Solusi ‘Brutal’ Untuk Indonesia

Pertama: Tangkap semua koroptor, tersangka dan terindikasi korupsi, pernah terpenjara karena korupsi, hingga yang sedang diperiksa karena kasus korupsi. Hukum mati! Sita semua kekayaan dan aset asetnya. Sisakan buat istri istri, suami suami dan anak cucunya. Kemudian semua harta sitaan tadi digunakan buat membayar hutang negara dan kesejahteraan negara.

Kedua: Pecat semua kepala yang tidak becus, mulai dari kepala negara, kepala daerah, hingga kepala bagian dan kepala bidang. Lakukan pemilihan yang adil dan jujur. Pecat semua pejabat bermuka banyak dan bermental bunglon. Apalagi yang pro Amerika alias rela mengorbankan negara demi setiran Amerika, Australia dan kroni kroninya!

Ketiga: Pecat semua PNS, polisi, tentara dan pejabat negara yang terindikasi apalagi ketahuan menjadi beking illegal logging, illegal mining dan lain sebagainya. Pecat dan penjarakan semua polisi, tentara, PNS hingga pejabat negara yang suka memeras dan menipu masyarakat. Lakukan seleksi ulang yang bersih. Tingkatkan kesejahteraan mereka semua.

Keempat: Cabut total subsidi bahan bakar. Sehingga tidak ada lagi anak anak kampung dan kampungan yang suka kebut kebutan dan buang buang bahan bakar untuk sok -sok’an, kebut kebutan dan menyesaki jalanan. Tidak ada lagi subsidi kantor untuk bahan bakar pejabat yang sedang mudik keluarga bukan tugas negara. Alihkan semuanya menjadi subsidi pendidikan, kesehatan, olahraga, internet, panti asuhan dan lembaga pelatihan kerja.

Kelima: Tangkap dan bunuh semua kepala dan penggerak illegal logging dan illegal mining, illegal trading, dan illegal illegal lainnya. Anak buahnya turut dipenjarakan/diberikan pendidikan dan latihan kerja.

Keenam: Pecat semua ketua KONI, PSSI, Percasi, PBSI, PASI, PBVSI dan induk induk olahraga lainnya yang tidak becus. Gantikan dengan yang berkompeten dan berniat memajukan olaharaga. Bangun dan permudah fasilitas dan akses olahraga, sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan sportif plus berkibarnya bendera bangsa sebagai harga diri di mata internasional.

Ketujuh: Bangun dan perbaiki akses akses antar dan dalam pulau. Sehingga roda pertumbuhan ekonomi hingga silaturahmi masyarakat tidak terganggu. Perbaiki pelayanan dan kepedulian terhadap pulau pulau dan daerah terpencil. Hentikan diskriminasi dan kebiri terhadap pulau pulau diluar pulau Jawa.

Kedelapan: Bunuh semua napi yang masa hukumannya seumur hidup dan diatas 20 tahun, dengan demikian, tidak banyak penjahat yang hidup. Penjarapun tidak penuh sesak dan rentan kerusuhan serta kaburnya para tahanan. Bangun PLTM sebagai lahan kerja buat mereka dan masyarakat.

Kesembilan: Hentikan ekspor tambang dan semua sumber daya alam negara. Gunakan sebagai bahan bakar dan bahan baku industri dalam negeri sehingga memajukan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Seiring dengan meningkatnya kualitas pendidikan, ambil putra putra terbaik dan terjujur bangsa untuk menjadi pejabat dan pengurusnya. Bukan orang asing. Hijaukan negara dan galakkan pertanian dan perkebunan sesuai dengan kondisi dan potensi daerah masing masing, tapi bukan sawit yang suka bikin kiamat kecil itu.

Kesepuluh: Bersihkan lingkungan dari gepeng dan anak jalanan. Berikan mereka pendidikan dan pelatihan kerja. Laksanakan pemeliharaan negara kepada fakir miskin dan anak terlantar dengan baik, teratur dan jujur. Hentikan subsidi rakyat miskin, alihkan menjadi sekolah gratis dan pelatihan kerja gratis buat mereka. Penjarakan gepeng dan peminta sumbangan palsu beserta organisatornya yang suka mengetok pintu rumah untuk minta duit dengan kurang ajar.

30 Responses to “Solusi ‘Brutal’ Untuk Indonesia”


  1. 1 Nazieb 1 February 2008 at 10:06

    Byuh, sadis benar solusinya..
    butuh utang berapa banyak lagi itu?:mrgreen:

  2. 2 Mr. Fortynine 1 February 2008 at 10:16

    Utang? buat apa lagi? Kan sudah ada duit koruptor yang digunakan untuk meluasi hutang.

  3. 3 dobelden 1 February 2008 at 10:51

    ntar kamu ndak bisa buka warnet klo koruptor di tangkepi😀

    *nggak nyambungdotcom😀

  4. 4 cK 1 February 2008 at 10:53

    kira-kira siapa yang mau melaksanakan solusi itu?😕

  5. 5 extremusmilitis 1 February 2008 at 11:12

    trus selanjut-nya apa bro? setelah solusi-nya ter-laksana?

  6. 6 itikkecil 1 February 2008 at 11:44

    siapa yang mau melakukannya?

  7. 7 bsw 1 February 2008 at 12:58

    Kalo menurut saya, dengan memperhitungkan resikonya, SBY itu paling mudah untuk melakukan paling tidak 1 hal:
    Copot Nurdin Halid (& Noegraha Besoes tentu saja) dari PSSI. Nggak banyak manfaatnya mungkin, tapi saya yakin SBY akan banyak dapat dukungan dan popularitasnya naik lagi.
    Untuk organisasi olahraga lain, saya ndak begitu kenal, tapi melihat prestasi di Sea Games kemarin ya mestinya hampir semua wajib dicopot ya?

  8. 8 Mrs. Fortynine 1 February 2008 at 14:25

    seandainya ada satu orang saja yang yang mempunyai kemauankeberanian untuk itu…

    kamu bersedia?😉

  9. 9 rumahkayubekas 1 February 2008 at 14:30

    Ntar dulu… Mulainya dari mana ya?

  10. 10 Mr. Fortynine 1 February 2008 at 15:12

    @dobelden:😛

    @cK & itikkecil: Wah, nda tau ya…

    @extremusmilitis: Kemungkinan, kita akan jadi negara adidaya dan adikuasa

    @bsw: Betul. Kita memang perlu pengurus olahraga yang menghidukan prestasi dan prestise olahraga. Bukan hidup dari dana olahraga

    @Mrs. Fortynine: Bisa, kalau saya seorang presiden tentunya.

    @rumahkayubekas: Tentunya dari diri sendiri… 😀

  11. 11 Cabe Rawit 1 February 2008 at 15:25

    Boleh nambah?
    Makasih udah diperbolehkan!… *bersujud*

    Kesebelas: rebut kembali Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapore, kecuali Timor-Timur yang kagak ada apa-apanya, karena mereka dulu bagian dari Nusantara. Lumayan, kita gak perlu repot-repot cari duit buat bayar utang. Sekian dari ane,:mrgreen:
    Salam pedes!

  12. 12 Mihael "D.B." Ellinsworth 1 February 2008 at 17:28

    Pertama: Tangkap semua koroptor, tersangka dan terindikasi korupsi, pernah terpenjara karena korupsi, hingga yang sedang diperiksa karena kasus korupsi. Hukum mati! Sita semua kekayaan dan aset asetnya. Sisakan buat istri istri, suami suami dan anak cucunya. Kemudian semua harta sitaan tadi digunakan buat membayar hutang negara dan kesejahteraan negara.

    Walah, bung, saya juga (secara tidak sengaja) pernah korupsi (udara, waktu, d.l.l.). Kalau dijabarkan, kayaknya orang seumuran saya, malah, seluruh warga Indonesia itu, harus dihukum mati. Itu kalau ada hukum generalisasi.🙄

    Kelima: Tangkap dan bunuh semua kepala dan penggerak illegal logging dan illegal mining, illegal trading, dan illegal illegal lainnya. Anak buahnya turut dipenjarakan/diberikan pendidikan dan latihan kerja.

    Kalau saya sudah tahu sejak dulu, saya sudah tangkap. Indonesia belum punya rasa memiliki, sih. Maunya memiliki uang melulu….🙄

    Kedelapan: Bunuh semua napi yang masa hukumannya seumur hidup dan diatas 20 tahun, dengan demikian, tidak banyak penjahat yang hidup. Penjarapun tidak penuh sesak dan rentan kerusuhan serta kaburnya para tahanan. Bangun PLTM sebagai lahan kerja buat mereka dan masyarakat.

    Iya, kayaknya yang kebetulan kena vonis 20 tahun bisa dinaikkan menjadi seumur hidup atau mati, lah. Soalnya peradilan Indonesia memang aneh.😕

    Tapi, itu kalau kebetulan divonis 20 tahun. Soalnya yang sekarang itu paling banter 3 bulan untuk kasus korupsi. Hakim sekarang memang enak disuapi sama uang.😆

    ——

    Hanya opini.😀

  13. 13 joyo 2 February 2008 at 02:19

    mantaf😀

  14. 14 Goenawan Lee 2 February 2008 at 07:04

    Sudahlah, ta pecat semua…😈

  15. 15 maxbreaker 2 February 2008 at 10:44

    Setubuh! eh Setuju!

  16. 16 tan andalas 2 February 2008 at 17:29

    wahhh…. kalu dipecatin semua, bisa-bisa bubar republik inih:mrgreen:

  17. 17 Mr. Fortynine 2 February 2008 at 18:28

    @Cabe Rawit: Terima kasih atas tambahannya. Sangat boleh untuk menambahkan kok.😛

    @Mihael “D.B.” Ellinsworth: He he, maksud saya koruptor duit negara kok. Iya, maunya untung melulu, tidak memikirkan anak cucu. Itulah, nampaknya hakim dan kehakiman sampai hukum negara Indonesia juga perlu direformasi total

    @joyo & maxbreaker: Terima kasih

    @Goenawan Lee: Saya dukung Pak!

    @tan andalas: Tidak mengapa. Kita bikin republik atau negara kesatuan baru

  18. 18 Pacarnya Dian Sastrowardoyo 2 February 2008 at 20:09

    geleng…geleng…geleng…
    besok ta’coba kalo saya dah jadi presiden:mrgreen:

  19. 19 rivafauziah 3 February 2008 at 09:57

    Klo banyak di pecat.. penggantinya dari tahun ke tahun tetap sama, sebab apa?

  20. 20 almascatie 3 February 2008 at 18:17

    solusi yang bener2 sip….
    kapan dilaksanakan

    *siap2 jadi orang yang dilatih*

  21. 21 narakushutdown 5 February 2008 at 13:34

    boleh-boleh

    btw tuh solusi ente sendiri yg mikir apa bajakan nih?

  22. 22 Mr. Fortynine 8 February 2008 at 15:37

    @Pacarnya Dian Sastrowardoyo: Baiklah.. Saya tunggu.

    @rivafauziah: Sebab solusi ‘brutal’nya tidak dilaksanakan dengan baik

    @almascatie: Tunggu saya atau Joe jadi presiden. Gimana?

    @narakushutdown: Membajak darimana Pak? Ini asli dari saya kok.

  23. 23 Hoek Soegirang 9 February 2008 at 05:09

    hohoho…tapi seperti judulnya, solusi “BRUTAL”, berarti memang tidak bagus dan tidak baik untuk diterapkan di negeri yang indah, aman, nyaman serta sentosa ini. ditambah lagi masyarakat Indonesia yang begitu pemaaf. Saia yakin sangadh, solusi diatas pasti dianggap sebagai strategi teroris terselubung…
    aihhh, Endonesa oh Endonesa…

  24. 24 lea 14 February 2008 at 16:15

    diatas semua ..yg paling penting adalah mendisplinkan mental orang Indonesia.

  25. 25 panakbangkung 15 February 2008 at 01:47

    aih2 hari valentine neh, marilah kita kasihani para koruptor2 itu, dengan cara dihukum mate, supaya dosanya tidak bertambah.

    *oh usul neh kita urunan sewa pembunuh bayaran, terus matiin akar-akar/tokoh-tokoh korupsi di indonesia, di mayatnya disertai surat ancaman “Stop Korupsi or DIE”

  26. 26 Fortynine 18 February 2008 at 16:57

    @Hoek Soegirang: He he he. atau mungkin dianggap rekayasa barat, yahudi dan kafir™!

    @lea: Sip

    @panakbangkung: Ya. Setuju

  27. 27 suaranurani 28 July 2008 at 12:28

    waduh ..waduh …. sing gak disenengi ditempilingi kabeh !!🙂

    “Hoek Soegirang: He he he. atau mungkin dianggap rekayasa barat, yahudi dan kafir™!”

    Yoo … wong barat bakal punya istilah baru: Timur! Identik dengan hukuman ini.

  28. 28 Aris FM 24 November 2010 at 11:31

    Pertanyaannya adalah:
    Siapa yang mampu melakukannya?


  1. 1 Kenapa Jarang Menulis « Generasi Biru Trackback on 12 May 2008 at 23:04
  2. 2 Generasi Biru » Blog Archive » Jarang Menulis? Trackback on 11 September 2008 at 01:46

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 23 hours ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: