Iman dan Logika

Lama tidak menulis nih. Gara gara keasyikan main Football Manager 2008. Berhubung Sabtu sampai hari ini tadi (02-03-2008) saya camping semalaman bareng rekan rekan dan junior junior di IMPAS-B, dan bercakap cakap, timbul lagi inspirasi buat di tulis.

Sebenarnya selalu banyak inspirasi buat saya, hanya saja saya malas menuangkannya melalui keyboard. Entah kenapa kali ini saya berfikir bahwasanya hal yang satu ini selalu saja menarik dan sangat perlu untuk dituangkan melalui keyboard untuk kemudian ditampilkan ke weblog.

Seperti biasa, jikalau camping bersama sama dengan sesama anggota IMPAS-B, selalu ada session olahraga otak dari Abang terganteng dan tergagah sejagat IMPAS-B. Kali ini korbannya adalah peserta dari hasil Latihan Dasar kemaren. Dikala fajar, pertanyaan favorit sayapun terlontar: “Apakah kamu percaya Tuhan?”. Kalau iya, lalu pertanyaan selanjutnya adalah: “Apakah kegunaan/fungsi Tuhan?”. Dan pertanyaan ini didahului dengan pertanyaan dari junior saya: “Agamanya Abang apa?”. 😀

Okelah, mungkin banyak orang Indonesia atawa mahasiswa di negara pengobral hutan ini yang masih belum siap dengan pertanyaan semacam itu sehingga langsung jump to conclusion: “Mempertanyakan keimanan seseorang”. Atau mungkin itu memang budaya relijius ketimur tengahan ketimuran khas Arab Indonesia?

It’s okay, saya jawab pertanyaan dia, lalu melanjutkan dengan “jawaban kamu?”. Salah seorang anggota lain juga saya berikan pertanyaan yang sama. Sementara anggota lain yang terdahulu bilang “itu memang kebiasaan Bang Farid. Bikin pusing adik adiknya dengan pertanyaan menyesatkan”. He he he.

Saya jawab ini adalah usaha sinkronisasi antara iman dan logika. Karena…..

  • Iman, tanpa logika = Brutality
  • Logika, tanpa iman = Madness

Orang yang modalnya cuma iman. Hasilnya adalah fanatisme buta, membungkus nafsu binatang dalam diri dengan pembenaran agama, hadis/ucapan pemuka agama/orang yang dianggap suci dan disakralkan, berikut ayat ayat kutipan dari kitab suci. Mencaci, menghujat, mengkafirkan. Hingga membantai sesama manusia dengan alasan agama demi mengejar janji surga.

Manusia yang cuma pakai logika adalah orang gila. Kerjanya hanya memikirkan dan mencari jawaban berbau sains atau mungkin filosofis realistis, tanpa menyadari adanya kekuatan yang hakiki. Tanpa mau tahu bahwasanya ada suatu kesempurnaan diatas batas logika yang kerap kali disebut sebagai yang serba Maha… Sehingga kerapkali, minimal menuju pemikiran logis yang menganggap bahwasanya dirinya adalah sang serba Maha tadi.

Jadi, buat apa percaya Tuhan tanpa tahu fungsinya? Buat apa tidak percaya Tuhan kalau tujuannya hanya ingin jadi Tuhan? Bagaimana menurut anda??…..

Oh ya, saya percaya para blogger dan calon komentator adalah orang orang beriman dan berlogika yang jauh lebih tinggi daripada saya. Dengan kata lain: lebih relijius serta lebih cerdas dan pandai ketimbang saya.

Sehingga, jikalau anda punya jawaban/pendapat yang lebih yahud dan realistis atau lebih relijius maupun tendensius ketimbang saya, mohon bantuannya. Sekalian saya mohon maaf kalau tidak bisa menjawab apa yang akan anda pertanyakan, karena saya cuma blogger berstatus manusia, bukan Tuhan….

46 Responses to “Iman dan Logika”


  1. 1 Mrs. Fortynine 3 March 2008 at 21:26

    bingung😕

    ah, sudahlah…

    Tuhan lagi, agama lagi…
    kamu terlalu banyak mempertanyakan yang aneh aneh! kamu layak dibunuh dan dibenamkan dalam lumpur kenistaan!😆

    apalagi kamu sudah melupakan kewajiban utamamu sebagai suami dari seorang istri!
    😈

    *ngambek*

  2. 2 Mr. Fortynine 3 March 2008 at 21:42

    Ngambek ni yee….

  3. 3 joyo 4 March 2008 at 00:15

    *pura2 gak baca 2 komeng teratas, eneg 😀 *
    Tuhan ada? entahlah, tuhan yg mana dulu, klo yg satu itu saya nyebutnya Alam.

  4. 4 qzink666 4 March 2008 at 05:18

    Iman.. Sesuatu yang tak pernah bisa saya raih..
    Atau nggak tau juga sih, soalnya saya lebih sering mengandalkan logika dan perasaan dalam segala hal..
    Toh, aku adalah satu2nya hal yg ada dan segala sesuatu yg disebut sebagai dunia luar semata-mata hanyalah bagian dari kesadaranku belaka…

  5. 5 indra1082 4 March 2008 at 08:30

    Iman dan logika harus bersatu. Biar afdhol……
    Katanya…hehehehe

  6. 6 Edwison Setya 4 March 2008 at 09:56

    Iman sebetulnya bukan melulu sesuatu yang nun jauh tinggi di awan. Iman pun butuh logika. Misalnya kita beriman bahwa Tuhan mencukupkan kebutuhan kita bukan berarti kita menunggu rejeki jatuh dari langit. Tuhan memberi kita tangan dan kaki untuk bekerja sehingga kebutuhan kita terpenuhi.
    Namun iman juga kadang butuh kepercayaan penuh tanpa bantahan. Kemaha kuasaan Tuhan nggak bisa dikurung dalam ruang logika kita yang terbatas walau pun cerdas. Ini untuk beberapa kasus yang kita tidak mengerti. Misalnya saat menghadapi teori evolusi dan kemajuan teknologi.
    Berjalan bersama iman dan logika itu sulit buat saya.
    Salam kenal…

  7. 7 Guh 4 March 2008 at 10:03

    walau modal hanya iman ataupun hanya logika, kalau dipake dan dikelola dengan baik ya ujungnya pasti sama-sama sampai “tuhan”.

    yang jadi masalah itu kan yang pada mandek. sibuk berisik ditataran iman terendah, atau logika terendah. cuma tahu sepotong tapi sudah merasa paling tahu dan paling benar sedunia akhirat, lalu memaksakan pemahamannya ke orang lain.

    ya seperti saia ini, hui hi hihi…

    Btw, iman dan logika, pada level yang sama-sama nista kayaknya ga akan nyambung. Karena yang pertama mengharuskan percaya buta tanpa penjelasan masuk akal, sedangkan yang kedua membutuhkan alasan dan penjelasan logis.

    Jadi, daripada cuma bingung, lari ditempat atau muter-muter dansa munafik, sebaiknya seriusin aja salah satu.

    *ngomong apa sih saya ini, udah telat bukannya cabut malah ngomen disini, hihi*

  8. 8 abdulsomad 4 March 2008 at 15:11

    Assalamualaikum…
    Iman dalam Agama apa ini pak?
    Kalau Iman dalam Islam dia tak perlu logika
    Iman dalam Islam cuma perlu Amal Sholeh
    Saya belum temukan ayat dalam Al-Quran, kitab suci orang Islam, tentang Beriman harus dgn logika
    Yg ada beriman dgn amal sholeh.

    Alladzi na amanu wa milusssholeha … org yg beriman dan beramal sholeh, dak ada logika… di dalamnya.

  9. 9 Muhammad Taufiq 4 March 2008 at 15:17

    assalamualaikum
    Definisikan dulu, apa makna Iman dalam Agama Islam.

    “Yaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sholat serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
    (Surah Al-Baqarah, Ayat 3)

  10. 10 norie 4 March 2008 at 15:25

    terlalu sederhana…
    *sombong mode on*
    *kabuur aah..*

  11. 11 Pyrrho 4 March 2008 at 15:48

    Saya jadi ingat quote dari Kant : Agama dalam batas Iman. Dimana dia berusaha mendamaikan pertentangan iman dan logika yang terjadi selama berabad-abad.

    Tapi, saya tidak setuju kalau Keimanan tidak membutuhkan Logika. Keimanan, apapun itu, selalu membutuhkan kajian, tafsiran, pendalaman, dan apapun yang berusaha menegaskan keimanannya dalam batas-batas tertentu. Jadi keimanan tanpa logika bukan saja bisa brutal (kalau ditarik pada pengertian taklid buta) tapi juga bisa berarti kebodohan.

    Tapi Logika tanpa Iman bisa jadi adalah sebuah kenyataan, jikalau iman selalu diartikan sebagai agama. Tapi kalau iman diartikan sebagai kepercayaan atau sesuatu yang berada diluar diri kita yang menyentuh sisi lain selain logika dan akal-nalar kita, maka bisa jadi logika tanpa “iman” adalah sebuah “kegilaan”.

    Kenapa kegilaan ? Karena mekanisme kepercayaan itu melekat secara internal pada diri tiap orang, mau percaya sama batu, sama setan, sama takhyul, sama fertob,🙂 atau sama apa saja, tetap saja itu sebuah kepercayaan. Dan itu SELALU ada pada setiap orang.

    *maaf kalau kepanjangan*😆

  12. 12 ulan 4 March 2008 at 15:50

    kaya filosofi suit tangan..

  13. 13 RETORIKA-1000DS 4 March 2008 at 16:44

    keimanan saia dalam bentuk formasi 4-1-3-1-1 dengan serangan bertumpu pada kecepatan 2 wing back di sayap😆

    @ wal dul & Semua

    sepertinya ini berlaku pada semua agama deh, bukan cuma islam

    bagai mana pun Logika tetap diperlukan, karena dalam menafsirkan sesuatu diperlukan logika aga tidak terjerumus pada tafsiran orang lain.

  14. 14 RETORIKA-1000DS 4 March 2008 at 16:49

    tambahan

    Maksudnya, dalam melakukan penafsiran, tidak melulu kita hanya bergantung pada satu sumber. di situlah pentingnya LOGIKA. dimana kita sendiri dapat menilai benar salahnya sebuah tafsiran seseorang. ya nggak ?

  15. 15 erander 4 March 2008 at 18:21

    Nyonya 046
    apalagi kamu sudah melupakan kewajiban utamamu sebagai suami dari seorang istri!

    *ngakak habis*😆 🙄

    Iya, ikam tuh dah lawas kadak nulis lagi .. masih sibuk kah?? Diksar?? atau main football manager hehehe ?? sampe menelantarkan kewajiban ikam hahahah😆

    Kaya’nya .. postingan ikam mirip-mirip dengan postingan ulunyang baru .. http://erander.wordpress.com/2008/03/03/ketika-jiwa-tanpa-raga/ … kalo Farid ngebahas iman dan logika, abang ngebahas jiwa dan raga hehehe .. bukan kah iman adanya di jiwa dan logika adanya di otak (raga) hehehe

    *toast dulu*

  16. 16 extremusmilitis 4 March 2008 at 18:39

    kalau aku tidak pernah mem-percaya-kan apa fungsi Tuhan bro, aku lebih ber-minat pada pemikiran, apa fungsi-ku buat Tuhan. Aku percaya dia lebih dari aku percaya kalau dunia ini tidak begitu saja ada😉

  17. 17 gempur 4 March 2008 at 19:35

    Mumet.. njelimet… bukan maqom saya.. tapi argumennya saya suka.. semuanya.. hehehehe…

  18. 18 Faubell 4 March 2008 at 20:19

    Mungkin definisi yang lebih cocok :

    * NAFSU, tanpa logika = Brutality
    * Logika, tanpa NAFSU = Madness

  19. 19 Ist 4 March 2008 at 21:35

    Bingung? Istikharah dulu…😉

  20. 20 cK 4 March 2008 at 22:00

    duh…otak saya terlalu pusing untuk menulis komen berat. saya cuma bantu doa aja semoga ada komen yang mencerahkan buatmu..:mrgreen:

  21. 21 abuabu 4 March 2008 at 22:45

    Iman itu ada 3 tingkat

    1. Iman Taqlid atau Iman ikut ikutan.
    2. Iman Ilmu Iman, seseorang ber iman dengan memahami dalil dalil.
    3. Iman Yakin, ini level Iman tertinggi dimana seseorang ber iman dengan keyakinan, setelah melalui proses pendidikan (tarbiyatul Iman), disini tak lagi diperlukan Logika, seperti ketika Nabi Ibrahim akan dibakar oleh Raja Namrud, kepasrahan, tawakal.

  22. 22 koffee 4 March 2008 at 23:52

    logika itu akan muncul kalau kita beriman dengan baik.

    sementara logika yang di dasari tanpa iman hanya akan memunculkan ke-egoisan semata yang berakibat pada apa yg kamu bilang, madness.

    sementara yg kamu bilang yg membabi-buta, fanatisme karena hanya iman, itu bukan lah iman, sebenarnya itu adalah suatu logika yg dia buat berdasarkan sifat manusia yg serba terburu-buru.

    ok.

    sains. tidak hanya ada di logika. sains ada di dalam iman. iman kpd agama, karena saya islam, saya contoh dalam islam jika saya beriman dalam islam, saya akan menemukan byk sains di dalamnya. nasihat agama ttg madu, susu, lalat, penciptaan bumi dll, itu adalah sains yg byk di temukan kebenarannya oleh para ilmuwan abad ini dgn alat yg canggih.

    >ok. kita lihat, itulah maksud saya kenapa iman juga melahirkan logika.

    dan juga ada byk logika ttg kehidupan ini yg justru “sebenarnya” ada dalam iman.

    >waw. sebenernya byk yg pengen saya utarakan, tapi segini dulu.

    >kesimpulan saya pribadi, sesuai yg saya pelajari, yg tentunya semoga akan terus berkembang,

    bahwa, iman yg “sesungguhny” tidak memerlukan logika seperti yg kamu maksud, karena jika kita beriman yg “sesungguhnya” maka logika itu akan datang dengan sendirinya.

    jadi kata-kata “iman tanpa logika..” itu menurut saya kurang pas,

    pelajari iman dengan baik, karena logika ada di dalamnya, tidak usah mencari logika di luar iman, karena logika diluar iman justru “klo kita mau liat dan rasakan dengan baik” semua itu ada di -logika yg muncul bersamaan di saat kita mau mempelajari iman itu sendiri.

    >> apakah kamu percaya Tuhan? ya saya percaya.
    >>Lalu apa fungsi Tuhan? menjadikan saya beriman kepadaNya dan yang membuat saya menemukan byk logika dalam menjalani hidup.

    wallahu’alam

  23. 23 zal 5 March 2008 at 14:12

    ::iman dan logika, 2 hal yang sebaiknya bermula dari satu hal yaitu berfikir…

  24. 24 Nazieb 5 March 2008 at 15:53

    Buat apa tidak percaya Tuhan kalau tujuannya hanya ingin jadi Tuhan?

    Saya percaya Tuhan ada, makanya saya ingin menggulingkanNya dari singgasanaNya
    😈

  25. 25 stey 5 March 2008 at 17:47

    Saya percaya Tuhan..saya juga percaya logika dan kemampuan berpikir saya..jadi..
    tuh kan saya bingung mo komen apa..

  26. 26 thebodors 5 March 2008 at 17:56

    lantas ciri ciri orng beriman itu sendiri apa sih?
    yg saya tahu sih org beriman itu selalu ada di mesjid, sibuk mempelajari Al-Quran, beribadah

    keasyikan main Football Manager 2008. Berhubung Sabtu sampai hari ini tadi (02-03-2008) saya camping semalaman bareng rekan rekan dan junior junior

    apakah ini juga ciri org beriman dengan logika?

  27. 27 Mr. Fortynine 7 March 2008 at 23:04

    @joyo: Yang satu itu maksudnya yang mana Pak?

    @qzink666: Mungkin dengan logika dan perasaan anda anda akan meraih iman?

    @indra1082: Bisa juga…

    @Edwison Setya: Salam kenal juga. Mungkin yang belum masuk logika salah satunya adalah bagaimana bentuk Tuhan.. Karena belum pernah liat Tuhan selama hidup. Atau sudah pernah liat Tuhan?

    @Guh: Sudah tingkat terendah, ngotot pula… he he he… Serius di salah satu antara iman atau logika? Apa ga dua duanya diseriusin sekalian Pak? Gimana?

    @abdulsomad: Berarti orang Islam itu orang gila ya Pak? Soalnya ga pernah atau ga mau pakai logika. Atau orang islam yang tidak gila cuma yang mau memakai logikanya untuk berbarengan bersama iman?

    @Pyrrho:

    Tapi, saya tidak setuju kalau Keimanan tidak membutuhkan Logika. Keimanan, apapun itu, selalu membutuhkan kajian, tafsiran, pendalaman, dan apapun yang berusaha menegaskan keimanannya dalam batas-batas tertentu. Jadi keimanan tanpa logika bukan saja bisa brutal (kalau ditarik pada pengertian taklid buta) tapi juga bisa berarti kebodohan.

    Itulah Om, orang beriman tidak seharusnya menjadi bodoh dan brutal.

    Tapi Logika tanpa Iman bisa jadi adalah sebuah kenyataan, jikalau iman selalu diartikan sebagai agama. Tapi kalau iman diartikan sebagai kepercayaan atau sesuatu yang berada diluar diri kita yang menyentuh sisi lain selain logika dan akal-nalar kita, maka bisa jadi logika tanpa “iman” adalah sebuah “kegilaan”.

    Maksud saya juga hampir mirip seperti itu, terima kasih atas tambahannya Om…

    @ulan: Filosofi apa itu?

    @RETORIKA-1000DS: Dan… mengalahkan Milan 2-0, Betul?

    Maksudnya, dalam melakukan penafsiran, tidak melulu kita hanya bergantung pada satu sumber. di situlah pentingnya LOGIKA. dimana kita sendiri dapat menilai benar salahnya sebuah tafsiran seseorang. ya nggak ?

    Setuju!

    @erander: “Tosss”. Mudahan ulun sampat bejalanan ke blog pian, solanya jarang onlen nah….

    @extremusmilitis: Baiklah Pak… Saya terima komentar anda dengan baik sebagai bahan logika dan keimanan saya selanjutnya…😀

    @gempur: Terima kasih

    @Faubell: Terima kasih atas masukannya

    @cK: Saya juga bantu doa semoga Ibu lekas dapat jodoh yang berbentuk laki laki….

    @abuabu: Kalau begitu anda sudah sampai yang mana? Kalau tingkat tiga berarti sudah siap dibakar?

    @koffee: Terima kasih tambahan anda. Kesimpulan yang bisa saya tarik: Pakai iman… akan dapat iman plus logikanya. Betul?

    @zal: *Mulai berfikir…*

    @Nazieb: Silakan mulai usaha anda untuk menggulingkan tuhan. Kalau sudah berhasil beritahu saya ya…

    @thebodors: Antosalafy asli? Itukan definisi versi islam.. sementara definisi versi lain kan banyak. Yang agamanya game, rajin main game adalah orang beriman dan berlogika. karena dengan rajin main game, imannya terhadap game itu akan bertambah, dan logikanya akan terus jalan.

  28. 28 Ersis W. Abbas 9 March 2008 at 10:54

    Makin asyik dan mendalam aja nich tulisan kawal … xie xie

  29. 29 Shinte Galeshka 10 March 2008 at 11:39

    Fungsi Tuhan itu karena manusia takut mati. Manusia takut mati karena kematian itu adalah the ‘great unknown’ jadi manusia butuh suatu bentuk rasionalisasi terhadap ketakutannya itu. Maka dibuatlah Tuhan, surga dan neraka supaya manusia punya reason for his existence.
    Kira-kira gitu deh

  30. 30 abdulsomad 10 March 2008 at 14:10

    Assalamualaikum..
    Lalu Khalid bin Walid r.a. dengan 60 org tentara muslim melawan 60.000 tentara bayaran rumawi ini dianggap gila? dianggap tanpa logika? apa dianggap brutal?

  31. 31 zal 10 March 2008 at 14:41

    ::abdulsomad, wa’alaikum salaam,
    wak dul, jika Rasulullah pada saat akan memulakan puasa Ramadhan, seusai perang badar mengatakan ada perang yang lebih besar … jika “perumpamaan ada perang yang lebih besar” itu tidak dimulakan dengan pengalaman perang ummat, apakah ada pengetahuan pada ummat apa yg dimaksud dengan “perang”
    jika pada waktu itu “bala tentara terlihat banyak” karena Allah tambahkan…, apakah tidak sama kemungkinan Allah tambahkan pada tentara Rumawi yg juga pasti Allah yg menciptakannya kan…
    jika nyamuk, atau yg lebih kecil adalah “perumpamaan”, apa yg besar seperti kita-kita ini engga boleh jadi perumpamaan…, sedangkan dimasukkan malam pada siang, dan siang pada malam.\, adalah perumpamaan kan wak…??

  32. 32 Mr. Fortynine 12 March 2008 at 22:41

    @abdulsomad: Satu orang Rambo juga bisa ngalahin satu kota plus polisinya. Dan yang jelas Rambonya pakai logika. Bukan pakai iman.

  33. 33 abdulsomad 13 March 2008 at 13:39

    Mr. Fortynine
    sayang sekali, sekolah tinggi tinggi, logika nya mantap..
    Tapi suka di bohongi sama Rambo
    Rambo itu cerita bohong dek…, cerita org kafir yg bermimpi jadi pahlawan..
    Sementara Kisah Khalid bin Walid r.a adalah kisah nyata, kisah seorang pejuang islam, Pejuang yg membela Agama yg kamu anut sekarang ini.

  34. 34 MAS 13 March 2008 at 13:58

    mau tahu tentang iman yang benar menurut ALLOH & Rosul-NYA,
    kunjungi saja http://www.alislamu.com/

  35. 35 Fortynine 14 March 2008 at 22:31

    abdulsomad: Saya tau kok Rambo itu bohong. Tapi kejadiannya bisa saja terjadi. Kalau pakai logika… He he he

  36. 36 zal 15 March 2008 at 09:17

    ::wak abdulsomad, memang wak..049, engga pernah nonton tuh..dan engga tau kalo film itu bo’ongan…:mrgreen:

    kalau pertanyaan saya gimana wak…, engga nyambung ya… ???,

  37. 37 secondprince 15 March 2008 at 15:30

    Pertanyaannya Apa guna atau fungsi Tuhan?, iya kan
    Jawabannya saya nggak tahu Mas
    *alah afa nih*

  38. 38 Mr. Fortynine 15 March 2008 at 21:32

    zal: Saya emang ga pernah nonton Rambo. Soalnya bikinan orang kafir. Halom!😀

    @secondprince: He he.. terima kasih atas komentarnya…

  39. 39 vcrack 15 March 2008 at 23:03

    klo saia niru kata-kata dari simbah Einstein sahaja

    “Knowledge without religion is blind, religion without knowledge is lame.. ”

    btw, salam kenal..

  40. 40 Mr. Fortynine 16 March 2008 at 18:13

    Salam kenal juga. Terima kasih atas masukannya

  41. 41 Charles 17 March 2008 at 20:54

    Kalo menurut saya, Tuhan itu lebih tinggi dari logika manusia (logika manusia tidak bisa memahami Tuhan, lah namanya juga mesinnya kalah canggih, hehe). Untuk itulah manusia harus beriman. Gimana dengan logikanya? Hanya sebatas yang diberikan oleh Tuhan saja yang bisa manusia ketahui…😀

  42. 42 budhyarman Mandola 16 April 2008 at 18:55

    menurut aq, akal dan logika harus dipisahkan pemahamannya, agar tidak terjadi semacam kesalahan arti. Menurut saya Akal adalah nikmat besar yang Allah titipkan dalam jasmani manusia. Nikmat yang bisa disebut hadiah ini menunjukkan akan kekuasaan Allah yang sangat menakjubkan. sedangkan Logika adalah kaidah-kaidah berfikir. Subyeknya akal-akal rasional. Obyeknya adalah proposisi bahasa


  1. 1 Iman tidak selalu dengan Logika « wak AbduLSomad Trackback on 4 March 2008 at 17:27
  2. 2 Gadiza Fauzi, Logika, dan Iman « f e r t o b Trackback on 10 March 2008 at 03:34
  3. 3 Kapan Iman memerlukan Logika? — (Part satoe..) « wak AbduLSomad Trackback on 11 March 2008 at 12:52
  4. 4 Orang Ber — IMAN « wak AbduLSomad Trackback on 22 March 2008 at 22:48

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Twitter

  • Laporan kepada @pln_123 , hari ini sdh terjadi pemutusan aliran listrik untuk kesekian kalinya di Banjarbaru dengan durasi yg cukup panjang 3 days ago

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: