Bersuara Dengan Lantang

Pernah terfikir oleh saya. Bahwasanya menjadi seorang blogger hanyalah sebuah kesia sian dan membuang buang waktu. Apa gunanya menulis buat blog? Menghasilkan uang? Menghasilkan jumlah hits? Ataukah hanya sekedar kepuasan batin? Atau menjadi ajang silaturahim mungkin?

Maka sayapun berusaha menyuarakan isi pikiran saya melalui blog juga. Guna menjawab pertanyaan yang justru diajukan oleh isi kepala saya sendiri.

Menulis di blog, atau mengisi blog dengan tulisan kita adalah suatu hal yang gampang gampang susah sekalian susah susah gampang. Gampang kalau kita memang menginginkan blog kita hanya sebagai catatan harian. Tinggal tulis apa yang kita alami sehari hari. Atau catatan kegiatan kita selama hidup.

Namun bagi sebagian blogger yang memiliki nilai nilai karya sastra yang tinggi. Catatan harian dan pengalaman hidup saja sudah cukup untuk menjadi ajang pencerahan dan menambah pengetahuan serta pengalaman bagi para pembacanya.

Ada juga blogger yang catatan hariannya menjadi suatu pertentangan. Menimbulkan perang antara pembaca dengan penulis blog, pembaca dan pembaca, atau pembaca dan pemilik blog versus pembaca lain.

Pertentangan itu bisa berupa pertentangan idealisme, pertentangan prinsip hidup, bahkan pertentangan tentang kepercayaan, keyakinan dan agama. Yang bagian ini juga merupakan seorang blogger yang karyanya layak kita acungi jempol.

Blogger yang catatatannya menjadi bahan acuan oleh blogger lain juga merupakan seorang blogger yang hebat. Isi blognya mungkin memang catatan, namun catatannnya misalnya berisi tentang pengalaman mendaki Himalaya sampai puncak. Atau pengalamannya mewawancarai bintang film dan musisi ternama.

Bisa juga catatannya merupakan catatan sang blogger saat mengajar, dimana catatan dari seorang blogger tadi dilengkapi dengan bahan bahan yang diajarkan dan disampaikan dalam kelas dimana sang bloger mengajar.

Ada juga blogger yang menggunakan blognya sebagai ajang menampung tulisan tulisan dari berbagai penjuru. Blogger yang menggunakan blognya sebagai kumpulan kutipan dan bahan bahan yang didapat dan disukainya selama ini. Sampai sampai blogger yang menggunakan blognya sebagai ajang permusuhan dan propaganda.

Kritikan dan saran juga sering ditemukan dalam isi blog. Kritikan sosial, politik, agama bahkan kritikan terhadap diri sendiri, orang lain, organisasi lain hingga kritikan buat negara sendiri dan negara lain juga bisa ditemukan dalam blog.

Ringkasnnya. Isi blog bisa bermacam macam. Sesuai minat dan bakat sang penulis blog. Dari berbagai jenis isi tulisan di blog. Ada satu kesimpulan yang saya simpulkan menurut pemikiran saya sendiri. Yaitu bahwasanya seorang blogger adalah orang yang mau bersuara.

Suara disini maksudnya bukan suara bising atau gaduh maupun teriakan teriakan dan jeritan seperti yang sering dilakukan para penghuni tempat ibadah yang mengotori suara dengan megapone. Ataupun kotoran suara yang dihasilkan oleh orang orang yang suka memperbesar suara knalpot motornya. Melainkan sebuah penyampaian ide kepada khalayak ramai. Dalam hal ini para pembacanya.

Dan orang orang yang berani bersuara adalah lebih baik ketimbang orang orang yang hanya memendam kemampuannya di otaknya atau buku hariannya sendiri. Orang orang yang bersuara dengan nada kritikan juga lebih baik ketimbang orang orang yang hanya bisa memaki dalam hati tanpa ada niat dan usaha untuk kemajuan.

Blogger blogger yang kritis, bagi saya adalah Iwan Fals di dunia blog. Kenapa Iwan Fals? Karena beliau adalah orang yang berani menyuarakan kritik sosialnya. Iwan Fals, adalah seorang musisi sekaligus seniman sejati. Karya karyanya bernilai sastra tinggi sekaligus berisi kepeduliannya terhadap masyarakat. Iwan Fals juga menyuarakan perubahan melalui kritik kritik dalam lagunya.

Sawung Jabo: Ketika semua orang bersuara dan berteriak. Tidak ada seorangpun yang dapat disebut pemberani. Namun saat semua diam, dan ada yang berbisik… dialah peberani sejati.

Semua orang, atau lebih tepatnya semua blogger adalah orang orang yang bersuara. Namun hanya sedikit dari semua blogger yang berani bersuara terhadap hal hal yang lazimnya didiamkan.

Ah, tidak juga nampaknya. Semua blogger sebenarnya bisa bersuara lantang (baca:mengkritik). Hanya saja nampaknya banyak blogger yang masih belum terarah ataupun terasah kelantangan suaranya.

Perlu diingat, bahwasanya apa yang disuarakan itu adalah suara suara yang disuarakan dengan lantang, bukan lancang. Alias kritikan yang bersifat membangun atau mungkin membongkar kembali opini dan topik topik yang selama ini dianggap tabu untuk dibicarakan.

Para wordpresser, apalagi yang sudah cukup veteran tentu tau siapa salah satu blogger yang berani bersuara dengan lantang. Siapa blogger yang suka bersuara dengan lancang, ataupun bersuara dengan ketidakpedulian terhadap suara suara blogger lain.

Marilah bersuara. Apakah itu dengan lancang, lantang, atau bahkan bersuara dengan sopan hingga bersuara dengan tujuan memaki atau omong kosong. Yang penting bersuara. Setidaknya orang orang yang bersuara adalah lebih baik daripada diam membisu. Untuk kali ini, diam adalah emas nampaknya tidak berlaku.

Setelah berani bersuara? Bersiaplah menghadapi suara tandingan. Suara tandingan yang mungkin lebih lantang, maupun suara lantang yang mendukung. Bisa juga pembungkaman dan caci maki serta omelan dari suara suara lainnnya. Tak terlepas pula suara sumbang dan mengejek.

Namanya juga berbuat, pasti ada hasil balasannya. Apa yang kita suarakan akan mendapatkan suara balasan yang berbagai macam jenisnya. Dan jangan takut untuk menerimanya. Selantang lantangnya dan selancang lancangnya suara balasan, semuanya adalah proses pembelajaran dan pengalaman. Baik bagi si penyuara maupun si pendengar.

Sayangnya, suara lain kerapkali muncul. Suara dengan jenis polusi dan keributan. Suara suara macam ini biasanya sangat mengganggu, baik itu penyuara maupun pendengar. Apakah kita harus diamkan saja? Ada yang berkata “ya”. Ada juga yang tidak suka dan mempersiapkan sumbat duluan supaya tidak dikotori dan dibisingi. Ada yang pasang pesan agar jangan berbising ria dan mengotori. Ada juga yang membalas kotoran dan kebisingan dengan lebih kotor dan lebih bising.

Blog saya masih baru. Kira kira apa suara blog saya? Entahlah, para pendengar yang lebih cerdas dalam menilai suara blog saya. Saya hanya bisa berharap agar saya tidak berhenti bersuara. Paling tidak bersuara melalui pengantar bernama blog. He he he.

Ini hanyalah tulisan dari seorang anak manusia yang tidak bisa tidur, meski jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 subuh. Serta masih kesal karena harddisknya yang diantara isinya terdapat banyak halaman halaman blog yang menarik masih belum sembuh.

Jadi kalau suara kali ini bising dan tidak karuan. Silakan tutup telinga ada. Tidak usah didengarkan kalau terasa menggangu pendengaran anda sekalian.

1 Response to “Bersuara Dengan Lantang”


  1. 1 Mrs. Neo Forty-Nine 24 October 2007 at 00:55

    setiap blogger emang punya style masing masing kan Mas?

    kalo aku sendiri, blog buatku sebagai memori penyimpan kenangan, perjalanan hidup, yang aku tak perlu mencarinya dari hardis komputer manapun yang kupunya.

    dan aku juga tak perlu takut seandainya kenanganku ini musnah terserang serangan. (bahasanya aneh)

    buatku, blogger hebat bukan berarti mereka yang melulu ngomongin tentang agama (meski jujur aja, aku banyak dapet ilmu dari sana), tapi, blogger yang hebat adalah mereka yang bisa menjalin komunikasi dengan penikmatnya.

    gitu aja sih…

    sebising apapun kamu, luv u…


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: