Rianti,Paspor, dan Kebodohan Bangsa

Ketika menyaksikan acara infotaintment saya sangat terkejut dengan pemberitaan: Rianti Cartwright, salah satu aktris pemeran film Ayat Ayat Cinta yang laku keras itu ternyata masih berstatus Warga Negara Asing, tepatnya warga negara Inggris. Padahal diusianya yang sudah mencapai 24 tahun lebih sekian bulan itu dirinya selalu berada di negara Indonesia

Apakah karena bapaknya yang bule atau ibunya hingga engkongnya yang Tinghoa sehingga WNI adalah hal yang haram? Apakah kalau bukan orang jawa, orang sumatra, orang sulawesi atau orang irian tidak boleh jadi warga negara Indonesia?

Inilah contoh kebodohan negara ini. Atau mungkin lambang kecerdasan plus konsistensi dari para pencari uang yang memanfaatkan pengurusan paspor dari para anak bule dan warga keturunan?

Apa susahnya memberikan kewarganegaraan ganda? Dengan demikian sejak dulu kita bisa mengambil Giovanni van Bronckhorst atau John Heitinga sebagai pemain tim nasional Indonesia meskipun mereka tidak pernah tinggal di Indonesia, hanya memiliki garis keturunan Indonesia. Seorang Pavel Nedved saja sampai sampai dicarikan silsilah Italianya oleh bekas klubnya Lazio guna menjadikan statusnya sebagai warga negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Dengan peraturan bodoh dari negara ini, di tahun 2025 kelak, seorang Arif Kurniawan junior, ketika menjadi pesepakbola kelas dunia bakalan memilih untuk membela timnas ibunya ketimbang timnas bapaknya. Soalnya, kalau dia memilih untuk menjadi WNI, dia tidak bisa mendapatkan paspor negara ibunya, dengan demikian Arif Kurniawan Junior akan menjadi pemain asing di klub Eropa yang dibelanya. Hal ini juga akan merepotkan dirinya dalam bepergian keliling Eropa kalau harus terus mengusung paspor Indonesia.

Semoga saja negara ini bisa memikirkan lagi peraturan dungu yang dampaknya kemana mana bukan hanya olahraga itu. Sekian sok tahu hari ini. Semoga Bang Arif Kurniawan beserta keluarga bersedia memaafkan saya yang sudah mencatut nama beliau dan keluarga kedalam postingan.

About these ads

14 Responses to “Rianti,Paspor, dan Kebodohan Bangsa”


  1. 1 danalingga 23 March 2008 at 12:39

    Saya juga heran apa sih sebenarnya alasan bahwa Indonesia tidak mengenal 2 kewarganegaraan. Padahal kan asyik-asyik aja tuh.

  2. 2 Mr. Fortynine 23 March 2008 at 17:02

    Nda tau juga Mas… Emang negara yang aneh..

  3. 3 Nyonya Farid 23 March 2008 at 21:30

    sayang? jadi bikin negara baru? aku ikut kamu aja deh… :D

    biar anak kita nanti ndak bernasip kayak Rianti :D

  4. 4 joesatch yang legendaris 23 March 2008 at 21:37

    memang susah negara ini…padahal saya besok juga mau dicariin paspor uni eropa sama liverpool, biar gampang main disono

  5. 5 chiw 23 March 2008 at 23:49

    #Joesatch yang sama sekali ndak lejendaris
    mau dijadiin Anak bola ya Mas?

  6. 6 Pyrrho 24 March 2008 at 02:38

    Saya sendiri nggak tau kenapa kita tidak mengenal dwi-kewarganegaraan. Setahu saya, banyak juga negara yang menganut kewarganegaraan tunggal.

    Atau kita tanya pada Ahlinya ?

    *seret si Gunawan* :mrgreen:

  7. 7 RETORIKA 24 March 2008 at 04:46

    banyak teman saia semasa college hingga kini yang bapaknya bule, ibunya wong jowo sampai sekarang belum mendapatkan WNI. Padahal mereka lahir di indonesia, tinggal di indonesia.

    bahkan satu sahabat terdekat saia baru mendapatkan wni nya setelah berumur 21 satu tahun itu pun dengan sogok sana-sini :(

    yang lucu para “Indo” tersebut ketika ditanya : enakan tinggal di Melb, paris, london, kabul atau jakarta mereka sontak menyebut : JAKARTA!

    yang lebih bikin saia kagum, tidak seperti orang indonesia yang sok ke Arab2an atau ke bule2an saat ditanya oleh bule tulen/ berada di luar negri mengenai asal usul dan negaranya mereka sontak menyebut : Saia orang Indonesia dari Indonesia :-D

    nah, Lucu kan ?

  8. 8 gazalba 24 March 2008 at 10:16

    Seseorang yang menjadi warga negara di mana pun ia tidak akan lepas dari hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
    Demikian pula seseorang dalam status dwi-kewarganegaraan (DK), ada hak dan kewajiban juga yang harus dipenuhi. Bahkan dalam kondisi DK orang menjadi punya double hak dan kewajiban.
    Soal hak yang Double tentunya sesuatu yang menyenangkan. Misalnya ada orang yang berstatus DK di dua negara yang menggratiskan biaya pendidikan, wah itu jelas keuntungan yang amat menarik.
    Sedangkan siapa yang mau menanggung double kewajiban. misalnya saja bayar pajak ganda, atau harus ikut wajib militer dan sebagainya.
    Kemudian juga harus dipertimbangkan terjadinya penyalahgunaan DK dalam kejahatan ekonomi, politik, hukum, dan keamanan (terlebih menyangkut perkara transnasional).
    Terakhir
    Baik; prinsip ius soli, prinsip ius sanguinis, serta DK tak akan lepas dari kekurangan dan kelebihan.
    Mungkin yang paling tidak enak hanyalah stateless (orang tanpa kewarganegaraan).

  9. 9 erander 24 March 2008 at 11:27

    Kalo KTP ganda gimana Rid?? .. boleh ga ya??

    *serius mode : ON*

    Sudah baca Undang-Udang No 12 tahun 2006 tentang kewarganegaraan belum?? .. abang juga belum heheheh :oops:

  10. 10 dobelden 24 March 2008 at 12:05

    jadi poligami kewarganegaraan asik juga yaks :D

    ahh bisa2 artis2 yg enak dipandang ituh bakal kembali ke negara londonya disono :|

  11. 11 cK 24 March 2008 at 12:52

    enakan warga negara inggris. kalo mo balik ke kampung halaman gampang…

    *berasa jadi orang inggris*

  12. 12 Mr. Fortynine 24 March 2008 at 23:39

    @Nyonya Farid: Jadi. Ikut? Tentu saja boleh

    @joesatch yang legendaris: Bagus Joe. Rencananya Paspor apa? Paspor Prancis? Gimana kalau sekalian aja jadi warga negara lain? Setuju?

    @Pyrrho: Supaya bela negaranya lebih maksimal mungkin Bang. Jadinya hanya ada satu kewarganegaraan

    @RETORIKA: Yang lain itu bayar sogokannya mungkin kurang Pak. Makanya belum bisa jadi WNI.

    Kok bisa menyatakan lebih suka Djakarta?

    yang lebih bikin saia kagum, tidak seperti orang indonesia yang sok ke Arab2an atau ke bule2an saat ditanya oleh bule tulen/ berada di luar negri mengenai asal usul dan negaranya mereka sontak menyebut : Saia orang Indonesia dari Indonesia :-D

    *Ikutan ngakak*

    @gazalba: Kalau dalam sepakbola. Setau saya hanya untuk menghindari status warga negara non Uni Eropa. Entahlah kalau status kenegaraannya untuk tujuan lain seperti untuk buka usaha.

    Stateless… Saya juga memimpikannya tuh.

    @erander: Saya juga belum baca Bang. Kalau KTP, kayanya masih gampang, asal ‘administrasinya’ mencukupi persyaratan

    @dobelden: Ancamannnya selama ini memang deportasi bukan?

    @cK: He he… Maunya jadi warga negara Inggris ya?

  13. 13 pikoakira 16 May 2008 at 13:58

    Pegawai Departemen Imigrasi kan pengen juga masuk tivi, masak cuma artis-artis indo saja yang disorot tivi melulu. Kita kan ga pernah tahu sebenarnya ada part yang dipotong ama tivi, setiap mereka diwawancarai, yakni ucapan “Mom, I’m on teve” :)

  14. 14 cyntia 3 April 2009 at 17:23

    huh mang aneh..


Comments are currently closed.



Monthly Archives

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 166 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 166 other followers

Twitter

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: