Suharto

Sedikit mengenang keluhan tukang warung di sekolah saya dulu. “Lebih baik jamannya Suharto. Harga harga pada murah, kondisipun aman. Sekarang? Mau Habibie kek, mau Gus Dur, mau Megawati, semuanya ga ada yang bisa mensejahterakan masyarakat!”

Hati kecil saya sempat menolak. Bagaimanapun saat itu saya lebih suka Suharto minggat dari jabatan presiden yang sudah dijabatnya selama puluhan tahun. Saya sudah bosan dengan laporan khusus tentang Suharto dan kegiatan sok nasionalis dan sok baik yang mengganggu acara televisi hampir tiap malam minimal tiap minggu. Saya sudah muak dengan acara acara propaganda Orde Baru dan ceramah ceramah si Mbah Harto di televisi.

Saya sudah begitu jijik dan benci kepada kabar kabar maupun fakta fakta kekayaan si Mbah Harto beserta manusia manusia keturunannya macam Mas Tommy, Mas Bambang, Mas Sigit, atau Mbak Tutut. Saya sudah teramat benci kepada keluarga Cendana.

Hingga seiringnya waktu. Bahwasanya petrus bisa mengamankan keadaan kampung dan pasar. Bahwasanya tim sepakbola Primavera yang diatara anggotanya adalah Kurniawan Dwi Julianto dan Bima Sakti berangkat ke Italia pada jaman orba. Kenyataannya Michael Doohan juara GP 500 di Sentul, yang mengalunginya tanda gelar juara adalah si Mbah Harto. Bahwasanya Indonesia adalah macan Asia. Proyek Garuda Emas 2008 adalah Jakarta sebagai tuan rumah Olympiade yang faktanya sekarang akan berlangsung di Cina.

Apakah jaman orde baru di bawah kendali si Mbah lebih baik daripada jaman reformasi? Seara kurs dollar kepada rupiah: IYA! Secara harga satu bungkus rokok A Mild 16: IYA! Harga Sampoerna A Mild 16 favorit saya adalah 1000 rupiah per bungkus, paling mahal 1600 rupiah. Jaman reformasi? 8500 per bungkus. 600 rupiah per batang!

Mungkin ada kasus ini. Mungkin ada keluarga korban petrus dan gali yang tidak menemukan jasad jasad para korban. Mungkin ada yang ditahan karena alasan politik dan makar. Tapi…. kamu kok selingkuh Tapi….. yang teriak teriak demo hampir bisa dibilang tidak ada. Tidak ada kemacetan karena demo dan kerusuhan. Tidak ada gejolak di Atjeh. Tidak ada Gerakan separatis di Maluku dan Papua. Bukan tidak ada, tapi mungkin dibungkam. Atau mungkin diredam dengan timah panas dan besi tajam.

Seperti kata almarhum wadehel dalam judul blognya: segala sesuatu bisa saja benar…… maka, kalau alasannya perut saya dan nafsu saya. Saya lebih suka jaman orba yang tidak membuat rokok dan makanan harganya mahal. Tidak juga menyebabkan tarif angkutan umum begitu mencekik. Tidak pula membuat jalanan sesak dengan kendaraan pribadi karena murahnya kredit. Bahkan Mandiangin tidak gundul dan mulai bermutasi menjadi gurun seperti masanya Si Butet Yudoyono sekarang.

Jadi, apapun dosa si Mbah. Biarkan si Mbah mampus! Setidaknya dengan mampus, si Mbah membuktikan bahwasanya dirinya memang manusia, bukan jin atau setan atau malaikat dan yang jelas bukan Tuhan.

Ada yang mau mengadili si Mbah? Ha ha ha. Apa tidak takut ditanya oleh anak buahnya si Mbah: Yang bikin kamu seperti sekarang ini siapa?. Meskipun jawabannya pak bawahan si Mbah Harto, tetap saja jabatan yang dinikmati sekarang masih ada kaitannya dengan si Mbah atau konco konco dan keturunannya. Yang begitu mau mengadili? Kacang mau mengadili kulitnya?

SBY dan si Mbah Harto mungtkin sama sama antek Amrik atau sebut saja konconya Amerika Serikat yang benci komunisme alias sangat pro barat. Tapi biar bagaimanapun, biarkanlah si Mbah mampus. Kalau memang si Mbah punya dosa sedalam lautan setinggi puncak Everest. Biarkan itu menjadi urusan si Mbah dengan apa yang selama ini di sembah sembah oleh si Mbah. Atau dalam bahasa yang lebih relijius dan sopan: Biarkan Pak Harto meninggalkan dunia dengan tenang. Urusan dosa biarlah itu menjadi urusan beliau dengan Tuhan. Dengan catatan beliau percaya Tuhan. 😛

Pula, buat apa lagi ngurusin pak tua itu? Lebih baik belajar dari pak tua itu bagaimana caranya mengembalikan harga Sampoerna A Mild 16 menjadi 1000 rupiah per bungkus. Bagaimana menjadikan ongkos angkutan umum menjadi 25 rupiah lagi. Bagaimana caranya agar punya uang 1000 rupiah bisa makan kenyang di warung.

Tidak bisa? Silakan belajar kemana saja. Daripada repot repot berkutat dengan dosa dosa dan catatan kriminal pak tua yang sudah bangkotan bau tanah itu.

Pertanyaan: Apakah kalau kita masih pada zaman orba, kita masih bisa blogging?

Note: Thanks for these posts. Actually, they gave me so much inspiration. Unfortunately, I am too lazy to write them all.

35 Responses to “Suharto”


  1. 1 cK 15 January 2008 at 11:22

    wah…ini salah satu bentuk teriakan rakyat..😆

    saya juga kangen dimana harga komik 3000an..😦

  2. 2 almascatie 15 January 2008 at 11:25

    uhuk….uhuk..
    mendingan meninggal aja yah pak harto tuh.. btw melihat keadaan susah skr kebanyakan orang lebih seneng untuk ber-romantisme mengenang masa lalu dari pada berusaha, yah sepakat! lebih baek belajar dari pada mengutuk keadaan…🙂

  3. 3 almascatie 15 January 2008 at 11:26

    waks chika cepet amit

  4. 4 catatanqs 15 January 2008 at 12:11

    waduh sedih nih mas saya baca blog nya mas. baru aja adi pagi saya ngamuk besar gara2 seorang lecturer saya (saya studi diluar negeri) mengata-atai Pak Soeharto eh malah orang Indonesia sendiri jg yg berkata kayak gt…
    hik hik sediiiiiiihhh…
    mungkin krn saya yg menyaksikan merasakan bagaimana sakitnya jika Indonesia di hina, dijadikan warga negara kelas 2 disini.. sakit mas.
    klo bukan kita siapa lagi yg menghargai iya kan????

  5. 5 rozenesia 15 January 2008 at 12:30

    Pertanyaan terakhir itu lhoooo…:mrgreen:

    Yea, buat apa terus terkenang utopia masa lalu… Kejar masa depan, eh?

  6. 6 sezsy 15 January 2008 at 13:28

    emang jaman pak harto internet udah beken??? :p

  7. 7 ucok 15 January 2008 at 13:48

    nggak ada otaknya yang menjatuhkan si mbah!!!!

  8. 8 extremusmilitis 15 January 2008 at 14:27

    aku nggak mau ambil pusing dengan apa yang di-alami ama Pak Lik itu, cape deh😕
    dan nge-jawab per-tanya-an-nya, aku yakin nggak bakal ada ke-bebas-an nge-blog, lha wong untuk ngomong aja di-sunat kan? belum lagi bisa-bisa semua theme blog di-paksa jadi kuning😛

  9. 9 istrinya Farid 15 January 2008 at 15:57

    semalam sudah kita omongkan bukan Sayang?jadi aku harus komentar apalagi donk?😉

  10. 10 kangtutur 15 January 2008 at 19:24

    catet…!
    eh, ini posting boleh disita gak nih?😆
    buat e-book!

  11. 11 Guh 15 January 2008 at 21:56

    Senada dengan catatangs dan ucok, semua yang mengatai dan menjelek-jelekan Soeharto adalah goblok!!! Tolol dan tidak bisa menghargai leluhur, tidak bisa mikul duwur mendem jero!

    Di indonesia itu yang pintar adalah orang-orang yang mendukung Soeharto. Sedangkan semua yang jadi korban, yang diculik, yang dibungkam, yang diajari korupsi sampai ga ngerti mana bener mana salah, yang keberatan atas rusaknya sumber daya alam dan moral, semuanya adalah orang goblok yang tak tahu membalas budi.

    Jamane jaman edan, yen ora mbelani suharto ora kumanan.

    *mode anjing suharto off*

    Hufff… jaman memang sudah terbalik, yang benar jadi salah, yang salah malah jadi tuhan yang maha benar.

  12. 12 rumahkayubekas 15 January 2008 at 22:20

    Satu lagi buat e- booknya Kang Tutur,

  13. 13 Hoek Soegirang 15 January 2008 at 22:53

    hohohohoho…..
    ini yang saia rindukan dari seorang generasibiru, hohohohohohoho………
    setuju sangadh mas farid, saia setuju sangadh. karena emang rakyat endonesa itu terlalu egoisss, dan terlalu felufa, dan terlalu…ah…
    saia juga orang endonesa😳

  14. 14 rezco 15 January 2008 at 23:35

    hehehehe….

    terinfeksi “SARS”….Sindrom Aku Rindu Soeharto

  15. 15 zal 15 January 2008 at 23:38

    ::aku ikuta ketawa ala hoeklah…boleh ya hoek ..
    hohohoho…
    biasa itu Boss, pola pengalihan issue, karena engga mampu menurunkan harga…siapa lagi yang paling tepat dihujat…, ah tetapi dulu gitu juga yak…🙄

  16. 16 Pyrrho 16 January 2008 at 03:16

    ya, biarlah seoharto beristirahat dengan tenang….

  17. 17 anaesteshia 16 January 2008 at 04:54

    Ga usah ngurusin orang lain….

    Orang komentar itu lebih mudah dari pada yang melakukan

    liat diri sendiri aja… mang kamu orang mana??

    Kalo udah meninggal harusnya di doakan biar tenang di alam sana, bukannya di kritik…

    coba dulu waktu Dia masih hidup, kamu berani ga bicara kaya’ gitu di depan orangnya…

    weks…..

    PEACE!!!😀

  18. 18 celo malay blogging 16 January 2008 at 05:51

    lha…??? saiyah selalu berpikiran seperti itu kok… cuman ya… berhubung sekarang udah bebas nyontong… orang lebih suka mengungkap keburukan daripada mengingat kebaikan….

  19. 19 Mr. Nunusaku 16 January 2008 at 06:15

    Waktu kekuasan Soeharto 32 tahun siapa yang berani kritik Soeharto. pasti di Dor…Dooor…
    peluruh jawabannya. Sekarang Soeharto kena laknat dan terkutuk dalam pembaringan dirumah sakit sedang menunggo malaikat maut akan menjembutnya kepintu neraka karena dosa Soeharto…dalam pelanggaran HAM manusia: Membunuh 7 Jenderal TNI
    3 juta rakyat Jawa di bunuh
    Bung karno dibunuh secara halus
    oleh tim dokter suruhan Soeharto.
    Rakyat Aceh dibantai seperti ayam.
    Rakyat Papua terus dibunuh
    dan kekayaannya Alam Papua dijual
    ke USA. Melakukan pembodohan kepada rakyat yang berani menentang politik
    dan konco-konconya pasti liang kubur menanti.

    Kalau ada suara-suara untuk memaafkan Soeharto, berarti meraka sudah kenyang dan kekayaan hasil rampokan bersama 32 tahun bersama Soeharto karena direstui oleh bapak pembangunan Soeharto, tetapi rakyat jawanya masih tetap menderita sampai saat ini.

    Lalu kita bilang: biarlah yang kaya tetap kaya, yang miskin bertambah miskin, asalkan dosa-dosa Soeharto dan konco-konconya dimaafkan saja. Kalau datang pemimpin yang baru yang perbuatan sama seperti Soeharto kita tetap melakukan hal yang sama memaafkan.

    Berati negara RI tetap dalam keburukan karena dipimpin oleh manusia munafik budaya tetap dimaafkan bagi mereka melakukan pelanggaran HAM karena kita berlandaskan hukum kriminal buatan RI Wong Jowo.

  20. 20 bsw 16 January 2008 at 06:55

    Sebetulnya sudah sering baca kalo selama pemerintahan Soeharto itu kita hidup dalam kenyamanan semu. Dan kenyamanan semu itu harus dibayar mahal oleh rakyat ini. Toh Kenyamanan tsb berakhir juga sehingga akhirnya Soeharto mundur. Jadi kita memang sudah babak belur ketika menjelang Soeharto turun…… Kalaupun ada yg dia punya dan pemimpin sekarang tidak punya adalah “ketegasannya” (kalo tidak bisa dibilang kediktatorannya)…

  21. 21 ardianto 16 January 2008 at 09:27

    Entahlah… kesan saya, yang diingat orang Indonesia itu cuma kejelekan saja. Hampir ndak pernah saya liat orang mengingat kebaikan orang.

  22. 22 itikkecil 16 January 2008 at 11:01

    Apakah kalau kita masih pada zaman orba, kita masih bisa blogging?

    bisa kalee… tapi pasti anonim:mrgreen:

  23. 23 Fadli 16 January 2008 at 11:10

    Harga sabun Lifebuoy 400 rupiah.
    Harga sebungkus nasi padang gulai cincang porsi ngamuk 1500 rupiah
    Harga buku tulis 6000 rupiah (merek sinar dunia, isi 10 buku)
    Beng Beng 250 rupiah
    Tropicool 300 rupiah

    ….
    Harga nyawa penentang kebijakan “NOL RUPIAH”

  24. 24 Fadli 16 January 2008 at 11:12

    Ketinggalan satu, harga majalah Bobo 900 rupiah

    (penting ga sih:mrgreen: )

  25. 25 FraterTelo 16 January 2008 at 12:21

    Pak Harto dibenci tapi juga dicintai. Saya tidak membenci Pak Harto, tapi saya benci dengan tindakan-nya. TIndakan pola raja yang cerdik seperti ular tapi sayang tidak tulus seperti merpati.

  26. 26 Neo Fortynine 16 January 2008 at 18:39

    @cK: *Turunkan harga..secepatnya…* Iwan Fals. Album Manusia 1/2 Dewa

    @almascatie: Ok! Belajar dan mengusahakan agar 1 dollar = 1 rupiah. bisa ga ya?

    @catatanqs: Perasaan saya tidak ngata ngatain beliau deh….

    @rozenesia: Ok…Mari menuju masa depan penuh harapan!

    @sezsy: Saya juga kurang tau Bu

    @ucok: Ya. Menjatuhkannya kan pakai Otot! Bukan otak.

    @extremusmilitis: Bukannya yang kuning khusus buat Pegawai Negeri?

    @istrinya Farid: Terserah kamu…bilang Ich liebe Dich kek…

    @kangtutur: Oh silakeun Pak…. Monggo….

    @Guh: Waduh Pak…ampun…saya orang baik baik kok… 😛

    @Hoek Soegirang: Terima kasih…konon orang Indonesia juga terlalu percaya mistik

    @rezco:😛

    @zal: Iya Pak… ya mau bagaimana lagi..pengalihan memang sangat menarik dan populer di Indonesia

    @Pyrrho: *idem*

    @anaesteshia: Saya juga mendoakan biar beliau cepat tenang kok Pak… 😛

    @celo malay blogging: Susah melihat kebaikannnya memang, padahal ada banyak juga kebaikannya

    @Mr. Nunusaku: Mmmmm…gimana ya? Saya juga sedang berfikir kok… apakah saya masih betah jadi WNI

    @bsw: Ada dua cara pemerintahan yang cocok buat masyarakat berwarna warni macam Indonesia: Tangan besi dan negara bagian seperti Amerika… Sayangnya kita tidak punya (tidak bisa menjalankan) keduanya

    @ardianto: kejelekan memang lebih mudah diingat

    @itikkecil: Apa ga keburu dipetrus?

    @Fadli: Harga terakhir cocoknya berapa ya?

    @FraterTelo: Saya benci Lapsusnya… tapi suka kondisi harga harganya…

  27. 27 Mrs.Neo Fortynine 16 January 2008 at 19:55

    Ich Liebe Dich…
    😳

  28. 28 Amed 16 January 2008 at 20:12

    Kenyataannya Michael Doohan juara GP 500 di Sentul, yang mengalunginya tanda gelar juara adalah si Mbah Harto.

    Kapan Doohan pernah juara di Sentul Hung? Maka Okada juaranya?

  29. 29 febriantoeko 20 January 2008 at 22:09

    aku udah baca blog km , kunjungi juga http://www.febriantoeko.wordpress.com

  30. 30 Neo Fortynine 23 January 2008 at 12:25

    @Mrs.Neo Fortynine: :P  . I Love you…

    @Amed: Tahun 1996. Tadayuki Okada itu tahun 1997

    @febriantoeko: Baiklah, saya coba sempatkan ya

  31. 31 stressmetal 26 January 2008 at 17:45

    “Apakah orang salah gak ada lagi sisi baiknya?”
    biarkan dia beristirahat dengan tenang dalam sakitnya maupun nanti wafatnya🙂
    yang pasti yang salah tetep harus ditindak, harta dari korupsinya masih banyak yang belum kembali.
    so, urusan perdata nya masih bisa di terusin ke keluarganya bukan?
    PISS…!!!

  32. 32 klatau 28 January 2008 at 13:51

    mati jua sekalinya

  33. 33 Gali.gongli 16 May 2013 at 04:42

    Sesungguhnya saya sangan sakit hati …
    sampai sekarang saya belum pernah melihat secara langsung wujud bapak, hanya satu satunya foto yang saya punya..
    Beliau satu dari sekian banyaknya korban kebrutalan rezim soeharto..”petrus”
    Dalam doa saya semoga saja ada kabar dimana jasad ayah saya dikebumikan, paling tidak dimana beliau ditemukan meninggal…. dan semoga soeharto dan antek2 nya diampuni segala dosa dosa nya..

  34. 34 Hendrianto 9 September 2013 at 01:19

    Sesuai kan dengan kurs rupiah thdp dolar pada waktu itu bung!!Jangan ditarik rata saja.Emang jaman dulu ada gaji buruh pabrik yg ampe 2 juta kaya sekarang??Rp.1000 dulu sama dengan 10.000 sekarang jadi semua sama aja alias sami mawon!Besar nilai mata uang berbanding lurus dgn harga2 barang jadi ga ada hebatnya si manusia HARTO yg satu ini..lho wong yg bikin rupiah melorot tajam di tahun 1997-1998 aja karena ulah dia dan kroni2nya dia kok bro.Wassalam.

  35. 35 Mba tutut bohay 9 September 2013 at 01:26

    Yg bilang jaman soeharto enak adalah manusia2 yg buta akal,pikiran,moral dan mata hatinya.Manusia yg berpikirnya pakai dengkul kopong bukan dengan otak.Kemana saja kalian waktu soeharto membabi buta??Pada tidur yah??Begitu bangun baru pada nyerocos kaya orang ngigau.


Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: