Entah

Entah mengapa aku tak berdaya
Waktu kau bisikkan jangan aku kau tinggalkan
Tak tau dimana ada getar terasa
Waktu kau katakan kubutuh dekat denganmu
Seperti biasa aku diam tak bicara
Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik.
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
Entah esok hari, entah lusa nanti. Entah…

Pernah dengar lagu diatas? Pernah menemui lirik lagu yang saya tuliskan diatas? Kalau belum pernah, biar saya informasikan buat anda. Lagu diatas adalah sebagian lirik lagu dari salah satu Asian Heroes, Iwan Fals.

Lagu berjudul Entah, pertama kali dimuat di album Iwan Fals berjudul Ethiopia. Tahun 1983. kemudian sempat dirilis ulang dengan pembaharuan versi. Lagu ini murni lagu cinta. Iwan Fals selain mahir menciptakan lagu lagu bertema kritik dan kepekaan sosial, juga selama ini dikenal memiliki lagu lagu bertemakan cinta seperti halnya lagu Entah.

Ada juga yang bercampur antara lagu sosial dengan dengan cinta, seperti misalnya lagu Galang Rambu Anarki, ataupun lagu Libur Kecil Kaum Kusam. Namun begitu, lagu Iwan sepertinya selalu identik dengan tema sosial. Dalam hal ini, tema sosial seolah olah memang mendapatkan perhatian lebih dari seorang Iwan Fals.

Uniknya, sadar atau tidak sadar, lagu Entah tersebut juga merupakan lagu yang bertemakan sosial. He he he. Entah saya yang terlalu banyak dan berkhayal secara telaah sastra dan gaya bahasa perumpamaan. Ataukah saya hanya mengungkapkan pesan tersimpan dalam lagu tersebut. Ataukah saya terlalu mengada ada saja. Entah…

Lagu Entah. Menurut penerawangan secara kebahasaan dan kesusatraan dari saya. Memiliki sebuah pesan yang mengandung sindirian kepada salah satu perusahaan negara yang sering membuat rakyat Indonesia elus elus dada. Marah marah, protes, demo, dan banyak juga yang terpaksa menerima saja karena memang sudah tidak tahu lagi harus bilang apa dan berbuat apa.

Atau mungkin hanya saya dan propinsi tetangga saja yang sering dibegitukan oleh mereka? Siapa sich mereka? Siapa lagi kalau bukan Perusahaan Listrik Negara alias PLN. PLN adalah perusahaan yang paling cocok menyanyikan lagu Entah. Tetapi tunggu, Pertamina dan PDAM juga kayanya. Waduh?

Kalau begitu saya pukul ratakan saja ketiganya (PLN, Pertamina, PDAM) sebagai oknum yang memang seharusnya memperbaiki dirinya. Termasuk juga agar tidak lagi menyanyikan lagu Entah kepada rakyat Indonesia.

Mari kita tinjau kenapa saya menuliskan Entah sebagai lagu yang berisi sindiran kepada oknum oknum maupun perusahaan tersebut secara keseluruhan.

Entah mengapa aku tak berdaya. Waktu kau bisikkan jangan aku kau tinggalkan. Saya tafsirkan sebagai loyonya PDAM, PLN, dan Pertamina saat masyarakat makin tergantung pada mereka semua. Rakyat butuh air bersih, butuh listrik, butuh bahan bakar. Maka rakyat Indonesia pun berbisik jangan aku (kami) kau tinggalkan.

Nyatanya? Entah kenapa PLN, PDAM, Pertamina tidak berdaya karena bisikan ini. Bukan karena tersanjung lalu serasa lemas. Melainkan sering mati lampu, sering ledeng mampet dan airnya kotor, sering habis bahan bakar di SPBU dan sering terjadi krisis minyak. Entah apa alasannya, yang jelas alsannya selalu hadir sebagai tameng dan penghias.

Kenapa berbisik saja? Bukankah rakyat Indonesia banyak? Seharusnya kalau banyak bukan bisa menghasilkan sura keras sehingga lebih layak disebut berteriak. Bukan begitu, selama ini suara rakyat memang hanya dibisikkan saja, atau terdengar pelan seperti orang berbisik.

Karena meskipun rakyat Indonesia banyak, yang banyak lebih sering dibungkam atau sudah duluan kehabisan tenaga karena kelaparan, kemiskinan dan kebodohan. Sehingga suara rakyat selama ini hanya berbentuk bisikan. Bisikan dari musisi macam Iwan Fals dan Slank. Dari orang orang kritis dan peduli negara, termasuk dari blogger. He he he.

Wakil rakyat? Yang ini suaranya kencang dan nyaring sekali kalau ada urusan revisi undang undang, atau ada proyek. Tapi kalau urusan kesejahteraan rakyat? Entah.. nampaknya mereka juga lebih suka berbisik… “Psst… udahlah, mending kita sikat aja duit rakyat, ngapain mikirin mereka”.

Tak tau dimana ada getar terasa. Waktu kau katakan kubutuh dekat denganmu. Yang ini hampir mirip mirip saja dengan lirik sebelumnya. Entah kenapa, saat konsumen bertambah. Saat pelanggan dilarang mencuri listrik, dilarang mencuri ledeng, dilarang mengoplos dan mencuri minyak. Semuanya ditimpali dengan janji janji pelayanan yang memuaskan.

Nyatanya? Tak tau kenapa. Setiap tahun perbaikan PLN makin sering. Imbasnya mati lampu makin marak. Apalagi di daerah saya, mati lampu juga berarti mati ledeng. Entah kenapa juga, kami rakyat hanya bisa berbisik, untuk akhirnya terdiam. Sebab mau apa lagi? Mau demo? Mau telepon untuk protes? Mau melayangkan surat terbuka sampai ke presiden yang buta tuli, pengecut dan lumpuh tak bertaring itu? Mata dan telinga mereka semua juga sudah kebal terhadap bisikan bisikan suara rakyat.

Pertamina? Yang ini tidak mau kalah. Liatlah bagaimana antrian minyak tanah yang selalu tampil sebagai berita di televisi. Atau berjibunnya kendaraan bermotor di SPBU guna mengisi bahan bakar yang terancam habis dan mahal. Atau langka karena air surut yang katanya membuat kapal pengangkut minyak tidak bisa masuk dermaga.

Seperti biasa aku diam tak bicara. Hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik. Yah. Seperti biasa, mau didemo, mau ditelepon dan dikirimi pesan singkat oleh orang seIndonesia. Seperti biasanya, mereka akan diam saja. Diam saja tak melakukan perbaikan apa apa. Diam saja tidak melakukan pelayanan yang makin baik. Diam saja tidak melakukan perubahan menjadi perusahaan yang lebih baik.

Bibir tipis yang menarik adalah suara rakyat yang sudah makin pelan. Namun menarik buat para pemburu berita dan gosip. Bagus juga buat acara acara Kilas Balik akhir tahun dan lain sebagainya. Sekalian menunjukkan bahwasanya mereka makin suka di demo oleh rakyat.

Hal ini dikarenakan selain karena mereka sudah kebal akan segala macam demo. Demo juga memberikan keuntungan buat preman preman berseragam yang kelaparan. Polisi polisi bisa dapat sedikit tambahan dana operasional mengawasi orang demo. Atau sedikit olah raga dengan menghajar rakyat sipil menggunakan pentungan mereka. Bisa juga dapat sasaran tembak gratis. Yang jelas, kelaparan dan nafsu binatang para preman preman berseragam itu bisa sedikit terlampiaskan melalui kegiatan mengawasi orang orang berdemo.

Seperti biasa aku tak sanggup berjanji. Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini. Entah esok hari, entah lusa nanti. Entah… Hingga akhirnya, seperti biasa, mereka tak pernah mau bejanji. Atau sekedar tebar janji janji palesu. “Akan kami pertimbangkan”.”Akan kami usahakan”. Itulah yang sering terucap dari pejabat pejabatnya, kepalanya, sampai penerima sambungan telepon untuk menerima keluhan, ancaman serta caci maki dari pelanggan.

Hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini. Saya/kami melakukan ini semua demi kebaikan dan kepentingan kita bersama. Itulah yang sering terdengar dan terbaca. Berbagai dalih kebaikan bersama dan lain lain sebagainya yang selalu kami dengar. Demi ini, demi itu, yang sebenarnya demikianlah buat kami, dan demi rekening, dan syahwat kalian para oknum koruptor dan pembunuh rakyat.

Kalian mungkin merasa tidak pernah membunuh rakyat. Namun sebenarnya tanpa sadar kalian sudah membunuh rakyat perlahan lahan. Dengan cara membuat rakyat tidak bisa mendapatkan air bersih, tidak bisa mendapatkan penerangan, tidak bisa beli minyak dan akhirnya usaha rumahannya bangkrut. Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.

12 Responses to “Entah”


  1. 1 Mrs Fortynine 29 October 2007 at 15:37

    seperti biasa aku diam tak bicara…
    hanya mampu pandangi…
    tampilan webmu yang tak menarik

    seperti biasa aku tak sanggup berjanji
    hanya mampu katakan “Aku pertamax” saat ini…

    entah esok hari…entah lusa nanti…
    entah

  2. 2 cK 29 October 2007 at 16:07

    entah kenapa postinganmu selalu berat dan sarat makna, membuat diri saya yang sedang sibuk dengan dedlen menjadi berpikir setelah membaca postingan ini. kapan kamu mau kerja di media??😆 😆

  3. 3 caplang™ 29 October 2007 at 16:43

    kok tiap denger lagu ini saya malah horny yak?😳

  4. 4 Mrs.Fortynine 29 October 2007 at 19:20

    Masih sering mati lampu ya Mas?

    entah kenapa…apa karena mati lampu itu kamu jadi berubah sikap?

    seperti biasa…aku diam dan tak SMS bicara

    hanya mampu pandangi foto fotoku yang di hape

    seperti biasa aku tak sanggup berjanji
    hanya mampu katakan aku ……………. kau saat ini…

    entah esok hari… entah lusa nanti… entah…

  5. 5 mardun 30 October 2007 at 00:10

    PLN memang dudutz

    seperti waktu gardu depan rumahku meledak tempo hari

    huh, jadilah kita menikmati zaman pra Edison seharian😛

    petugasnya cuma Veni, Vidi, Pulang👿

  6. 6 Fortynine 30 October 2007 at 14:53

    @Mrs Fortynine: Temanya Jelek ya? ada usul tema yang kira kira bagus?

    @cK: Terima kasih. saran anda untuk bekerja di media saya pertimbangkan.

    @caplang™: Ups! Horny tidak ditanggung Mas

    @Mrs.Fortynine: Iya. Masih sering mati lampu. Bukan mati lampu yang membuat saya sering berubah sikap. tapi mati lampu bikin saya kesal

    @mardun: Begitulah. semakin dibutuhkan masyarakat. Mereka makin tak berdaya

  7. 7 hoek 30 October 2007 at 23:31

    lha? dolo slankers, sekarang jadi OI nih?
    huem…ternyata fa’de farid ndak cuma finter tafsir keyboard arab gundul, tafsir lagunya iwan fals juga finter…salute..salute..:mrgreen:

  8. 8 danalingga 31 October 2007 at 01:02

    lagunya tentang pembunuhan massal toh ternyata.😆

  9. 9 mardun 31 October 2007 at 10:45

    Asem, lagi-lagi zaman pra Edison…. kapan sih begundal-begundal itu mau tobat👿

    *listrik baru nyala langsung komen*

  10. 10 Istrinya Farid yang Lagi menjanda temporer 31 October 2007 at 14:12

    #mardun

    kowe urip neng suroboyo sisih endi toh Dun?

    neng kost kostanku kok fine fine ae…
    😆

    mangkane tah, mbayar listrik tepat waktu…
    😆

  11. 11 Fortynine 2 November 2007 at 18:01

    @hoek: Slankers dan OI kan selalu peace! He he he. Terima kasih atas pujiannya.

    @danalingga: Pembunuhan massal secara tidak langsung

    @mardun: Habis mati lampu juga ya Mas?


  1. 1 Entah at Vevz.com Trackback on 29 October 2007 at 13:18

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: