir dan ahli filsafat yang telah memilih Joe sebagai guru buat saya, Geddoe dan Danalingga. Bahwasanya saya sudah secara peribadi menghubungi beliau yang bersangkutan untuk dimintakan tolongnya mengajari saya PHP, MySQL, dan Adobe. Karena menurut nabi si penyaru kebenaran yang tidak perlu saya sebutkan namanya, dengan belajar PHP, MySQL, dan Adobe apalagi kepada Joe belajarnya, maka akan membuat kami bertiga bisa menjadi lebih mengenal diri sendiri termasuk juga akan lebih sederhana dalam belajar agama. Geddoe juga bakalan berhenti main anime apalagi yang setengah telanjang, mungkin setelah belajar PHP, MySQL, dan Adobe Geddoe akan lebih menyukai yang full telanjang, bukan lagi yang setengah telanjang. Untuk Danalingga saya mohon maaf karena tidak mengerti apa yang bakalan dia dapatkan kelak setelah belajar dengan mahaguru yang direkomendasikan.

:::::::::

Kesimpulannya sich singkat saja, lagian kalau engga singkat nanti ga dibaca juga. Membaca artikel manusia saja tidak faham. Bagaimana membaca artikel langsung dari Yang MAHA BENAR?

Dengan berat hati, saya katakan bahwasanya masih ada komentator dan penulis yang memberikan trekbek atau ulasan tanpa membaca isi dari tulisan yang ingin dibahasnya, hanya melihat judul lalu langsung menyerang secara ad hominem. Kemungkinan lain adalah si penulis sudah membaca namun benar benar tidak faham karena:

  • Masih anak anak dan belum pernah belajar segala macam majas dan jenis jenis paragraf
  • Sudah pernah belajar bahasa tapi tidak mengerti dan/atau lebih tertarik belajar matematika atau fisika serta Sains lainnya.
  • Merasa bahasa adalah pelajaran yang sangat tidak penting kemudian memilih untuk belajar filsafat dan tafsir

Ada juga yang,….. Ha ha ha. Katanya mau berdiskusi, namun kenyataan akhirnya sama saja dengan para mentor mentor saya dulu waktu ngambil mata kuliah agama Islam. Suka membuka masalah dan mengahirinya dengan tidak cantik. Begini dialognya

  • Kakak Pemateri: “Tidak ada bakat di dunia ini. Semuanya kalau mau dipelajari akan berhasil dan sukses”
  • Saya: ‘Kak saya mau nanya kalau gitu. Kan menurut kakak tidak ada yang namanya bakat, trus bagaimana dengan dua orang anak yang sama sama diajari adzan dengan guru dan metode pengajaran yang sama, ternyata yang satu lebih cepat bisa dan bagus suaranya sementara yang satunya lagi mandek?’
  • Kakak Pemateri: “Ya itu tadi, kalau belajar pasti bisa”
  • Saya:Lho? Gimana dengan perbedaan progress yang dicapai?
  • Kakak Pemateri: “Itu masalah ketekunan saja”
  • Saya: ‘Bukan gitu, kan sudah saya katakan, belajarnya sama, gurunya sama, porsi waktunya sama. Tapi progressnya beda. Apakah benar tidak ada bakat?’
  • Kakak Pemateri: “Sudah hampir adzan ashar, mari kita sholat dulu. Nanti kita sambung”
  • Akhirnya ga tersambung dikarenakan saat comeback topiknya sudah dihapus diganti.

*DIALOG INI TIDAK SEDIKITPUN SAYA SENSOR. DAN INI HANYA SALAH SATU CONTOH. MASIH BANYAK YANG LAIN TAPI SAYA MALAS NULISNYA*

Ah, seharusnya saya kan bertanya sama ahlinya, bukan dengan ahli surga. Kan katanya apapun urusan serahkan pada ahlinya…. Ahli agama dan ahli fikir sudah direkomendasikan untuk belajar pada Joe. Sekarang saya harus mencari ahli genetik dan ahli bakat yang pernah sekolah pemandu bakat. Tapi ternyata ahlinya adalah bukan orang Islam. Gimana? Haramkah? Tidak jadi belajarkah? Lalu kalau ga ada ahlinya mau mengadu kemana kita umat Islam saya?

Oh iya… Al Qur’an dan hadist. Maka dalam Al Qur’an tertulis IQRO, bacalah… bacalah bahwasanya dalam tubuh manusia tersimpan selaksa misteri yang belum terpecahkan apalagi oleh umat Islam, bacalah bahwasanya di bumi terkandung bahan bahan tambang yang bisa mensejahterakan dan memudahkan pekerjaan manusia. Gimana membacanya? Belajar. Belajar apa? Biologi, Psikologi, Ilmu Genetik, Ilmu bumi dan pertambangan.. Tapi pengajarnya ternyata orang kafir semua. Dimana sebenarnya mereka semua itu dulunya biadab, namun karena kedatangan Islam di Eropa mereka jadi pandai.

Kalau gitu saya harus belajar sama siapa? Belajarlah dengan ahli baca Qur’an dan ahli hadis. Iya saya tau, saya sudah nanya banyak tentang hadist, saya juga sudah khatam Qur’an meski sampai sekarang tidak kunjung hafal hafal. Tapi saya yakin ada yang lebih dari itu. Bukan sekedar hafal Qur’an dan hadist kan? Kita juga perlu belajar biologi untuk tau kenapa Babi diharamkan. Dsb dsb….

*Pusing. Umat Islam itu malas mikir? Ga bisa mikir? Apa ga mau mikir? *

Umat yang begini yang mau jadi Rahmatan lilalamin? Berbahasa saja tidak belum becus, gimana mau memimpin bangsa apalagi sampai Sanggup menyinari Dunia dengan pengetahuan….ck ck ck ck…..

Generalisasi? Terserah, namun kalau saya bilang sich ya. OKNUM. Alias sebahagian sahaja, namun bahagiannya cukuplah besar. Sehingga bahagian kecil yang hendaknya berfikir ternyata menjadi kafir……

KALAU MASIH MERASA ISLAM. KALAU MASIH BERNIAT MEMPERJUANGKAN ISLAM. SAYA YAKIN ANDA SEKALIAN PARA CALON KOMENTATOR YANG MERASA KTPNYA MASIH ISLAM, BISA MEMBERIKAN TANGGAPAN YANG BAIK, MENCERAHKAN DAN MENUNJUKKAN BAHWASANYA ANDA SEKALIAN YANG NGAKUNYA UMAT ISLAM BENAR BENAR BISA BERBAHASA. MINIMAL BISA MENGERTI TULISAN MANUSIA SEBELUM BERUSAHA MENGERTI TULISAN ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA YANG MAHA PANDAI DAN MAHA BENAR ITU.

Maaf, saya bukan rasis ataupun sara. Tidak terbersit sedikitpun niat saya untuk tidak menghargai yang kolom agama KTPnya tidak berisi Islam. Justru saya malu dengan umat yang ngakunya Islam yang masuk, membaca dan menangapi postingan saya yang sebenarnya tidak seapa apanya dengan ARTIKEL ALLAH dengan rangkaian kata kata yang tidak seharusnya diucapkan oleh umat Islam. Ini bahasanya kurang sopan ya????