Pembajak dan Pejabat

Pembajak Software: Mempelajari dan menembus segala cekikan harga dan registrasi online yang membangkrutkan dan merepotkan itu. Hasilnya banyak yang menikmati. Banyak yang belajar. Bahkan pemakainya bisa dapat duit setelah menjadi tukang gambar dan atau tukang mastering sound menggunakan Adobe bajakan.

Pejabat: Tidak tau menahu apa itu software. Parahnya ada yang tidak tahu mana yang bajakan mana yang sumber terbuka. Tidak mempelajari dan tidak bisa menggunakan software baik itu yang mengandung lemak babi atau lemak nabati. Pejabat software mengumpulkan orang orang terbaik untuk memproteksi barang dagangannya. Mencekik pembeli dengan harga gaya kapitalis sejati.

Pembajak Lagu: Jualan mp3 buat kesenangan masyarakat. Ditengah himpitan ekonomi, konversi bahan bakar, hingga isu AIDS dan Pemanasan Dunia. Masyarakat terhibur dan terpuaskan tanpa perlu membagi dan mengatur sampai pusing pengeluarannya tentang hiburan dengan pengeluaran tentang sandang pangan.

Pejabat: Menerapkan harga tinggi untuk cukai dan pajak sehingga hasil karya seni bernama lagu haruslah dijual dengan harga ala kapitalis. Pejabat lagu mengusahakan dagangannya laku keras. Mengusahakan agar produknya bisa dikenal masyarakat. Merekrut orang orang terbaik guna mengatur tingkat konsumsi . Mengumpulkan lagu lagu terpopuler dan lagu lagu yang paling dicari guna dijual kepada masyarakat dengan harga yang kurang atau malahan tidak bersahabat.

Pembajak Hak Cipta: Ini benar benar kurang ajar! Punya alibi dan argumentasi. Banyak juga yang menggunakan dalih terinspirasi dan termotivasi. Hanya sebatas kemiripan. Atau juga mengaku tidak tahu kalau sebelumnya karya cipta itu sudah pernah ada.

Pejabat: Sering lupa bahwasanya pembajak hak cipta berkeliaran, namun diam saja tanpa mau tahu. Pejabat hak cipta katanya sich selalu jadi korban pembajak hak cipta. Sayangnya ada yang sering jual mahal dan pasang harga tinggi kepada karyanya yang sebenarnya tidak seberapa bagus itu.

Pembajak Budaya Negara: Memikirkan cara tepat dan cepat untuk mengklaim budaya. Mirip seperti Lazio yang berniat meng-Italia-kan pemain Republik Ceko Pavel Nedved dengan mengurutkan bahwasanya nenek moyang Nedved pernah tinggal dan beranak pinak di negeri Spaghetti itu. Yang jelas mereka ini selalu memutar otak dan menyiapkan dalih dan pembelaan.

Pejabat Budaya Negara: Cuek, bahkan tidak tahu budaya itu dibajak. Diam saja atau sok ribut waktu kejadian, untuk kemudian menikmati kursi empuk dan perjalanan keliling negara. Pejabat budaya negara pasif dan tidak kreatif menjaga, dan memperkenalkan kebudayaan negara sendiri.

Pembajak sawah: Bekerja keras demi dirinya dan manusia manusia lainnya

Pejabat: Menghitung untung rugi dirinya tanpa peduli kerugian manusia lainnya. Pejabat sawah suka makan hasil milik pembajak sawah dan menipu hasil kerja pembajak sawah.

Busyet?! Nampaknya pembajak banyak yang lebih baik dan bermanfaat ketimbang Pejabat? Ah, biasa saja. Segala sesuatu di semesta ini bisa saja benar tergantung dari sudut mana si pengamat melihat. Banyak hal yang memang memiliki 2 sisi. Kenapa harus seperti itu? Saya juga tidak tahu. Konon katanya banyak hal di dunia ini yang tidak untuk dimengerti.

11 Responses to “Pembajak dan Pejabat”


  1. 1 Mihael "D.B." Ellinsworth 17 December 2007 at 17:27

    Sehingga pejabat itu memang fleksibel dalam mengacuhkan setiap situasi..πŸ˜†

  2. 2 cK 17 December 2007 at 17:40

    jadi yang salah itu pembajak apa pejabat??πŸ˜•

  3. 3 aRuL 17 December 2007 at 18:29

    *terpanggil trekbek*
    semoga semua bisa bercermin diri aja…

  4. 4 Mrs. 49 Lagi di Lab 18 December 2007 at 02:25

    segala sesuatu kan memang pasti memiliki 2 sisi sayang…πŸ˜€

  5. 5 Mrs. 49 Lagi di Lab 18 December 2007 at 02:32

    Makanya, kamu jadi pejabat donk Sayang…
    salah satu jeniiis… aja…

    sapa tau bisa mengubah salah satu yang kamu tuliskan itu…

    oke?πŸ˜‰

  6. 6 Hoek Soegirang 18 December 2007 at 11:00

    jahh..fembajak dan fejabadh itu sama-sama fenjahadh…..
    jahhh…..

  7. 7 erander 18 December 2007 at 14:33

    Kalo pembajak pesawat gimana ya?? dan kebetulan penumpang pesawat yang dibajak itu terdapat pejabat pula .. wah pasti seru tuh. Antara pembajak dan pejabat yang sama2 ada di pesawat.

  8. 8 shanty 19 December 2007 at 00:20

    Ah… GA ngerti ah… yang jelas gi mana caranya biar bisa internet murah.. heheh soalnya wa tekor terus nih….. ga ada buat bayar kos ^:)^

  9. 9 detnot 19 December 2007 at 11:09

    kalo simbah saya yg pembajak sawah, masuk kategori mana bro?πŸ˜€

  10. 10 Neo Fortynine 25 December 2007 at 13:41

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth: termasuk fleksibel dalam mengeruk uang rakyat?

    @cK: Tergantung dari sudut mana kita mencari jodoh melihat

    @aRuL: Amin

    @Mrs. 49 Lagi di Lab: Ya Sayang…

    @Hoek Soegirang: Bisa jadi Nak…

    @erander: kalau begitu pasti jadi Die Hard II. yang settingnya bandara New York. πŸ˜›

    @detnot: Mungkin pembajak yang mensejahterakan perut pejabat

  11. 11 hariadhi 5 January 2008 at 18:23

    euh.. beneran lho mas. hak cipta tidak melarang orang lain terinspirasi dari karya orang lain.


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: