Fenomena Kangen Band

Band bernama Kangen Band ini dibenci sekaligus di sukai dan dikagumi oleh banyak orang. Disukai entah karena apa? Saya juga tidak mengerti. Sementara Kangen Band juga dibenci, dibenci karena apa? Saya juga ga tau. Mungkin karena katanya Kangen Band merusak pasaran band band lain yang jauh lebih berkualitas tapi tidak laku alias kalah laku dan kalah top dengan Kangen Band. Atau mungkin juga karena Kangen Band sebagai band anak bawang sama sekali tidak menunjukkan kualitas sebagai band masa depan.

Bagi saya pribadi, sejelek atau sehancur apapun tampang personelnya dan musik Kangen Band (yang memang musiknya benar benar sucks itu!). Ada pihak pihak yang jauh lebih salah daripada Kangen Band yang konon menghancurkan selera dan pasaran musik Indonesia itu. Siapakah mereka yang jauh lebih salah daripada Kangen Band? Siapakah yang berperan besar dalam menghancurkan pasaran dan selera musik Indonesia?

  1. Produser. Mereka jor joran melariskan dagangannya, menggunakan berbagai strategi dan kemasan. Melakukan apa saja agar dagangannya laku. Sekaligus memanfaatkan budaya konsumtif masyarakat demi kantong pribadinya. Demi nafsu kapitalisme nya, produser menghalalkan segala cara untuk membuat laku Kangen Band.
  2. EO. Yang ini turut berperan serta dalam menjatuhkan kualitas selera musik Indonesia. Sebagai Event Organizer yang mengatur dan mengundang siapa saja yang bakalan manggung, kenapa EO masih manggil Kangen Band buat manggung kalau memang Kangen Band kualitasnya jelek? Kenapa masih memakai Kangen Band kalau memang tampang mereka apalagi vokalisnya hancur😀 . Kalau memang tampang Kangen Band sehancur musiknya, atau kalau memang kualitas musiknya Kangen Band sehancur dan sejelek tampang vokalisnya, kenapa Kangen Band masih dipaksa diundang untung manggung dan mengisi berbagai acara? Lagi lagi alasannya adalah profit alias keuntungan.
  3. Pembeli (Masyarakat). Inilah yang paling salah? Eh, masa si? Selera musik masyarakat memang rendah dan kampungan ya? Atau justru pemerintah yang salah karena tidak memberikan pendidikan yang bagus sehingga masyarakat tidak memiliki kemampuan memilah dan memilih yang bagus? Kalau memang Kangen Band jelek, ancur dan kampungan, kenafa masyarakat masih datang ke konsernya Kangen Band? Kenafa masyarakat nonton kalau Kangen Band muncul di TV?. Dan kenafa masyarakat masih beli kaset dan MP3 bajakannya lagu lagu Kangen Band?

Sebenarnya Fenomena Kangen Band yang konon albumnya sampai terjual berkeping keping itu menurut saya hanyalah sebuah simbiosis mutualisme dari 3 pihak diatas. Produser cari duit, kemudian dengan jeli memanfaatkan selera rendah dan budaya konsumtif masyarakat. Pihak produser ini menurut saya adalah yang paling jahat! Alih alih memberikan hiburan berkualitas, malahan memberikan masyarakat musik yang sucks!

Event Organizer. Yang ini hanya memanfaatkan keuntungan dari hasil yang ditanam dan ditabur oleh produser. Band, atau penyanyi apapun, yang penting laku dan mengundang banyak penonton, pasti mereka akan panggil. Yang ini menurut saya tidak salah sama sekali, karena hanya menyesuaikan keadaan.

Masyarakat. Masyarakat turut menyumbang kesalahan, dengan budaya yang konsumtif, mereka menjadi pemilih yang tidak baik. Termasuk untuk acara macam Indonesian Idol bahkan Dream Band*. Seperti yang sudah saya tuliskan diatas, “Kalau memang Kangen Band jelek, ancur dan kampungan, kenafa masyarakat masih datang ke konsernya Kangen Band? Kenafa masyarakat nonton kalau Kangen Band muncul di TV?. Dan kenafa masyarakat masih beli kaset dan MP3 bajakannya lagu lagu Kangen Band?”

Baiklah, semuanya kembali kepada masing masing, seperti halnya kawan saya yang berkata “Biar waktu yang akan tunjukkan, sampai kapan Kangen Band akan eksis”.

Simpati

Banyak juga yang bersimpati dengan perjuangan mereka (Kangen Band), seperti misalnya para personel Kangen Band yang menjadi pekerja kasar dan lain sebagainya. Oke! Saya juga hargai. Namun entah kenapa, dalam benak saya masih tertanam bahwa infotainment dan media memang suka bohong, atau melebih lebihkan! Jadi kalau media mengatakana dan memberitakan bahwasanya para personel Kangen band dulunya adalah para pekerja keras dan kasar, okey, sampai sebatas itu saya percaya. Kemudian para personil Kangen Band juga bekerja keras untuk membiayai album perdana sampai bisa terbit, okey! Fine!

Tapi selama ini saya juga ga akan dan masih belum bisa percaya kalau sebuah band atau seorang penyanyi/artis bisa tampil karena murni kerja keras. Melainkan biasanya karena duit bokap, atawa relasi. Just My Opinion sich.

* Indonesia Idol dan Dreamband jawaranya ditentukan oleh polling sms dari masyarakat yang konsumtif dan berselera musik rendah. Makin hari kualitasnya juga makin ga beres. Pemilih hanya milih tampang. (IMHO)

19 Responses to “Fenomena Kangen Band”


  1. 1 danalingga 9 October 2007 at 13:27

    ini sapa yang nulis ya?😆

  2. 2 Fortynine 10 October 2007 at 21:46

    Saya Mas…😀

  3. 3 Mrs. Neo Forty-Nine 11 October 2007 at 06:12

    ehem…bolehkah saya menyebutnya dengan Kenjen Ben?

    betewe Mas…pasti bakal banyak yang nyasar kesini deh…kiwotnya catchy banget tuh…😉

  4. 4 Ken150376 13 October 2007 at 06:59

    Gue bukan penggemar kangen band, dan gak suka ama lagu-lagunya kangen band, tapi kalo boleh aku kasih tau…produser dr album kangen band belum melakukan promo apapun, dan belum membuat videoklip utk band ini, kaset mereka udah diserbu ampe seratus ribu kopi..lebih malah… so kayaknya produser emang terkejut aja gak nyangka ama hasilnya…

  5. 5 Fortynine 14 October 2007 at 21:49

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Boleh

    Nyasar? ya gapapalah….

    @Ken150376
    Wow! Berarti benar benar fenomena yach

  6. 6 danalingga 14 October 2007 at 22:34

    Tadi pas lagi di terminal, saya akhirnya sadar kenafa lagu kangen band bisa laris manis.

    Setara dengan lagu kucing garong. Jika suka dangdut, pasti suka lagu kangen band, dan ternyata penyuka dangdut mayoritas di indonesia.😀

  7. 7 Fortynine 15 October 2007 at 18:58

    @Danalingga
    Apakah berarti secara statistik tidak resmi mayoritas masyarakat Indonesia sangat mencintai jenis musik seperti itu?

  8. 8 Mrs. Neo Forty-Nine 17 October 2007 at 12:37

    kalo kata Komtingku…
    lagu lagunya Kenjen ben itu gampang banget diapalin n ga perlu mikir lebih lanjut buat ngertinya…

    apa mungkin seperti itu kondisi bangsa kita saat ini?

  9. 9 Fortynine 18 October 2007 at 14:42

    @Mrs. Neo Forty-Nine
    Bukannya lagu peterpan juga gampang dihafal?

  10. 10 zal 19 October 2007 at 15:51

    ::penyebutan fenomena memang betul, keadaan ekonomi keluarga yang ditampilkan di tipi itu juga sudah betul, aku tinggal di Lampung, Kangen Band asal Lampung, Bapak salah satu personal berdagang disebelah kantorku…
    melihat mereka, hanya “tangan ajib” yang mengangkatnya…

    sorry, aku masih bingng…yg berposisi sbg mrs, ini Bang Faridnya atau nyonya faridnya…. sorry ya, oot😆

  11. 11 Fortynine 22 October 2007 at 17:29

    @zal
    Thanks atas infonya.
    Ini, ini saya Mas. Saya laki laki kok. he he.

  12. 12 ulan 28 January 2008 at 14:14

    wakakakakakakkakaka…
    kangen band.. eh.. kangen band tuh lagu nya yang mana ya??

  13. 13 ulan 28 January 2008 at 14:15

    miss band

    *kabur*

  14. 14 orang nyasar 1 February 2008 at 09:41

    bicara tentang kangen band …bingung …bagus iya ..jelek iya….

  15. 15 andre 17 November 2008 at 12:46

    membahas masalah kangen band…gw adalah tmn daerah personel kangen band…yg dnger2 kta ny mereka seorang pekerja keras itu memang bener..gw sendiri melihat mereka bekerja keras demi tercapai nya impian nya….
    gw pikir2 knp bnyk bgt orang2 yg menghina kangen band…??
    bkn kan kangen band bisa menjadi panutan setiap bad2..klo bermusic itu emang hrz dr bawah bener kan…gk langsung terima hasil ny aja…
    salut to kangen band…!!!

  16. 16 Bulan 6 April 2009 at 01:50

    Hm….. ada aja !!

    Ngga tau gimana kalau ente2 semua yg ngebend !! mungkin …….
    yah.. nyadar diri !!

  17. 17 pri 29 October 2009 at 15:53

    Kangen Band Juga band yang OKKKKKKK…………KOK gw suka ma lagu2 kangen

  18. 18 simon 16 March 2010 at 02:44

    fakta berbicara klo kangen band itu sukses… bagi yang gak suka,bahkan menghina kangen band itu karena dirinya gak sesukses kangen band… alias sirik dan gak tau malu…


  1. 1 ST12, Lethologica Dan Kemampuan Mengapresiasi « All That I Can’t Leave Behind Trackback on 5 February 2009 at 01:58

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: