Pesimis Terhadap Agama

Susah juga rasanya, setelah sekian waktu absent mengetik maka dikala jemari ini mulai diajak untuk mengetik lagi jadi serasa kaku dan kelu. *bombasme mode*. Baiklah pemirsa sekalian, berhubung ini hari Jum’at sekalian juga hari libur yang berbarengan. Mungkin tidak ada salahnya jikalau saya menulis tentang agama.

Sebelumnya mari berprasangka terlebih dahulu. Hari Kamis kemaren adalah hari yang dikatakan diperingati sebagai hari lahirnya seorang nabi yang menurut umat Islam adalah nabi terakhir alias hari Maulid Nabi Muhammad. Sementara hari ini, hari Jum’at adalah harinya umat Kristiani. Mereka sedang merayakan Paskah. Sementara di kalender tertulis sebagai Peringatan wafatnya Yesus Kristus. CMIIW.

Ada apakah ini? Setelah nabinya umat Islam lahir maka Tuhannya atau nabinya oang orang Kristiani wafat. Kalau hanya melihat kalender, tentu kita bisa berkata bahwasanya ini hanyalah kebetulan, karena sistem yang dipakai berbeda. Umat Islam memakai penanggalan bulan sementara umat Kristiani memakai sistem penanggalan matahari.

Ya, bisa jadi hanya kebetulan. Bisa juga sebuah rekayasa dari Yahudi, kaum yang terdahulu ketimbang kaum Muslimin dan kaum Kristiani 😛. Maklum, mereka kaum Yahudi kan sangat memusuhi umat Kristiani dan umat Muslim. Ah, kalau yang itu hanyalah prasangka buruk dan tidak beralasan sahaja.

Yang sebenarnya ingin saya tuliskan adalah mengenai agama, dalam hal ini mungkin secara spesifik: Islam. Kalau Bung Fertobhades alias Pyhrro menuliskan tentang Ke-Sinis-an Terhadap Agama. Maka saya ingin menuliskan tentang: Pesimis Terhadap Agama. Tulisannya mungkin tendensius dan tidak berdasarkan, serta terlalu terpaku pada satu agama saja. Maklum, sampai sekarang kolom agama di KTP saya masih berisi Islam. Jadi sedikit banyaknya, pengetahuan agama saya memang terpatok pada kesesuaian dengan kolom agama di KTP.

Sampai saat ini, melihat perkembangan, tata cara ibadah, hingga ritual ritual aneh dan tak berguna dari umat Muslim, adalah wajar jikalau banyak yang pesimis terhadap umat beragama terbesar kedua di jagat ini.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa saya merasa pesimis terhadap Islam. Beberapa alasan ini nampaknya dirasakan pula oleh Muslim lain. Atau mungkin cuma saya sendiri yang memang sebagai manusia terlalu banyak bertanya dan mengkritik.

1. Syahadat ternyata tidak menjamin apa apa. Khususnya di dunia.

Bayangkan jika anda adalah seorang atheis yang berprofesi menjadi pekerja kasar dengan upah harian yang jauh dari cukup guna menghidupi diri sendiri. Kemudian anda diislamkan oleh seorang pemuka agama Islam dimana tentunya syarat utamanya adalah pengucapan kalimat syahadat.

Apa yang anda dapatkan? Apakah lantas kehidupan anda beberapa tahun kemudian, atau yang mungkin lebih dramatis lagi, beberapa bulan kemudian tiba tiba saja anda bisa menjadi juragan sebuah proyek pembangunan gedung bertingkat? Nampaknya tidak, kecuali anda memang sangat beruntung, atau sangat cerdas, bisa juga sangat licik. Yang jelas semuanya butuh logika dan tentunya usaha yang dibumbui oleh satu hal yang tidak pernah tertinggal dalam setiap daya upaya: “Luck”. Itu yang pasti dibutuhkan. Bukan sebatas pernyataan keimanan dan keislaman semata.

Ibadah itu bukan untuk duniawi. Ada surga indah penuh bidadari yang menunggu orang orang beriman dan rajin beribadah. Begitulah encouragement yang sering didengungkan oleh pemuka agama. Ada yang menyebutnya sebagai calo surga karena kerjaannya hanya obral janji janji surga.

Bagi saya, kehidupan sekarang sudah berubah menjadi suatu usaha menghadapi kenyataan yang bisa diprediksi, bukan hanya soal obral janji yang masih belum pasti. Misalnya:

Kalau saya seorang bertitel professor, maka bisa diramalkan atau katakanlah diprediksikan bahwasanya saya akan mudah mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang lumayan, atau mungkin katakanlah lebih dari cukup. Sementara itu, kalau saya adalah seorang lulusan sekolah dasar atau sekolah menengah, tidak sukar memperkirakan apa yang bisa menjadi ladang pekerjaan buat orang orang semacam itu.

Sementara itu, kalau saya orang Islam, saya tidak tahu apakah saya akan masuk surga ataukah menuju neraka ketika Kiamat datang. Bahkan kapan saya mati dan kapan kiamat itu sendiri tidak da yang tahu.

Misalkan saya bertanya kepada ulama yang agak gaul dan tidak berpendirian keras, maka jawaban yang akan diberikan: Setiap orang yang matinya dalam keadaan percaya Allah, maka sekecil apapun imannya kelak diapun akan merasakan nikmatnya surga. Sementara untuk urusan mati dan datangnya hari Kiamat. Tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa memperkirakan kapan datangnya kematian dan hari Kiamat.

Sedangkan jikalau saya datang dan bertanya kepada kaum berjenggot haluan keras, dapat dipastikan bahwa surga hanya diisi oleh manusia manusia bercadar, berjubah selebar kuping gajah, memiliki jidat dengan totol hitam membiru, berpakaian gamis khas padang pasir timur tengah, dan tentu saja Arab wannabe dengan janggut lebatnya. Mereka akan mengatakan bahwasanya surga itu akan dihuni oleh orang orang yang menjalankan Syariat Islam! No matter what it takes, Make Sharia for the rules of the world! Dan kebetulan sudah sejak lama saya agak pesimis dengan kaum yang macam begini. Kaum yang kehilangan toleransinya. Kaum yang egois karena mengklaim surga sebagai milik kelompok tertentu.

Juga ada satu hal lagi, tidak ada satupun dari mereka yang bisa memperkaya harta duniawi saya. Karena bisanya mereka juga bukan orang yang super kaya alias milyuner yang siap memberikan atau melimpahkan hartanya buat saya. Padahal saya datang sebagai sesama Muslim yang katanya saudara mereka. Kalau saya datang kepada mereka untuk minta duit atau minta pekerjaan? Prediksi saya adalah ceramah dan nasihat yang akan diberikan kepada saya.

2. Kebanyakan ibadah hanya membuang buang waktu.

Hari ini, hari Jum’at, umat Islam akan membuang buang waktunya untuk urusan surgawi. Mulai dari sholat Jum’at yang tentunya diiringi khotbah membosankan dan tidak bermutu, plus mantra mantra lain yang sampai sekarangpun saya tidak tahu gunanya apa.

Saya sudah sering pernah ikut berdoa, saya juga sudah sering ikut Jum’atan, tahlilan, yasinan bahkan pernah juga ikut acara haulan buat tokoh tokoh Islam lokal yang sudah modar. Entah kenapa sampai sekarang saya belum juga jadi orang kaya. Sampai sekarang Kalimantan juga belum merdeka dari diskriminasi oleh pemerintah pusat. Sampai sekarang kehidupan bangsa ini belum maju. Masih ada kelaparan, dan kebodohan.

Berpanjang panjang saat wirid, komat kamit merapal berbagai bacaan berbahasa arab ketika menanti waktu adzan subuh juga ternyata tidak bisa memberikan perubahan positif hingga perubahan dramatis kepada kecerdasan dan kekayaan bangsa ini. Berbagai acara ceramah dan penyegaran rohani juga tidak bisa membuat negara ini bebas korupsi dan bebas kemiskinan.

Contoh lain adalah: Ketika saya adalah seorang pekerja paruh waktu yang bekerja sambil kuliah. Karena itu saya mengambil jam kerja siang atau malam, sedangkan paginya saya kuliah. Setiap harinya ketika bekerja saya harus berangkat dengan cara menumpang dengan teman saya yang memiliki motor.

Nah disinilah masalah mulai muncul. Teman saya adalah seorang yang sangat religius, sehingga jikalau dia sholat Dzuhur bisa memakan waktu 10 menit lebih. Belum lagi pra sholat yang dilakukannya yaitu mandi, berwudlu dan tentu saja memasang pakaian gamis khas arab.

Berhubung teman saya ini melakukannya setiap hari, dan setiap bekerja saya harus numpang dia karena tempat kerja yang sama, maka tidak mengherankan jikalau kami sering terlambat masuk kerja. Belum lagi sumpah serapah yang tak terasa keluar dari mulut saya kepada teman yang menyebabkan seringnya terlambat.

Berangkat sendiri menggunakan angkutan umum. Meninggalkan teman yang lelet dan lemot tadi? Apa perasannya? Anda sendiri, bagaimana perasaan anda ketika anda sudah janjian untuk berangkat bersama, anda sudah buang buang waktu, tenaga dan bahan bakar untuk menjemput teman ternyata malah ditinggalkan, atau dapat SMS: “Aku duluan yaa”. Apakah itu tidak menyakiti hatinya dan perasaannya? Apakah itu adalah hubungan baik kepada sesama manusia?

3. Persaudaraan yang ternyata hanya di bibir saja.

Sesama Muslim adalah saudara. Itulah yang sering digadang gadangkan oleh umat Muslim. Sekarang buktinya? Kenapa cukong cukong minyak di negara negara tukang perkosa dan tukang lecehkan TKI itu lebih sibuk koleksi istri, umbar nafsu hamburkan uang ketimbang membantu Muslim Somalia?

Kurang apa duit para jenggoters jazirah arab untuk beli pesawat tempur paling canggih lalu mengebom Israel sampai luluh lantak sehingga warga Muslim Palestina bisa hidup dengan tenang, merdeka dari ancaman kaum Zionis Yahudi?

Kalau memang Amerika yang disetir Yahudi itu tidak mau menjual teknologinya kepada negara negara kaya jazirah arab, bukankah masih ada negara merah yang punya teknologi tidak kalah canggihnya. Atau pergi ke timur dimana ras kuning makin merajai Asia dan kini bakalan menyaingi Amerika dalam menyetir ekonomi dunia.

Masa negara negara Muslim dan mayoritas penduduknya Muslim tidak bisa membuat sekolah yang bertaraf internasional bermutu super canggih guna menghasilkan ilmuan ilmuan cerdas guna menyaingi ilmuan ilmuan dari negara negara yang katanya kafir?

Dalam hal yang lebih kecil: Apakah kaum Muhammadiyah itu bukan sudaranya kaum Nahdatul Ulama? Sehingga ketika misalnya saya, atau anda merayakan Idul Fitri duluan, akan langsung dicap: ‘Dasar Muhammadiyah!’. Apakah karena saya memilih masjid yang adzan Jum’at nya satu kali, kalian yang berpapasan dengan saya langsung bergumam: ‘Orang Muhammadiyah, pasti mau ke mesjidnya Muhammadiyah yang adzan Jum’atnya satu kali saja’.

Apakah begitu perlakuan Muslim kepada sesama Muslim? Apakah demikian anjuran dan ajaran dari Beliau yang kelahirannya banyak dirayakan dalam waktu dekat ini? Apakah pesimisme yang saya paparkan banyak kekeliruan dan kekurangannya? Kalau yang pertanyaan terakhir itu jawabannya jelas: IYA. Namun, saya percaya para pembaca dan calon komentator tentunya memiliki tambahan dan masukan yang akan sangat berfaedah. Betul?

Oh iya, sebenarnya tidaklah bagus kalau hanya bisa pesimis tanpa menyodorkan ide atau mungkin solusi. Inilah dia:

  1. Hentikan penyebaran agama, agama apa saja. Melainkan buktikan bahwasanya semua agama bisa damai dan berdampingan sesuai anjuran pemuka dan panutan agama masing masing. Sehingga manusia bebas memilih agama yang akan menghias kolom agama di KTPnya. Bahkan jikalau memilih untuk tidak beragama, kenapa mesti dilarang? Bukankah itu ruang pribadi?
  2. Hentikan ibadah yang kebanyakan dan berlebihan, bukankah kita hidup di dunia juga harus bekerja? Masih banyak yang perlu kita lakukan untuk mengelola dunia. Untuk memperbaiki negara. Janganlah hanya memikirkan surga untuk pribadi dan golongan, mulailah memberikan sesuatu yang berguna buat alam beserta isinya tentunya termasuk pula berguna untuk manusia lainnya.
  3. Mari tingkatkan toleransi. Bukan hanya antar mahzab, namun tentunya antar golongan. Mari tingkatkan kepedulian sosial kita. Menolong bukan berarti harus melihat ras, suku, warna kulit atau jenis agamanya bukan?

45 Responses to “Pesimis Terhadap Agama”


  1. 1 Nyonya Farid 24 March 2008 at 15:27

    setiap orang mempunyai prioritas sendiri kan Sayang? ya jangan ngejudge hal seperti ini memakan waktu atau sia sia…
    kalo memang menurut kamu itu ndak epektif… yaudah, just dont do that😀. ehehe… ndak fafa kok…

    Aku tunggu tulisannya tentang Optimis terhadap agama ya Mas?😀

    betewe, ini pesimisme terhadap agama atau pesimisme terhadap suatu agama sih?
    eh? atau malah saya mencium adanya sinisme terhadap suatu negeri di timur tengah sana sih?
    😀

  2. 2 syahbal 24 March 2008 at 16:13

    assalamualaikum…..

    saya merasakan bukanlah suatu kepesimisan disini…
    tapi kebencian…
    ya saia merasakannya…

    1. syahadat tidak menghasilkan apa2..khususnya didunia…
    yakin….bener nih…barang kali anda belum beruntung(syahadad hanya dimulut)… tidak dibarengi dengan tindakan…
    2. kebanyakan ibadah hanya membuang waktu…
    ya iyalah…ibadah kayak gtuan yang diomonginnya jg…orng islam jg mengakui coy…emang ibadah kayak gtu ada di Al-quran ata hadist….cari deh…jangan cuma ngejelekin Islam doang…
    3. persaudaraan hanya dibibir saja…
    ini gimana seh…islam ga ngebantu dibilang ga ada persaudaraan…klo ngebantu dibilang ngebantu teroris/pemberontak tuh…lagian apa Rasul mangejarkan cara membuat pedang/baju besi(alat perang)??? g kan… semua peralatan perang di Islam waktu itu dibeli dari Persia(waktu itu belum Muslim)….ya sekarang wajarlah klo beli dari barat…beli dari china…mocin aja gampang rusak…apalagi peralatan perang….

    belajar lagi yuk…saia jg lagi belajar….
    saya sama bodohnya lo dengan anda….bahkan mungkin lebih bodoh…

    maaf klo anda kata2 yang menyinggung…
    sekali lagi maaf…
    wasslam….

  3. 3 daeng limpo 24 March 2008 at 17:20

    saya pikir agama masih ada gunanya….jadi jangan pesimislah…mungkin para pemeluknya saja yang kurang optimal dalam menggali ajaran agamanya masink-masink.

    jika saya yang tidak bisa mengamalkan ajaran agama saia…tentu saia yang salah…bukan mengkambing congekkan agama.

    yah…manusia diberi aturan aza dilanggar…apalagi kalau gak ada aturan…biza runyam

    jadi cool..jaga optimisme

  4. 4 chic 24 March 2008 at 17:26

    aduuuh topiknya berat…
    kalo saya ibadah buat diri sendiri aja deh, yang nilai Yang Kuasa kok bukan orang lain.:mrgreen:

  5. 5 zal 24 March 2008 at 18:33

    ::Bang Farid, ternyata satiremu masih canggih…good, tamparan buat yg tertampar…., tapi kata-kata yayangmu juga ok tuh…😆

  6. 6 kikie 24 March 2008 at 19:29

    @ #2

    kepesimisan atau kebencian ?
    » perasaan atau prasangka buruk?
    trus konklusi atas tanggapan no.3 apa? kok mbulet gini. apa belajar membuat peralatan perang sendiri malah gak boleh karena Rasul tidak mengajarkannya? soal beli ke persia, cina, dll ; memang itu yang saya tangkap dari tulisan ini. di sini lho:

    Kalau memang Amerika yang disetir Yahudi itu tidak mau menjual teknologinya kepada negara negara kaya jazirah arab, bukankah masih ada negara merah yang punya teknologi tidak kalah canggihnya. Atau pergi ke timur dimana ras kuning makin merajai Asia dan kini bakalan menyaingi Amerika dalam menyetir ekonomi dunia.

    tapi saya setuju kalau posting ini lebih mengarah ke pesimis ke suatu agama daripada pesimis ke agama secara keseluruhan. tapi kan sebelumnya juga sudah dijelaskan kalau pengetahuan agama dalam tulisan ini baru cenderung terpatok pada yang tertera di KTP saja.

    ngomong-ngomong pernyataan “manusia ada aturan aja melanggar apalagi ada aturan” juga termasuk pesimisme lho🙂

  7. 7 norie 24 March 2008 at 19:54

    waduh pesimis niyee…
    tuit2..

    Jangan menebar pesimisme dong. Kacian kan dong orang2 yang lagi optimis2 nya. Di negeri yang bencana hilir-mudik, silih berganti ini butuh lho energi besar untuk membangun. Jangan pesimis dong ayo semangat.
    bersama kita bisa (halah.. Kampanyenya SBY-JK banget ya)😀 peace.

  8. 8 Charles 24 March 2008 at 20:27

    Saya lebih menyukai memberikan kesaksian hidup yang baik di tengah saudara-saudara saya, dan memancarkan kasih Allah kepada mereka. Saya tidak akan memaksakan agama, karena agama adalah hak setiap orang. Itu adalah hubungan mereka dengan Allah. Yang bisa saya lakukan hanyalah menunjukkan kasih Allah kepada mereka, agar mereka bisa datang kepada Allah yang sejati…

  9. 9 Mr. Fortynine 24 March 2008 at 23:26

    @Nyonya Farid: Iya, Saya memang ga melakukan apa yang saya ga suka kok. Optimis tentang agama? Nanti deh, nanti saya tulis kalau sudah mood dan menemukan optimisme saya kepada agama.

    ini pesimisme terhadap agama atau pesimisme terhadap suatu agama sih?
    eh? atau malah saya mencium adanya sinisme terhadap suatu negeri di timur tengah sana sih?

    Oh Engga, ini pesimis terhadap para para manusia yang isi kolom agama KTP-nya mayoritas

    @syahbal: Waalaikumsalam. Pesimis dan benci memang tipis kok Pak/Bu. Bukannya sahadat itu diucapkan oleh organ of speech? Trus abis deh..

    Bagus dong kalau mengakui bahwasanya ada ibadah yang cuma buang waktu. Namun manusianya? Penganut agamanya?

    Bantu mengusai media juga boleh kok Pak/Bu. Misalnya mengambil alih monopoli CNN dalam pemberiataan dunia sehingga pasukan jihad bukan dikabarkan sebagai teroris.

    Rusia, Jepang dan Korea juga boleh kok. Belajar? Iya, saya selalu berusaha belajar kok Pak/Bu. Terima kasih atas pembelajaran yang anda berikan kepada saya. Tidak ada singgungan, komentar anda bukan ad hominem toh? Salam kembali.

    @daeng limpo: Optimis, tapi bukan pada agama. Apalagi agama ajaran kuno

    @chic: Komentar yang bagus Bu.

    @zal: Terima kasih atas pujiannya. Jadi malu saya

    @kikie: Wah, komentarnya menujukkan pemahaman yang luas dan akurat

    @norie: Peace juga Pak…

    @Charles: Bagus Pak. Teruskan perjuangan anda dan selamat berjuang

  10. 10 Javanese-script.com 25 March 2008 at 03:08

    Bagaimana kalo anda bikin agama baru,
    Dan kita lihat 15 abad yang akan datang, apakah agama anda akan lebih besar dari agama yang anda sindir di posting ini? (tentu liatnya dari akhirat)

  11. 11 pengamat 25 March 2008 at 07:54

    assalamualaykum
    Masya ALLAH….
    waktu Firaun memproklamirkan diri menjadi TUHAN,
    setan menjadi sangat ketakutan,
    se ingkar ingkar nya setan dia masih tak berani menentang ALLAH

    Tetapi disini ente..???
    berani nya melebihi FIRAUN
    berani menganggap Syahadat tak ada nilai apa apa
    dunia ini masih berdiri tegak karena kalimat
    — LAA ILAA HA ILLALLAAH —
    hati hati mas…
    ini urusan nya sama ALLAH, hati – hati mas…
    masya ALLAH
    saran saya dihapus aja deh…
    bahaya ente.. bener..
    Astaghfirullaah
    Ampuni kami YA Robb
    ampuni kami
    dia tidak mengerti dengan aapa yg dia ucapkan

  12. 12 pengamat 25 March 2008 at 07:57

    siwi bilangin tuh mas nya
    jangan menulis yg beginian
    bahaya
    kalau ga percaya liat aja beberapa minggu ke depan apa yg terjadi pada mas mu
    cepet suruh hapus dan minta ampun sama ALLAH
    Istighfar yang banyak
    bahaya
    bahaya
    bahaya

  13. 13 wantosalafy 25 March 2008 at 08:15

    waduh serem postingannya
    berani nya melebihi FIRAUN
    hati hati OM
    org berani nentang AGAMA
    gak panjang umur, bukan nyumpahin sih
    banyak kenyataan
    mending mosting yg ringan ringan aja deh

  14. 14 erander 25 March 2008 at 12:10

    Ketika membaca postingan mu kali ini .. cukup lama abang termenung dan berpikir. Abang yakin, ada sesuatu dibalik postingan yang kamu tulis. Rasanya, kamu tentu tidak ingin mengingkari tentang kehidupan ini berasal.

    Mungkin .. abang bisa kasih pencerahan seperti ini, yang abang kutip dari Dalai Lama : “Kita bisa hidup tanpa agama dan meditasi tapi kita tidak bisa bertahan hidup tanpa kasih sayang sesama manusia” .. mudah2an bisa menangkap maknanya.

    Boleh saja menjadi atheis sepanjang kehidupan sesama manusia tetap terjaga. Bukankah .. ketika kehidupan manusia dimulai — masa nabi Adam — jangan kan agama Islam, agama lain pun belum ada?? .. apa yang terjadi?? .. apakah manusia hidup saling mengasih dengan kasih sayang?? bagaimana dengan firaun??

    Maka turunlah utusan-utusan Allah secara bertahap. Setiap tahapan .. perilaku menjadi membaik tapi tak lama setelah era nabi itu berlalu, kemudian kambuh lagi maksiatnya. Begitu seterusnya. Sampailah utusan yang terakhir datang.

    Nah .. apakah perilaku saat ini sudah berubah mengingat rentang waktu yang cukup lama?? 14 abad?? .. maka tidak heran muncullah orang yang mengaku sebagai nabi, atau meragukan segala agama untuk menjawab permasalahan hidup saat ini .. Walahuallam.

    Yang pasti, kalau rasa aman, rasa kasih sayang saat ini sudah tidak ada .. memang patut dipertanyakan keislaman kita. Bukan kah kita sudah bersaksi bahwa Allah itu satu dan Muhammad utusannya?? .. harusnya kita tunjukan bahwa Islam adalah agama yang penuh rahmat.

    Bukankah Allah juga berfirman : “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ?” (surah Yunus ayat 99)

    Mudah2an bisa memberikan pencerahan. Abang yakin, kamu sedang dalam pencarian jati diri. Jangan kawatir, abang akan tunjukkan bahwa dengan pemahaman agama yang benar, kita pasti merasa damai dan Allah itu Maha Benar dengan Segala Firman-Nya.

  15. 15 daeng limpo 25 March 2008 at 12:51

    yang terbuka hatinya akan menerima dua hal
    1. menerima bahwa ada aturan yang mengikat manusia dalam hidup ini dan mengakui bahwa ada yang mengatur kehidupan manusia dan alam ini.
    2.tidak mau menerima aturan yang mengikat dirinya dan tidak mengakui bahwa alam ini tercipta oleh sang Pencipta

    kedua kubu ini selalu bertentangan, dan kembalikan saja kepada hatinurani anda. Jika anda memilih yang kedua, saya harap itu pilihan anda yang tepat. Namun jangan anda kira yang memilih pilihan pertama itu salah, bisa jadi pikiran dan hati anda memang ditakdirkan tidak bisa menjangkau kesana.

    —Salam–

  16. 16 daeng limpo 25 March 2008 at 12:55

    yang pesimis mungkin cuman orang-orang yang berputus asa…..

  17. 17 daeng limpo 25 March 2008 at 12:58

    saya bukanlah seorang yang baik menurut kacamata saya, tetapi saya juga bukan orang yang suka mempengaruhi, menghina dan mencemooh orang-orang yang sedang berusaha menjadikan dirinya lebih baik dengan memeluk suatu agama tertentu dan menjalankan aturan-aturan dalam agamanya.

    —salam—

  18. 18 Mr. Fortynine 25 March 2008 at 17:37

    @Javanese-script.com: Mmmm… tawaran anda saya pertimbangkan… Oke? Terima kasih atas sarannya Pak

    @pengamat: Waalaikumsalam wr wb. Did I write something like you say menganggap Syahadat tak ada nilai apa apa?

    Ampuni kami YA Robb
    ampuni kami
    dia tidak mengerti dengan apa yang dia tuliskan

    @wantosalafy: Itu postingan baru saya ringan saja kok.😛

    @erander: Sangat mencerahkan. Tambahan ilmu buat saya. Dan salah tiga kata dari sekian banyak kata pada komentar Abang nampaknya telah menghilang dari sebagian manusia (yang jelas bukan dari Abang). Dua kata itu adalah kasih sayang dan pemahaman

    @daeng limpo: yang terbuka akalnya akan menerima dua hal

    1. Menerima bahwa ada sesuatu dibalik yang tersurat yang mengikat karya tulis dalam postingan ini dan mengakui bahwa ada yang menjadi bahan pertimbangan dalam tulisan ini.

    2.Tidak mau menerima aturan yang mengikat dalam karya tulis dan tidak mengakui bahwa postingan ini tercipta sebagai karya penuh makna.

    yang optimis mungkin cuman orang-orang yang bersambung asa…..

    Saya bukanlah seorang yang jelek menurut kacamata dunia, saya adalah tampan dan cerdas.
    Tetapi saya juga bukan orang yang suka mempengaruhi, menghina dan mencemooh orang-orang yang sedang berusaha menjadikan dirinya lebih ganteng dengan memakai suatu kosmetik tertentu dan menjalankan aturan-aturan dalam pemakaian kosmetiknya.

    Salam Kembali..

  19. 19 pengamat 25 March 2008 at 18:03

    assalamualaykum
    menyambung bait diatas ^
    sekedar mengingatkan, ber tazkiroh, bahwa setampan apapun kita, secerdas apapun, akan ada akhir, ketampanan akan menjadi tua, keriput,
    kecerdasan akan melemah menjadi bodoh dan pikun.

    keabadian itu hanya dalam agama, apabila ruhani dipenuhi dengan AMAL AGAMA, maka anda akan sampai pada keabadian itu, ketampanan tiada akhir, kecerdasan tiada akhir…
    abadan abada

  20. 20 All-Islam 25 March 2008 at 20:56

    artikelmu itu maksodnya apa???? bisa2 qm dah dinyatakan keluar dari ISlam secara rukhiyah!!!
    kl pemahaman ISlam seseorang belum baik ya gitu pendapatnya. Islam belum menyentuh dalam hatimu!!!
    Tauhid hanya ada di bibirmu n KTP mu tanpa ada perwujudannya. Semua tatanan di dunia ada dalam ISlam.
    LaenX kl nulis artikel di pikir-pikir dulu. Di dalami dulu apa yang akan ditulis. Jangan memperturut hawa nafsu syaitan…..

  21. 21 Mr. Fortynine 25 March 2008 at 22:00

    @pengamat: Waalaikumsalam. Terima kasih ats doa anda. Tapi doa bukanlah komentar yang relevan dengan topik diatas Pak.

    @All-Islam: Lain kali kalau menulis artikel dipikir pikir dulu Bapak Bapak/Ibu Ibu… Didalami dulu apa yang akan dikomentarkan. Jangan memperturutkan hawa nafsu syaiton. Oke?

  22. 22 quietnoise88 26 March 2008 at 03:41

    Menurut pengalaman saya, dunia ini dingin kalau selalu dilihat dari kacamata rational: Terkadang, perbuatan baik maupun jelek tidak diberi upah sekadarnya.Seandainya, eksistens Tuhan tidak diterima oleh manusia, maka dia akan enggan untuk berbuat baik, karena dia tahu bahwa sesuatu yang disebut dosa, pahala, karma, atau tempat-tempat yang disebut surga, nirvana atau neraka itu tidak ada. Bisa dibilang bahwa penerimaan eksistensi Tuhan adalah persyaratan dari perbuatan yang berakal-budi. Kalau seseorang berpikir bahwa Tuhan itu ada, makalah dia harus menyembahnya (ibadah), kalau tidak, yang dia pikir itu bukan yang maha besar.

    Saya sendiri tinggal di negeri barat, negeri dimana pessimisme terhadap agama dan aliran filsafat yg dinamakan positivisme berkuasa. Saya lihat org-orgnya terkadang egois, individualis, dan sering memancarkan ekspresi wajah cemberut, seakan hujan tak hentinya turun.

    Penduduk, terutama penduduk negeri semi-agraris, negeri yang sedang berada di tengah jalan menuju industrialisme memerlukan Opium (— lihat Karl Marx), supaya mereka bisa mencernakan realitas yang kejam dan buruk. Kalo enggak bisa-bisa semua bunuh diri🙂.

    sekian dahulu

    salam

  23. 23 daeng limpo 26 March 2008 at 09:39

    saya menghargai postingan ini sebagai pembuka wawasan, namun jika anda mengatakan bahwa :
    1. Menerima bahwa ada sesuatu dibalik yang tersurat yang mengikat karya tulis dalam postingan ini dan mengakui bahwa ada yang menjadi bahan pertimbangan dalam tulisan ini.

    2.Tidak mau menerima aturan yang mengikat dalam karya tulis dan tidak mengakui bahwa postingan ini tercipta sebagai karya penuh makna.

    saya jawab demikian :
    1.betul tentu ada pertimbangan anda menuliskan ini, dan tentu ada pertimbangan juga saya mengemukakan komentar saya sebelumnya.
    2.betul juga saya kan pengunjung jadi saya tidak terikat dengan karya tulis anda, namun anda salah karena saya mengakui bahwa karya anda ini penuh makna namun juga bisa menyesatkan bagi yang tidak mengetahuinya.
    Alhamdulillah jika anda tampan dan cerdas, semoga anugrah Tuhan itu anda manfaatkan sebaik-baiknya.😀

  24. 24 prihatin 26 March 2008 at 10:35

    prihatin
    saya sih berharap 1 bulan kedepan tidak terjadi apa apa dgn dirimu
    tapi biasanya org yg berani menghujat agama seperti ini, tak kan berumur panjang
    saran saya
    delete secepatnya.. minta ampun sama Tuhan, anggap kehilafan
    tapi kalau anda tetap membandel, silahkan saja sambut petaka yg akan datang 1 bulan mendatang

  25. 25 Mr. Fortynine 26 March 2008 at 17:17

    @quietnoise88: Maksudnya orang percaya tuhan itu perlu candu, dan candunya adalah agama? Oh iya, orang cuek nampaknya lebih bermanfaat ketimbang yang suka memaksakan kehendaknya kepada orang lain tuh Pak/Bu

    @daeng limpo: Terima kasih atas doanya Pak. Saya doakan suppaya anda selalu makmur sejahtera, sehat dan ganteng…

    @prihatin:

    saya sih berharap 1 bulan kedepan tidak terjadi apa apa dgn dirimu

    Amin. Doa orang percaya Tuhan biasanya terkabul kan Pak/Bu?

    Tapi biasanya orang yang berani menghujat personal seperti ini, tak kan berumur panjang

    Saran saya. komen lagi secepatnya. minta ampun sama Tuhan, anggap komentar tadi adalah kehilafan.

    Tapi kalau anda tetap membandel, silahkan saja sambut petaka yg akan datang 1 bulan mendatang.

    Orang Islam itu sukanya mendoakan yang ga baik buat saudaranya sesama Muslim ya Pak/Bu?

    Orang Islam itu sukanya mendoakan yang ga baik buat saudaranya sesama manusia ya Pak/Bu?

  26. 26 daeng limpo 26 March 2008 at 18:22

    @fortynine😀 😀 😀 😀

    semoga anda banyak rejeki dan juga tambah ganteng 😀

  27. 27 daeng limpo 26 March 2008 at 18:24

    @fortynine
    dan semoga Tuhanmu mau memaafkanku jika memang salah…..(masih ngaku punya Tuhan gak?) 😀

  28. 28 Mr. Fortynine 26 March 2008 at 18:25

    Bukankah Tuhan Maha Pemaaf?

    Amiin… Terima kasih….
    😀😛

  29. 29 Jendral Bayut™ 26 March 2008 at 20:10

    Yg komen koq banyak yg ngeduluin Tuhan ya,,bilang bakal knapa2 dan sbagainya.
    Hebat,,,,,,,,,,,

  30. 30 Nazieb 26 March 2008 at 20:40

    *baca-baca komen…

    Wakakakak.. Itulah, jika terlalu memprioritaskan surgawi tanpa mempelajari duniawi. Sampe-sampe bahasa satir sahaja ndak ngerti:mrgreen:

    Buat apa Tuhan mbikin dunia kalo cuma buat perantara ke surga saja?

  31. 31 quietnoise88 26 March 2008 at 21:01

    iya, begitu yang saya maksud. Sebenarnya yang saya garis-bawahkan bukan sifatnya yang membuat orang jadi candu, tetapi sifatnya yang memberikan manusia ilusi indah dan sifatnya yang menenangkan dia. Anda tidak ingin melihat manusia lain senang?

    “Oh iya, orang cuek nampaknya lebih bermanfaat ketimbang yang suka memaksakan kehendaknya kepada orang lain tuh Pak/Bu”:

    Saya malah disini lebih banyak melihat org cuek yang memaksakan kehendaknya, karena mereka menganggap dirinya sangat pintar: kepalanya sih udah sampai ke awan, tetapi karena tinggi tubuhnya di antara 1,00-2,30 m dia akan jatuh.🙂

    Tetapi memang arah jalan yang terlalu extrem itu menurut saya tidak bagus. Fakta yang mengatakan bahwa di setiap ideologi atau agama ada kambing-kambing hitam itu tidak akan bisa diingkari, pak/bu ( dilihat dari fotonya seh bu, tapi dari namanya pak). Effekt ini sulit untuk dihindari.

    ngomong-ngomong tidak enak kalau saya dipanggil bapak, karena saya mungkin lebih muda dari anda.🙂

    salam

  32. 32 andri cahyadi 26 March 2008 at 22:35

    Senang memaca ulasan saudara, yang pada beberapa kalimat tertentu turut mewakili perasaan dan keadaan saya pribadi ketika hidup bersama ‘macam’ orang-orang yang sudah dibahas dengan jelas.

    Saya pribadi lebih sreg, kalau anda sebenranya sedang melonarkan sebuah kritik disini, hanya bahasa yang saudara gunakan adalah Peisimis (lebih dekat pada perasaan) namun sejujurnya anda telah melakukan kritik terhadap Agama dan Orang pada saat ini, kebetulan kritik saudara menurut saya tepat sasaran di jantungnya.

    Kalo kita bercermin pada negara-negara sekuler, yang jelas membatasi Agama dan negara, kehidupan sosial rasa-rasanya bisa lebih dinikmati. Kita jadi lebih fokus ketika kita bicara diri-kita sebagai mahluk sosial- (bekerja, mencari nafkah, bersenang-senang, berkarir, berkarya, dsb) celakaya di Indonesia semua campur aduk ditingkat masyarakatnya. Jadi ketika urusan sosial membutuhkan keputusan politik yang ilmiah malah dihubungkan dengan surga yang jelas tidak ilmiah, ya jadinya nggak nyambung, buntu, bahkan kok rasanya bangsa ini nggak maju-maju ya?.

    Saya tidak tahu kalo anda anti barat atau tidak. Tapi saya akan merujuk pada dunia barat (Eropa dan Amerika Utara), karena mereka mempunyai kualitas hidup yang begitu tinggi sekarang, meskipun masih terdapat kekurangan (tentu saja).

    Poin saya adalah, barat, menjadi begitu maju karena faktor masyarakat yang sudah memilih agama barunya, yaitu, progress dan sience. Mereka sangat, ingin dan menghargai setiap progress dalam masyarakatnya (perbaikan, kecepatan, kemudahan, keadilan dan kesenangan) karena membahas Yesus atau Kristen bukan solusi untuk menjawab persoalan-persoalan sosial, mereka sudah sangat sadar itu. Bahkan seakan-akan Agama mereka sebenarnya sudah berubah, menjadi Hukum dan Ilmu pengetahuan.

    Kembali ke Indonesia, nah kita tanya kembali kepada masyarakat Indonesia sedniri, apa sebenarnya tujuan hidup mereka? Surga? atau bahagia semasa hidup dengan karir yang baik, berguna bagi manusia lainnya, dihargai dalam sejarah bangsanya.

    Jadi tergantung masyarakat Indonesia sekarang, apa tujuan sesungguhnya sebagai bangsa, Surga? atau Kemajuan? atau cukup dengan janji-janji surga dan obsesi pada Agama sampai mati. Itu terserah bangsa Indonesia untuk menentukan pilihannya sekarang.

    Salam hangat,

    *Maaf, komentarnya panjang, biasanya komen saya pendek-pendek tapi berhubung pembahasan saudara menarik sekali, jadilah komen yang mirip posting ini*

  33. 33 RETORIKA 27 March 2008 at 01:07

    Kalau saya mementingkan hal lain daripada agama. Cukup masalah agama disimpan rapat rapat di kamar sebagai urusan pribadi.

    banyak dalam poin tersebut saya sangat setuju😀

    http://retorika.wordpress.com/2008/03/24/keutamaan-sekularisasi-hukum-pada-umat-beragama/

  34. 34 abdulsomad 27 March 2008 at 03:08

    assalamualaikum
    liat agama Islam yg bener itu bukan agama Islam yg keliatan sekarang
    sekarang ini Islam sedang ancur ancur nya
    kalo mau liat Islam yg bener
    menoleh lah ke 1400 tahun lalu, buka lagi sejarah, bagaimana waktu itu Islam disampaikan, bagaimana Islam di Amalkan, bagaimana Islam bisa membentuk tatanan kehidupan terbaik.

  35. 35 abdulsomad 27 March 2008 at 03:13

    tambahan
    lihat Islam sekarang memang membuat pesimis
    tetapi membuka buka Hikayat Sahabat 1400 tahun lalu
    kemudian berusaha meng-implementasi-kan nya dalam kehidupan saat ini
    akan menimbulkan sikap optimis yg tinggi

  36. 36 Mr. Fortynine 27 March 2008 at 11:08

    @Jendral Bayut™: Mungkin bukan mendahului tuhan. Tetapi lebih hebat dan lebih berkuasa daripada tuhan. Atau bahkan sudah membunuh tuhan.

    @Nazieb:

    Buat apa Tuhan mbikin dunia kalo cuma buat perantara ke surga saja?

    Bagi sebagian orang, mungkin dunia memang ladang pahala dan jalan ke surga tanpa mau merawat dunia, padahal dunia juga dititpkan buat dirawat dan dikelola bukan?

    @quietnoise88:

    Anda tidak ingin melihat manusia lain senang?

    Ingin. tapi jangan sampai kesenangan seseorang mengganggu kesenangan orang lain dong. Misalnya saya senang ketenangan, jangan kesenangan teriak teriak pakai mikrophon rumah ibadah mengganggu kesenangan saya dong. Kalau mau cari solusi kesangan sama sama ya pakai logika.😛

    Disini maksudnya di Deustch Pak? atau di sini di postingan ini?

    Maksudnya saya yang sedang menebar jalan kebaikan dan jalan ke surga dunia akhirat ini dikambing hitamkan begitu?

    Ah engga juga. Saya masih berusia 13 tahun kok….

    @andri cahyadi: Terima kasih…

    Yang merasa tertikam justru menyerang balik Pak. Pakai bawa bawa Tuhan segala, mentang mentang Tuhan diam saja.

    Salah satu yang bikin ga maju itu memang pantangan agama. Contoh: Gimana mau jadi dokter hewan yang sukses kalau ga berani nyentuh anjiing dan babi buat dipelajari. Tapi saya juga ga berani sih, takut digigit dan diseruduk.

    Saya tidak pro tidak juga anti Barat. Saya cuma iri dengan kesuksesan mereka dan ingin sukses seperti mereka sekalian mengeleminasi kekurangan kekurangan.

    Soalnya mereka sudah sadar, mendebat siapa itu Tuhan ga akan bikin mereka sampai ke bulan. sementara debat gaya gravitasi atau debat berat jenis dan senyawa bisa membuat mereka menciptakan gedung pencakar langit.

    Kayanya masih terbuai janji surga deh Pak. Ga papa, saya senang komentar yang bersifat menambahkan kok. Apalagi tambahan anda sangat mengena dengan topik yang diangkat.

    @RETORIKA: Saya setuju dengan komentar anda, tapi apa komentator yang persis dibawah anda itu setuju?

    @abdulsomad: Waalaikumsalam. Oh, mungkin salah satunya kita harus membuang motor dan naik onta. Begitu kan Pak?

  37. 37 hoeda 28 March 2008 at 01:14

    agama ga sama dengan pelakunya mas,
    yang sampeyan lihat tuh cuma pelakunya doang, bukan agamanya…
    kalo islam ngasih rumus, sholat yang bener dan sempurna maka akan jadi orang baek, lalu kenapa banyak yang sholat tapi ga baek2 juga ? ya karena pelaku sholatnya yang ga becus sholat…

    so pandangi dengan cermat dan teliti apa itu agama, kalau bingun… pandangi terus, jangan lari dari kebingungan itu, insya Allah anda akan menemukan jawabannya…

    tapi baguslah punya pemikiran seperti itu, kalau dipupuk dengan benar dan arif, suatu ketika akan sampai juga pada titik kebenaran… amin

  38. 38 Mr. Fortynine 28 March 2008 at 10:10

    Amin. Terima kasih banyak Pak…

  39. 39 ariss_ 28 March 2008 at 12:09

    Sepertinya lebih tepat kalau judl postingan ini adalah Pesimis Terhadap PERILAKU UMAT berAgama.
    .
    Yang jelas, membaca postingan Anda ini, membuat ekspresi wajah saya seperti image avatar Anda.

    Salam,

  40. 40 Mr. Fortynine 28 March 2008 at 16:41

    Salam kembali. Terima kasih atas tafsirannya

  41. 41 CY 5 April 2008 at 11:08

    *Kesumon utk lari kesini🙂 *
    Setuju dgn solusi no. 1, 2, dan 3.
    Dalam pandangan saya beragama bukan utk kaya dan makmur, tetapi kaya dan makmur bisa diperoleh dari berbuat baik sebanyak2nya shg hutang karma kita bisa cepat dilunasi dan diharapkan nasib akan berubah lebih baik. Krn disaat berbuat baik otomatis otak dan cara berpikir kita akan terus diperbaharui kecerdasannya krn harus membuang jauh2 perasaan SARA dlm diri kita dan memantapkan pengendalian diri dan emosi kita. Krn berbuat baik maka relasi dan teman2 juga akan bertambah banyak, dgn makin banyaknya relasi dan teman2 masa diantara mereka tak ada yg mau membantu dikala kita perlu??
    Mudah2an usulan saya ini cukup membantu. 🙂

  42. 42 antondp 13 May 2008 at 19:56

    1. Syahadat memang (sepertinya) tidak menjamin apa-apa di dunia. Tapi konon katanya waktu kita di alam ruh sebelum kita ke alam rahim kita sudah berjanji bakal bersyahadat di alam dunia (tentunya dengan implementasinya)
    2. Ibadah membuang waktu, kalau kita tidak menikmatinya. Saya mampu menonton tv (dan buang waktu) mulai pukul 18.30 s.d. 01.00 WIB. Betul-betul buang waktu, ampuni saya ya Allah.
    3. Persaudaraan di bibir saja, no comment, sepertinya memang betul.

  43. 43 XXXXXXXX 21 February 2011 at 09:41

    ANDA TELAH MENGHINA ISLAM!!!JANGAN SOK DENGAN DIRI ANDA!!memang seseorang ngga akan dapat hidayah dan kebahagian..kalau hatinya sudah dikunci ati ma ALLah..seperti ANDA..hati anda sudah tertutup mati..Insyaf lah

  44. 44 Hamba Allah Azzawajalla 12 June 2012 at 10:26

    silahkan pilih tempat duduk anda di Neraka….!!!

    klo anda pesimis dengan islam,,, saya pesimis anda bisa selamat di akhirat. buatlah sesukamu di dunia dan rasakan balasan Allah di akhirat.


  1. 1 Ciri Ciri Orang Ber — IMAN (IMAN ISLAM) « wak AbduLSomad Trackback on 24 March 2008 at 18:56

Wanna leave your comments?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Monthly Archives

RSS Artikel Orang

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Join 219 other followers

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 219 other followers

Page copy protected against web site content infringement by Copyscape

::::::

blogarama - the blog directory

::::::

IP

::::::

 Subscribe in a reader


%d bloggers like this: