Mereka adalah orang orang yang juga mengungkap jatidirinya melalui test di sini. Saya sendiri malah lupa dengan nilai saya. Namun kalau tidak salah, nilai matematika saya menurut statistik itu berada diatas 50 persen. Itu juga kalau saya tidak salah ingat. Maklum, berhubung dikejar billing warnet, maka saya tidak sempat menyelamatkan halaman yang berisi info hasil test dari my personality.

Apakah benar? Apakah saya jujur dalam mengerjakan testnya? Apakah orang orang diatas juga jujur? Baiklah, anggap saja mereka jujur. Anggap juga saya jujur. Lantas? Lantas saya berfikir bahwasanya kegiatan saya selama setelah Lebaran juga menyangkut sesuatu hal yang berbau matematika alias hitungan.

Berhubung Pak Deking yang jago matematika itu sudah kembali menulis. Maka tak ada salahnya kalau saya menulis tentang hitungan, atau sebut saja saya sok berhitung. Ha ha ha.

Domino. Permainan yang konon berasal dari negeri Tirai Bambu. Adalah permainan yang menurut saya memiliki sisi matematis yang sangat luar biasa. Domino terdiri dari duapuluh delapan lembar kartu. Dari kombinasi dari kosong hingga tujuh yang selalu menghasilkan angka yang berbeda kecuali dengan dirinya sendiri.

Yang sama tadi disebut balak. Balak kosong sampai balak enam. Sementara yang lainnya selalu menghasilkan angka yang perhitungannya dibolak balik. Uniknya lagi, akhir dari permainan selalu menghasilkan angka yang berpasangan dengan tepat. Atau ditutup dengan hasil akhir balak.

Untuk yang terakhir memang susah, dan setiap pemain tentunya tidak ingin hal itu kejadian. Yang jelas, domino bukan sekedar media judi atau teman begadang, namun sebagai olahraga otak yang lumayan.

Pusing juga menghitung perputaran angka angka yang sebenarnya hanya kombinasi dari angka nol hingga enam tadi. Maka dengan hormat saya meminta Pak Deking untuk menganalisanya lebih jauh melalui sudut pandang matematika.

Ah, buat apa saya menulis yang seperti ini? Entahlah. Saya hanya merasa bahwasanya kegiatan akhir akhir ini yang disertai beberapa gangguan pikiran membuat saya harus berfikir dan bertindak diluar kebiasaan. Atau sebenarnya saya hanya melebih lebihkan?

Yang jelas saya memang sedang merasa tidak atau kurang nyaman, meski bukan berarti saya terganggu secara kejiwaan. He he he. Nampaknya saya memang perlu berkonsultasi dengan Bang Fertob. Entahlah, lagi lagi entahlah…..