Lama tidak menulis nih. Gara gara keasyikan main Football Manager 2008. Berhubung Sabtu sampai hari ini tadi (02-03-2008) saya camping semalaman bareng rekan rekan dan junior junior di IMPAS-B, dan bercakap cakap, timbul lagi inspirasi buat di tulis.

Sebenarnya selalu banyak inspirasi buat saya, hanya saja saya malas menuangkannya melalui keyboard. Entah kenapa kali ini saya berfikir bahwasanya hal yang satu ini selalu saja menarik dan sangat perlu untuk dituangkan melalui keyboard untuk kemudian ditampilkan ke weblog.

Seperti biasa, jikalau camping bersama sama dengan sesama anggota IMPAS-B, selalu ada session olahraga otak dari Abang terganteng dan tergagah sejagat IMPAS-B. Kali ini korbannya adalah peserta dari hasil Latihan Dasar kemaren. Dikala fajar, pertanyaan favorit sayapun terlontar: “Apakah kamu percaya Tuhan?”. Kalau iya, lalu pertanyaan selanjutnya adalah: “Apakah kegunaan/fungsi Tuhan?”. Dan pertanyaan ini didahului dengan pertanyaan dari junior saya: “Agamanya Abang apa?”. 😀

Okelah, mungkin banyak orang Indonesia atawa mahasiswa di negara pengobral hutan ini yang masih belum siap dengan pertanyaan semacam itu sehingga langsung jump to conclusion: “Mempertanyakan keimanan seseorang”. Atau mungkin itu memang budaya relijius ketimur tengahan ketimuran khas Arab Indonesia?

It’s okay, saya jawab pertanyaan dia, lalu melanjutkan dengan “jawaban kamu?”. Salah seorang anggota lain juga saya berikan pertanyaan yang sama. Sementara anggota lain yang terdahulu bilang “itu memang kebiasaan Bang Farid. Bikin pusing adik adiknya dengan pertanyaan menyesatkan”. He he he.

Saya jawab ini adalah usaha sinkronisasi antara iman dan logika. Karena…..

  • Iman, tanpa logika = Brutality
  • Logika, tanpa iman = Madness

Orang yang modalnya cuma iman. Hasilnya adalah fanatisme buta, membungkus nafsu binatang dalam diri dengan pembenaran agama, hadis/ucapan pemuka agama/orang yang dianggap suci dan disakralkan, berikut ayat ayat kutipan dari kitab suci. Mencaci, menghujat, mengkafirkan. Hingga membantai sesama manusia dengan alasan agama demi mengejar janji surga.

Manusia yang cuma pakai logika adalah orang gila. Kerjanya hanya memikirkan dan mencari jawaban berbau sains atau mungkin filosofis realistis, tanpa menyadari adanya kekuatan yang hakiki. Tanpa mau tahu bahwasanya ada suatu kesempurnaan diatas batas logika yang kerap kali disebut sebagai yang serba Maha… Sehingga kerapkali, minimal menuju pemikiran logis yang menganggap bahwasanya dirinya adalah sang serba Maha tadi.

Jadi, buat apa percaya Tuhan tanpa tahu fungsinya? Buat apa tidak percaya Tuhan kalau tujuannya hanya ingin jadi Tuhan? Bagaimana menurut anda??…..

Oh ya, saya percaya para blogger dan calon komentator adalah orang orang beriman dan berlogika yang jauh lebih tinggi daripada saya. Dengan kata lain: lebih relijius serta lebih cerdas dan pandai ketimbang saya.

Sehingga, jikalau anda punya jawaban/pendapat yang lebih yahud dan realistis atau lebih relijius maupun tendensius ketimbang saya, mohon bantuannya. Sekalian saya mohon maaf kalau tidak bisa menjawab apa yang akan anda pertanyakan, karena saya cuma blogger berstatus manusia, bukan Tuhan….